NENG ANNIS FATHIA
ASUHAN
KEPERAWATAN PADA
SISTEM INTEGUMEN
DERMATITIS
PSORIASIS
LUPUS ERITEMATOSUS
CA KULIT DAN HEMANGIOMA
TOPIK
DERMATITIS
 Peradangan pada kulit yang akut
atau kronik akibat terpajang iritan
(dermatitis iritan) atau alergen
(dermatitis alergi).
 Lokasi dermatitis sesuai dengan
daerah yang terpajan
 Terjadi ketika sel Langerhans
mengelolah dan menyajikan suatu
alergen ke sel T didekatnya. Sel T
menanggapinya dengan respon
hipersensitiv. Respon tersebut
bersifat lamban dan memerlukan
waktu beberapa jam atau beberapa
hari.
DERMATITIS KONTAK
 Dermatitis iritan terjadi ketika
kulit terpajan zat yang
mengiritasinya.
 Zat – zat tersebut : sabun,
detergen, pembersih rumah, dll.
 Dermatitis iritan tidak
melibatkan sistem imun, hanya
respon peradangan.
 Dermatitis Alergik ditemui pada
poison ivy (zat kimia yang
terdapat pada tumbuhan) dan oak
(bahan – bahan kimia yang
terdapat pada perhiasan)
DERMATITIS KONTAK
Papula – papula (benjolan diatas
kulit) terlokalisasi
Eritema (kemerahan)
Vesikel (daerah kulit yang
mengelembung) basah didaerah
kontak
Pruritus (gatal)
GAMBARAN KLINIS
Dermatitis biasanya mengikuti pola
pajanan
Lesi bundar sekitar pergelangan tangan
(indikasi alergi jam/gelang)
Lesi dibagian bawah umbilikus (alergi
kancing logam)
Tangan kemerahan (alergi
detergen/sabun)
Uji alergi kulit
DIAGNOSIS
Kronis : likenifikasi (penebalan kulit),
fisura (luka terbuka/robekan pada
jaringan kulit), dan skuama (sisik
epidermis/epidermis yang mati).
Infeksi, disebabkan karena garukan
berulang dan kerusakan kulit
Kemerahan dan pembengkakan
(edema), disebabkan karena respon
buruk terhadap poison ivy atau alergen
protein
KOMPLIKASI
 Identifikasi penyebab dermatitis
(hindari pajanan)
 Kompres dingin untuk
mengurangi peradangan
 Obat antihistamin untuk
mengurangi gatal
 Terapi anti-inflamasi topikal
(hati-hati efek sistemik)
 Jangka pendek : steroid (untuk
menghentikan peradang
 Jangka panjang : kortikosteroid
dosis besar
PENATALAKSANAAN
 Peradangan kulit yang
melibatkan perangsangan
berlebihan limfosit T dan sel
Mast.
 Histamin dan sel Mast
menyebabkan rasa gatal dan
eritema
 Sering ditemui pada anak –
anak dan bayi
 Adanya riwayat keturunan
DERMATITIS ATOPIK
Eritema disertai lesi
berkrusta. Bayi : pada
wajah dan bokong, Anak
– Anak, Tua, dan Remaja
: tangan, kaki, belakang
lutut, lipat siku
Pruritus (gatal) hebat dan
menyebabkan radang
berulang dan
pembentukan lesi
GAMBARAN KLINIS
Diagnosis ditegakkan
berdasarkan riwayat dari
hasil pemeriksaan fisik
Komplikasi, infeksi kulit
oleh bakteri dan virus
(terutama oleh :
Stapylococcus aureus,
herpes simplex)
DIAGNOSIS & KOMPLIKASI
Hindari iritan (alergen)
Pemberian antihistamin untuk
mengurangi rasa gatal
Kompres dingin untuk mengurangi
peradangan
Streoid topikal dosis rendah untuk
mengurangi peradangan dan
memungkinkan penyembuhan
PENATALAKSANAAN
PSORIASIS
 Merupakan penyakit kulit
kronik dan meradang yang di
temukan pada tahun 1841.
 Psoriasis terus mengalami
peningkatan jumlah kunjungan
di pelayanan kesehatan dengan
presentase 17 – 55% kasus,
dengan beragam rentang waktu.
 Ditandai oleh adanya percepatan
pertukaran sel – sel epidermis
sehingga terjadi ploriferasi
abnormal pada epidermis dan
dermis.
PSORIASIS
Disebabkan karena gangguan outoimun.
Pengaktifan sel T menyebabkan pembentukan
sitokinin pro-inflamatori termasuk faktor
nekrosis tumor alfa, dan faktor pertumbuhan
yang merangsang ploriferasi sel abnormal.
Epidermis pada bagian yang terkena berganti 3
– 4 hari sekali.
Pertukaran sel yang cepat meningkatkan laju
metabolisme sehingga menyebabkan eritema.
Trauma ringan pada kulit dapat menimbulkan
peradangan berlebihan sehingga epidermis
menebal dan terbentuk plak
PENYEBAB
Plak eritematosa berbatas tegas ditutupi
oleh skuama putih keperakan (terutama
pada : lutut, siku, kulit kepala, lipatan
kulit)
Lesi timbul perlahan tanpa diketahui
(awalnya satu atau dua, kemudian
bergabung menjadi banyak lesi)
Sering dijumpai pemisahan kuku (nail pit)
Gejala meningkat pada musim panas dan
membentuk pada musim dingin
GAMBARAN KLINIS
Infeksi kulit yang parah
Artritis deformans
(mirip dengan rematoid
artritis)
Berdampak pada
penurunan harga diri
yang menimbulkan
stress, ansietas,
depresi, marah.
KOMPLIKASI
PENATALAKSANAAN
Apakah psoriasis ringan (<3% dari permukaan
tubuh)?
Apakah pasien menjadi tidak berdaya karena
psoriasis?
Apakah psoriasis memiliki dampak buruk pada
QOL?
TIDAK (SEMUA)
TERAPI
TOPIKAL
Apakah fototerapi kontraindikasi?
Apakah lesi resisten terhadap fototerapi?
Apakah ada psoriasis atritis?
TIDAK (SEMUA)
FOTOTERAPI
TERAPI
SISTEMIK
TERAPI SITEMIK
YA (SATU DIANTARANYA)
YA (SATU DIANTARANYA)
LUPUS
ERITEMATOSUS
Merupakan penyakit autoimun yang
melibatkan jaringan konektif dan pembuluh
darah.
Penyebab belum diketahui, faktor penjamu
(suseptibilitas, hormon) dan faktor
lingkungan menyebabkan hilangnya self-
tolerance dan menginduksi proses autoimun.
Faktor predisposisi : genetik, pajanan faktor
lingkungan (radias UV, infeksi virus, obat,
rokok) memiliki peranan besar dalam
perkembangan LE.
LUPUS ERITEMATOSUS
Adanya lesi malar
atau butterfly rash
Adanya eritematosa
Pigmentasi
(hipopigmentasi
atau
hiperpigmentasi)
GAMBARAN KLINIS
Pemeriksaan Histopatologi
LE Kutan Spesifik :
ditemukan hiperkerotik
(kulit yang mengeras), atropi
epidermal, penebalan edema
pada dermis
Pemeriksaan
Imunofluoresens, teknik pe
meriksaan histokimia ataus
itokimia untuk mendeteksi
dan melokalisasi antigen
yang terdapat pada
sel atau jaringan.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Evaluasi adanya keterlibatan sistemik
Hindari sinar UV
Edukasi pasien : untuk menggunakan tabir
surya setiap hari untuk mencegah perluasan
dan eksarsebasi penyakit.
Kortikosteroid topikal
Kortikosteroid injeksi intralesi
Kortikosteroid sistemik, antimalaria, retinoid,
dan imunosuoresan : diberikan pada LE
Kutan yang luas/tidak berespon terhadap
terapi topikal.
PENATALAKSANAAN
CA KULIT
&
HEMAGIOMA
Neoplasma maligna yang mengandung
melanosit atipikal di dermis dan epidermis.
Penyebab melanoma belum diketahui, tetapi
diduga kuat disebabkan oleh sinar UV.
Tanda Gejala : sering terjadi pada batang
tubuh dan ekstrimitas bawah, lesi melingkar
dengan bagian luar tidak teratur, lesi
tebal/datar saat dipalpasi, dapat muncul
dalam kombinasi warna, adanya nodul.
CA KULIT (MELANOMA MALIGNA)
Spesimen biopsi eksisional
Foto rotgen dada, hitungan sel darah
lengkap, uji fungsi hati, radionuklida atau
CT diprogramkan untuk menentukan
stadium melanoma setelah diagnosis
melanoma ditegakkan.
DIAGNOSTIK
Kemoterapi dan induksi hiperternia
Eksisi bedah : lesi kecil superfisial
Eksisi lokal & tandur kulit : lesi yang lebih
dalam
Diseksi nodus limfe regional : dilakukan
jika dicurigai metastase atau dilakukan
biopsi.
Debulking tumor (pengangkatan tumor)
PENATALAKSANAAN
Tumor jinak vaskuler yang muncul pada
bulan – bulan awal kelahiran dengan sifat
khas : ploriferasi pada awal kemudian
mengalami involusi
Gambaran klinis : tumor berbentuk
kubah/oval/bulat berwarna terang.
Permukaan dapat licin/berlobus, adanya lesi.
Tempat khusus pada perineal dan vulva.
HEMAGIOMA
Biopsi kulit :
memeriksa
hispatologis pada
tahap awal,
ditemukan masa
padat proliferasi sel
endotel dengan
lumen yang tersusun
lobuler.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Kortikosteroid
sistemik
Interferon alfa
sistemik
Kortikosteroid
intralesi
Skleroterapi
Bedah Laser
Bedah Eksisi
Topikal
PENATALAKSANAAN
ASKEP
Risiko Kerusakan Integritas Kulit (00047)
Nyeri (00132)
Gangguan Pola Tidur (KD : 00198)
Gangguan Citra Tubuh (KD : 00118)
Defisiensi Pengetahuan (00126)
DIAGNOSA
Risiko Kerusakan Integritas Kulit (00047)
1. Mandi dengan air hangat, minimal
penggunaan sabun (gunakan sabun khusus
untuk mencegah iritasi).
2. Keringkan kulit dengan handuk (jangan
digosok, tekan perlahan pada kulit yg basah
untuk menghindari kerusakan lebih lanjut).
3. Gunakan pelembap kulit (emolien, vasselin)
4. Lindungi kulit dari zat – zat yang mengiritasi
(detergen, sabun cuci piring, dsb).
5. Gunakan tabir surya
NURSING CARE PLAN
Nyeri (00132)
1. Jaga kesejukan kulit, hindari penggunaan
pakaian yang terbuat dari wol.
2. Pertahankan kelembapan ruangan, suhu
kamar, gunakan pakaian yang menyerap
keringat.
3. Berikan kompres dingin
4. Terapi rendam 20 – 30 menit (tidak boleh
lebih dari 30 menit dapat menyebabkan
maserasi kulit).
5. Pemberian obat topikal
NURSING CARE PLAN
Gangguan Pola Tidur (KD : 00198)
1. Anjurkan pasien untuk mengikuti jadwal
tidur yang teratur (tidur dan bangun di
jam yang sama/yang telah dijaddwalkan).
2. Anjurkan pasien mengindari minuman
yang mengandung kafein pada malam hari
sebelum tidur.
3. Anjurkan pasien untuk terus latihan
4. Anjurkan pada pasien agar ruangan/kamar
tidur memiliki ventilasi yang baik
NURSING CARE PLAN
Gangguan Citra Tubuh (KD : 00118)
1. Kaji adanya gangguan pada citra tubuh
(pasien menghindari kontak mata, ucapan –
ucapan merendahkan diri, menutupi area
luka/lesi).
2. Berikan kesempatan pasien untuk
mengungkapkan perasaannya.
3. Support pasien untuk memperbaiki citra diri
(membantu pasien berhiasa dan merapihkan
diri)
4. Berikan pasien informasi tentang cara
perawatan diri
NURSING CARE PLAN
Defisiensi Pengetahuan (00126)
1. Kaji sejauh mana pengetahuan pasien
2. Berikan informasi pasien terkait proses
penyakitnya, pengobatan.
3. Demostrasi penerapan terapi (kompres
basah, penggunaan obat topikal)
4. Berikan reinforcement positif.
NURSING CARE PLAN
CASE
Andi mengatakan tanganya terasa gatal. Andi
mengatakan sering menggaruk bagian yang
gatal mengunakan tangan. Rasa gatal sering
muncul ketika andi menggunakan air yang
tidak bersih. Setelah digaruk andi mengatakan
kulitnya terasa panas dan nyeri. Kulit terlihat
terkelupas warnaya menjadi merah disekitar
kulit yang digaruk. Andi mengatakan ini
bukan kali pertamanya mengalami hal seperti
ini. Keluarga andi mengatakan ayah andai
memiliki penyakit yang sama seperti yang
andi alami.
KASUS
1. Kerusakan integritas kulit
2. Gangguan rasanyaman : Nyeri, Gatal
KASUS
Kerusakan integritas kulit
NOC :
• Integritas kulit baik (sensasi,
elastisitas, tempratur, hidrasi,
pigmentasi)
• Tidak ada luka atau lesi
• Pasien dapat menjaga kelembapan
kulit
NURSING CARE PLAN
Kerusakan integritas kulit
NIC:
1. Anjurkan pasien menggunakan pakaian
yang longgar
2. Jaga kebersihan kulit agar tetap kering
dan bersih
3. Monitor kulit (kemerahan)
4. Oleskan lotion/baby oil/vaselin/zalf
pada daerah yang tertekan
5. Monitor status nutrisi pasien
NURSING CARE PLAN
Gangguan rasa nyaman : Nyeri, Gatal
NOC :
• Ketidaknyaman berkurang/hilang
NURSING CARE PLAN
Gangguan rasa nyaman : Nyeri, Gatal
NIC:
1. Periksa daerah yang terlibat (temukan
penyebab ketidaknyaman yang dirasakan)
2. Pertahankan kelembapan
3. Gunakan sabun yang ringan (khusus untuk
kulit sensitif)
4. Cuci linen tempat tidur
5. Hentikan pemajangan berulang terhadap
deterjen/pembersih/atau sumber alergen
NURSING CARE PLAN

ASKEP KELAINAN INTEGUMEN.pptx

  • 1.
  • 2.
  • 3.
  • 4.
     Peradangan padakulit yang akut atau kronik akibat terpajang iritan (dermatitis iritan) atau alergen (dermatitis alergi).  Lokasi dermatitis sesuai dengan daerah yang terpajan  Terjadi ketika sel Langerhans mengelolah dan menyajikan suatu alergen ke sel T didekatnya. Sel T menanggapinya dengan respon hipersensitiv. Respon tersebut bersifat lamban dan memerlukan waktu beberapa jam atau beberapa hari. DERMATITIS KONTAK
  • 5.
     Dermatitis iritanterjadi ketika kulit terpajan zat yang mengiritasinya.  Zat – zat tersebut : sabun, detergen, pembersih rumah, dll.  Dermatitis iritan tidak melibatkan sistem imun, hanya respon peradangan.  Dermatitis Alergik ditemui pada poison ivy (zat kimia yang terdapat pada tumbuhan) dan oak (bahan – bahan kimia yang terdapat pada perhiasan) DERMATITIS KONTAK
  • 6.
    Papula – papula(benjolan diatas kulit) terlokalisasi Eritema (kemerahan) Vesikel (daerah kulit yang mengelembung) basah didaerah kontak Pruritus (gatal) GAMBARAN KLINIS
  • 7.
    Dermatitis biasanya mengikutipola pajanan Lesi bundar sekitar pergelangan tangan (indikasi alergi jam/gelang) Lesi dibagian bawah umbilikus (alergi kancing logam) Tangan kemerahan (alergi detergen/sabun) Uji alergi kulit DIAGNOSIS
  • 8.
    Kronis : likenifikasi(penebalan kulit), fisura (luka terbuka/robekan pada jaringan kulit), dan skuama (sisik epidermis/epidermis yang mati). Infeksi, disebabkan karena garukan berulang dan kerusakan kulit Kemerahan dan pembengkakan (edema), disebabkan karena respon buruk terhadap poison ivy atau alergen protein KOMPLIKASI
  • 9.
     Identifikasi penyebabdermatitis (hindari pajanan)  Kompres dingin untuk mengurangi peradangan  Obat antihistamin untuk mengurangi gatal  Terapi anti-inflamasi topikal (hati-hati efek sistemik)  Jangka pendek : steroid (untuk menghentikan peradang  Jangka panjang : kortikosteroid dosis besar PENATALAKSANAAN
  • 10.
     Peradangan kulityang melibatkan perangsangan berlebihan limfosit T dan sel Mast.  Histamin dan sel Mast menyebabkan rasa gatal dan eritema  Sering ditemui pada anak – anak dan bayi  Adanya riwayat keturunan DERMATITIS ATOPIK
  • 11.
    Eritema disertai lesi berkrusta.Bayi : pada wajah dan bokong, Anak – Anak, Tua, dan Remaja : tangan, kaki, belakang lutut, lipat siku Pruritus (gatal) hebat dan menyebabkan radang berulang dan pembentukan lesi GAMBARAN KLINIS
  • 12.
    Diagnosis ditegakkan berdasarkan riwayatdari hasil pemeriksaan fisik Komplikasi, infeksi kulit oleh bakteri dan virus (terutama oleh : Stapylococcus aureus, herpes simplex) DIAGNOSIS & KOMPLIKASI
  • 13.
    Hindari iritan (alergen) Pemberianantihistamin untuk mengurangi rasa gatal Kompres dingin untuk mengurangi peradangan Streoid topikal dosis rendah untuk mengurangi peradangan dan memungkinkan penyembuhan PENATALAKSANAAN
  • 15.
  • 16.
     Merupakan penyakitkulit kronik dan meradang yang di temukan pada tahun 1841.  Psoriasis terus mengalami peningkatan jumlah kunjungan di pelayanan kesehatan dengan presentase 17 – 55% kasus, dengan beragam rentang waktu.  Ditandai oleh adanya percepatan pertukaran sel – sel epidermis sehingga terjadi ploriferasi abnormal pada epidermis dan dermis. PSORIASIS
  • 17.
    Disebabkan karena gangguanoutoimun. Pengaktifan sel T menyebabkan pembentukan sitokinin pro-inflamatori termasuk faktor nekrosis tumor alfa, dan faktor pertumbuhan yang merangsang ploriferasi sel abnormal. Epidermis pada bagian yang terkena berganti 3 – 4 hari sekali. Pertukaran sel yang cepat meningkatkan laju metabolisme sehingga menyebabkan eritema. Trauma ringan pada kulit dapat menimbulkan peradangan berlebihan sehingga epidermis menebal dan terbentuk plak PENYEBAB
  • 18.
    Plak eritematosa berbatastegas ditutupi oleh skuama putih keperakan (terutama pada : lutut, siku, kulit kepala, lipatan kulit) Lesi timbul perlahan tanpa diketahui (awalnya satu atau dua, kemudian bergabung menjadi banyak lesi) Sering dijumpai pemisahan kuku (nail pit) Gejala meningkat pada musim panas dan membentuk pada musim dingin GAMBARAN KLINIS
  • 19.
    Infeksi kulit yangparah Artritis deformans (mirip dengan rematoid artritis) Berdampak pada penurunan harga diri yang menimbulkan stress, ansietas, depresi, marah. KOMPLIKASI
  • 20.
    PENATALAKSANAAN Apakah psoriasis ringan(<3% dari permukaan tubuh)? Apakah pasien menjadi tidak berdaya karena psoriasis? Apakah psoriasis memiliki dampak buruk pada QOL? TIDAK (SEMUA) TERAPI TOPIKAL Apakah fototerapi kontraindikasi? Apakah lesi resisten terhadap fototerapi? Apakah ada psoriasis atritis? TIDAK (SEMUA) FOTOTERAPI TERAPI SISTEMIK TERAPI SITEMIK YA (SATU DIANTARANYA) YA (SATU DIANTARANYA)
  • 21.
  • 22.
    Merupakan penyakit autoimunyang melibatkan jaringan konektif dan pembuluh darah. Penyebab belum diketahui, faktor penjamu (suseptibilitas, hormon) dan faktor lingkungan menyebabkan hilangnya self- tolerance dan menginduksi proses autoimun. Faktor predisposisi : genetik, pajanan faktor lingkungan (radias UV, infeksi virus, obat, rokok) memiliki peranan besar dalam perkembangan LE. LUPUS ERITEMATOSUS
  • 23.
    Adanya lesi malar ataubutterfly rash Adanya eritematosa Pigmentasi (hipopigmentasi atau hiperpigmentasi) GAMBARAN KLINIS
  • 24.
    Pemeriksaan Histopatologi LE KutanSpesifik : ditemukan hiperkerotik (kulit yang mengeras), atropi epidermal, penebalan edema pada dermis Pemeriksaan Imunofluoresens, teknik pe meriksaan histokimia ataus itokimia untuk mendeteksi dan melokalisasi antigen yang terdapat pada sel atau jaringan. PEMERIKSAAN PENUNJANG
  • 25.
    Evaluasi adanya keterlibatansistemik Hindari sinar UV Edukasi pasien : untuk menggunakan tabir surya setiap hari untuk mencegah perluasan dan eksarsebasi penyakit. Kortikosteroid topikal Kortikosteroid injeksi intralesi Kortikosteroid sistemik, antimalaria, retinoid, dan imunosuoresan : diberikan pada LE Kutan yang luas/tidak berespon terhadap terapi topikal. PENATALAKSANAAN
  • 26.
  • 27.
    Neoplasma maligna yangmengandung melanosit atipikal di dermis dan epidermis. Penyebab melanoma belum diketahui, tetapi diduga kuat disebabkan oleh sinar UV. Tanda Gejala : sering terjadi pada batang tubuh dan ekstrimitas bawah, lesi melingkar dengan bagian luar tidak teratur, lesi tebal/datar saat dipalpasi, dapat muncul dalam kombinasi warna, adanya nodul. CA KULIT (MELANOMA MALIGNA)
  • 28.
    Spesimen biopsi eksisional Fotorotgen dada, hitungan sel darah lengkap, uji fungsi hati, radionuklida atau CT diprogramkan untuk menentukan stadium melanoma setelah diagnosis melanoma ditegakkan. DIAGNOSTIK
  • 29.
    Kemoterapi dan induksihiperternia Eksisi bedah : lesi kecil superfisial Eksisi lokal & tandur kulit : lesi yang lebih dalam Diseksi nodus limfe regional : dilakukan jika dicurigai metastase atau dilakukan biopsi. Debulking tumor (pengangkatan tumor) PENATALAKSANAAN
  • 30.
    Tumor jinak vaskuleryang muncul pada bulan – bulan awal kelahiran dengan sifat khas : ploriferasi pada awal kemudian mengalami involusi Gambaran klinis : tumor berbentuk kubah/oval/bulat berwarna terang. Permukaan dapat licin/berlobus, adanya lesi. Tempat khusus pada perineal dan vulva. HEMAGIOMA
  • 31.
    Biopsi kulit : memeriksa hispatologispada tahap awal, ditemukan masa padat proliferasi sel endotel dengan lumen yang tersusun lobuler. PEMERIKSAAN PENUNJANG
  • 32.
  • 33.
  • 34.
    Risiko Kerusakan IntegritasKulit (00047) Nyeri (00132) Gangguan Pola Tidur (KD : 00198) Gangguan Citra Tubuh (KD : 00118) Defisiensi Pengetahuan (00126) DIAGNOSA
  • 35.
    Risiko Kerusakan IntegritasKulit (00047) 1. Mandi dengan air hangat, minimal penggunaan sabun (gunakan sabun khusus untuk mencegah iritasi). 2. Keringkan kulit dengan handuk (jangan digosok, tekan perlahan pada kulit yg basah untuk menghindari kerusakan lebih lanjut). 3. Gunakan pelembap kulit (emolien, vasselin) 4. Lindungi kulit dari zat – zat yang mengiritasi (detergen, sabun cuci piring, dsb). 5. Gunakan tabir surya NURSING CARE PLAN
  • 36.
    Nyeri (00132) 1. Jagakesejukan kulit, hindari penggunaan pakaian yang terbuat dari wol. 2. Pertahankan kelembapan ruangan, suhu kamar, gunakan pakaian yang menyerap keringat. 3. Berikan kompres dingin 4. Terapi rendam 20 – 30 menit (tidak boleh lebih dari 30 menit dapat menyebabkan maserasi kulit). 5. Pemberian obat topikal NURSING CARE PLAN
  • 37.
    Gangguan Pola Tidur(KD : 00198) 1. Anjurkan pasien untuk mengikuti jadwal tidur yang teratur (tidur dan bangun di jam yang sama/yang telah dijaddwalkan). 2. Anjurkan pasien mengindari minuman yang mengandung kafein pada malam hari sebelum tidur. 3. Anjurkan pasien untuk terus latihan 4. Anjurkan pada pasien agar ruangan/kamar tidur memiliki ventilasi yang baik NURSING CARE PLAN
  • 38.
    Gangguan Citra Tubuh(KD : 00118) 1. Kaji adanya gangguan pada citra tubuh (pasien menghindari kontak mata, ucapan – ucapan merendahkan diri, menutupi area luka/lesi). 2. Berikan kesempatan pasien untuk mengungkapkan perasaannya. 3. Support pasien untuk memperbaiki citra diri (membantu pasien berhiasa dan merapihkan diri) 4. Berikan pasien informasi tentang cara perawatan diri NURSING CARE PLAN
  • 39.
    Defisiensi Pengetahuan (00126) 1.Kaji sejauh mana pengetahuan pasien 2. Berikan informasi pasien terkait proses penyakitnya, pengobatan. 3. Demostrasi penerapan terapi (kompres basah, penggunaan obat topikal) 4. Berikan reinforcement positif. NURSING CARE PLAN
  • 40.
  • 41.
    Andi mengatakan tanganyaterasa gatal. Andi mengatakan sering menggaruk bagian yang gatal mengunakan tangan. Rasa gatal sering muncul ketika andi menggunakan air yang tidak bersih. Setelah digaruk andi mengatakan kulitnya terasa panas dan nyeri. Kulit terlihat terkelupas warnaya menjadi merah disekitar kulit yang digaruk. Andi mengatakan ini bukan kali pertamanya mengalami hal seperti ini. Keluarga andi mengatakan ayah andai memiliki penyakit yang sama seperti yang andi alami. KASUS
  • 42.
    1. Kerusakan integritaskulit 2. Gangguan rasanyaman : Nyeri, Gatal KASUS
  • 43.
    Kerusakan integritas kulit NOC: • Integritas kulit baik (sensasi, elastisitas, tempratur, hidrasi, pigmentasi) • Tidak ada luka atau lesi • Pasien dapat menjaga kelembapan kulit NURSING CARE PLAN
  • 44.
    Kerusakan integritas kulit NIC: 1.Anjurkan pasien menggunakan pakaian yang longgar 2. Jaga kebersihan kulit agar tetap kering dan bersih 3. Monitor kulit (kemerahan) 4. Oleskan lotion/baby oil/vaselin/zalf pada daerah yang tertekan 5. Monitor status nutrisi pasien NURSING CARE PLAN
  • 45.
    Gangguan rasa nyaman: Nyeri, Gatal NOC : • Ketidaknyaman berkurang/hilang NURSING CARE PLAN
  • 46.
    Gangguan rasa nyaman: Nyeri, Gatal NIC: 1. Periksa daerah yang terlibat (temukan penyebab ketidaknyaman yang dirasakan) 2. Pertahankan kelembapan 3. Gunakan sabun yang ringan (khusus untuk kulit sensitif) 4. Cuci linen tempat tidur 5. Hentikan pemajangan berulang terhadap deterjen/pembersih/atau sumber alergen NURSING CARE PLAN

Editor's Notes

  • #15 SCALY SKIN : BERSISIK BLISTER : MELEPUH