MAKALAH
      Terumbu Karang




Pengantar Ekologi Laut Tropis


       Ady Purnomo
       11301020003


   FAKULTAS TEKNIK
 UNIVERSITAS BORNEO
        TARAKAN


                                i
Kata Pengantar
       Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem yang amat penting bagi
keberlanjutan sumberdaya yang terdapat di kawasan pesisir dan lautan, dan umumnya
tumbuh di daerah tropis, serta mempunyai produktivitas primer yang tinggi (10 kg
C/m2/tahun). Tingginya produktivitas primer di daerah terumbu karang ini menyebabkan
terjadinya pengumpulan hewan-hewan yang beranekaragam seperti; ikan, udang, mollusca,
dan lainnya. Dari hasil inventarisasi yang dilakukan ditemukan kelompok karang hard coral
dengan berbagai tipe yaitu : branching, tabulate, sub massif, dan lainnya. Jenis ikan karang
ditemukan sekitar 26 famili diantaranya famili Chaetodontidae, Pomacentridae dan Labridae.
       Aktivitas manusia dalam memanfaatkan potensi sumberdaya terumbu karang sering
tumpang tindih dan bahkan banyak diantara aktivitas tersebut menyebabkan kerusakan
terumbu karang. Pembukaan hutan mangrove sering menyebabkan penggelontoran sedimen
yang tinggi ke perairan karang, lalu lintas kapal diatas perairan karang dapat menyebabkan
smashing karang, demikian pula aktivitas pariwisata sering menimbulkan dampak terhadap
kehidupan karang. Apabila kondisi ini terus berlangsung, maka dikhawatirkan ekosistem
terumbu karang akan musnah.
       Dalam makalah ini, akan dibahas beberapa materi terkait Terumbu Karang, Yaitu,
Apa itu Terumbu Karang ?, Manfaat Terumbu Karang hingga program pemerintah untuk
melindungi Terumbu Karang, dengan kampanye Selamatkan Terumbu Karang, SeKarang!




                                                                                           ii
Daftar Isi
Judul..............................................................................................................................................

i

Kata Pengantar..............................................................................................................................

ii

Daftar Isi.......................................................................................................................................

iii

Apa Itu Terumbu Karang ?...........................................................................................................

1

Manfaat Terumbu Karang.............................................................................................................

3

Selamatkan Terumbu Karang, SeKarang......................................................................................

5

Daftar Pustaka




                                                                                                                                               iii
Apa Itu Terumbu Karang ?
       Terumbu Karang. Apa yang ada dibenak kalian setelah mendengar kata “Terumbu
Karang” ? Pasti sudah berbau dengan laut, atau kelautan. Terumbu Karang adalah
sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut
zooxanhellae. Terumbu karang termasuk dalam jenis filum Cnidaria kelas Anthozoa yang
memiliki tentakel. Kelas Anthozoa tersebut terdiri dari dua Subkelas yaitu Hexacorallia (atau
Zoantharia) dan Octocorallia, yang keduanya dibedakan secara asal-usul, Morfologi dan
Fisiologi.




       Proses fotosintesis oleh alga menyebabkan bertambahnya produksi kalsium karbonat
dengan menghilangkan karbon dioksida dan merangsang reaksi kimia sebagai berikut:
       Ca(HCO3) CaCO3 + H2CO3 H2O + CO2
       Fotosintesis oleh algae yang bersimbiosis membuat karang pembentuk terumbu
menghasilkan deposit cangkang yang terbuat dari kalsium karbonat, kira-kira 10 kali lebih
cepat daripada karang yang tidak membentuk terumbu (ahermatipik) dan tidak bersimbiose
dengan zooxanthellae.




                                                                                           1
Terumbu karang merupakan salah satu komponen utama sumber daya pesisir dan laut,
disamping hutan bakau atau hutan mangrove dan padang lamun. Terumbu karang dan segala
kehidupan yang ada didalamnya merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki bangsa
Indonesia yang tak ternilai harganya. Diperkirakan luas terumbu karang yang terdapat di
perairan Indonesia adalah lebih dari 60.000 km2, yang tersebar luas dari perairan Kawasan
Barat Indonesia sampai Kawasan Timur Indonesia. Contohnya adalah ekosistem terumbu
karang di perairan Maluku dan Nusa Tenggara.
         Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, terdiri dari lebih 17.000 buah
pulau besar dan kecil, dengan panjang garis pantai mencapai hampir 81.000 km yang
dilindungi oleh ekosistem terumbu karang, ekosistem padang lamun dan ekosistem
mangrove. Indonesia merupakan salah satu Negara terpenting di dunia sebagai penyimpan
keanekaragaman hayati laut tertinggi.
         Di Indonesia terdapat 2,500 spesies of molluska, 2,000 spesies krustasea, 6 spesies
penyu laut, 30 mamalia laut, dan lebih dari 2,500 spesies ikan laut. Luas ekosistem terumbu
karang Indonesia diperkirakan mencapai 75.000 km2 yaitu sekitar 12 sampai 15 persen dari
luas terumbu karang dunia. Dengan ditemukannya 362 spesies scleractinia (karang batu)
yang termasuk dalam 76 genera, Indonesia merupakan episenter dari sebaran karang batu
dunia.
         Indonesia merupakan tempat bagi sekitar 1/8 dari terumbu karang Dunia dan
merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman biota perairan dibanding dengan negara-
negara Asia Tenggara lainnya.
         Bentangan terumbu karang yang terbesar dan terkaya dalam hal jumlah spesies
karang, ikan, dan moluska terdapat pada regional Indo-Pasifik yang terbentang mulai dari
Indonesia sampai ke Polinesia dan Australia lalu ke bagian barat yaitu Samudera Pasifik
sampai Afrika Timur.




                                                                                          2
Manfaat Terumbu Karang
       Terumbu Karang yang ada dibentangan dasar laut mempunyai beragam manfaat bagi
kelangsungan hidup ekosistem laut itu sendiri. Terumbu karang mengandung berbagai
manfaat yang sangat besar dan beragam, baik secara ekologi maupun ekonomi. Estimasi jenis
manfaat yang terkandung dalam terumbu karang dapat diidentifikasi menjadi dua yaitu
manfaat langsung dan manfaat tidak langsung.
       Secara alami, terumbu karang merupakan habitat bagi banyak spesies laut untuk
melakukan pemijahan, peneluran, pembesaran anak, makan dan mencari makan (feeding &
foraging), terutama bagi sejumlah spesies yang memiliki nilai ekonomis penting. Banyaknya
spesies makhluk hidup laut yang dapat ditemukan di terumbu karang menjadikan ekosistem
ini sebagai gudang keanekaragaman hayati laut. Saat ini, peran terumbu karang sebagai
gudang keanekaragaman hayati menjadikannya sebagai sumber penting bagi berbagai bahan
bioaktif yang diperlukan di bidang medis dan farmasi.




       Manfaat dari terumbu karang yang langsung dapat dimanfaatkan oleh manusia adalah:
   1. Sebagai tempat hidup ikan yang banyak dibutuhkan manusia dalam bidang pangan,
       seperti ikan kerapu, ikan baronang, ikan ekor kuning), batu karang,
   2. Pariwisata, wisata bahari melihat keindahan bentuk dan warnanya.

                                                                                        3
3. Penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya.
      Sedangkan yang termasuk dalam pemanfaatan tidak langsung adalah sebagai penahan
abrasi pantai yang disebabkan gelombang dan ombak laut, serta sebagai sumber
keanekaragaman hayati




                                                                                       4
Selamatkan Terumbu Karang, SeKarang
       Bagaimana Kondisi Terumbu Karang Indonesia ? Sejumlah penelitian dan
pemantauan selama beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang
Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Luas terumbu karang Indonesia yang diperkirakan
mencapai 60.000 km2 dengan kondisi terumbu karang yang baik hanya 5,56%. Kerusakan
terumbu karang ini dapat dibagi dalam 3 penyebab yaitu:
    1. Faktor keserakahan manusia menyebabkan terjadinya praktek eksploitasi yang tidak
        bertanggung jawab seperti penggunaan bahan
        peledak dan racun kimia dalam penangkapan ikan.
    2. Faktor      ketidaktahuan          dan   ketidakpedulian
        menyebabkan terjadinya kerusakan akibat polusi
        kimia dan sedimentasi yang disebabkan oleh
        pembuangan     limbah      industri ke sungai/laut,
        penambangan pasir laut dan pantai yang tidak
        ramah     lingkungan,     serta     penambangan    batu
        karang.
    3. Faktor alami antara lain pemanasan global, el nino,
        letusan gunung berapi dan tsunami juga turut
        mempercepat kerusakan terumbu karang yang
        memang      sangat      renta      terhadap   perubahan
        lingkungan.
       Kerusakan terumbu karang ini akan secara langsung
akan berpengaruh pada kehidupan nelayan. Ikan menjadi
susah didapat, hasil tangkapan menurun dengan akibat
harga ikan akan menjadi semakin mahal. Semua ini akan
mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia.
       Pemerintah menyadari perlu adanya tindakan segera dalam menyelamatkan terumbu
karang Indonesia dari kepunahan dengan melaksanakan Program Rehabilitasi dan
Pengelolaan Terumbu Karang atau Coral Reef Rehabilitation and Management Program
(Coremap). Program ini melibatkan seluruh instansi yang terkait dalam pengelolaan terumbu
karang, seperti pemerintah daerah, perikanan, pariwisata, dan lingkungan hidup, Program
Coremap terdiri dari 5 komponen penting yaitu :
       1. Program berbasis masyarakat.

                                                                                        5
2. Program penguatan kelembagaan.
       3. Program monitoring, kontrol dan pengawasan.
       4. Program penyadaran masyarakat.
       5. Program dukungan ilmiah.
       6. Program dirumuskan melalui kampanye “Selamatkan Terumbu Karang,
           SeKarang” atau “Kampanye SeKarang” yang dicanangkan langsung oleh
           Presiden Abdurrahman Wahid pada tanggal 21 Pebruari 2000.




       Indonesia bersama lima negara di Indo-Pasifik, yaitu Filipina, Malaysia, Timor Leste,
Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon, sepakat untuk serius mengupayakan pelindungan
terhadap wilayah pesisir dan ekosistem terumbu karang di kawasan segitiga terumbu karang
(coral triangle) di dunia. 6 negara yang merupakan anggota Coral Triangle Initiative for
Coral Reef, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) ini mencanangkan 9 Juni sebagai Hari
Terumbu Karang (Coral Triangle Day) atau CT Day dan akan diperingati setiap tahunnya.
Penetapan ini dilakukan setelah seluruh negara anggota CTI-CFF memperingati Hari
Kelautan Sedunia pada 8 Juni 2012 lalu.
       Coral Triangle Initiative for Coral Reef, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF)
sendiri merupakan panggung keilmuan dunia yang dihadiri lebih dari 150 ilmuwan, praktisi
dan pemerintah dari negara anggota dan terdapat sekitar 170 naskah akademik yang
disampaikan dalam berbagai sesi.


                                                                                          6
Indonesia menghimbau sekaligus mengajak dunia internasional untuk memberikan
perhatian secara serius dan nyata dalam menyelamatkan terumbu karang serta sumber daya
perikanan yang berada di wilayah Segitiga Karang. Seperti diketahui bahwa kawasan segitiga
terumbu karang (coral triangle) merupakan wilayah lautan dikenal kaya akan biodiversitas
biologi serta besarnya potensi kekayaan hayati laut. Hal ini disampaikan Menteri Kelautan
dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo dalam forum internasional tersebut. Sharif menyampaikan
kesiapan dan komitmennya Indonesia terhadap program-program Coral Triangle Initiative-
Coral Reefs, Fisheries and Food Security      (CTI-CFF) dengan menjadikannya sebagai
kerangka kerja pelaksanaan dari konsep ekonomi biru (blue economy).




       Konsep ekonomi biru (blue economy) fokus pada sektor kelautan dan perairan dengan
menekankan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan daya dukung lingkungan
sehingga dapat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat luas. Di sisi lain lanjutnya,
ekosistem kelautan yang sehat dapat menunjang hajat hidup masyarakat, serta pembangunan
ekonomi yang berkelanjutan. Penerapan konsep ekonomi di sektor kelautan dan perikanan
diharapkan dapat mendorong pembangunan ekonomi yang lebih seimbang antara
pemanfaatan sumber daya dan upaya melindungi lingkungan. Hal ini karena akan lebih
banyak aktivitas ekonomi yang berkembang di sektor kelautan dan perikanan. Dengan konsep
itu pula diharapkan terjadi perubahan orientasi kebijakan dan keseimbangan antara
pembangunan berbasis daratan dan kelautan.

                                                                                        7
Daftar Pustaka
        Wikipedia. 2012. Terumbu Karang (http://id.wikipedia.org/wiki/Terumbu_karang).
Akses : 24 Oktober 2012.
        Travel,    Indonesia.      2012.   Selamatkan     Terumbu      Karang      Dunia
(http://www.indonesia.travel/id/news/detail/803/selamatkan-terumbu-karang-dunia). Akses :
24 Oktober 2012.
        Medanbung.              2009.        Manfaat           Terumbu            Karang
(http://medanbung.wordpress.com/2009/02/17/manfaat-terumbu-karang). Akses : 24 Oktober
2012.




                                                                                       8

Makalah Terumbu Karang

  • 1.
    MAKALAH Terumbu Karang Pengantar Ekologi Laut Tropis Ady Purnomo 11301020003 FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN i
  • 2.
    Kata Pengantar Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem yang amat penting bagi keberlanjutan sumberdaya yang terdapat di kawasan pesisir dan lautan, dan umumnya tumbuh di daerah tropis, serta mempunyai produktivitas primer yang tinggi (10 kg C/m2/tahun). Tingginya produktivitas primer di daerah terumbu karang ini menyebabkan terjadinya pengumpulan hewan-hewan yang beranekaragam seperti; ikan, udang, mollusca, dan lainnya. Dari hasil inventarisasi yang dilakukan ditemukan kelompok karang hard coral dengan berbagai tipe yaitu : branching, tabulate, sub massif, dan lainnya. Jenis ikan karang ditemukan sekitar 26 famili diantaranya famili Chaetodontidae, Pomacentridae dan Labridae. Aktivitas manusia dalam memanfaatkan potensi sumberdaya terumbu karang sering tumpang tindih dan bahkan banyak diantara aktivitas tersebut menyebabkan kerusakan terumbu karang. Pembukaan hutan mangrove sering menyebabkan penggelontoran sedimen yang tinggi ke perairan karang, lalu lintas kapal diatas perairan karang dapat menyebabkan smashing karang, demikian pula aktivitas pariwisata sering menimbulkan dampak terhadap kehidupan karang. Apabila kondisi ini terus berlangsung, maka dikhawatirkan ekosistem terumbu karang akan musnah. Dalam makalah ini, akan dibahas beberapa materi terkait Terumbu Karang, Yaitu, Apa itu Terumbu Karang ?, Manfaat Terumbu Karang hingga program pemerintah untuk melindungi Terumbu Karang, dengan kampanye Selamatkan Terumbu Karang, SeKarang! ii
  • 3.
    Daftar Isi Judul.............................................................................................................................................. i Kata Pengantar.............................................................................................................................. ii DaftarIsi....................................................................................................................................... iii Apa Itu Terumbu Karang ?........................................................................................................... 1 Manfaat Terumbu Karang............................................................................................................. 3 Selamatkan Terumbu Karang, SeKarang...................................................................................... 5 Daftar Pustaka iii
  • 4.
    Apa Itu TerumbuKarang ? Terumbu Karang. Apa yang ada dibenak kalian setelah mendengar kata “Terumbu Karang” ? Pasti sudah berbau dengan laut, atau kelautan. Terumbu Karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanhellae. Terumbu karang termasuk dalam jenis filum Cnidaria kelas Anthozoa yang memiliki tentakel. Kelas Anthozoa tersebut terdiri dari dua Subkelas yaitu Hexacorallia (atau Zoantharia) dan Octocorallia, yang keduanya dibedakan secara asal-usul, Morfologi dan Fisiologi. Proses fotosintesis oleh alga menyebabkan bertambahnya produksi kalsium karbonat dengan menghilangkan karbon dioksida dan merangsang reaksi kimia sebagai berikut: Ca(HCO3) CaCO3 + H2CO3 H2O + CO2 Fotosintesis oleh algae yang bersimbiosis membuat karang pembentuk terumbu menghasilkan deposit cangkang yang terbuat dari kalsium karbonat, kira-kira 10 kali lebih cepat daripada karang yang tidak membentuk terumbu (ahermatipik) dan tidak bersimbiose dengan zooxanthellae. 1
  • 5.
    Terumbu karang merupakansalah satu komponen utama sumber daya pesisir dan laut, disamping hutan bakau atau hutan mangrove dan padang lamun. Terumbu karang dan segala kehidupan yang ada didalamnya merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki bangsa Indonesia yang tak ternilai harganya. Diperkirakan luas terumbu karang yang terdapat di perairan Indonesia adalah lebih dari 60.000 km2, yang tersebar luas dari perairan Kawasan Barat Indonesia sampai Kawasan Timur Indonesia. Contohnya adalah ekosistem terumbu karang di perairan Maluku dan Nusa Tenggara. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, terdiri dari lebih 17.000 buah pulau besar dan kecil, dengan panjang garis pantai mencapai hampir 81.000 km yang dilindungi oleh ekosistem terumbu karang, ekosistem padang lamun dan ekosistem mangrove. Indonesia merupakan salah satu Negara terpenting di dunia sebagai penyimpan keanekaragaman hayati laut tertinggi. Di Indonesia terdapat 2,500 spesies of molluska, 2,000 spesies krustasea, 6 spesies penyu laut, 30 mamalia laut, dan lebih dari 2,500 spesies ikan laut. Luas ekosistem terumbu karang Indonesia diperkirakan mencapai 75.000 km2 yaitu sekitar 12 sampai 15 persen dari luas terumbu karang dunia. Dengan ditemukannya 362 spesies scleractinia (karang batu) yang termasuk dalam 76 genera, Indonesia merupakan episenter dari sebaran karang batu dunia. Indonesia merupakan tempat bagi sekitar 1/8 dari terumbu karang Dunia dan merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman biota perairan dibanding dengan negara- negara Asia Tenggara lainnya. Bentangan terumbu karang yang terbesar dan terkaya dalam hal jumlah spesies karang, ikan, dan moluska terdapat pada regional Indo-Pasifik yang terbentang mulai dari Indonesia sampai ke Polinesia dan Australia lalu ke bagian barat yaitu Samudera Pasifik sampai Afrika Timur. 2
  • 6.
    Manfaat Terumbu Karang Terumbu Karang yang ada dibentangan dasar laut mempunyai beragam manfaat bagi kelangsungan hidup ekosistem laut itu sendiri. Terumbu karang mengandung berbagai manfaat yang sangat besar dan beragam, baik secara ekologi maupun ekonomi. Estimasi jenis manfaat yang terkandung dalam terumbu karang dapat diidentifikasi menjadi dua yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung. Secara alami, terumbu karang merupakan habitat bagi banyak spesies laut untuk melakukan pemijahan, peneluran, pembesaran anak, makan dan mencari makan (feeding & foraging), terutama bagi sejumlah spesies yang memiliki nilai ekonomis penting. Banyaknya spesies makhluk hidup laut yang dapat ditemukan di terumbu karang menjadikan ekosistem ini sebagai gudang keanekaragaman hayati laut. Saat ini, peran terumbu karang sebagai gudang keanekaragaman hayati menjadikannya sebagai sumber penting bagi berbagai bahan bioaktif yang diperlukan di bidang medis dan farmasi. Manfaat dari terumbu karang yang langsung dapat dimanfaatkan oleh manusia adalah: 1. Sebagai tempat hidup ikan yang banyak dibutuhkan manusia dalam bidang pangan, seperti ikan kerapu, ikan baronang, ikan ekor kuning), batu karang, 2. Pariwisata, wisata bahari melihat keindahan bentuk dan warnanya. 3
  • 7.
    3. Penelitian danpemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya. Sedangkan yang termasuk dalam pemanfaatan tidak langsung adalah sebagai penahan abrasi pantai yang disebabkan gelombang dan ombak laut, serta sebagai sumber keanekaragaman hayati 4
  • 8.
    Selamatkan Terumbu Karang,SeKarang Bagaimana Kondisi Terumbu Karang Indonesia ? Sejumlah penelitian dan pemantauan selama beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Luas terumbu karang Indonesia yang diperkirakan mencapai 60.000 km2 dengan kondisi terumbu karang yang baik hanya 5,56%. Kerusakan terumbu karang ini dapat dibagi dalam 3 penyebab yaitu: 1. Faktor keserakahan manusia menyebabkan terjadinya praktek eksploitasi yang tidak bertanggung jawab seperti penggunaan bahan peledak dan racun kimia dalam penangkapan ikan. 2. Faktor ketidaktahuan dan ketidakpedulian menyebabkan terjadinya kerusakan akibat polusi kimia dan sedimentasi yang disebabkan oleh pembuangan limbah industri ke sungai/laut, penambangan pasir laut dan pantai yang tidak ramah lingkungan, serta penambangan batu karang. 3. Faktor alami antara lain pemanasan global, el nino, letusan gunung berapi dan tsunami juga turut mempercepat kerusakan terumbu karang yang memang sangat renta terhadap perubahan lingkungan. Kerusakan terumbu karang ini akan secara langsung akan berpengaruh pada kehidupan nelayan. Ikan menjadi susah didapat, hasil tangkapan menurun dengan akibat harga ikan akan menjadi semakin mahal. Semua ini akan mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia. Pemerintah menyadari perlu adanya tindakan segera dalam menyelamatkan terumbu karang Indonesia dari kepunahan dengan melaksanakan Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang atau Coral Reef Rehabilitation and Management Program (Coremap). Program ini melibatkan seluruh instansi yang terkait dalam pengelolaan terumbu karang, seperti pemerintah daerah, perikanan, pariwisata, dan lingkungan hidup, Program Coremap terdiri dari 5 komponen penting yaitu : 1. Program berbasis masyarakat. 5
  • 9.
    2. Program penguatankelembagaan. 3. Program monitoring, kontrol dan pengawasan. 4. Program penyadaran masyarakat. 5. Program dukungan ilmiah. 6. Program dirumuskan melalui kampanye “Selamatkan Terumbu Karang, SeKarang” atau “Kampanye SeKarang” yang dicanangkan langsung oleh Presiden Abdurrahman Wahid pada tanggal 21 Pebruari 2000. Indonesia bersama lima negara di Indo-Pasifik, yaitu Filipina, Malaysia, Timor Leste, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon, sepakat untuk serius mengupayakan pelindungan terhadap wilayah pesisir dan ekosistem terumbu karang di kawasan segitiga terumbu karang (coral triangle) di dunia. 6 negara yang merupakan anggota Coral Triangle Initiative for Coral Reef, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) ini mencanangkan 9 Juni sebagai Hari Terumbu Karang (Coral Triangle Day) atau CT Day dan akan diperingati setiap tahunnya. Penetapan ini dilakukan setelah seluruh negara anggota CTI-CFF memperingati Hari Kelautan Sedunia pada 8 Juni 2012 lalu. Coral Triangle Initiative for Coral Reef, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) sendiri merupakan panggung keilmuan dunia yang dihadiri lebih dari 150 ilmuwan, praktisi dan pemerintah dari negara anggota dan terdapat sekitar 170 naskah akademik yang disampaikan dalam berbagai sesi. 6
  • 10.
    Indonesia menghimbau sekaligusmengajak dunia internasional untuk memberikan perhatian secara serius dan nyata dalam menyelamatkan terumbu karang serta sumber daya perikanan yang berada di wilayah Segitiga Karang. Seperti diketahui bahwa kawasan segitiga terumbu karang (coral triangle) merupakan wilayah lautan dikenal kaya akan biodiversitas biologi serta besarnya potensi kekayaan hayati laut. Hal ini disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo dalam forum internasional tersebut. Sharif menyampaikan kesiapan dan komitmennya Indonesia terhadap program-program Coral Triangle Initiative- Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF) dengan menjadikannya sebagai kerangka kerja pelaksanaan dari konsep ekonomi biru (blue economy). Konsep ekonomi biru (blue economy) fokus pada sektor kelautan dan perairan dengan menekankan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan daya dukung lingkungan sehingga dapat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat luas. Di sisi lain lanjutnya, ekosistem kelautan yang sehat dapat menunjang hajat hidup masyarakat, serta pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Penerapan konsep ekonomi di sektor kelautan dan perikanan diharapkan dapat mendorong pembangunan ekonomi yang lebih seimbang antara pemanfaatan sumber daya dan upaya melindungi lingkungan. Hal ini karena akan lebih banyak aktivitas ekonomi yang berkembang di sektor kelautan dan perikanan. Dengan konsep itu pula diharapkan terjadi perubahan orientasi kebijakan dan keseimbangan antara pembangunan berbasis daratan dan kelautan. 7
  • 11.
    Daftar Pustaka Wikipedia. 2012. Terumbu Karang (http://id.wikipedia.org/wiki/Terumbu_karang). Akses : 24 Oktober 2012. Travel, Indonesia. 2012. Selamatkan Terumbu Karang Dunia (http://www.indonesia.travel/id/news/detail/803/selamatkan-terumbu-karang-dunia). Akses : 24 Oktober 2012. Medanbung. 2009. Manfaat Terumbu Karang (http://medanbung.wordpress.com/2009/02/17/manfaat-terumbu-karang). Akses : 24 Oktober 2012. 8