• Mengenal Tentang Dermatitis Alergi
• Konsep Asuhan Keperawatan Dermatitis Alergi
• Dermatitis adalah peradangan kulit ( epidermis dan
dermis ) sebagai respon terhadap pengaruh fakor
eksogen atau pengaruh factor endogen, menimbulkan
kelainan klinis berupa efloresensi polimorfik ( eritema,
edema, papul, vesikel, skuama ) dan keluhan gatal (
Djuanda, Adhi, 2007 ).
• Penyebabnya secara umum dapat dibedakan menjadi 2
yaitu :
• Luar ( eksogen ) misalnya bahan kimia ( deterjen, oli, semen ),
fisik ( sinar matahari, suhu ), mikroorganisme ( mikroorganisme,
jamur).
• Dalam ( endogen ) misalnya dermatitis atopik.
• Keringnya kulit.
• Iritasi oleh sabun, deterjen, pelembut pakaian, dan bahan
kimia lain.
• Menciptakan kondisi yang terlalu hangat untuk anak,
misalnya membungkus anak dengan pakaian berlapis.
• Alergi atau intoleransi terhadap makanan tertentu.
• Alergi terhadap debu, serbuk bunga, atau bulu hewan.
• Virus dan infeksi lain.
• Perjalan ke Negara dengan iklim berbeda.
• Pada umumnya penderita dermatitis akan meneluh gatal,
dimana gejala klinis lainnya bergantung pada stadium
penyakitnya.
• Stadium akut : kelainan kulit berupa eritema, edema, vesikel atau
bula, erosi dan eksudasi sehingga tampak basah.
• Stadium subakut : eritema, dan edema berkurang, eksudat
mongering menjadi kusta.
• Stadium kronis : lesi tampak kering, skuama, hiperpigmentasi,
papul dan likenefikasi.

• Stadium tersebut tidak selalu berurutan, bisa saja sejak
awal suatu dermatitis sejak awal memberi gambaran
klinis berupa kelainan kulit stadium kronis.
Patofisiologi
Kelainan kulit timbul akibat
kerusakan
sel
yang
disebabkan
oleh
iritan
melalui kerja kimiawi atau
fisik. Bahan irisan merusak
lapisan tanduk, denaturasi
keratin, menyingkirkan lemak
lapisan
tanduk,
dan
mengubah daya ikat air kulit.
Keadaan ini akan merusak
sel epidermis.
• Tes Tempel Terbuka
• Tes Tempel Tertutup
• Tes Tempel dengan Sinar
•
•
•
•
•

Pengkajian
Diagnosa Keperawatan
Perencanaan Keperawatan
Implementasi
Evaluasi
• Untuk menetapkan bahan alergen penyebab dermatitis kontak
alergik diperlukan anamnesis yang teliti.
• Riwayat penyakit yang lengkap
• Pemeriksaan fisik dan uji tempel.
• Anamnesis ditujukan selain untuk menegakkan diagnosis juga untuk
mencari kausanya. Karena hal ini penting dalam menentukan terapi
dan tindak lanjutnya, yaitu mencegah kekambuhan. Diperlukan
kesabaran, ketelitian, pengertian dan kerjasama yang baik dengan
pasien.
• Riwayat atopi perjalanan penyakit, pekerjaan, hobi, riwayat kontaktan
dan pengobatan yang pernah diberikan oleh dokter maupun
dilakukan sendiri, obyek personal meliputi pertanyaan tentang
pakaian baru,sepatu lama, kosmetika, kaca mata, dan jam tangan
serta kondisi lain yaitu riwayat medisumum dan mungkin faktor
psikologik.
• Pemeriksaan fisik didapatkan adanya eritema, edema dan papula
disusul dengan pembentukan vesikel yang jika pecah akan
membentuk dermatitis yang membasah. Lesi pada umumnya timbul
pada tempat kontak, tidak berbatas tegas dan dapat meluas
kedaerah sekitarnya.
•

Aktivitas / Istirahat
• Tanda : Penurunan kekuatan, tahanan, Perubahan tonus.

•

Sirkulasi
• Tanda : pembentukan edema jaringan.

•

Integritas Ego
• Gejala : Pekerjaan, masalah tentang keluarga.
• Tanda : ansietas, menarik diri.

•

Eliminasi
• Tanda : Diuresis ( setelah kebocoran kapiler dan mobilisasi cairan kedalam sirkulasi ).

•

Makanan / Cairan
• Tanda : edema jaringan umum.

•

Neurosensori
• Tanda : perubahan orientasi, perilaku.

•

Nyeri / kenyamanan
• Gejala : nyeri pada kulit.

•

Pernapasan
• Gejala : terkurung dalam ruang tertutup, terpajan lama.

•

Keamanan
• Tanda : adanya destruksi jaringan.
• Kerusakan integritas kulit yang berhubungan dengan
perubahan fungsi barier kulit.
• Nyeri dan yang berhubungan dengan lesi kulit.
• Perubahan pola tidur yang berhubungan dengan pruritus.
• Gangguan citra tubuh berhubungan dengan penampakan
kulit yang tidak bagus.
• Kurang
pengetahuan
tentang
program
terapi
berhubungan dengan inadekuat informasi.
Rencana Perawatan

Diagnosa
Kerusakan integritas kulit b/d
adanya
lesi,
perubahan
pigmentasi,
penebalan
epidermis dan kekakuan kulit.

Tujuan & Kriteria Hasil
Tujuan:
Setelah
diberikan 1.
tindakan keperawatan 3x24 jam
kondisi kulit klien menunjukkan
perbaikan.
Kriteria hasil : Klien akan
mempertahankan kulit agar
mempunyai hidrasi yang baik
dan
turunnya
peradangan,
ditandai dengan:
2.
1.

2.

Mengungkapkan
peningkatan kenyamanan 3.
kulit.
Berkurangnya
derajat
pengelupasan
kulit,
berkurangnya kemerahan,
berkurangnya lecet karena 4.
garukan,
penyembuhan
area kulit yang telah rusak.

Intervensi

Rasional

Mandi
paling
tidak 1.
sekali sehari selama 15
– 20 menit. Segera
oleskan salep atau krim
yang telah diresepkan
setelah mandi. Mandi
lebih sering jika tanda
dan gejala meningkat.
Gunakan air
jangan panas.

hangat
2.

Gunakan sabun yang
mengandung pelembab
atau sabun untuk kulit
sensitive.
Hindari 3.
mandi busa.
Oleskan/berikan salep
atau krim yang telah
diresepkan 2 atau tiga
kali per hari.

4.

Dengan mandi air akan
meresap
dalam
saturasi
kulit.
Pengolesan
krim
pelembab selama 2 – 4
menit setelah mandi
untuk
mencegah
penguapan air dari
kulit.
Air
panas
menyebabkan
vasodilatasi yang akan
meningkatkan pruritus
Sabun
yang
mengandung
pelembab lebih sedikit
kandungan alkalin dan
tidak membuat kulit
kering, sabun kering
dapat
meningkatkan
keluhan.
Salep atau krim akan
melembabkan kulit.
Nyeri b/d agen cedera Tujuan: Setelah diberikan tindakan 1.
fisik: adanya vesikel keperawatan 3x24 jam, rasa nyeri
atau bula, erosi , papula, pasien dapat berkurang
garukan berulang.
Kriteria Hasil:
2.
1.
Melaporkan nyeri berkurang/
terkontrol.
2.

Menunjukkan ekspresi wajah/ 3.
postur tubuh rileks.

3.

Berpartisipasi dalam aktivitas
dan tidur atau istirahat
dengan tepat.

Gangguan pola tidur b/d Tujuan
:
Setelah
diberikan 1.
pruritus, nyeri.
tindakan keperawatan 3x 24 jam
klien bisa beristirahat secara
optimal.
Kriteria Hasil :
2.

1.

Mencapai tidur yang nyenyak.

2.

Mempertahankan
kondisi 3.
lingkungan yang tepat.

3.

Menghindari konsumsi kafein.

4.

Mengenali tindakan
meningkatkan tidur.

5.

Mengenali pola istirahat/tidur 5.
yang memuaskan.

untuk 4.

Observasi keluhan nyeri, 1.
perhatikan lokasi atau
karakter dan intensitas
skala nyeri (0-10 ).

Dapat
mengidentifikasi
terjadinya komplikasi dan
untuk
intervensi
selanjutnya.

Ajarkan tehnik relaksasi 2.
progresif, nafas dalam
guided imagery.

Membantu klien untuk
mengurangi
persepsi
nyeri atau mangalihkan
perhatian klien dari nyeri
pemberian obat

Kolaborasi: Berikan obat
sesuai indikasi topikal
maupun
sistemik; 3.
pentoksifilin

Membantu
mengurangi
efek peradangan.

Nasihati
klien
untuk 1.
menjaga kamar tidur agar
tetap memiliki ventilasi
dan kelembaban yang
baik.

Udara
yang
kering
membuat kulit terasa
gatal, lingkungan yang
nyaman
meningkatkan
relaksasi.

Menjaga agar kulit selalu 2.
lembab.

Tindakan ini mencegah
kehilangan air, kulit yang
kering dan gatal biasanya
tidak dapat disembuhkan
tetapi bisa dikendalikan.

Menghindari
minuman
yang mengandung kafein
menjelang tidur.

3.

Kafein
memiliki
efek
puncak 2-4 jam setelah
dikonsumsi.

ritual 4.

Memberikan
efek
menguntungkan
bila
dilaksanakan di sore hari.

Melaksanakan
gerak
badan secara teratur.
Mengerjakan hal
menjelang tidur.

5.

Memudahkan

peralihan
Ganguan
tubuh
penyakit
dermatitis

citra Tujuan:
Setelah
diberikan 1.
b/d asuhan keperawatan 3x24 jam
pengembangan peningkatan
penerimaan diri pada klien
tercapai.
Kriteria Hasil :
1.

2.

2.

Mengembangkan
peningkatan
kemauan
untuk menerima keadaan 3.
diri.
Mengikuti
dan
turut
berpartisipasi
dalam 4.
tindakan perawatan diri.

3.

Melaporkan
perasaan
dalam
pengendalian
situasi.

4.

Menguatkan
kembali
dukungan positif dari diri
sendiri.

5.

Mengutarakan perhatian 5.
terhadap diri sendiri yang
lebih sehat.

6.

Menggunakan
teknik
6.
penyembunyian
kekurangan
dan
menekankan teknik untuk
.
meningkatkan

Kaji adanya gangguan 1.
citra diri (menghindari
kontak
mata,ucapan
merendahkan
diri
sendiri).

Gangguan citra diri akan menyertai
setiap
penyakit/keadaan
yang
tampak nyata bagi klien, kesan
orang
terhadap
dirinya
berpengaruh terhadap konsep diri.

Identifikasi
stadium 2.
psikososial terhadap
perkembangan.

Terdapat hubungan antara stadium
perkembangan, citra diri dan reaksi
serta pemahaman klien terhadap
kondisi kulitnya.

Berikan
kesempatan
pengungkapan
3.
perasaan.
Nilai rasa keprihatinan 4.
dan ketakutan klien,
bantu
klien
yang
cemas
mengembangkan
kemampuan
untuk
5.
menilai
diri
dan
mengenali
masalahnya.
6.
Dukung upaya klien
untuk
memperbaiki
citra diri , spt merias,
merapikan.
Mendorong sosialisasi
dengan orang lain.

Klien membutuhkan pengalaman
didengarkan dan dipahami
Memberikan
kesempatan
pada
petugas
untuk
menetralkan
kecemasan yang tidak perlu terjadi
dan memulihkan realitas situasi,
ketakutan merusak adaptasi klien .
Membantu
meningkatkan
penerimaan diri dan sosialisasi.
Membantu
meningkatkan
penerimaan diri dan sosialisasi.
Kurang
Tujuan : Setelah diberikan 1.
pengetahuan
b/d asuhan keperawatan 3x 24
program terapi
jam terapi dapat dipahami
dan dijalankan
Kriteria Hasil :

2.

1. Memiliki
pemahaman
terhadap
perawatan kulit.
2. Mengikuti
terapi
3.
dan
dapat
menjelaskan
alasan terapi.
3. Melaksanakan
mandi,
4.
pembersihan dan
balutan
basah
sesuai program.
4. Menggunakan obat
topikal
dengan
tepat.
5. Memahami
pentingnya nutrisi
untuk
kesehatan

Kaji apakah klien 1.
memahami
dan
mengerti
tentang
penyakitnya.
Jaga
agar
klien
mendapatkan
2.
informasi
yang
benar, memperbaiki
kesalahan
konsepsi/informasi.
Peragakan
penerapan
terapi 3.
seperti, mandi dan
penggunaan
obatobatan lainnya.
Nasihati klien agar 4.
selalu
menjaga
hygiene pribadi juga
lingkungan.

Memberikan
data
dasar
untuk
mengembangkan
rencana
penyuluhan.
Klien harus memiliki
perasaan
bahwa
sesuatu
dapat
mereka
lakukan,
kebanyakan
klien
merasakan manfaat.
Memungkinkan klien
memperoleh
cara
yang tepat untuk
melakukan terapi.
Dengan terjaganya
hygiene, dermatitis
alergi sukar untuk
kambuh kembali.
• Lakukan sesuai intervensi . . .
• Evaluasi yang akan dilakukan yaitu mencakup tentang :
• Memiliki pemahaman terhadap perawatan kulit.
• Mengikuti terapi dan dapat menjelaskan alasan terapi.
• Melaksanakan mandi, pembersihan dan balutan basah sesuai
program.
• Menggunakan obat topikal dengan tepat.
• Memahami pentingnya nutrisi untuk kesehatan kulit.
Semoga materi yang kami sampaikan bisa bermanfaat untuk kita semua
...

Konsep Asuhan Keperawatan Dermatitis

  • 2.
    • Mengenal TentangDermatitis Alergi • Konsep Asuhan Keperawatan Dermatitis Alergi
  • 3.
    • Dermatitis adalahperadangan kulit ( epidermis dan dermis ) sebagai respon terhadap pengaruh fakor eksogen atau pengaruh factor endogen, menimbulkan kelainan klinis berupa efloresensi polimorfik ( eritema, edema, papul, vesikel, skuama ) dan keluhan gatal ( Djuanda, Adhi, 2007 ).
  • 4.
    • Penyebabnya secaraumum dapat dibedakan menjadi 2 yaitu : • Luar ( eksogen ) misalnya bahan kimia ( deterjen, oli, semen ), fisik ( sinar matahari, suhu ), mikroorganisme ( mikroorganisme, jamur). • Dalam ( endogen ) misalnya dermatitis atopik.
  • 5.
    • Keringnya kulit. •Iritasi oleh sabun, deterjen, pelembut pakaian, dan bahan kimia lain. • Menciptakan kondisi yang terlalu hangat untuk anak, misalnya membungkus anak dengan pakaian berlapis. • Alergi atau intoleransi terhadap makanan tertentu. • Alergi terhadap debu, serbuk bunga, atau bulu hewan. • Virus dan infeksi lain. • Perjalan ke Negara dengan iklim berbeda.
  • 6.
    • Pada umumnyapenderita dermatitis akan meneluh gatal, dimana gejala klinis lainnya bergantung pada stadium penyakitnya. • Stadium akut : kelainan kulit berupa eritema, edema, vesikel atau bula, erosi dan eksudasi sehingga tampak basah. • Stadium subakut : eritema, dan edema berkurang, eksudat mongering menjadi kusta. • Stadium kronis : lesi tampak kering, skuama, hiperpigmentasi, papul dan likenefikasi. • Stadium tersebut tidak selalu berurutan, bisa saja sejak awal suatu dermatitis sejak awal memberi gambaran klinis berupa kelainan kulit stadium kronis.
  • 7.
    Patofisiologi Kelainan kulit timbulakibat kerusakan sel yang disebabkan oleh iritan melalui kerja kimiawi atau fisik. Bahan irisan merusak lapisan tanduk, denaturasi keratin, menyingkirkan lemak lapisan tanduk, dan mengubah daya ikat air kulit. Keadaan ini akan merusak sel epidermis.
  • 8.
    • Tes TempelTerbuka • Tes Tempel Tertutup • Tes Tempel dengan Sinar
  • 9.
  • 10.
    • Untuk menetapkanbahan alergen penyebab dermatitis kontak alergik diperlukan anamnesis yang teliti. • Riwayat penyakit yang lengkap • Pemeriksaan fisik dan uji tempel. • Anamnesis ditujukan selain untuk menegakkan diagnosis juga untuk mencari kausanya. Karena hal ini penting dalam menentukan terapi dan tindak lanjutnya, yaitu mencegah kekambuhan. Diperlukan kesabaran, ketelitian, pengertian dan kerjasama yang baik dengan pasien. • Riwayat atopi perjalanan penyakit, pekerjaan, hobi, riwayat kontaktan dan pengobatan yang pernah diberikan oleh dokter maupun dilakukan sendiri, obyek personal meliputi pertanyaan tentang pakaian baru,sepatu lama, kosmetika, kaca mata, dan jam tangan serta kondisi lain yaitu riwayat medisumum dan mungkin faktor psikologik. • Pemeriksaan fisik didapatkan adanya eritema, edema dan papula disusul dengan pembentukan vesikel yang jika pecah akan membentuk dermatitis yang membasah. Lesi pada umumnya timbul pada tempat kontak, tidak berbatas tegas dan dapat meluas kedaerah sekitarnya.
  • 11.
    • Aktivitas / Istirahat •Tanda : Penurunan kekuatan, tahanan, Perubahan tonus. • Sirkulasi • Tanda : pembentukan edema jaringan. • Integritas Ego • Gejala : Pekerjaan, masalah tentang keluarga. • Tanda : ansietas, menarik diri. • Eliminasi • Tanda : Diuresis ( setelah kebocoran kapiler dan mobilisasi cairan kedalam sirkulasi ). • Makanan / Cairan • Tanda : edema jaringan umum. • Neurosensori • Tanda : perubahan orientasi, perilaku. • Nyeri / kenyamanan • Gejala : nyeri pada kulit. • Pernapasan • Gejala : terkurung dalam ruang tertutup, terpajan lama. • Keamanan • Tanda : adanya destruksi jaringan.
  • 12.
    • Kerusakan integritaskulit yang berhubungan dengan perubahan fungsi barier kulit. • Nyeri dan yang berhubungan dengan lesi kulit. • Perubahan pola tidur yang berhubungan dengan pruritus. • Gangguan citra tubuh berhubungan dengan penampakan kulit yang tidak bagus. • Kurang pengetahuan tentang program terapi berhubungan dengan inadekuat informasi.
  • 13.
    Rencana Perawatan Diagnosa Kerusakan integritaskulit b/d adanya lesi, perubahan pigmentasi, penebalan epidermis dan kekakuan kulit. Tujuan & Kriteria Hasil Tujuan: Setelah diberikan 1. tindakan keperawatan 3x24 jam kondisi kulit klien menunjukkan perbaikan. Kriteria hasil : Klien akan mempertahankan kulit agar mempunyai hidrasi yang baik dan turunnya peradangan, ditandai dengan: 2. 1. 2. Mengungkapkan peningkatan kenyamanan 3. kulit. Berkurangnya derajat pengelupasan kulit, berkurangnya kemerahan, berkurangnya lecet karena 4. garukan, penyembuhan area kulit yang telah rusak. Intervensi Rasional Mandi paling tidak 1. sekali sehari selama 15 – 20 menit. Segera oleskan salep atau krim yang telah diresepkan setelah mandi. Mandi lebih sering jika tanda dan gejala meningkat. Gunakan air jangan panas. hangat 2. Gunakan sabun yang mengandung pelembab atau sabun untuk kulit sensitive. Hindari 3. mandi busa. Oleskan/berikan salep atau krim yang telah diresepkan 2 atau tiga kali per hari. 4. Dengan mandi air akan meresap dalam saturasi kulit. Pengolesan krim pelembab selama 2 – 4 menit setelah mandi untuk mencegah penguapan air dari kulit. Air panas menyebabkan vasodilatasi yang akan meningkatkan pruritus Sabun yang mengandung pelembab lebih sedikit kandungan alkalin dan tidak membuat kulit kering, sabun kering dapat meningkatkan keluhan. Salep atau krim akan melembabkan kulit.
  • 14.
    Nyeri b/d agencedera Tujuan: Setelah diberikan tindakan 1. fisik: adanya vesikel keperawatan 3x24 jam, rasa nyeri atau bula, erosi , papula, pasien dapat berkurang garukan berulang. Kriteria Hasil: 2. 1. Melaporkan nyeri berkurang/ terkontrol. 2. Menunjukkan ekspresi wajah/ 3. postur tubuh rileks. 3. Berpartisipasi dalam aktivitas dan tidur atau istirahat dengan tepat. Gangguan pola tidur b/d Tujuan : Setelah diberikan 1. pruritus, nyeri. tindakan keperawatan 3x 24 jam klien bisa beristirahat secara optimal. Kriteria Hasil : 2. 1. Mencapai tidur yang nyenyak. 2. Mempertahankan kondisi 3. lingkungan yang tepat. 3. Menghindari konsumsi kafein. 4. Mengenali tindakan meningkatkan tidur. 5. Mengenali pola istirahat/tidur 5. yang memuaskan. untuk 4. Observasi keluhan nyeri, 1. perhatikan lokasi atau karakter dan intensitas skala nyeri (0-10 ). Dapat mengidentifikasi terjadinya komplikasi dan untuk intervensi selanjutnya. Ajarkan tehnik relaksasi 2. progresif, nafas dalam guided imagery. Membantu klien untuk mengurangi persepsi nyeri atau mangalihkan perhatian klien dari nyeri pemberian obat Kolaborasi: Berikan obat sesuai indikasi topikal maupun sistemik; 3. pentoksifilin Membantu mengurangi efek peradangan. Nasihati klien untuk 1. menjaga kamar tidur agar tetap memiliki ventilasi dan kelembaban yang baik. Udara yang kering membuat kulit terasa gatal, lingkungan yang nyaman meningkatkan relaksasi. Menjaga agar kulit selalu 2. lembab. Tindakan ini mencegah kehilangan air, kulit yang kering dan gatal biasanya tidak dapat disembuhkan tetapi bisa dikendalikan. Menghindari minuman yang mengandung kafein menjelang tidur. 3. Kafein memiliki efek puncak 2-4 jam setelah dikonsumsi. ritual 4. Memberikan efek menguntungkan bila dilaksanakan di sore hari. Melaksanakan gerak badan secara teratur. Mengerjakan hal menjelang tidur. 5. Memudahkan peralihan
  • 15.
    Ganguan tubuh penyakit dermatitis citra Tujuan: Setelah diberikan 1. b/dasuhan keperawatan 3x24 jam pengembangan peningkatan penerimaan diri pada klien tercapai. Kriteria Hasil : 1. 2. 2. Mengembangkan peningkatan kemauan untuk menerima keadaan 3. diri. Mengikuti dan turut berpartisipasi dalam 4. tindakan perawatan diri. 3. Melaporkan perasaan dalam pengendalian situasi. 4. Menguatkan kembali dukungan positif dari diri sendiri. 5. Mengutarakan perhatian 5. terhadap diri sendiri yang lebih sehat. 6. Menggunakan teknik 6. penyembunyian kekurangan dan menekankan teknik untuk . meningkatkan Kaji adanya gangguan 1. citra diri (menghindari kontak mata,ucapan merendahkan diri sendiri). Gangguan citra diri akan menyertai setiap penyakit/keadaan yang tampak nyata bagi klien, kesan orang terhadap dirinya berpengaruh terhadap konsep diri. Identifikasi stadium 2. psikososial terhadap perkembangan. Terdapat hubungan antara stadium perkembangan, citra diri dan reaksi serta pemahaman klien terhadap kondisi kulitnya. Berikan kesempatan pengungkapan 3. perasaan. Nilai rasa keprihatinan 4. dan ketakutan klien, bantu klien yang cemas mengembangkan kemampuan untuk 5. menilai diri dan mengenali masalahnya. 6. Dukung upaya klien untuk memperbaiki citra diri , spt merias, merapikan. Mendorong sosialisasi dengan orang lain. Klien membutuhkan pengalaman didengarkan dan dipahami Memberikan kesempatan pada petugas untuk menetralkan kecemasan yang tidak perlu terjadi dan memulihkan realitas situasi, ketakutan merusak adaptasi klien . Membantu meningkatkan penerimaan diri dan sosialisasi. Membantu meningkatkan penerimaan diri dan sosialisasi.
  • 16.
    Kurang Tujuan : Setelahdiberikan 1. pengetahuan b/d asuhan keperawatan 3x 24 program terapi jam terapi dapat dipahami dan dijalankan Kriteria Hasil : 2. 1. Memiliki pemahaman terhadap perawatan kulit. 2. Mengikuti terapi 3. dan dapat menjelaskan alasan terapi. 3. Melaksanakan mandi, 4. pembersihan dan balutan basah sesuai program. 4. Menggunakan obat topikal dengan tepat. 5. Memahami pentingnya nutrisi untuk kesehatan Kaji apakah klien 1. memahami dan mengerti tentang penyakitnya. Jaga agar klien mendapatkan 2. informasi yang benar, memperbaiki kesalahan konsepsi/informasi. Peragakan penerapan terapi 3. seperti, mandi dan penggunaan obatobatan lainnya. Nasihati klien agar 4. selalu menjaga hygiene pribadi juga lingkungan. Memberikan data dasar untuk mengembangkan rencana penyuluhan. Klien harus memiliki perasaan bahwa sesuatu dapat mereka lakukan, kebanyakan klien merasakan manfaat. Memungkinkan klien memperoleh cara yang tepat untuk melakukan terapi. Dengan terjaganya hygiene, dermatitis alergi sukar untuk kambuh kembali.
  • 17.
    • Lakukan sesuaiintervensi . . .
  • 18.
    • Evaluasi yangakan dilakukan yaitu mencakup tentang : • Memiliki pemahaman terhadap perawatan kulit. • Mengikuti terapi dan dapat menjelaskan alasan terapi. • Melaksanakan mandi, pembersihan dan balutan basah sesuai program. • Menggunakan obat topikal dengan tepat. • Memahami pentingnya nutrisi untuk kesehatan kulit.
  • 19.
    Semoga materi yangkami sampaikan bisa bermanfaat untuk kita semua ...