KARBOHIDRAT
Kuliah ke 2 analisa Gizi
Tielumphd
Pendahuluan sebelumnya
   Bahan makanan (beras, sagu, jagung,
    singkong)     KH sbg amilum/pati
   Buah-buahan, madu        KH sbg gula
   Kayu, serat kapas      KH sbg selulosa
   Batang tebu ?
   Hasil metabolisme KH : glukosa dalam
    darah, glikogen : KH yg disintesis dalam hati
    & digunakan oleh sel pd jaringan otot sbg
    sumber energi
   6 CO2 + 6 H2O       C6H12O6 + 6 O2
                        glukosa
Susunan Kimia
 Molekul KH (sakarida) : atom C, H, O
 H2O, C6H12O6, C22H22O11 (sukrosa)
 Bukan KH : C2H4O2 (asam
    asetat/hidroksiasetaldehida)               CH2O atau HCHO
    (formaldehida)

           Harus dilihat rumus empiris & rumus strukturnya !
Struktur
 Berdasar gugus fungsi :
  polihidroksialdehida atau
  polihidroksiketon serta senyawa yg
  menghasilkannya pada proses hidrolisis
 Senyawa yg termasuk KH terdapat
  gugus fungsi –OH, aldehida, keton
 Rumus Fischer : molekul KH terbentuk
  dari rantai atom C & tiap atom C
  mengikat atom / gugus ttt      atom C
  mengikat 4 atom dg tiap sudut 109o
  tetrahedron dg atom C sbg pusatnya
 Bila C mengikat 4 atom/gugus yg
  berlainan : atom C asimetrik / tidak
  simetrik
 Struktur senyawa yg membentuk
  bayangan cermin senyawa semula :
  pasangan enansiomer
 Rumus proyeksi
          B                     B

    A    C    D          D     C    A

         E                     E
CHO                                     CHO

   H          C             OH          HO          C         H

               CH2OH                                CH2OH
       (+) gliseraldehida


Rumus struktur gliseraldehida punya titik lebur & kelarutan dalam air
  yg sama, perbedaan sifat pada pemutaran bidang getar cahaya
  terpolarisasi / rotasi optik
Senyawa yg dpt menyebabkan rotasi optik : aktivitas optik
       isomer optik
Enansiomer yg memutar chy terpolarisasi ke kanan diberi tanda (+)
  atau d (dekstro); yg memutar ke kiri diberi tanda (-) atau l (levo)
   Besarnya sudut putar/rotasi (α) tgt jenis senyawa, suhu,
    panjang gelombang chy terpolarisasi & banyaknya
    molekul pada jalan yg dilalui
   Rotasi spesifik : rotasi yg dihasilkan 1 gr senyawa dlm 1
    ml larutan dlm suatu sel sepanjang 1 dm pd suhu &
    panjang gelombang yg ditentukan (589,3 mu atau 5893
    A ~ garis D natrium, 20℃)


   [α]20 = α
            D        1xc


   [α]20 = rotasi spesifik menggunakan chy D natrium pada suhu 20 ℃
        D

    α       = sudut rotasi yg diamati pada polarimeter
    l       = panjang sel dalam dm
    c       = konsentrasi larutan dalam gr/ml
   Harga rotasi spesifik KH pada 20℃ dg sinar natrium
   _______________________________________________
    ____
   D fruktosa - 92,4 sukrosa       + 66,5
   D galaktosa       + 80,2 maltosa       + 130,4
   L arabinosa       + 104,5       gula invert - 19,8
   D manosa + 14,2 dekstrin        + 195
   D arabinosa       - 105         amilum       + 196 lebih
   D xilosa          + 18,8 glikogen      + 196 – 197
   _______________________________________________
    ____
CHO                                   CHO                                      CHO

H     C       OH              H            C        OH                   HO         C     H

      CH2OH                       H        C        OH                    H         C     OH

                                           CH2OH                                    CH2OH

D (+) gliseraldehida                       D (-) eritrosa                           D (+) treosa



          CHO                               CHO                                     CHO

HO        C        H             H          C         OH                     HO     C     H

          CH2OH        HO    C        H        HO         C      H

                                            CH2OH                                   CH2OH

L (-) gliseraldehida                       L (+) eritrosa                           L (-) treosa
                            Catatan : D (+) gliseraldehida ~ R (+) gliseraldehida
                               L (-) gliseraldehida ~ S (-) gliseraldehida
                               R (rectus = kanan)     S (sinister = kiri)
Rumus Haworth
   Jika kristal glukosa murni dilarutkan dlm air maka larutannya akan memutar
    cahaya terpolarisasi ke arah kanan. Namun bila dibiarkan, terlihat sudut
    putaran berubah menjadi makin kecil hingga tetap
             MUTAROTASI : perubahan rotasi / putaran
Exp.                O                                         OH


         R          C      H + HO - R                 R       C        OR


                                                              H
         aldehida          alkohol          hemiasetal


Sir Walter Norman Haworth (1883-1950) ahli kimia Inggris mengusulkan
   rumus struktur KH : bentuk cincin FURAN atau PIRAN
                    O                                 O



               furan                          piran
CH2OH                              CH2OH                                    CH2OH

         C    O                             C           O                  C         O
H                     H             H                        H                  OH

C                  C                    C               CH   O        C                  C
HO       OH   H    OH           HO OH            H           HO   OH      H     H

     C        C                             C        C                    C     C
     H        OH                        H       OH                H       OH


α–D-glukosa                                 D-glukosa                      β-D-glukosa




                  H            CH2OH                     O
HO
                               H                             H                 H
                  HO                                             OH
                           H                                     OH
                          Bentuk “kursi”
   Rumus Fischer                                          Rumus Haworth
     CHO            H       C       OH


H     C    OH   H       C       OH


HO    C    H    HO      C       H        O             CH2OH


H     C    OH   H       C       OH                     C       O
                                               H       H               OH
H     C    OH   H       C                          C                   C
                                             HO        OH      H       H
     CH2OH              CH2OH                          C           C
                                                       H     OH


    D-glukosa   α-glukosa                    α-D-glukosa / α-D-glukopiranosa
Penggolongan KH
   Monosakarida : molekul tdr bbrp atom C & tdk dpt diuraikan scr hidrolisis mjd
    KH lain (exp. gliseraldehida & dihidroksiaseton)         Monosakarida dg 4 atom
    C : tetrosa (C4H8O4) exp. D-eritrosa, D-eritrulosa
    Monosakarida dg 5 atom C : pentosa (C5H10O5) exp. D-ribosa, D-ribulosa
    Glukosa / aldoheksosa / dekstrosa, tdp dlm buah-buahan, madu, glokosa darah
    manusia (70-100 ml tiap 100 ml darah)
    Dlm fotosintesis, glukosa yg terbentuk digunakan u/ pembentukan amilum atau
    selulosa
              n C6H12O6              (C6H10O5)n + n H2O
              glukosa                    amilum


     Fruktosa : ketoheksosa yg mempunyai sifat memutar chy terpolarisasi ke kiri, shg
    disebut juga levulosa, tdp pada madu lebah, lebih manis daripada glukosa, gula
    tebu/sukrosa
    Fruktosa + glukosa = sukrosa (berasal dari tebu / bit)
Penggolongan KH
Galaktosa + glukosa = laktosa (gula dalam susu)
Galaktosa kurang manis dibanding glukosan& kurang larut dalam air, serta punya sifat
 memutar bidang chy terpolirasi ke kanan


Pentosa, exp. arabinosa, xilosa, ribosa, 2-deoksiribosa (Ke-4 pentosa tsb /
 aldopentosa tdk tdp bebas di alam)
 Arabinosa dari gom arab dg hidrolisis; xilosa dari hidrolisis jerami/kayu/urine manusia
 yg mengalami kelainan metabolisme KH (pentosuria); ribosa & deoksiribosa mrp
 komponen asam nukleat


Oligosakarida : gabungan bbrp monosakarida
Oligosakarida yg paling banyak di alam ialah disakarida


Sukrosa, gula yg kita kenal sehari-hari (baik yg berasal dari tebu, bit, nanas, wortel.
 Mll hidrolisis, sukrosa        glukosa + fruktosa             gula invert
Rotasi spesifik fruktosa (ke kiri) > glukosa (ke kanan) shg tjd putaran dari kanan ke
 kiri        INVERSI
Penggolongan KH
    Laktosa, mll hidrolisis mjd D-galaktosa & D-glukosa        disakarida
    Dalam susu disebut gula susu


    Maltosa, disakarida yg terbentuk dari 2 molekul glukosa
    Hidrolisis amilum      enzim amilase         maltosa
                                       enzim maltase
                                                              glukosa
     Tingkat rasa manis bbrp KH


         Fruktosa
             Gula invert
                    Sukrosa
                        Glukosa
                              Xilosa
                                Maltosa
                                  Galaktosa
                                       Laktosa
Penggolongan KH
Rafinosa, trisakarida tdr 3 molekul monosakarida yg berikatan (galaktosa-
  glukosa-fruktosa), tdp dlm bit & biji kapas

galaktosa-glukosa-fruktosa      H+     galaktosa-glukosa +      fruktosa
      (rafinosa)                H2O     (melibiosa)



rafinosa    H2O         melibiosa + fruktosa
           sukrase


rafinosa    H2O         galaktosa + sukrosa
           maltase


Stakiosa, tetrasakarida tdr 2 molekul galaktosa, 1 molekul glukosa & 1
  molekul fruktosa
galaktosa-galaktosa-glukosa-fruktosa                  galaktosa-galaktosa-glukosa + fruktosa
           (stakiosa)                           (monotriosa)
Penggolongan KH
Polisakarida, umumnya bermolekul besar & lebih kompleks daripada mono &
  oligosakarida
Polosakarida yg tdr atas 1 macam monosakarida saja : HOMOPOLISAKARIDA,
  sedangkan yg mengandung senyawa lain : HETEROPOLISAKARIDA
Umumnya polisakarida berupa senyawa putih, tdk berbentuk kristal, tdk mempunyai
  rasa manis & tdk punya sifat mereduksi, larut dalam air dlm bentuk koloid (exp.
  amilum, glikogen, desktrin & selulosa)


Amilum, disebut juga pati (tdp pada umbi, daun, batang & biji-bijian). Amilum tdr dari 2
  macam polisakarida (polimer dari glukosa) : amilosa (20-28%) & amilopektin
Amilosa : 250-300 unit D-glukosa + ikatan α 1,4-glikosidik
Amilopektin : 1000 unit D-glukosa + ikatan 1,4-glikosidik & 1,6-glikosidik
Butir pati tdk larut dalam air dingin, bila suspensi dlm air dipanaskan       tjd larutan
  koloid yg kental            (+) lar. Iodium            warna biru (tjd senyawa o/
  amilosa) / warna ungu/merah lembayung (tjd senyawa o/ amilopektin)
                           Amilum enzim amilase            β maltosa
Penggolongan KH
Glikogen, tdp dalam hati & otot. Glukosa darah      diubah jadi glikogen (sebaliknya)
Glikogen tdp pada kerang & rumput laut
Glikogen yg terlarut dlm air, diendapkan dg (+) etanol     serbuk putih
Glikogen + iodium            warna merah


Dekstrin, pd reaksi hidrolisis parsial, amilum              dekstrin (sebelum terbentuk
  maltosa). Banyak digunakan sbg perekat


Sellulosa, tdp dlm tumbuhan sbg bhn pembentuk dinding sel, serat kapas, berguna
  memperlancar pencernaan makanan


Mukopolisakarida, heteropolisakarida (polisakarida yg tdr 2 jenis derivat
  monosakarida)
Derivat monosakarida : gula amino & asam uronat
Heparin (senyawa anti koagulan darah)
Sifat Kimia
Berhubungan dg gugus fungsi (gugus –OH, aldehida & keton)
(1) Sifat Mereduksi
   Monosakarida & disakarida dapat mereduksi pada suasana BASA, Sifat reduktor u/
   identifikasi KH & analisis kuantitatif
   Sifat mereduksi krn aldehida / keton bebas dlm KH
(2) Pembentukan Furfural
   Dlm lar. asam encer yg dipanaskan, monosakarida masih bersifat stabil . Bila
   dipanaskan dg asam kuat pekat, monosakarida berubah mjd furfural / derivatnya,
   mll reaksi dehidrasi / pelepasan molekul air dari senyawa
(3) Pembentukan Osazon
   KH (punya gugus aldehida/keton bebas) + fenilhidrazin         osazon (kristal &
   ttk lebur spesifik)
(4) Pembentukan Ester
   Gugus hidroksil KH+ asam             ester
   Monosakarida + ATP      α –D-glukosa-6-fosfat & α –D-fruktosa-1,6-difosfat
   Proses esterifikasi dg asam fosfat dlm tubuh : proses FOSFORILASI
Sifat Kimia
(5) Isomerasi
  Monosakarida + basa encer           tidak stabil
  (glukosa + basa encer       fruktosa + manosa)
  Keadaan keseimbangan antara glukosa, fruktosa & manosa TRANFORMASI
  LOBRY DE BRUIN VAN ECKENSTEIN
  (mll proses enolisasi)
(6) Pembentukan Glikosida
  Glukosa + metilalkohol senyawa asetal (GLIKOSIDA) yaitu gugus metil +
  monosakarida & gugus –OH yg bereaksi (gugus –OH GLIKOSIDIK)
Derivat KH
Asam-asam
Monosakarida punya gugus fungsi         oksidasi     gugus karboksilat
(exp. asam glukonat, asam glukarat, asam glukuronat)
DETOKSIKASI : asam glukuronat + racun        dikeluarkan dari tubuh mll urine
Asam askorbat (vitamin C)            jeruk, advokat, apel, kentang, kol
Gula amino, D-glukosamina, D-galaktosamina, D-manosamina
Alkohol, baik gugus aldehida / keton pd monosakarida      reduksi   alkohol
(exp. dari glukosa mjd sorbitol, dari manosa mjd manitol, dari fruktosa mjd manitol +
   sorbitol)
Cara analisa karbohidrat
 Analisa kualitatif
 Analisa kuantitatif
1. Analisa kualitatif
   Menggunakan berbagai reagen dan
    ada beberapa tahap uji:
Salah satu cara pengujian
       Kualitatif
   Iodine / kalium iodide / KI merupakan
    reagen untuk menunjukkan kandungan
    amilum/tepung pada suatu bahan
    makanan. Warna dasar larutan KI orange.

    Tambahkan 2 tetes larutan KI kedalam 2
    ml larutan amilum atau tepung
Hasil pengamatan




 Perubahan warna larutan tepung menjadi biru
 kehitaman menunjukkan larutan yang diuji
 mengandung amilum,tidaktahu
 kadar/konsentrasinya.
Identifikasi gula dalam
makanan
 Benedict, Fehling A dan Fehling B
  merupakan reagen yang dapat
  menunjukkan keberadaan glukosa
  pada suatu bahan makanan.
 Warna dasar dari larutan benedict
  adalah biru tua.
 Tambahkan 5 tetes larutan benedict
  kedalam 2 ml larutan gula.
 Panaskan campuran zat tersebut
  dalam air mendidih selama 5
Hasil pengamatan




Campuran larutan gula dengan benedict berwarna biru, setelah pemanasan terjadi
perubahan warna secara bertahap mulai dari hijau, kuning dan akhirnya menjadi merah
b ata.


Perubahan warna larutan menjadi merah bata menunjukkan bahwa larutan tersebut
mengandung glukosa.
Kadar warna merah pada hasil eksperimen menunjukkan kualitas kandungan glukosa
dalam larutan.
Analisa kuantitatif KH
Mengitung kadar karbohidrat secara
 akurat melalui spektrofotometry dan
 HPLC
High-Performance Liquid Chromatography (HPLC)

Analisa gizi part 2

  • 1.
    KARBOHIDRAT Kuliah ke 2analisa Gizi Tielumphd
  • 2.
    Pendahuluan sebelumnya  Bahan makanan (beras, sagu, jagung, singkong) KH sbg amilum/pati  Buah-buahan, madu KH sbg gula  Kayu, serat kapas KH sbg selulosa  Batang tebu ?  Hasil metabolisme KH : glukosa dalam darah, glikogen : KH yg disintesis dalam hati & digunakan oleh sel pd jaringan otot sbg sumber energi  6 CO2 + 6 H2O C6H12O6 + 6 O2 glukosa
  • 3.
    Susunan Kimia  MolekulKH (sakarida) : atom C, H, O  H2O, C6H12O6, C22H22O11 (sukrosa)  Bukan KH : C2H4O2 (asam asetat/hidroksiasetaldehida) CH2O atau HCHO (formaldehida) Harus dilihat rumus empiris & rumus strukturnya !
  • 4.
    Struktur  Berdasar gugusfungsi : polihidroksialdehida atau polihidroksiketon serta senyawa yg menghasilkannya pada proses hidrolisis  Senyawa yg termasuk KH terdapat gugus fungsi –OH, aldehida, keton  Rumus Fischer : molekul KH terbentuk dari rantai atom C & tiap atom C mengikat atom / gugus ttt atom C mengikat 4 atom dg tiap sudut 109o tetrahedron dg atom C sbg pusatnya
  • 5.
     Bila Cmengikat 4 atom/gugus yg berlainan : atom C asimetrik / tidak simetrik  Struktur senyawa yg membentuk bayangan cermin senyawa semula : pasangan enansiomer  Rumus proyeksi B B A C D D C A E E
  • 6.
    CHO CHO H C OH HO C H CH2OH CH2OH (+) gliseraldehida Rumus struktur gliseraldehida punya titik lebur & kelarutan dalam air yg sama, perbedaan sifat pada pemutaran bidang getar cahaya terpolarisasi / rotasi optik Senyawa yg dpt menyebabkan rotasi optik : aktivitas optik isomer optik Enansiomer yg memutar chy terpolarisasi ke kanan diberi tanda (+) atau d (dekstro); yg memutar ke kiri diberi tanda (-) atau l (levo)
  • 7.
    Besarnya sudut putar/rotasi (α) tgt jenis senyawa, suhu, panjang gelombang chy terpolarisasi & banyaknya molekul pada jalan yg dilalui  Rotasi spesifik : rotasi yg dihasilkan 1 gr senyawa dlm 1 ml larutan dlm suatu sel sepanjang 1 dm pd suhu & panjang gelombang yg ditentukan (589,3 mu atau 5893 A ~ garis D natrium, 20℃)  [α]20 = α D 1xc  [α]20 = rotasi spesifik menggunakan chy D natrium pada suhu 20 ℃ D α = sudut rotasi yg diamati pada polarimeter l = panjang sel dalam dm c = konsentrasi larutan dalam gr/ml
  • 8.
    Harga rotasi spesifik KH pada 20℃ dg sinar natrium  _______________________________________________ ____  D fruktosa - 92,4 sukrosa + 66,5  D galaktosa + 80,2 maltosa + 130,4  L arabinosa + 104,5 gula invert - 19,8  D manosa + 14,2 dekstrin + 195  D arabinosa - 105 amilum + 196 lebih  D xilosa + 18,8 glikogen + 196 – 197  _______________________________________________ ____
  • 9.
    CHO CHO CHO H C OH H C OH HO C H CH2OH H C OH H C OH CH2OH CH2OH D (+) gliseraldehida D (-) eritrosa D (+) treosa CHO CHO CHO HO C H H C OH HO C H CH2OH HO C H HO C H CH2OH CH2OH L (-) gliseraldehida L (+) eritrosa L (-) treosa Catatan : D (+) gliseraldehida ~ R (+) gliseraldehida L (-) gliseraldehida ~ S (-) gliseraldehida R (rectus = kanan) S (sinister = kiri)
  • 10.
    Rumus Haworth  Jika kristal glukosa murni dilarutkan dlm air maka larutannya akan memutar cahaya terpolarisasi ke arah kanan. Namun bila dibiarkan, terlihat sudut putaran berubah menjadi makin kecil hingga tetap MUTAROTASI : perubahan rotasi / putaran Exp. O OH R C H + HO - R R C OR H aldehida alkohol hemiasetal Sir Walter Norman Haworth (1883-1950) ahli kimia Inggris mengusulkan rumus struktur KH : bentuk cincin FURAN atau PIRAN O O furan piran
  • 11.
    CH2OH CH2OH CH2OH C O C O C O H H H H OH C C C CH O C C HO OH H OH HO OH H HO OH H H C C C C C C H OH H OH H OH α–D-glukosa D-glukosa β-D-glukosa H CH2OH O HO H H H HO OH H OH Bentuk “kursi”
  • 12.
    Rumus Fischer Rumus Haworth CHO H C OH H C OH H C OH HO C H HO C H O CH2OH H C OH H C OH C O H H OH H C OH H C C C HO OH H H CH2OH CH2OH C C H OH D-glukosa α-glukosa α-D-glukosa / α-D-glukopiranosa
  • 13.
    Penggolongan KH  Monosakarida : molekul tdr bbrp atom C & tdk dpt diuraikan scr hidrolisis mjd KH lain (exp. gliseraldehida & dihidroksiaseton) Monosakarida dg 4 atom C : tetrosa (C4H8O4) exp. D-eritrosa, D-eritrulosa Monosakarida dg 5 atom C : pentosa (C5H10O5) exp. D-ribosa, D-ribulosa Glukosa / aldoheksosa / dekstrosa, tdp dlm buah-buahan, madu, glokosa darah manusia (70-100 ml tiap 100 ml darah) Dlm fotosintesis, glukosa yg terbentuk digunakan u/ pembentukan amilum atau selulosa n C6H12O6 (C6H10O5)n + n H2O glukosa amilum Fruktosa : ketoheksosa yg mempunyai sifat memutar chy terpolarisasi ke kiri, shg disebut juga levulosa, tdp pada madu lebah, lebih manis daripada glukosa, gula tebu/sukrosa Fruktosa + glukosa = sukrosa (berasal dari tebu / bit)
  • 14.
    Penggolongan KH Galaktosa +glukosa = laktosa (gula dalam susu) Galaktosa kurang manis dibanding glukosan& kurang larut dalam air, serta punya sifat memutar bidang chy terpolirasi ke kanan Pentosa, exp. arabinosa, xilosa, ribosa, 2-deoksiribosa (Ke-4 pentosa tsb / aldopentosa tdk tdp bebas di alam) Arabinosa dari gom arab dg hidrolisis; xilosa dari hidrolisis jerami/kayu/urine manusia yg mengalami kelainan metabolisme KH (pentosuria); ribosa & deoksiribosa mrp komponen asam nukleat Oligosakarida : gabungan bbrp monosakarida Oligosakarida yg paling banyak di alam ialah disakarida Sukrosa, gula yg kita kenal sehari-hari (baik yg berasal dari tebu, bit, nanas, wortel. Mll hidrolisis, sukrosa glukosa + fruktosa gula invert Rotasi spesifik fruktosa (ke kiri) > glukosa (ke kanan) shg tjd putaran dari kanan ke kiri INVERSI
  • 15.
    Penggolongan KH  Laktosa, mll hidrolisis mjd D-galaktosa & D-glukosa disakarida Dalam susu disebut gula susu Maltosa, disakarida yg terbentuk dari 2 molekul glukosa Hidrolisis amilum enzim amilase maltosa enzim maltase glukosa Tingkat rasa manis bbrp KH Fruktosa Gula invert Sukrosa Glukosa Xilosa Maltosa Galaktosa Laktosa
  • 16.
    Penggolongan KH Rafinosa, trisakaridatdr 3 molekul monosakarida yg berikatan (galaktosa- glukosa-fruktosa), tdp dlm bit & biji kapas galaktosa-glukosa-fruktosa H+ galaktosa-glukosa + fruktosa (rafinosa) H2O (melibiosa) rafinosa H2O melibiosa + fruktosa sukrase rafinosa H2O galaktosa + sukrosa maltase Stakiosa, tetrasakarida tdr 2 molekul galaktosa, 1 molekul glukosa & 1 molekul fruktosa galaktosa-galaktosa-glukosa-fruktosa galaktosa-galaktosa-glukosa + fruktosa (stakiosa) (monotriosa)
  • 17.
    Penggolongan KH Polisakarida, umumnyabermolekul besar & lebih kompleks daripada mono & oligosakarida Polosakarida yg tdr atas 1 macam monosakarida saja : HOMOPOLISAKARIDA, sedangkan yg mengandung senyawa lain : HETEROPOLISAKARIDA Umumnya polisakarida berupa senyawa putih, tdk berbentuk kristal, tdk mempunyai rasa manis & tdk punya sifat mereduksi, larut dalam air dlm bentuk koloid (exp. amilum, glikogen, desktrin & selulosa) Amilum, disebut juga pati (tdp pada umbi, daun, batang & biji-bijian). Amilum tdr dari 2 macam polisakarida (polimer dari glukosa) : amilosa (20-28%) & amilopektin Amilosa : 250-300 unit D-glukosa + ikatan α 1,4-glikosidik Amilopektin : 1000 unit D-glukosa + ikatan 1,4-glikosidik & 1,6-glikosidik Butir pati tdk larut dalam air dingin, bila suspensi dlm air dipanaskan tjd larutan koloid yg kental (+) lar. Iodium warna biru (tjd senyawa o/ amilosa) / warna ungu/merah lembayung (tjd senyawa o/ amilopektin) Amilum enzim amilase β maltosa
  • 18.
    Penggolongan KH Glikogen, tdpdalam hati & otot. Glukosa darah diubah jadi glikogen (sebaliknya) Glikogen tdp pada kerang & rumput laut Glikogen yg terlarut dlm air, diendapkan dg (+) etanol serbuk putih Glikogen + iodium warna merah Dekstrin, pd reaksi hidrolisis parsial, amilum dekstrin (sebelum terbentuk maltosa). Banyak digunakan sbg perekat Sellulosa, tdp dlm tumbuhan sbg bhn pembentuk dinding sel, serat kapas, berguna memperlancar pencernaan makanan Mukopolisakarida, heteropolisakarida (polisakarida yg tdr 2 jenis derivat monosakarida) Derivat monosakarida : gula amino & asam uronat Heparin (senyawa anti koagulan darah)
  • 19.
    Sifat Kimia Berhubungan dggugus fungsi (gugus –OH, aldehida & keton) (1) Sifat Mereduksi Monosakarida & disakarida dapat mereduksi pada suasana BASA, Sifat reduktor u/ identifikasi KH & analisis kuantitatif Sifat mereduksi krn aldehida / keton bebas dlm KH (2) Pembentukan Furfural Dlm lar. asam encer yg dipanaskan, monosakarida masih bersifat stabil . Bila dipanaskan dg asam kuat pekat, monosakarida berubah mjd furfural / derivatnya, mll reaksi dehidrasi / pelepasan molekul air dari senyawa (3) Pembentukan Osazon KH (punya gugus aldehida/keton bebas) + fenilhidrazin osazon (kristal & ttk lebur spesifik) (4) Pembentukan Ester Gugus hidroksil KH+ asam ester Monosakarida + ATP α –D-glukosa-6-fosfat & α –D-fruktosa-1,6-difosfat Proses esterifikasi dg asam fosfat dlm tubuh : proses FOSFORILASI
  • 20.
    Sifat Kimia (5) Isomerasi Monosakarida + basa encer tidak stabil (glukosa + basa encer fruktosa + manosa) Keadaan keseimbangan antara glukosa, fruktosa & manosa TRANFORMASI LOBRY DE BRUIN VAN ECKENSTEIN (mll proses enolisasi) (6) Pembentukan Glikosida Glukosa + metilalkohol senyawa asetal (GLIKOSIDA) yaitu gugus metil + monosakarida & gugus –OH yg bereaksi (gugus –OH GLIKOSIDIK)
  • 21.
    Derivat KH Asam-asam Monosakarida punyagugus fungsi oksidasi gugus karboksilat (exp. asam glukonat, asam glukarat, asam glukuronat) DETOKSIKASI : asam glukuronat + racun dikeluarkan dari tubuh mll urine Asam askorbat (vitamin C) jeruk, advokat, apel, kentang, kol Gula amino, D-glukosamina, D-galaktosamina, D-manosamina Alkohol, baik gugus aldehida / keton pd monosakarida reduksi alkohol (exp. dari glukosa mjd sorbitol, dari manosa mjd manitol, dari fruktosa mjd manitol + sorbitol)
  • 22.
    Cara analisa karbohidrat Analisa kualitatif  Analisa kuantitatif
  • 23.
    1. Analisa kualitatif  Menggunakan berbagai reagen dan ada beberapa tahap uji:
  • 24.
    Salah satu carapengujian Kualitatif  Iodine / kalium iodide / KI merupakan reagen untuk menunjukkan kandungan amilum/tepung pada suatu bahan makanan. Warna dasar larutan KI orange.  Tambahkan 2 tetes larutan KI kedalam 2 ml larutan amilum atau tepung
  • 25.
    Hasil pengamatan Perubahanwarna larutan tepung menjadi biru kehitaman menunjukkan larutan yang diuji mengandung amilum,tidaktahu kadar/konsentrasinya.
  • 26.
    Identifikasi gula dalam makanan Benedict, Fehling A dan Fehling B merupakan reagen yang dapat menunjukkan keberadaan glukosa pada suatu bahan makanan.  Warna dasar dari larutan benedict adalah biru tua.  Tambahkan 5 tetes larutan benedict kedalam 2 ml larutan gula.  Panaskan campuran zat tersebut dalam air mendidih selama 5
  • 27.
    Hasil pengamatan Campuran larutangula dengan benedict berwarna biru, setelah pemanasan terjadi perubahan warna secara bertahap mulai dari hijau, kuning dan akhirnya menjadi merah b ata. Perubahan warna larutan menjadi merah bata menunjukkan bahwa larutan tersebut mengandung glukosa. Kadar warna merah pada hasil eksperimen menunjukkan kualitas kandungan glukosa dalam larutan.
  • 28.
    Analisa kuantitatif KH Mengitungkadar karbohidrat secara akurat melalui spektrofotometry dan HPLC
  • 29.