OLEH
Inten Pangestika
(A1F012020)
Dosen Pengampu : Salastri Rohiat, M.Pd
Memahami sifat sifat larutan
asam basa, metode pengukuran
dan terapannya.
Mendeskripsikan sifat larutan
penyangga dan peranan larutan
penyangga dalam tubuh makhluk
hidup.
1. Menjelaskan pengertian larutan penyangga.
2. Menentukan komponen larutan penyangga.
3. Menjelaskan cara kerja larutan penyangga.
1.Siswa dapat menjelaskan pengertian larutan
penyangga.
2.Siswa dapat menentukan komponen larutan
penyangga.
3.Siswa dapat menjelaskan cara kerja larutan
penyangga.
 Larutan penyangga, larutan dapar, atau buffer.
 Larutan yang terdiri dari garam dengan asam
lemahnya atau garam dengan basa lemahnya.
 Larutan yang digunakan untuk mempertahankan nilai
pH tertentu agar tidak banyak berubah selama reaksi
kimia berlangsung.
 Larutan yang mempunyai pH yang stabil jika
ditambahkan sedikit asam, basa atau karena
pengenceran.
Larutan
Penyangga
Larutan
Penyangga Asam
Larutan
Penyangga Basa
Reaksi di antara
kedua komponen
penyusun
disebut reaksi
asam-basa
konjugasi
 Larutan ini mempertahankan pH pada daerah asam (pH <
7).
 Untuk mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari asam
lemah dan garamnya yang merupakan basa konjugasi
dari asamnya.
 Cara lainnya : Mencampurkan suatu asam lemah dengan
suatu basa kuat dimana asam lemahnya dicampurkan
dalam jumlah berlebih.
 Campuran akan menghasilkan garam yang mengandung
basa konjugasi dari asam lemah yang bersangkutan.
 Pada umumnya basa kuat yang digunakan seperti
natrium, kalium, barium, kalsium, dan lain-lain.
Larutan Penyangga Asam
Larutan penyangga asam mengandung suatu
asam lemah dengan basa konjugasinya.
 Contoh: CH3COOH dan CH3COO- dengan garam
pembentuk basa konjugasi CH3COONa, CH3COOK,
dll.
 Larutan yang mengandung CH3COOH dan
CH3COONa
 Larutan yang mengandung H2CO3 dan Na2CO3
 Larutan yang mengandung H2S dan Na2S
 Larutan yang mengandung H3PO4 dan Na3PO4
 Larutan ini mempertahankan pH pada daerah
basa (pH > 7).
 Untuk mendapatkan larutan ini dapat dibuat
dari basa lemah dan garam, yang garamnya
berasal dari asam kuat.
 Cara lainnya : Mencampurkan suatu basa
lemah dengan suatu asam kuat dimana basa
lemahnya dicampurkan berlebih.
Larutan Penyangga Basa
Larutan penyangga basa mengandung basa
lemah dengan asam konjugasinya.
 Contoh: NH4OH dan NH4
+ dengan garam
pembentuk basa konjugasi NH4Cl dan (NH4)2SO4
 Larutan yang mengandung NH4OH dan NH4Cl
 Larutan yang mengandung NH4OH dan (NH4)2SO4
Periksalah apakah campuran larutan berikut
bersifat penyangga atau tidak !!
a. 50 mL larutan CH3COOH 0,1 M + 50 mL
larutan Ca(CH3COO)2 0,1 M
b. 50 mL larutan CH3COOH 0,1 M + 50 mL
larutan NaOH 0,2 M
c. 50 mL larutan CH3COOH 0,1 M + 50 mL
larutan NaOH 0,1 M
Campuran dari 50 mL larutan CH3COOH 0,1 M
dengan 50 mL larutan Ca(CH3COO)2 0,1 M
bersifat penyangga karena mengandung asam
lemah (CH3COOH) dan basa konjugasinya,
yaitu ion CH3COO– yang berasal dari
Ca(CH3COO)2.
Campuran dari 50 mL larutan CH3COOH 0,1 M
dengan 50 mL larutan NaOH 0,2 M tidak
bersifat penyangga karena CH3COOH tidak
bersisa.
CH3COOH + OH– CH3COO – + H2O
Awal : 5 mmol 10 mmol – -
Reaksi : –5 mmol –5 mmol +5mmol +5mmol
Akhir : - 5 mmol 5mmol 5mmol
Campuran dari 50 mL larutan CH3COOH 0,1 M dengan
50 mL larutan NaOH 0,1M bersifat penyangga karena
CH3COOH akan bereaksi dengan sebagian ion OH– dari
NaOH membentuk ion CH3COO –.
CH3COOH + OH– CH3COO – + H2O
Awal : 10 mmol 5 mmol – -
Reaksi : –5 mmol –5 mmol +5 mmol +5 mmol
Akhir : 5 mmol - 5 mmol 5 mmol
Jadi, dalam campuran terdapat 5 mmol CH3COOH
(suatu asam lemah) dan 5 mmol ion CH3COO– (basa
konjugasi dari CH3COOH).
 Larutan penyangga mengandung komponen
asam dan basa dengan asam dan basa
konjugasinya, sehingga dapat mengikat baik
ion H+ maupun ion OH-.
 Sehingga penambahan sedikit asam kuat atau
basa kuat tidak mengubah pHnya secara
signifikan.
Contoh :
 CH3COOH dengan CH3COONa
 H2CO3 dengan NaHCO3
 NaHCO3 dengan Na2CO3
 Cara kerjanya dapat dilihat pada larutan
penyangga yang mengandung ; H2CO3 dan
HCO3
- yang mengalami kesetimbangan.
1. Larutan Penyangga Asam
PROSESNYA
Pada penambahan asam :
 Penambahan asam (H+) akan menggeser
kesetimbangan ke kiri.
 Dimana ion H+ yang ditambahkan akan bereaksi
dengan ion HCO3
- membentuk molekul H2CO3.
 HCO3
-
(aq) + H+
(aq) → H2CO3 (aq)
PROSESNYA
Pada penambahan basa :
 Jika yang ditambahkan adalah suatu basa, maka
ion OH- dari basa itu akan bereaksi dengan ion
H+ membentuk air.
 Hal ini akan menyebabkan kesetimbangan
bergeser ke kanan sehingga konsentrasi ion H+
dapat dipertahankan.
 Jadi, penambahan basa menyebabkan
berkurangnya komponen asam (H2CO3), bukan
ion H+.
 Basa yang ditambahkan tersebut bereaksi
dengan asam H2CO3 membentuk ion HCO3
- dan
air.
 H2CO3 (aq) + OH-
(aq) → HCO3
-
(aq) + H2O(l)
Contoh :
 NH4OH dengan NH4Cl
 Cara kerjanya dapat dilihat pada larutan
penyangga yang mengandung NH3 dan NH4
+
yang mengalami kesetimbangan.
2. Larutan Penyangga Basa
PROSESNYA
Pada penambahan asam :
 Jika ditambahkan suatu asam, maka ion H+
dari asam akan mengikat ion OH-.
 Hal tersebut menyebabkan kesetimbangan
bergeser ke kanan, sehingga konsentrasi ion
OH- dapat dipertahankan.
 Disamping itu penambahan ini menyebabkan
berkurangnya komponen basa (NH3),
bukannya ion OH-.
 Asam yang ditambahkan bereaksi dengan
basa NH3 membentuk ion NH4
+.
 NH3 (aq) + H+(aq) → NH4
+ (aq)
PROSESNYA
Pada penambahan basa :
 Jika yang ditambahkan adalah suatu basa,
maka kesetimbangan bergeser ke kiri, sehingga
konsentrasi ion OH- dapat dipertahankan.
 Basa yang ditambahkan itu bereaksi dengan
komponen asam (NH4
+), membentuk komponen
basa (NH3) dan air.
 NH4
+ (aq) + OH-(aq) → NH3 (aq) + H2O(l)
1. Mengapa larutan yang mengandung campuran
asam kuat dengan garamnya bukan
merupakan larutan penyangga?
2. Bagaimana pengaruh penambahan asam
maupun basa pada larutan penyangga ?
3. Mengapa pH larutan tidak berubah jika di
encerkan ?
 Karena pembuatan larutan penyangga harus
berasal dari asam lemah dengan garamnya
(basa konjugatnya) atau basa lemah dengan
garamnya (asam konjugatnya) dengan syarat
asam lemah maupun basa lemahnya harus
bersisa sehingga dapat mengikat baik ion H+
maupun ion OH- yang dapat mempertahankan
pH larutannya.
 Bila menggunakan asam kuat dengan garamnya
yang bersal dari basa kuat juga, maka larutan
ini tidak dapat mengikat baik ion H+ maupun
ion OH- serta tidak dapat mempertahankan pH-
nya.
NO. 1
Tinjau larutan penyangga dengan komponen asam
lemah CH3COOH dan basa konjugatnya CH3COO–.
 Jika asam kuat ditambahkan ke dalam larutan
penyangga, berarti memasukkan ion H+ yang
dapat bereaksi dengan basa konjugatnya.
 Jika basa kuat ditambahkan ke dalam larutan
penyangga, berarti memasukkan ion OH– yang
bereaksi dengan asam lemahnya.
 Penambahan H+ atau OH– ke dalam larutan
penyangga akan menggeser posisi kesetimbangan
CH3COOH ↔ CH3COO– ke arah pengurangan
gangguan sekecil mungkin (prinsip Le Chatelier).
NO. 2
 Pergeseran posisi kesetimbangan
menyebabkan konsentrasi asam lemah dan
basa konjugatnya berubah.
 Jika H+ ditambahkan, konsentrasi asam
bertambah, sedangkan konsentrasi basa
konjugat berkurang. Pada penambahan OH–
terjadi sebaliknya.
 Perubahan konsentrasi asam lemah dan basa
konjugat akibat penambahan H+ atau OH–
cukup berarti, tetapi pH larutan penyangga
relatif tidak berubah sebab pH larutan
ditentukan oleh perbandingan [asam]:[basa
konjugat], di samping pKa atau pKb.
 Grafik di atas menunjukkan perubahan pH
larutan penyangga yang mengandung
CH3COOH dan CH3COONa terhadap
penambahan ion H+ dan OH–. pH berkurang
sekitar 0,5 satuan jika ditambahkan ion H+
atau ion OH– tidak lebih dari 0,5 mol.
Untuk memahami hal ini, dapat ditinjau dari
persamaan Henderson- Hasselbalch.
 Nilai pH larutan penyangga hanya ditentukan
oleh pKa dan perbandingan konsentrasi molar
pasangan asam basa konjugat.
 Nilai Ka atau pKa dari asam lemah tidak
bergantung pada konsentrasi asam, tetapi
bergantung pada suhu.
 Oleh sebab itu, pengenceran larutan penyangga
tidak akan mengubah nilai pKa.
NO. 3
 Konsentrasi molar pasangan asam basa
konjugat akan berubah jika volume larutan
berubah sebab konsentrasi bergantung pada
volume total larutan.
 Pengenceran larutan akan mengubah semua
konsentrasi spesi yang ada dalam larutan,
tetapi karena perubahan konsentrasi dirasakan
oleh semua spesi maka perbandingan
konsentrasi molar pasangan konjugat asam
basa tidak berubah.
 Akibatnya, pH larutan tidak berubah.
Larutan penyangga

Larutan penyangga

  • 1.
  • 2.
    Memahami sifat sifatlarutan asam basa, metode pengukuran dan terapannya.
  • 3.
    Mendeskripsikan sifat larutan penyanggadan peranan larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup.
  • 4.
    1. Menjelaskan pengertianlarutan penyangga. 2. Menentukan komponen larutan penyangga. 3. Menjelaskan cara kerja larutan penyangga.
  • 5.
    1.Siswa dapat menjelaskanpengertian larutan penyangga. 2.Siswa dapat menentukan komponen larutan penyangga. 3.Siswa dapat menjelaskan cara kerja larutan penyangga.
  • 7.
     Larutan penyangga,larutan dapar, atau buffer.  Larutan yang terdiri dari garam dengan asam lemahnya atau garam dengan basa lemahnya.  Larutan yang digunakan untuk mempertahankan nilai pH tertentu agar tidak banyak berubah selama reaksi kimia berlangsung.  Larutan yang mempunyai pH yang stabil jika ditambahkan sedikit asam, basa atau karena pengenceran.
  • 8.
  • 9.
    Reaksi di antara keduakomponen penyusun disebut reaksi asam-basa konjugasi
  • 10.
     Larutan inimempertahankan pH pada daerah asam (pH < 7).  Untuk mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari asam lemah dan garamnya yang merupakan basa konjugasi dari asamnya.  Cara lainnya : Mencampurkan suatu asam lemah dengan suatu basa kuat dimana asam lemahnya dicampurkan dalam jumlah berlebih.  Campuran akan menghasilkan garam yang mengandung basa konjugasi dari asam lemah yang bersangkutan.  Pada umumnya basa kuat yang digunakan seperti natrium, kalium, barium, kalsium, dan lain-lain. Larutan Penyangga Asam
  • 11.
    Larutan penyangga asammengandung suatu asam lemah dengan basa konjugasinya.  Contoh: CH3COOH dan CH3COO- dengan garam pembentuk basa konjugasi CH3COONa, CH3COOK, dll.  Larutan yang mengandung CH3COOH dan CH3COONa  Larutan yang mengandung H2CO3 dan Na2CO3  Larutan yang mengandung H2S dan Na2S  Larutan yang mengandung H3PO4 dan Na3PO4
  • 12.
     Larutan inimempertahankan pH pada daerah basa (pH > 7).  Untuk mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari basa lemah dan garam, yang garamnya berasal dari asam kuat.  Cara lainnya : Mencampurkan suatu basa lemah dengan suatu asam kuat dimana basa lemahnya dicampurkan berlebih. Larutan Penyangga Basa
  • 13.
    Larutan penyangga basamengandung basa lemah dengan asam konjugasinya.  Contoh: NH4OH dan NH4 + dengan garam pembentuk basa konjugasi NH4Cl dan (NH4)2SO4  Larutan yang mengandung NH4OH dan NH4Cl  Larutan yang mengandung NH4OH dan (NH4)2SO4
  • 14.
    Periksalah apakah campuranlarutan berikut bersifat penyangga atau tidak !! a. 50 mL larutan CH3COOH 0,1 M + 50 mL larutan Ca(CH3COO)2 0,1 M b. 50 mL larutan CH3COOH 0,1 M + 50 mL larutan NaOH 0,2 M c. 50 mL larutan CH3COOH 0,1 M + 50 mL larutan NaOH 0,1 M
  • 15.
    Campuran dari 50mL larutan CH3COOH 0,1 M dengan 50 mL larutan Ca(CH3COO)2 0,1 M bersifat penyangga karena mengandung asam lemah (CH3COOH) dan basa konjugasinya, yaitu ion CH3COO– yang berasal dari Ca(CH3COO)2.
  • 16.
    Campuran dari 50mL larutan CH3COOH 0,1 M dengan 50 mL larutan NaOH 0,2 M tidak bersifat penyangga karena CH3COOH tidak bersisa. CH3COOH + OH– CH3COO – + H2O Awal : 5 mmol 10 mmol – - Reaksi : –5 mmol –5 mmol +5mmol +5mmol Akhir : - 5 mmol 5mmol 5mmol
  • 17.
    Campuran dari 50mL larutan CH3COOH 0,1 M dengan 50 mL larutan NaOH 0,1M bersifat penyangga karena CH3COOH akan bereaksi dengan sebagian ion OH– dari NaOH membentuk ion CH3COO –. CH3COOH + OH– CH3COO – + H2O Awal : 10 mmol 5 mmol – - Reaksi : –5 mmol –5 mmol +5 mmol +5 mmol Akhir : 5 mmol - 5 mmol 5 mmol Jadi, dalam campuran terdapat 5 mmol CH3COOH (suatu asam lemah) dan 5 mmol ion CH3COO– (basa konjugasi dari CH3COOH).
  • 18.
     Larutan penyanggamengandung komponen asam dan basa dengan asam dan basa konjugasinya, sehingga dapat mengikat baik ion H+ maupun ion OH-.  Sehingga penambahan sedikit asam kuat atau basa kuat tidak mengubah pHnya secara signifikan.
  • 19.
    Contoh :  CH3COOHdengan CH3COONa  H2CO3 dengan NaHCO3  NaHCO3 dengan Na2CO3  Cara kerjanya dapat dilihat pada larutan penyangga yang mengandung ; H2CO3 dan HCO3 - yang mengalami kesetimbangan. 1. Larutan Penyangga Asam
  • 20.
    PROSESNYA Pada penambahan asam:  Penambahan asam (H+) akan menggeser kesetimbangan ke kiri.  Dimana ion H+ yang ditambahkan akan bereaksi dengan ion HCO3 - membentuk molekul H2CO3.  HCO3 - (aq) + H+ (aq) → H2CO3 (aq)
  • 21.
    PROSESNYA Pada penambahan basa:  Jika yang ditambahkan adalah suatu basa, maka ion OH- dari basa itu akan bereaksi dengan ion H+ membentuk air.  Hal ini akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan sehingga konsentrasi ion H+ dapat dipertahankan.  Jadi, penambahan basa menyebabkan berkurangnya komponen asam (H2CO3), bukan ion H+.  Basa yang ditambahkan tersebut bereaksi dengan asam H2CO3 membentuk ion HCO3 - dan air.  H2CO3 (aq) + OH- (aq) → HCO3 - (aq) + H2O(l)
  • 22.
    Contoh :  NH4OHdengan NH4Cl  Cara kerjanya dapat dilihat pada larutan penyangga yang mengandung NH3 dan NH4 + yang mengalami kesetimbangan. 2. Larutan Penyangga Basa
  • 23.
    PROSESNYA Pada penambahan asam:  Jika ditambahkan suatu asam, maka ion H+ dari asam akan mengikat ion OH-.  Hal tersebut menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan, sehingga konsentrasi ion OH- dapat dipertahankan.  Disamping itu penambahan ini menyebabkan berkurangnya komponen basa (NH3), bukannya ion OH-.  Asam yang ditambahkan bereaksi dengan basa NH3 membentuk ion NH4 +.  NH3 (aq) + H+(aq) → NH4 + (aq)
  • 24.
    PROSESNYA Pada penambahan basa:  Jika yang ditambahkan adalah suatu basa, maka kesetimbangan bergeser ke kiri, sehingga konsentrasi ion OH- dapat dipertahankan.  Basa yang ditambahkan itu bereaksi dengan komponen asam (NH4 +), membentuk komponen basa (NH3) dan air.  NH4 + (aq) + OH-(aq) → NH3 (aq) + H2O(l)
  • 25.
    1. Mengapa larutanyang mengandung campuran asam kuat dengan garamnya bukan merupakan larutan penyangga? 2. Bagaimana pengaruh penambahan asam maupun basa pada larutan penyangga ? 3. Mengapa pH larutan tidak berubah jika di encerkan ?
  • 26.
     Karena pembuatanlarutan penyangga harus berasal dari asam lemah dengan garamnya (basa konjugatnya) atau basa lemah dengan garamnya (asam konjugatnya) dengan syarat asam lemah maupun basa lemahnya harus bersisa sehingga dapat mengikat baik ion H+ maupun ion OH- yang dapat mempertahankan pH larutannya.  Bila menggunakan asam kuat dengan garamnya yang bersal dari basa kuat juga, maka larutan ini tidak dapat mengikat baik ion H+ maupun ion OH- serta tidak dapat mempertahankan pH- nya. NO. 1
  • 27.
    Tinjau larutan penyanggadengan komponen asam lemah CH3COOH dan basa konjugatnya CH3COO–.  Jika asam kuat ditambahkan ke dalam larutan penyangga, berarti memasukkan ion H+ yang dapat bereaksi dengan basa konjugatnya.  Jika basa kuat ditambahkan ke dalam larutan penyangga, berarti memasukkan ion OH– yang bereaksi dengan asam lemahnya.  Penambahan H+ atau OH– ke dalam larutan penyangga akan menggeser posisi kesetimbangan CH3COOH ↔ CH3COO– ke arah pengurangan gangguan sekecil mungkin (prinsip Le Chatelier). NO. 2
  • 28.
     Pergeseran posisikesetimbangan menyebabkan konsentrasi asam lemah dan basa konjugatnya berubah.  Jika H+ ditambahkan, konsentrasi asam bertambah, sedangkan konsentrasi basa konjugat berkurang. Pada penambahan OH– terjadi sebaliknya.  Perubahan konsentrasi asam lemah dan basa konjugat akibat penambahan H+ atau OH– cukup berarti, tetapi pH larutan penyangga relatif tidak berubah sebab pH larutan ditentukan oleh perbandingan [asam]:[basa konjugat], di samping pKa atau pKb.
  • 29.
     Grafik diatas menunjukkan perubahan pH larutan penyangga yang mengandung CH3COOH dan CH3COONa terhadap penambahan ion H+ dan OH–. pH berkurang sekitar 0,5 satuan jika ditambahkan ion H+ atau ion OH– tidak lebih dari 0,5 mol.
  • 30.
    Untuk memahami halini, dapat ditinjau dari persamaan Henderson- Hasselbalch.  Nilai pH larutan penyangga hanya ditentukan oleh pKa dan perbandingan konsentrasi molar pasangan asam basa konjugat.  Nilai Ka atau pKa dari asam lemah tidak bergantung pada konsentrasi asam, tetapi bergantung pada suhu.  Oleh sebab itu, pengenceran larutan penyangga tidak akan mengubah nilai pKa. NO. 3
  • 31.
     Konsentrasi molarpasangan asam basa konjugat akan berubah jika volume larutan berubah sebab konsentrasi bergantung pada volume total larutan.  Pengenceran larutan akan mengubah semua konsentrasi spesi yang ada dalam larutan, tetapi karena perubahan konsentrasi dirasakan oleh semua spesi maka perbandingan konsentrasi molar pasangan konjugat asam basa tidak berubah.  Akibatnya, pH larutan tidak berubah.