Tari merak berasal dari Jawa Barat, diciptakan oleh Raden Tjetjep Somantri pada tahun 1950-an, meniru gerakan burung merak jantan yang memikat betina. Tari ini sering ditampilkan dalam acara pernikahan dan mengalami perkembangan melalui variasi koreografi, sementara tari Karo 'landek' menggambarkan percintaan muda-mudi dibawah sinar bulan purnama dengan gerakan lemah gemulai. Musik pengiring untuk kedua tarian mencakup alat tradisional seperti gong, gendang, dan kecapi.