Tugas Kimia


Oleh: Teza Nugroho.A
Larutan Buffer


                 MULAI
Pengertian


              Cara Kerja


Fungsi Serta Manfaat
Larutan penyanggapenyangga tersusun dari asam
            Larutan atau buffer adalah larutan yang
 digunakan untuk basa konjugatnya atau pH tertentu
    lemah dengan mempertahankan nilai oleh basa
 lemah tidak banyak berubah selama Reaksi kimia
    agar dengan asam konjugatnya. Reaksi di antara
berlangsung. Sifat yang khas dari larutansebagai
     kedua komponen penyusun ini disebut penyangga
   ini adalah reaksi asam-basa konjugasi. dengan
              pH-nya hanya berubah sedikit
      pemberian sedikit asam kuat atau basa kuat.
•Buffer Asam    Larutan ini mempertahankan pH pada daerah asam
                (pH < 7). Untuk mendapatkan larutan ini dapat
                dibuat dari asam lemah dan garamnya yang
                                     MENU
                merupakan basa konjugasi dari asamnya. Adapun
                      JENIS-JENIS BUFFER
                cara lainnya yaitu mencampurkan suatu asam lemah
               Larutan ini mempertahankan pH pada daerah
•Buffer Basa   basa (pH > 7). Untuk mendapatkanlemahnya ini
                dengan suatu basa kuat dimana asam larutan
               dapat dibuat dari jumlah berlebih. Campuran akan
                dicampurkan dalam basa lemah dan garam, yang
                menghasilkan garam yang mengandung basa
               garamnya berasal dari asam kuat. Adapun cara
                konjugasi dari asam lemah yang bersangkutan. Pada
               lainnya yaitu dengan mencampurkan suatu basa
                umumnya basa kuat yang digunakan seperti
               lemah dengan suatu asam kuatdan lain-lain.
                natrium, kalium, barium, kalsium, dimana basa
               lemahnya dicampurkan berlebih.
Adapun cara kerjanya dapat dilihat pada
Pada penambahan asam (H+) penambahanyang Jika yang ditambahkan
               larutan penyangga
                      Pada akan        basa mengandung
menggeser kesetimbangan ke kiri. 3COO- yang mengalami basa itu
               CH3COOH dan CHbasa, maka ion OH- dari
                      adalah suatu
                                 MENU
               kesetimbangan. Dengan proses + membentuk air. Hal
                      akan bereaksi dengan ion H sebagai
Dimana ion H+ yang ditambahkan akan
bereaksi dengan ion CH3COO-
               berikut: akan menyebabkan kesetimbangan bergeser
                      ini
membentuk molekul CH3COOH.
                       ke kanan sehingga konsentrasi ion H+ dapat
                       dipertahankan. Jadi, penambahan basa
                       menyebabkan berkurangnya komponen asam
                       (CH3COOH), bukan ion H+. Basa yang
                       ditambahkan tersebut bereaksi dengan asam
                       CH3COOH 3membentuk(aq) → CH3COOH(aq) air.
                               CH COO-(aq) + H+ ion CH COO- dan
                                                      3



CH3COOH(aq) + OH-(aq) → CH3COO-(aq) + H2O(l)
Adapun cara kerjanya dapat dilihat pada larutan
penyangga yang mengandung NH3 dan NH4+ yang
mengalami kesetimbangan. Dengan proses sebagai
berikut:

            Pada penambahan basa Jika ditambahkan
               Pada penambahan asam Jika yang
                 suatu asam, maka ion H+ dari asam akan
            ditambahkan adalah suatu basa, maka
             mengikat ion OH-. Hal tersebut menyebabkan
            kesetimbangan bergeser ke kanan, sehingga
              kesetimbangan bergeser ke kiri,
                               MENU
            sehingga konsentrasidapat dipertahankan.
               konsentrasi ion OH- ion OH- dapat
            dipertahankan. Basa yang ini menyebabkan
              Disamping itu penambahan ditambahkan
            itu bereaksi dengan komponen asam
            berkurangnya komponen basa (NH3), bukannya
            (NH4+), -membentukditambahkan bereaksi
               ion OH . Asam yang komponen basa
            (NH3) danbasa NH3 membentuk ion NH4+.
                 dengan air.
Larutan penyangga mengandung
komponen asam dan basa dengan asam
dan basa konjugasinya, sehingga dapat
mengikat baik ion H+ maupun ion OH-.
    ASAM                BASA
 Sehingga penambahan sedikit asam
 kuat atau basa kuat tidak mengubah
 pH-nya secara signifikan. Berikut ini
    cara kerja larutan penyangga:



                NEXT
pH BASA

     Dapat digunakan tetapan ionisasi
     dalam menentukan konsentrasi ion
Dapat digunakansuatu larutan dengan
     H+ dalam      tetapan ionisasi                   [H+] = Ka x a/g
     rumus berikut:
dalam menentukan konsentrasi ion                            atau
H+ dalam suatu larutan dengan                       pH = p Ka - log a/g
rumus berikut:    pH ASAM                         pH BASA
                                    MENU         [OH-] = Kb x b/g
                                                       atau
                                                pH = p Kb - log b/g

                        Ka = tetapan ionisasi asam lemah
                                a = jumlah mol asam lemah
        Kb = tetapan ionisasi basa = jumlah mol basa
                                g lemah
                b = jumlah mol basa lemah
                        konjugas
                g = jumlah mol asam
        konjugasi
Larutan penyangga sangat penting dalam kehidupan; misalnya
dalam analisis kimia, biokimia, bakteriologi, zat warna,
fotografi, dan industri kulit. Dalam bidang biokimia, kultur
jaringan dan bakteri mengalami proses yang sangat sensitif
terhadap perubahan pH. Darah dalam tubuh manusia
mempunyai kisaran pH 7,35 sampai 7,45, dan apabila pH
darah manusia di atas 7,8 akan menyebabkan organ tubuh
manusia dapat rusak, sehingga harus dijaga kisaran pHnya
dengan larutan penyangga.




LANJUT
CONTOH – CONTOH BUFFER
                     a. Penyangga Karbonat
                     Penyangga karbonat berasal dari campuran
                     asam karbonat (H2CO3) dengan basa konjugasi
                     bikarbonat (HCO3).
                     H 2CO3 (aq) --> HCO 3(aq) + H + (aq)
                     b. Penyangga Hemoglobin
                   DARAH
                     Pada darah, terdapat hemoglobin yang dapat
                     mengikat dapat mempertahankan pH pada ke
                     Air ludah oksigen untuk selanjutnya dibawa
                     seluruh sel tubuh.Air liur mengandung larutan
                     mulut sekitar 6,8. Reaksi kesetimbangan dari
                     larutan penyangga oksidapat menetralisir asam
                     penyangga fosfat yang hemoglobin adalah:
                                            -     +
                     HHb + O2 (g) → HbO2 fermentasi sisa-sisa
                     yang terbentuk dari + H
       AIR LUDAH     makanan. HIDROPONIK
                     c. Penyangga Fosfat
                     Pada cairan intra sel, kehadiran penyangga
                     Suatu metode penanaman dengan media selain
                     fosfat sangat penting dalam mengatur pH darah.
                     tanah, biasanya ikerjakan dalam kamar kaca
                     Penyangga ini berasal dari campuran dihidrogen
                     dengan menggunakan mendium air yang berisi
                     zat hara, PO4- ) dengan monohidrogen fosfat
                     fosfat (H2disebut dengan hidroponik . Setiap
                     (HPO32). memiliki pH tertentu agar dapat
                     tanaman
                     tumbuh dengan baik. Oleh karena itu
                     dibutuhkan larutan penyangga agar pH dapat
                     dijaga.
EXIT
Larutan buffer

Larutan buffer

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    Pengertian Cara Kerja Fungsi Serta Manfaat
  • 4.
    Larutan penyanggapenyangga tersusundari asam Larutan atau buffer adalah larutan yang digunakan untuk basa konjugatnya atau pH tertentu lemah dengan mempertahankan nilai oleh basa lemah tidak banyak berubah selama Reaksi kimia agar dengan asam konjugatnya. Reaksi di antara berlangsung. Sifat yang khas dari larutansebagai kedua komponen penyusun ini disebut penyangga ini adalah reaksi asam-basa konjugasi. dengan pH-nya hanya berubah sedikit pemberian sedikit asam kuat atau basa kuat.
  • 5.
    •Buffer Asam Larutan ini mempertahankan pH pada daerah asam (pH < 7). Untuk mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari asam lemah dan garamnya yang MENU merupakan basa konjugasi dari asamnya. Adapun JENIS-JENIS BUFFER cara lainnya yaitu mencampurkan suatu asam lemah Larutan ini mempertahankan pH pada daerah •Buffer Basa basa (pH > 7). Untuk mendapatkanlemahnya ini dengan suatu basa kuat dimana asam larutan dapat dibuat dari jumlah berlebih. Campuran akan dicampurkan dalam basa lemah dan garam, yang menghasilkan garam yang mengandung basa garamnya berasal dari asam kuat. Adapun cara konjugasi dari asam lemah yang bersangkutan. Pada lainnya yaitu dengan mencampurkan suatu basa umumnya basa kuat yang digunakan seperti lemah dengan suatu asam kuatdan lain-lain. natrium, kalium, barium, kalsium, dimana basa lemahnya dicampurkan berlebih.
  • 6.
    Adapun cara kerjanyadapat dilihat pada Pada penambahan asam (H+) penambahanyang Jika yang ditambahkan larutan penyangga Pada akan basa mengandung menggeser kesetimbangan ke kiri. 3COO- yang mengalami basa itu CH3COOH dan CHbasa, maka ion OH- dari adalah suatu MENU kesetimbangan. Dengan proses + membentuk air. Hal akan bereaksi dengan ion H sebagai Dimana ion H+ yang ditambahkan akan bereaksi dengan ion CH3COO- berikut: akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ini membentuk molekul CH3COOH. ke kanan sehingga konsentrasi ion H+ dapat dipertahankan. Jadi, penambahan basa menyebabkan berkurangnya komponen asam (CH3COOH), bukan ion H+. Basa yang ditambahkan tersebut bereaksi dengan asam CH3COOH 3membentuk(aq) → CH3COOH(aq) air. CH COO-(aq) + H+ ion CH COO- dan 3 CH3COOH(aq) + OH-(aq) → CH3COO-(aq) + H2O(l)
  • 7.
    Adapun cara kerjanyadapat dilihat pada larutan penyangga yang mengandung NH3 dan NH4+ yang mengalami kesetimbangan. Dengan proses sebagai berikut: Pada penambahan basa Jika ditambahkan Pada penambahan asam Jika yang suatu asam, maka ion H+ dari asam akan ditambahkan adalah suatu basa, maka mengikat ion OH-. Hal tersebut menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan, sehingga kesetimbangan bergeser ke kiri, MENU sehingga konsentrasidapat dipertahankan. konsentrasi ion OH- ion OH- dapat dipertahankan. Basa yang ini menyebabkan Disamping itu penambahan ditambahkan itu bereaksi dengan komponen asam berkurangnya komponen basa (NH3), bukannya (NH4+), -membentukditambahkan bereaksi ion OH . Asam yang komponen basa (NH3) danbasa NH3 membentuk ion NH4+. dengan air.
  • 8.
    Larutan penyangga mengandung komponenasam dan basa dengan asam dan basa konjugasinya, sehingga dapat mengikat baik ion H+ maupun ion OH-. ASAM BASA Sehingga penambahan sedikit asam kuat atau basa kuat tidak mengubah pH-nya secara signifikan. Berikut ini cara kerja larutan penyangga: NEXT
  • 9.
    pH BASA Dapat digunakan tetapan ionisasi dalam menentukan konsentrasi ion Dapat digunakansuatu larutan dengan H+ dalam tetapan ionisasi [H+] = Ka x a/g rumus berikut: dalam menentukan konsentrasi ion atau H+ dalam suatu larutan dengan pH = p Ka - log a/g rumus berikut: pH ASAM pH BASA MENU [OH-] = Kb x b/g atau pH = p Kb - log b/g Ka = tetapan ionisasi asam lemah a = jumlah mol asam lemah Kb = tetapan ionisasi basa = jumlah mol basa g lemah b = jumlah mol basa lemah konjugas g = jumlah mol asam konjugasi
  • 10.
    Larutan penyangga sangatpenting dalam kehidupan; misalnya dalam analisis kimia, biokimia, bakteriologi, zat warna, fotografi, dan industri kulit. Dalam bidang biokimia, kultur jaringan dan bakteri mengalami proses yang sangat sensitif terhadap perubahan pH. Darah dalam tubuh manusia mempunyai kisaran pH 7,35 sampai 7,45, dan apabila pH darah manusia di atas 7,8 akan menyebabkan organ tubuh manusia dapat rusak, sehingga harus dijaga kisaran pHnya dengan larutan penyangga. LANJUT
  • 11.
    CONTOH – CONTOHBUFFER a. Penyangga Karbonat Penyangga karbonat berasal dari campuran asam karbonat (H2CO3) dengan basa konjugasi bikarbonat (HCO3). H 2CO3 (aq) --> HCO 3(aq) + H + (aq) b. Penyangga Hemoglobin DARAH Pada darah, terdapat hemoglobin yang dapat mengikat dapat mempertahankan pH pada ke Air ludah oksigen untuk selanjutnya dibawa seluruh sel tubuh.Air liur mengandung larutan mulut sekitar 6,8. Reaksi kesetimbangan dari larutan penyangga oksidapat menetralisir asam penyangga fosfat yang hemoglobin adalah: - + HHb + O2 (g) → HbO2 fermentasi sisa-sisa yang terbentuk dari + H AIR LUDAH makanan. HIDROPONIK c. Penyangga Fosfat Pada cairan intra sel, kehadiran penyangga Suatu metode penanaman dengan media selain fosfat sangat penting dalam mengatur pH darah. tanah, biasanya ikerjakan dalam kamar kaca Penyangga ini berasal dari campuran dihidrogen dengan menggunakan mendium air yang berisi zat hara, PO4- ) dengan monohidrogen fosfat fosfat (H2disebut dengan hidroponik . Setiap (HPO32). memiliki pH tertentu agar dapat tanaman tumbuh dengan baik. Oleh karena itu dibutuhkan larutan penyangga agar pH dapat dijaga. EXIT