GARDU
DISTRIBUSI
Meet Our Team
STUDENT STUDENT
GIDEON SEBASTIAN
44218034
RIDWAN
44218045
STUDENT
SUCI IKA PRATIWI
44218049
LECTURER
Prof.Ir. Makmur Saini,M.T.,Ph.D
PENGERTIAN GARDU
DISTRIBUSI
01
GARDU BETON
05
GARDU TIANG
04
PEMBUMIAN
06
KOMPONEN UTAMA
DISTRIBUSI
03
JENIS GARDU DISTRIBUSI
02
JENIS-JENIS GANGGUAN
07
#ENERGIYZEN18 TPE
PEMELIHARAAN
08
GARDU DISTRIBUSI
PENGERTIAN DAN FUNGSI
#ENERGIYZEN18
TPE
PLN
Pengertian umum Gardu Distribusi tenaga listrik
yang paling dikenal adalah suatu bangunan gardu
listrik berisi atau terdiri dari instalasi Perlengkapan
Hubung Bagi Tegangan Menengah (PHB-TM),
Transformator Distribusi (TD) dan Perlengkapan
Hubung Bagi Tegangan Rendah (PHB-TR) untuk
memasok kebutuhan tenaga listrik bagi para
pelanggan baik dengan Tegangan Menengah (TM
20 kV) maupun Tegangan Rendah (TR 220/380V). .
Secara Garis Besar Gardu
Distribusi dibedakan atas :
a) Gardu Pelanggan Umum
b) Gardu Pelanggan Khusus
a. Jenis Penggunaannya :
a) Gardu Beton (bangunan sipil :
batu, beton)
b) Gardu Tiang : Gardu Portal dan
Gardu Cantol
c) Gardu Kios
b. Jenis Konstruksinya :
a) Gardu pasangan luar : Gardu
Portal, Gardu Cantol
b) Gardu pasangan dalam : Gardu
Beton, Gardu Kios
c. Jenis pemasangannya :
JENIS GARDU
DISTRIBUSI
GARDU BETON
GARDU KIOS
.
GARDU PELANGGAN
UMUM
.
GARDU PELANGGAN
KHUSUS
GARDU HUBUNG
GARDU PORTAL
.
GARDU CANTOL
GARDU PORTAL
Gardu portal adalah gardu trafo yang secara
keseluruhan instalasinya dipasang pada 2 buah tiang
atau lebih.
Bangunan Fisik Gardu Portal Gardu portal adalah
gardu listrik tipe terbuka (outdoor) yang memakai
konstruksi tiang/menara kedudukan transformator
minimal 3 meter diatas platform. umumnya memakai
tiang beton ukuran 2x500 daN. Lemari PHB TR
dipasang minimal 1,2 meter diatas permukaan tanah
atau 1,5 meter pada daerah yang sering terkena banjir.
Pada beberapa tempat gardu portal juga dipasang trafo
arus untuk pengukuran alat ukur pelangganpelanggan
tegangan rendah.
Bagan single line Gardu Portal
Keterangan :
1. Arrester
2. Proteksi Cut Out Fused
3. Transformator Distribusi
4. Saklar beban tegangan rendah
5. PHB tegangan rendah
6. Sirkuit keluaran dengan
pengaman lebur
GARDU CANTOL
Gardu Cantol adalah gardu trafo yang secara keseluruhan
instalasinya dipasang pada satu tiang besarnya kekuatan
tiang minimal 500 daN.
Gardu cantol 1 fasa dengan transforamtor CSP
(completely self protected) untuk pelayanan satu fasa.
Untuk pelayanan sistem 3 fasa memakai 3 buah trafo 1
fasa dengan titik netral di gabungkan dari tiap-tiap
transformator menjadi satu.
Bagan single line Gardu Cantol
Keterangan :
1. Transformator
2. Sirkuit keluaran
3. Arrester
Catatan : Cut Out Fused, saklar
beban TR sudah terpasang
didalam trafo.
GARDU BETON
Gardu Beton adalah gardu trafo /hubung yang secara
keseluruhan konstruksinya tersebut dari tembok/beton.
Gardu Beton/ Tembok Sesuai dengan namanya maka
gardu ini terbuat dari beton. Type dari bagunan ini
bermacam-macam sesuai dengan lokasi dan kebutuhan
Kapasitas transformator yang dipasang pada gardu ini
dapat lebih besar dibandingkan dengan gardu-gardu
sebelumnnya yang sudah dijelaskan. Jumlah Trafo yang
dapat ditampung dalam gardu ini dapat lebih dari 1 buah,
dimana hal ini bargantung dari kebutuhan dan lokasi yang
ada.
Bagan single line Gardu Beton
Keterangan :
1. Kabel masukan – LBS
2. Kabel keluaran – LBS
3. Pengaman trafo – saklar beban dan fused
4. Saklar beban sisi TR
5. Rak TR dengan 4 sirkuit
6. Pengaman lebur TM (HRC – Fuse)
7. Pengaman lebur TR (NH-Fuse)
8. Transformator
GARDU KIOS
Gardu tipe ini adalah bangunan prefabricated
terbuat dari konstruksi baja, fiberglass atau
kombinasinya, yang dapat dirangkai di lokasi
rencana pembangunan gardu distribusi.
Terdapat beberapa jenis konstruksi, yaitu
Kios Kompak, Kios Modular dan Kios
Bertingkat. Kapasitas maksimum adalah 400
kVA, dengan 4 jurusan Tegangan Rendah.
GARDU PELANGGAN UMUM
Umumnya konfigurasi peralatan Gardu Pelanggan Umum
adalah π section, sama halnya seperti dengan Gardu
Tiang yang dicatu dari SKTM.
Karena keterbatasan lokasi dan pertimbangan keandalan
yang dibutuhkan, dapat saja konfigurasi gardu berupa T
section dengan catu daya disuplai PHB-TM gardu
terdekat yang sering disebut dengan Gardu Antena.
GARDU PELANGGAN KHUSUS
Gardu ini dirancang dan dibangun untuk
sambungan tenaga listrik bagi
pelanggan berdaya besar. Selain
komponen utama peralatan hubung dan
proteksi, gardu ini di lengkapi dengan
alat-alat ukur yang dipersyaratkan.
Keterangan :
TP = Pengaman Transformator
PMB = Pemutus Beban – LBS
PT = Trafo Tegangan
PMT = Pembatas Beban Pelanggan
SP = Sambungan Pelanggan
GARDU HUBUNG
Gardu Hubung disingkat GH atau Switching Subtation
adalah gardu yang berfungsi sebagai sarana manuver
pengendali beban listrik jika terjadi gangguan aliran listrik,
program pelaksanaan pemeliharaan atau untuk maksud
mempertahankan kountinuitas pelayanan.
Isi dari instalasi Gardu Hubung adalah rangkaian saklar
beban (Load Break switch – LBS), atau pemutus tenaga
yang terhubung paralel.
KOMPONEN UTAMA
Transformators Completely Self Protected
(CSP)
PHB sisi Tegangan Menengah (PHB-TM)
Konektor
Konektor adalah komponen yang dipergunakan
untuk menyadap atau mencabangkan kawat
penghantar SUTM ke gardu.
Peralatan Pengukur
1. Potential Transformator (PT)
2. Current Transformator (CT) PHB sisi Tegangan Rendah (PHB-TR)
Transformator Distribusi Fase 3
Peralatan Switching dan Pengaman sisi
Tegangan Menengah
1.Fused Cut Out (FCO)
2.Lightning Arester (LA)
.
Untuk transformator fase tiga , merujuk pada SPLN, ada
tiga tipe vektor grup yang digunakan oleh PLN, yaitu Yzn5,
Dyn5 dan Ynyn0.
Titik netral langsung dihubungkan dengan tanah. Untuk
konstruksi, peralatan transformator distribusi sepenuhnya
harus merujuk pada SPLN D3.002-1: 2007.
Transformator gardu pasangan luar dilengkapi bushing
Tegangan Menengah isolator keramik. Sedangkan
Transformator gardu pasangan dalam dilengkapi bushing
Tegangan Menengah isolator keramik atau menggunakan
isolator plug-in premouldedt.
TRANSFORMATOR DISTRIBUSI 3 PHASE
Transformators Completely Self Protected (CSP)
Transformators Completely Self Protected (CSP) adalah
transformator distribusi yang sudah dilengkapi dengan
Pengaman Lebur (fuse) pada sisi primer dan LBS (Load
Break Switch) pada sisi sekunder.
Spesifikasi teknis transformator ini merujuk pada SPLN
No 95: 1994 dan SPLN D3.002-1: 2007.
PHB sisi Tegangan Menengah (PHB-TM)
1. Pemisah – Disconnecting Switch (DS)
2. Pemutus beban – Load Break Switch (LBS)
3. Pemutus Tenaga - Circuit Breaker (CB)
4. LBS - TP (Transformer Protection)
L O A D B R E A K S W I T C H
DISCONECCTING
S W I T C H
C I R C U I T B R E A K E R
LOAD BREAK SWITCH -
T P
PHB sisi Tegangan Rendah (PHB-TR)
PHB-TR adalah suatu kombinasi dari satu atau lebih
Perlengkapan Hubung Bagi Tegangan Rendah dengan
peralatan kontrol, peralatan ukur, pengaman dan kendali
yang saling berhubungan. Keseluruhannya dirakit lengkap
dengan sistem pengawatan dan mekanis pada bagian-
bagian penyangganya.
Secara umum PHB TR sesuai SPLN 118-3-1–1996,untuk
pasangan dalam adalah jenis terbuka
Peralatan Pengukur
Potential Transformator (PT) Current Transformator (CT)
Switching &
Proteksi Tegangan
Menengah
Fused Cut Out (FCO)
Pengaman lebur untuk gardu distribusi pasangan
luar dipasang pada Fused Cut Out (FCO) dalam
bentuk Fuse Link. Terdapat 3 jenis karakteristik
Fuse Link,tipe-K (cepat), tipe–T (lambat) dan tipe–H
yang tahan terhadap arus surja.
LIGHTNING ARRESTER
Untuk melindungi Transformator distribusi,
khususnya pada pasangan luar dari tegangan lebih
akibat surja petir. Dengan pertimbangan masalah
gangguan pada SUTM, Pemasangan Arester dapat
saja dipasang sebelum atau sesudah FCO Nilai
arus pengenal LA : 5 KA – 10 KA – 15 KAUntuk
tingkat IKL diatas 110, sebaiknya tipe 15 KA.
LIGHTNING ARRESTER
FUSE CUT OFF
Konektor
Konektor adalah komponen yang dipergunakan untuk
menyadap atau mencabangkan kawat penghantar SUTM
ke gardu.
Jenis konektor yang digunakan untuk instalasi gardu ini
ditetapkan menggunakan Live Line Connector
(sambungan yang bisa dibuka- pasang) untuk
memudahkan membuka/ memasang pada keadaan
bertegangan.
Penyadapan trafo dari SUTM dan pencabangan harus di
depan tiang peletakan trafo dari arah Pembangkit Listrik /
Gardu Induk.
GARDU TIANG
Distribution
Substation
Gardu Cantol adalah tipe gardu listrik dengan transformator
yang dicantolkan pada tiang listrik besarnya kekuatan tiang
minimal 500 daN. Gardu Cantol (Single Pole Mounted
distribution substation), dimana transformator dan panel
Tegangan Rendah menjadi satu yang dicantolkan pada tiang
dan umumnya adalah transformator jenis Completely Self
Protected (CSP).
Gardu Cantol sistem 3 kawat
Lazimnya untuk transformator fase ganda atau fase tiga
sistem 3 kawat, tabung
transformator berbentuk kotak dan dilengkapi dengan
sirip radiator. Seluruh
peralatan Lightning Arester (LA) dan rak TR harus
ditambahkan dan dipasang pada
tiang.
Gardu Cantol sistem 4 kawat
Perbedaan konstruksi Gardu Cantol sistem 4 kawat
dengan sistem 3 kawat adalah
pada konstruksi transformatornya dimana peralatan
proteksi TM dan TR sudah
dalam transformator, sehingga konstruksi keseluruhan
dapat disederhanakan..
J E N I S
KONSTRUKSI
G A R D U C A N T O L
KONSTRUKSI GARDU TIANG
Gardu Portal 50 kVA – 100 kVA, 2 jurusan TR
PHB-TR gardu ini dirancang untuk 2 Jurusan Jaringan
Tegangan Rendah.
 GARDU PORTAL SKTM ANTENNA
 GARDU PORTAL RMU/MODULAR
Gardu Portal 160 – 400 kVA, 4 Jurusan TR
PHB-TR gardu ini dirancang untuk 4 Jurusan Jaringan
Tegangan Rendah.
Gardu Portal Pelanggan Khusus
Gardu Portal untuk pelanggan khusus Tegangan
Rendah dan Tegangan Menengah.
GARDU PORTAL SKTM :
KONSTRUKSI GARDU
TIANG
KONSTRUKSI GARDU
TIANG
..
Ruang Bebas Hambatan (Right of Way) dan
Jarak Aman (Safety Distance)
Ruang bebas hambatan atau right of way pada
Gardu Tiang adalah daerah bebas dimana gardu
tersebut berlokasi. Pada ruang bebas tersebut tidak
ada penghalang yang menyebabkan komponen
gardu beserta kelengkapannya bersentuhan dengan
pohon atau bangunan. Tersedia akses jalan masuk-
keluar gardu untuk keperluan kegiatan operasi dan
pemeliharaan/perbaikan gardu.Jarak aman bagian
Gardu Tiang di sisi 20 kV sesuai dengan ketentuan
Saluran Udara Tegangan Menengah adalah 2,5
meter dari sisi terluar konstruksi gardu.
GARDU BETON
KONSTRUKSI GARDU BETON
1
2
3
KONSTRUKSI INSTALASI GARDU BETON
.
PEMASANGAN INSTALASI
PENYELENGGARAAN KONSTRUKSI GARDU
DISTRIBUSI
CONSTRUCTION
INSTALLATION
ADMINISTRATION
Modern PowerPont Presentation
GARDU BETON 1
TRANSFORMATOR
.
GARDU BETON 2
TRANSFORMATOR
SINGLE LINE
DIAGRAM
GARDU BETON 1
TRANSFORMATOR
. GARDU BETON 2
TRANSFORMATOR
DENAH
INSTALASI KABEL TM
DAN TR GARDU
DISTRIBUSI
#ENERGIYZEN18
TPE
.
KONSTRUKSI GARDU
BETON
Menurut standar, pengaturan tata-letak peralatan pada
gardu beton pelanggan umum atau pelanggan khusus
adalah : PHB-TR ditempatkan pada sisi masuk sebelah kiri
atau sebelah kanan, Jarak antara PHB-TM dengan dinding
sebelah kiri kanan tidak kurang dari 1 meter, Jarak bagian
belakang PHB atau badan trasformator dengan dinding
gardu minimal 60 cm. Cukup tersedia ruang untuk petugas
berdiri dari depan PHB-TR minimal dari 75 cm, Ruang
gardu harus dilengkapi man-hole, Tersedia tempat untuk
cadangan tambahan kubikel PHB-TM sekurang-kurangnya
1(satu) buah. Berikut ini diberikan gambaran umum
tentang tata letak gardu distribusi :
PEMBUMIAN
Sistem pentanahan peralatan
Content A - 40%
Content B - 70%
Content D - 90%
Grounding
Sistem pentanahan grid (Grounding
Grid) digunakan bila sistem
pembumian Rod tidak dapat
memberikan nilai resistansi
pembumian yang diinginkan.
Sistem pembumian rod (Grounding
rod) yaitu sitem pembumian dengan
elektroda batang dari pipa besi atau
besi baja yang dilapisi tembaga,
dipancangkan dalam tanah secara
tegak lurus
TUJUAN
PENTANAHAN
safety
is first
B. Untuk memperkecil bahaya shock pada manusia maupun
hewan.
C. Untuk menetralkan grounding tegangan yang terjadi
pada permukaan tanah.
.
A. Untuk membatasi tegangan antara bagian-bagian
peralatan yang tidak dilalui arus dan antara bagian-bagian
ini dengan tanah sampai pada suatu titik aman untuk
semua kondisi oprasi normal ataupun tidak normal.
JENIS GANGGUAN
JENIS GANGGUAN PADA GARDU DISTRIBUSI
01
02
Gangguan Eksternal, yaitu;
Gangguan Dari sisi JTM, antara lain:
#Hubung singkat (short Circuit)
#Tegangan lebih akibat sambaran petir.
Gangguan Dari sisi JTR,
antara lain:
#Beban Lebih
#Gangguan akibat turunnya
beban secara tiba-tiba.
Gangguan Internal, yaitu;
#Hubung singkat (short Circuit)
#Kenaikan Temperatur Pada Inti Besi
Transformator.
#Kebocoran dalam Bejana/Tangki.
PEMELIHARAAN
.
BERDASARKAN METODENYA:
yaitu suatu manajemen pelaksanaan pemeliharaan
yang dilakukan dengan mengacu pada laporan hasil
inspeksi
^CONDITION BASED MAINTENANCE
Yaitu suatu manajemen pelaksanaan pemeliharaan
yang dilakukan secara rutin terjadwal tanpa melihat
bagaimana kondisi peralatan yang dipelihara
^TIME BASE MAINTENANCE
PEMELIHARAAN TERENCANA DAN TAK
TERENCANA
BERDASARKAN WAKTU
PELAKSANAAN
START
JENIS
PEMELIHARAAN
Yaitu kegiatan untuk mengembalikan kondisi sistem
yang rusak ke keadaan stabil.
^BREAKDOWN MAINTENANCE
D
D
D
D
D
SUMBER:LAPORAN CAPAIAN KINERJA KETENAGALISTRIKAN
OLEH DIRJEN GATRIK 2020
KAPASITAS GARDU
DISTRIBUSI DI
INDONESIA
2.590 MVA.
81%
100%
3.212 MVA.(TARGET)
Thank You All
DAFTAR PUSTAKA
1. Standar Nasional Indonesia
2. SNI No. 04-0225-2000 : Persyaratan Umum
Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000)
3. Standar Perusahaan Listrik Negara (SPLN)
4. Standar Konstruksi Jaringan Distribusi PT.
PLN Persero Distribusi Jakarta Raya dan
Tangerang Buku I, II, III, IV, V, VI , Jakarta 1994
5. Standar Konstruksi Jaringan Distribusi PT.
PLN Persero Distribusi Jawa Tengah dan
Jogjakarta, 2008
6. Standar Konstruksi Jaringan Distribusi PT
PLN Persero Distribusi Jawa Timur
7. Standar Konstruksi Jaringan Distribusi PT.
PLN Persero Distribusi Bali, FITCHNER+
8. CACREI, Pilot Projek PT PLN Persero Wilayah
VIII, 1988
9. Allumunium Conductor Francais 1984
10. Modul Pelatihan PDKB, Perhitungan
Mekanika Terapan, PT PLN Jasa Diklat Semarang,
1992
11. Agenda PLN 1984, Perhitungan Listrik
Terapan
12. Dokumen SOFRELEC – CHASS.T.MAIN tahun
1975
13. Acuan P3B tentang Telekomunikasi Data
14. Haliday Resnick, Fisika Mekanika, Erlangga,
Jakarta, 1997

GARDU DISTRIBUSI

  • 1.
  • 2.
    Meet Our Team STUDENTSTUDENT GIDEON SEBASTIAN 44218034 RIDWAN 44218045 STUDENT SUCI IKA PRATIWI 44218049 LECTURER Prof.Ir. Makmur Saini,M.T.,Ph.D
  • 3.
    PENGERTIAN GARDU DISTRIBUSI 01 GARDU BETON 05 GARDUTIANG 04 PEMBUMIAN 06 KOMPONEN UTAMA DISTRIBUSI 03 JENIS GARDU DISTRIBUSI 02 JENIS-JENIS GANGGUAN 07 #ENERGIYZEN18 TPE PEMELIHARAAN 08
  • 4.
    GARDU DISTRIBUSI PENGERTIAN DANFUNGSI #ENERGIYZEN18 TPE
  • 5.
    PLN Pengertian umum GarduDistribusi tenaga listrik yang paling dikenal adalah suatu bangunan gardu listrik berisi atau terdiri dari instalasi Perlengkapan Hubung Bagi Tegangan Menengah (PHB-TM), Transformator Distribusi (TD) dan Perlengkapan Hubung Bagi Tegangan Rendah (PHB-TR) untuk memasok kebutuhan tenaga listrik bagi para pelanggan baik dengan Tegangan Menengah (TM 20 kV) maupun Tegangan Rendah (TR 220/380V). .
  • 6.
    Secara Garis BesarGardu Distribusi dibedakan atas : a) Gardu Pelanggan Umum b) Gardu Pelanggan Khusus a. Jenis Penggunaannya : a) Gardu Beton (bangunan sipil : batu, beton) b) Gardu Tiang : Gardu Portal dan Gardu Cantol c) Gardu Kios b. Jenis Konstruksinya : a) Gardu pasangan luar : Gardu Portal, Gardu Cantol b) Gardu pasangan dalam : Gardu Beton, Gardu Kios c. Jenis pemasangannya :
  • 7.
  • 8.
    GARDU BETON GARDU KIOS . GARDUPELANGGAN UMUM . GARDU PELANGGAN KHUSUS GARDU HUBUNG GARDU PORTAL . GARDU CANTOL
  • 9.
    GARDU PORTAL Gardu portaladalah gardu trafo yang secara keseluruhan instalasinya dipasang pada 2 buah tiang atau lebih. Bangunan Fisik Gardu Portal Gardu portal adalah gardu listrik tipe terbuka (outdoor) yang memakai konstruksi tiang/menara kedudukan transformator minimal 3 meter diatas platform. umumnya memakai tiang beton ukuran 2x500 daN. Lemari PHB TR dipasang minimal 1,2 meter diatas permukaan tanah atau 1,5 meter pada daerah yang sering terkena banjir. Pada beberapa tempat gardu portal juga dipasang trafo arus untuk pengukuran alat ukur pelangganpelanggan tegangan rendah.
  • 10.
    Bagan single lineGardu Portal Keterangan : 1. Arrester 2. Proteksi Cut Out Fused 3. Transformator Distribusi 4. Saklar beban tegangan rendah 5. PHB tegangan rendah 6. Sirkuit keluaran dengan pengaman lebur
  • 11.
    GARDU CANTOL Gardu Cantoladalah gardu trafo yang secara keseluruhan instalasinya dipasang pada satu tiang besarnya kekuatan tiang minimal 500 daN. Gardu cantol 1 fasa dengan transforamtor CSP (completely self protected) untuk pelayanan satu fasa. Untuk pelayanan sistem 3 fasa memakai 3 buah trafo 1 fasa dengan titik netral di gabungkan dari tiap-tiap transformator menjadi satu.
  • 12.
    Bagan single lineGardu Cantol Keterangan : 1. Transformator 2. Sirkuit keluaran 3. Arrester Catatan : Cut Out Fused, saklar beban TR sudah terpasang didalam trafo.
  • 13.
    GARDU BETON Gardu Betonadalah gardu trafo /hubung yang secara keseluruhan konstruksinya tersebut dari tembok/beton. Gardu Beton/ Tembok Sesuai dengan namanya maka gardu ini terbuat dari beton. Type dari bagunan ini bermacam-macam sesuai dengan lokasi dan kebutuhan Kapasitas transformator yang dipasang pada gardu ini dapat lebih besar dibandingkan dengan gardu-gardu sebelumnnya yang sudah dijelaskan. Jumlah Trafo yang dapat ditampung dalam gardu ini dapat lebih dari 1 buah, dimana hal ini bargantung dari kebutuhan dan lokasi yang ada.
  • 14.
    Bagan single lineGardu Beton Keterangan : 1. Kabel masukan – LBS 2. Kabel keluaran – LBS 3. Pengaman trafo – saklar beban dan fused 4. Saklar beban sisi TR 5. Rak TR dengan 4 sirkuit 6. Pengaman lebur TM (HRC – Fuse) 7. Pengaman lebur TR (NH-Fuse) 8. Transformator
  • 15.
    GARDU KIOS Gardu tipeini adalah bangunan prefabricated terbuat dari konstruksi baja, fiberglass atau kombinasinya, yang dapat dirangkai di lokasi rencana pembangunan gardu distribusi. Terdapat beberapa jenis konstruksi, yaitu Kios Kompak, Kios Modular dan Kios Bertingkat. Kapasitas maksimum adalah 400 kVA, dengan 4 jurusan Tegangan Rendah.
  • 16.
    GARDU PELANGGAN UMUM Umumnyakonfigurasi peralatan Gardu Pelanggan Umum adalah π section, sama halnya seperti dengan Gardu Tiang yang dicatu dari SKTM. Karena keterbatasan lokasi dan pertimbangan keandalan yang dibutuhkan, dapat saja konfigurasi gardu berupa T section dengan catu daya disuplai PHB-TM gardu terdekat yang sering disebut dengan Gardu Antena.
  • 17.
    GARDU PELANGGAN KHUSUS Garduini dirancang dan dibangun untuk sambungan tenaga listrik bagi pelanggan berdaya besar. Selain komponen utama peralatan hubung dan proteksi, gardu ini di lengkapi dengan alat-alat ukur yang dipersyaratkan. Keterangan : TP = Pengaman Transformator PMB = Pemutus Beban – LBS PT = Trafo Tegangan PMT = Pembatas Beban Pelanggan SP = Sambungan Pelanggan
  • 18.
    GARDU HUBUNG Gardu Hubungdisingkat GH atau Switching Subtation adalah gardu yang berfungsi sebagai sarana manuver pengendali beban listrik jika terjadi gangguan aliran listrik, program pelaksanaan pemeliharaan atau untuk maksud mempertahankan kountinuitas pelayanan. Isi dari instalasi Gardu Hubung adalah rangkaian saklar beban (Load Break switch – LBS), atau pemutus tenaga yang terhubung paralel.
  • 19.
  • 20.
    Transformators Completely SelfProtected (CSP) PHB sisi Tegangan Menengah (PHB-TM) Konektor Konektor adalah komponen yang dipergunakan untuk menyadap atau mencabangkan kawat penghantar SUTM ke gardu. Peralatan Pengukur 1. Potential Transformator (PT) 2. Current Transformator (CT) PHB sisi Tegangan Rendah (PHB-TR) Transformator Distribusi Fase 3 Peralatan Switching dan Pengaman sisi Tegangan Menengah 1.Fused Cut Out (FCO) 2.Lightning Arester (LA) .
  • 21.
    Untuk transformator fasetiga , merujuk pada SPLN, ada tiga tipe vektor grup yang digunakan oleh PLN, yaitu Yzn5, Dyn5 dan Ynyn0. Titik netral langsung dihubungkan dengan tanah. Untuk konstruksi, peralatan transformator distribusi sepenuhnya harus merujuk pada SPLN D3.002-1: 2007. Transformator gardu pasangan luar dilengkapi bushing Tegangan Menengah isolator keramik. Sedangkan Transformator gardu pasangan dalam dilengkapi bushing Tegangan Menengah isolator keramik atau menggunakan isolator plug-in premouldedt. TRANSFORMATOR DISTRIBUSI 3 PHASE
  • 22.
    Transformators Completely SelfProtected (CSP) Transformators Completely Self Protected (CSP) adalah transformator distribusi yang sudah dilengkapi dengan Pengaman Lebur (fuse) pada sisi primer dan LBS (Load Break Switch) pada sisi sekunder. Spesifikasi teknis transformator ini merujuk pada SPLN No 95: 1994 dan SPLN D3.002-1: 2007.
  • 23.
    PHB sisi TeganganMenengah (PHB-TM) 1. Pemisah – Disconnecting Switch (DS) 2. Pemutus beban – Load Break Switch (LBS) 3. Pemutus Tenaga - Circuit Breaker (CB) 4. LBS - TP (Transformer Protection)
  • 24.
    L O AD B R E A K S W I T C H DISCONECCTING S W I T C H C I R C U I T B R E A K E R LOAD BREAK SWITCH - T P
  • 25.
    PHB sisi TeganganRendah (PHB-TR) PHB-TR adalah suatu kombinasi dari satu atau lebih Perlengkapan Hubung Bagi Tegangan Rendah dengan peralatan kontrol, peralatan ukur, pengaman dan kendali yang saling berhubungan. Keseluruhannya dirakit lengkap dengan sistem pengawatan dan mekanis pada bagian- bagian penyangganya. Secara umum PHB TR sesuai SPLN 118-3-1–1996,untuk pasangan dalam adalah jenis terbuka
  • 26.
    Peralatan Pengukur Potential Transformator(PT) Current Transformator (CT)
  • 27.
    Switching & Proteksi Tegangan Menengah FusedCut Out (FCO) Pengaman lebur untuk gardu distribusi pasangan luar dipasang pada Fused Cut Out (FCO) dalam bentuk Fuse Link. Terdapat 3 jenis karakteristik Fuse Link,tipe-K (cepat), tipe–T (lambat) dan tipe–H yang tahan terhadap arus surja. LIGHTNING ARRESTER Untuk melindungi Transformator distribusi, khususnya pada pasangan luar dari tegangan lebih akibat surja petir. Dengan pertimbangan masalah gangguan pada SUTM, Pemasangan Arester dapat saja dipasang sebelum atau sesudah FCO Nilai arus pengenal LA : 5 KA – 10 KA – 15 KAUntuk tingkat IKL diatas 110, sebaiknya tipe 15 KA. LIGHTNING ARRESTER FUSE CUT OFF
  • 28.
    Konektor Konektor adalah komponenyang dipergunakan untuk menyadap atau mencabangkan kawat penghantar SUTM ke gardu. Jenis konektor yang digunakan untuk instalasi gardu ini ditetapkan menggunakan Live Line Connector (sambungan yang bisa dibuka- pasang) untuk memudahkan membuka/ memasang pada keadaan bertegangan. Penyadapan trafo dari SUTM dan pencabangan harus di depan tiang peletakan trafo dari arah Pembangkit Listrik / Gardu Induk.
  • 29.
  • 30.
    Distribution Substation Gardu Cantol adalahtipe gardu listrik dengan transformator yang dicantolkan pada tiang listrik besarnya kekuatan tiang minimal 500 daN. Gardu Cantol (Single Pole Mounted distribution substation), dimana transformator dan panel Tegangan Rendah menjadi satu yang dicantolkan pada tiang dan umumnya adalah transformator jenis Completely Self Protected (CSP). Gardu Cantol sistem 3 kawat Lazimnya untuk transformator fase ganda atau fase tiga sistem 3 kawat, tabung transformator berbentuk kotak dan dilengkapi dengan sirip radiator. Seluruh peralatan Lightning Arester (LA) dan rak TR harus ditambahkan dan dipasang pada tiang. Gardu Cantol sistem 4 kawat Perbedaan konstruksi Gardu Cantol sistem 4 kawat dengan sistem 3 kawat adalah pada konstruksi transformatornya dimana peralatan proteksi TM dan TR sudah dalam transformator, sehingga konstruksi keseluruhan dapat disederhanakan.. J E N I S KONSTRUKSI G A R D U C A N T O L
  • 31.
    KONSTRUKSI GARDU TIANG GarduPortal 50 kVA – 100 kVA, 2 jurusan TR PHB-TR gardu ini dirancang untuk 2 Jurusan Jaringan Tegangan Rendah.  GARDU PORTAL SKTM ANTENNA  GARDU PORTAL RMU/MODULAR Gardu Portal 160 – 400 kVA, 4 Jurusan TR PHB-TR gardu ini dirancang untuk 4 Jurusan Jaringan Tegangan Rendah. Gardu Portal Pelanggan Khusus Gardu Portal untuk pelanggan khusus Tegangan Rendah dan Tegangan Menengah. GARDU PORTAL SKTM :
  • 32.
  • 33.
  • 34.
    .. Ruang Bebas Hambatan(Right of Way) dan Jarak Aman (Safety Distance) Ruang bebas hambatan atau right of way pada Gardu Tiang adalah daerah bebas dimana gardu tersebut berlokasi. Pada ruang bebas tersebut tidak ada penghalang yang menyebabkan komponen gardu beserta kelengkapannya bersentuhan dengan pohon atau bangunan. Tersedia akses jalan masuk- keluar gardu untuk keperluan kegiatan operasi dan pemeliharaan/perbaikan gardu.Jarak aman bagian Gardu Tiang di sisi 20 kV sesuai dengan ketentuan Saluran Udara Tegangan Menengah adalah 2,5 meter dari sisi terluar konstruksi gardu.
  • 35.
  • 36.
    KONSTRUKSI GARDU BETON 1 2 3 KONSTRUKSIINSTALASI GARDU BETON . PEMASANGAN INSTALASI PENYELENGGARAAN KONSTRUKSI GARDU DISTRIBUSI CONSTRUCTION INSTALLATION ADMINISTRATION Modern PowerPont Presentation
  • 37.
    GARDU BETON 1 TRANSFORMATOR . GARDUBETON 2 TRANSFORMATOR SINGLE LINE DIAGRAM
  • 38.
    GARDU BETON 1 TRANSFORMATOR .GARDU BETON 2 TRANSFORMATOR DENAH
  • 39.
    INSTALASI KABEL TM DANTR GARDU DISTRIBUSI #ENERGIYZEN18 TPE
  • 40.
    . KONSTRUKSI GARDU BETON Menurut standar,pengaturan tata-letak peralatan pada gardu beton pelanggan umum atau pelanggan khusus adalah : PHB-TR ditempatkan pada sisi masuk sebelah kiri atau sebelah kanan, Jarak antara PHB-TM dengan dinding sebelah kiri kanan tidak kurang dari 1 meter, Jarak bagian belakang PHB atau badan trasformator dengan dinding gardu minimal 60 cm. Cukup tersedia ruang untuk petugas berdiri dari depan PHB-TR minimal dari 75 cm, Ruang gardu harus dilengkapi man-hole, Tersedia tempat untuk cadangan tambahan kubikel PHB-TM sekurang-kurangnya 1(satu) buah. Berikut ini diberikan gambaran umum tentang tata letak gardu distribusi :
  • 41.
  • 42.
    Sistem pentanahan peralatan ContentA - 40% Content B - 70% Content D - 90% Grounding Sistem pentanahan grid (Grounding Grid) digunakan bila sistem pembumian Rod tidak dapat memberikan nilai resistansi pembumian yang diinginkan. Sistem pembumian rod (Grounding rod) yaitu sitem pembumian dengan elektroda batang dari pipa besi atau besi baja yang dilapisi tembaga, dipancangkan dalam tanah secara tegak lurus
  • 43.
    TUJUAN PENTANAHAN safety is first B. Untukmemperkecil bahaya shock pada manusia maupun hewan. C. Untuk menetralkan grounding tegangan yang terjadi pada permukaan tanah. . A. Untuk membatasi tegangan antara bagian-bagian peralatan yang tidak dilalui arus dan antara bagian-bagian ini dengan tanah sampai pada suatu titik aman untuk semua kondisi oprasi normal ataupun tidak normal.
  • 44.
  • 45.
    JENIS GANGGUAN PADAGARDU DISTRIBUSI 01 02 Gangguan Eksternal, yaitu; Gangguan Dari sisi JTM, antara lain: #Hubung singkat (short Circuit) #Tegangan lebih akibat sambaran petir. Gangguan Dari sisi JTR, antara lain: #Beban Lebih #Gangguan akibat turunnya beban secara tiba-tiba. Gangguan Internal, yaitu; #Hubung singkat (short Circuit) #Kenaikan Temperatur Pada Inti Besi Transformator. #Kebocoran dalam Bejana/Tangki.
  • 46.
  • 47.
    . BERDASARKAN METODENYA: yaitu suatumanajemen pelaksanaan pemeliharaan yang dilakukan dengan mengacu pada laporan hasil inspeksi ^CONDITION BASED MAINTENANCE Yaitu suatu manajemen pelaksanaan pemeliharaan yang dilakukan secara rutin terjadwal tanpa melihat bagaimana kondisi peralatan yang dipelihara ^TIME BASE MAINTENANCE PEMELIHARAAN TERENCANA DAN TAK TERENCANA BERDASARKAN WAKTU PELAKSANAAN START JENIS PEMELIHARAAN Yaitu kegiatan untuk mengembalikan kondisi sistem yang rusak ke keadaan stabil. ^BREAKDOWN MAINTENANCE
  • 48.
    D D D D D SUMBER:LAPORAN CAPAIAN KINERJAKETENAGALISTRIKAN OLEH DIRJEN GATRIK 2020 KAPASITAS GARDU DISTRIBUSI DI INDONESIA 2.590 MVA. 81% 100% 3.212 MVA.(TARGET)
  • 49.
    Thank You All DAFTARPUSTAKA 1. Standar Nasional Indonesia 2. SNI No. 04-0225-2000 : Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) 3. Standar Perusahaan Listrik Negara (SPLN) 4. Standar Konstruksi Jaringan Distribusi PT. PLN Persero Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Buku I, II, III, IV, V, VI , Jakarta 1994 5. Standar Konstruksi Jaringan Distribusi PT. PLN Persero Distribusi Jawa Tengah dan Jogjakarta, 2008 6. Standar Konstruksi Jaringan Distribusi PT PLN Persero Distribusi Jawa Timur 7. Standar Konstruksi Jaringan Distribusi PT. PLN Persero Distribusi Bali, FITCHNER+ 8. CACREI, Pilot Projek PT PLN Persero Wilayah VIII, 1988 9. Allumunium Conductor Francais 1984 10. Modul Pelatihan PDKB, Perhitungan Mekanika Terapan, PT PLN Jasa Diklat Semarang, 1992 11. Agenda PLN 1984, Perhitungan Listrik Terapan 12. Dokumen SOFRELEC – CHASS.T.MAIN tahun 1975 13. Acuan P3B tentang Telekomunikasi Data 14. Haliday Resnick, Fisika Mekanika, Erlangga, Jakarta, 1997