Directed by :
Marlita Pramuharti
17 / XI IPA 4
MENU
 Pengertian
 Jenis Larutan
 Cara Kerja
 Cara Membuat
 Menghitung pH
 Manfaat
PENGERTIAN
Larutan penyangga adalah
larutan yang dapat
mempertahankan harga pH
dari pengaruh penambahan
sedikit asam atau basa serta
pengenceran. Meskipun
ditambah sedikit asam atau
basa atau pun
diencerkan, maka pH larutan
tetap sama.
JENIS LARUTAN
 Larutan Penyangga Asam
Yaitu larutan yang mengandung campuran
asam lemah dan basa konjugasinya
Contoh :
a. CH3COOH dan CH3COONa
b. H3PO4 dan Na3PO4
c. HCOOH dan HCOONa
 Larutan Penyangga Basa
Larutan yang mengandung campuran basa
lemah dan asam konjugasinya
Contoh :
a. NH4OH dan NH4Cl
b. Al(OH)3 dan AlCl3
CARA KERJA
Bagaimana sebuah larutan dapat
mempertahankan pH?
Sebagaimana telah diuraikan diatas, larutan
yang dapat mempertahankan harga pH
disebut larutan penyangga atau buffer. pH
suatu larutan bergantung pada perbandingan
konsentrasi ion H+ dengan konsentrasi OH-
dalam larutannya.
Sedangkan larutan penyangga merupakan
larutan yang mengandung suatu komponen
asam dan komponen basa yang tidak saling
bereaksi, sehingga larutan penyangga dapat
bereaksi dengan ion H+ maupun ion OH-
CARA MEMBUAT
Larutan penyangga dapat dibuat dengan
mencampurkan suatu asam lemah dengan
basa konjugasinya, atau suatu basa lemah
dengan asam konjugasinya.
1. Larutan penyangga dari asam lemah dan basa
konjugasinya
Asam lemah CH3COOH dan basa konjugasinya
CH3COO-
Larutan penyangga dibuat dengan mencampurkan
larutan CH3COOH dengan suatu garam yang
mengandung asetat yang mudah larut dalam
air, misalnya CH3COONa. Apabila kedalam larutan
tersebut ditambahkan asam, maka ion H+ akan
diikat oleh ion CH3COO- membentuk CH3COOH.
2. Larutan penyangga dari basa lemah dan asam
konjugasinya
Basa lemah NH3 dan asam konjugasinya NH4+
Larutan penyangga dibuat dengan
mencampurkan larutan amonia (NH3) dengan
larutan garam amonium yang mudah
larut, misalnya NH4Cl. Apabila ke dalam
larutan tersebut ditambahkan asam, maka ion
H+ akan diikat oleh molekul Nh3 membentuk
ion NH4+
MENGHITUNG pH
1. Larutan Penyangga dari asam lemah dan
basa konjugasinya
CH3COONa(aq) CH3COO-
(aq) +
Na+
(aq)
CH3COOH(aq) CH3COO-
(aq) + (aq)
H
][
]][[
3
3
COOHCH
HCOOCH
Ka
ltrmolCOOCH
ltrmolCOOHCH
KaH
/][
/][
.][
3
3
Berasal dari garam
][
][
.][
ng
na
KaH
Untuk basa konjugasi yang memiliki 2 anion maka :
]2[
][
.][
ng
na
KaH
2. Larutan Penyangga dari basa lemah dan
asam konjugasinya.
 NH4Cl(aq) NH4
+
(aq) + Cl-
(aq)
NH4OH(aq) NH4
+
(aq)+ OH-
(aq)
][
]][[
4
4
OHNH
OHNH
Kb
ltrmolNH
ltrmolOHNH
KbOH
/][
/][
.][
4
4
Berasal dari garam
][
][
.][
ng
nb
KbOH
]2[
][
.][
ng
nb
KbOH
Untuk basa konjugasi yang memiliki 2 anion maka :
MANFAAT
1. Adanya larutan penyangga ini dapat kita lihat
dalam kehidupan sehari-hari seperti pada obat-
obatan, fotografi, industri kulit dan zat warna.
Selain aplikasi tersebut, terdapat fungsi penerapan
konsep larutan penyangga ini dalam tubuh
manusia seperti pada cairan tubuh.
2. Cairan tubuh ini bisa dalam cairan intrasel
maupun cairan ekstrasel. Dimana sistem
penyangga utama dalam cairan intraselnya seperti
H2PO4
- dan HPO4
2- yang dapat bereaksi dengan
suatu asam dan basa. Adapun sistem penyangga
tersebut, dapat menjaga pH darah yang hampir
konstan yaitu sekitar 7,4.
3. Menjaga pH pada plasma darah agar berada
pada pH berkisar 7,35 – 7,45 ,yaitu dari ion
HCO3
- denganion Na+ . Apabila pH darah lebih
dari 7,45 akan mengalami alkalosis, akibatnya
terjdi hiperventilasi/ bernapas
berlebihan, mutah hebat.Apabila pH darah
kurang dari 7,35 akan mengalami acidosis
akibatnya jantung ,ginjal ,hati dan pencernaan
akan terganggu.
4. Menjaga pH cairan tubuh agar ekskresi ion H+
pada ginjal tidak terganggu, yaitu asam
dihidrogen posphat (H2PO4
-) dengan basa
monohidrogen posphat (HPO4
-2)
5. Menjaga pH makanan olahan dalam kaleng
agar tidak mudah rusak /teroksidasi (asam
benzoat dengan natrium benzoat).
6. Selain itu penerapan larutan penyangga ini
dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari
seperti pada obat tetes mata.
SEKIAN

Larutan penyangga

  • 1.
    Directed by : MarlitaPramuharti 17 / XI IPA 4
  • 2.
    MENU  Pengertian  JenisLarutan  Cara Kerja  Cara Membuat  Menghitung pH  Manfaat
  • 3.
    PENGERTIAN Larutan penyangga adalah larutanyang dapat mempertahankan harga pH dari pengaruh penambahan sedikit asam atau basa serta pengenceran. Meskipun ditambah sedikit asam atau basa atau pun diencerkan, maka pH larutan tetap sama.
  • 4.
    JENIS LARUTAN  LarutanPenyangga Asam Yaitu larutan yang mengandung campuran asam lemah dan basa konjugasinya Contoh : a. CH3COOH dan CH3COONa b. H3PO4 dan Na3PO4 c. HCOOH dan HCOONa
  • 5.
     Larutan PenyanggaBasa Larutan yang mengandung campuran basa lemah dan asam konjugasinya Contoh : a. NH4OH dan NH4Cl b. Al(OH)3 dan AlCl3
  • 6.
    CARA KERJA Bagaimana sebuahlarutan dapat mempertahankan pH? Sebagaimana telah diuraikan diatas, larutan yang dapat mempertahankan harga pH disebut larutan penyangga atau buffer. pH suatu larutan bergantung pada perbandingan konsentrasi ion H+ dengan konsentrasi OH- dalam larutannya.
  • 7.
    Sedangkan larutan penyanggamerupakan larutan yang mengandung suatu komponen asam dan komponen basa yang tidak saling bereaksi, sehingga larutan penyangga dapat bereaksi dengan ion H+ maupun ion OH-
  • 8.
    CARA MEMBUAT Larutan penyanggadapat dibuat dengan mencampurkan suatu asam lemah dengan basa konjugasinya, atau suatu basa lemah dengan asam konjugasinya.
  • 9.
    1. Larutan penyanggadari asam lemah dan basa konjugasinya Asam lemah CH3COOH dan basa konjugasinya CH3COO- Larutan penyangga dibuat dengan mencampurkan larutan CH3COOH dengan suatu garam yang mengandung asetat yang mudah larut dalam air, misalnya CH3COONa. Apabila kedalam larutan tersebut ditambahkan asam, maka ion H+ akan diikat oleh ion CH3COO- membentuk CH3COOH.
  • 10.
    2. Larutan penyanggadari basa lemah dan asam konjugasinya Basa lemah NH3 dan asam konjugasinya NH4+ Larutan penyangga dibuat dengan mencampurkan larutan amonia (NH3) dengan larutan garam amonium yang mudah larut, misalnya NH4Cl. Apabila ke dalam larutan tersebut ditambahkan asam, maka ion H+ akan diikat oleh molekul Nh3 membentuk ion NH4+
  • 11.
    MENGHITUNG pH 1. LarutanPenyangga dari asam lemah dan basa konjugasinya CH3COONa(aq) CH3COO- (aq) + Na+ (aq) CH3COOH(aq) CH3COO- (aq) + (aq) H
  • 12.
  • 13.
    ][ ][ .][ ng na KaH Untuk basa konjugasiyang memiliki 2 anion maka : ]2[ ][ .][ ng na KaH
  • 14.
    2. Larutan Penyanggadari basa lemah dan asam konjugasinya.  NH4Cl(aq) NH4 + (aq) + Cl- (aq) NH4OH(aq) NH4 + (aq)+ OH- (aq)
  • 15.
  • 16.
  • 17.
    MANFAAT 1. Adanya larutanpenyangga ini dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari seperti pada obat- obatan, fotografi, industri kulit dan zat warna. Selain aplikasi tersebut, terdapat fungsi penerapan konsep larutan penyangga ini dalam tubuh manusia seperti pada cairan tubuh. 2. Cairan tubuh ini bisa dalam cairan intrasel maupun cairan ekstrasel. Dimana sistem penyangga utama dalam cairan intraselnya seperti H2PO4 - dan HPO4 2- yang dapat bereaksi dengan suatu asam dan basa. Adapun sistem penyangga tersebut, dapat menjaga pH darah yang hampir konstan yaitu sekitar 7,4.
  • 18.
    3. Menjaga pHpada plasma darah agar berada pada pH berkisar 7,35 – 7,45 ,yaitu dari ion HCO3 - denganion Na+ . Apabila pH darah lebih dari 7,45 akan mengalami alkalosis, akibatnya terjdi hiperventilasi/ bernapas berlebihan, mutah hebat.Apabila pH darah kurang dari 7,35 akan mengalami acidosis akibatnya jantung ,ginjal ,hati dan pencernaan akan terganggu. 4. Menjaga pH cairan tubuh agar ekskresi ion H+ pada ginjal tidak terganggu, yaitu asam dihidrogen posphat (H2PO4 -) dengan basa monohidrogen posphat (HPO4 -2)
  • 19.
    5. Menjaga pHmakanan olahan dalam kaleng agar tidak mudah rusak /teroksidasi (asam benzoat dengan natrium benzoat). 6. Selain itu penerapan larutan penyangga ini dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari seperti pada obat tetes mata.
  • 20.