i
“MAKALAH SEWA GUNA USAHA (LEASING)”
DISUSUN OLEH :
ROSA ZHAL ZHABILA (17.02.51.0038)
FENTI ANITA SARI (17.02.51.0039)
RAHMA EKA MAHARANI (17.02.51.0040)
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS STIKUBANK SEMARANG
2019
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karuniaNya sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah tentang “SEWA GUNA USAHA (LEASING)”. Sholawat dan
salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan nabi besar kita,nabi Muhammad SAW yang telah
menunjukkan kepada kita semua jalan yang lurus berupa ajaran agama islam yang sempurna dan
menjadi anugerah terbesar bagi seluruh alam semesta.
Kami sangat bersyukur karena dapat menyelesaikan makalah yang menjadi tugas mata
kuliah “Hukum Pembiayaan”. Di samping itu kami mengucapkan banyak terimakasih kepada
semua pihak yang telah membantu kami selama pembuatan makalah ini sehingga dapat
terselesaikan. Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
para pembaca. Serta kami mengharapkan kritik dan saran terhadap makalah ini agar kedepannya
dapat kami perbaiki lebih baik lagi.
Semarang, 23 Oktober 2019
iii
DAFTAR ISI
Judul .................................................................................................................................. i
Kata Pengantar .................................................................................................................. ii
Daftar Isi ............................................................................................................................ iii
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang ....................................................................................................... 1
2. Rumusan Masalah .................................................................................................. 1
3. Tujuan .................................................................................................................... 1
BAB II
PEMBAHASAN.................................................................................................................2
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan ............................................................................................................
2. Saran .......................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Leasing atau sewa guna usaha adalah kegiatan pembiayaan perusahaan dalam
bentuk penyediaan barang0barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan
untuk jangka waktu tertentu, berdasarkan pembayaran-pembayaran secara berkala
disertai dengan hak pilih bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang
modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan
nilai sisa uang yang telah disepakati bersama. Dengan melakukan leasing perusahaan
dapat memperoleh barang modal dengan jalan sewa beli untuk dapat langsung
digunakan berproduksi yang dapat diangsur.
B. Rumusan masalah
1. Apa pengertian sewa guna usaha?
2. Pihak-pihak yang terlibat dalam leasing?
3. Apa saja jenis perusahaan leasing?
4. Jenis pembiayaan SGU?
5. Contoh kasus SGU?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui Apa itu SGU/Leasing
2. Untuk mengetahui contoh kasus Leasing
3. Untuk memebuhi tugas Hukum Pembiayaan
2
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Sewa Guna Usaha
Pengertian sewa guna usaha menurut Keputusan Menteri Keuangan No.
1169/KMK.01/1991 tanggal 21 Nopember 1991 tentang Kegiatan Sewa Guna Usaha:
Sewa guna usaha adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang
modal baik secara guna usaha dengan hak opsi (finance lease) maupun sewa guna
usaha tanpa hak opsi (operating lease), untuk digunakan oleh lessee selama jangka
waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala.
Selanjutnya yang dimaksud dengan finance lease adalah kegiatan sewa guna
usaha dimana lessee pada akhir masa kontrak mempunyai hak opsi untuk membeli
objek sewa guna usaha berdasarkan nilai sisa yang disepakati. Sebaliknya operating
lease tidak mempunyai hak opsi untuk membeli objek sewa guna usaha. Dari defenisi
tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sewa guna usaha merupakan suatu
kontrak atau persetujuan sewa-menyewa. Objek sewa guna usaha adalah barang
modal dan pihak lessee memiliki hak opsi dengan harga berdasarkan nilai sisa.
2. Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Leasing
 Lessor adalah perusahaan leasing atau pihak yang memberikan jasa
pembiayaan kepada pihak lessee dalam bentuk barang modal. Lessor dalam
financial lease bertujuan untuk mendapatkan kembali biaya yang telah
dikeluarkan untuk membiayai penyediaan barang modal dengan mendapatkan
keuntungan. Sedangkan dalam operating lease, lessor bertujuan mendapatkan
keuntungan dari penyediaan barang serta pemberian jasa-jasa yang berkenaan
dengan pemeliharaan serta pengoperasian barang modal tersebut.
 Lessee adalah perusahaan atau pihak yang memperoleh pembiayaan dalam
bentuk barang modal dari lessor.Lessee dalam financial lease bertujuan
mendapatkan pembiayaan berupa barang atau peralatan dengan cara
pembayaran angsuran atau secara berkala. Pada akhir kontrak, lessee memiliki
hak opsi atas barang tersebut. Maksudnya, pihak lessee memiliki hak untuk
membeli barang yang di-lease dengan harga berdasarkan nilai sisa. Dalam
operating lease, lessee dapat memenuhi kebutuhan peralatannya di samping
3
tenaga operator dan perawatan alat tersebut tanpa risiko bagi lessee terhadap
kerusakan.
 Supplier adalah pihak penjual barang yang disewa guna usahakan untuk dijual
kepada lessee dengan pembayaran secara tunai oleh lessor. Dalam mekanisme
financial lease, supplier langsung menyerahkan barang kepada lessee tanpa
melalui pihak lessor sebagai pihak yang memberikan pembiayaan. Sebaliknya,
dalam operating lease, supplier menjual barangnya langsung kepada lessor
dengan pembayaran sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak, yaitu
secara tunai atau berkala.
3. Jenis-Jenis Perusahaan Leasing
a. Independent Leasing Company,
Perusahaan tipe ini berdiri sendiri atau independent dari supplier yang
mungkin dapat sekaligus sebagai pihak produsen barang dan dalam memenuhi
kebutuhan barang modal nasabahnya (lessee).Perusahaan dapat membelinya dari
berbagai supplier atau produsen kemudian di-lease kepada pemakai.
b. Captive Lessor,
Captive lessor akan tercipta apabila supplier atau produsen mendirikan
perusahaan leasing sendiri untuk membiayai produk-produknya. Hal ini dapat
terjadi apabila pihak supplier berpendapat bahwa dengan menyediakan
pembiayaan leasing sendiri akan dapat meningkatkan kemampuan penjualan
melebihi tingkat penjualan dengan menggunakan pembiayaan trasdisional.
4
c. Lease Broker atau Packager
Bentuk akhir dari perusahaan leasing adalah leasebroker atau packager. Broker
leasing berfungsi mempertemukan calon lessee denngan pihak lessor yang
membutuhkan suatu barang modal dengan cara leasing. broker leasing beasanya
tidak memiliki barang atau peralatan untuk menangani transaksi leasing untuk
atas namanya. Disamping itu perusahaan broker leasing memberikan satu atau
lebih jasa-jasa dalam usaha leasing tergantung apa yang dibutuhkan dalam suatu
transaksi leasing.
5
4. Jenis Pembiayaan Sewa Guna Usaha (Leasing)
 Sewa guna usaha dengan Hak Opsi (Finance Lease),yaitu suatu leasing
dimana lessee menentukan jenis dan spesifikasi dari barang yang
dibutuhkan,melakukan negosiasi dengan supllier dan sedangkan lessor hanya
membayar harga barang.
 Sewa guna usaha tanpa Hak Opsi (Operating Lease),yaitu suatu leasing
dimana si lessor membeli barang dan kemudian menyewakan kepada lessee
untuk jangkwa waktu tertentu.
5. Contoh Kasus
6
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Leasing merupakan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang
modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan, untuk jangka waktu tertentu,
berdasarkan pembayaran secara berkala disertai dengan hak pilih bagi perusahaan
tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau
memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa yang disepakati
bersama. Oleh karena itu, leasing termasuk salah satu jenis lembaga pembiayaan
karena leasing membiayaai perusahaan dalam bentuk penyediaan barang modal.
2. Saran
Dari pembahsan mengenai Sewa Guna Usaha (Leasing) diharapakan bagi semuanya
untuk lebih memahami lebih dalam mengenai hal ini, karena dalam pembahasan ini
banyak sekali pelajaran yang terkandung di dalamnya.
7
DAFTAR PUSTAKA
Sumber Internet :
http://www.cekkembali.com/leasing/
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&cd=20&ved=2ahUKEwjK09WPzrbl
AhVGNI8KHaG7AsMQFjATegQICRAB

Makalah Sewa Guna Usaha

  • 1.
    i “MAKALAH SEWA GUNAUSAHA (LEASING)” DISUSUN OLEH : ROSA ZHAL ZHABILA (17.02.51.0038) FENTI ANITA SARI (17.02.51.0039) RAHMA EKA MAHARANI (17.02.51.0040) FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS STIKUBANK SEMARANG 2019
  • 2.
    ii KATA PENGANTAR Puji syukurkehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang “SEWA GUNA USAHA (LEASING)”. Sholawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan nabi besar kita,nabi Muhammad SAW yang telah menunjukkan kepada kita semua jalan yang lurus berupa ajaran agama islam yang sempurna dan menjadi anugerah terbesar bagi seluruh alam semesta. Kami sangat bersyukur karena dapat menyelesaikan makalah yang menjadi tugas mata kuliah “Hukum Pembiayaan”. Di samping itu kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kami selama pembuatan makalah ini sehingga dapat terselesaikan. Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Serta kami mengharapkan kritik dan saran terhadap makalah ini agar kedepannya dapat kami perbaiki lebih baik lagi. Semarang, 23 Oktober 2019
  • 3.
    iii DAFTAR ISI Judul ..................................................................................................................................i Kata Pengantar .................................................................................................................. ii Daftar Isi ............................................................................................................................ iii BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang ....................................................................................................... 1 2. Rumusan Masalah .................................................................................................. 1 3. Tujuan .................................................................................................................... 1 BAB II PEMBAHASAN.................................................................................................................2 BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan ............................................................................................................ 2. Saran ....................................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................
  • 4.
    1 BAB I PENDAHULUAN A. Latarbelakang Leasing atau sewa guna usaha adalah kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang0barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu, berdasarkan pembayaran-pembayaran secara berkala disertai dengan hak pilih bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa uang yang telah disepakati bersama. Dengan melakukan leasing perusahaan dapat memperoleh barang modal dengan jalan sewa beli untuk dapat langsung digunakan berproduksi yang dapat diangsur. B. Rumusan masalah 1. Apa pengertian sewa guna usaha? 2. Pihak-pihak yang terlibat dalam leasing? 3. Apa saja jenis perusahaan leasing? 4. Jenis pembiayaan SGU? 5. Contoh kasus SGU? C. Tujuan 1. Untuk mengetahui Apa itu SGU/Leasing 2. Untuk mengetahui contoh kasus Leasing 3. Untuk memebuhi tugas Hukum Pembiayaan
  • 5.
    2 BAB II PEMBAHASAN 1. PengertianSewa Guna Usaha Pengertian sewa guna usaha menurut Keputusan Menteri Keuangan No. 1169/KMK.01/1991 tanggal 21 Nopember 1991 tentang Kegiatan Sewa Guna Usaha: Sewa guna usaha adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara guna usaha dengan hak opsi (finance lease) maupun sewa guna usaha tanpa hak opsi (operating lease), untuk digunakan oleh lessee selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala. Selanjutnya yang dimaksud dengan finance lease adalah kegiatan sewa guna usaha dimana lessee pada akhir masa kontrak mempunyai hak opsi untuk membeli objek sewa guna usaha berdasarkan nilai sisa yang disepakati. Sebaliknya operating lease tidak mempunyai hak opsi untuk membeli objek sewa guna usaha. Dari defenisi tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sewa guna usaha merupakan suatu kontrak atau persetujuan sewa-menyewa. Objek sewa guna usaha adalah barang modal dan pihak lessee memiliki hak opsi dengan harga berdasarkan nilai sisa. 2. Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Leasing  Lessor adalah perusahaan leasing atau pihak yang memberikan jasa pembiayaan kepada pihak lessee dalam bentuk barang modal. Lessor dalam financial lease bertujuan untuk mendapatkan kembali biaya yang telah dikeluarkan untuk membiayai penyediaan barang modal dengan mendapatkan keuntungan. Sedangkan dalam operating lease, lessor bertujuan mendapatkan keuntungan dari penyediaan barang serta pemberian jasa-jasa yang berkenaan dengan pemeliharaan serta pengoperasian barang modal tersebut.  Lessee adalah perusahaan atau pihak yang memperoleh pembiayaan dalam bentuk barang modal dari lessor.Lessee dalam financial lease bertujuan mendapatkan pembiayaan berupa barang atau peralatan dengan cara pembayaran angsuran atau secara berkala. Pada akhir kontrak, lessee memiliki hak opsi atas barang tersebut. Maksudnya, pihak lessee memiliki hak untuk membeli barang yang di-lease dengan harga berdasarkan nilai sisa. Dalam operating lease, lessee dapat memenuhi kebutuhan peralatannya di samping
  • 6.
    3 tenaga operator danperawatan alat tersebut tanpa risiko bagi lessee terhadap kerusakan.  Supplier adalah pihak penjual barang yang disewa guna usahakan untuk dijual kepada lessee dengan pembayaran secara tunai oleh lessor. Dalam mekanisme financial lease, supplier langsung menyerahkan barang kepada lessee tanpa melalui pihak lessor sebagai pihak yang memberikan pembiayaan. Sebaliknya, dalam operating lease, supplier menjual barangnya langsung kepada lessor dengan pembayaran sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak, yaitu secara tunai atau berkala. 3. Jenis-Jenis Perusahaan Leasing a. Independent Leasing Company, Perusahaan tipe ini berdiri sendiri atau independent dari supplier yang mungkin dapat sekaligus sebagai pihak produsen barang dan dalam memenuhi kebutuhan barang modal nasabahnya (lessee).Perusahaan dapat membelinya dari berbagai supplier atau produsen kemudian di-lease kepada pemakai. b. Captive Lessor, Captive lessor akan tercipta apabila supplier atau produsen mendirikan perusahaan leasing sendiri untuk membiayai produk-produknya. Hal ini dapat terjadi apabila pihak supplier berpendapat bahwa dengan menyediakan pembiayaan leasing sendiri akan dapat meningkatkan kemampuan penjualan melebihi tingkat penjualan dengan menggunakan pembiayaan trasdisional.
  • 7.
    4 c. Lease Brokeratau Packager Bentuk akhir dari perusahaan leasing adalah leasebroker atau packager. Broker leasing berfungsi mempertemukan calon lessee denngan pihak lessor yang membutuhkan suatu barang modal dengan cara leasing. broker leasing beasanya tidak memiliki barang atau peralatan untuk menangani transaksi leasing untuk atas namanya. Disamping itu perusahaan broker leasing memberikan satu atau lebih jasa-jasa dalam usaha leasing tergantung apa yang dibutuhkan dalam suatu transaksi leasing.
  • 8.
    5 4. Jenis PembiayaanSewa Guna Usaha (Leasing)  Sewa guna usaha dengan Hak Opsi (Finance Lease),yaitu suatu leasing dimana lessee menentukan jenis dan spesifikasi dari barang yang dibutuhkan,melakukan negosiasi dengan supllier dan sedangkan lessor hanya membayar harga barang.  Sewa guna usaha tanpa Hak Opsi (Operating Lease),yaitu suatu leasing dimana si lessor membeli barang dan kemudian menyewakan kepada lessee untuk jangkwa waktu tertentu. 5. Contoh Kasus
  • 9.
    6 BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan Leasingmerupakan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan, untuk jangka waktu tertentu, berdasarkan pembayaran secara berkala disertai dengan hak pilih bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa yang disepakati bersama. Oleh karena itu, leasing termasuk salah satu jenis lembaga pembiayaan karena leasing membiayaai perusahaan dalam bentuk penyediaan barang modal. 2. Saran Dari pembahsan mengenai Sewa Guna Usaha (Leasing) diharapakan bagi semuanya untuk lebih memahami lebih dalam mengenai hal ini, karena dalam pembahasan ini banyak sekali pelajaran yang terkandung di dalamnya.
  • 10.
    7 DAFTAR PUSTAKA Sumber Internet: http://www.cekkembali.com/leasing/ https://www.google.com/url?sa=t&source=web&cd=20&ved=2ahUKEwjK09WPzrbl AhVGNI8KHaG7AsMQFjATegQICRAB