LAPORAN BENGKEL
LASLISTRIK

Oleh:
Nama

:Alfi Akbar

BP

: 1311041004

DOSEN PEMBIMBING :BUKHARI. ST. MT

POLITEKNIK NEGERI PADANG
TEKNIK MESIN
2013/2014
KATA PENGANTAR

Pujisyukurkitapanjatkankehadirat ALLAH SWT.Yang manaberkatizindanridhodariNya lahlaporaninidapat di selesaikantepatpadawaktunya.
Laporaninidisusununtukmemberipengetahuandasartentang,”LAS LISTRIK”.Dan
jugauntukmemperkayapengetahuan, pesertapratiku (mahasiswa)
disarankanuntukmenggunakanlaporaninisebagaibahantambahandalammenguasaimater
i yang telahdisebutkan di atas.
Harapanpenyusun, semogalaporaninidapatdimanfaatkanolehpembacasebagai
media pengetahuan.Penyusun sadar jika penulisan ini masih banyak kekurangannya ,
kritikandan saran yang bersifatmembangunsangatdiharapkan demi
kesempurnaandarilaporanini.
Terimakasih,

Padang,

Januari 2014

Alfi Akbar
DAFTAR ISI

HALAMAN AWAL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar belakang
2. Tujuan
BAB II LANGKAH PENGERJAAN
1. Peralatan dan bahan
2. Langkah kerja
-

Job 1

-

Job 2

BAB III LANDASAN TEORI
1. Pengertin las listrik
2. Pembagian las listrik
3. Macam – macam elektroda
4. Pengkutuban elektroda
5. Macam-macam gerakan elektroda
BAB IV KESELAMATAN KERJA
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Di zaman era globalisasi ini, persaingan di dunia industri sangatlah ketat
sehingga menuntut kita untuk menjadi sosok individu yang berkompeten. Politeknik
merupakan salah satu wadah yang memiliki tujuan untuk mendidik menuju hal tesebut.
Dalam prosesnya politeknik menyediakan aplikasi-aplikasi yang dapat membantu
meningkatkan keterampilan para mahasiswa, salah satu aplikasi yang disediakan
adalah praktikum labor bengkel mekanik. Tujuan dan harapan dari Politeknik Negeri
Padang yaitu, menciptakan lulusan-lulusan yang berkompeten, tidak hanya mengerti
teori semata kan tetapi juga memahami pratek kerja langsung ke lapangan.
Salah satu dari praktikum di labor bengkel mekanik yaitu adalah pratikum LAS
LISTRIK. LAS LISTRIK adalah suatu proses penyambungan logam dengan
menggunakan tenaga listrik sebagai sumber panas.
Penyambungan logam sudah ada sejak 5000 th yang lalu, orang sudah dapat
melakukan penyambungan logam dengan cara memanasi dua buah logam tersebut
sampai suhu kritis. Kemudian keduanya ditumpangkan dan setelah itu dipalu yang
akhirnya membentuk ikatan yang kuat.
Api pemanasnya untuk penyambungan diperoleh dari pembakaran kayu atau
arang kayu. Dapat dibayangkan, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai
suhu yang dapat memasakkan logam sampai suhu kritis. Tentu cara semacam ini
tidaklah efektif untuk digunakan dalam pengerjaan pengelasan yang sangat banyak dan
bervariasi.
Seiring dengan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi khususnya di
bidang penyambungan logam yang sekarang ini telah ditemukan dan digunakan seperti
mesin las listrik bertenaga motor dan listrik yang praktis, efektif dan efisien sehingga
bisa mempercepat kerja dan meringankan kerja karyawan
1.2 Tujuan
Adapun tujuan pratikum LAS LISTRIK, yaitu sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Mahasiswa mengerti memahami dan dapat mengoperasikan mesin las listrik.
Mahasiswa mengerti setiap komponen-komponen dan fungsinya.
Mahasiswa dapat melakukan kerja secara efisien :
Ketepatan waktu (dikerjakan yang terlebih utama)
Ketelitian ukuran
Ketelitian dalam pengelasan
Mahasiswa harus memahami bagaimana posisi yang tepat pada saat melakukan
pengelasan dengan baik.
BAB II
LANGKAH PENGERJAAN

2.1 Peralatan dan bahan
Dalam melakukan pengelasan ada beberapa peralatan yang sering digunakan dalam
pekerjaan las listrik diantaranya adalah sebagai berikut:
Kabel las
Kabel elektroda (menghubungkan pesawat dengan elektroda)
Kabel masa (menghubungkan pesawat dengan benda kerja)
Kabel tenaga (menghubungkan pesawat dengan sumber tenaga)
Pemegang Elektroda
Palu las
Sikat kawat
Sikat kawat digunakan untuk :
- membersihkan benda kerja yang akan dilas
- membersihkan terak las yang sudah tepat dari jalur las oleh pukulan palu
las.
Klem masa
Penjepit
Elektroda las
Meja kerja las
2.2 Langkah kerja
-

JOB 1 ( Pengelasan Lurus)
LANGKAH KERJA :
1. Pastikan semua peralatan dan benda kerja siap untuk di gunakan,
2. Nyalakan mesin las terlebih dahulu ke kontak arus listrik,
3. Pasang elektroda pada pemegang elektroda dan klem massa letakkan pada
pemegang (dudukan) benda kerja,
4. Kemudian atur arus yang di gunakan sesuai dengan tebal plat dan jenis
elektroda yang kita pakai,
5. Setelah itu ambil plat dan plat tersebut diberi garis untuk supaya hasil
pengelasan menjadi lurus,
6. Letakkan plat yang akan dilas di atas meja kerja,
7. Kemudian posisikan badan yang nyaman agar dapat melakukan pengelasan
dengan baik,
8. Lalu proses las dimulai dengan mengikuti garis yang telah dibuat diatas plat
dengan cara pengelasan yang diinginkan, sebaiknya pada saat proses
pengelasan elektroda digerakkan memutar pada plat,
9. Setelah selesai pengelasan, hasil las tersebut harus di pukul untuk
menghilangkan terak yang tertinggal pada plat,
10. Kemudian gunakan sikat agar hasil kerja dapat bersih,
11. Setelah pekerjaan selesai, bersihkan semua peralatan kerja dan kembalikan lagi
kepada posisi normal agar dalam pengelasan selanjutnya dapat dilakukan
dengan lancar.
-

JOB 2 ( Pengelasan Kumpuh V )

LANGKAH KERJA :
1. Pastikan semua peralatan dan benda kerja siap untuk di gunakan,
2. Kemudian bentuk plat besi yang disediakan mengguakan gerinda tangan hingga
membentuk sudut 30o,
3. Begitu juga dengan plat besi yang satunya lagi , lakukan seperti hal yang sama,
4. Kemudian satukan kedua plat besi tersebut seperti seperti gambar dibawah ini :
12. Setelah itu, nyalakan mesin las terlebih dahulu ke kontak arus listrik,
13. Pasang elektroda pada pemegang elektroda dan klem massa letakkan pada
pemegang (dudukan) benda kerja,
14. Kemudian atur arus yang di gunakan sesuai dengan tebal plat dan jenis
elektroda yang kita pakai,
15. Lalu letakkan benda kerja di atas meja kerja,
16. Posisikan badan agar berada posisi yang pas agar nyaman saat mengelas,
17. Selanjutnya lakukan pengelasan dengan memberikan jarak sebesar diameter
elektroda pada kedua plat tersebut,
18. Setelah melakukan pengelasan, bersihkan terak yang masih menempel agar
tidak terjadi kerusakan dalam pengelasan selanjutnya,
19. Kemudian dinginkan beberapa saat,
20. Setelah dingin, lakukan kembali pengelasan hingga tiga kali sehingga kedua plat
besi benar-benar menyambung dengan sempurna.
21. Stelah semua pengelasan selesai, bersihkan benda kerja dengan mengguakan
sikat,
22. Kemudian bersihkan semua peralatan kerja dan kembalikan lagi semuanya
dalam kondisi normal agar dalam pengelasan selanjutnya dapat dilakukan
dengan baik.

Gambar hasil kerja.
BAB III
LANDASAN TEORI
1. Pengertian Las listrik
Las listrik adalah suatu proses penyambungan logam dengan menggunakan
tenaga listrik sebagai sumber panas. Jenis sambungan dengan las Iistrik ini adalah
merupakan sambungan tetap.Pada pengelasan dengan las listrik, panas yang
dihasikan berasal dari busur listrik yang timbul dari menempelnya benda kerja
dengan elektroda. Elekttroda pengisian dipanaskan mencapai titik cair dan
diendapkan pada sambungan, hingga terbentuk sambungan las. Panas yang
dihasilkan oleh busur listrik mencapai 55000 C.Pada saat pengelasan
menggunakan las listrik, dilepaskan energi dalam jumlah yang sangat besar dalam
bentuk panas dan cahaya ultraviolet.
2. Pembagian Las Listrik
Las listrik dapat digolongkan menjadi :
1. Las listrik dengan elektroda logam, misalnya :
a. Las listrik submerged
Busur elektroda (listrik) diantara ujung elektroda dan bahan dasar
berada didalam timbunan fluksi serbuk yang digunakan sebagai pelindung
dari pengaruh luar (udara bebas) sehingga tidak terjadi sinar las keluar
seperti pada las listrik lainnya. Las ini umumnya otomatis atau semi otomatis.
Las busur listrik mempunyai 2 jenis yaitu :
1) Las listrik AC (menggunakan arus searah sebagai sumber listrik)
2) Las listrik DC (menggunakan arus listrik bolak-balik sebagai sumber listrik)
2. Las listrik dengan elektroda berselaput
Busurlistrik
yang
terjadiantaraujungelektrodadanbahandasar
(plat)
akanmencairkanujungelektrodadansebagiandasarselaputelektroda
yang
turutterbakarakanmencairdanmenghasilkan
gas
yang
melindungiujungelektrodakawatlas,
dandaerahlasdisekitarbusurlistrikterhadapdaerahudaraluar.
3. Las listrik TIG (Tungsten Inert Gas) atau MIG
Padalas
TIG
inimenggunakanelektroda
wolfram.Busur
yang
terjadiantaraelektrodadanbahandasarmerupakansumberpanasbentuk pengelasa
n.Untukmelindungihasilpengelasandigunakan gas pelindung, seperti argon,
helium ataucampuran gas tersebut.
4. Las Listrik MIG
Las
listrik
MIG
adalahjugalasbusurlistrikdimanapanas
yang
ditimbulkanolehbusurlistrikantaraujungelektrodadanbahandasar,
karenaadanyaArusListrik.Elektrodanyaadalahmerupakangulungankawat
yang
berbentukrol
yang
gerakannyadiaturolehpasanganrodagigi
yang
digerakkanolehmotorllistrik.Kecepatangerakanelektrodadapatdiatursesuaidengan
keperluan.TangkaiIasdilengkapidengannosallogamuntukmenyemburkan
gas
pelindung yang dialirkandaribotol gas malaluiselang gas.
Gas yang dipakaiadalah C02 untukpengelasanbajalunakdanbaja, argon
ataucampuran argon dan helium untukpengelasanAluminiumdanbajatahan
karat.Proses pengelasan MIG inidapatsecara semi otomatikatauotomatik. Semi
otomatikdimaksudkanpengelasansecara
manual
sedangkanotomatikadalahpengelasan
di
manaseluruhpekerjaanIasdilaksanakansecaraotomatis.
3. Macam – macam elektroda
a. Elektroda Hydrogen rendah
Selaput elektroda jenis ini mengandung hydrogen yang rendah (kurang
dari 0,5 %), sehingga deposit las juga dapat bebas dari porositas. Elektroda
inidipakai untuk pengelasan yang memerlukan mutu tinggi, bebas
porositas,misalnya untuk pengelasan bejana dan pipa yang akan mengalami
tekanan. Jenis-jenis elektroda hydrogen rendah misalnya E 7015, E 7016 dan
E 7018.
b. Elektroda untuk besi tuang
c. Elektroda baja
Elektroda jenis ini bila dipakai untuk mengelas besi tuang akan
menghasilkan deposit las yang kuat sehingga tidak dapat dikerjakan dengan
mesin. Dengan demikian elektroda ini dipakai bila hasil las tidak dikerjakan
lagi. Untuk mengelas besi tuang dengan elektroda baja dapat dipakai mesin
las AC atau DC kutub terbalik.
d. Elektroda Nikel
Elektroda jenis ini dipakai untuk mengelas besi tuang, bila hasil las
masih dikerjakan lagi dengan mesin. Elektroda nikel dapat dipakai dalam
segala posisi pengelasan. Las yang dihasilkan elektroda ini pada besi tuang
adalah rata dan halus bila dipakai pada mesin las DC kutub terbalik.
Karakteristik elektroda nikel dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
e. Elektroda Perunggu
Hasil las dengan memakai elektroda ini tahan terhadap retak,
sehingga panjang las dapat ditambah. Kawat inti dari elektroda dibuat dari
perunggu fosfor dan diberi selaput yang menghasilkan busur stabil.
f. Elektroda untuk aluminium
Aluminium dapat dilas listrik dengan elektroda yang dibuat dari logam
yang sama. Pemilihan elektroda aluminium yang sesuai dengan pekerjaan
didasarkan pada tabel keterangan dari pabrik yang membuatnya. Elektroda
aluminium AWS-ASTM AI-43 untuk las busur listrik adalah dengan mesin las.
g. Elektroda untuk pelapis keras
Elektroda tahan kikisan
Elektroda jenis ini dibuat dari tabung chrom karbida yang diisi
denganserbuk-serbuk karbida. Elektroda dengan diameter 3,25 mm - 6,5
mmdipakai peda pesawat las AC atau DC kutub terbalik. Elektroda ini
dapat dipakai untuk pelapis keras permukaan pada sisi potong yang tipis.
-

Elektroda tahan pukulan
Elektroda ini dapat dipakai pada mesin las AC atau DC kutub
terbalik. Dipakai untuk pelapis keras bagian pemecah dan palu.
Elektroda tahan keausan
Elektroda ini dibuat dari paduan-paduan non ferro yang mengandung Cobalt,
Wolfram dan Chrom. Biasanya dipakai untuk pelapis keras permukaan katup
buang dan dudukan katup dimana temperatur dan keausan sangat tinggi
4. Pengkutuban elektroda
- Pengkutuban langsung
Pada pengkutuban langsung, kabel elektroda dipasang pada terminal negatif dan kabel
massa pada terminal positif. Pengkutuban langsung sering disebut sebagai sirkuit las
listrik dengan elektroda negatif. (DC-).

-

Pengkutuban terbalik

Untuk pengkutuban terbalik, kabel elektroda dipasang pada terminal positif dan kabel
massa dipasang pada terminal negatif.Pengkutuban terbalik sering disebut sirkuit las
listrik dengan elektroda positif (DC+).

Pengaruh pengkutuban pada hasil las adalah pada penembusan lasnya.
Pengkutuban langsung akan menghasilkan penembusan yang dangkal sedangkan
pada pengkutuban terbalik akan terjadi sebaliknya. Pada arus bolak-balik penembusan
yang dihasilkan antara keduanya.
5. Macam-macam gerakan elektroda
- Gerakan arah turun sepanjang sumbu elektroda. Gerakan ini dilakukan
untuk mengatur jarak busur listrik agar tetap.
- Gerakan ayunan elektroda. Gerakan ini diperlukan untuk mengatur lebar jalur
las yang dikehendaki Gerakan elektroda
1) Melingkar

Gambar Ayunan melingkar
2) Zig-zag

Gambar Ayunan zig-zag
3) Tarpesium

Gambar Ayunan gipsum.
6. Mengatur tegangan
Mesin las umumnya mempunyai tegangan 60 – 80 Volt sebelum terjadi busur
nyala. Tegangan ini disebut tegangan terbuka atau tegangan atau tegangan
pembakar.Bila busur nyala telah terjadi (sedang mengelas) maka tegangan turun
menjadi 20 – 40 Volt. Ini dinamakan tegangan kerja. Tegangan kerja disesuikan
dengan diameter elektroda.Untuk elektroda: 1,5 – 5,5 mm tegangan kerja 20 –
30 Volt.Untuk elektroda: 4,5 – 6,4 mm tegangan kerja 30 – 40 Volt.
7. Mengatur Ampere
Arus pengelasan ditentukan oleh: diameter elektroda, tebal bahan, jenis
elektroda dan posisi pengelasan.
Pengaturan arus dilakukan dengan memutar handel atau knop.
Arus pengelasan yang dipakai dapat dilihat/ dibaca pada skala arus, yang
terdapat pada mesin las.
Perkiraan arus yang dipakai untuk mengelas, dapat dilihat pada table yang
tertera pada setiap bungkus elektroda, misalnya sebagai berikut:
diameter (mm) x panjang daerah polaritas arus elektroda (A)
2,6 x 350 45 – 95 Ac atau Dc
Tabel. Kuat arus dan Tebal bahan dan dia elektrode
.
Tipe logam dan
Diameter
No
tebal (inchi)
elektroda
(inchi)
1
Pelat logam tipis
1/16
.
(Outer sheet metal,
5/64
etc; sampai tebal
3/32
7/64 inchi)
2
Baja lunak tipis
1/8
.
(Struktur bodi dalam,
5/32
dsbnya, tebal 7/64
3/16
sampai 3/16 inchi)
3
Baja lunak tebal
1/8
.
(Rangka,
dsbnya,
5/32
tebal 3/16 sampai
3/16
5/16 inchi)
¼

8. Posisi – Posisi Pengelasan
Posisipengelasan ada beberapa macam, yaitu:
1. Posisi mendatar
2. Posisi bawah tangan
3. Posisi tegak
4. Posisi diatas kepala
5. Pengelasan kearah kanan (mundur)

Kuat arus
(ampere)
10 – 30
25 – 45
40 – 70
50 – 130
90 – 180
130 – 230
60 – 120
90 – 160
120 – 200
190 – 300
BAB IV
KESELAMATAN KERJA

Perlengkapan yang diperlukan untuk mendapatkan keselamatan kerja:
6. Helem dan tabir
Digunakan untuk melindungi kulit muka dan mata dari sinar las (sinar ultra violet
dan ultra merah) yang dapat merusak kulit maupun mata. Sinar Ias yang sangat
terang/kuat itu tidak boleh dilihat dangan mata langsung sampai jarak 16 meter.
Helm las ini dilengkapi dengan kaca khusus yang dapat mengurangi sinar ultra
violet dan ultra merah tersebut. Ukuran kaca Ias yang dipakai tergantung pada
pelaksanaan pengelasan. Untuk melindungi kaca penyaring ini biasanya pada
bagian luar maupun dalam dilapisi dengan kaca putih.
7. Sarung tangan
Dibuat dari kulit atau asbes lunak untuk memudahkan memegang elektroda, juga
melindungi tangan dari panas. Pada waktu mengelas harus selalu dipakai
sepasang sarung tangan.
8. Baju las/apron
Baju las/apron dibuat dari kulit atau dari asbes. Baju las yang lengkap dapat
melindungi badan dan sebagian kaki. Bila mengelas pada posisi diatas kepala,
harus memakai baju las yang lengkap. Pada pengelasan posisi lainnya dapat
dipakai apron.
9. Sepatu las
Sepatu las berguna untuk melindungi kaki dari semburan bunga api. Bila tidak
ada sepatu las, sepatu biasa yang tertutup seluruhnya dapat juga dipakai.
10. Kamar las
Kamar Ias dibuat dari bahan tahan api. Kamar las penting agar orang yang ada
di sekitarnya tidak terganggu oleh cahaya las.
Untuk mengeluarkan gas, sebaiknya kamar las dilengkapi dangan sistem
ventilasi yaitu di dalam kamar las ditempatkan meja Ias. Meja las harus bersih
dari bahan-bahan yang mudah terbakar agar terhindar dari kemungkinan
terjadinya kebakaran oleh percikan terak las dan bunga api.
11. Masker las
Jika tidak memungkinkan adanya kamar las dan ventilasi yang baik, maka
gunakanlah masker las, agar terhindar dari asap dan debu las yang beracun.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
1. Hasil pengelesan yang baik akan di dapat bila proses penyetelan ampere listrik
pada mesin las di lakukan dengan tepat dan benar,
2. Besar arus di pengaruhi dengan jenis elektroda dan ketebalan benda kerja,
3. Terak akan lengket pada benda kerja, dan susah di hilangkan bila penyetelan
arus kurang pas.
4. Jarak ujung elektroda kebenda kerja sangat mempengaruhi hasil las.
5. Untuk dapat mengelas dengan hasil las yang baik, perlu latihan dalam waktu
yang tidak cepat.
6. Dalam mengelas kecepatan menggeser elektroda sangat menentukan hasil las,
jika cepat tembusan lasnya dangkal, oleh karena itu kecepatan saat mengelas
harus stbil dan benar.
7. Pada akhir penulisan ini dapat kita ketahui las listrik dengan pengertiannya, alatalat yang digunakan posisi pengelasan, tingkat kesulitan las lisstrik, dan
keselamatan kerja yang semestinya.
5.2 Saran
Bekerjalah dengan hati-hati dan serius, karena pabila kita bermin-main dapat
menyebabkankecelakaan baik bagi diri sendiri dan lingkungan kerja. Aturlah arus mesin
las dengan baik agar mendapatkan hasil yang memuaskan.
Jika ditemukan kendala saat pengerjaan, seperti :
 Ujung elektroda menempel pada benda kerja
 Terlalu cepat menggeser elektroda sehingga tembusannya dangkal
 Tidak memakai topeng las dan sarung tangan sehingga mata perih
Maka hal yang harus dilakukan untuk pemecahan masalahnya adalah :
 Supaya elektroda tidak menempel pada benda kerja diposisikan agar
ujung elektroda tidak terlalu dekat
 Tidak terlalu segera memindahkan elektroda saat melakukan alur,
agar hasilnya bagus
 Pakailah topeng atau kacamata las saat kerja las
LAMPIRAN

Helem

Sepatu

Sarung Tangan

Masker
pembangkit arus

Holder

Klem masa

meja kerja

Elektroda

Palu

Tang

Sikat Baja
Kamar Las
DAFTAR PUSTAKA

Course Note, BENGKEL
Google Searching, LAS LISTRIK.

LAS LISTRIK

  • 1.
    LAPORAN BENGKEL LASLISTRIK Oleh: Nama :Alfi Akbar BP :1311041004 DOSEN PEMBIMBING :BUKHARI. ST. MT POLITEKNIK NEGERI PADANG TEKNIK MESIN 2013/2014
  • 2.
    KATA PENGANTAR Pujisyukurkitapanjatkankehadirat ALLAHSWT.Yang manaberkatizindanridhodariNya lahlaporaninidapat di selesaikantepatpadawaktunya. Laporaninidisusununtukmemberipengetahuandasartentang,”LAS LISTRIK”.Dan jugauntukmemperkayapengetahuan, pesertapratiku (mahasiswa) disarankanuntukmenggunakanlaporaninisebagaibahantambahandalammenguasaimater i yang telahdisebutkan di atas. Harapanpenyusun, semogalaporaninidapatdimanfaatkanolehpembacasebagai media pengetahuan.Penyusun sadar jika penulisan ini masih banyak kekurangannya , kritikandan saran yang bersifatmembangunsangatdiharapkan demi kesempurnaandarilaporanini. Terimakasih, Padang, Januari 2014 Alfi Akbar
  • 3.
    DAFTAR ISI HALAMAN AWAL KATAPENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. Latar belakang 2. Tujuan BAB II LANGKAH PENGERJAAN 1. Peralatan dan bahan 2. Langkah kerja - Job 1 - Job 2 BAB III LANDASAN TEORI 1. Pengertin las listrik 2. Pembagian las listrik 3. Macam – macam elektroda 4. Pengkutuban elektroda 5. Macam-macam gerakan elektroda BAB IV KESELAMATAN KERJA BAB V KESIMPULAN DAN SARAN LAMPIRAN DAFTAR PUSTAKA
  • 4.
    BAB I PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakang Di zaman era globalisasi ini, persaingan di dunia industri sangatlah ketat sehingga menuntut kita untuk menjadi sosok individu yang berkompeten. Politeknik merupakan salah satu wadah yang memiliki tujuan untuk mendidik menuju hal tesebut. Dalam prosesnya politeknik menyediakan aplikasi-aplikasi yang dapat membantu meningkatkan keterampilan para mahasiswa, salah satu aplikasi yang disediakan adalah praktikum labor bengkel mekanik. Tujuan dan harapan dari Politeknik Negeri Padang yaitu, menciptakan lulusan-lulusan yang berkompeten, tidak hanya mengerti teori semata kan tetapi juga memahami pratek kerja langsung ke lapangan. Salah satu dari praktikum di labor bengkel mekanik yaitu adalah pratikum LAS LISTRIK. LAS LISTRIK adalah suatu proses penyambungan logam dengan menggunakan tenaga listrik sebagai sumber panas. Penyambungan logam sudah ada sejak 5000 th yang lalu, orang sudah dapat melakukan penyambungan logam dengan cara memanasi dua buah logam tersebut sampai suhu kritis. Kemudian keduanya ditumpangkan dan setelah itu dipalu yang akhirnya membentuk ikatan yang kuat. Api pemanasnya untuk penyambungan diperoleh dari pembakaran kayu atau arang kayu. Dapat dibayangkan, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu yang dapat memasakkan logam sampai suhu kritis. Tentu cara semacam ini tidaklah efektif untuk digunakan dalam pengerjaan pengelasan yang sangat banyak dan bervariasi. Seiring dengan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi khususnya di bidang penyambungan logam yang sekarang ini telah ditemukan dan digunakan seperti mesin las listrik bertenaga motor dan listrik yang praktis, efektif dan efisien sehingga bisa mempercepat kerja dan meringankan kerja karyawan 1.2 Tujuan Adapun tujuan pratikum LAS LISTRIK, yaitu sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Mahasiswa mengerti memahami dan dapat mengoperasikan mesin las listrik. Mahasiswa mengerti setiap komponen-komponen dan fungsinya. Mahasiswa dapat melakukan kerja secara efisien : Ketepatan waktu (dikerjakan yang terlebih utama) Ketelitian ukuran Ketelitian dalam pengelasan Mahasiswa harus memahami bagaimana posisi yang tepat pada saat melakukan pengelasan dengan baik.
  • 5.
    BAB II LANGKAH PENGERJAAN 2.1Peralatan dan bahan Dalam melakukan pengelasan ada beberapa peralatan yang sering digunakan dalam pekerjaan las listrik diantaranya adalah sebagai berikut: Kabel las Kabel elektroda (menghubungkan pesawat dengan elektroda) Kabel masa (menghubungkan pesawat dengan benda kerja) Kabel tenaga (menghubungkan pesawat dengan sumber tenaga) Pemegang Elektroda Palu las Sikat kawat Sikat kawat digunakan untuk : - membersihkan benda kerja yang akan dilas - membersihkan terak las yang sudah tepat dari jalur las oleh pukulan palu las. Klem masa Penjepit Elektroda las Meja kerja las 2.2 Langkah kerja - JOB 1 ( Pengelasan Lurus)
  • 6.
    LANGKAH KERJA : 1.Pastikan semua peralatan dan benda kerja siap untuk di gunakan, 2. Nyalakan mesin las terlebih dahulu ke kontak arus listrik, 3. Pasang elektroda pada pemegang elektroda dan klem massa letakkan pada pemegang (dudukan) benda kerja, 4. Kemudian atur arus yang di gunakan sesuai dengan tebal plat dan jenis elektroda yang kita pakai, 5. Setelah itu ambil plat dan plat tersebut diberi garis untuk supaya hasil pengelasan menjadi lurus, 6. Letakkan plat yang akan dilas di atas meja kerja, 7. Kemudian posisikan badan yang nyaman agar dapat melakukan pengelasan dengan baik, 8. Lalu proses las dimulai dengan mengikuti garis yang telah dibuat diatas plat dengan cara pengelasan yang diinginkan, sebaiknya pada saat proses pengelasan elektroda digerakkan memutar pada plat, 9. Setelah selesai pengelasan, hasil las tersebut harus di pukul untuk menghilangkan terak yang tertinggal pada plat, 10. Kemudian gunakan sikat agar hasil kerja dapat bersih, 11. Setelah pekerjaan selesai, bersihkan semua peralatan kerja dan kembalikan lagi kepada posisi normal agar dalam pengelasan selanjutnya dapat dilakukan dengan lancar. - JOB 2 ( Pengelasan Kumpuh V ) LANGKAH KERJA : 1. Pastikan semua peralatan dan benda kerja siap untuk di gunakan, 2. Kemudian bentuk plat besi yang disediakan mengguakan gerinda tangan hingga membentuk sudut 30o, 3. Begitu juga dengan plat besi yang satunya lagi , lakukan seperti hal yang sama, 4. Kemudian satukan kedua plat besi tersebut seperti seperti gambar dibawah ini :
  • 7.
    12. Setelah itu,nyalakan mesin las terlebih dahulu ke kontak arus listrik, 13. Pasang elektroda pada pemegang elektroda dan klem massa letakkan pada pemegang (dudukan) benda kerja, 14. Kemudian atur arus yang di gunakan sesuai dengan tebal plat dan jenis elektroda yang kita pakai, 15. Lalu letakkan benda kerja di atas meja kerja, 16. Posisikan badan agar berada posisi yang pas agar nyaman saat mengelas, 17. Selanjutnya lakukan pengelasan dengan memberikan jarak sebesar diameter elektroda pada kedua plat tersebut, 18. Setelah melakukan pengelasan, bersihkan terak yang masih menempel agar tidak terjadi kerusakan dalam pengelasan selanjutnya, 19. Kemudian dinginkan beberapa saat, 20. Setelah dingin, lakukan kembali pengelasan hingga tiga kali sehingga kedua plat besi benar-benar menyambung dengan sempurna. 21. Stelah semua pengelasan selesai, bersihkan benda kerja dengan mengguakan sikat, 22. Kemudian bersihkan semua peralatan kerja dan kembalikan lagi semuanya dalam kondisi normal agar dalam pengelasan selanjutnya dapat dilakukan dengan baik. Gambar hasil kerja.
  • 8.
    BAB III LANDASAN TEORI 1.Pengertian Las listrik Las listrik adalah suatu proses penyambungan logam dengan menggunakan tenaga listrik sebagai sumber panas. Jenis sambungan dengan las Iistrik ini adalah merupakan sambungan tetap.Pada pengelasan dengan las listrik, panas yang dihasikan berasal dari busur listrik yang timbul dari menempelnya benda kerja dengan elektroda. Elekttroda pengisian dipanaskan mencapai titik cair dan diendapkan pada sambungan, hingga terbentuk sambungan las. Panas yang dihasilkan oleh busur listrik mencapai 55000 C.Pada saat pengelasan menggunakan las listrik, dilepaskan energi dalam jumlah yang sangat besar dalam bentuk panas dan cahaya ultraviolet. 2. Pembagian Las Listrik Las listrik dapat digolongkan menjadi : 1. Las listrik dengan elektroda logam, misalnya : a. Las listrik submerged Busur elektroda (listrik) diantara ujung elektroda dan bahan dasar berada didalam timbunan fluksi serbuk yang digunakan sebagai pelindung dari pengaruh luar (udara bebas) sehingga tidak terjadi sinar las keluar seperti pada las listrik lainnya. Las ini umumnya otomatis atau semi otomatis. Las busur listrik mempunyai 2 jenis yaitu : 1) Las listrik AC (menggunakan arus searah sebagai sumber listrik) 2) Las listrik DC (menggunakan arus listrik bolak-balik sebagai sumber listrik) 2. Las listrik dengan elektroda berselaput Busurlistrik yang terjadiantaraujungelektrodadanbahandasar (plat) akanmencairkanujungelektrodadansebagiandasarselaputelektroda yang turutterbakarakanmencairdanmenghasilkan gas yang melindungiujungelektrodakawatlas, dandaerahlasdisekitarbusurlistrikterhadapdaerahudaraluar. 3. Las listrik TIG (Tungsten Inert Gas) atau MIG Padalas TIG inimenggunakanelektroda wolfram.Busur yang terjadiantaraelektrodadanbahandasarmerupakansumberpanasbentuk pengelasa n.Untukmelindungihasilpengelasandigunakan gas pelindung, seperti argon, helium ataucampuran gas tersebut. 4. Las Listrik MIG Las listrik MIG adalahjugalasbusurlistrikdimanapanas yang ditimbulkanolehbusurlistrikantaraujungelektrodadanbahandasar, karenaadanyaArusListrik.Elektrodanyaadalahmerupakangulungankawat yang berbentukrol yang gerakannyadiaturolehpasanganrodagigi yang digerakkanolehmotorllistrik.Kecepatangerakanelektrodadapatdiatursesuaidengan keperluan.TangkaiIasdilengkapidengannosallogamuntukmenyemburkan gas pelindung yang dialirkandaribotol gas malaluiselang gas.
  • 9.
    Gas yang dipakaiadalahC02 untukpengelasanbajalunakdanbaja, argon ataucampuran argon dan helium untukpengelasanAluminiumdanbajatahan karat.Proses pengelasan MIG inidapatsecara semi otomatikatauotomatik. Semi otomatikdimaksudkanpengelasansecara manual sedangkanotomatikadalahpengelasan di manaseluruhpekerjaanIasdilaksanakansecaraotomatis. 3. Macam – macam elektroda a. Elektroda Hydrogen rendah Selaput elektroda jenis ini mengandung hydrogen yang rendah (kurang dari 0,5 %), sehingga deposit las juga dapat bebas dari porositas. Elektroda inidipakai untuk pengelasan yang memerlukan mutu tinggi, bebas porositas,misalnya untuk pengelasan bejana dan pipa yang akan mengalami tekanan. Jenis-jenis elektroda hydrogen rendah misalnya E 7015, E 7016 dan E 7018. b. Elektroda untuk besi tuang c. Elektroda baja Elektroda jenis ini bila dipakai untuk mengelas besi tuang akan menghasilkan deposit las yang kuat sehingga tidak dapat dikerjakan dengan mesin. Dengan demikian elektroda ini dipakai bila hasil las tidak dikerjakan lagi. Untuk mengelas besi tuang dengan elektroda baja dapat dipakai mesin las AC atau DC kutub terbalik. d. Elektroda Nikel Elektroda jenis ini dipakai untuk mengelas besi tuang, bila hasil las masih dikerjakan lagi dengan mesin. Elektroda nikel dapat dipakai dalam segala posisi pengelasan. Las yang dihasilkan elektroda ini pada besi tuang adalah rata dan halus bila dipakai pada mesin las DC kutub terbalik. Karakteristik elektroda nikel dapat dilihat pada tabel dibawah ini. e. Elektroda Perunggu Hasil las dengan memakai elektroda ini tahan terhadap retak, sehingga panjang las dapat ditambah. Kawat inti dari elektroda dibuat dari perunggu fosfor dan diberi selaput yang menghasilkan busur stabil. f. Elektroda untuk aluminium Aluminium dapat dilas listrik dengan elektroda yang dibuat dari logam yang sama. Pemilihan elektroda aluminium yang sesuai dengan pekerjaan didasarkan pada tabel keterangan dari pabrik yang membuatnya. Elektroda aluminium AWS-ASTM AI-43 untuk las busur listrik adalah dengan mesin las. g. Elektroda untuk pelapis keras Elektroda tahan kikisan Elektroda jenis ini dibuat dari tabung chrom karbida yang diisi denganserbuk-serbuk karbida. Elektroda dengan diameter 3,25 mm - 6,5 mmdipakai peda pesawat las AC atau DC kutub terbalik. Elektroda ini dapat dipakai untuk pelapis keras permukaan pada sisi potong yang tipis. - Elektroda tahan pukulan Elektroda ini dapat dipakai pada mesin las AC atau DC kutub terbalik. Dipakai untuk pelapis keras bagian pemecah dan palu.
  • 10.
    Elektroda tahan keausan Elektrodaini dibuat dari paduan-paduan non ferro yang mengandung Cobalt, Wolfram dan Chrom. Biasanya dipakai untuk pelapis keras permukaan katup buang dan dudukan katup dimana temperatur dan keausan sangat tinggi 4. Pengkutuban elektroda - Pengkutuban langsung Pada pengkutuban langsung, kabel elektroda dipasang pada terminal negatif dan kabel massa pada terminal positif. Pengkutuban langsung sering disebut sebagai sirkuit las listrik dengan elektroda negatif. (DC-). - Pengkutuban terbalik Untuk pengkutuban terbalik, kabel elektroda dipasang pada terminal positif dan kabel massa dipasang pada terminal negatif.Pengkutuban terbalik sering disebut sirkuit las listrik dengan elektroda positif (DC+). Pengaruh pengkutuban pada hasil las adalah pada penembusan lasnya. Pengkutuban langsung akan menghasilkan penembusan yang dangkal sedangkan pada pengkutuban terbalik akan terjadi sebaliknya. Pada arus bolak-balik penembusan yang dihasilkan antara keduanya.
  • 11.
    5. Macam-macam gerakanelektroda - Gerakan arah turun sepanjang sumbu elektroda. Gerakan ini dilakukan untuk mengatur jarak busur listrik agar tetap. - Gerakan ayunan elektroda. Gerakan ini diperlukan untuk mengatur lebar jalur las yang dikehendaki Gerakan elektroda 1) Melingkar Gambar Ayunan melingkar 2) Zig-zag Gambar Ayunan zig-zag 3) Tarpesium Gambar Ayunan gipsum. 6. Mengatur tegangan Mesin las umumnya mempunyai tegangan 60 – 80 Volt sebelum terjadi busur nyala. Tegangan ini disebut tegangan terbuka atau tegangan atau tegangan pembakar.Bila busur nyala telah terjadi (sedang mengelas) maka tegangan turun menjadi 20 – 40 Volt. Ini dinamakan tegangan kerja. Tegangan kerja disesuikan dengan diameter elektroda.Untuk elektroda: 1,5 – 5,5 mm tegangan kerja 20 – 30 Volt.Untuk elektroda: 4,5 – 6,4 mm tegangan kerja 30 – 40 Volt. 7. Mengatur Ampere Arus pengelasan ditentukan oleh: diameter elektroda, tebal bahan, jenis elektroda dan posisi pengelasan. Pengaturan arus dilakukan dengan memutar handel atau knop. Arus pengelasan yang dipakai dapat dilihat/ dibaca pada skala arus, yang terdapat pada mesin las. Perkiraan arus yang dipakai untuk mengelas, dapat dilihat pada table yang tertera pada setiap bungkus elektroda, misalnya sebagai berikut: diameter (mm) x panjang daerah polaritas arus elektroda (A) 2,6 x 350 45 – 95 Ac atau Dc
  • 12.
    Tabel. Kuat arusdan Tebal bahan dan dia elektrode . Tipe logam dan Diameter No tebal (inchi) elektroda (inchi) 1 Pelat logam tipis 1/16 . (Outer sheet metal, 5/64 etc; sampai tebal 3/32 7/64 inchi) 2 Baja lunak tipis 1/8 . (Struktur bodi dalam, 5/32 dsbnya, tebal 7/64 3/16 sampai 3/16 inchi) 3 Baja lunak tebal 1/8 . (Rangka, dsbnya, 5/32 tebal 3/16 sampai 3/16 5/16 inchi) ¼ 8. Posisi – Posisi Pengelasan Posisipengelasan ada beberapa macam, yaitu: 1. Posisi mendatar 2. Posisi bawah tangan 3. Posisi tegak 4. Posisi diatas kepala 5. Pengelasan kearah kanan (mundur) Kuat arus (ampere) 10 – 30 25 – 45 40 – 70 50 – 130 90 – 180 130 – 230 60 – 120 90 – 160 120 – 200 190 – 300
  • 13.
    BAB IV KESELAMATAN KERJA Perlengkapanyang diperlukan untuk mendapatkan keselamatan kerja: 6. Helem dan tabir Digunakan untuk melindungi kulit muka dan mata dari sinar las (sinar ultra violet dan ultra merah) yang dapat merusak kulit maupun mata. Sinar Ias yang sangat terang/kuat itu tidak boleh dilihat dangan mata langsung sampai jarak 16 meter. Helm las ini dilengkapi dengan kaca khusus yang dapat mengurangi sinar ultra violet dan ultra merah tersebut. Ukuran kaca Ias yang dipakai tergantung pada pelaksanaan pengelasan. Untuk melindungi kaca penyaring ini biasanya pada bagian luar maupun dalam dilapisi dengan kaca putih. 7. Sarung tangan Dibuat dari kulit atau asbes lunak untuk memudahkan memegang elektroda, juga melindungi tangan dari panas. Pada waktu mengelas harus selalu dipakai sepasang sarung tangan. 8. Baju las/apron Baju las/apron dibuat dari kulit atau dari asbes. Baju las yang lengkap dapat melindungi badan dan sebagian kaki. Bila mengelas pada posisi diatas kepala, harus memakai baju las yang lengkap. Pada pengelasan posisi lainnya dapat dipakai apron. 9. Sepatu las Sepatu las berguna untuk melindungi kaki dari semburan bunga api. Bila tidak ada sepatu las, sepatu biasa yang tertutup seluruhnya dapat juga dipakai. 10. Kamar las Kamar Ias dibuat dari bahan tahan api. Kamar las penting agar orang yang ada di sekitarnya tidak terganggu oleh cahaya las. Untuk mengeluarkan gas, sebaiknya kamar las dilengkapi dangan sistem ventilasi yaitu di dalam kamar las ditempatkan meja Ias. Meja las harus bersih dari bahan-bahan yang mudah terbakar agar terhindar dari kemungkinan terjadinya kebakaran oleh percikan terak las dan bunga api. 11. Masker las Jika tidak memungkinkan adanya kamar las dan ventilasi yang baik, maka gunakanlah masker las, agar terhindar dari asap dan debu las yang beracun.
  • 14.
    BAB V KESIMPULAN DANSARAN 5.1 Kesimpulan 1. Hasil pengelesan yang baik akan di dapat bila proses penyetelan ampere listrik pada mesin las di lakukan dengan tepat dan benar, 2. Besar arus di pengaruhi dengan jenis elektroda dan ketebalan benda kerja, 3. Terak akan lengket pada benda kerja, dan susah di hilangkan bila penyetelan arus kurang pas. 4. Jarak ujung elektroda kebenda kerja sangat mempengaruhi hasil las. 5. Untuk dapat mengelas dengan hasil las yang baik, perlu latihan dalam waktu yang tidak cepat. 6. Dalam mengelas kecepatan menggeser elektroda sangat menentukan hasil las, jika cepat tembusan lasnya dangkal, oleh karena itu kecepatan saat mengelas harus stbil dan benar. 7. Pada akhir penulisan ini dapat kita ketahui las listrik dengan pengertiannya, alatalat yang digunakan posisi pengelasan, tingkat kesulitan las lisstrik, dan keselamatan kerja yang semestinya. 5.2 Saran Bekerjalah dengan hati-hati dan serius, karena pabila kita bermin-main dapat menyebabkankecelakaan baik bagi diri sendiri dan lingkungan kerja. Aturlah arus mesin las dengan baik agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Jika ditemukan kendala saat pengerjaan, seperti :  Ujung elektroda menempel pada benda kerja  Terlalu cepat menggeser elektroda sehingga tembusannya dangkal  Tidak memakai topeng las dan sarung tangan sehingga mata perih Maka hal yang harus dilakukan untuk pemecahan masalahnya adalah :  Supaya elektroda tidak menempel pada benda kerja diposisikan agar ujung elektroda tidak terlalu dekat  Tidak terlalu segera memindahkan elektroda saat melakukan alur, agar hasilnya bagus  Pakailah topeng atau kacamata las saat kerja las
  • 15.
  • 16.
    pembangkit arus Holder Klem masa mejakerja Elektroda Palu Tang Sikat Baja
  • 17.
    Kamar Las DAFTAR PUSTAKA CourseNote, BENGKEL Google Searching, LAS LISTRIK.