NAMA KELOMPOK
1. Larasati Dehiyo (17051101011)
2. Hellen Melani (18051101002)
3. Zulfikri Husain (18051101009)
4. Anggun Losu (18051101012)
5. Frydell Sompotan (18051101021)
6. Stevanno Gerald K (18051101026)
ESTUARI
• Ekosistem estuary merupakan bagian dari
ekosistem air laut yang terdapat dalam
zona litoral (kelompok ekosistem pantai).
• Estuaria merupakan tempat pertemuan air
tawar dan air asin.
• Dimana air tawar yang mempunyai
densitas lebih kecil dari air laut cenderung
mengembang diatasnya.
• Estuaria adalah suatu perairan semi
tertutup yang terdapat di hilir sungai dan
masih berhubungan dengan laut, sehingga
memungkinkan terjadinya percampuran
air laut dan air tawar dari sungai atau
drainase yang berasal dari muara sungai,
teluk, rawa pasang surut.
• Estuari adalah jenis perairan yang memiliki variasi yang
tinggi ditinjau dari faktor fisik, kimia, biologi, ekologi dan
jenis habitat yang terbentuk di dalamnya.
• Hal ini disebabkan karena dinamika dari estuari sangat
besar, baik dalam skala waktu yang pendek karena adanya
pasang surut maupun dalam skala waktu yang panjang
karena adanya pergantian musim.
• Pada ekosistem estuari ini terbentuk habitat-habitat yang
memiliki ciri khas tersendiri dengan organisme-organisme
penyusunnya yang spesifik seperti Habitat Rawa Asin.
• Hal ini disebabkan karena organisme tersebut harus
mampu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Respon dari tingkah laku organisme tersebut dalam
menyesuaikan diri dengan lingkungannya juga beragam
dan memiliki ciri khas tersendiri.
• Organisme yang mampu bertahap pada kondisi fisik dan
kimia perairan dapat tetap hidup di habitatnya, tetapi bagi
organisme yang tidak mampu bertahan pada ambang
toleransinya akan menjadi organisme pengunjung transisi.
• Dimana pada saat sesuai dengan batas ambangnya
organisme ini akan masuk ke habitat di estuari, tetapi jika
tidak maka organisme ini akan meninggalkan daerah
estuari ini.
• Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang
luas atau rawa garam. Salinitas air berubah secara bertahap
mulai dari daerah air tawar ke laut. Salinitas ini juga
dipengaruhi oleh siklus harian dengan pasang surut airnya.
Nutrien dari sungai memperkaya daerah estuari.
• Bentuk estuaria bervariasi dan sangat bergantung pada
besar kecilnya air sungai, kisaran pasang surut, dan
bentuk garis pantai.
• Kebanyakan estuaria didominasi subtrat lumpur yang
berasal dari endapan yang dibawa oleh air tawar
maupun air laut. Karena partikel yang mengendap
kebanyakan bersifat organik, subtrat dasar estuaria
biasanya kaya akan bahan organik. Bahan organic ini
menjadi cadangan makanan utama bagi organisme
estuaria.
• Dengan kondisi lingkungan fisik yang bervariasi dan
merupakan daerah peralihan antara darat dan laut,
estuari mempunyai pola pencampuran air laut dan air
tawar yang tersendiri.
• Menurut (Kasim, 2005), pola pencampuran sangat
dipengaruhi oleh sirkulasi air, topografi, kedalaman dan
pola pasang surut karena dorongan dan volume air akan
sangat berbeda khususnya yang bersumber dari air
sungai.
POLA PENCAMPURAN AIR LAUT
DAN AIR TAWAR
• Berikut pola pencampuran
antara air laut dengan air tawar:
• Pola dengan dominasi air laut
(Salt wedge estuary) yang
ditandai dengan desakan dari air
laut pada lapisan bawah
permukaan air saat terjadi
pertemuan antara air sungai dan
air laut. Salinitas air dari
estuaria ini sangat berbeda
antara lapisan atas air dengan
salinitas yang lebih rendah
dibanding lapisan bawah yang
lebih tinggi.
• Pola percampuran merata
antara air laut dan air sungai
(well mixed estuary). Pola ini
ditandai dengan
pencampuran yang merata
antara air laut dan air tawar
sehingga tidak terbentuk
stratifikasi secara vertikal,
tetapi stratifikasinya dapat
secara horizontal yang
derajat salinitasnya akan
meningkat pada daerah dekat
laut.
• Pola dominasi air laut dan
pola percampuran merata atau
pola percampuran tidak
merata (Partially mixed
estuary). Pola ini akan sangat
labil atau sangat tergantung
pada desakan air sungai dan
air laut. Pada pola ini terjadi
percampuran air laut yang
tidak merata sehingga hampir
tidak terbentuk stratifikasi
salinitas baik itu secara
horizontal maupun secara
vertikal.
• Pada beberapa daerah estuaria yang
mempunyai topografi unik, kadang
terjadi pola tersendiri yang lebih
unik. Pola ini cenderung ada pada
daerah muara sungai yang
mempunyai topografi dengan
bentukan yang menonjol membentuk
semacam lekukan pada dasar
estuaria. Tonjolan permukaan yang
mencuat ini dapat menstagnankan
lapisan air pada dasar perairan
sehingga, terjadi stratifikasi salinitas
secara vertikal. Pola ini menghambat
turbulensi dasar yang hingga
salinitas dasar perairan cenderung
tetap dengan salinitas yang lebih
tinggi (Fjord Estuary).
KARAKTE
RISTIK
ESTUARIA
sehingga biota akan terlindung dari
gelombang laut yang
memungkinkan tumbuh mengakar di
dasar estuaria dan memungkinkan
larva kerang-kerangan menetap di
dasar perairan.
• Kedalaman. Kedalaman estuaria
relatif dangkal sehingga
memungkinkan cahaya matahari
mencapai dasar perairan dan
tumbuhan akuatik dapat
berkembang di seluruh dasar
perairan, karena dangkal
memungkinkan penggelontoran
(flushing) dengan lebih baik dan
• Sirkulasi Air. Perpaduan antara air
tawar dari daratan, pasang surut
dan salinitas menciptakan suatu
sistem gerakan dan transport air
yang bermanfaat bagi biota yang
hidup tersuspensi dalam air, yaitu
plankton.
• Pasang. Energi pasang yang terjadi
di estuaria merupakan tenaga
penggerak yang penting, antara lain
mengangkut zat hara dan plangton
serta mengencerkan dan
meggelontorkan limbah.
• Kemampuan menyimpan energi
daun pohon mangrove,lamun serta
alga mengkonversi zat hara dan
PRODUKTI
FITAS
ESTUARIA
produktif. Produktivitas
hayatinya setaraf dengan
produktivitas hayati hutan
hujan tropik dan ekosistem
terumbu karang.
• Produktivitas hayati estuaria
lebih tinggi dibandingkan
dengan produktivitas hayati
perairan laut dan perairan
tawar.
• Hal ini disebabkan karena
Estuaria berperan sebagai
penjebak zat hara, memiliki
komposisi jenis tumbuhan
yang beragam, dan adanya
bermacam tipe tumbuhan yang
komposisinya sedemikian rupa
sehingga proses fotosintesis terjadi
sepanjang tahun.
• Estuaria sering memiliki tiga tipe
tumbuhan, yaitu tumbuhan makro
(makrofiton) yang hidup di dasar
estuary atau hidup melekat pada
daun lamun dan mikrofiton yang
hidup melayang-layang
tersuspensi dalam air
(fitoplankton).
• Proses fotosintesis yang
berlansung sepanjang tahun ini
menjamin bahwa tersedia
akuatik yang permukaan
airnya berfluktuasi. Pasang
umumnya makin besar
amplitudo pasang surut, makin
tinggi pula potensi produksi
estuaria, asalkan arus pasang
tidak tidak mengakibatkan
pengikisan berat dari tepi
estuaria. Selain itu gerak
bolak-balik air berupa arus
pasang yang mengarah
kedaratan dan arus surut yang
mengarah kelaut bebas, dapat
mengangkut bahan makanan,
zat hara, fitoplanton, dan
PERAN
EKOLOGI
S
ESTUARI
A
• Merupakan sumber zat hara dan
bahan organik bagi bagian estuari
yang jauh dari garis pantai
maupun yang berdekatan
denganya lewat sirkulasi pasang
surut (tidal circulation).
• Menyediakan habitat bagi
sejumlah spesies ikan yang
ekonomis penting sebagai tempat
berlindung dan tempat mencari
makan (feeding ground).
• Memenuhi kebutuhan bermacam
spesies ikan dan udang yang
hidup dilepas pantai, tetapi
bermigrasi keperairan dangkal
dan berlindung untuk
memproduksi dan/atau sebagai
tempat tumbuh besar (nursery
ground) anak mereka.
• Sebagai potensi produksi
makanan laut di estuaria
yang sedikit banyak
didiamkan dalam keadaan
alami.
• Perairan estuaria secara
umum dimanfaatkan
manusia untuk tempat
pemukiman.
• Tempat penangkapan dan
budidaya sumberdaya ikan.
• Jalur transportasi,
pelabuhan dan kawasan
industry
KOMPONE
N
SUMBERD
AYA BIOTA
ESTUARIA
memiliki tiga komponen biota,
yakni fauna yang berasal dari
lautan, fauna perairan tawar,
dan fauna khas estuaria atau
air payau.
• Fauna lautan yang tidak
mampu mentolerir perubahan-
perubahan salinitas yang
ekstrem biasanya hanya
dijumpai terbatas di sekitar
perbatasan dengan laut
terbuka, di mana salinitas
airnya masih berkisar di atas
30ppt.
• Sebaliknya fauna perairan
tawar umumnya tidak mampu
mentolerir salinitas di atas
mentolerir kadar garam antara
5-30ppt, namun tidak
ditemukan pada wilayah-
wilayah yang sepenuhnya
berair tawar atau berair laut.
• Di antaranya terdapat
beberapa jenis tiram dan
kerang (Ostrea, Scrobicularia),
siput kecil Hydrobia, udang
Palaemonetes, dan cacing
(polikaeta) Nereis.
• Di samping itu terdapat pula
fauna-fauna yang tergolong
peralihan, yang berada di
estuaria untuk sementara
Penaeus, misalnya,
menghabiskan masa
juvenilnya di sekitar
estuaria, untuk kemudian
pergi ke laut ketika
dewasa.
• Jenis-jenis sidat (Anguilla)
dan ikan salem (Salmo,
Onchorhynchus) tinggal
sementara waktu di
estuaria dalam
perjalanannya dari hulu
sungai ke laut, atau
ADAPTASI
BIOTA
ESTUARY
• Berdasarkan adaptasinya organisme
di lingkungan estuaria mempunyai 3
(tiga)tipe adaptasi untuk
mempertahankan hidupnya
(Kennish, 1990). Yaitu:
• Adaptasi morfologis yaitu :
organisme yang hidup di lumpur
memiliki rambut-rambut halus
(setae) untuk menghambat
penyumbatan-penyumbatan
permukaan ruang pernapasan oleh
partikel lumpur.
• Adaptasi fisiologis yaitu : berkaitan
dengan mempertahankan

Materi Estuari

  • 1.
    NAMA KELOMPOK 1. LarasatiDehiyo (17051101011) 2. Hellen Melani (18051101002) 3. Zulfikri Husain (18051101009) 4. Anggun Losu (18051101012) 5. Frydell Sompotan (18051101021) 6. Stevanno Gerald K (18051101026)
  • 2.
  • 3.
    • Ekosistem estuarymerupakan bagian dari ekosistem air laut yang terdapat dalam zona litoral (kelompok ekosistem pantai). • Estuaria merupakan tempat pertemuan air tawar dan air asin. • Dimana air tawar yang mempunyai densitas lebih kecil dari air laut cenderung mengembang diatasnya. • Estuaria adalah suatu perairan semi tertutup yang terdapat di hilir sungai dan masih berhubungan dengan laut, sehingga memungkinkan terjadinya percampuran air laut dan air tawar dari sungai atau drainase yang berasal dari muara sungai, teluk, rawa pasang surut.
  • 4.
    • Estuari adalahjenis perairan yang memiliki variasi yang tinggi ditinjau dari faktor fisik, kimia, biologi, ekologi dan jenis habitat yang terbentuk di dalamnya. • Hal ini disebabkan karena dinamika dari estuari sangat besar, baik dalam skala waktu yang pendek karena adanya pasang surut maupun dalam skala waktu yang panjang karena adanya pergantian musim. • Pada ekosistem estuari ini terbentuk habitat-habitat yang memiliki ciri khas tersendiri dengan organisme-organisme penyusunnya yang spesifik seperti Habitat Rawa Asin.
  • 5.
    • Hal inidisebabkan karena organisme tersebut harus mampu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Respon dari tingkah laku organisme tersebut dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya juga beragam dan memiliki ciri khas tersendiri. • Organisme yang mampu bertahap pada kondisi fisik dan kimia perairan dapat tetap hidup di habitatnya, tetapi bagi organisme yang tidak mampu bertahan pada ambang toleransinya akan menjadi organisme pengunjung transisi. • Dimana pada saat sesuai dengan batas ambangnya organisme ini akan masuk ke habitat di estuari, tetapi jika tidak maka organisme ini akan meninggalkan daerah estuari ini.
  • 6.
    • Estuari seringdipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam. Salinitas air berubah secara bertahap mulai dari daerah air tawar ke laut. Salinitas ini juga dipengaruhi oleh siklus harian dengan pasang surut airnya. Nutrien dari sungai memperkaya daerah estuari.
  • 7.
    • Bentuk estuariabervariasi dan sangat bergantung pada besar kecilnya air sungai, kisaran pasang surut, dan bentuk garis pantai. • Kebanyakan estuaria didominasi subtrat lumpur yang berasal dari endapan yang dibawa oleh air tawar maupun air laut. Karena partikel yang mengendap kebanyakan bersifat organik, subtrat dasar estuaria biasanya kaya akan bahan organik. Bahan organic ini menjadi cadangan makanan utama bagi organisme estuaria. • Dengan kondisi lingkungan fisik yang bervariasi dan merupakan daerah peralihan antara darat dan laut, estuari mempunyai pola pencampuran air laut dan air tawar yang tersendiri. • Menurut (Kasim, 2005), pola pencampuran sangat dipengaruhi oleh sirkulasi air, topografi, kedalaman dan pola pasang surut karena dorongan dan volume air akan sangat berbeda khususnya yang bersumber dari air sungai.
  • 8.
    POLA PENCAMPURAN AIRLAUT DAN AIR TAWAR • Berikut pola pencampuran antara air laut dengan air tawar: • Pola dengan dominasi air laut (Salt wedge estuary) yang ditandai dengan desakan dari air laut pada lapisan bawah permukaan air saat terjadi pertemuan antara air sungai dan air laut. Salinitas air dari estuaria ini sangat berbeda antara lapisan atas air dengan salinitas yang lebih rendah dibanding lapisan bawah yang lebih tinggi.
  • 9.
    • Pola percampuranmerata antara air laut dan air sungai (well mixed estuary). Pola ini ditandai dengan pencampuran yang merata antara air laut dan air tawar sehingga tidak terbentuk stratifikasi secara vertikal, tetapi stratifikasinya dapat secara horizontal yang derajat salinitasnya akan meningkat pada daerah dekat laut.
  • 10.
    • Pola dominasiair laut dan pola percampuran merata atau pola percampuran tidak merata (Partially mixed estuary). Pola ini akan sangat labil atau sangat tergantung pada desakan air sungai dan air laut. Pada pola ini terjadi percampuran air laut yang tidak merata sehingga hampir tidak terbentuk stratifikasi salinitas baik itu secara horizontal maupun secara vertikal.
  • 11.
    • Pada beberapadaerah estuaria yang mempunyai topografi unik, kadang terjadi pola tersendiri yang lebih unik. Pola ini cenderung ada pada daerah muara sungai yang mempunyai topografi dengan bentukan yang menonjol membentuk semacam lekukan pada dasar estuaria. Tonjolan permukaan yang mencuat ini dapat menstagnankan lapisan air pada dasar perairan sehingga, terjadi stratifikasi salinitas secara vertikal. Pola ini menghambat turbulensi dasar yang hingga salinitas dasar perairan cenderung tetap dengan salinitas yang lebih tinggi (Fjord Estuary).
  • 12.
    KARAKTE RISTIK ESTUARIA sehingga biota akanterlindung dari gelombang laut yang memungkinkan tumbuh mengakar di dasar estuaria dan memungkinkan larva kerang-kerangan menetap di dasar perairan. • Kedalaman. Kedalaman estuaria relatif dangkal sehingga memungkinkan cahaya matahari mencapai dasar perairan dan tumbuhan akuatik dapat berkembang di seluruh dasar perairan, karena dangkal memungkinkan penggelontoran (flushing) dengan lebih baik dan
  • 13.
    • Sirkulasi Air.Perpaduan antara air tawar dari daratan, pasang surut dan salinitas menciptakan suatu sistem gerakan dan transport air yang bermanfaat bagi biota yang hidup tersuspensi dalam air, yaitu plankton. • Pasang. Energi pasang yang terjadi di estuaria merupakan tenaga penggerak yang penting, antara lain mengangkut zat hara dan plangton serta mengencerkan dan meggelontorkan limbah. • Kemampuan menyimpan energi daun pohon mangrove,lamun serta alga mengkonversi zat hara dan
  • 14.
    PRODUKTI FITAS ESTUARIA produktif. Produktivitas hayatinya setarafdengan produktivitas hayati hutan hujan tropik dan ekosistem terumbu karang. • Produktivitas hayati estuaria lebih tinggi dibandingkan dengan produktivitas hayati perairan laut dan perairan tawar. • Hal ini disebabkan karena Estuaria berperan sebagai penjebak zat hara, memiliki komposisi jenis tumbuhan yang beragam, dan adanya
  • 15.
    bermacam tipe tumbuhanyang komposisinya sedemikian rupa sehingga proses fotosintesis terjadi sepanjang tahun. • Estuaria sering memiliki tiga tipe tumbuhan, yaitu tumbuhan makro (makrofiton) yang hidup di dasar estuary atau hidup melekat pada daun lamun dan mikrofiton yang hidup melayang-layang tersuspensi dalam air (fitoplankton). • Proses fotosintesis yang berlansung sepanjang tahun ini menjamin bahwa tersedia
  • 16.
    akuatik yang permukaan airnyaberfluktuasi. Pasang umumnya makin besar amplitudo pasang surut, makin tinggi pula potensi produksi estuaria, asalkan arus pasang tidak tidak mengakibatkan pengikisan berat dari tepi estuaria. Selain itu gerak bolak-balik air berupa arus pasang yang mengarah kedaratan dan arus surut yang mengarah kelaut bebas, dapat mengangkut bahan makanan, zat hara, fitoplanton, dan
  • 17.
    PERAN EKOLOGI S ESTUARI A • Merupakan sumberzat hara dan bahan organik bagi bagian estuari yang jauh dari garis pantai maupun yang berdekatan denganya lewat sirkulasi pasang surut (tidal circulation). • Menyediakan habitat bagi sejumlah spesies ikan yang ekonomis penting sebagai tempat berlindung dan tempat mencari makan (feeding ground). • Memenuhi kebutuhan bermacam spesies ikan dan udang yang hidup dilepas pantai, tetapi bermigrasi keperairan dangkal dan berlindung untuk memproduksi dan/atau sebagai tempat tumbuh besar (nursery ground) anak mereka.
  • 18.
    • Sebagai potensiproduksi makanan laut di estuaria yang sedikit banyak didiamkan dalam keadaan alami. • Perairan estuaria secara umum dimanfaatkan manusia untuk tempat pemukiman. • Tempat penangkapan dan budidaya sumberdaya ikan. • Jalur transportasi, pelabuhan dan kawasan industry
  • 19.
    KOMPONE N SUMBERD AYA BIOTA ESTUARIA memiliki tigakomponen biota, yakni fauna yang berasal dari lautan, fauna perairan tawar, dan fauna khas estuaria atau air payau. • Fauna lautan yang tidak mampu mentolerir perubahan- perubahan salinitas yang ekstrem biasanya hanya dijumpai terbatas di sekitar perbatasan dengan laut terbuka, di mana salinitas airnya masih berkisar di atas 30ppt. • Sebaliknya fauna perairan tawar umumnya tidak mampu mentolerir salinitas di atas
  • 20.
    mentolerir kadar garamantara 5-30ppt, namun tidak ditemukan pada wilayah- wilayah yang sepenuhnya berair tawar atau berair laut. • Di antaranya terdapat beberapa jenis tiram dan kerang (Ostrea, Scrobicularia), siput kecil Hydrobia, udang Palaemonetes, dan cacing (polikaeta) Nereis. • Di samping itu terdapat pula fauna-fauna yang tergolong peralihan, yang berada di estuaria untuk sementara
  • 21.
    Penaeus, misalnya, menghabiskan masa juvenilnyadi sekitar estuaria, untuk kemudian pergi ke laut ketika dewasa. • Jenis-jenis sidat (Anguilla) dan ikan salem (Salmo, Onchorhynchus) tinggal sementara waktu di estuaria dalam perjalanannya dari hulu sungai ke laut, atau
  • 22.
    ADAPTASI BIOTA ESTUARY • Berdasarkan adaptasinyaorganisme di lingkungan estuaria mempunyai 3 (tiga)tipe adaptasi untuk mempertahankan hidupnya (Kennish, 1990). Yaitu: • Adaptasi morfologis yaitu : organisme yang hidup di lumpur memiliki rambut-rambut halus (setae) untuk menghambat penyumbatan-penyumbatan permukaan ruang pernapasan oleh partikel lumpur. • Adaptasi fisiologis yaitu : berkaitan dengan mempertahankan