Asuhan Kebidanan Pada Neonatus Bayi dan
Balita Dengan Kelainana Bawaan
Presented By
Meri Juwita Fitri
“Hipospadia”
APA ITU HIPOSPADIA?
Hipospadia adalah kelainan bawaan lahir pada anak laki-laki,
yang dicirikan dengan letak abnormal lubang kencing tidak di
ujung kepala penis seperti layaknya tetapi berada lebih
bawah/lebih pendek
KLASIFIKASI
ETIOLOGI
Penyebab dari hipospadia dapat diijelaskan secara pasti, namun teori yang
berkembang umumnya mengaitkan kelainan ini dengan masalah hormonal.
Sebuah teori mengungkapkan kelainan ini disebabkan oleh penghentian
perkembangan sel-sel penghasil androgen di dalam testis,
Produksi androgen terhenti dan mengakibatkan maskulinisasi inkomplit
dari alat kelamin luar. Proses ini menyebabkan gangguan pembentukan
saluran kencing
Saluran ini dapat berujung di mana saja sepanjang garis tengah penis
tergantung saat terjadinya gangguan hormonal
KELUHAN & GEJALA
Letak lubang kencing yang masih di kepala penis biasanya jarang
menimbulkan keluhan bagi penderita pada usia anak-anak
Keluhan akan timbul pada kelainan yang lebih berat dan pada usia
penderita yang lebih tua.
Kelainan lebih berat letak lubang kencing yang semakin ke arah pangkal
penis dan/atau adanya bentuk penis yang melengkung
Kelainan lebih berat letak lubang kencing yang semakin ke arah pangkal
penis dan/atau adanya bentuk penis yang melengkung
Penderita tidak dapat berkemih dalam posisi berdiri karena urin keluar
merembes sehingga penderita akan lebih nyaman dalam posisi jongkok.
Penderita akan mengalami masalah fungsi reproduksi berkenaan dengan
bentuk penis yang melengkung saat ereksi, kesulitan penetrasi,
gangguan ejakulasi
DIAGNOSIS
Hipospadia sangat mudah dikenali saat pemeriksaan fisis bayi laki-laki
yang baru lahir. Tidak adanya lubang kencing di ujung kepala penis dan
bentuk penis yang melengkung
Pada kelainan berat, sukar dikenali jenis kelamin si bayi secara fisis.
Dengan begitu, disarankan melakukan pemeriksaan kromosom penanda
kelamin
Pemeriksaan penunjang sangat membantu seperti radiologis urografi
(IVP, sistouretrografi), untuk menilai gambaran saluran kemih secara
keseluruhan dengan bantuan kontras
PENATALAKSANAAN
TEKNIK OPERASI, SECARA 2 TAHAP :
TAHAP PERTAMA
Mencakup pembuangan jaringan ikat
(chordee release), pembuatan lubang
kencing di ujung kepala penis sesuai
bentuk anatomi yang baik, dan membuat
saluran kencing baru (tunneling) di dalam
kepala penis yang dindingnya dibentuk
dari kulit tudung (preputium) kepala
penis.
Operasi tahap pertama ini menentukan
hasil akhir operasi hipospadia secara
keseluruhan; operasi tahap pertama yang
baik akan menghasilkan bentuk estetik
penis yang anatomis –penis lurus dan
lubang kencing tepat di ujung kepala
penis—dan bebas dari risiko striktura.
TAHAP KEDUA
Operasi tahap kedua membentuk saluran
kencing baru (urethroplasty) di batang
penis yang menghubungkan lubang
kencing abnormal, saluran kencing di
dalam kepala penis, dan lubang kencing
baru di ujung penis
Pada setiap bayi yang menderita hipospadia tidak boleh dilakukan khitan
(sirkumsisi). Bentuk penis setelah operasi hipospadia sudah serupa
dengan bentuk penis setelah khitan.
Hipospadia

Hipospadia

  • 1.
    Asuhan Kebidanan PadaNeonatus Bayi dan Balita Dengan Kelainana Bawaan Presented By Meri Juwita Fitri “Hipospadia”
  • 2.
    APA ITU HIPOSPADIA? Hipospadiaadalah kelainan bawaan lahir pada anak laki-laki, yang dicirikan dengan letak abnormal lubang kencing tidak di ujung kepala penis seperti layaknya tetapi berada lebih bawah/lebih pendek
  • 3.
  • 4.
    ETIOLOGI Penyebab dari hipospadiadapat diijelaskan secara pasti, namun teori yang berkembang umumnya mengaitkan kelainan ini dengan masalah hormonal. Sebuah teori mengungkapkan kelainan ini disebabkan oleh penghentian perkembangan sel-sel penghasil androgen di dalam testis, Produksi androgen terhenti dan mengakibatkan maskulinisasi inkomplit dari alat kelamin luar. Proses ini menyebabkan gangguan pembentukan saluran kencing Saluran ini dapat berujung di mana saja sepanjang garis tengah penis tergantung saat terjadinya gangguan hormonal
  • 5.
    KELUHAN & GEJALA Letaklubang kencing yang masih di kepala penis biasanya jarang menimbulkan keluhan bagi penderita pada usia anak-anak Keluhan akan timbul pada kelainan yang lebih berat dan pada usia penderita yang lebih tua. Kelainan lebih berat letak lubang kencing yang semakin ke arah pangkal penis dan/atau adanya bentuk penis yang melengkung Kelainan lebih berat letak lubang kencing yang semakin ke arah pangkal penis dan/atau adanya bentuk penis yang melengkung
  • 6.
    Penderita tidak dapatberkemih dalam posisi berdiri karena urin keluar merembes sehingga penderita akan lebih nyaman dalam posisi jongkok. Penderita akan mengalami masalah fungsi reproduksi berkenaan dengan bentuk penis yang melengkung saat ereksi, kesulitan penetrasi, gangguan ejakulasi
  • 7.
    DIAGNOSIS Hipospadia sangat mudahdikenali saat pemeriksaan fisis bayi laki-laki yang baru lahir. Tidak adanya lubang kencing di ujung kepala penis dan bentuk penis yang melengkung Pada kelainan berat, sukar dikenali jenis kelamin si bayi secara fisis. Dengan begitu, disarankan melakukan pemeriksaan kromosom penanda kelamin Pemeriksaan penunjang sangat membantu seperti radiologis urografi (IVP, sistouretrografi), untuk menilai gambaran saluran kemih secara keseluruhan dengan bantuan kontras
  • 8.
    PENATALAKSANAAN TEKNIK OPERASI, SECARA2 TAHAP : TAHAP PERTAMA Mencakup pembuangan jaringan ikat (chordee release), pembuatan lubang kencing di ujung kepala penis sesuai bentuk anatomi yang baik, dan membuat saluran kencing baru (tunneling) di dalam kepala penis yang dindingnya dibentuk dari kulit tudung (preputium) kepala penis. Operasi tahap pertama ini menentukan hasil akhir operasi hipospadia secara keseluruhan; operasi tahap pertama yang baik akan menghasilkan bentuk estetik penis yang anatomis –penis lurus dan lubang kencing tepat di ujung kepala penis—dan bebas dari risiko striktura.
  • 9.
    TAHAP KEDUA Operasi tahapkedua membentuk saluran kencing baru (urethroplasty) di batang penis yang menghubungkan lubang kencing abnormal, saluran kencing di dalam kepala penis, dan lubang kencing baru di ujung penis Pada setiap bayi yang menderita hipospadia tidak boleh dilakukan khitan (sirkumsisi). Bentuk penis setelah operasi hipospadia sudah serupa dengan bentuk penis setelah khitan.