MATERI HUKUM ASURANSI
Disusun oleh
Fenti Anita Sari
NIM : 17.02.51.0039
Fakultas Hukum
Universitas Stikubank Semarang
Nama : Fenti Anita S.
NIM : 17.02.51.0039/A2
Tugas HK. Asuransi
Carilah Jenis Asuransi menurut :
1. Jenis Asuransi :
a. Asuransi Jiwa
Asuransi yang memberikan pertanggungan atas kematian seseorang.
b. Asuransi Kesehatan
Asuransi yg memberikan pertanggungan untuk masalah kesehatan yang
diakibatkan oleh kecelakaan
c. Asuransi pendidikan
Asuransi yang memberikan jaminan pendidikan
d. Asuransi bisnis
Asuransi yang memberikan jaminan kepada perusahaan apabila terjadi resiko
yang menyebabkan kerugian
e. Asuransi kepemilikan rumah dan properti
Asuransi ini memberikan proteksi terhadap kehilangan atau kerusakan yang
mungkin terjadi pada barang-barang tertentu milik pribadi tertanggung.
f. Asuransi kendaraan
g. Asuransi umum
Merupakan proteksi terhadap resiko atas kerugian maupun kehilangan manfaat
dan tangggung jawab hukum pada pihak ketiga
h. Asuransi kredit
Asuransi ini merupakan proteksi atas resiko kegagalan debitur untuk melunasi
fasilitas kredit atau pinjaman tunai seperti modal kerja, kredit perdagangan dll.
i. Asuransi kelautan
Khusus pada bidang kelautan yang fungsinya memastikan pengangkut serta
pemilik kargo.
j. Asuransi perjalanan
Asuransi yang merupakan bentuk proteksi kepada nasabah dengan jangka waktu
pendek, yaitu selama pembeli premi melakukan perjalanan hingga kembali
pulang.
2. Bentuk Polis
a. Asuransi jiwa
Polis berisi kontrak antar perusahaan asuransi jiwa dan pemegang polis dimana
perusahaan asuransi jiwa mempunyai kewajiban untuk memberikan sejumlah
uang yang telah ditentukan kepada yang ditunjuk (biasanya ahli waris) jika terjadi
kematian / tetap hidupnya tergantung pada akhir masa kontrak.
 Secara umum polis asuransi, merupakan sebuah bukti perjanjian yang
dilakukan pihak asuransi (penanggung) dengan nasabah pengguna layanan
asuransi/ tanggungan yang isinya menjelaskan segala hak dan kewajiban
antara kedua belah pihak tersebut. Polis asuransi akan menjadi bukti
tertulis yang sah dalam perjanjian yang dilakukan oleh pihak penanggung
dan tertanggung.
b. Fungsi polis asuransi :
 Bagi nasabah pengguna asuransi (tertanggung)
Menjadi bukti pembayaran premi yang di berikan kepada pihak
perusahaan asuransi.
Menjadi bukti paling otentik untuk menuntut penanggung jika sewaktu-
waktu lalai.
 Bagi bagian asuransi (penanggung)
Menjadi alat bukti / tanda terima premi asuransi yang dibayarkan oleh
tertanggung.
3. Banyaknya jiwa :
a. Tidak terbatas
b. Yang paling membutuhkan asuransi adalah mereka yang memiliki tanggungan di
dalam hidupnya.
4. Tujuan penggunaan uang asuransi :
a. Meningkatkan efisien karena tidak secara khusus mengadakan pengamanan dan
pengawasan untuk memberikan perlindungan yang memakan banyak tenaga,
waktu, dan biaya.
b. Memberikan jaminan dan perlindungan dari resiko2 kerugian yang diderita pihak.
c. Sebagai tabungan karena jumlah uang yang dibayar kepada pihak asuransi akan
dikembalikan dalam jumlah yang lebih besar. Hal ini berlaku khusus untuk
asuransi jiwa.
d. Dasar bagi pihak BANK untuk memberikan kredit, karena bank jaminan
perlindungan atas angsuran yang diberikan oleh peminjam uang.
e. Menutup “loss of earning power” seseorang/ badan hukum pada saat ia tidak dapat
berfungsi (bekerja)
5. Komponen investasi
Porsi investasi di dalam polis asuransi jiwa pada dasarnya adalah keadaan seperti
reksa dana.
Dana kelolaan memiliki harga yang akan berubah setiap hari dan kepemilikan
investasi ditandai dengan satuan unit.
Dikatakan berbasis investasi dikarenakan semua satuan rupiah, baik itu biaya
asuransi, biaya administrasi dan lainya akan dikonversi kedalam unit.
Pembayaran premi dari pemegang polis akan masuk ke dalam rekening polis dan dana
yang disetorkan dalam rupiah.
6. Pola pengelolaan :
Pengelolaan asuransi berdasarkan aspek dasarnya
PERBEDAAN ASURANSI
KONVENSIONAL
ASURANSI SYARIAH
Konsep Pengalihan resiko dari
tertanggung kepada pihak
asuransi
Sharing resiko dari peserta
asuransi kepeserta lainnya.
Ketentuan (akad) Jual-beli Tolong-menolong
Sumber hukum Berasal dari pikiran
manusia dan kebudayaan
yang diperlengkap menjadi
hukum positif dan alami
Berasal dari Al-Quran,
hadist atau apapun sumber
hukum lainnya.
Kepemilikan dana Premi dari tertanggung
seluruhnya menjadi milik
penanggung atau pihak
asuransi
Premi dari peserta
sebagian akan menjadi
milik peserta tersebut,
sebagian lain diamankan
kepada penanggung untuk
dikelola
Investasi Penanggung bebas
melakukan investasi, tidak
terbatas pada halal atau
haram
Dilakukan investasi sesuai
ketentuan UU serta tidak
bertentangan dengan
prinsip syariah
Sumber pembayaran klaim Berasal dari rekening pihak
asuransi sebgai resiko
penanggung
Berasal dari rekening yang
merupakan dana milik
peserta
Keuntungan Sepenuhnya menjadi hal
penanggung/ pihak asuransi
Ada pembagian antara
pihak asuransi dengan
peserta dalam bentuk
bonus
Pembatalan asuransi Tertanggung akan
dikenakan denda
Peserta mendapat
pengembalian secara
proposional.
Dewan pengawas komisaris -komisaris
-dewan pengawas syariah

Hukum Asuransi Individu

  • 1.
    MATERI HUKUM ASURANSI Disusunoleh Fenti Anita Sari NIM : 17.02.51.0039 Fakultas Hukum Universitas Stikubank Semarang Nama : Fenti Anita S. NIM : 17.02.51.0039/A2 Tugas HK. Asuransi
  • 2.
    Carilah Jenis Asuransimenurut : 1. Jenis Asuransi : a. Asuransi Jiwa Asuransi yang memberikan pertanggungan atas kematian seseorang. b. Asuransi Kesehatan Asuransi yg memberikan pertanggungan untuk masalah kesehatan yang diakibatkan oleh kecelakaan c. Asuransi pendidikan Asuransi yang memberikan jaminan pendidikan d. Asuransi bisnis Asuransi yang memberikan jaminan kepada perusahaan apabila terjadi resiko yang menyebabkan kerugian e. Asuransi kepemilikan rumah dan properti Asuransi ini memberikan proteksi terhadap kehilangan atau kerusakan yang mungkin terjadi pada barang-barang tertentu milik pribadi tertanggung. f. Asuransi kendaraan g. Asuransi umum Merupakan proteksi terhadap resiko atas kerugian maupun kehilangan manfaat dan tangggung jawab hukum pada pihak ketiga h. Asuransi kredit Asuransi ini merupakan proteksi atas resiko kegagalan debitur untuk melunasi fasilitas kredit atau pinjaman tunai seperti modal kerja, kredit perdagangan dll. i. Asuransi kelautan Khusus pada bidang kelautan yang fungsinya memastikan pengangkut serta pemilik kargo. j. Asuransi perjalanan Asuransi yang merupakan bentuk proteksi kepada nasabah dengan jangka waktu pendek, yaitu selama pembeli premi melakukan perjalanan hingga kembali pulang. 2. Bentuk Polis a. Asuransi jiwa
  • 3.
    Polis berisi kontrakantar perusahaan asuransi jiwa dan pemegang polis dimana perusahaan asuransi jiwa mempunyai kewajiban untuk memberikan sejumlah uang yang telah ditentukan kepada yang ditunjuk (biasanya ahli waris) jika terjadi kematian / tetap hidupnya tergantung pada akhir masa kontrak.  Secara umum polis asuransi, merupakan sebuah bukti perjanjian yang dilakukan pihak asuransi (penanggung) dengan nasabah pengguna layanan asuransi/ tanggungan yang isinya menjelaskan segala hak dan kewajiban antara kedua belah pihak tersebut. Polis asuransi akan menjadi bukti tertulis yang sah dalam perjanjian yang dilakukan oleh pihak penanggung dan tertanggung. b. Fungsi polis asuransi :  Bagi nasabah pengguna asuransi (tertanggung) Menjadi bukti pembayaran premi yang di berikan kepada pihak perusahaan asuransi. Menjadi bukti paling otentik untuk menuntut penanggung jika sewaktu- waktu lalai.  Bagi bagian asuransi (penanggung) Menjadi alat bukti / tanda terima premi asuransi yang dibayarkan oleh tertanggung. 3. Banyaknya jiwa : a. Tidak terbatas b. Yang paling membutuhkan asuransi adalah mereka yang memiliki tanggungan di dalam hidupnya. 4. Tujuan penggunaan uang asuransi : a. Meningkatkan efisien karena tidak secara khusus mengadakan pengamanan dan pengawasan untuk memberikan perlindungan yang memakan banyak tenaga, waktu, dan biaya. b. Memberikan jaminan dan perlindungan dari resiko2 kerugian yang diderita pihak. c. Sebagai tabungan karena jumlah uang yang dibayar kepada pihak asuransi akan dikembalikan dalam jumlah yang lebih besar. Hal ini berlaku khusus untuk asuransi jiwa.
  • 4.
    d. Dasar bagipihak BANK untuk memberikan kredit, karena bank jaminan perlindungan atas angsuran yang diberikan oleh peminjam uang. e. Menutup “loss of earning power” seseorang/ badan hukum pada saat ia tidak dapat berfungsi (bekerja) 5. Komponen investasi Porsi investasi di dalam polis asuransi jiwa pada dasarnya adalah keadaan seperti reksa dana. Dana kelolaan memiliki harga yang akan berubah setiap hari dan kepemilikan investasi ditandai dengan satuan unit. Dikatakan berbasis investasi dikarenakan semua satuan rupiah, baik itu biaya asuransi, biaya administrasi dan lainya akan dikonversi kedalam unit. Pembayaran premi dari pemegang polis akan masuk ke dalam rekening polis dan dana yang disetorkan dalam rupiah. 6. Pola pengelolaan : Pengelolaan asuransi berdasarkan aspek dasarnya PERBEDAAN ASURANSI KONVENSIONAL ASURANSI SYARIAH Konsep Pengalihan resiko dari tertanggung kepada pihak asuransi Sharing resiko dari peserta asuransi kepeserta lainnya. Ketentuan (akad) Jual-beli Tolong-menolong Sumber hukum Berasal dari pikiran manusia dan kebudayaan yang diperlengkap menjadi hukum positif dan alami Berasal dari Al-Quran, hadist atau apapun sumber hukum lainnya. Kepemilikan dana Premi dari tertanggung seluruhnya menjadi milik penanggung atau pihak asuransi Premi dari peserta sebagian akan menjadi milik peserta tersebut, sebagian lain diamankan kepada penanggung untuk dikelola
  • 5.
    Investasi Penanggung bebas melakukaninvestasi, tidak terbatas pada halal atau haram Dilakukan investasi sesuai ketentuan UU serta tidak bertentangan dengan prinsip syariah Sumber pembayaran klaim Berasal dari rekening pihak asuransi sebgai resiko penanggung Berasal dari rekening yang merupakan dana milik peserta Keuntungan Sepenuhnya menjadi hal penanggung/ pihak asuransi Ada pembagian antara pihak asuransi dengan peserta dalam bentuk bonus Pembatalan asuransi Tertanggung akan dikenakan denda Peserta mendapat pengembalian secara proposional. Dewan pengawas komisaris -komisaris -dewan pengawas syariah