MANAJEMEN
MODAL KERJA
PENGERTIAN
 Dana yang diperlukan oleh perusahaan untuk memenuhi
kebutuhan operasional perusahaan sehari-hari seperti
pembelian bahan baku, pembayaran upah buruh,
membayar hutang, pembayaran lain-lain.
1. Elemen-elemen aktiva lancar
2. Elemen-elemen hutang lancar
 Modal kerja dalam hal ini adalah modal kerja bersih,
berubah mengikuti transaksi bisnis, khususnya tingkat
penjualan.
 Dengan demikian modal kerja merupakan investasi dalam
kas, surat-surat berharga, piutang dan persediaan
dikurangi hutang lancar yang digunakan untuk melindungi
aktiva lancar
Tujuan Manajemen Modal
Kerja
Mengelola aktiva lancar dan hutang lancar agar
terjamin jumlah net working capital yang layak
diterima (acceptable) yang menjamin tingkat
likuiditas badan usaha
Dimana sumber- sumber modal kerja berasal:
•Hasil operasi perusahaan.
•Keuntungan pendek
•Penjualan aktiva tidak lancar
•Penjualan saham atau obligasi
Klasifikasi Modal Kerja
1. Modal kerja kotor (gross working capital) adalah jumlah
harta lancar perusahaan. Modal kerja ini merupakan
kekuatan “semu” karena sebagian diperoleh dari utang
jangka pendek, maka ia dapat dikatakan sebagai modal
kerja tradisional atau modal kerja kuantitatif.
2. Modal kerja bersih (net working capital) adalah harta
lancar dikurangi utang lancar. Modal kerja ini merupakan
kekuatan intern untuk menggerakan kegiatan bisnis, yaitu
untuk membiayai kegiatan operasi rutin dan untuk
membayar semua utang yang jatuh tempo. Ia dapat
dikatakan sebagai modal kerja kualitatif.
Klasifikasi Modal Kerja
3. Modal kerja fungsional yaitu fungsinya harta lancar
dalam menghasilkan pendapatan saat ini (current
income) yang terdiri dari kas persediaan, piutang
sebesar harga pokok penjualan dan penyusunan.
4. Modal kerja potensial yang terdiri dari efek (surat
berharga yaitu saham dan obligasi yang mudah
dipasarkan) dan besarnya keuntungan yang termasuk
dalam jumlah piutang.
Aktiva Lancar
• Kas
• Surat – surat berharga
• Piutang
• Inventori
Hutang Lancar
• Hutang jangka pendek
– Hutang wesel
– Hutang perniagaan
– Hutang pada bank lain kurang satu
tahun
Implikasi
• Perusahaan memiliki aktiva lancar diatas hutang
lancar maka perusahaan memiliki net working
capital
• Penggunaan modal kerja, semakin besar current
assets dapat menutupi current liabilities, semakin
besar kemampuan perusahaan untuk membayar
hutang-hutangnya(semakin likuid)
•Pada kenyataan, putaran kas masuk– cast inflows
dan putaran kas keluar – cast outflows tidak
selalu sinkron, tetapi perusahaan harus
mempertahankan networking capital agar tetap
likuid
Kelemahan Modal Kerja
• Kelebihan atas modal kerja
mengakibatkan kemampuan laba menurun
sebagai akibat lambatnya perputaran
dana perusahaan
• Menimbulkan kesan bahwa manajemen
tidak mampu menggunakan modal kerja
secara efisien
• Jika modal kerja tersebut dipinjam dari
bank maka perusahaan mengalami
kerugian dalam membayar bunga
Kebaikan Modal Kerja – (modal kerja
cukup)
• Melindungi kemungkinan terjadinya krisis
keuangan guna membenahi modal kerja yang
diperlukan
• Merencanakan dan mengawasi rencana
perusahaan menjadi rencana keuangan di dalam
jangka pendek
• Menilai kecepatan perputaran modal kerja
dalam arti yang menyeluruh
• Membayar atau memenuhi kewajiban
jangka pendek sesuai dengan jatuh tempo
• Memperoleh kredit sebagai sumber dana
guna memperbesar pemenuhan kebutuhan
kekayaan aktiva lancar
• Memberikan pedoman yang sehingga tidak
terdapat keraguan manajemen guna
memperoleh efisiensi yang baik
JENIS MODAL KERJA
1. MODAL KERJA PERMANEN
yaitu modal kerja yang tetap harus ada dalam
perusahaan untuk menjalankan kegiatan usaha.
Modal kerja permanen dikelompokan menjadi 2
(dua) yaitu :
a. modal kerja primer : yaitu modal kerja minimum
yang harus ada untuk menjamin kontinuitas
kegiatan usaha.
b. modal kerja normal yaitu modal kerja yang
dibutuhkan untuk melakukan prosesproduksi
yang normal.
JENIS MODAL KERJA
2. MODAL KERJA VARIABEL
yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah
sesuai dengan perubahaan keadaan.
Modal kerja variabel dapat dikelompokan menjadi 3
(tiga) :
a. modal kerja musiman yaitu modal kerja yang
jumlahnya berubah-ubah karena fluktuasi
musim.
b. modal kerja siklis yaitu modal kerja yang
jumlahnya berubah-ubah karena fluktuasi
konjungtur.
c. modal kerja darurat yaitu modal kerja yang
jumlahnya berubah-ubah karena adanya
keadaan darurat yang tidak diketahui
sebelumnya.
Implikasi
• Modal kerja dapat dibiayai oleh :
– Modal sendiri
– Hutang jangka pendek
– Hutang jangka panjang
• Pemilihan sistem pembelanjaan
didasarkan pertimbangan “ Laba “ dan “
Risiko “
Prinsip Pembelanjaan
• Modal diperoleh sebagai pinjaman jangka pendek digunakan
untuk membiayai modal kerja
• Modal diperoleh sebagai pinjaman jangka panjang
digunakan untuk modal kerja dan Investasi
Laba perusahaan dapat meningkat dengan
dua cara, yaitu :
– Meningkatkan pendapatan dari penjualan
– Menurunkan biaya - biaya
• Jadi risiko dapat diukur dengan menggunakan jumlah net
working capital atau current ratio
• Semakin besar jumlah net working capital semakin likuid
atau semakin kecil tingkat risiko
Profitabilitas dan Risiko
• Profitabilitas atau kemampuan
menghasilkan laba diukur dengan
revenue dikurangi biaya
• Risiko diukur dengan profitabilitas
perusahaan tidak mampu membayar
hutang (technically insolvent)
Kemampuan Assets Menghasilkan Laba
• Jika perusahaan ingin meningkatkan
profitabilitas maka tingakt risiko akan naik
• Jika ingin menurunkan tingkat risiko, maka
harus menurunkan tingkat profitabilitas
• Bagaimana cara meningkatkan profitabilitas
yaitu dengan memanipulasi modal kerja
ILUSTRASI
Neraca PT XYZ
Kas 200 Hutang Dagang 300
Efek (Sekuritas) 200 Hutang Wesel 100
Piutang 160 Hutang Pajak 160
Persediaan 840 Total Hutang Lancar (d) 560
Total Aktiva Lancar (a) 1.400
Hutang Obligasi (e) 600
Tanah 100
Mesin 700 Modal saham 1.200
Penyusutan Mesin -100 Agio Saham 200
Gedung 1.000 Laba Ditahan 440
Penyusutan Gedung -200 Total Modal Sendiri (f) 1.840
Total Aktiva Tetap (b) 1.500
Intangible Asset (c) 100
Total Aktiva (a+b+c) 3.000 Total Pasiva (d+e+f) 3.000
• Modal kerja bruto (Gross Working Capital) atau
Modal Kerja Kuantitatif sebesar jumlah harta lancar
yaitu sebesar Rp 1.400
• Modal kerja netto (Net Working Capital) atau Modal
Kerja Kualitatif sebesar harta lancar dikurangi utang
lancar yaitu Rp 1.400 – Rp 560 = Rp 840. Modal
kerja ini lazim disebut Modal Kerja Permanen
karena adanya dalam perusahaan lebih dari satu
tahun atau secara permanen. Makin tinggi jumlah
modal kerja permanen makin tinggi tingkat likuiditas
perusahaan.
• Modal kerja fungsional (Functional Working Capital);
kas + persediaan + (75% X piutang) + penyusutan
aktiva tetap. Jumlah modal kerja fungsional = Rp
200 + Rp 840 + Rp 120 +Rp 300 = Rp 1.460. Unsur-
unsur tersebut secara nyata berfungsi
menggerakkan kegiatan perusahaan.
• Modal kerja potensial (Potencial Working Capital);
keuntungan dari piutang + efek, (25% X Rp 160) +
Rp 200 = Rp 240. Keuntungan atau laba dari
piutang, di mana piutang asalnya dari penjualan
merupakan kemampuan manajemen menggali
sumber dana dari bisnis yang dapat digunakan
untuk modal kerja dan perluasan usaha. Sedangkan
efek atau surat berharga yang mudah dipasarkan
(marketable security) merupakan kelebihan kas
yang ditanam dalam surat-surat berharga untuk
tujuan mendapatkan keuntungan.
• Modal kerja bruto (Gross Working Capital) atau
Modal Kerja Kuantitatif sebesar jumlah harta lancar
yaitu sebesar Rp 1.400
• Modal kerja netto (Net Working Capital) atau Modal
Kerja Kualitatif sebesar harta lancar dikurangi utang
lancar yaitu Rp 1.400 – Rp 560 = Rp 840. Modal
kerja ini lazim disebut Modal Kerja Permanen
karena adanya dalam perusahaan lebih dari satu
tahun atau secara permanen. Makin tinggi jumlah
modal kerja permanen makin tinggi tingkat likuiditas
perusahaan.
• Modal kerja bruto (Gross Working Capital) atau
Modal Kerja Kuantitatif sebesar jumlah harta lancar
yaitu sebesar Rp 1.400
• Modal kerja netto (Net Working Capital) atau Modal
Kerja Kualitatif sebesar harta lancar dikurangi utang
lancar yaitu Rp 1.400 – Rp 560 = Rp 840. Modal
kerja ini lazim disebut Modal Kerja Permanen
karena adanya dalam perusahaan lebih dari satu
tahun atau secara permanen. Makin tinggi jumlah
modal kerja permanen makin tinggi tingkat likuiditas
perusahaan.
MENETUKAN KEBUTUHAN MODAL KERJA
Besarnya modal kerja yang bersifat permanen maupun variabel perlu
ditentukan
dengan baik agar efektif dan efisien.
Untuk menentukan modal kerja dapat digunakan 2 (dua) metoda :
1. Metoda keterikatan .
Perlu diperhatikan 2 (dua) faktor yang mempengaruhinya :
a. periode terikatnya modal kerja (Kas—Kas).
b. pengeluaran kas setiap hari.
Contoh :
Untuk perusahaan perdagangan periode terikatnya modal kerja dapat
digambarkan sebagai berikut :
Kas1 Barang Piutang Kas2
Untuk perusahaan industri (manufaktur) periode terikatnya modal kerja
dapat digambarkan sebagai berikut :
Kas 1 B.B Proses Produksi Barang jadi piutang Kas2
2. Metode Perputaran Modal Kerja ditentukan oleh :
a. Perputaran dari komponen-komponen modal kerja yaitu perputaran
kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan.
b. perputaran kas merupakan berputarnya kas menjadi kas kembali.
CONTOH METODE KETERIKATAN DANA
1.Perusahaan dagang “A” memiliki data tentang modal kerja sebagai
berikut :
Rata-rata periode terikatnya modal kerja :
Lamanya barang disimpan 7 hari
Lamanya pengumpulan piutang 13 hari
Rata-rata pengeluaran kas setiap hari
Pembelian barang dagangan Rp. 1.000.000
Upah karyawan Rp. 100.000
Biaya Adm dan umum Rp. 10.000
Biaya penjualan Rp. 35.000
Biaya lainnya Rp. 5.000
Jika manajemen menetapkan jumlah minimal kas yang harus ada di
perusahaan sebesar Rp. 150.000, berapa jumlah modal kerja yang
efektif dan efisien.?
PEMBAHASAN KETERIKATAN DANA
Rata-rata periode terikatnya modal kerja :
Lamanya barang disimpan 7 hari
Lamanya pengumpulan piutang 13 hari
jumlah 20 hari
Rata-rata pengeluaran kas setiap hari
Pembelian barang dagangan Rp. 1.000.000
Upah karyawan Rp. 100.000
Biaya Adm dan umum Rp. 10.000
Biaya penjualan Rp. 35.000
Biaya lainnya Rp. 5.000
jumlah Rp.1.150.000
Ditetapkan jumlah minimal Rp. 150.000, maka jumlah modal kerja agar
efektif dan efisien :
Periode terikatnya modal kerja x pengeluaran kas/hari + kas minimal
= 20 x Rp. 1.150.000 + Rp. 150.000 = Rp. 23.150.000,-
Perusahaan Industri “B” memiliki data tentang modal kerja sebagai berikut :
Rata-rata periode terikatnya modal kerja :
Lamanya bahan mentah disimpan 7 hari
Proses produksi 6 hari
Barang jadi disimpan 5 hari
Pengumpulan piutang 11 hari
Rata-rata pengeluaran kas setiap hari
Pembelian bahan mentah Rp. 180.000
Upah karyawan Rp. 150.000
Biaya Adm dan umum Rp. 30.000
Biaya penjualan Rp. 25.000
Biaya lainnya Rp. 15.000
Jika manajemen menghendaki jumlah kas minimal Rp. 100.000, maka jumlah
modal kerja yang efektif dan efisien?
Perusahaan Industri “B” memiliki data tentang modal kerja sebagai berikut :
Rata-rata periode terikatnya modal kerja :
Lamanya bahan mentah disimpan 7 hari
Proses produksi 6 hari
Barang jadi disimpan 5 hari
Pengumpulan piutang 11 hari
jumlah 29 hari
Rata-rata pengeluaran kas setiap hari
Pembelian bahan mentah Rp. 180.000
Upah karyawan Rp. 150.000
Biaya Adm dan umum Rp. 30.000
Biaya penjualan Rp. 25.000
Biaya lainnya Rp. 15.000
jumlah Rp. 400.000
Ditetapkan jumlah kas minimal Rp. 100.000, maka jumlah modal kerja :
Periode terikatnya modal kerja x pengeluaran kas/hari + kas minimal =
29 x Rp. 400.000 + Rp. 100.000 = Rp. 11.700.000,-
CONTOH METODE PERPUTARAN MODAL KERJA
PERUSAHAAN “DUMAS BARU”
NERACA PER 31 DESEMBER 2003
(DALAM RIBUAN RUPIAH)
PENJUALAN Rp. 60.000.000
HPP Rp. 42.500.000
LABA KOTOR Rp. 17.500.000
BIAYA OPERASI Rp. 6.250.000
EBIT Rp. 11.250.000
BUNGA Rp. 3.750.000
EBT Rp. 7.500.000
TAX 30% Rp. 2.250.000
EAT Rp. 5.250.000
KAS Rp. 462.000
PIUTANG DAGANG Rp. 1.925.000
PERSEDIAAN Rp. 2.300.000
AKTIVA TETAP Rp. 10.437.000
TOTAL AKTIVA Rp. 15.125.000
HUTANG DAGANG Rp. 1.375.000
HUTANG BANK Rp. 437.000
HUTANG JK PANJANG Rp. 5.375.000
MODAL SAHAM] Rp. 4.750.000
LABA DITAHAN Rp. 3.188.000
HUTAN DAN Rp. 15.125.000
MODAL SENDIRI
PERUSAHAAN “DUMAS BARU”
LAPORAN RUGI LABA 2003
(DALAM RIBUAN RUPIAH)
PENJUALAN
PERPUTARAN KAS = ---------------------- = 130 KALI
KAS*
PENJUALAN
PERPUTARAN PIUTANG= = 31 KALI
PIUTANG
HPP
PERPUTARAN PERSEDIAAN = = 18 KALI
PERSEDIAAN
PERIODE TERIKATNYA MODAL KERJA
KAS 360/130 = 3 hari
PIUTANG 360/ 31 = 12 hari
PERSEDIAAN 360/ 18 = 20 hari
JUMLAH 35 hari
Jadi periode terikatnya modal kerja = 35 hari
Perputaran elemen modal kerja 360/35 x 1 kali = 10 kali
 SOAL
PERUSAHAAN “A” MERENCANAKAN MEMPRODUKSI BARANG
JADI SEBANYAK 7.500 UNIT PERBULAN. UNTUK
MEMPRODUKSI 1 UNIT BARANG JADI DIPERLUKAN 3,5kg
BAHAN BAKU DENGAN HARGA Rp. 1.750,-/Kg. BAHAN BAKU
TERSEBUT SEBELUM DIPROSES RATA-RATA DISIMPAN DI
GUDANG SELAMA 14 HARI. LAMANYA PROSES PRODUKSI 7
HARI. SETELAH MENJADI BARNG JADI BIASANYA DISIMPAN
SELAMA 20 HARI. RATA-RATA PIUTANG DAPAT DITAGIH SELAMA
45 HARI. UPAH LANGSUNG BARANG JADI Rp. 2.250,-/UNIT.
BIAYA PEMASARAN TUNAI Rp. 15.000.000/BULAN
BIAYA ADM & UMUM Rp. 12.000.000/bulan
KAS MINIMAL Rp. 3.250.000
JAWABAN :
A. Lamanya bahan baku disimpan 14 hari
B. Lamanya proses produksi 7 hari
C. Lamanya barang jadi disimpan 20 hari
D. Lamanya piutang tertagih 45 hari
Jumlah 86 hari
Kebutuhan kas perhari
a. Pembelian bahan baku
= (7500/30) x 3,5Kg x Rp. 1.750,- = Rp. 1.531.250,-
b. Pembayaran upah
= (7500/30) x Rp. 2.250,- = Rp. 562.500,-
c. Pembayaran pemasaran
= Rp. 15.000.000 / 30 = Rp. 500.000,-
d. Pembayaran adm & umum
= Rp. 12.000.000/30 = Rp. 400.000,-
Jumlah = Rp. 2.993.750,-
Jumlah modal kerja = Rp. 260.712.500,-
 PENTINGNYA MANAJEMEN MODAL KERJA
A. aktiva lancar dari perusahaan baik perusahaan manufaktur
maupun perusahaan jasa memiliki jumlah yang cukup besar.
B. untuk perusahaan kecil, hutang jangka pendek merupakan
sumber utama bagi pendanaan eksternal.
C. manajer keuangan dan anggotanya perlu memberikan porsi
waktu yang sesuai untuk pengelolaan tentang hal-hal yang
berkaitan dengan modal kerja.
D. keputusan modal kerja berdampak langsung terhadap tingkat
risiko, laba, dan harga saham perusahaan.
E. adanya hubungan langsung antara .hubungan dengan
kebutuhan dana untuk membelanjai aktiva lancar.

Manajemen Modal Kerja.ppt

  • 1.
  • 2.
    PENGERTIAN  Dana yangdiperlukan oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan sehari-hari seperti pembelian bahan baku, pembayaran upah buruh, membayar hutang, pembayaran lain-lain. 1. Elemen-elemen aktiva lancar 2. Elemen-elemen hutang lancar  Modal kerja dalam hal ini adalah modal kerja bersih, berubah mengikuti transaksi bisnis, khususnya tingkat penjualan.  Dengan demikian modal kerja merupakan investasi dalam kas, surat-surat berharga, piutang dan persediaan dikurangi hutang lancar yang digunakan untuk melindungi aktiva lancar
  • 3.
    Tujuan Manajemen Modal Kerja Mengelolaaktiva lancar dan hutang lancar agar terjamin jumlah net working capital yang layak diterima (acceptable) yang menjamin tingkat likuiditas badan usaha Dimana sumber- sumber modal kerja berasal: •Hasil operasi perusahaan. •Keuntungan pendek •Penjualan aktiva tidak lancar •Penjualan saham atau obligasi
  • 4.
    Klasifikasi Modal Kerja 1.Modal kerja kotor (gross working capital) adalah jumlah harta lancar perusahaan. Modal kerja ini merupakan kekuatan “semu” karena sebagian diperoleh dari utang jangka pendek, maka ia dapat dikatakan sebagai modal kerja tradisional atau modal kerja kuantitatif. 2. Modal kerja bersih (net working capital) adalah harta lancar dikurangi utang lancar. Modal kerja ini merupakan kekuatan intern untuk menggerakan kegiatan bisnis, yaitu untuk membiayai kegiatan operasi rutin dan untuk membayar semua utang yang jatuh tempo. Ia dapat dikatakan sebagai modal kerja kualitatif.
  • 5.
    Klasifikasi Modal Kerja 3.Modal kerja fungsional yaitu fungsinya harta lancar dalam menghasilkan pendapatan saat ini (current income) yang terdiri dari kas persediaan, piutang sebesar harga pokok penjualan dan penyusunan. 4. Modal kerja potensial yang terdiri dari efek (surat berharga yaitu saham dan obligasi yang mudah dipasarkan) dan besarnya keuntungan yang termasuk dalam jumlah piutang.
  • 6.
    Aktiva Lancar • Kas •Surat – surat berharga • Piutang • Inventori
  • 7.
    Hutang Lancar • Hutangjangka pendek – Hutang wesel – Hutang perniagaan – Hutang pada bank lain kurang satu tahun
  • 8.
    Implikasi • Perusahaan memilikiaktiva lancar diatas hutang lancar maka perusahaan memiliki net working capital • Penggunaan modal kerja, semakin besar current assets dapat menutupi current liabilities, semakin besar kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutangnya(semakin likuid) •Pada kenyataan, putaran kas masuk– cast inflows dan putaran kas keluar – cast outflows tidak selalu sinkron, tetapi perusahaan harus mempertahankan networking capital agar tetap likuid
  • 9.
    Kelemahan Modal Kerja •Kelebihan atas modal kerja mengakibatkan kemampuan laba menurun sebagai akibat lambatnya perputaran dana perusahaan • Menimbulkan kesan bahwa manajemen tidak mampu menggunakan modal kerja secara efisien • Jika modal kerja tersebut dipinjam dari bank maka perusahaan mengalami kerugian dalam membayar bunga
  • 10.
    Kebaikan Modal Kerja– (modal kerja cukup) • Melindungi kemungkinan terjadinya krisis keuangan guna membenahi modal kerja yang diperlukan • Merencanakan dan mengawasi rencana perusahaan menjadi rencana keuangan di dalam jangka pendek • Menilai kecepatan perputaran modal kerja dalam arti yang menyeluruh
  • 11.
    • Membayar ataumemenuhi kewajiban jangka pendek sesuai dengan jatuh tempo • Memperoleh kredit sebagai sumber dana guna memperbesar pemenuhan kebutuhan kekayaan aktiva lancar • Memberikan pedoman yang sehingga tidak terdapat keraguan manajemen guna memperoleh efisiensi yang baik
  • 12.
    JENIS MODAL KERJA 1.MODAL KERJA PERMANEN yaitu modal kerja yang tetap harus ada dalam perusahaan untuk menjalankan kegiatan usaha. Modal kerja permanen dikelompokan menjadi 2 (dua) yaitu : a. modal kerja primer : yaitu modal kerja minimum yang harus ada untuk menjamin kontinuitas kegiatan usaha. b. modal kerja normal yaitu modal kerja yang dibutuhkan untuk melakukan prosesproduksi yang normal.
  • 13.
    JENIS MODAL KERJA 2.MODAL KERJA VARIABEL yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan perubahaan keadaan. Modal kerja variabel dapat dikelompokan menjadi 3 (tiga) : a. modal kerja musiman yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah karena fluktuasi musim. b. modal kerja siklis yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah karena fluktuasi konjungtur. c. modal kerja darurat yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah karena adanya keadaan darurat yang tidak diketahui sebelumnya.
  • 14.
    Implikasi • Modal kerjadapat dibiayai oleh : – Modal sendiri – Hutang jangka pendek – Hutang jangka panjang • Pemilihan sistem pembelanjaan didasarkan pertimbangan “ Laba “ dan “ Risiko “
  • 15.
    Prinsip Pembelanjaan • Modaldiperoleh sebagai pinjaman jangka pendek digunakan untuk membiayai modal kerja • Modal diperoleh sebagai pinjaman jangka panjang digunakan untuk modal kerja dan Investasi Laba perusahaan dapat meningkat dengan dua cara, yaitu : – Meningkatkan pendapatan dari penjualan – Menurunkan biaya - biaya • Jadi risiko dapat diukur dengan menggunakan jumlah net working capital atau current ratio • Semakin besar jumlah net working capital semakin likuid atau semakin kecil tingkat risiko
  • 16.
    Profitabilitas dan Risiko •Profitabilitas atau kemampuan menghasilkan laba diukur dengan revenue dikurangi biaya • Risiko diukur dengan profitabilitas perusahaan tidak mampu membayar hutang (technically insolvent)
  • 17.
    Kemampuan Assets MenghasilkanLaba • Jika perusahaan ingin meningkatkan profitabilitas maka tingakt risiko akan naik • Jika ingin menurunkan tingkat risiko, maka harus menurunkan tingkat profitabilitas • Bagaimana cara meningkatkan profitabilitas yaitu dengan memanipulasi modal kerja
  • 18.
    ILUSTRASI Neraca PT XYZ Kas200 Hutang Dagang 300 Efek (Sekuritas) 200 Hutang Wesel 100 Piutang 160 Hutang Pajak 160 Persediaan 840 Total Hutang Lancar (d) 560 Total Aktiva Lancar (a) 1.400 Hutang Obligasi (e) 600 Tanah 100 Mesin 700 Modal saham 1.200 Penyusutan Mesin -100 Agio Saham 200 Gedung 1.000 Laba Ditahan 440 Penyusutan Gedung -200 Total Modal Sendiri (f) 1.840 Total Aktiva Tetap (b) 1.500 Intangible Asset (c) 100 Total Aktiva (a+b+c) 3.000 Total Pasiva (d+e+f) 3.000
  • 19.
    • Modal kerjabruto (Gross Working Capital) atau Modal Kerja Kuantitatif sebesar jumlah harta lancar yaitu sebesar Rp 1.400 • Modal kerja netto (Net Working Capital) atau Modal Kerja Kualitatif sebesar harta lancar dikurangi utang lancar yaitu Rp 1.400 – Rp 560 = Rp 840. Modal kerja ini lazim disebut Modal Kerja Permanen karena adanya dalam perusahaan lebih dari satu tahun atau secara permanen. Makin tinggi jumlah modal kerja permanen makin tinggi tingkat likuiditas perusahaan.
  • 20.
    • Modal kerjafungsional (Functional Working Capital); kas + persediaan + (75% X piutang) + penyusutan aktiva tetap. Jumlah modal kerja fungsional = Rp 200 + Rp 840 + Rp 120 +Rp 300 = Rp 1.460. Unsur- unsur tersebut secara nyata berfungsi menggerakkan kegiatan perusahaan. • Modal kerja potensial (Potencial Working Capital); keuntungan dari piutang + efek, (25% X Rp 160) + Rp 200 = Rp 240. Keuntungan atau laba dari piutang, di mana piutang asalnya dari penjualan merupakan kemampuan manajemen menggali sumber dana dari bisnis yang dapat digunakan untuk modal kerja dan perluasan usaha. Sedangkan efek atau surat berharga yang mudah dipasarkan (marketable security) merupakan kelebihan kas yang ditanam dalam surat-surat berharga untuk tujuan mendapatkan keuntungan.
  • 21.
    • Modal kerjabruto (Gross Working Capital) atau Modal Kerja Kuantitatif sebesar jumlah harta lancar yaitu sebesar Rp 1.400 • Modal kerja netto (Net Working Capital) atau Modal Kerja Kualitatif sebesar harta lancar dikurangi utang lancar yaitu Rp 1.400 – Rp 560 = Rp 840. Modal kerja ini lazim disebut Modal Kerja Permanen karena adanya dalam perusahaan lebih dari satu tahun atau secara permanen. Makin tinggi jumlah modal kerja permanen makin tinggi tingkat likuiditas perusahaan.
  • 22.
    • Modal kerjabruto (Gross Working Capital) atau Modal Kerja Kuantitatif sebesar jumlah harta lancar yaitu sebesar Rp 1.400 • Modal kerja netto (Net Working Capital) atau Modal Kerja Kualitatif sebesar harta lancar dikurangi utang lancar yaitu Rp 1.400 – Rp 560 = Rp 840. Modal kerja ini lazim disebut Modal Kerja Permanen karena adanya dalam perusahaan lebih dari satu tahun atau secara permanen. Makin tinggi jumlah modal kerja permanen makin tinggi tingkat likuiditas perusahaan.
  • 23.
    MENETUKAN KEBUTUHAN MODALKERJA Besarnya modal kerja yang bersifat permanen maupun variabel perlu ditentukan dengan baik agar efektif dan efisien. Untuk menentukan modal kerja dapat digunakan 2 (dua) metoda : 1. Metoda keterikatan . Perlu diperhatikan 2 (dua) faktor yang mempengaruhinya : a. periode terikatnya modal kerja (Kas—Kas). b. pengeluaran kas setiap hari. Contoh : Untuk perusahaan perdagangan periode terikatnya modal kerja dapat digambarkan sebagai berikut : Kas1 Barang Piutang Kas2
  • 24.
    Untuk perusahaan industri(manufaktur) periode terikatnya modal kerja dapat digambarkan sebagai berikut : Kas 1 B.B Proses Produksi Barang jadi piutang Kas2 2. Metode Perputaran Modal Kerja ditentukan oleh : a. Perputaran dari komponen-komponen modal kerja yaitu perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan. b. perputaran kas merupakan berputarnya kas menjadi kas kembali.
  • 25.
    CONTOH METODE KETERIKATANDANA 1.Perusahaan dagang “A” memiliki data tentang modal kerja sebagai berikut : Rata-rata periode terikatnya modal kerja : Lamanya barang disimpan 7 hari Lamanya pengumpulan piutang 13 hari Rata-rata pengeluaran kas setiap hari Pembelian barang dagangan Rp. 1.000.000 Upah karyawan Rp. 100.000 Biaya Adm dan umum Rp. 10.000 Biaya penjualan Rp. 35.000 Biaya lainnya Rp. 5.000 Jika manajemen menetapkan jumlah minimal kas yang harus ada di perusahaan sebesar Rp. 150.000, berapa jumlah modal kerja yang efektif dan efisien.?
  • 26.
    PEMBAHASAN KETERIKATAN DANA Rata-rataperiode terikatnya modal kerja : Lamanya barang disimpan 7 hari Lamanya pengumpulan piutang 13 hari jumlah 20 hari Rata-rata pengeluaran kas setiap hari Pembelian barang dagangan Rp. 1.000.000 Upah karyawan Rp. 100.000 Biaya Adm dan umum Rp. 10.000 Biaya penjualan Rp. 35.000 Biaya lainnya Rp. 5.000 jumlah Rp.1.150.000 Ditetapkan jumlah minimal Rp. 150.000, maka jumlah modal kerja agar efektif dan efisien : Periode terikatnya modal kerja x pengeluaran kas/hari + kas minimal = 20 x Rp. 1.150.000 + Rp. 150.000 = Rp. 23.150.000,-
  • 27.
    Perusahaan Industri “B”memiliki data tentang modal kerja sebagai berikut : Rata-rata periode terikatnya modal kerja : Lamanya bahan mentah disimpan 7 hari Proses produksi 6 hari Barang jadi disimpan 5 hari Pengumpulan piutang 11 hari Rata-rata pengeluaran kas setiap hari Pembelian bahan mentah Rp. 180.000 Upah karyawan Rp. 150.000 Biaya Adm dan umum Rp. 30.000 Biaya penjualan Rp. 25.000 Biaya lainnya Rp. 15.000 Jika manajemen menghendaki jumlah kas minimal Rp. 100.000, maka jumlah modal kerja yang efektif dan efisien?
  • 28.
    Perusahaan Industri “B”memiliki data tentang modal kerja sebagai berikut : Rata-rata periode terikatnya modal kerja : Lamanya bahan mentah disimpan 7 hari Proses produksi 6 hari Barang jadi disimpan 5 hari Pengumpulan piutang 11 hari jumlah 29 hari Rata-rata pengeluaran kas setiap hari Pembelian bahan mentah Rp. 180.000 Upah karyawan Rp. 150.000 Biaya Adm dan umum Rp. 30.000 Biaya penjualan Rp. 25.000 Biaya lainnya Rp. 15.000 jumlah Rp. 400.000 Ditetapkan jumlah kas minimal Rp. 100.000, maka jumlah modal kerja : Periode terikatnya modal kerja x pengeluaran kas/hari + kas minimal = 29 x Rp. 400.000 + Rp. 100.000 = Rp. 11.700.000,-
  • 29.
    CONTOH METODE PERPUTARANMODAL KERJA PERUSAHAAN “DUMAS BARU” NERACA PER 31 DESEMBER 2003 (DALAM RIBUAN RUPIAH) PENJUALAN Rp. 60.000.000 HPP Rp. 42.500.000 LABA KOTOR Rp. 17.500.000 BIAYA OPERASI Rp. 6.250.000 EBIT Rp. 11.250.000 BUNGA Rp. 3.750.000 EBT Rp. 7.500.000 TAX 30% Rp. 2.250.000 EAT Rp. 5.250.000 KAS Rp. 462.000 PIUTANG DAGANG Rp. 1.925.000 PERSEDIAAN Rp. 2.300.000 AKTIVA TETAP Rp. 10.437.000 TOTAL AKTIVA Rp. 15.125.000 HUTANG DAGANG Rp. 1.375.000 HUTANG BANK Rp. 437.000 HUTANG JK PANJANG Rp. 5.375.000 MODAL SAHAM] Rp. 4.750.000 LABA DITAHAN Rp. 3.188.000 HUTAN DAN Rp. 15.125.000 MODAL SENDIRI PERUSAHAAN “DUMAS BARU” LAPORAN RUGI LABA 2003 (DALAM RIBUAN RUPIAH)
  • 30.
    PENJUALAN PERPUTARAN KAS =---------------------- = 130 KALI KAS* PENJUALAN PERPUTARAN PIUTANG= = 31 KALI PIUTANG HPP PERPUTARAN PERSEDIAAN = = 18 KALI PERSEDIAAN PERIODE TERIKATNYA MODAL KERJA KAS 360/130 = 3 hari PIUTANG 360/ 31 = 12 hari PERSEDIAAN 360/ 18 = 20 hari JUMLAH 35 hari Jadi periode terikatnya modal kerja = 35 hari Perputaran elemen modal kerja 360/35 x 1 kali = 10 kali
  • 31.
     SOAL PERUSAHAAN “A”MERENCANAKAN MEMPRODUKSI BARANG JADI SEBANYAK 7.500 UNIT PERBULAN. UNTUK MEMPRODUKSI 1 UNIT BARANG JADI DIPERLUKAN 3,5kg BAHAN BAKU DENGAN HARGA Rp. 1.750,-/Kg. BAHAN BAKU TERSEBUT SEBELUM DIPROSES RATA-RATA DISIMPAN DI GUDANG SELAMA 14 HARI. LAMANYA PROSES PRODUKSI 7 HARI. SETELAH MENJADI BARNG JADI BIASANYA DISIMPAN SELAMA 20 HARI. RATA-RATA PIUTANG DAPAT DITAGIH SELAMA 45 HARI. UPAH LANGSUNG BARANG JADI Rp. 2.250,-/UNIT. BIAYA PEMASARAN TUNAI Rp. 15.000.000/BULAN BIAYA ADM & UMUM Rp. 12.000.000/bulan KAS MINIMAL Rp. 3.250.000
  • 32.
    JAWABAN : A. Lamanyabahan baku disimpan 14 hari B. Lamanya proses produksi 7 hari C. Lamanya barang jadi disimpan 20 hari D. Lamanya piutang tertagih 45 hari Jumlah 86 hari Kebutuhan kas perhari a. Pembelian bahan baku = (7500/30) x 3,5Kg x Rp. 1.750,- = Rp. 1.531.250,- b. Pembayaran upah = (7500/30) x Rp. 2.250,- = Rp. 562.500,- c. Pembayaran pemasaran = Rp. 15.000.000 / 30 = Rp. 500.000,- d. Pembayaran adm & umum = Rp. 12.000.000/30 = Rp. 400.000,- Jumlah = Rp. 2.993.750,- Jumlah modal kerja = Rp. 260.712.500,-
  • 33.
     PENTINGNYA MANAJEMENMODAL KERJA A. aktiva lancar dari perusahaan baik perusahaan manufaktur maupun perusahaan jasa memiliki jumlah yang cukup besar. B. untuk perusahaan kecil, hutang jangka pendek merupakan sumber utama bagi pendanaan eksternal. C. manajer keuangan dan anggotanya perlu memberikan porsi waktu yang sesuai untuk pengelolaan tentang hal-hal yang berkaitan dengan modal kerja. D. keputusan modal kerja berdampak langsung terhadap tingkat risiko, laba, dan harga saham perusahaan. E. adanya hubungan langsung antara .hubungan dengan kebutuhan dana untuk membelanjai aktiva lancar.