Teknik Menentukan Modal Merja
• Presentase Nilai Penjualan
• Persentase Volume Penjualan
• Persentase Biaya
• Praktik Industri
• Kebutuhan CCC
Strategi Pendanaan Modal Kerja
• Pendekatan Konservatif
• Pendekatan Moderat
• Pendekatan Agresif
Jenis-jenis Modal Kerja
Modal Kerja Permanen (Permanent
Working Capital):
a. Modal Kerja Primer (Primary
Working Capital)
b. Modal Kerja Normal (Normal
Working Capital)
Lanjutan...
Modal Kerja Variabel (Variable
Working Capital):
a. Musiman
b.Siklis
c. Darurat
 Penjualan Kredit
KAS BARANG PIUTANG KAS
BELI JUAL DILUNASI
BAGAIMANA MEMONITOR
MODAL KERJA...?
Berikut Berapa Indikatornya:
 Periode pelunasan piutang yang
semakin melambat.
Aliran kas masuk harian (operasioanal)
yang semakin menurun.
Persediaan yang semakin menumpuk.
Rasio lancar (aktiva lancar) yang
semakin kecil, yang berarti utang lancar
semakin membengkak.
 Mengendalikan tingkat persediaan, seperti
mempercepat penjualan barang dagangan (misal
dengan memberikan potongan harga),
mengendalikan investasi baru pada persediaan
(misal menunda pembelian barang dagangan yang
baru).
 Mengendalikan investasi pada piutang
(memperketat kebijakan piutang) dengan memberi
penjualan kredit kepada pelanggan yang dinilai baik
(membayar tepat waktu).
Manajemen modal kerja

Manajemen modal kerja

  • 7.
    Teknik Menentukan ModalMerja • Presentase Nilai Penjualan • Persentase Volume Penjualan • Persentase Biaya • Praktik Industri • Kebutuhan CCC
  • 8.
    Strategi Pendanaan ModalKerja • Pendekatan Konservatif • Pendekatan Moderat • Pendekatan Agresif
  • 9.
    Jenis-jenis Modal Kerja ModalKerja Permanen (Permanent Working Capital): a. Modal Kerja Primer (Primary Working Capital) b. Modal Kerja Normal (Normal Working Capital)
  • 10.
    Lanjutan... Modal Kerja Variabel(Variable Working Capital): a. Musiman b.Siklis c. Darurat
  • 12.
     Penjualan Kredit KASBARANG PIUTANG KAS BELI JUAL DILUNASI
  • 14.
  • 15.
    Berikut Berapa Indikatornya: Periode pelunasan piutang yang semakin melambat. Aliran kas masuk harian (operasioanal) yang semakin menurun. Persediaan yang semakin menumpuk. Rasio lancar (aktiva lancar) yang semakin kecil, yang berarti utang lancar semakin membengkak.
  • 16.
     Mengendalikan tingkatpersediaan, seperti mempercepat penjualan barang dagangan (misal dengan memberikan potongan harga), mengendalikan investasi baru pada persediaan (misal menunda pembelian barang dagangan yang baru).  Mengendalikan investasi pada piutang (memperketat kebijakan piutang) dengan memberi penjualan kredit kepada pelanggan yang dinilai baik (membayar tepat waktu).