• Reduksi adalah reaksi penurunan BILOKS
(pengikatan electron).
• Oksidasi adalah reaksi peningkatan
BILOKS (pelepasan electron).
Contoh dalam kehidupan sehari-hari :
• Pengkaratan besi
• Berubahnya daging apel menjadi warna coklat
• Respirasi manusia dan hewan
• Untuk unsur Gol I A biloksnya = +1 (H, Li, Na, K, Rb, Cs, Fr)
(HaLiNa Kawin Robi Cs Frustasi)
• Untuk Gol II A biloksnya = +2 (Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra)
(Bemo Mogok Cari Serep Ban Radial)
• Biloks Alumunium (Al) = +3
• Biloks Gol V A biloksnya = -3 (N dan P)
• Biloks Gol VI A biloksnya = -2 (O dan S)
• Biloks Gol VII A biloksnya = -1 (F, Cl, Br, I, At)
• Untuk unsur bebas (unsur tidak berikatan)/molekul diatomik biloksnya = o
ex : Na, S, O2 , Cl2, dan yang lainnya.
• Untuk unsur yang bermuatan biloksnya = muatan tersebut
ex: Cu2+ biloksnya = +2, O2- biloksnya = -2, SO4
2- biloksnya = -2, dan lainnya.
• Untuk senyawa logam hidrida (logam yang berikatan dengan hydrogen) biloks H = -1
ex: (NaH, CaH2, AlH3, dan lainnya)
Skala Prioritas Penentuan Biloks
1. Logam Golongan (I, II, dan III A)
2. Atom Hidrogen (H)
3. Atom Oksigen (O)
4. Mengikuti syarat-syarat disamping
Na2O
+1
+2 -2
-2
KMnO4
+1
+1
-2
-8
+6
+7
SO4
2-
-2
-8
+7
+6
Latihan Soal
Tentukkan biloks masing-masing unsur dibawah ini !
a) Al2O3
b) NaNO3
c) MnO4
-
d) CO3
2-
e) K2SO4
“Terlebih dahulu tentukkan
biloks ion poliatomiknya”
Fe2(SO4)3
-2
-6
+6
+3
Latihan Soal
a) Cu2CO3
b)Cr(NO3)2
c) Mn2(SO4)3
d)Ni(CH3COO)2
Cl2 + SO2 + OH- SO4
2- + 2Cl- + H2O
0 -2
-4
• Reduktor adalah spesi yang menyebabkan zat lain mengalami reduksi
• Oksidator adalah spesi yang menyebabkan zat lain mengalami oksidasi
+4
+4
-2 +1 -2
-8
+6
+6 -1 +1
+2
-2
-2
Reduksi / Oksidator
Oksidasi / Reduktor
Reduktor : SO2
Oksidator : Cl2
Hasil Reduksi : Cl-
Hasil Oksidasi : SO4
2-
1.CuS + NO3
- Cu2+ + SO4
- + NO
2.Cu + 2HCl CuCl2 + H2
3.Zn + H2SO4 ZnSO4 + H2
4.SnCl2 + I2 + HCl SnCl4 + HI
5.NaOH + Cl2 NaCl + NaClO3 + H2O
Metode Penyetaraan Biloks
(PBO)
Metode Reaksi Setengan
Elektron
Suasana
Asam
Suasana
Basa
Suasana
Asam
Suasana
Basa
Suasana
Netral
Suasana Asam
• Tentukkan Bilangan Oksidasi
masing-masing unsur
• Setarakan unsur yang mengalami
perubahan biloks
• Tentukkan Jumlah penurunan Biloks
• Samakan jumlah perubahan biloks
tersebut memberi koefisien yang
sesuai
• Setarakan muatan dengan
penambahan ion H+
• Setarakan atom H dengan penambahan
H2O
• Setarakan atom lainnya
MnO4
- + H2C2O4 Mn2+ + CO2
-2
-8
+7
+7 +1
+2
-2
-8
+6
+3 +2 -2
-4
+4
+4
+7 +2
5
2
+6 +8
2
X 2
X 5
2 2
5
2MnO4
- + 5H2C2O4 2Mn2+ + 10CO2
+ 6H+ + 8H2O
Suasana Basa
• Tentukkan Bilangan Oksidasi masing-
masing unsur
• Setarakan unsur yang mengalami
perubahan biloks
• Tentukkan Jumlah penurunan Biloks
• Samakan jumlah perubahan biloks
tersebut memberi koefisien yang
sesuai
• Setarakan muatan dengan
penambahan ion OH-
• Setarakan atom H dengan penambahan
H2O
• Setarakan atom lainnya
Cl2 + IO3
- Cl- + IO4
-
0 -2
-6
+5
+5 -1 -2
-8
+7
+7
2
0 -2
+5 +7
2
2
X 1
X 1
+ 2OH-
Cl2 + IO3
- 2Cl- + IO4
-
+ H2O
Suasana Netral
• Tentukkan Bilangan
Oksidasi masing-masing
unsur
• Setarakan unsur yang
mengalami perubahan
biloks
• Tentukkan Jumlah
penurunan Biloks
• Samakan jumlah
perubahan biloks tersebut
memberi koefisien yang
sesuai
• Setarakan atom lainnya
KMnO4 + FeSO4 + H2SO4 K2SO4 + Fe2(SO4)3 + MnSO4 + H2O
+1
+1
-2
-8
+7
+7 -2
+2
+2
+1 -2
-8
+6
+6 +1
+2
-2
-8
+6
+6 -2
-6
+6
+3 +2 -2
+7 +2
5
2
+4 +6
2
X 2
X 5
2KMnO4 + 10FeSO4 + H2SO4 K2SO4 + 5Fe2(SO4)3 + 2MnSO4 + H2O
8 8
• MnO + PbO2 MnO4
- + Pb2+ (Suasana Asam)
• Cr2O7
2- + C2O4
2- Cr3+ + CO2 (Suasana Asam)
• MnO4
- + C2O4
2- MnO2 + CO2 (Suasana Basa)
• CrO4
2- + Fe2+ Cr2O3 + Fe3+ (Suasana Basa)
• KI + H2SO4 K2SO4 + H2S + I2 + H2O
• CuS + HNO3 Cu(NO3)2 + S + NO + H2O
Sel Volta
Sel
Elektrolisis
Pengubahan energi kimia menjadi energi listrik
Contoh; Batteray, aki dan lain-lain
Pengubahan energi listrik menjadi energi kimia
Contoh; Penyepuhan logam (cincin emas)
• Sel volta adalah sel elektrokimia yang dapat menyebabkan terjadinya energi listrik dari
suatu reaksi redoks yang spontan
• Reaksi redoks spontan yang dapat mengakibatkan terjadinya energi listrik ini
Elekroda
Katoda
Spesi yang dapat
menghantarkan listrik
• Elektroda yang bermuatan positif
• Terjadi reaksi reduksi
• Nilai E0 lebih positif
Anoda
• Elektroda yang bermuatan negati
• Terjadi reaksi oksidasi
• Nilai E0 lebih negatif
Pemisahan reaksi redoks menjadi
2 bagian, yaitu setengah reaksi
oksidasi di anode dan setengah
reaksi reduksi di katode
Anoda dan katode diletakkan
dalam suatu elektrolit
dihubungkan oleh rangkaian luar
berupa kawat, maka elektron akan
mengalir dari anode ke katode
Aliran ini adalah arus listrik
Arus listrik ini disebebakan
adanya beda potensial antara
anode dan katode yang dapat
diketahui dari pengukuran
menggunakan voltmeter
• Semakin positif nilai E0 maka akan semakin mudah
mengalami reduksi (berada di katode)
• Semakin negatif nilai E0 maka akan semakin mudah
mengalami oksidasi (berada di anode)
Menentukkan potensial Sel (E0sel)
𝑬𝟎𝒔𝒆𝒍 = 𝑬𝟎𝑲𝒂𝒕𝒐𝒅𝒂 − 𝑬𝟎𝑨𝒏𝒐𝒅𝒂
Ketentuan
• Jika nilai E0sel positif (+), maka reaksi akan berjalan
secara spontan
• Jika nilai E0sel negatif (-), maka reaksi berjalan tidak
spontan
Diketahui dua elektrode sebagai berikut :
Ag+
(aq) + e- Ag(s) E0= +0,80 V
Mg2+
(aq) + 2e- Mg(s) E0= -2,37 V
a. Tentukkan katoda dan anoda
b. Tentukkan E0sel yang disusun dari 2 elektrode
c. Tuliskan reaksi selnya
Jawaban
c. Katode = Ag+
(aq) + e- Ag(s)
a. Katoda = Ag dan Anoda = Mg
b. E0sel = E0Katoda – E0Anoda
E0sel = E0Ag – E0Mg
E0sel = +0,8 V – (-2,37 V)
E0sel = +3,17 V Reaksi Sel = 2Ag+
(aq) + Mg(s) 2Ag(s) + Mg2+
(aq)
Anode = Mg(s) Mg2+
(aq) + 2e-
X 2
X 1
Katode = 2 Ag+
(aq) + 2 e- 2 Ag(s)
Anode = Mg(s) Mg2+
(aq) + 2e-
L(s) I Ln+
(aq) II Ln+
(aq) I
L(s)
Oksidasi II
Reduksi
Contoh soal, tentukkan notasi sel pada reaksi dibawah !
Reaksi Sel = 2Ag+
(aq) + Mg(s) 2Ag(s) + Mg2+
(aq)
Mg(s) I Mg2+
(aq) II 2Ag+
(aq) I
2Ag(s)
Sel elektrokimia adalah suatu sel yang disusun untuk mengubah energi kimia
menjadi energi listrik atau sebaliknya
1. Kation yang sukar tereduksi pada katoda sel
elektrolisis, yaitu logam Gol. I A (Li, Na, K, Rb, Cs,
Fr) logam Gol. II A (Be, Mg Ca, Sr, Ba, Ra), Al
dan Mn
2. Elektroda inert adalah alektroda yang sukar
bereaksi, yaitu elektroda Pt, Au dan C.
Reduksi Katoda
1. Jika kation sukar tereduksi, maka H2O tereduksi menjadi H2
2H2O(l) + 2e 2OH-
(aq) + H2(g)
2. Jika kation tidak sukar tereduksi, maka kation logam tersebut
yang tereduksi
Mx+
(aq) + x e M(s)
3. Ion H+ dari asam tereduksi menjadi H2
2H+
(aq) + 2e H2(g)
4. Jika elektrolit berupa lelehan/leburan/cairan, maka kation
papun tetap tereduksi menjadi logamnya
Mx+
(aq) + x e M(s)
Oksidasi Anoda
Jika elektroda inert (Pt, Au, C)
1. Ion OH- dari basa teroksidasi menjadi O2
4OH-
(aq) O2(g) + 2H2O + 4e
2. Ion halida (F, Cl, Br, I) teroksidasi menjadi gas
halogen
2X-
(aq) X2(g) + 2e
3. Jika ion sisa asam yang mengandung O tau
F (NO3
-, SO4
2-, CO3
2-), maka air teroksidasi
menjadi O2
2H2O(aq) O2(g) + 4H+
(aq) + 4e
Contoh soal
Tuliskan reaksi elektrolisis MgCl2 dengan elektroda Pt
MgCl2 Mg2+ + 2Cl-
Katoda : 2H2O(l) + 2e 2OH-
(aq) + H2(g)
Anoda : 2Cl-
(aq) Cl2(g) + 2e
Reaksi total : 2Cl-
(aq) +2H2O(l) Cl2(g) + 2OH-
(aq)+ H2(g
Tuliskan reaksi elektrolisis Ag2SO4 dengan elektroda Cu !
Ag2SO4 2Ag+ + SO4
2-
Katoda : Ag+
(aq) + e Ag(s)
Anoda : Cu(s) Cu2+
(aq) +
2e
X2
X1
Katoda : 2Ag+
(aq) + 2e 2Ag(s)
Anoda : Cu(s) Cu2+
(aq) +
2e
Reaksi Total : 2Ag+
(aq) + Cu(s) 2Ag(s) + Cu2+
(aq)
Oksidasi Anoda
Jika elektroda non inert (elektroda yang
bereaksi), maka elektroda tersebut yang akan
teroksidasi
M(s) Mx+
(aq) + xe-
Tuliskan reaksi elektrolisis dibawah ini :
1. Elektrolisis larutan NaCl dengan elektroda grafit (C)
2. Elektrolisis larutan CuCO3 dengan elektroda Pt
3. Elektrolisis larutan Ca(NO3)2 dengan elektroda Cu
4. Elektrolisis lelehan MgF2 dengan elektroda Pt
Hukum Faraday I
“Massa zat yang dibebaskan pada elektrolisis (m)
berbanding lurus dengan jumlah muatan listrik yang
digunakan”
𝑚 =
𝑀𝐸. 𝐼. 𝑡
96.500 𝐶
ME =
𝐴𝑟
𝑏𝑖𝑙𝑜𝑘𝑠
𝑚𝑜𝑙 𝑒𝑙𝑒𝑘𝑡𝑟𝑜𝑛 = 𝐹
𝑚𝑜𝑙 𝑒𝑙𝑒𝑘𝑡𝑟𝑜𝑛 =
𝐼. 𝑡
96.500 𝐶
𝑚 = 𝑀𝐸. 𝑚𝑜𝑙 𝑒𝑙𝑒𝑘𝑡𝑟𝑜𝑛
𝑚 = 𝑀𝐸. 𝐹
𝐶 = 𝐼. 𝑡
𝑚 =
𝑀𝐸. 𝐶
96.500 𝐶
Keterangan :
ME = Massa ekuivalen
I = Kuat arus (A)
t = Waktu (detik)
Ar = Massa relatif unsur (gr/mol)
C = Coloumb (C)
Latihan soal
Hitung massa tembaga yang dapat dibebaskan oleh arus
listrik 10 A yang dialirkan selama 965 s ke dalam larutan
CuSO4. (Ar Cu = 63,5 gr/mol)
Jawaban
Dik : I = 10 A t = 965 s Ar Cu = 63,5 gr/mol
Dit : massa Cu (m) .. ?
ME =
𝐴𝑟
𝑏𝑖𝑙𝑜𝑘𝑠
ME =
63,5
2
= 31,75
𝑚𝐶𝑢 =
𝑀𝐸. 𝐼. 𝑡
96.500 𝐶
𝑚𝐶𝑢 =
31,75.10 𝐴. 965 𝑠
96.500 𝐶
𝑚𝐶𝑢 = 3,175 𝑔𝑟𝑎𝑚
Hukum Faraday II
“Massa zat yang dibebaskan pada elektrolisis
berbanding lurus dengan massa ekuivalen (ME)
zat tersebut”
𝑚1
𝑚2
=
𝑀𝐸1
𝑀𝐸2
Keterangan :
ME1 = Massa ekuivalen zat 1
ME2 = Massa ekuivalen zat
m1 = Massa zat 1
m1 = Massa zat 1
Latihan soal
Sejumlah arus dapat mengendapkan 0,54 gram Alumunium
dari lelehan almunium oksida (Al2O3). Jika arus listrik yang
sama dialirkan ke dalam larutan tembaga II sulfat (CuSO4),
berapa gram tembaga yan dapat diendapkan ? (Ar Al = 27
& Ar Cu = 63,5)
Jawaban
Dik : massa Al (m1) = 0,54 gram Ar Al = 27 gram/mol
Ar Cu = 63,5 gr/mol
Dit : massa Cu (m2) .. ?
𝑚1
𝑚2
=
𝑀𝐸1
𝑀𝐸2
0,54 𝑔𝑟
𝑚2
=
27/3
63,5/2
0,54 𝑔𝑟
𝑚2
=
9
31,75
0,54 𝑔𝑟. 31,75 = 9. 𝑚2
m2 =
17,145
9
m2 = 1,905 𝑔𝑟𝑎𝑚

REDOKS DAN ELEKTROKIMIA.pptx

  • 2.
    • Reduksi adalahreaksi penurunan BILOKS (pengikatan electron). • Oksidasi adalah reaksi peningkatan BILOKS (pelepasan electron). Contoh dalam kehidupan sehari-hari : • Pengkaratan besi • Berubahnya daging apel menjadi warna coklat • Respirasi manusia dan hewan
  • 3.
    • Untuk unsurGol I A biloksnya = +1 (H, Li, Na, K, Rb, Cs, Fr) (HaLiNa Kawin Robi Cs Frustasi) • Untuk Gol II A biloksnya = +2 (Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra) (Bemo Mogok Cari Serep Ban Radial) • Biloks Alumunium (Al) = +3 • Biloks Gol V A biloksnya = -3 (N dan P) • Biloks Gol VI A biloksnya = -2 (O dan S) • Biloks Gol VII A biloksnya = -1 (F, Cl, Br, I, At) • Untuk unsur bebas (unsur tidak berikatan)/molekul diatomik biloksnya = o ex : Na, S, O2 , Cl2, dan yang lainnya. • Untuk unsur yang bermuatan biloksnya = muatan tersebut ex: Cu2+ biloksnya = +2, O2- biloksnya = -2, SO4 2- biloksnya = -2, dan lainnya. • Untuk senyawa logam hidrida (logam yang berikatan dengan hydrogen) biloks H = -1 ex: (NaH, CaH2, AlH3, dan lainnya) Skala Prioritas Penentuan Biloks 1. Logam Golongan (I, II, dan III A) 2. Atom Hidrogen (H) 3. Atom Oksigen (O) 4. Mengikuti syarat-syarat disamping
  • 4.
    Na2O +1 +2 -2 -2 KMnO4 +1 +1 -2 -8 +6 +7 SO4 2- -2 -8 +7 +6 Latihan Soal Tentukkanbiloks masing-masing unsur dibawah ini ! a) Al2O3 b) NaNO3 c) MnO4 - d) CO3 2- e) K2SO4
  • 5.
    “Terlebih dahulu tentukkan biloksion poliatomiknya” Fe2(SO4)3 -2 -6 +6 +3 Latihan Soal a) Cu2CO3 b)Cr(NO3)2 c) Mn2(SO4)3 d)Ni(CH3COO)2
  • 6.
    Cl2 + SO2+ OH- SO4 2- + 2Cl- + H2O 0 -2 -4 • Reduktor adalah spesi yang menyebabkan zat lain mengalami reduksi • Oksidator adalah spesi yang menyebabkan zat lain mengalami oksidasi +4 +4 -2 +1 -2 -8 +6 +6 -1 +1 +2 -2 -2 Reduksi / Oksidator Oksidasi / Reduktor Reduktor : SO2 Oksidator : Cl2 Hasil Reduksi : Cl- Hasil Oksidasi : SO4 2-
  • 7.
    1.CuS + NO3 -Cu2+ + SO4 - + NO 2.Cu + 2HCl CuCl2 + H2 3.Zn + H2SO4 ZnSO4 + H2 4.SnCl2 + I2 + HCl SnCl4 + HI 5.NaOH + Cl2 NaCl + NaClO3 + H2O
  • 8.
    Metode Penyetaraan Biloks (PBO) MetodeReaksi Setengan Elektron Suasana Asam Suasana Basa Suasana Asam Suasana Basa Suasana Netral
  • 9.
    Suasana Asam • TentukkanBilangan Oksidasi masing-masing unsur • Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks • Tentukkan Jumlah penurunan Biloks • Samakan jumlah perubahan biloks tersebut memberi koefisien yang sesuai • Setarakan muatan dengan penambahan ion H+ • Setarakan atom H dengan penambahan H2O • Setarakan atom lainnya MnO4 - + H2C2O4 Mn2+ + CO2 -2 -8 +7 +7 +1 +2 -2 -8 +6 +3 +2 -2 -4 +4 +4 +7 +2 5 2 +6 +8 2 X 2 X 5 2 2 5 2MnO4 - + 5H2C2O4 2Mn2+ + 10CO2 + 6H+ + 8H2O
  • 10.
    Suasana Basa • TentukkanBilangan Oksidasi masing- masing unsur • Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks • Tentukkan Jumlah penurunan Biloks • Samakan jumlah perubahan biloks tersebut memberi koefisien yang sesuai • Setarakan muatan dengan penambahan ion OH- • Setarakan atom H dengan penambahan H2O • Setarakan atom lainnya Cl2 + IO3 - Cl- + IO4 - 0 -2 -6 +5 +5 -1 -2 -8 +7 +7 2 0 -2 +5 +7 2 2 X 1 X 1 + 2OH- Cl2 + IO3 - 2Cl- + IO4 - + H2O
  • 11.
    Suasana Netral • TentukkanBilangan Oksidasi masing-masing unsur • Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks • Tentukkan Jumlah penurunan Biloks • Samakan jumlah perubahan biloks tersebut memberi koefisien yang sesuai • Setarakan atom lainnya KMnO4 + FeSO4 + H2SO4 K2SO4 + Fe2(SO4)3 + MnSO4 + H2O +1 +1 -2 -8 +7 +7 -2 +2 +2 +1 -2 -8 +6 +6 +1 +2 -2 -8 +6 +6 -2 -6 +6 +3 +2 -2 +7 +2 5 2 +4 +6 2 X 2 X 5 2KMnO4 + 10FeSO4 + H2SO4 K2SO4 + 5Fe2(SO4)3 + 2MnSO4 + H2O 8 8
  • 12.
    • MnO +PbO2 MnO4 - + Pb2+ (Suasana Asam) • Cr2O7 2- + C2O4 2- Cr3+ + CO2 (Suasana Asam) • MnO4 - + C2O4 2- MnO2 + CO2 (Suasana Basa) • CrO4 2- + Fe2+ Cr2O3 + Fe3+ (Suasana Basa) • KI + H2SO4 K2SO4 + H2S + I2 + H2O • CuS + HNO3 Cu(NO3)2 + S + NO + H2O
  • 13.
    Sel Volta Sel Elektrolisis Pengubahan energikimia menjadi energi listrik Contoh; Batteray, aki dan lain-lain Pengubahan energi listrik menjadi energi kimia Contoh; Penyepuhan logam (cincin emas)
  • 14.
    • Sel voltaadalah sel elektrokimia yang dapat menyebabkan terjadinya energi listrik dari suatu reaksi redoks yang spontan • Reaksi redoks spontan yang dapat mengakibatkan terjadinya energi listrik ini Elekroda Katoda Spesi yang dapat menghantarkan listrik • Elektroda yang bermuatan positif • Terjadi reaksi reduksi • Nilai E0 lebih positif Anoda • Elektroda yang bermuatan negati • Terjadi reaksi oksidasi • Nilai E0 lebih negatif
  • 15.
    Pemisahan reaksi redoksmenjadi 2 bagian, yaitu setengah reaksi oksidasi di anode dan setengah reaksi reduksi di katode Anoda dan katode diletakkan dalam suatu elektrolit dihubungkan oleh rangkaian luar berupa kawat, maka elektron akan mengalir dari anode ke katode Aliran ini adalah arus listrik Arus listrik ini disebebakan adanya beda potensial antara anode dan katode yang dapat diketahui dari pengukuran menggunakan voltmeter
  • 16.
    • Semakin positifnilai E0 maka akan semakin mudah mengalami reduksi (berada di katode) • Semakin negatif nilai E0 maka akan semakin mudah mengalami oksidasi (berada di anode) Menentukkan potensial Sel (E0sel) 𝑬𝟎𝒔𝒆𝒍 = 𝑬𝟎𝑲𝒂𝒕𝒐𝒅𝒂 − 𝑬𝟎𝑨𝒏𝒐𝒅𝒂 Ketentuan • Jika nilai E0sel positif (+), maka reaksi akan berjalan secara spontan • Jika nilai E0sel negatif (-), maka reaksi berjalan tidak spontan
  • 17.
    Diketahui dua elektrodesebagai berikut : Ag+ (aq) + e- Ag(s) E0= +0,80 V Mg2+ (aq) + 2e- Mg(s) E0= -2,37 V a. Tentukkan katoda dan anoda b. Tentukkan E0sel yang disusun dari 2 elektrode c. Tuliskan reaksi selnya Jawaban c. Katode = Ag+ (aq) + e- Ag(s) a. Katoda = Ag dan Anoda = Mg b. E0sel = E0Katoda – E0Anoda E0sel = E0Ag – E0Mg E0sel = +0,8 V – (-2,37 V) E0sel = +3,17 V Reaksi Sel = 2Ag+ (aq) + Mg(s) 2Ag(s) + Mg2+ (aq) Anode = Mg(s) Mg2+ (aq) + 2e- X 2 X 1 Katode = 2 Ag+ (aq) + 2 e- 2 Ag(s) Anode = Mg(s) Mg2+ (aq) + 2e-
  • 18.
    L(s) I Ln+ (aq)II Ln+ (aq) I L(s) Oksidasi II Reduksi Contoh soal, tentukkan notasi sel pada reaksi dibawah ! Reaksi Sel = 2Ag+ (aq) + Mg(s) 2Ag(s) + Mg2+ (aq) Mg(s) I Mg2+ (aq) II 2Ag+ (aq) I 2Ag(s)
  • 19.
    Sel elektrokimia adalahsuatu sel yang disusun untuk mengubah energi kimia menjadi energi listrik atau sebaliknya
  • 20.
    1. Kation yangsukar tereduksi pada katoda sel elektrolisis, yaitu logam Gol. I A (Li, Na, K, Rb, Cs, Fr) logam Gol. II A (Be, Mg Ca, Sr, Ba, Ra), Al dan Mn 2. Elektroda inert adalah alektroda yang sukar bereaksi, yaitu elektroda Pt, Au dan C. Reduksi Katoda 1. Jika kation sukar tereduksi, maka H2O tereduksi menjadi H2 2H2O(l) + 2e 2OH- (aq) + H2(g) 2. Jika kation tidak sukar tereduksi, maka kation logam tersebut yang tereduksi Mx+ (aq) + x e M(s) 3. Ion H+ dari asam tereduksi menjadi H2 2H+ (aq) + 2e H2(g) 4. Jika elektrolit berupa lelehan/leburan/cairan, maka kation papun tetap tereduksi menjadi logamnya Mx+ (aq) + x e M(s) Oksidasi Anoda Jika elektroda inert (Pt, Au, C) 1. Ion OH- dari basa teroksidasi menjadi O2 4OH- (aq) O2(g) + 2H2O + 4e 2. Ion halida (F, Cl, Br, I) teroksidasi menjadi gas halogen 2X- (aq) X2(g) + 2e 3. Jika ion sisa asam yang mengandung O tau F (NO3 -, SO4 2-, CO3 2-), maka air teroksidasi menjadi O2 2H2O(aq) O2(g) + 4H+ (aq) + 4e Contoh soal Tuliskan reaksi elektrolisis MgCl2 dengan elektroda Pt MgCl2 Mg2+ + 2Cl- Katoda : 2H2O(l) + 2e 2OH- (aq) + H2(g) Anoda : 2Cl- (aq) Cl2(g) + 2e Reaksi total : 2Cl- (aq) +2H2O(l) Cl2(g) + 2OH- (aq)+ H2(g
  • 21.
    Tuliskan reaksi elektrolisisAg2SO4 dengan elektroda Cu ! Ag2SO4 2Ag+ + SO4 2- Katoda : Ag+ (aq) + e Ag(s) Anoda : Cu(s) Cu2+ (aq) + 2e X2 X1 Katoda : 2Ag+ (aq) + 2e 2Ag(s) Anoda : Cu(s) Cu2+ (aq) + 2e Reaksi Total : 2Ag+ (aq) + Cu(s) 2Ag(s) + Cu2+ (aq) Oksidasi Anoda Jika elektroda non inert (elektroda yang bereaksi), maka elektroda tersebut yang akan teroksidasi M(s) Mx+ (aq) + xe-
  • 22.
    Tuliskan reaksi elektrolisisdibawah ini : 1. Elektrolisis larutan NaCl dengan elektroda grafit (C) 2. Elektrolisis larutan CuCO3 dengan elektroda Pt 3. Elektrolisis larutan Ca(NO3)2 dengan elektroda Cu 4. Elektrolisis lelehan MgF2 dengan elektroda Pt
  • 23.
    Hukum Faraday I “Massazat yang dibebaskan pada elektrolisis (m) berbanding lurus dengan jumlah muatan listrik yang digunakan” 𝑚 = 𝑀𝐸. 𝐼. 𝑡 96.500 𝐶 ME = 𝐴𝑟 𝑏𝑖𝑙𝑜𝑘𝑠 𝑚𝑜𝑙 𝑒𝑙𝑒𝑘𝑡𝑟𝑜𝑛 = 𝐹 𝑚𝑜𝑙 𝑒𝑙𝑒𝑘𝑡𝑟𝑜𝑛 = 𝐼. 𝑡 96.500 𝐶 𝑚 = 𝑀𝐸. 𝑚𝑜𝑙 𝑒𝑙𝑒𝑘𝑡𝑟𝑜𝑛 𝑚 = 𝑀𝐸. 𝐹 𝐶 = 𝐼. 𝑡 𝑚 = 𝑀𝐸. 𝐶 96.500 𝐶 Keterangan : ME = Massa ekuivalen I = Kuat arus (A) t = Waktu (detik) Ar = Massa relatif unsur (gr/mol) C = Coloumb (C) Latihan soal Hitung massa tembaga yang dapat dibebaskan oleh arus listrik 10 A yang dialirkan selama 965 s ke dalam larutan CuSO4. (Ar Cu = 63,5 gr/mol) Jawaban Dik : I = 10 A t = 965 s Ar Cu = 63,5 gr/mol Dit : massa Cu (m) .. ? ME = 𝐴𝑟 𝑏𝑖𝑙𝑜𝑘𝑠 ME = 63,5 2 = 31,75 𝑚𝐶𝑢 = 𝑀𝐸. 𝐼. 𝑡 96.500 𝐶 𝑚𝐶𝑢 = 31,75.10 𝐴. 965 𝑠 96.500 𝐶 𝑚𝐶𝑢 = 3,175 𝑔𝑟𝑎𝑚
  • 24.
    Hukum Faraday II “Massazat yang dibebaskan pada elektrolisis berbanding lurus dengan massa ekuivalen (ME) zat tersebut” 𝑚1 𝑚2 = 𝑀𝐸1 𝑀𝐸2 Keterangan : ME1 = Massa ekuivalen zat 1 ME2 = Massa ekuivalen zat m1 = Massa zat 1 m1 = Massa zat 1 Latihan soal Sejumlah arus dapat mengendapkan 0,54 gram Alumunium dari lelehan almunium oksida (Al2O3). Jika arus listrik yang sama dialirkan ke dalam larutan tembaga II sulfat (CuSO4), berapa gram tembaga yan dapat diendapkan ? (Ar Al = 27 & Ar Cu = 63,5) Jawaban Dik : massa Al (m1) = 0,54 gram Ar Al = 27 gram/mol Ar Cu = 63,5 gr/mol Dit : massa Cu (m2) .. ? 𝑚1 𝑚2 = 𝑀𝐸1 𝑀𝐸2 0,54 𝑔𝑟 𝑚2 = 27/3 63,5/2 0,54 𝑔𝑟 𝑚2 = 9 31,75 0,54 𝑔𝑟. 31,75 = 9. 𝑚2 m2 = 17,145 9 m2 = 1,905 𝑔𝑟𝑎𝑚