Pokok bahasan:
JARINGAN DISTRIBUSI
JARINGAN DISTRIBUSI
Dipresentasekan oleh :
Teguh W.Y.A Mahlia mahlan H.
Pembimbing : Ir.Makmur Saini, MT
Program study Teknik Konersi Energi
Politeknik Negeri Ujung Pandang
SUB POKOK BAHASAN :
• Penjelasan tentang jaringan distribusi
• Jenis-jenis jaringan distribusi
- Jaringan distribusi udara
- Jaringan distribusi bawah tanah
- Jaringan distribusi bawah laut
• Model jaringan distribusi
• Contoh jaringan distribusi
Gambar transmisi dan distribusi jaringan listrik
KONSUMENG T D S GI GD
JTT JTM JTR
T
A. PENJELASAN TENTANG JARINGAN
DISTRIBUSI
Jaringan distribusi adalah suatu saluran/
jaringan yang menghubungkan dari sumber
daya listrik besar (gardu induk) dengan para
konsumen/pemakai listrik baik itu
pabrik,industri,atau rumah tangga.
Jaringan distribusi itu terdiri dari :
1. Jaringan tegangan menengah (primer)
2. Jaringan tegangan rendah (sekunder)
• Klasifikasi saluran/jaringan
Ada 3 jenis saluran/jaringan :
a.Saluran pendek :yaitu saluran yang
mempunyai panjang dibawah ± 80 km.
b.Saluran menengah : yaitu saluran yang
mempunyai panjang antara 80 s/d 250 km.
c.Saluran panjang : yaitu saluran yang
mempunyai panjang diatas 250 km.
Pada jaringan distribusi terdapat gardu distribusi
yang berfungsi sebagai alat untuk menurunkan
tegangan menengah ke tegangan rendah,(atau
menurunkan tegangan primer ke tegangan
sekunder).
1.Jaringan tegangan menengah (primer)
Ini merupakan bagian dari system distribusi yang
terletak mulai dari gardu induk sampai pada
suatu gardu distribusi.
Di Indonesia dikenal ada beberapa jaringan
tegangan menengah,yaitu; 6 kV, 12kV, 20kV, 24
kV, dan 30 kV. Tetapi yang digunakan di Indonesia
adalah tegangan 20 kV.
2. Jaringan tegangan rendah (sekunder)
Ini merupakan bagian dari system distribusi yang
terletak mulai dari rel pembagi pada suatu
gardu distribusi sampai pada Kwh meter
konsumen. Sebagai contoh,di Indonesia
tegangan diturunkan sampai 110 V,220 V, 380 V.
Komponen-komponen yang ada pada jaringan distribusi :
1. Kawat penghantar / konduktor,
2. Tiang listrik,
3. Isolator,
4. Gardu hubung
5. Pengaman.
1. Kawat penghantar/konduktor
Yaitu alat yang dipakai untuk menyalurkan atau mengalirkan
tegangan.
Syarat-syarat penghantar yang baik :
a. Punya daya hantar yang baik.
b. Punya daya tarik yang tinggi.
c. Koefisien muai panjangnya kecil
d. Elastisitasnya besar
Bahan yang biasa dipakai untuk kawat penghantar:
- Aluminium
- Tembaga
Gambar kawat penghantar/konduktor
2. Tiang listrik
Yaitu suatu alat yang digunakan sebagai
penunjang/penyangga dari kawat penghantar
dalam mendistribusikan tegangan.
Macam-macam tiang listrik:
a. Berdasarkan bahannya
- Tiang baja
- Tiang beton
b. Berdasarkan fungsinya
- Tiang penyangga/utama : digunakan
untukmenyangga kawat penghantar.
- Tiang penopang : digunakan untuk
menopang tiang utama supaya tidak
miring/ambruk.
- Tiang penegang : digunakan pada
saluran/jaringan distribusi yang lurus.
Berikut Adalah Bebebera Tiang
Penyangga Jaringan Distribusi
Yang terdapat Di Luar Negeri
• Jaringan Distribusi Di Salah satu kota di Negara
Australia
• Jaringan Distribusi Di Negara Belanda
Jaringan Distribusi Di Salah Satu kota di
Enggland
Jaringan Distribusi Yang terlihat
Dari Udara
Kerusakan Jaringan Distribusi Akibat
Alam
Dan Berikut Beberapa Perbaikan
Jaringan Distribusi
• Salah satu perbaikan jaringan distribusi di belanda
Diagram Jaringan Distribusi DI Negara
Denmark
When Skagerrak 3 (1993) was built it was decided to reconfigure the existing
bipole so that Pole 1 and Pole 2 operate with the same current direction.
Thereby achieving a better current balance, since the Pole 3 has a higher
current than Pole 1 and 2.
3. Isolator
Yaitu suatu bahan/alat yang digunakan untuk
menjaga tegangan listrik supaya tidak terjadi
gangguan.
Bahan-bahan isolator :
- Beling (glass)
- keramik
- porselin
- karet,plastik,dll
Macam-macam isolator :
- isolator tumpu
- isolator gantung
- isolator tarik
- isolator pos saluran
4. Gardu hubung
Fungsinya hanya sebagai penghubung antar
jaringan tegangan menengah sebelum masuk
ke gardu distribusi.
Isolator gantung
Isolator tarik
Isolator pos saluran
Isolator tumpu
5. Pengaman
Macam-macam pengaman dalam jaringan
distribusi :
a. Circuit breaker (CB)
b. Recloser
c. Load Break Switch (LBS)
d. Air Break Switch (ABS)
e. Sectionalizer
f. Sekering pemisah (fuse cut out)
g. relay
CB
LBS
recloser
FCO
FCO
sectionalizer
ABS
B. JENIS-JENIS JARINGAN DISTRIBUSI
1. Jaringan distribusi udara
Dalam penyaluran listriknya digunakan kawat penghantar
yang dipasang pada tiang-tiang listrik di udara terbuka,
beserta dengan perlengkapan lainnya.
Jenis-jenis jaringan distribusi ini ada 2 :
- Saluran kawat udara, apabila penghantarnya telanjang (tanpa
dibungkus isolasi)
- Saluran kabel udara, apabila penghantarnya dibungkus isolasi.
Komponen-komponennya :
- kawat penghantar
- tiang listrik
- gardu hubung
- isolator
- pengaman
Kelebihan dari jaringan ini :
• Mudah dilakukan perluasan pelayanan dengan penarikan
cabang yang diperlukan
• Mudah untuk melakukan pemeriksaan gangguan
• Mudah melakukan perbaikan gangguan
• Biaya pemasangan instalasinya relatif lebih murah
Kekurangan dari jaringan ini:
• Adanya gangguan sambaran petir
• Adanya gangguan dari manusia
• Mengurangi indahnya pemandangan, karena
banyaknya tiang dan kabel-kabel.
Jaringan distribusi udara ini sangat baik
digunakan di daerah yang memiliki beban
rendah atau konsumen yang sedikit.
Salah Satu Distribusi Udara
2. Jaringan distribusi bawah tanah
Dalam penyalurannya digunakan kabel tanah
(ground cable) yang dipasang di dalam tanah.
Komponen-komponennya:
- kabel tanah (ground cable)
- isolator
- pengaman
Ada berbagai cara menaruh kabel dalam tanah
• Cara menaruh langsung (direct laying) yaitu kabel
langsung ditanam di dalam tanah. Pada ke dalaman
tanah antara 0,6-1,2 m,biasanya kabel kurang dari
5 buah.
• Sistem pipa (duct line) yaitu menggunakan pipa
beton bertulang atau asbes-semen/baja/PVC keras
yang ditanam dalam tanah lalu dihubungkan
dengan lubang kerja yang berjarak antara100-200
m,biasanya kabel kurang dari 16 buah.
• Sistem terusan tertutup yaitu kabel di taruh dalam
terowongan yang melalui lubang kerja, seperti
pada sistem pipa. Biasanya kabelnya lebih dari 20
buah.
CIRI-CIRI BEBERAPA SISTEM MENARUH (LAY) KABEL
Hal langsung Sistem pipa Sistem
tertutup
Biaya dan waktu Kecil Agak besar Besar
Penggantian dan
waktu
Sukar Mudah Mudah
Perbaikan dan waktu Sukar Mudah Mudah
Kapasitas arus Besar Kecil Besar
Kerusakan luar Sering Agak sering Jarang
Elatstisitas kabel Kecil Kecil besar
Kelebihan dari jaringan ini :
- Bebas dari gangguan pohon
- Bebas dari gangguan manusia
- Bebas dari gangguan petir
- Tidak merusak keindahan
- Baik untuk daerah yang padat penduduk
Kekurangan dari jaringan ini :
- Harga kabel relatif mahal
- Gangguan yang terjadi bersifat permanen
- Tidak fleksibel terhadap perubahan jaringan
- Biaya untuk instalasinya dan perbaikan besar
- Waktu untuk perbaikan relatif lebih lama
3. Jaringan distribusi bawah laut
Dalam penyalurannya digunakan kabel laut
(submarine cable) yang dipasang di dasar laut.
Komponen-komponennya :
- Kabel laut (submarine cable)
- Isolator
- Pengaman
• Salah satu Jaringan Distribusi laut di australia
C. MODEL JARINGAN DISTRIBUSI
Ada beberapa macam model jaringan distribusi,
antara lain :
- jaringan distribusi tipe radial
- jaringan distribusi tipe Loop/ Ring
- jaringan distribusi tipe Grid/ Network
- jaringan distribusi tipe Spindle dan Cluster
1. Tipe Radial
Tipe radial ini berpangkal dari gardu induk
atau langsung dari pusat pembangkit dan
menyebar menuju gardu-gardu distribusi
yang terpisah satu sama.
Tipe radial
2. Tipe Loop/Ring
- Tipe Loop merupakan sistem jaringan
distribusi yang dimulai dari gardu induk atau
sumber daya, melalui daerah beban dan
kemudian kembali lagi ke rel gardu induk/
sumber daya yang sama.
- Tipe ring merupakan sistem jaringan
distribusi yang dimulai dari rel gardu induk
atau sumber daya yang lain dihubungkan
dengan rel gardu induk/ sumber daya yang
pertama.
Tipe loop/ring
3. Tipe Grid/ Network
Sistem jaringan distribusi dengan tipe ini
terjadi jika ada beberapa gardu induk yang
saling berinterkoneksi sehingga setiap beban
memiliki beberapa kemungkinan untuk
menerima daya dari berbagai arah.
Tipe grid/network
4. Tipe Spindle dan Tipe Cluster
Tipe ini adalah sistem dimana daya listrik
disalurkan dari gardu induk atau sumber
daya melalui gardu-gardu distribusi yang
berakhir di gardu refleksi/switching dengan
disertai saluran express.
Tipe spindle dan cluster
D. CONTOH JARINGAN DISTRIBUSI
1. Sistem Distribusi 20 kV fasa tiga, 3 kawat dengan Pentanahan
Netral Melalui Tahanan Tinggi
A. Sistem Jaringan :
Tegangan nominal : 20 kV
Sistem pentanahan: Netral kumparan TM yang dihubungkan secara
bintang dari trafo utama, ditanahkan melalui tahanan dengan nilai
tahanan sebesar 500 Ohm (arus hubung singkat ke tanah maximum 25
A).
Konstruksi jaringan : Pada dasarnya adalah saluran udara yang terdiri
dari :
− saluran utama : Kawat AAAC 150 mm2 fasa tiga, 3 kawat.
− saluran cabang : Kawat AAAC 70 mm2.
Sistem pelayanan : “radial”, dengan kemungkinan saluran utama
antara jaringan yang bertetangga dapat saling dihubungkan dalam
keadaan darurat.
Pelayanan beban : Fasa tiga, 3 kawat, tegangan 20/11,6 kV
Fasa satu, 2 kawat fasa, tegangan 20kV.
2. Sistem Distribusi 20 kV fasa tiga, 4 kawat dengan
Pentanahan Netral Secara Langsung
A. Sistem Jaringan :
Tegangan nominal : 20 kV
Sistem pentanahan: Netral ditanahkan langsung sepanjang jaringan.
Kawat netral dipakai bersama untuk saluran tegangan menengah dan
saluran tegangan rendah.
Konstruksi jaringan : Terdiri dari saluran udara dan saluran kabel.
Untuk saluran udara terdiri dari :
− saluran utama : Kawat AAC 240 mm2 & 150 mm2 fasa tiga, 4
kawat.
− saluran cabang : Kawat AAC 100 mm2 & 55 mm2 fasa tiga, 4 kawat
dan 55 mm2 & 35 mm2 fasa satu, 2 kawat (fasa netral).
Sistem pelayanan : “radial”, dengan kemungkinan saluran utama
antara jaringan yang bertetangga dapat saling dihubungkan dalam
keadaan darurat.
Pelayanan beban : Fasa tiga, 4 kawat, tegangan 20/11, 6 kV Fasa satu,
2 kawat, tegangan 20√3 kV.
Beberapa Unit Trafo
• ABB (New) Oil Immersed Transformer
• Quantity: 2
• Rating: 1500 KVA
• Frequency: 50 Hz
• High Voltage: 11000 V
• (±2.5% ±5%)
• Low Voltage: 433 V
• Vector Group: Dyn11
• LV Cable Box (Air Filled) Year of manufacture: 2006
• HV Cable Box (Air Filled) WEIGHT IN KG
• HV Protecting Chamber (Air Filled) Untanking: 2119 KG
• HV Disconnected Link Without Liquid: 3079
• Pressure Gauge (W 2 Contacts) Liquid: 986
• Welded Cover Total: 4064
• Top Oil Thermometer (W 2 Contacts) Dimension: 2116mm x 2205mm x 1929mm
• Thermometer Pocket Drain Filter Valve
• Rating & Connecting Plate HV Bushings
• Tap Operating Handle (Pad lockable) Pressure Relief Valve (W/O Contact)
• LV Bushings LV Protecting Chamber (Air Filled)
• Under base with Roller Earthing Terminal
• Jacking Lug Lifting Eye
• Filling Pipe Oil level Indicator (W/O Contact)
•
Thank’s For
Attention
Created By :
Mahlia (06 35 061)
Teguh 06 35 058

JARINGAN DISTRIBUSI PRIMER

  • 1.
  • 2.
    JARINGAN DISTRIBUSI Dipresentasekan oleh: Teguh W.Y.A Mahlia mahlan H. Pembimbing : Ir.Makmur Saini, MT Program study Teknik Konersi Energi Politeknik Negeri Ujung Pandang
  • 3.
    SUB POKOK BAHASAN: • Penjelasan tentang jaringan distribusi • Jenis-jenis jaringan distribusi - Jaringan distribusi udara - Jaringan distribusi bawah tanah - Jaringan distribusi bawah laut • Model jaringan distribusi • Contoh jaringan distribusi
  • 5.
    Gambar transmisi dandistribusi jaringan listrik KONSUMENG T D S GI GD JTT JTM JTR T
  • 6.
    A. PENJELASAN TENTANGJARINGAN DISTRIBUSI Jaringan distribusi adalah suatu saluran/ jaringan yang menghubungkan dari sumber daya listrik besar (gardu induk) dengan para konsumen/pemakai listrik baik itu pabrik,industri,atau rumah tangga. Jaringan distribusi itu terdiri dari : 1. Jaringan tegangan menengah (primer) 2. Jaringan tegangan rendah (sekunder)
  • 7.
    • Klasifikasi saluran/jaringan Ada3 jenis saluran/jaringan : a.Saluran pendek :yaitu saluran yang mempunyai panjang dibawah ± 80 km. b.Saluran menengah : yaitu saluran yang mempunyai panjang antara 80 s/d 250 km. c.Saluran panjang : yaitu saluran yang mempunyai panjang diatas 250 km.
  • 8.
    Pada jaringan distribusiterdapat gardu distribusi yang berfungsi sebagai alat untuk menurunkan tegangan menengah ke tegangan rendah,(atau menurunkan tegangan primer ke tegangan sekunder). 1.Jaringan tegangan menengah (primer) Ini merupakan bagian dari system distribusi yang terletak mulai dari gardu induk sampai pada suatu gardu distribusi. Di Indonesia dikenal ada beberapa jaringan tegangan menengah,yaitu; 6 kV, 12kV, 20kV, 24 kV, dan 30 kV. Tetapi yang digunakan di Indonesia adalah tegangan 20 kV.
  • 9.
    2. Jaringan teganganrendah (sekunder) Ini merupakan bagian dari system distribusi yang terletak mulai dari rel pembagi pada suatu gardu distribusi sampai pada Kwh meter konsumen. Sebagai contoh,di Indonesia tegangan diturunkan sampai 110 V,220 V, 380 V. Komponen-komponen yang ada pada jaringan distribusi : 1. Kawat penghantar / konduktor, 2. Tiang listrik, 3. Isolator, 4. Gardu hubung 5. Pengaman.
  • 10.
    1. Kawat penghantar/konduktor Yaitualat yang dipakai untuk menyalurkan atau mengalirkan tegangan. Syarat-syarat penghantar yang baik : a. Punya daya hantar yang baik. b. Punya daya tarik yang tinggi. c. Koefisien muai panjangnya kecil d. Elastisitasnya besar Bahan yang biasa dipakai untuk kawat penghantar: - Aluminium - Tembaga
  • 11.
  • 13.
    2. Tiang listrik Yaitusuatu alat yang digunakan sebagai penunjang/penyangga dari kawat penghantar dalam mendistribusikan tegangan. Macam-macam tiang listrik: a. Berdasarkan bahannya - Tiang baja - Tiang beton
  • 14.
    b. Berdasarkan fungsinya -Tiang penyangga/utama : digunakan untukmenyangga kawat penghantar. - Tiang penopang : digunakan untuk menopang tiang utama supaya tidak miring/ambruk. - Tiang penegang : digunakan pada saluran/jaringan distribusi yang lurus.
  • 15.
    Berikut Adalah BebeberaTiang Penyangga Jaringan Distribusi Yang terdapat Di Luar Negeri
  • 19.
    • Jaringan DistribusiDi Salah satu kota di Negara Australia
  • 23.
    • Jaringan DistribusiDi Negara Belanda
  • 24.
    Jaringan Distribusi DiSalah Satu kota di Enggland
  • 25.
    Jaringan Distribusi Yangterlihat Dari Udara
  • 28.
  • 31.
    Dan Berikut BeberapaPerbaikan Jaringan Distribusi
  • 34.
    • Salah satuperbaikan jaringan distribusi di belanda
  • 35.
    Diagram Jaringan DistribusiDI Negara Denmark When Skagerrak 3 (1993) was built it was decided to reconfigure the existing bipole so that Pole 1 and Pole 2 operate with the same current direction. Thereby achieving a better current balance, since the Pole 3 has a higher current than Pole 1 and 2.
  • 36.
    3. Isolator Yaitu suatubahan/alat yang digunakan untuk menjaga tegangan listrik supaya tidak terjadi gangguan. Bahan-bahan isolator : - Beling (glass) - keramik - porselin - karet,plastik,dll
  • 37.
    Macam-macam isolator : -isolator tumpu - isolator gantung - isolator tarik - isolator pos saluran 4. Gardu hubung Fungsinya hanya sebagai penghubung antar jaringan tegangan menengah sebelum masuk ke gardu distribusi.
  • 39.
  • 40.
  • 42.
  • 43.
  • 44.
    5. Pengaman Macam-macam pengamandalam jaringan distribusi : a. Circuit breaker (CB) b. Recloser c. Load Break Switch (LBS) d. Air Break Switch (ABS) e. Sectionalizer f. Sekering pemisah (fuse cut out) g. relay
  • 45.
  • 46.
  • 48.
  • 49.
  • 50.
  • 51.
  • 52.
  • 53.
    B. JENIS-JENIS JARINGANDISTRIBUSI 1. Jaringan distribusi udara Dalam penyaluran listriknya digunakan kawat penghantar yang dipasang pada tiang-tiang listrik di udara terbuka, beserta dengan perlengkapan lainnya. Jenis-jenis jaringan distribusi ini ada 2 : - Saluran kawat udara, apabila penghantarnya telanjang (tanpa dibungkus isolasi) - Saluran kabel udara, apabila penghantarnya dibungkus isolasi.
  • 54.
    Komponen-komponennya : - kawatpenghantar - tiang listrik - gardu hubung - isolator - pengaman Kelebihan dari jaringan ini : • Mudah dilakukan perluasan pelayanan dengan penarikan cabang yang diperlukan • Mudah untuk melakukan pemeriksaan gangguan • Mudah melakukan perbaikan gangguan • Biaya pemasangan instalasinya relatif lebih murah
  • 55.
    Kekurangan dari jaringanini: • Adanya gangguan sambaran petir • Adanya gangguan dari manusia • Mengurangi indahnya pemandangan, karena banyaknya tiang dan kabel-kabel. Jaringan distribusi udara ini sangat baik digunakan di daerah yang memiliki beban rendah atau konsumen yang sedikit.
  • 56.
  • 57.
    2. Jaringan distribusibawah tanah Dalam penyalurannya digunakan kabel tanah (ground cable) yang dipasang di dalam tanah. Komponen-komponennya: - kabel tanah (ground cable) - isolator - pengaman
  • 58.
    Ada berbagai caramenaruh kabel dalam tanah • Cara menaruh langsung (direct laying) yaitu kabel langsung ditanam di dalam tanah. Pada ke dalaman tanah antara 0,6-1,2 m,biasanya kabel kurang dari 5 buah. • Sistem pipa (duct line) yaitu menggunakan pipa beton bertulang atau asbes-semen/baja/PVC keras yang ditanam dalam tanah lalu dihubungkan dengan lubang kerja yang berjarak antara100-200 m,biasanya kabel kurang dari 16 buah. • Sistem terusan tertutup yaitu kabel di taruh dalam terowongan yang melalui lubang kerja, seperti pada sistem pipa. Biasanya kabelnya lebih dari 20 buah.
  • 60.
    CIRI-CIRI BEBERAPA SISTEMMENARUH (LAY) KABEL Hal langsung Sistem pipa Sistem tertutup Biaya dan waktu Kecil Agak besar Besar Penggantian dan waktu Sukar Mudah Mudah Perbaikan dan waktu Sukar Mudah Mudah Kapasitas arus Besar Kecil Besar Kerusakan luar Sering Agak sering Jarang Elatstisitas kabel Kecil Kecil besar
  • 61.
    Kelebihan dari jaringanini : - Bebas dari gangguan pohon - Bebas dari gangguan manusia - Bebas dari gangguan petir - Tidak merusak keindahan - Baik untuk daerah yang padat penduduk Kekurangan dari jaringan ini : - Harga kabel relatif mahal - Gangguan yang terjadi bersifat permanen - Tidak fleksibel terhadap perubahan jaringan - Biaya untuk instalasinya dan perbaikan besar - Waktu untuk perbaikan relatif lebih lama
  • 62.
    3. Jaringan distribusibawah laut Dalam penyalurannya digunakan kabel laut (submarine cable) yang dipasang di dasar laut. Komponen-komponennya : - Kabel laut (submarine cable) - Isolator - Pengaman
  • 63.
    • Salah satuJaringan Distribusi laut di australia
  • 64.
    C. MODEL JARINGANDISTRIBUSI Ada beberapa macam model jaringan distribusi, antara lain : - jaringan distribusi tipe radial - jaringan distribusi tipe Loop/ Ring - jaringan distribusi tipe Grid/ Network - jaringan distribusi tipe Spindle dan Cluster
  • 65.
    1. Tipe Radial Tiperadial ini berpangkal dari gardu induk atau langsung dari pusat pembangkit dan menyebar menuju gardu-gardu distribusi yang terpisah satu sama.
  • 66.
  • 67.
    2. Tipe Loop/Ring -Tipe Loop merupakan sistem jaringan distribusi yang dimulai dari gardu induk atau sumber daya, melalui daerah beban dan kemudian kembali lagi ke rel gardu induk/ sumber daya yang sama. - Tipe ring merupakan sistem jaringan distribusi yang dimulai dari rel gardu induk atau sumber daya yang lain dihubungkan dengan rel gardu induk/ sumber daya yang pertama.
  • 68.
  • 69.
    3. Tipe Grid/Network Sistem jaringan distribusi dengan tipe ini terjadi jika ada beberapa gardu induk yang saling berinterkoneksi sehingga setiap beban memiliki beberapa kemungkinan untuk menerima daya dari berbagai arah.
  • 70.
  • 71.
    4. Tipe Spindledan Tipe Cluster Tipe ini adalah sistem dimana daya listrik disalurkan dari gardu induk atau sumber daya melalui gardu-gardu distribusi yang berakhir di gardu refleksi/switching dengan disertai saluran express.
  • 72.
  • 75.
    D. CONTOH JARINGANDISTRIBUSI 1. Sistem Distribusi 20 kV fasa tiga, 3 kawat dengan Pentanahan Netral Melalui Tahanan Tinggi A. Sistem Jaringan : Tegangan nominal : 20 kV Sistem pentanahan: Netral kumparan TM yang dihubungkan secara bintang dari trafo utama, ditanahkan melalui tahanan dengan nilai tahanan sebesar 500 Ohm (arus hubung singkat ke tanah maximum 25 A). Konstruksi jaringan : Pada dasarnya adalah saluran udara yang terdiri dari : − saluran utama : Kawat AAAC 150 mm2 fasa tiga, 3 kawat. − saluran cabang : Kawat AAAC 70 mm2. Sistem pelayanan : “radial”, dengan kemungkinan saluran utama antara jaringan yang bertetangga dapat saling dihubungkan dalam keadaan darurat. Pelayanan beban : Fasa tiga, 3 kawat, tegangan 20/11,6 kV Fasa satu, 2 kawat fasa, tegangan 20kV.
  • 76.
    2. Sistem Distribusi20 kV fasa tiga, 4 kawat dengan Pentanahan Netral Secara Langsung A. Sistem Jaringan : Tegangan nominal : 20 kV Sistem pentanahan: Netral ditanahkan langsung sepanjang jaringan. Kawat netral dipakai bersama untuk saluran tegangan menengah dan saluran tegangan rendah. Konstruksi jaringan : Terdiri dari saluran udara dan saluran kabel. Untuk saluran udara terdiri dari : − saluran utama : Kawat AAC 240 mm2 & 150 mm2 fasa tiga, 4 kawat. − saluran cabang : Kawat AAC 100 mm2 & 55 mm2 fasa tiga, 4 kawat dan 55 mm2 & 35 mm2 fasa satu, 2 kawat (fasa netral). Sistem pelayanan : “radial”, dengan kemungkinan saluran utama antara jaringan yang bertetangga dapat saling dihubungkan dalam keadaan darurat. Pelayanan beban : Fasa tiga, 4 kawat, tegangan 20/11, 6 kV Fasa satu, 2 kawat, tegangan 20√3 kV.
  • 78.
  • 79.
    • ABB (New)Oil Immersed Transformer • Quantity: 2 • Rating: 1500 KVA • Frequency: 50 Hz • High Voltage: 11000 V • (±2.5% ±5%) • Low Voltage: 433 V • Vector Group: Dyn11 • LV Cable Box (Air Filled) Year of manufacture: 2006 • HV Cable Box (Air Filled) WEIGHT IN KG • HV Protecting Chamber (Air Filled) Untanking: 2119 KG • HV Disconnected Link Without Liquid: 3079 • Pressure Gauge (W 2 Contacts) Liquid: 986 • Welded Cover Total: 4064 • Top Oil Thermometer (W 2 Contacts) Dimension: 2116mm x 2205mm x 1929mm • Thermometer Pocket Drain Filter Valve • Rating & Connecting Plate HV Bushings • Tap Operating Handle (Pad lockable) Pressure Relief Valve (W/O Contact) • LV Bushings LV Protecting Chamber (Air Filled) • Under base with Roller Earthing Terminal • Jacking Lug Lifting Eye • Filling Pipe Oil level Indicator (W/O Contact) •
  • 81.
    Thank’s For Attention Created By: Mahlia (06 35 061) Teguh 06 35 058