LABIOSKISIS
• labioskizis yaitu suatu fisura atau lubang yang dapat terjadi secara tunggal
atau secara kombinasi, disebabkan oleh kegagalan jaringan lunak atau
jaringan tulang palatum dan rahang atas menyatu selama minggu kelima
sampai minggu ke-12 gestasi
Etiologi
a. Faktor Genetik atau keturunan
b. Faktor Gizi
c. Faktor Lingkungan
d.Faktor ibu
Faktor Genetik atau keturunan
Terjadi karena adanya mutasi gen ataupun kelainan kromosom. Pada penderita
bibir sumbing terjadi Trisomi 13 atau Sindroma Patau dimana ada 3 untai
kromosom 13 pada setiap sel penderita, sehingga jumlah total kromosom pada
tiap selnya adalah 47
Faktor Gizi
Defisiensi Zn dan B6, Vitamin C, Asam folat pada waktu hamil
• zinc berfungsi oleh enzim untuk memproduksi kolagen dan alkali
fosfatase(ALP),yaitu zat yang penting untuk pembentukan tulang
• B6 berfungsi dalam koordinasi proses metabolisme tubuh,meningkatkan
gizi,mengurangi edema,menguatkan sistem kekebalan tubuh
• Vitamin C berfungsi sebagai senyawa pembentuk kolagen yang merupakan perotein
penting penyusun jaringan kulit,tulang,sendi dan menurunkan kadar kolesterol
• Asam folat berfungsi memperkuat sel telur,mencegah bayi lahir cacat,meningkatkan
volume sperma.
Faktor Lingkungan
• Obat-obatan
Penggunaan asetosal atau aspirin sebagai obat analgetik pada masa
kehamilan trimeseter pertama dapat menyebabkan terjadinya celah bibir.
Beberapa obat antihistamin(jenis obat yang dapat dipakai untuk
mengatasi berbagai macam jenis alergi. Misalnya, alergi pada makanan)
yang digunakan sebagai antiemetik(obat yang dapat mengatasi muntah
dan mual) selama kehamilan dapat menyebabkan terjadinya celah langit-
langit.
• Paparan radiasi zat kimia berbahaya
Zat kimia bisa memancar ke dalam lapisan kulit dan membawa dampak negatif
bagi kesehatan ibu hamil yang dapat menghambat pertumbuhan janin pada fase
awal kehamilan, sehingga dapat menyebabkan tidak sempurnanya jaringan atau
organ tubuh janin yang terbentuk.
Faktor ibu
Usia ibu
usia ibu.>35 tahun maka sel-sel telurnya juga berusia>35 tahun.Resiko
mengandung anak dengan cacat bawaan bertambah besar
Stress Emosional
Korteks adrenal menghasilkan hidrokortison yang berlebih. Pada binatang
percobaan telah terbukti bahwa pemberian hidrokortison yang meningkat pada
keadaan hamil menyebabkan labioskizis dan labipaltoskizis.
Patofisiolgi
• Terjadi ketika kehamilan trimester 1 dimana terjadinya gangguan
oleh karena berbagai penyakit seperti virus. Pada trimester pertama
terjadi proses perkembangan pembentukan berbagai organ tubuh
dan saat itu terjadi kegagalan dalam penyatuan atau pembentukan
jaringan lunak dan atau tulang selama fase embrio. Apabila
terjadinya kegagalan dalam penyatuan proses nasal medial dan
maksilaris maka dapat mengalami labioskisis (sumbing bibir) dan
proses penyatuan tersebut akan terjadi pada usia 6-8 minggu.
Penggabungan komplit garis tengah atas bibir antara 7 dan 8 minggu
masa kehamilan
klasifikasi membagi struktur-struktur yang
terkena menjadi beberapa bagian berikut
• 1.Palatum primer meliputi bibir, dasar hidung, alveolus, dan palatum durum
di belahan foramen insisivum.
• 2.Palatum sekunder meliputi palatum durum dan palatum molle posterior
terhadap foramen.
• 3.Suatu belahan dapat mengenai salah satu atau keduanya, palatum primer
dan palatum sekunder dan juga bisa berupa unilateral atau bilateral.
• 4.Terkadang terlihat suatu belahan submukosa. Dalam kasus ini mukosanya
utuh dengan belahan mengenai tulang dan jaringan otot palatum.
Klasifikasi berdasarkan organ yang terlibat
Klasifikasi Gambar
Celah dibibir(Labioskizis)
Celah digusi(gnatoskizis)
Celah dilagit(palatoskizis)
Celah dibibir dan langit(Labiopalatoskizis)
Tingkat kelainan bibir sumbing berdasarkan lengkap atau tidaknya celah
terbentuk
Berasarkan Tingkat kelainan bibir sumbing Gambar
Unilateral Incomplite
Jika celah sumbing terjadi hanya disalah satu sisi
bibir dan tidak memanjang hingga ke hidung.
Unilateral Complete
Jika celah sumbing yang terjadi hanya disalah satu
sisi bibir dan memanjang hingga ke hidung.
Bilateral Complete
Jika celah sumbing terjadi di kedua sisi bibir dan
memanjang hingga ke hidung.
Diagnosis
• Untuk mendiagnosa terjadi celah sumbing pada bayi setelah lahir yaitu
tampak ada celah pada tekak (uvula), palato lunak dan keras dan atau
foramen incisife,adanya rongga pada hidung,teraba ada celah atau terbukanya
langit-langit saat di periksa dengan jari,kesukaran dalam menghisap atau
makan.
Komplikasi
Gangguan bicara
cacat wicara disebabkan oleh fungsi oto-otot palatum dan faring yang tidak
adekuat. Selama proses menelan dan pada saat mengeluarkan suara tertentu,
otot-otot palatum molle dan dinding lateral serta posterior nasofaring dengan
orofaring. Jika katup tersebut tidak berfungsi secara adekuat, orang itu sukar
menciptakan tekanan yang cukup di dalam mulutnya untuk membuat suara-
suara ledakan seperti p, b, d, t, h, y, atau bunyi berdesis s, sh dan ch; sehingga
kata-kata seperti “cats”, “boats”, dan “sisters” menjadi tidak jelas
saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan kerongkongan dan jika
tidak segera diatasi makan akan kehilangan pendengaran. Otitis media berulang
dan ketulian sering kali terjadi.
Masalah gigi
Gigi tumbuh tidak normal atau bahkan tidak tumbuh, sehingga perlu perawatan
dan penanganan khusus. Koreksi ortodontik dibutuhkan apabila terdapat
kesalahan dalam penempatan arkus maksilaris dan letak gigi
• Masalah asupan makanan
Adanya labioschisis memberikan kesulitan pada bayi untuk melakukan hisapan
pada payudara ibu atau dot. Bayi yang hanya menderita labioschisis atau dengan
celah kecil pada palatum biasanya dapat menyusui, namun pada bayi dengan
labioplatoschisis biasanya membutuhkan penggunaan dot khusus. Dot khusus
(cairan dalam dot ini dapat keluar dengan tenaga hisapan kecil) ini dibuat untuk
bayi dengan labio-palatoschisis dan bayi dengan masalah pemberian makan/
asupan makanan tertentu
Penatalaksanaan
• Penanganan untuk bibir sumbing adalah dengan cara operasi. dilakukan
hokum sepuluh ( rule of ten ) yaitu berat badan bayi minimal 10 pon, kadar
Hb 10 g%, dan usianya minimal 10 minggu dan kadar leukosit minimal
10.000/UI.

Labioskisis

  • 1.
  • 2.
    • labioskizis yaitusuatu fisura atau lubang yang dapat terjadi secara tunggal atau secara kombinasi, disebabkan oleh kegagalan jaringan lunak atau jaringan tulang palatum dan rahang atas menyatu selama minggu kelima sampai minggu ke-12 gestasi
  • 3.
    Etiologi a. Faktor Genetikatau keturunan b. Faktor Gizi c. Faktor Lingkungan d.Faktor ibu
  • 4.
    Faktor Genetik atauketurunan Terjadi karena adanya mutasi gen ataupun kelainan kromosom. Pada penderita bibir sumbing terjadi Trisomi 13 atau Sindroma Patau dimana ada 3 untai kromosom 13 pada setiap sel penderita, sehingga jumlah total kromosom pada tiap selnya adalah 47
  • 5.
    Faktor Gizi Defisiensi Zndan B6, Vitamin C, Asam folat pada waktu hamil • zinc berfungsi oleh enzim untuk memproduksi kolagen dan alkali fosfatase(ALP),yaitu zat yang penting untuk pembentukan tulang • B6 berfungsi dalam koordinasi proses metabolisme tubuh,meningkatkan gizi,mengurangi edema,menguatkan sistem kekebalan tubuh • Vitamin C berfungsi sebagai senyawa pembentuk kolagen yang merupakan perotein penting penyusun jaringan kulit,tulang,sendi dan menurunkan kadar kolesterol • Asam folat berfungsi memperkuat sel telur,mencegah bayi lahir cacat,meningkatkan volume sperma.
  • 6.
    Faktor Lingkungan • Obat-obatan Penggunaanasetosal atau aspirin sebagai obat analgetik pada masa kehamilan trimeseter pertama dapat menyebabkan terjadinya celah bibir. Beberapa obat antihistamin(jenis obat yang dapat dipakai untuk mengatasi berbagai macam jenis alergi. Misalnya, alergi pada makanan) yang digunakan sebagai antiemetik(obat yang dapat mengatasi muntah dan mual) selama kehamilan dapat menyebabkan terjadinya celah langit- langit.
  • 7.
    • Paparan radiasizat kimia berbahaya Zat kimia bisa memancar ke dalam lapisan kulit dan membawa dampak negatif bagi kesehatan ibu hamil yang dapat menghambat pertumbuhan janin pada fase awal kehamilan, sehingga dapat menyebabkan tidak sempurnanya jaringan atau organ tubuh janin yang terbentuk.
  • 8.
    Faktor ibu Usia ibu usiaibu.>35 tahun maka sel-sel telurnya juga berusia>35 tahun.Resiko mengandung anak dengan cacat bawaan bertambah besar Stress Emosional Korteks adrenal menghasilkan hidrokortison yang berlebih. Pada binatang percobaan telah terbukti bahwa pemberian hidrokortison yang meningkat pada keadaan hamil menyebabkan labioskizis dan labipaltoskizis.
  • 9.
    Patofisiolgi • Terjadi ketikakehamilan trimester 1 dimana terjadinya gangguan oleh karena berbagai penyakit seperti virus. Pada trimester pertama terjadi proses perkembangan pembentukan berbagai organ tubuh dan saat itu terjadi kegagalan dalam penyatuan atau pembentukan jaringan lunak dan atau tulang selama fase embrio. Apabila terjadinya kegagalan dalam penyatuan proses nasal medial dan maksilaris maka dapat mengalami labioskisis (sumbing bibir) dan proses penyatuan tersebut akan terjadi pada usia 6-8 minggu. Penggabungan komplit garis tengah atas bibir antara 7 dan 8 minggu masa kehamilan
  • 10.
    klasifikasi membagi struktur-strukturyang terkena menjadi beberapa bagian berikut • 1.Palatum primer meliputi bibir, dasar hidung, alveolus, dan palatum durum di belahan foramen insisivum. • 2.Palatum sekunder meliputi palatum durum dan palatum molle posterior terhadap foramen. • 3.Suatu belahan dapat mengenai salah satu atau keduanya, palatum primer dan palatum sekunder dan juga bisa berupa unilateral atau bilateral. • 4.Terkadang terlihat suatu belahan submukosa. Dalam kasus ini mukosanya utuh dengan belahan mengenai tulang dan jaringan otot palatum.
  • 11.
    Klasifikasi berdasarkan organyang terlibat Klasifikasi Gambar Celah dibibir(Labioskizis) Celah digusi(gnatoskizis) Celah dilagit(palatoskizis) Celah dibibir dan langit(Labiopalatoskizis)
  • 12.
    Tingkat kelainan bibirsumbing berdasarkan lengkap atau tidaknya celah terbentuk Berasarkan Tingkat kelainan bibir sumbing Gambar Unilateral Incomplite Jika celah sumbing terjadi hanya disalah satu sisi bibir dan tidak memanjang hingga ke hidung. Unilateral Complete Jika celah sumbing yang terjadi hanya disalah satu sisi bibir dan memanjang hingga ke hidung. Bilateral Complete Jika celah sumbing terjadi di kedua sisi bibir dan memanjang hingga ke hidung.
  • 13.
    Diagnosis • Untuk mendiagnosaterjadi celah sumbing pada bayi setelah lahir yaitu tampak ada celah pada tekak (uvula), palato lunak dan keras dan atau foramen incisife,adanya rongga pada hidung,teraba ada celah atau terbukanya langit-langit saat di periksa dengan jari,kesukaran dalam menghisap atau makan.
  • 14.
    Komplikasi Gangguan bicara cacat wicaradisebabkan oleh fungsi oto-otot palatum dan faring yang tidak adekuat. Selama proses menelan dan pada saat mengeluarkan suara tertentu, otot-otot palatum molle dan dinding lateral serta posterior nasofaring dengan orofaring. Jika katup tersebut tidak berfungsi secara adekuat, orang itu sukar menciptakan tekanan yang cukup di dalam mulutnya untuk membuat suara- suara ledakan seperti p, b, d, t, h, y, atau bunyi berdesis s, sh dan ch; sehingga kata-kata seperti “cats”, “boats”, dan “sisters” menjadi tidak jelas
  • 15.
    saluran yang menghubungkantelinga tengah dengan kerongkongan dan jika tidak segera diatasi makan akan kehilangan pendengaran. Otitis media berulang dan ketulian sering kali terjadi.
  • 16.
    Masalah gigi Gigi tumbuhtidak normal atau bahkan tidak tumbuh, sehingga perlu perawatan dan penanganan khusus. Koreksi ortodontik dibutuhkan apabila terdapat kesalahan dalam penempatan arkus maksilaris dan letak gigi
  • 17.
    • Masalah asupanmakanan Adanya labioschisis memberikan kesulitan pada bayi untuk melakukan hisapan pada payudara ibu atau dot. Bayi yang hanya menderita labioschisis atau dengan celah kecil pada palatum biasanya dapat menyusui, namun pada bayi dengan labioplatoschisis biasanya membutuhkan penggunaan dot khusus. Dot khusus (cairan dalam dot ini dapat keluar dengan tenaga hisapan kecil) ini dibuat untuk bayi dengan labio-palatoschisis dan bayi dengan masalah pemberian makan/ asupan makanan tertentu
  • 18.
    Penatalaksanaan • Penanganan untukbibir sumbing adalah dengan cara operasi. dilakukan hokum sepuluh ( rule of ten ) yaitu berat badan bayi minimal 10 pon, kadar Hb 10 g%, dan usianya minimal 10 minggu dan kadar leukosit minimal 10.000/UI.