KONSEP DASAR PROSES KEPERAWATAN
OLEH :
Ns. ADE RAHMAN, S.Kep
NUPN. 9910677110
PENGERTIAN
Proses keperawatan adalah suatu pendekatan
untuk pemecahan masalah yang memampukan
perawat untuk mengatur dan memberikan
asuhan keperawatan.
Proses keperawatan mengandung elemen berpikir
kritis yang memungkinkan perawat membuat
penilaian dan melakukan tindakan berdasarkan
nalar.
Proses adalah serangkaian tahapan atau komponen
yang mengarah pada pencapaian tujuan.
Pengertian proses keperawatan
menurut beberapa ahli
• Pengertian Proses Keperawatan Menurut Yura Walsh (1978): Proses
keperawatan adalah langka-langkah sistematis untuk menentukan dan
merencanakan penyelesaian masalah klien; lalu mengimplementasikan
dan mengevaluasi apakah rencana yang dibuat cukup efektif dalam
menyelesaikan masalah yang terjadi.
• Pengertian Proses Keperawatan Menurut Wolf, Weitzel, dan Fuerst
(1979): Proses keperawatan adalah serangkaian perbuatan atau tindakan
penetapan, perencanaan, dan pelaksanaan pelayanan keperawatan untuk
membantu klien dalam mencapai dan memelihara kesehatannya
seoptimal mungkin.
• Pengertian Proses Keperawatan Menurut Depkes RI dan JICA (1982):
Proses keperawatan adalah suatu proses penilaian masalah yang dinamis
dalam usaha memperbaiki atau memelihara pasien (klien) sampai ke taraf
optimum melalui suatu pendekatan yang sistematik untuk mengenal dan
membantu pemenuhan kebutuhan khusus klien.
Cont..
• Pengertian Proses Keperawatan Menurut Yura Walsh (1983):
Proses keperawatan adalah suatu tahapan desain tindakan untuk
memenuhi tujuan keperawatan. Tahapannya meliputi tindakan
mempertahankan kesehatan klien dalam keadaan optimal.
• Pengertian Proses Keperawatan Menurut Gordon (1994): Proses
keperawatan adalah suatu metode yang digunakan untuk
mengidentifikasi dan memecahkan masalah.
• Pengertian Proses Keperawatan Menurut Potter dan Perry (1997):
Proses keperawatan adalah suatu pendekatan untuk pemecahan
masalah yang membuat perawat dapat merencanakan dan
memberikan asuhan keperawatan. Tahapannya meliputi: pengkajian
diagnosis keperawatan, perencanaan (termasuk identifikasi hasil
yang diperkirakan), implementasi, dan evaluasi.
• Pengertian Proses Keperawatan Menurut Carpenito dan Moyet
(2007): Proses keperawatan adalah teknik pemecahan masalah
yang meliputi: pengkajian, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan,
dan evaluasi.
Perkembangan proses keperawatan
A. Sejarah
• Proses keperawatan merupakan sebuah metode yang
diterapkan dalam praktek keperawatan. Ia juga
merupakan sebuah konsep dengan pendekatan
problem solving yang memerlukan ilmu, teknik, dan
keterampilan interpersonal untuk memenuhi
kebutuhan klien/keluarganya.
• Proses keperawatan pertama kali dijelaskan oleh Hall
pada tahun 1955. Selanjutnya proses keperawatan ini
mengalami perkembangan sebagai berikut:
• Tahun 1960, proses keperawatan diperkenalkan secara
internal dalam keperawatan
• Wiedenbach (1963) mengenalkan proses keperawatan
dalam 3 Tahap : observasi, bantuan pertolongan dan
validasi.
• Yura & Walsh (1967) menjabarkan proses keperawatan
menjadi 4 tahap : pengkajian, perencanaan, pelaksanaan,
dan evaluasi. Pada tahun 1967, edisi pertama proses
keperawatan dipublikasikan.
• Bloch (1974), Roy (1975) Mundinger & Jauron (1975) dan
Aspinall (1976)menambahkan tahap diagnosa, sehingga
proses keperawatan menjadi 5 tahap : pengkajian,
diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
Proses ini dari analisis pikir : discover (menemukan), delve
(mempelajari atau menganalisis), decide(memutuskan),
do (mengerjakan) dan discriminate (identik dengan
evaluasi).
• Dengan berkembangnya waktu, proses
keperawatan telah dianggap sebagai suatu dasar
hukum praktik keperawatan. ANA (1973)
menggunakan proses keperawatan sebagaisuatu
pedoman dalam pengembangan Standart Praktik
Keperawatan.
• Tahun 1975 : diadakan konferensi nasional
tentang klasifikasi diagnosis keperawatan setiap
dua tahun di Universitas Sr. Louis. Klasifikasi
diagnosis keperawatan ini kemudian disebut
dengan NANDA (North American Nursing
Diagnoses Association)
Seiring berkembangnya waktu, proses
keperawatan telah dianggap sebagai dasar
hukum praktek keperawatan dan telah
digunakan sebagai kerangka konsep kurikulum
keperawatan. Bahkan saatini definisi dan
tahapan keperawatan telah digunakan sebagai
dasar pengembangan praktek keperawatan,
sebagai kriteria dalam program sertifikasi,
danstandar aspek legal praktek keperawatan.
Proses keperawatan mulai dikenal di Indonesia sekitar
tahun 1980-an. Perawat yang dididik sebelum tahun
tersebut pada umumnya belum mengenal proses
keperawatan karena kurikulum di pendidikan belum
mengajarkan metode tersebut. Proses keperawatan
mulai dikenal di pendidikan keperawatan Indonesia
yaitu dalam Katalog Pendidikan Diploma III
Keperawatan yang dikeluarkan Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun
1984.Pada saat ini proses keperawatan telah
berkembang dan diterapkan di berbagai tatanan
pelayanan kesehatan di Indonesia, seperti rumah
sakit, klinik-klinik, Puskesmas, perawatan keluarga,
perawatan kesehatan masyarakat, dan perawatan
pada kelompok khusus.
TUJUAN RPOSES KEPERAWATAN
Tujuan dari penerapan proses keperawatan pada tatanan
pelayanan kesehatan adalah:
a. Untuk mempraktekkan suatu metoda pemecahan masalah
dalam praktek keperawatan.
b. Sebagai standar untuk praktek keperawatan.
c. Untuk memperoleh suatu metoda yang baku, sistematis,
rasional,serta ilmiah dalammemberikan asuhan
keperawatan.
d. Untuk memperoleh suatu metoda dalam memberikan
asuhan keperawatan yang dapatdigunakan dalam segala
situasi sepanjang siklus kehidupan.
e. Untuk memperoleh hasil asuhan keperawatan yang
bermutu
KARAKTERISTIK PROSES
KEPERAWATAN
Kozier et al. (1995) menyebutkan bahwa proses keperawatan
mempunyai sembilan karakteristik,antara lain:
a. Merupakan sistem yang terbuka dan fleksibel untuk memenuhi
kebutuhan yang unik dariklien, keluarga, kelompok dan komunitas.
b. Bersifat siklik dan dinamis, karena semua tahap-tahap saling
berhubungan dan berkesinambungan.
c. Berpusat pada klien, merupakan pendekatan individual dan spesifik untuk
memenuhikebutuhan klien.
d. Bersifat interpersonal dan kolaborasi.
e. Menggunakan perencanaan.
f. Mempunyai tujuan.
g. Memperbolehkan adanya kreativitas antara perawat dengan klien dalam
memikirkan jalan keluar menyelesaikan masalah keperawatan.
h. Menekankan pada umpan balik, dengan melakukan pengkajian ulang dari
masalah ataumerevisi rencana keperawatan.
i. Dapat diterapkan secara luas. Proses keperawatan menggunakan
kerangka kerja untuk semua jenis pelayanan kesehatan, klien dan
kelompok.
Demikian juga dengan Craven dan Hirnle (2000),
menurutnya proses keperawatan sebagai pedoman
untuk praktek keperawatan profesional,
mempunyai karakteristik:
a. Merupakan kerangka kerja dalam memberikan pelayanan
keperawatan kepada individu,keluarga dan masyarakat.
b. Teratur dan sistematis.
c. Saling tergantung.
d. Memberikan pelayanan yang spesifik kepada individu,
keluarga, dan masyarakat.
e. Berpusat pada klien, menggunakan klien sebagai suatu
kekuatan.
f. Tepat untuk diterapkan sepanjang jangka waktu
kehidupan.
g. Dapat dipergunakan dalam semua keadaan.
Karekteristik
Terdapat 6
karakteristik dari
proses keperawatan
itu, antara lain:
(1) tujuan,
(2) sistematik;
(3) dinamik;
(4) interaktif;
(5) Fleksibel; dan
(6) Teoritis.
Tujuan : memiliki tujuan jelas yaitu untuk meningkatkan kualitas asuhan
keperawatan pada klien
Sistematik: menggunakan pendekatan yang terorganisir dalam mencapai
tujuan. Sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan serta
menghindari terjadinya kesalahan
Dinamik: proses keperawatan dilakukan secara berkesinambungan. Serta
ditujukan untuk mengatasi perubahan respon klien yang diidentikan
melalui hubungan antara perawat dengan klien
Interaktif: proses keperawatan memiliki dasar hubungan yaitu hubungan
timbal balik antara perawat, klien, keluarga, dan tenaga kesehatan lain.
Fleksibel: fleksibilitas proses keperawatan ini dapat dilihat dalam dua konteks,
yaitu:
a. Dapat diadopsi dalam praktek keperawatan dalam situasi apapun, baik
dalam kaitannya dengan individu, keluarga, atau masyarakat
b. Tahapannya dapat dilakukan berurutan sesuai dengan persetujuan
kedua belah pihak.
Teoritis : setiap langkah dalam keperawatan selalu
berdasarkan pada konsep ilmu keperawatan.
Berdasarka karakter teoritis ini, maka asuhan
keperawatan pada klien hendaknya menekankan
pada tiga aspek penting, antara lain
A. Humanistic : memandang dan memperlakukan
klien sebagai manusia
B. Holistic : intervensi keperawatan harus
memenuhi kebutuhan dasar manusia secara
utuh, yakni bio-psiko-sosio-spiritual.
c. Care: asuhan keperawatan yang diberikan
hendaknya berlandaskan pada standar praktek
keperawatan dan kode etik keperawatan.
KOMPONEN DALAM PROSES
KEPERAWATAN
ANALISIS
EVALUASI
PENGKAJIAN
DIAGNOSA
KEPERAWATAN
IMPLEMENTASI PERENCANAAN/
INTERVENSI
NO KOMPONEN TUJUAN TAHAP
1. PENGKAJIAN Untuk mengumpulkan,
memperjelas, dan
mengkomunikasikan
data tentang klien
sehingga terbentuk
dasar data
1. Mengumpulkan riwayag kes kep
2. Melakukan pmrksaan fisik
3. Mengumpulkan data lab
4. Memvalidasi data
5. Mengelompokkan data
6. Mencatat data
2. DIAGNOSA
KEPERAWATAN
Untuk mengidentifikasi
kebutuhan perawatan
kesehatan, untuk
merumuskan diagnosa
keperawatan
1. Menganalisis dan
menginterpretasi data
2. Mengidentifikasi masalah
pasien
3. Merumuskan diagnosa kep
4. Mendokumentasikan dx kep
3. PERENCANAAN Untuk mengidentifikasi
tujuan klien;
menentukan prioritas
asuhan, hasil yang
diperkirakan,
merancang strategi kep
untuk mencapai tujuan
perawatan
1. Menhidentifikasi tujuan klien
2. Menetapkan hasil yang
diperkirakan
3. Memilih tindakan kep
4. Mendekegasikan tindakan
5. Menuliskan rencana askep
6. mengonsulkan
4. Implementasi Untuk melengkapi
tindakan keperawatan
yang diperlukan untuk
menyelesaikan
rencana asuhan
1. Mengkaji kembali klien
2. Menelaah dan memodifikasi
rencana perawatan yang sudah
ada
3. Melakukan tindakan
keperawatan
5. Evaluasi Untuk menentukan
seberapa jauh tujuan
asuhan telah dicapai
1. Membandingkan respons klien
dengan kriteria
2. Menganalisis alasan untuk hasil
dan konklusi
3. Memodifikasi rencana asuhan
COBA SEBUTKAN WARNANYA :
HIJAU
BIRU
KUNING
PUTIH
MERAH
COKLAT
PENGKAJIAN
Gordon (1995) menguraikan bahwa :
Pengkajian dan Diagnosa
Intervensi, implementasi
dan evaluasi
Komponen pemecahan
masalah
Komponen identifikasi
masalah
Selama pengkajian perawat mengumpulkan data
tentang kliden dari berbagai sumber.
Sifat dan besarnya data selalu berubah, sehingga
mengharuskan perawat untuk mengambil data
dan membentuk pola yang bermakna
Menurut Yura dan Walsh (1988) pemecahan
masalah klinis perawat kadang linier, kadang
bercabang. Ketika masalah data dari masalah
baru teridentifikasi, dan dilain waktu bersiklus
ketika perawat harus mengkaji dan memvalidasi
informasi.
Keakuratan penting sehingga perawat membuat
konklusi yangs esuai yang akan mengarahkan
rencana perawatan
DIAGNOSA
KEPERAWATAN
Perawat melakukan analisis terhadap data-data yang dikumpulkan selama pengkajian
untuk menegakan Diagnosa Keperawatan.
Kriteria Proses:
a. Proses diagnosa keperawatan terdiri dari: analisis, interpretasi data, identifikasi
masalah klien, dan perumusan diagnosa keperawatan.
b. Komponen diagnosa keperawatan terdiri dari:
· P (Problem) à masalah
· E (Etiology) à penyebab
· S (Symptom) à tanda dan gejala
Akan tetapi terkadang hanya terdiri dari P dan E saja.
c. Validasi diagnosa dilakukan dengan cara bekerjasama dengan klien dan berusaha
untuk dekat dengan klien atau petugas kesehatan lain.
d. Melakukan pengkajian ulang dan merevisi diagnosa keperawatan berdasarkan
data terbaru.
PERENCANAAN/
INTERVENSI
Perawat membuat rencana tindakan keperawatan untuk mengatasi
masalah dan meningkatkan kesehatan klien.
Kriteria Proses:
a. Perencanan terdiri dari penetapan:
· Prioritas masalah
· Tujuan
· Rencana tindakan
b. Melibatkan klien dalam membuat perencanaan keperawatan
c. Perencanaan bersifat individual sesuai dengan kondisi dan
kebutuhan klien saat itu
d. Mendokumentasikan rencana keperawatan
IMPLEMENTASI
Perawat mengimplementasikan tindakan yang telah diidentifikasi dalam asuhan
keperawatan.
Kriteria Proses:
a. Bekerjasama dengan klien dalam pelaksanaan tindakan keperawatan
b. Berkolaborasi dengan profesi kesehatan lain untuk meningkatkan kesehatan lain
c. Melakukan tindakan keperawatan untuk mengatasi masalah kesehatan klien
d. Melakukan supervisi terhadap tenaga pelaksana keperawatan dibawah
tanggungjawabnya
e. Menjadi coordinator pelayanan & advocator bagi klien dalam mencapai tujuan
perawatan
f. Menginformasikan kepada klien tentang status kesehatan dan fasilitasi-fasilitasi
pelayanan kesehatan yang ada.
g. Memberikan pendidikan pada klien & keluarga mengenai konsep keterampilan
asuhan diri serta membantu klien memodifikasi lingkungan yang digunakan
h. Mengkaji ulang & merevisi pelaksanaan tindakan keperawatan berdasarkan respon
klien.
EVALUASI
Perawat mengevaluasi kemajuan klien terhadap tindakan
dalam pencapaian tujuan dan merevisi data dasar serta
perencanaan.
Kriteria Proses:
a. Menyusun perencanaan evaluasi hasil terhadap intervensi
secara komprehensif, tepat waktu dan terus menerus.
b. Menggunakan data dasar dan respon klien dalam mengukur
perkembangan ke arah pencapaian tujuan
c. Memvalidasi dan menganalisa data baru dengan teman
sejawat dank lien
d. Bekerjasama dengan klien dan keluarga untuk memodifikasi
rencana asuhan keperawatan
e. Mendokumentasi hasil evaluasi dan memodifikasi
perencanaan
Pemecahan masalah: penggunaan
proses keperawatan sehari-hari
 Mahasiswa A merayakan hasil ujian
semester dengan acara makan malam
dgn makanan yg sgt pedas. Si A
terbangun pada malam hari dgn sensasi
terbakar di dada bagian tengah (ulu
hati). Si A masih muda, sehat dan tidak
ada gejala lain (Pengkajian).
 Si A memperkirakan nyeri tsb akibat dari
makanan pedas yang dimakan
(identifikasi masalah/diagnosa).
mel's_dokep
 Kemudian Si A menentukan bahwa dia
perlu untukmenghilangkan
ketidaknyamanan tsb sebelum kembali
tidur (Perencanaan).
 Si A kemudian minum antasida cair
(Implementasi).
 Dalam beberapa menit si A merasakan
bahwa sensasi terbakar tsb hilang dan
Si X kembali ke tempat tidur tanpa
keluhan lagi (Evaluasi).
mel's_dokep
 Hal tsb di atas merupakan suatu proses
yang biasa anda gunakan secara rutin
untuk mengatasi masalah dalam
kehidupan anda yang dapat diterapkan
dengan mudah pada situasi perawatn
pasien.
mel's_dokep
Konsep dasar proses keperawatan

Konsep dasar proses keperawatan

  • 1.
    KONSEP DASAR PROSESKEPERAWATAN OLEH : Ns. ADE RAHMAN, S.Kep NUPN. 9910677110
  • 2.
    PENGERTIAN Proses keperawatan adalahsuatu pendekatan untuk pemecahan masalah yang memampukan perawat untuk mengatur dan memberikan asuhan keperawatan. Proses keperawatan mengandung elemen berpikir kritis yang memungkinkan perawat membuat penilaian dan melakukan tindakan berdasarkan nalar. Proses adalah serangkaian tahapan atau komponen yang mengarah pada pencapaian tujuan.
  • 3.
    Pengertian proses keperawatan menurutbeberapa ahli • Pengertian Proses Keperawatan Menurut Yura Walsh (1978): Proses keperawatan adalah langka-langkah sistematis untuk menentukan dan merencanakan penyelesaian masalah klien; lalu mengimplementasikan dan mengevaluasi apakah rencana yang dibuat cukup efektif dalam menyelesaikan masalah yang terjadi. • Pengertian Proses Keperawatan Menurut Wolf, Weitzel, dan Fuerst (1979): Proses keperawatan adalah serangkaian perbuatan atau tindakan penetapan, perencanaan, dan pelaksanaan pelayanan keperawatan untuk membantu klien dalam mencapai dan memelihara kesehatannya seoptimal mungkin. • Pengertian Proses Keperawatan Menurut Depkes RI dan JICA (1982): Proses keperawatan adalah suatu proses penilaian masalah yang dinamis dalam usaha memperbaiki atau memelihara pasien (klien) sampai ke taraf optimum melalui suatu pendekatan yang sistematik untuk mengenal dan membantu pemenuhan kebutuhan khusus klien.
  • 4.
    Cont.. • Pengertian ProsesKeperawatan Menurut Yura Walsh (1983): Proses keperawatan adalah suatu tahapan desain tindakan untuk memenuhi tujuan keperawatan. Tahapannya meliputi tindakan mempertahankan kesehatan klien dalam keadaan optimal. • Pengertian Proses Keperawatan Menurut Gordon (1994): Proses keperawatan adalah suatu metode yang digunakan untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah. • Pengertian Proses Keperawatan Menurut Potter dan Perry (1997): Proses keperawatan adalah suatu pendekatan untuk pemecahan masalah yang membuat perawat dapat merencanakan dan memberikan asuhan keperawatan. Tahapannya meliputi: pengkajian diagnosis keperawatan, perencanaan (termasuk identifikasi hasil yang diperkirakan), implementasi, dan evaluasi. • Pengertian Proses Keperawatan Menurut Carpenito dan Moyet (2007): Proses keperawatan adalah teknik pemecahan masalah yang meliputi: pengkajian, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
  • 5.
    Perkembangan proses keperawatan A.Sejarah • Proses keperawatan merupakan sebuah metode yang diterapkan dalam praktek keperawatan. Ia juga merupakan sebuah konsep dengan pendekatan problem solving yang memerlukan ilmu, teknik, dan keterampilan interpersonal untuk memenuhi kebutuhan klien/keluarganya. • Proses keperawatan pertama kali dijelaskan oleh Hall pada tahun 1955. Selanjutnya proses keperawatan ini mengalami perkembangan sebagai berikut:
  • 6.
    • Tahun 1960,proses keperawatan diperkenalkan secara internal dalam keperawatan • Wiedenbach (1963) mengenalkan proses keperawatan dalam 3 Tahap : observasi, bantuan pertolongan dan validasi. • Yura & Walsh (1967) menjabarkan proses keperawatan menjadi 4 tahap : pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahun 1967, edisi pertama proses keperawatan dipublikasikan. • Bloch (1974), Roy (1975) Mundinger & Jauron (1975) dan Aspinall (1976)menambahkan tahap diagnosa, sehingga proses keperawatan menjadi 5 tahap : pengkajian, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Proses ini dari analisis pikir : discover (menemukan), delve (mempelajari atau menganalisis), decide(memutuskan), do (mengerjakan) dan discriminate (identik dengan evaluasi).
  • 7.
    • Dengan berkembangnyawaktu, proses keperawatan telah dianggap sebagai suatu dasar hukum praktik keperawatan. ANA (1973) menggunakan proses keperawatan sebagaisuatu pedoman dalam pengembangan Standart Praktik Keperawatan. • Tahun 1975 : diadakan konferensi nasional tentang klasifikasi diagnosis keperawatan setiap dua tahun di Universitas Sr. Louis. Klasifikasi diagnosis keperawatan ini kemudian disebut dengan NANDA (North American Nursing Diagnoses Association)
  • 8.
    Seiring berkembangnya waktu,proses keperawatan telah dianggap sebagai dasar hukum praktek keperawatan dan telah digunakan sebagai kerangka konsep kurikulum keperawatan. Bahkan saatini definisi dan tahapan keperawatan telah digunakan sebagai dasar pengembangan praktek keperawatan, sebagai kriteria dalam program sertifikasi, danstandar aspek legal praktek keperawatan.
  • 9.
    Proses keperawatan mulaidikenal di Indonesia sekitar tahun 1980-an. Perawat yang dididik sebelum tahun tersebut pada umumnya belum mengenal proses keperawatan karena kurikulum di pendidikan belum mengajarkan metode tersebut. Proses keperawatan mulai dikenal di pendidikan keperawatan Indonesia yaitu dalam Katalog Pendidikan Diploma III Keperawatan yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 1984.Pada saat ini proses keperawatan telah berkembang dan diterapkan di berbagai tatanan pelayanan kesehatan di Indonesia, seperti rumah sakit, klinik-klinik, Puskesmas, perawatan keluarga, perawatan kesehatan masyarakat, dan perawatan pada kelompok khusus.
  • 10.
    TUJUAN RPOSES KEPERAWATAN Tujuandari penerapan proses keperawatan pada tatanan pelayanan kesehatan adalah: a. Untuk mempraktekkan suatu metoda pemecahan masalah dalam praktek keperawatan. b. Sebagai standar untuk praktek keperawatan. c. Untuk memperoleh suatu metoda yang baku, sistematis, rasional,serta ilmiah dalammemberikan asuhan keperawatan. d. Untuk memperoleh suatu metoda dalam memberikan asuhan keperawatan yang dapatdigunakan dalam segala situasi sepanjang siklus kehidupan. e. Untuk memperoleh hasil asuhan keperawatan yang bermutu
  • 11.
    KARAKTERISTIK PROSES KEPERAWATAN Kozier etal. (1995) menyebutkan bahwa proses keperawatan mempunyai sembilan karakteristik,antara lain: a. Merupakan sistem yang terbuka dan fleksibel untuk memenuhi kebutuhan yang unik dariklien, keluarga, kelompok dan komunitas. b. Bersifat siklik dan dinamis, karena semua tahap-tahap saling berhubungan dan berkesinambungan. c. Berpusat pada klien, merupakan pendekatan individual dan spesifik untuk memenuhikebutuhan klien. d. Bersifat interpersonal dan kolaborasi. e. Menggunakan perencanaan. f. Mempunyai tujuan. g. Memperbolehkan adanya kreativitas antara perawat dengan klien dalam memikirkan jalan keluar menyelesaikan masalah keperawatan. h. Menekankan pada umpan balik, dengan melakukan pengkajian ulang dari masalah ataumerevisi rencana keperawatan. i. Dapat diterapkan secara luas. Proses keperawatan menggunakan kerangka kerja untuk semua jenis pelayanan kesehatan, klien dan kelompok.
  • 12.
    Demikian juga denganCraven dan Hirnle (2000), menurutnya proses keperawatan sebagai pedoman untuk praktek keperawatan profesional, mempunyai karakteristik: a. Merupakan kerangka kerja dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada individu,keluarga dan masyarakat. b. Teratur dan sistematis. c. Saling tergantung. d. Memberikan pelayanan yang spesifik kepada individu, keluarga, dan masyarakat. e. Berpusat pada klien, menggunakan klien sebagai suatu kekuatan. f. Tepat untuk diterapkan sepanjang jangka waktu kehidupan. g. Dapat dipergunakan dalam semua keadaan.
  • 13.
    Karekteristik Terdapat 6 karakteristik dari proseskeperawatan itu, antara lain: (1) tujuan, (2) sistematik; (3) dinamik; (4) interaktif; (5) Fleksibel; dan (6) Teoritis.
  • 14.
    Tujuan : memilikitujuan jelas yaitu untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada klien Sistematik: menggunakan pendekatan yang terorganisir dalam mencapai tujuan. Sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan serta menghindari terjadinya kesalahan Dinamik: proses keperawatan dilakukan secara berkesinambungan. Serta ditujukan untuk mengatasi perubahan respon klien yang diidentikan melalui hubungan antara perawat dengan klien Interaktif: proses keperawatan memiliki dasar hubungan yaitu hubungan timbal balik antara perawat, klien, keluarga, dan tenaga kesehatan lain. Fleksibel: fleksibilitas proses keperawatan ini dapat dilihat dalam dua konteks, yaitu: a. Dapat diadopsi dalam praktek keperawatan dalam situasi apapun, baik dalam kaitannya dengan individu, keluarga, atau masyarakat b. Tahapannya dapat dilakukan berurutan sesuai dengan persetujuan kedua belah pihak.
  • 15.
    Teoritis : setiaplangkah dalam keperawatan selalu berdasarkan pada konsep ilmu keperawatan. Berdasarka karakter teoritis ini, maka asuhan keperawatan pada klien hendaknya menekankan pada tiga aspek penting, antara lain A. Humanistic : memandang dan memperlakukan klien sebagai manusia B. Holistic : intervensi keperawatan harus memenuhi kebutuhan dasar manusia secara utuh, yakni bio-psiko-sosio-spiritual. c. Care: asuhan keperawatan yang diberikan hendaknya berlandaskan pada standar praktek keperawatan dan kode etik keperawatan.
  • 16.
  • 17.
    NO KOMPONEN TUJUANTAHAP 1. PENGKAJIAN Untuk mengumpulkan, memperjelas, dan mengkomunikasikan data tentang klien sehingga terbentuk dasar data 1. Mengumpulkan riwayag kes kep 2. Melakukan pmrksaan fisik 3. Mengumpulkan data lab 4. Memvalidasi data 5. Mengelompokkan data 6. Mencatat data 2. DIAGNOSA KEPERAWATAN Untuk mengidentifikasi kebutuhan perawatan kesehatan, untuk merumuskan diagnosa keperawatan 1. Menganalisis dan menginterpretasi data 2. Mengidentifikasi masalah pasien 3. Merumuskan diagnosa kep 4. Mendokumentasikan dx kep 3. PERENCANAAN Untuk mengidentifikasi tujuan klien; menentukan prioritas asuhan, hasil yang diperkirakan, merancang strategi kep untuk mencapai tujuan perawatan 1. Menhidentifikasi tujuan klien 2. Menetapkan hasil yang diperkirakan 3. Memilih tindakan kep 4. Mendekegasikan tindakan 5. Menuliskan rencana askep 6. mengonsulkan
  • 18.
    4. Implementasi Untukmelengkapi tindakan keperawatan yang diperlukan untuk menyelesaikan rencana asuhan 1. Mengkaji kembali klien 2. Menelaah dan memodifikasi rencana perawatan yang sudah ada 3. Melakukan tindakan keperawatan 5. Evaluasi Untuk menentukan seberapa jauh tujuan asuhan telah dicapai 1. Membandingkan respons klien dengan kriteria 2. Menganalisis alasan untuk hasil dan konklusi 3. Memodifikasi rencana asuhan
  • 19.
    COBA SEBUTKAN WARNANYA: HIJAU BIRU KUNING PUTIH MERAH COKLAT
  • 20.
    PENGKAJIAN Gordon (1995) menguraikanbahwa : Pengkajian dan Diagnosa Intervensi, implementasi dan evaluasi Komponen pemecahan masalah Komponen identifikasi masalah
  • 21.
    Selama pengkajian perawatmengumpulkan data tentang kliden dari berbagai sumber. Sifat dan besarnya data selalu berubah, sehingga mengharuskan perawat untuk mengambil data dan membentuk pola yang bermakna Menurut Yura dan Walsh (1988) pemecahan masalah klinis perawat kadang linier, kadang bercabang. Ketika masalah data dari masalah baru teridentifikasi, dan dilain waktu bersiklus ketika perawat harus mengkaji dan memvalidasi informasi. Keakuratan penting sehingga perawat membuat konklusi yangs esuai yang akan mengarahkan rencana perawatan
  • 22.
    DIAGNOSA KEPERAWATAN Perawat melakukan analisisterhadap data-data yang dikumpulkan selama pengkajian untuk menegakan Diagnosa Keperawatan. Kriteria Proses: a. Proses diagnosa keperawatan terdiri dari: analisis, interpretasi data, identifikasi masalah klien, dan perumusan diagnosa keperawatan. b. Komponen diagnosa keperawatan terdiri dari: · P (Problem) à masalah · E (Etiology) à penyebab · S (Symptom) à tanda dan gejala Akan tetapi terkadang hanya terdiri dari P dan E saja. c. Validasi diagnosa dilakukan dengan cara bekerjasama dengan klien dan berusaha untuk dekat dengan klien atau petugas kesehatan lain. d. Melakukan pengkajian ulang dan merevisi diagnosa keperawatan berdasarkan data terbaru.
  • 23.
    PERENCANAAN/ INTERVENSI Perawat membuat rencanatindakan keperawatan untuk mengatasi masalah dan meningkatkan kesehatan klien. Kriteria Proses: a. Perencanan terdiri dari penetapan: · Prioritas masalah · Tujuan · Rencana tindakan b. Melibatkan klien dalam membuat perencanaan keperawatan c. Perencanaan bersifat individual sesuai dengan kondisi dan kebutuhan klien saat itu d. Mendokumentasikan rencana keperawatan
  • 24.
    IMPLEMENTASI Perawat mengimplementasikan tindakanyang telah diidentifikasi dalam asuhan keperawatan. Kriteria Proses: a. Bekerjasama dengan klien dalam pelaksanaan tindakan keperawatan b. Berkolaborasi dengan profesi kesehatan lain untuk meningkatkan kesehatan lain c. Melakukan tindakan keperawatan untuk mengatasi masalah kesehatan klien d. Melakukan supervisi terhadap tenaga pelaksana keperawatan dibawah tanggungjawabnya e. Menjadi coordinator pelayanan & advocator bagi klien dalam mencapai tujuan perawatan f. Menginformasikan kepada klien tentang status kesehatan dan fasilitasi-fasilitasi pelayanan kesehatan yang ada. g. Memberikan pendidikan pada klien & keluarga mengenai konsep keterampilan asuhan diri serta membantu klien memodifikasi lingkungan yang digunakan h. Mengkaji ulang & merevisi pelaksanaan tindakan keperawatan berdasarkan respon klien.
  • 25.
    EVALUASI Perawat mengevaluasi kemajuanklien terhadap tindakan dalam pencapaian tujuan dan merevisi data dasar serta perencanaan. Kriteria Proses: a. Menyusun perencanaan evaluasi hasil terhadap intervensi secara komprehensif, tepat waktu dan terus menerus. b. Menggunakan data dasar dan respon klien dalam mengukur perkembangan ke arah pencapaian tujuan c. Memvalidasi dan menganalisa data baru dengan teman sejawat dank lien d. Bekerjasama dengan klien dan keluarga untuk memodifikasi rencana asuhan keperawatan e. Mendokumentasi hasil evaluasi dan memodifikasi perencanaan
  • 26.
    Pemecahan masalah: penggunaan proseskeperawatan sehari-hari  Mahasiswa A merayakan hasil ujian semester dengan acara makan malam dgn makanan yg sgt pedas. Si A terbangun pada malam hari dgn sensasi terbakar di dada bagian tengah (ulu hati). Si A masih muda, sehat dan tidak ada gejala lain (Pengkajian).  Si A memperkirakan nyeri tsb akibat dari makanan pedas yang dimakan (identifikasi masalah/diagnosa). mel's_dokep
  • 27.
     Kemudian SiA menentukan bahwa dia perlu untukmenghilangkan ketidaknyamanan tsb sebelum kembali tidur (Perencanaan).  Si A kemudian minum antasida cair (Implementasi).  Dalam beberapa menit si A merasakan bahwa sensasi terbakar tsb hilang dan Si X kembali ke tempat tidur tanpa keluhan lagi (Evaluasi). mel's_dokep
  • 28.
     Hal tsbdi atas merupakan suatu proses yang biasa anda gunakan secara rutin untuk mengatasi masalah dalam kehidupan anda yang dapat diterapkan dengan mudah pada situasi perawatn pasien. mel's_dokep