KONSEP
DIRI
Oleh : Tri Sumarni
DEFINISI
• Konsep diri adalah semua ide, pikiran dan
kepercayaan dan pendirian individu tentang
dirinya dan mempengaruhi individu dalam
berhubungan dengan orang lain.
• Menurut Beck & William, konsep diri adalah
cara individu memandang dirinya secara
utuh.
• Konsep diri dipelajari melalui pengalaman
dan interaksi individu dengan orang lain
• Berkembang secara bertahap
KOMPONEN KONSEP DIRI
• Gambaran diri (body image)
• Ideal diri (self ideal)
• Harga diri (self esteem)
• Peran diri (role performance)
• Identitas diri (personal identity)
GAMBARAN DIRI
• Merupakan kumpulan dari sikap individu
yang disadari dan tidak disadari terhadap
tubuhnya.
• Gambaran diri tergantung pada
perkembangan fisik, cara orang lain melihat
tubuh kita dan budaya.
IDEAL DIRI
• Merupakan
persepsi individu
tentang bagaimana
dia seharusnya
berperilaku
berdasarkan
standar, tujuan atau
nilai personal
tertentu.
HARGA DIRI
• Merupakan penilaian individu tentang nilai
personal yang diperoleh dengan menganalisa
seberapa baik perilaku seseorang sesuai
dengan ideal diri.
• Harga diri yang tinggi adalah perasaan yang
berakar dalam penerimaan diri sendiri tanpa
syarat.
PERAN DIRI
• Merupakan serangkaian pola perilaku yang
diharapkan oleh lingkungan sosial
berhubungan dengan fungsi individu di
berbagai kelompok sosial.
• Harga diri tinggi merupakan perwujudan
peran yang cocok terhadap ideal diri.
• Konflik peran?
• Ketegangan peran?
• Ketidakjelasan peran?
IDENTITAS DIRI
• Merupakan
pengorganisasian
prinsip dan
kepribadian yang
bertanggungjawab
terhadap kesatuan,
kesinambungan dan
keunikan individu.
RENTANG RESPON KONSEP DIRI
KEPRIBADIAN YANG SEHAT
• Citra tubuh yang positif
• Ideal diri yang realistis
• Harga diri yang tinggi
• Penampilan peran yang memuaskan
• Rasa identitas yang jelas
FX YANG MEMPENGARUHI
KONSEP DIRI
Tingkat
perkembangan
Keluarga dan
Budaya
Pengalaman
Penyakit
Stressor
PERILAKU HDR
• Rasa bersalah
• Perasaan tidak mampu
• Pandangan hidup yang
pesimis
• Penolakan terhadap
kemampuan personal
• Menarik diri secara sosial
• Perasaan negatif
mengenai tubuhnya
sendiri
• BAGAIMANA CARA
MENINGKATKAN HARGA
DIRI?
KERANCUAN IDENTITAS
• Perasaan mengambang tentang diri sendiri
• Kerancuan gender
MACAM KONSEP DIRI
1. Konsep diri positif
2. Konsep diri negatif
JOHARI WINDOWS
PENGARUH PERAWAT PADA
KONSEP DIRI KLIEN
• Penerimaan perawat terhadap klien dengan
perubahan konsep diri membantu
menstimulasi rehabilitasi yang positif.
• Perawat dapat menggunakan sentuhan dan
kontak mata langsung untuk meningkatkan
konsep diri klien.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
• Gangguan identitas
diri
• HDR kronis
• HDR situasional
• Risiko untuk HDR
situasional
• Gangguan citra tubuh
KASUS 1
• Seorang alumni AKPER bernama SA berusia 23 tahun, selama ini tinggal
bersama orangtuanya dan sudah memiliki pacar sejak tingkat I. Selama
masa perkuliahan SA bercita-cita bila selesai kuliah akan mendapatkan
pekerjaan dan menikah. Tetapi setelah menyelesaikan kuliah tidak
langsung mendapatkan pekerjaan dan menikah, akan tetapi menderita
penyakit yang memerlukan penanganan yang serius (operasi), yang
menyebabkan diangkatnya salah satu organ sistem reproduksi dan
dilakukan appendiktomi. Selama dalam proses penyembuhan SA
mendapat panggilan kerja dan dalam waktu 2 hari setelah panggilan SA
harus sudah masuk kerja. Dengan kejadian ini SA sering kali terlihat
murung, melamun, pandangan kosong, dan menangis, sering berbicara
sendiri di depan cermin dan menyalahkan diri sendiri dan pencipta-Nya.
Menyalahkan keadaan (mengapa dalam keadaan sakit panggilan kerja
itu datang?), mengurung diri di kamar, jarang sekali berbicara dengan
anggota keluarga lain. Dan selama itu pula SA tidak mau melihat,
menyentuh, dan merawat lukanya. Jelaskan bagaimana penyelesaian
kasus tersebut di atas!
KASUS 2
• DA, seorang mahasiswi Akper semester 1 berkeinginan kuat menjadi
seorang perawat, umur 19 tahun, anak kedua dari 5 bersaudara, orang
tua di luar Jawa dan DA tinggal bersama pamannya. DA diterima di
Akper dengan nilai SMA dan tes masuk Akper pas-pasan. Hasil psikotest
emosi labil dan tidak tahan terhadap stress. Perilaku DA sehari-hari
pendiam, tertutup suka menyendiri, tidak ada teman dekat dan suka
memasukkan tangan ke dalam saku baju. Kadang-kadang DA suka
mengeluh pada teman-temannya; malas pulang ke rumah pamannya.
Paman DA sudah pernah membicarakan hal ini dengan DA, dan
menganjurkan untuk memilih akademi lain (yang tidak banyak
menimbulkan stress, karena peraturan akademik menyatakan bila tidak
memenuhi / mencapai target pada semester I dan II akan dikeluarkan).
Tetapi DA menolak untuk memilih yang lain dan akan mencoba di Akper.
Pada akhir bulan Februari 2014 yang lalu setelah DA melihat
pengumuman hasilnya: Mikrobiologi (D), KDK (D). Satu jam setelah
pengumuman terjadi perubahan tingkah laku pada DA: murung dan
mengunci diri di kamar. Bagaimana penyelesaian kasus tersebut?
SEMOGA BERMANFAAT
• Dibagi menjadi kelompok kecil, 1 kel terdiri dari
+ 4 siswa. Jelaskan secara lengkap. Saat
menyajikan, tidak boleh membaca. Jawaban
ditulis dikertas folio bergaris. Masing-masing
individu wajib mempunyai jawaban kel lain. Jika
tdk, tdk boleh mengikuti perkuliahan.
• Slide 12
• Slide 16
• Slide 18
• Slide 25
• Slide 26
• Slide 27

Konsep diri

  • 1.
  • 2.
    DEFINISI • Konsep diriadalah semua ide, pikiran dan kepercayaan dan pendirian individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain. • Menurut Beck & William, konsep diri adalah cara individu memandang dirinya secara utuh.
  • 3.
    • Konsep diridipelajari melalui pengalaman dan interaksi individu dengan orang lain • Berkembang secara bertahap
  • 7.
    KOMPONEN KONSEP DIRI •Gambaran diri (body image) • Ideal diri (self ideal) • Harga diri (self esteem) • Peran diri (role performance) • Identitas diri (personal identity)
  • 8.
    GAMBARAN DIRI • Merupakankumpulan dari sikap individu yang disadari dan tidak disadari terhadap tubuhnya. • Gambaran diri tergantung pada perkembangan fisik, cara orang lain melihat tubuh kita dan budaya.
  • 9.
    IDEAL DIRI • Merupakan persepsiindividu tentang bagaimana dia seharusnya berperilaku berdasarkan standar, tujuan atau nilai personal tertentu.
  • 10.
    HARGA DIRI • Merupakanpenilaian individu tentang nilai personal yang diperoleh dengan menganalisa seberapa baik perilaku seseorang sesuai dengan ideal diri. • Harga diri yang tinggi adalah perasaan yang berakar dalam penerimaan diri sendiri tanpa syarat.
  • 11.
    PERAN DIRI • Merupakanserangkaian pola perilaku yang diharapkan oleh lingkungan sosial berhubungan dengan fungsi individu di berbagai kelompok sosial. • Harga diri tinggi merupakan perwujudan peran yang cocok terhadap ideal diri.
  • 12.
    • Konflik peran? •Ketegangan peran? • Ketidakjelasan peran?
  • 13.
    IDENTITAS DIRI • Merupakan pengorganisasian prinsipdan kepribadian yang bertanggungjawab terhadap kesatuan, kesinambungan dan keunikan individu.
  • 14.
  • 15.
    KEPRIBADIAN YANG SEHAT •Citra tubuh yang positif • Ideal diri yang realistis • Harga diri yang tinggi • Penampilan peran yang memuaskan • Rasa identitas yang jelas
  • 16.
    FX YANG MEMPENGARUHI KONSEPDIRI Tingkat perkembangan Keluarga dan Budaya Pengalaman Penyakit Stressor
  • 17.
    PERILAKU HDR • Rasabersalah • Perasaan tidak mampu • Pandangan hidup yang pesimis • Penolakan terhadap kemampuan personal • Menarik diri secara sosial • Perasaan negatif mengenai tubuhnya sendiri
  • 18.
  • 19.
    KERANCUAN IDENTITAS • Perasaanmengambang tentang diri sendiri • Kerancuan gender
  • 20.
    MACAM KONSEP DIRI 1.Konsep diri positif 2. Konsep diri negatif
  • 21.
  • 23.
    PENGARUH PERAWAT PADA KONSEPDIRI KLIEN • Penerimaan perawat terhadap klien dengan perubahan konsep diri membantu menstimulasi rehabilitasi yang positif. • Perawat dapat menggunakan sentuhan dan kontak mata langsung untuk meningkatkan konsep diri klien.
  • 25.
    DIAGNOSA KEPERAWATAN • Gangguanidentitas diri • HDR kronis • HDR situasional • Risiko untuk HDR situasional • Gangguan citra tubuh
  • 26.
    KASUS 1 • Seorangalumni AKPER bernama SA berusia 23 tahun, selama ini tinggal bersama orangtuanya dan sudah memiliki pacar sejak tingkat I. Selama masa perkuliahan SA bercita-cita bila selesai kuliah akan mendapatkan pekerjaan dan menikah. Tetapi setelah menyelesaikan kuliah tidak langsung mendapatkan pekerjaan dan menikah, akan tetapi menderita penyakit yang memerlukan penanganan yang serius (operasi), yang menyebabkan diangkatnya salah satu organ sistem reproduksi dan dilakukan appendiktomi. Selama dalam proses penyembuhan SA mendapat panggilan kerja dan dalam waktu 2 hari setelah panggilan SA harus sudah masuk kerja. Dengan kejadian ini SA sering kali terlihat murung, melamun, pandangan kosong, dan menangis, sering berbicara sendiri di depan cermin dan menyalahkan diri sendiri dan pencipta-Nya. Menyalahkan keadaan (mengapa dalam keadaan sakit panggilan kerja itu datang?), mengurung diri di kamar, jarang sekali berbicara dengan anggota keluarga lain. Dan selama itu pula SA tidak mau melihat, menyentuh, dan merawat lukanya. Jelaskan bagaimana penyelesaian kasus tersebut di atas!
  • 27.
    KASUS 2 • DA,seorang mahasiswi Akper semester 1 berkeinginan kuat menjadi seorang perawat, umur 19 tahun, anak kedua dari 5 bersaudara, orang tua di luar Jawa dan DA tinggal bersama pamannya. DA diterima di Akper dengan nilai SMA dan tes masuk Akper pas-pasan. Hasil psikotest emosi labil dan tidak tahan terhadap stress. Perilaku DA sehari-hari pendiam, tertutup suka menyendiri, tidak ada teman dekat dan suka memasukkan tangan ke dalam saku baju. Kadang-kadang DA suka mengeluh pada teman-temannya; malas pulang ke rumah pamannya. Paman DA sudah pernah membicarakan hal ini dengan DA, dan menganjurkan untuk memilih akademi lain (yang tidak banyak menimbulkan stress, karena peraturan akademik menyatakan bila tidak memenuhi / mencapai target pada semester I dan II akan dikeluarkan). Tetapi DA menolak untuk memilih yang lain dan akan mencoba di Akper. Pada akhir bulan Februari 2014 yang lalu setelah DA melihat pengumuman hasilnya: Mikrobiologi (D), KDK (D). Satu jam setelah pengumuman terjadi perubahan tingkah laku pada DA: murung dan mengunci diri di kamar. Bagaimana penyelesaian kasus tersebut?
  • 28.
  • 29.
    • Dibagi menjadikelompok kecil, 1 kel terdiri dari + 4 siswa. Jelaskan secara lengkap. Saat menyajikan, tidak boleh membaca. Jawaban ditulis dikertas folio bergaris. Masing-masing individu wajib mempunyai jawaban kel lain. Jika tdk, tdk boleh mengikuti perkuliahan. • Slide 12 • Slide 16 • Slide 18 • Slide 25 • Slide 26 • Slide 27