“Konsep Audience” 
MAKALAH 
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah 
Komunikasi Massa 
Penyusun : 
Nur Alfiyatur Rochmah (B06213037) 
Kelas : Ilmu Komunikasi 3-F3 
Dosen Pengampu : Yoyon Mudjiono 
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI 
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI 
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA 
2014
KATA PENGANTAR 
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan 
karunia Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah untuk bahan mata kuliah Komunikasi 
Massa ini. 
Dalam makalah ini kami sebagai penulis sekaligus penyusun menyajikan persoalan 
mengenai “Konsep Audience”. 
Walaupun sudah berusaha semaksimal mungkin, namun kami menyadari bahwa makalah 
ini masih banyak terdapat kekurangan. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang sifat 
nya membangun demi kesempurnaan penulisan untuk masa yang akan datang. 
Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami penulis 
maupun para pembaca serta dapat menambah wawasan tentang Konsep Audience dalam 
Komunikasi Massa. 
Surabaya, 25 September 2014 
Penyusun
BAB I 
PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang 
Proses sederhana dari komunikasi meliputi komunikator yang mengirimkan pesan 
melalui saluran kepada komunikan (penerima). Perbedaan dari komunikasi massa dengan 
komunikasi pada umumnya lebih berdasarkan pada jumlah pesan yang berlipat-lipat yang 
sampai kepada penerima. Terkadang mereka menerimanya secara serentak, seperti halnya 
melalui media televisi yang dilakukan secara langsung. Ada juga dari mereka yang 
menerimanya secara individu seperti dalam film, atau bahkan puluhan abad seperti yang 
dilakukan dalam buku seperti Injil, Al-Qur’an dan kitab suci yang lainnya. 
Dalam komunikasi massa pengirim sering disebut juga sebagai sumber (source) atau 
juga komunikator, sedangkan penerima pesan yang berjumlah banyak disebut dengan 
audience, komunikan, pendengar, pemirsa, penonton atupun pembaca. Terdapat beberapa 
elemen dalam komunikasi massa antara lain : komunikator, isi, audience, umpan balik, 
gangguan (saluran dan semantic) dan lain sebagainya. 
Audience sendiri memiliki pengertian sekumpulan orang yang menjadi pembaca, 
pendengar, dan pemirsa dari berbagai media atau komponen beserta isinya, seperti halnya 
pendengar radio atau penonton televisi. 
Kata audience atau audiens sendiri menjadi mudah untuk dikenal ketika diidentikan 
dengan “receivers” dalam model proses komunikasi massa (source, channel, message, 
receiver, effect) -Wilbur Schramm (1955)- 
Dengan demikian Audiens dapat didefinisikan dalam beberapa aspek, daintaranya 
adalah aspek lokasi (seperti dalam kasus media lokal), aspek personal (seperti ketika media 
dicirikan dengan mengacu pada kelompok usia tertentu, jenis kelamin, keyakinan politik 
atau pendapatan), aspek jenis media yang dipakai (teknologi dan organisasi gabungan), 
aspek isi pesan (genre, materi pelajaran, gaya), serta aspek waktu ('primetime' dan 
‘primetime’, penonton dan juga lama menonton).
Sebelum media massa ada, audiens adalah sekumpulan penonton drama, permainan 
dan tontonan. Setelah ada kegiatan komunikasi massa, audiens sering diartikan sebagai 
penerima pesan-pesan dari media massa. 
B. Rumusan Masalah 
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah : 
1. Apa pengertian dari audience itu ? 
2. Bagaimanakah karakteristik dari audience itu ? 
3. Bagaimankah konsep serta peran dari audience itu ? 
C. Tujuan 
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah : 
1. Untuk mengetahui serta memahami pengertian dari audience 
2. Untuk mengetahui bagaimana karakteristik dari audience itu sendiri 
3. Untuk mengetahui serta memahami konsep sekaligus peran dari audience
BAB II 
PEMBAHASAN 
A. Pengertian Audience 
Secara harfiah audiens (audience) disebut juga dengan khalayak. Audiens 
merupakan sekumpulan orang yang menjadi pembaca, pendengaar, dan pemirsa diberbagai 
media atau komponen beserta isinya. seperti halnya pendengar radio serta penonton televisi. 
Kata audiens sendiri lebih dikenal oleh masyarakat luas sebagai “receivers”, dalam 
model proses komunikasi massa disebut juga dengan (source, channel, message, receiver, 
effect) -Wilbur Schramm (1955)- 
Pada dasarnya audiens merupakan sekumpulan orang yang membaca, mendengar, 
menonton berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik. Audiens juga merupakan 
kehidupan sosial yang dilayani oleh media dengan menyampaikan suatu informasi yang 
dibutuhkan.1 
Sebelum media massa ada, audiens adalah sekumpulan penonton drama. Setelah ada 
kegiatan komunikasi massa, audiens sering diartikan sebagai penerima pesan-pesan dari 
media massa. 
Pada hakikatnya audiens bersifat dualitas, maksudnya adalah suatu kolektivitas yang 
terbentuk baik sebagai tanggapan terhadap isi media dan didefinisikan berdasarkan perhatian 
pada isi media itu, sekaligus merupakan sesuatu yang sudah ada dalam kehidupan sosial 
yang kemudian berhubungan dengan media tersebut. 
Dengan demikian, penggemar dari para penulis, kelompok musik, atau serial televisi 
tertentu disebut audiens. Akan tetapi yang tidak mudah dilokalisasikan menurut waktu dan 
tempat mungkin tidak memiliki eksistensi selain disebut kelompok sosial. Pada ekstrem 
yang lain, anggota suatu masyarakat kecil mungkin memiliki surat kabar dilokalnya sendiri 
yang memenuhi kebutuhan mereka, tetapi tidak memainkan peran dalam mewujudkan 
komunitas atau dalam menetapkan batasnya.2 
Audiens sendiri terbentuk karena adanya media. Secara perlahan-lahan masyarakat 
membentuk suatu hal yang kita sebut dengan audiens. Secara historis, audiens terbentuk 
1 
2
karena adanya gagasan tentang public yang pada akhirnya berkembang hingga sekarang. 
Media membentuk audiens menjadi beberapa bagian berdasarkan minat, pendidikan, umur, 
sosial, agama dan juga politik. Seringkali audiens digunakan sebagai alat dalam membangun 
pamor politik.3 
Konsep tentang audiens memang berkembang terus. Audiens ada yang tercipta 
karena respon masyarakat terhadap isi media yang disampaikan. Audiens juga tercipta 
karena ada kesengajaan media massa untuk melayani sejumlah individu atau kelompok 
audiens yang tersebar di masyarakat. Dengan pola terbentuknya audiens seperti itu, maka 
secara teoritis terjadi proses yang menyatukan kelompok masyarakat menjadi suatu audiens, 
ada juga yang dipecah menjadi kelompok-kelompok yang mempunyai kecenderungan yang 
sama.4 
Menurut Nightingale (2003) ada 4 pengertian audiens, diantaranya : 
 Audiens yaitu “orang-orang yang berkumpul” 
 Audiens yaitu “orang-orang yang dituju”. Berarti suatu grup yang terdiri dari orang-orang 
yang dikirim pesan 
 Audiens yaitu “yang terjadinya”. Pengalaman akan menerima pesan, apakah sendiri 
atau dengan orang lain sebagai kejadian interaksi di kehidupan, 
 Audiens yaitu”mendengar” atau “audisi”.5 
Dengan demikian konsep audiens harus bisa menggambarkan proses hubungan 
social antara media massa dengan lingkungan yang menjadi berdirinya lembaga disuatu 
media. Oleh karena itu konsep media uses and gratification dan kehidupan sehari-hari 
merupakan konsep-konsep yang akan merajut agar konsep audiens lebih manusiawi, tidak 
membatasi individu dengan lingkungan sosialnya maupun dengan media massanya. 
Sehingga bisa mempertemukan konsep-konsep yang berbeda terutama tentang apakah 
audience itu terbentuk karena respon masyarakat terhadap isi media atau desain awal media 
untuk melayani keinginan dari masyarakat itu sendiri.6 
B. Karakteristik dari Audience 
Dalam komunikasi massa, yang dimaksud dengan audience disini sanagatlah 
beragam, mulai dari jutaan penonton televise sampai ke ribuan pembaca buku, majalah, 
3 
4 
5 
6
Koran serta yang lainnya. Masing-masing diantaranya sangatlah berbeda, dalam hal 
berpakaian, berfikir, menanggapi dari pesan yang diterimanya, pengalamannya serta 
orientasi didalam hidupnya. Akan tetapi, masing-masing dari individu itu sendiri bisa saling 
mereaksi pesan yang diterimanya.7 
Sebagai contoh, ketika kita sama-sama menonton acara televise sebut saja program 
acara mission-x di trans-tv yang tayang pada hari tertentu, masing-masing dari penonton 
akan memiliki komentar yang berlainan terhadap program acara tersebut. Dalam hal ini kita 
sebagai audience yang saling berkomentar tentang program tersebut tentunya jelas dalam 
program televisi tersebut bisa menjadi topic pembicaraan kita dalam sehari-hari. Pesan yang 
disampaikan tersebut mampu memperluas pengetahuan dari para pemirsa. Dan bag mereka 
yang jarang memanfaatkan media massa sebagai sumber pengetahuan akan jauh lebih 
“kuper” dibandingkan dengan mereka yang selalu menjadikan media massa sebagai 
referensi utama dalam hidupnya.8 
Menurut Hiebert dan kawan-kawannya, audience dalam komunikasi massa memiliki 
lima karakteristik, antara lain : 
1. Audience cenderung berisi individu-individu yang condong untuk berbagi pengalaman 
dan dipengaruhi oleh hubungan sosial diantara mereka. Dalam hal ini para individu 
tersebut lebih memilih produk media yang mereka gunakan seleksi kesadaran. 
2. Audience cenderung besar. Besar disini berarti tersebar ke berbagai wilayah jangkauan 
sasaran komunikasi massa. Meskipun begitu, ukuran dari luas ini sifatnya bisa jadi 
relative. Hal ini dikarenakan ada media tertentu yang khalayaknya mencapai ribuan 
bahkan sampai jutaan. Keduanya tetap disebut audience meskipun jumlahnya berbeda, 
perbedaan inibukanlah sesuatu yang prinsip, jadi tidak ada ukuran yang pasti tentang 
luasnya dari audience itu. 
3. Audience cenderung heterogen. Dalam hal ini Heterogen berarti audiens yang terdiri dari 
beragam lapisan dan kategori sosial. Beberapa media tertentu yang sasaran, tetapi 
heterogenitasnya juga tetap ada. Seperti halnya dengan majalah yang dikususkan untuk 
kalangan dokter, memang sama secara profesi, akan tetapi status sosial ekonomi, agama 
serta umur tetap berbeda antara satu sama lain. Yang membaca makalah ini juga bisa 
disebut heterogen sifatnya. 
7 
8
4. Audience cenderung anonim, yaitu tidak mengenal antara satu sama lain. Keseluruhan 
audiens media tidak bisa saling mengenal satu sama lain secara keseluruhan, dalam 
pengertian yang menekankan pada semua audiens sebuah media yang jumlahnya bisa 
mencapai jutaan. Bagaimana mungkin audience bisa mengenal khalayak televise yang 
jumlahnya jutaan? Tidak mengenal tersebut tidak ditekankan diantara satu kasus per 
kasus, tetapi meliputisemua audience. Hal ini dikarenakan bisa saja sesama audience 
sebut saja (Trans 7), diantara anggota keluarga saling mengenal. Akan tetapi, saling 
menegenal di sisni bukan seperti itu maksudnya. 
5. Audience secara fisisk dipisahkan dari komunikator. Seperti halnya ketika kita sedang 
berada di Yogyakarta yang sedang menikmati acara stasiun televisi di Jakarta. Bukankah 
iadipisahkan dengan jarak ratusan kilometer? Dapat juga dikatakan audience dipisahkan 
oleh ruang dan waktu.9 
C. Konsep Audience 
McQuail (1987) menyebutkan beberapa konsep alternatif tentang audiens sebagai 
berikut: 
1. Audiens sebagai kumpulan penonton, pembaca, pendengar, dan pemirsa. 
Kumpulan inilah yang disebut sebagai audiens dalam bentuk yang paling dikenal 
dan menjadi perhatian seluruh penelitian media. Fokusnya adalah pada jumlah total orang 
yang dapat dijangkau oleh satuan isi media tertentu dan jumlah orang dalam karakteristik 
demografi, tertentu yang penting bagi pengirim. 
Dalam praktek, penerapan konsep tersebut tidaklah sesederhana itu dan akhirnya 
menimbulkan pertimbangan yang melebihi soal kuantitatif semata. 
Clausse telah menunjukkan beberapa kelemahan untuk membedakan berbagai 
kadar keikutsertaan dan keterlibatan audiens. 
Audiens yang pertama dan yang terbesar adalah populasi yang tersedia untuk 
menerima tawaran komunikasi tertentu. Dengan demikian, semau yang memiliki pesawat 
televisi adlah audiens televisi adlam artian tertentu. 
Kedua, terdapat audiens yang benar-benar menerima hal-hal yang ditawarkan 
dengan kadar yang brbeda-beda seperti pemirsa televisi reguler, pembeli surat kabar, dan 
sebagainya. 
9
Ketiga, ada bagian audiens sebenarnya yang mencatat penerimaan isi, dan yang 
terakhir ada bagian lebih kecil yang mengendpkan hal-hal yang ditawarkan dan diterima. 
Clausse mengemukakn hal ini dengan mengacu pad serangkaian penyusutan, dari 
populasi masyarakat secara menyeluruh, kemudian publik potensial bagi suatu pesan, 
hingga publik efektif yang benar-benar mengikut, sampai dengan publik pesan tertentu, 
dan akhirnya publik yang benar-benar terpengaruh oleh komunikasi. 
2. Audiens sebagai massa 
Massa seringkali sangat besar, lebih besar dari kebanyakan kelompok, kerumunan 
atau publik. Para anggota massa tersebar luas dan biasanya tidak saling mengenal satu 
sama lain. Massa kurang memiliki kesadaran diri dan identitas diri, serta tidak mampu 
bergerak secara serentak dan terorganisasi untuk mencapai tujuan tertentu. Massa 
ditandai oleh komposisi yang selalu berubah dan berada dalam batas wilayah yang selalu 
berubah pula. Ia tidak bertindak untuk dirinya sendiri, tetapi “disetir” untuk melakukan 
suatu tindakan. 
Audiens sebagai massa lebih menekankan pada ukurannya yang besar, 
heterogenitas, penyebaran, dan anonimitasnya serta lemahnya organisasi sosial dan 
komposisi yang selalu berubah dengan cepat dan tidak konsisten. 
Massa tidak memiliki keberadaan/eksistensi yang berlanjut kecuali dalam pikiran 
mereka yang ingin memperoleh perhatian dari dan memanipulasi orang-orang sebanyak 
mungkin. 
Menurut Raymond William, tidak ada massa rakyat, yang ada hanya cara pandang 
orang-orang sebagai massa. Meskipun demikian, hal itu telah cenderung menjadi standar 
untuk memutuskan audiens, semakin mendekati pengertian massa, telah menyamakan 
massa dengan audiens bagi media massa. 
3. Audiens sebagai publik atau kelompok sosial 
Unsur penting dalam versi audiens ini adalah praeksistensi dari kelompok sosial 
yang aktif, interaktif, dan sebagian besar otonom yang sebagian besar dilayani oleh 
media tertentu, tetapi keberadaannya tidak tergantung pada media. 
Gagasan tetang publik telah dibahas melalui sosiologi dan teori demokrasi liberal. 
Misalnya gagasan telah didefinisikan oleh Dewey sebagi pengelompokan orang-orang 
secara politis yang terwujud sebagai unit sosial melalui pengakuan bersama atas masalah 
bersama yang perlu ditanggulangi. Pengelompokan seperti ini memerlukan berbagai 
sarana komunikasi bagi pengembangan dan kesinambungannya. 
Meskipun demikian, kita dapat melihat adanya bukti tentang eksistensi berbagai 
bentukan audiens yang berciri publik. Hampir seluruh masyarkat memiliki publik yang
mengetahui, yaitu bagian audiens yang paling aktif dalam kehidupan politik dn sosial 
serta memiliki banyak sumber informasi, khususnya golongan elit, pembentukan opini, 
dan pers spesialis. Bukti kedua, banyak negara menguasai beberapa pers partai tertentu 
atau pers yang memang memiliki hubungan politik dengan kelompok pembacanya. Di 
sini keanggotaan atau pendukung partai tertentu membentuk publik yang juga adlah 
audiens. 
Bukti ketiga, terdapat audiens lokal atau komunitas bagi publikasi yang bersifat 
lokal. Dalam hal ini audiens cenderung serupa dengan anggota, khususnya anggota yang 
paling aktif dari komunitas yang ad sebelumnya, yaitu kelompok sosial. 
Bukti terakhir, terdapat sangat banyak audiens tertentu yang terbentuk atas dasar 
isu, minat, atau bidang keahlian yang mungkin memiliki bentuk interaksi lainnya dan 
bukan sekedar penciptaan pasokan media. 
4. Audiens sebagai pasar 
Audiens sebagai pasar muncul sebagai akibat perkembangan ekonomi. Produk 
media merupakan komoditi atau jasa yang ditawarkan untuk dijual kepada sekumpulan 
konsumen tertentu yang potensial, bersaing dengan produk media lainnya. 
Audiens sebagai pasar berarti sekumpulan calon konsumen dengan profil sosial 
ekonomi yang diketahui yang merupakan sasaran suatu medium atau pesan. 
Konsep audiens sebagai pasar ini mirip dengan audiens sebagai massa. Dalam arti 
jumlahnya yang besar. Yang perlu diperhatikan adalah soal selera dalam kaitannya 
dengan produk media yang akan menjadi minat mereka. 
Audiens dipandang memiliki signifikansi rangkap bagi media, sebagai perangkat 
calon konsumen produk dan sebagai audiens jenis iklan tertentu. Yang merupakan 
sumber pendapatan media yang penting. 
Dengan demikian, pasar bagi produk media juga mungkin merupakan pasar bagi 
produk lainnya. Meskipun media komersial perlu memandang audiensnya sebagai pasar 
dlam arti itu dan adakalanya mencirikan audiens tertentu dalam hubungannya dengan 
gaya hidup dan pola konsumsi, ada sejumlah konsekuensi pendekatan ini terhadap cara 
memandang audiens. 
Sedangkan Allor (1988) menyebutkan bahwa audiens itu berada dimana-mana dan 
tidak mempunyai tempat yang real.10 
10
BAB III 
PENUTUP 
Kesimpulan 
Audience merupakan sekumpulan orang yang membaca, mendengar, menonton berbagai 
media massa, baik cetak maupun elektronik. 
Audience dalam komunikasi massa memiliki beberapa karakteristik, antara lain : 
Audience cenderung berisi individu-individu yang condong untuk berbagi pengalaman dan 
dipengaruhi oleh hubungan sosial diantara mereka, audience cenderung besar, audience 
cenderung heterogen, audience cenderung anonim, audience secara fisisk dipisahkan dari 
komunikator. 
Konsep serta peran audience diantaranya : Audiens sebagai kumpulan penonton, 
pembaca, pendengar, dan pemirsa ; audience sebagai massa ; audience sebagai public atau 
kelompok sosial, serta audience sebagai pasar.
DAFTAR PUSTAKA 
Denis, Mcquail. 1996. Teori komunikasi Massa. Jakarta: Erlangga. 
Jalaluddin Rakhmat, 1994, Psikologi Komunikasi, Bandung: Remaja 
Rosdakarya. 
McQuail. 1987. Teori Komunikasi Massa edisi 2. Jakarta: Erlangga. 
Mcquail. 2000. Mass Communication Theory. London: SAGE Publication. 
Nurudin. 2003. Komunikasi Massa. Malang: CESPUR. 
Nurudin. 2007. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: PT. Rajagrafindo.

Konsep audience

  • 1.
    “Konsep Audience” MAKALAH Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Komunikasi Massa Penyusun : Nur Alfiyatur Rochmah (B06213037) Kelas : Ilmu Komunikasi 3-F3 Dosen Pengampu : Yoyon Mudjiono PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA 2014
  • 2.
    KATA PENGANTAR Pujisyukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan karunia Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah untuk bahan mata kuliah Komunikasi Massa ini. Dalam makalah ini kami sebagai penulis sekaligus penyusun menyajikan persoalan mengenai “Konsep Audience”. Walaupun sudah berusaha semaksimal mungkin, namun kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak terdapat kekurangan. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang sifat nya membangun demi kesempurnaan penulisan untuk masa yang akan datang. Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami penulis maupun para pembaca serta dapat menambah wawasan tentang Konsep Audience dalam Komunikasi Massa. Surabaya, 25 September 2014 Penyusun
  • 3.
    BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Proses sederhana dari komunikasi meliputi komunikator yang mengirimkan pesan melalui saluran kepada komunikan (penerima). Perbedaan dari komunikasi massa dengan komunikasi pada umumnya lebih berdasarkan pada jumlah pesan yang berlipat-lipat yang sampai kepada penerima. Terkadang mereka menerimanya secara serentak, seperti halnya melalui media televisi yang dilakukan secara langsung. Ada juga dari mereka yang menerimanya secara individu seperti dalam film, atau bahkan puluhan abad seperti yang dilakukan dalam buku seperti Injil, Al-Qur’an dan kitab suci yang lainnya. Dalam komunikasi massa pengirim sering disebut juga sebagai sumber (source) atau juga komunikator, sedangkan penerima pesan yang berjumlah banyak disebut dengan audience, komunikan, pendengar, pemirsa, penonton atupun pembaca. Terdapat beberapa elemen dalam komunikasi massa antara lain : komunikator, isi, audience, umpan balik, gangguan (saluran dan semantic) dan lain sebagainya. Audience sendiri memiliki pengertian sekumpulan orang yang menjadi pembaca, pendengar, dan pemirsa dari berbagai media atau komponen beserta isinya, seperti halnya pendengar radio atau penonton televisi. Kata audience atau audiens sendiri menjadi mudah untuk dikenal ketika diidentikan dengan “receivers” dalam model proses komunikasi massa (source, channel, message, receiver, effect) -Wilbur Schramm (1955)- Dengan demikian Audiens dapat didefinisikan dalam beberapa aspek, daintaranya adalah aspek lokasi (seperti dalam kasus media lokal), aspek personal (seperti ketika media dicirikan dengan mengacu pada kelompok usia tertentu, jenis kelamin, keyakinan politik atau pendapatan), aspek jenis media yang dipakai (teknologi dan organisasi gabungan), aspek isi pesan (genre, materi pelajaran, gaya), serta aspek waktu ('primetime' dan ‘primetime’, penonton dan juga lama menonton).
  • 4.
    Sebelum media massaada, audiens adalah sekumpulan penonton drama, permainan dan tontonan. Setelah ada kegiatan komunikasi massa, audiens sering diartikan sebagai penerima pesan-pesan dari media massa. B. Rumusan Masalah Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah : 1. Apa pengertian dari audience itu ? 2. Bagaimanakah karakteristik dari audience itu ? 3. Bagaimankah konsep serta peran dari audience itu ? C. Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah : 1. Untuk mengetahui serta memahami pengertian dari audience 2. Untuk mengetahui bagaimana karakteristik dari audience itu sendiri 3. Untuk mengetahui serta memahami konsep sekaligus peran dari audience
  • 5.
    BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Audience Secara harfiah audiens (audience) disebut juga dengan khalayak. Audiens merupakan sekumpulan orang yang menjadi pembaca, pendengaar, dan pemirsa diberbagai media atau komponen beserta isinya. seperti halnya pendengar radio serta penonton televisi. Kata audiens sendiri lebih dikenal oleh masyarakat luas sebagai “receivers”, dalam model proses komunikasi massa disebut juga dengan (source, channel, message, receiver, effect) -Wilbur Schramm (1955)- Pada dasarnya audiens merupakan sekumpulan orang yang membaca, mendengar, menonton berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik. Audiens juga merupakan kehidupan sosial yang dilayani oleh media dengan menyampaikan suatu informasi yang dibutuhkan.1 Sebelum media massa ada, audiens adalah sekumpulan penonton drama. Setelah ada kegiatan komunikasi massa, audiens sering diartikan sebagai penerima pesan-pesan dari media massa. Pada hakikatnya audiens bersifat dualitas, maksudnya adalah suatu kolektivitas yang terbentuk baik sebagai tanggapan terhadap isi media dan didefinisikan berdasarkan perhatian pada isi media itu, sekaligus merupakan sesuatu yang sudah ada dalam kehidupan sosial yang kemudian berhubungan dengan media tersebut. Dengan demikian, penggemar dari para penulis, kelompok musik, atau serial televisi tertentu disebut audiens. Akan tetapi yang tidak mudah dilokalisasikan menurut waktu dan tempat mungkin tidak memiliki eksistensi selain disebut kelompok sosial. Pada ekstrem yang lain, anggota suatu masyarakat kecil mungkin memiliki surat kabar dilokalnya sendiri yang memenuhi kebutuhan mereka, tetapi tidak memainkan peran dalam mewujudkan komunitas atau dalam menetapkan batasnya.2 Audiens sendiri terbentuk karena adanya media. Secara perlahan-lahan masyarakat membentuk suatu hal yang kita sebut dengan audiens. Secara historis, audiens terbentuk 1 2
  • 6.
    karena adanya gagasantentang public yang pada akhirnya berkembang hingga sekarang. Media membentuk audiens menjadi beberapa bagian berdasarkan minat, pendidikan, umur, sosial, agama dan juga politik. Seringkali audiens digunakan sebagai alat dalam membangun pamor politik.3 Konsep tentang audiens memang berkembang terus. Audiens ada yang tercipta karena respon masyarakat terhadap isi media yang disampaikan. Audiens juga tercipta karena ada kesengajaan media massa untuk melayani sejumlah individu atau kelompok audiens yang tersebar di masyarakat. Dengan pola terbentuknya audiens seperti itu, maka secara teoritis terjadi proses yang menyatukan kelompok masyarakat menjadi suatu audiens, ada juga yang dipecah menjadi kelompok-kelompok yang mempunyai kecenderungan yang sama.4 Menurut Nightingale (2003) ada 4 pengertian audiens, diantaranya :  Audiens yaitu “orang-orang yang berkumpul”  Audiens yaitu “orang-orang yang dituju”. Berarti suatu grup yang terdiri dari orang-orang yang dikirim pesan  Audiens yaitu “yang terjadinya”. Pengalaman akan menerima pesan, apakah sendiri atau dengan orang lain sebagai kejadian interaksi di kehidupan,  Audiens yaitu”mendengar” atau “audisi”.5 Dengan demikian konsep audiens harus bisa menggambarkan proses hubungan social antara media massa dengan lingkungan yang menjadi berdirinya lembaga disuatu media. Oleh karena itu konsep media uses and gratification dan kehidupan sehari-hari merupakan konsep-konsep yang akan merajut agar konsep audiens lebih manusiawi, tidak membatasi individu dengan lingkungan sosialnya maupun dengan media massanya. Sehingga bisa mempertemukan konsep-konsep yang berbeda terutama tentang apakah audience itu terbentuk karena respon masyarakat terhadap isi media atau desain awal media untuk melayani keinginan dari masyarakat itu sendiri.6 B. Karakteristik dari Audience Dalam komunikasi massa, yang dimaksud dengan audience disini sanagatlah beragam, mulai dari jutaan penonton televise sampai ke ribuan pembaca buku, majalah, 3 4 5 6
  • 7.
    Koran serta yanglainnya. Masing-masing diantaranya sangatlah berbeda, dalam hal berpakaian, berfikir, menanggapi dari pesan yang diterimanya, pengalamannya serta orientasi didalam hidupnya. Akan tetapi, masing-masing dari individu itu sendiri bisa saling mereaksi pesan yang diterimanya.7 Sebagai contoh, ketika kita sama-sama menonton acara televise sebut saja program acara mission-x di trans-tv yang tayang pada hari tertentu, masing-masing dari penonton akan memiliki komentar yang berlainan terhadap program acara tersebut. Dalam hal ini kita sebagai audience yang saling berkomentar tentang program tersebut tentunya jelas dalam program televisi tersebut bisa menjadi topic pembicaraan kita dalam sehari-hari. Pesan yang disampaikan tersebut mampu memperluas pengetahuan dari para pemirsa. Dan bag mereka yang jarang memanfaatkan media massa sebagai sumber pengetahuan akan jauh lebih “kuper” dibandingkan dengan mereka yang selalu menjadikan media massa sebagai referensi utama dalam hidupnya.8 Menurut Hiebert dan kawan-kawannya, audience dalam komunikasi massa memiliki lima karakteristik, antara lain : 1. Audience cenderung berisi individu-individu yang condong untuk berbagi pengalaman dan dipengaruhi oleh hubungan sosial diantara mereka. Dalam hal ini para individu tersebut lebih memilih produk media yang mereka gunakan seleksi kesadaran. 2. Audience cenderung besar. Besar disini berarti tersebar ke berbagai wilayah jangkauan sasaran komunikasi massa. Meskipun begitu, ukuran dari luas ini sifatnya bisa jadi relative. Hal ini dikarenakan ada media tertentu yang khalayaknya mencapai ribuan bahkan sampai jutaan. Keduanya tetap disebut audience meskipun jumlahnya berbeda, perbedaan inibukanlah sesuatu yang prinsip, jadi tidak ada ukuran yang pasti tentang luasnya dari audience itu. 3. Audience cenderung heterogen. Dalam hal ini Heterogen berarti audiens yang terdiri dari beragam lapisan dan kategori sosial. Beberapa media tertentu yang sasaran, tetapi heterogenitasnya juga tetap ada. Seperti halnya dengan majalah yang dikususkan untuk kalangan dokter, memang sama secara profesi, akan tetapi status sosial ekonomi, agama serta umur tetap berbeda antara satu sama lain. Yang membaca makalah ini juga bisa disebut heterogen sifatnya. 7 8
  • 8.
    4. Audience cenderunganonim, yaitu tidak mengenal antara satu sama lain. Keseluruhan audiens media tidak bisa saling mengenal satu sama lain secara keseluruhan, dalam pengertian yang menekankan pada semua audiens sebuah media yang jumlahnya bisa mencapai jutaan. Bagaimana mungkin audience bisa mengenal khalayak televise yang jumlahnya jutaan? Tidak mengenal tersebut tidak ditekankan diantara satu kasus per kasus, tetapi meliputisemua audience. Hal ini dikarenakan bisa saja sesama audience sebut saja (Trans 7), diantara anggota keluarga saling mengenal. Akan tetapi, saling menegenal di sisni bukan seperti itu maksudnya. 5. Audience secara fisisk dipisahkan dari komunikator. Seperti halnya ketika kita sedang berada di Yogyakarta yang sedang menikmati acara stasiun televisi di Jakarta. Bukankah iadipisahkan dengan jarak ratusan kilometer? Dapat juga dikatakan audience dipisahkan oleh ruang dan waktu.9 C. Konsep Audience McQuail (1987) menyebutkan beberapa konsep alternatif tentang audiens sebagai berikut: 1. Audiens sebagai kumpulan penonton, pembaca, pendengar, dan pemirsa. Kumpulan inilah yang disebut sebagai audiens dalam bentuk yang paling dikenal dan menjadi perhatian seluruh penelitian media. Fokusnya adalah pada jumlah total orang yang dapat dijangkau oleh satuan isi media tertentu dan jumlah orang dalam karakteristik demografi, tertentu yang penting bagi pengirim. Dalam praktek, penerapan konsep tersebut tidaklah sesederhana itu dan akhirnya menimbulkan pertimbangan yang melebihi soal kuantitatif semata. Clausse telah menunjukkan beberapa kelemahan untuk membedakan berbagai kadar keikutsertaan dan keterlibatan audiens. Audiens yang pertama dan yang terbesar adalah populasi yang tersedia untuk menerima tawaran komunikasi tertentu. Dengan demikian, semau yang memiliki pesawat televisi adlah audiens televisi adlam artian tertentu. Kedua, terdapat audiens yang benar-benar menerima hal-hal yang ditawarkan dengan kadar yang brbeda-beda seperti pemirsa televisi reguler, pembeli surat kabar, dan sebagainya. 9
  • 9.
    Ketiga, ada bagianaudiens sebenarnya yang mencatat penerimaan isi, dan yang terakhir ada bagian lebih kecil yang mengendpkan hal-hal yang ditawarkan dan diterima. Clausse mengemukakn hal ini dengan mengacu pad serangkaian penyusutan, dari populasi masyarakat secara menyeluruh, kemudian publik potensial bagi suatu pesan, hingga publik efektif yang benar-benar mengikut, sampai dengan publik pesan tertentu, dan akhirnya publik yang benar-benar terpengaruh oleh komunikasi. 2. Audiens sebagai massa Massa seringkali sangat besar, lebih besar dari kebanyakan kelompok, kerumunan atau publik. Para anggota massa tersebar luas dan biasanya tidak saling mengenal satu sama lain. Massa kurang memiliki kesadaran diri dan identitas diri, serta tidak mampu bergerak secara serentak dan terorganisasi untuk mencapai tujuan tertentu. Massa ditandai oleh komposisi yang selalu berubah dan berada dalam batas wilayah yang selalu berubah pula. Ia tidak bertindak untuk dirinya sendiri, tetapi “disetir” untuk melakukan suatu tindakan. Audiens sebagai massa lebih menekankan pada ukurannya yang besar, heterogenitas, penyebaran, dan anonimitasnya serta lemahnya organisasi sosial dan komposisi yang selalu berubah dengan cepat dan tidak konsisten. Massa tidak memiliki keberadaan/eksistensi yang berlanjut kecuali dalam pikiran mereka yang ingin memperoleh perhatian dari dan memanipulasi orang-orang sebanyak mungkin. Menurut Raymond William, tidak ada massa rakyat, yang ada hanya cara pandang orang-orang sebagai massa. Meskipun demikian, hal itu telah cenderung menjadi standar untuk memutuskan audiens, semakin mendekati pengertian massa, telah menyamakan massa dengan audiens bagi media massa. 3. Audiens sebagai publik atau kelompok sosial Unsur penting dalam versi audiens ini adalah praeksistensi dari kelompok sosial yang aktif, interaktif, dan sebagian besar otonom yang sebagian besar dilayani oleh media tertentu, tetapi keberadaannya tidak tergantung pada media. Gagasan tetang publik telah dibahas melalui sosiologi dan teori demokrasi liberal. Misalnya gagasan telah didefinisikan oleh Dewey sebagi pengelompokan orang-orang secara politis yang terwujud sebagai unit sosial melalui pengakuan bersama atas masalah bersama yang perlu ditanggulangi. Pengelompokan seperti ini memerlukan berbagai sarana komunikasi bagi pengembangan dan kesinambungannya. Meskipun demikian, kita dapat melihat adanya bukti tentang eksistensi berbagai bentukan audiens yang berciri publik. Hampir seluruh masyarkat memiliki publik yang
  • 10.
    mengetahui, yaitu bagianaudiens yang paling aktif dalam kehidupan politik dn sosial serta memiliki banyak sumber informasi, khususnya golongan elit, pembentukan opini, dan pers spesialis. Bukti kedua, banyak negara menguasai beberapa pers partai tertentu atau pers yang memang memiliki hubungan politik dengan kelompok pembacanya. Di sini keanggotaan atau pendukung partai tertentu membentuk publik yang juga adlah audiens. Bukti ketiga, terdapat audiens lokal atau komunitas bagi publikasi yang bersifat lokal. Dalam hal ini audiens cenderung serupa dengan anggota, khususnya anggota yang paling aktif dari komunitas yang ad sebelumnya, yaitu kelompok sosial. Bukti terakhir, terdapat sangat banyak audiens tertentu yang terbentuk atas dasar isu, minat, atau bidang keahlian yang mungkin memiliki bentuk interaksi lainnya dan bukan sekedar penciptaan pasokan media. 4. Audiens sebagai pasar Audiens sebagai pasar muncul sebagai akibat perkembangan ekonomi. Produk media merupakan komoditi atau jasa yang ditawarkan untuk dijual kepada sekumpulan konsumen tertentu yang potensial, bersaing dengan produk media lainnya. Audiens sebagai pasar berarti sekumpulan calon konsumen dengan profil sosial ekonomi yang diketahui yang merupakan sasaran suatu medium atau pesan. Konsep audiens sebagai pasar ini mirip dengan audiens sebagai massa. Dalam arti jumlahnya yang besar. Yang perlu diperhatikan adalah soal selera dalam kaitannya dengan produk media yang akan menjadi minat mereka. Audiens dipandang memiliki signifikansi rangkap bagi media, sebagai perangkat calon konsumen produk dan sebagai audiens jenis iklan tertentu. Yang merupakan sumber pendapatan media yang penting. Dengan demikian, pasar bagi produk media juga mungkin merupakan pasar bagi produk lainnya. Meskipun media komersial perlu memandang audiensnya sebagai pasar dlam arti itu dan adakalanya mencirikan audiens tertentu dalam hubungannya dengan gaya hidup dan pola konsumsi, ada sejumlah konsekuensi pendekatan ini terhadap cara memandang audiens. Sedangkan Allor (1988) menyebutkan bahwa audiens itu berada dimana-mana dan tidak mempunyai tempat yang real.10 10
  • 11.
    BAB III PENUTUP Kesimpulan Audience merupakan sekumpulan orang yang membaca, mendengar, menonton berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik. Audience dalam komunikasi massa memiliki beberapa karakteristik, antara lain : Audience cenderung berisi individu-individu yang condong untuk berbagi pengalaman dan dipengaruhi oleh hubungan sosial diantara mereka, audience cenderung besar, audience cenderung heterogen, audience cenderung anonim, audience secara fisisk dipisahkan dari komunikator. Konsep serta peran audience diantaranya : Audiens sebagai kumpulan penonton, pembaca, pendengar, dan pemirsa ; audience sebagai massa ; audience sebagai public atau kelompok sosial, serta audience sebagai pasar.
  • 12.
    DAFTAR PUSTAKA Denis,Mcquail. 1996. Teori komunikasi Massa. Jakarta: Erlangga. Jalaluddin Rakhmat, 1994, Psikologi Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya. McQuail. 1987. Teori Komunikasi Massa edisi 2. Jakarta: Erlangga. Mcquail. 2000. Mass Communication Theory. London: SAGE Publication. Nurudin. 2003. Komunikasi Massa. Malang: CESPUR. Nurudin. 2007. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: PT. Rajagrafindo.