HAKIKAT BANGSAHAKIKAT BANGSA
&&
NEGARANEGARA
(Indikator)(Indikator)
 Siswa dapat menjelaskan kronologisSiswa dapat menjelaskan kronologis
terjadinya suatu bangsaterjadinya suatu bangsa
 Siswa dapat menjelaskan pengertian bangsaSiswa dapat menjelaskan pengertian bangsa
 Siswa dapat menyebutkan unsurSiswa dapat menyebutkan unsur
terbentuknya suatu bangsaterbentuknya suatu bangsa
 Siswa dapat menjelaskan pengertian negaraSiswa dapat menjelaskan pengertian negara
 Siswa dapat menyebutkan unsur-unsur yangSiswa dapat menyebutkan unsur-unsur yang
menjadi syarat terbentuknya suatu negaramenjadi syarat terbentuknya suatu negara
BangsaBangsa
& Negara& Negara
ManusiaManusia
BangsaBangsa
M. IndividuM. Individu
M. SosialM. Sosial
Pendapat AhliPendapat Ahli 1.1. Ir. SoekarnoIr. Soekarno
2.2. Ernest RenannErnest Renann
3.3. Otto BauerOtto Bauer
Pengertian NegaraPengertian Negara PendapatPendapat
AhliAhli
1.1. G. JellinekG. Jellinek
2.2. Kranenburg, dllKranenburg, dll
Terjadinya NegaraTerjadinya Negara
Unsur-unsur Terben-Unsur-unsur Terben-
tuknya Negaratuknya Negara
1.1. RakyatRakyat
2.2. WilayahWilayah
3.3. Pem Yg BerdaulatPem Yg Berdaulat
1.1. TeoritisTeoritis
2.2. Primer & SekunderPrimer & Sekunder
3.3. FaktualFaktual
1.1. Manusia Sebagai Makhluk Individu & SosialManusia Sebagai Makhluk Individu & Sosial
BANGSABANGSA
Ir. SoekarnoIr. Soekarno
(Ras, Volk,(Ras, Volk,
Natie)Natie)
ERNEST RENANERNEST RENAN
(Sejarah dan(Sejarah dan
Cita)Cita)
Otto BauOtto Bau erer
(karakter dan(karakter dan
nasib)nasib)
Bangsa adalah suatu komunitas etnik yang memilikiBangsa adalah suatu komunitas etnik yang memiliki
ciri-ciri :ciri-ciri : memiliki nama, wilayah tertentu, mitos leluhurmemiliki nama, wilayah tertentu, mitos leluhur
bersama, kenangan bersama, satu atau beberapabersama, kenangan bersama, satu atau beberapa
budaya yang sama & solidaritas tertentubudaya yang sama & solidaritas tertentu
TerbentuknyaTerbentuknya
suatu bangsasuatu bangsa
1. Adat Istiadat.
2. Agama .
3. Bahasa
4. Kesamaan Politik
5. Kesamaan
keturunan
6. Perasaan
7. Wilayah
Negara adalah organisasi yangNegara adalah organisasi yang di dalamnya ada rakyat,di dalamnya ada rakyat,
wilayah yang permanen, dan pemerintah yang berdaulatwilayah yang permanen, dan pemerintah yang berdaulat
(baik ke dalam maupun ke luar).(baik ke dalam maupun ke luar). Dalam arti luas, negaraDalam arti luas, negara
merupakan kesatuan sosial (masyarakat) yang diatur secaramerupakan kesatuan sosial (masyarakat) yang diatur secara
konstitusional untuk mewujudkan kepentingan bersama.konstitusional untuk mewujudkan kepentingan bersama.
NEGARA
George Jellineck
Mr. Kranenburg
UNSUR-UNSURUNSUR-UNSUR
TERBENTUKNYATERBENTUKNYA
NEGARANEGARA
DEKLARATIDEKLARATI
FF
DE FACTODE FACTO DE JUREDE JURE
TIDAKTIDAK
MUTLAKMUTLAK
KONSTITUTIFKONSTITUTIF
RAKYATRAKYAT WILAYAHWILAYAH PEMERINTAPEMERINTA
HH
BERDAULATBERDAULAT
MUTLAKMUTLAK
Unsur-unsur TerbentuknyaUnsur-unsur Terbentuknya
NegaraNegara
RAKYATRAKYAT
BUKANBUKAN
PENDUDUPENDUDU
KK
PENDUDUPENDUDU
KK
WARGAWARGA
NEGARANEGARA
BUKANBUKAN
WARGAWARGA
NEGARANEGARA
RakyatRakyat
Wilayah NegaraWilayah Negara
WilayahWilayah
NegaraNegara
* DARAT* DARAT
* LAUT* LAUT
* UDARA* UDARA
BatasBatas
WilayahWilayah
DaratanDaratan
1. Batas Alamiah
2. Batas Buatan
3. Batas Geografis
Wilayah lautan berupa : samudra, laut, selat, danau &Wilayah lautan berupa : samudra, laut, selat, danau &
sungai dalam batas wilayah negara.sungai dalam batas wilayah negara.
Wilayah LautanWilayah Lautan
DARATAN
NEGARA LAUT
12 Mil 200 Mil12 Mil
200 M
≥ 200 Mil
(LANDAS KONTINEN)
(ZEE)
(LB)
(LT) (ZB)
BatasBatas
WilayahWilayah
UdaraUdara
1.1. Teori Udara BebasTeori Udara Bebas
2.2. Teori NegaraTeori Negara
Berdaulat di UdarBerdaulat di Udar
Daerah ekstrateritorial mencakup :Daerah ekstrateritorial mencakup :
 Daerah perwakilan diplomatik di suatuDaerah perwakilan diplomatik di suatu
negara.negara.
 Kapal yang berlayar di bawah benderaKapal yang berlayar di bawah bendera
suatu negara.suatu negara.
Wilayah EkstrateritorialWilayah Ekstrateritorial
Hakikat Bentuk Negara
BAB IXA Pasal 25 A UUD 1945:
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kepulauan yang berciri Nusantara dengan
wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang.
BAB IXA Pasal 25 A UUD 1945:
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kepulauan yang berciri Nusantara dengan
wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang.
Pasal ini merupakan penjelasan lebih lanjut yang lebih menjabarkan kedaulatan Negara Republik
Indonesia secara geografis, yaitu sebagai Negara kepulauan yang bercirikan Nusantara. Penjelasan
dan penetapan dari sudut pandang politis tentang kedaulatan dan bentuk negara kita, juga secara
konstitusional dapat dilihat pada BAB I Pasal (1) butir (a) yang menyatakan bahwa Negara Indonesia
ialah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik.
Pasal ini merupakan penjelasan lebih lanjut yang lebih menjabarkan kedaulatan Negara Republik
Indonesia secara geografis, yaitu sebagai Negara kepulauan yang bercirikan Nusantara. Penjelasan
dan penetapan dari sudut pandang politis tentang kedaulatan dan bentuk negara kita, juga secara
konstitusional dapat dilihat pada BAB I Pasal (1) butir (a) yang menyatakan bahwa Negara Indonesia
ialah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik.
Negara Kesatuan
Sistem Negara Kesatuan
Negara kesatuan dapat dibedakan menjadi
dua macam sistem, yaitu:
Sentralisasi
Dalam negara kesatuan bersistem
sentralisasi, semua hal diatur dan diurus oleh
pemerintah pusat, sedangkan daerah hanya
menjalankan perintah-perintah dan
peraturan-peraturan dari pemerintah pusat.
Daerah tidak berwewenang membuat
peraturan-peraturan sendiri dan atau
mengurus rumah tangganya sendiri.
Keuntungan sistem
sentralisasi
a) adanya keseragaman(uniformitas)
peraturan di seluruhwilayah negara;
b) adanya
kesederhanaan
hukum karena hanyaada satu lembaga
yang berwenang
membuatnya;
c) penghasilan daerah
dapat digunakan
untuk kepentingan
seluruh wilayah
negara.
Kerugian sistem sentralisasi
a) bertumpuknya pekerjaan pemerintahpusat, sehingga sering menghambatkelancaran jalannya pemerintahanb) peraturan/ kebijakan dari pusat seringtidak sesuai dengan keadaan/kebutuhandaerah;
c) daerah-daerah lebih bersifat pasif,menunggu perintah dari pusat sehinggamelemahkan sendi-sendi pemerintahandemokratis karena kurangnya inisiatifdari rakyat;
d) rakyat di daerah kurang mendapatkankesempatan untuk memikirkan danbertanggung jawab tentang daerahnya;e) keputusan-keputusan pemerintah pusatsering terlambat.
Desentralisasi
Keuntungan dan kerugian sistem
desentralisasi
Keuntungan Kerugian
a) pembangunan daerah akan berkembang
sesuai dengan ciri khas daerah itu sendiri;
b) peraturan dan kebijakan di daerah sesuai
dengan kebutuhan dan kondisi daerah itu
sendiri;
c) tidak bertumpuknya pekerjaan pemerintah
pusat, sehingga pemerintahan dapat berjalan
lancar;
d) partisipasi dan tanggung jawab masyarakat
terhadap daerahnya akan meningkat;
e) penghematan biaya, karena sebagian
ditanggung sendiri oleh daerah.
Kerugian sistem desentralisasi
adalah ketidakseragaman
peraturan dan kebijakan serta
kemajuan pembangunan.
Kedaulatan
Ke dalam
Ke luar
Pemerintah Yang BerdaulatPemerintah Yang Berdaulat
Kata kedaulatan atau “daulat” berasal dari kataKata kedaulatan atau “daulat” berasal dari kata daulahdaulah
(Arab)(Arab) sovereignitysovereignity (Inggris),(Inggris), souvereiniteitsouvereiniteit (Perancis),(Perancis),
supremussupremus (Latin), dan(Latin), dan souvranitasouvranita ((Italia), yang berarti((Italia), yang berarti
“kekuasaan tertinggi”.“kekuasaan tertinggi”.
MenurutMenurut Jean BodinJean Bodin (1500-1596), bahwa(1500-1596), bahwa kedaulatankedaulatan
adalah kekuasaan tertinggi untuk menentukan hukumadalah kekuasaan tertinggi untuk menentukan hukum
dalam suatu negara.dalam suatu negara.
Kedaulatan mempunyai sifat-sifat pokok :Kedaulatan mempunyai sifat-sifat pokok :
 AsliAsli
 PermanenPermanen
 TunggalTunggal
 Tidak terbatasTidak terbatas
PENGAKUAN DARIPENGAKUAN DARI
NEGARA LAINNEGARA LAIN
DE FACTODE FACTO DE JUREDE JURE
BERSIFATBERSIFAT
SEMENTARASEMENTARA
BERSIFAT TETAPBERSIFAT TETAP
BERSIFAT TETAPBERSIFAT TETAP
BERSIFAT PENUHBERSIFAT PENUH
UNSURUNSUR
DEKLARATIFDEKLARATIF
Pengakuan Dari Negara LainPengakuan Dari Negara Lain
SifatSifat
HakikatHakikat
NegaraNegara
1. Sifat Memaksa (negara memiliki
mempunyai kekuatan fisik secara legal.
2. Sifat Monopoli (yaitu dalam menetap-
kan tujuan bersama masyarakat.
3. Sifat Mencakup Semua (All-
Embracing), yaitu semua peraturan
perundang-undangan yg berlaku adalah
untuk semua orang tanpa kecuali.

Kedaulatan Negara

  • 1.
  • 2.
    (Indikator)(Indikator)  Siswa dapatmenjelaskan kronologisSiswa dapat menjelaskan kronologis terjadinya suatu bangsaterjadinya suatu bangsa  Siswa dapat menjelaskan pengertian bangsaSiswa dapat menjelaskan pengertian bangsa  Siswa dapat menyebutkan unsurSiswa dapat menyebutkan unsur terbentuknya suatu bangsaterbentuknya suatu bangsa  Siswa dapat menjelaskan pengertian negaraSiswa dapat menjelaskan pengertian negara  Siswa dapat menyebutkan unsur-unsur yangSiswa dapat menyebutkan unsur-unsur yang menjadi syarat terbentuknya suatu negaramenjadi syarat terbentuknya suatu negara
  • 3.
    BangsaBangsa & Negara& Negara ManusiaManusia BangsaBangsa M.IndividuM. Individu M. SosialM. Sosial Pendapat AhliPendapat Ahli 1.1. Ir. SoekarnoIr. Soekarno 2.2. Ernest RenannErnest Renann 3.3. Otto BauerOtto Bauer Pengertian NegaraPengertian Negara PendapatPendapat AhliAhli 1.1. G. JellinekG. Jellinek 2.2. Kranenburg, dllKranenburg, dll Terjadinya NegaraTerjadinya Negara Unsur-unsur Terben-Unsur-unsur Terben- tuknya Negaratuknya Negara 1.1. RakyatRakyat 2.2. WilayahWilayah 3.3. Pem Yg BerdaulatPem Yg Berdaulat 1.1. TeoritisTeoritis 2.2. Primer & SekunderPrimer & Sekunder 3.3. FaktualFaktual
  • 4.
    1.1. Manusia SebagaiMakhluk Individu & SosialManusia Sebagai Makhluk Individu & Sosial
  • 5.
    BANGSABANGSA Ir. SoekarnoIr. Soekarno (Ras,Volk,(Ras, Volk, Natie)Natie) ERNEST RENANERNEST RENAN (Sejarah dan(Sejarah dan Cita)Cita) Otto BauOtto Bau erer (karakter dan(karakter dan nasib)nasib) Bangsa adalah suatu komunitas etnik yang memilikiBangsa adalah suatu komunitas etnik yang memiliki ciri-ciri :ciri-ciri : memiliki nama, wilayah tertentu, mitos leluhurmemiliki nama, wilayah tertentu, mitos leluhur bersama, kenangan bersama, satu atau beberapabersama, kenangan bersama, satu atau beberapa budaya yang sama & solidaritas tertentubudaya yang sama & solidaritas tertentu
  • 6.
    TerbentuknyaTerbentuknya suatu bangsasuatu bangsa 1.Adat Istiadat. 2. Agama . 3. Bahasa 4. Kesamaan Politik 5. Kesamaan keturunan 6. Perasaan 7. Wilayah
  • 7.
    Negara adalah organisasiyangNegara adalah organisasi yang di dalamnya ada rakyat,di dalamnya ada rakyat, wilayah yang permanen, dan pemerintah yang berdaulatwilayah yang permanen, dan pemerintah yang berdaulat (baik ke dalam maupun ke luar).(baik ke dalam maupun ke luar). Dalam arti luas, negaraDalam arti luas, negara merupakan kesatuan sosial (masyarakat) yang diatur secaramerupakan kesatuan sosial (masyarakat) yang diatur secara konstitusional untuk mewujudkan kepentingan bersama.konstitusional untuk mewujudkan kepentingan bersama. NEGARA George Jellineck Mr. Kranenburg
  • 8.
    UNSUR-UNSURUNSUR-UNSUR TERBENTUKNYATERBENTUKNYA NEGARANEGARA DEKLARATIDEKLARATI FF DE FACTODE FACTODE JUREDE JURE TIDAKTIDAK MUTLAKMUTLAK KONSTITUTIFKONSTITUTIF RAKYATRAKYAT WILAYAHWILAYAH PEMERINTAPEMERINTA HH BERDAULATBERDAULAT MUTLAKMUTLAK Unsur-unsur TerbentuknyaUnsur-unsur Terbentuknya NegaraNegara
  • 9.
  • 10.
    Wilayah NegaraWilayah Negara WilayahWilayah NegaraNegara *DARAT* DARAT * LAUT* LAUT * UDARA* UDARA
  • 11.
  • 12.
    Wilayah lautan berupa: samudra, laut, selat, danau &Wilayah lautan berupa : samudra, laut, selat, danau & sungai dalam batas wilayah negara.sungai dalam batas wilayah negara. Wilayah LautanWilayah Lautan DARATAN NEGARA LAUT 12 Mil 200 Mil12 Mil 200 M ≥ 200 Mil (LANDAS KONTINEN) (ZEE) (LB) (LT) (ZB)
  • 13.
    BatasBatas WilayahWilayah UdaraUdara 1.1. Teori UdaraBebasTeori Udara Bebas 2.2. Teori NegaraTeori Negara Berdaulat di UdarBerdaulat di Udar
  • 14.
    Daerah ekstrateritorial mencakup:Daerah ekstrateritorial mencakup :  Daerah perwakilan diplomatik di suatuDaerah perwakilan diplomatik di suatu negara.negara.  Kapal yang berlayar di bawah benderaKapal yang berlayar di bawah bendera suatu negara.suatu negara. Wilayah EkstrateritorialWilayah Ekstrateritorial
  • 15.
    Hakikat Bentuk Negara BABIXA Pasal 25 A UUD 1945: Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kepulauan yang berciri Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang. BAB IXA Pasal 25 A UUD 1945: Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kepulauan yang berciri Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang. Pasal ini merupakan penjelasan lebih lanjut yang lebih menjabarkan kedaulatan Negara Republik Indonesia secara geografis, yaitu sebagai Negara kepulauan yang bercirikan Nusantara. Penjelasan dan penetapan dari sudut pandang politis tentang kedaulatan dan bentuk negara kita, juga secara konstitusional dapat dilihat pada BAB I Pasal (1) butir (a) yang menyatakan bahwa Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik. Pasal ini merupakan penjelasan lebih lanjut yang lebih menjabarkan kedaulatan Negara Republik Indonesia secara geografis, yaitu sebagai Negara kepulauan yang bercirikan Nusantara. Penjelasan dan penetapan dari sudut pandang politis tentang kedaulatan dan bentuk negara kita, juga secara konstitusional dapat dilihat pada BAB I Pasal (1) butir (a) yang menyatakan bahwa Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik.
  • 16.
  • 17.
    Sistem Negara Kesatuan Negarakesatuan dapat dibedakan menjadi dua macam sistem, yaitu:
  • 18.
    Sentralisasi Dalam negara kesatuanbersistem sentralisasi, semua hal diatur dan diurus oleh pemerintah pusat, sedangkan daerah hanya menjalankan perintah-perintah dan peraturan-peraturan dari pemerintah pusat. Daerah tidak berwewenang membuat peraturan-peraturan sendiri dan atau mengurus rumah tangganya sendiri.
  • 19.
    Keuntungan sistem sentralisasi a) adanyakeseragaman(uniformitas) peraturan di seluruhwilayah negara; b) adanya kesederhanaan hukum karena hanyaada satu lembaga yang berwenang membuatnya; c) penghasilan daerah dapat digunakan untuk kepentingan seluruh wilayah negara.
  • 20.
    Kerugian sistem sentralisasi a)bertumpuknya pekerjaan pemerintahpusat, sehingga sering menghambatkelancaran jalannya pemerintahanb) peraturan/ kebijakan dari pusat seringtidak sesuai dengan keadaan/kebutuhandaerah; c) daerah-daerah lebih bersifat pasif,menunggu perintah dari pusat sehinggamelemahkan sendi-sendi pemerintahandemokratis karena kurangnya inisiatifdari rakyat; d) rakyat di daerah kurang mendapatkankesempatan untuk memikirkan danbertanggung jawab tentang daerahnya;e) keputusan-keputusan pemerintah pusatsering terlambat.
  • 21.
  • 22.
    Keuntungan dan kerugiansistem desentralisasi Keuntungan Kerugian a) pembangunan daerah akan berkembang sesuai dengan ciri khas daerah itu sendiri; b) peraturan dan kebijakan di daerah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi daerah itu sendiri; c) tidak bertumpuknya pekerjaan pemerintah pusat, sehingga pemerintahan dapat berjalan lancar; d) partisipasi dan tanggung jawab masyarakat terhadap daerahnya akan meningkat; e) penghematan biaya, karena sebagian ditanggung sendiri oleh daerah. Kerugian sistem desentralisasi adalah ketidakseragaman peraturan dan kebijakan serta kemajuan pembangunan.
  • 24.
    Kedaulatan Ke dalam Ke luar PemerintahYang BerdaulatPemerintah Yang Berdaulat Kata kedaulatan atau “daulat” berasal dari kataKata kedaulatan atau “daulat” berasal dari kata daulahdaulah (Arab)(Arab) sovereignitysovereignity (Inggris),(Inggris), souvereiniteitsouvereiniteit (Perancis),(Perancis), supremussupremus (Latin), dan(Latin), dan souvranitasouvranita ((Italia), yang berarti((Italia), yang berarti “kekuasaan tertinggi”.“kekuasaan tertinggi”.
  • 25.
    MenurutMenurut Jean BodinJeanBodin (1500-1596), bahwa(1500-1596), bahwa kedaulatankedaulatan adalah kekuasaan tertinggi untuk menentukan hukumadalah kekuasaan tertinggi untuk menentukan hukum dalam suatu negara.dalam suatu negara. Kedaulatan mempunyai sifat-sifat pokok :Kedaulatan mempunyai sifat-sifat pokok :  AsliAsli  PermanenPermanen  TunggalTunggal  Tidak terbatasTidak terbatas
  • 26.
    PENGAKUAN DARIPENGAKUAN DARI NEGARALAINNEGARA LAIN DE FACTODE FACTO DE JUREDE JURE BERSIFATBERSIFAT SEMENTARASEMENTARA BERSIFAT TETAPBERSIFAT TETAP BERSIFAT TETAPBERSIFAT TETAP BERSIFAT PENUHBERSIFAT PENUH UNSURUNSUR DEKLARATIFDEKLARATIF Pengakuan Dari Negara LainPengakuan Dari Negara Lain
  • 27.
    SifatSifat HakikatHakikat NegaraNegara 1. Sifat Memaksa(negara memiliki mempunyai kekuatan fisik secara legal. 2. Sifat Monopoli (yaitu dalam menetap- kan tujuan bersama masyarakat. 3. Sifat Mencakup Semua (All- Embracing), yaitu semua peraturan perundang-undangan yg berlaku adalah untuk semua orang tanpa kecuali.