TITRASI
REDOKS
(IODOMETRI
-IODIMETRI)
Sulastari Cahyani
KFKuantitatif
SUB BAHASAN
Prinsip
Metodologi
Reaksi Penyerta
Penggolongan
Cara Kerja
Titik Akhir
Indikator yang Terlibat
Senyawa yang dapat Dianalisis
Pendahuluan
• Titrasi iodometri dan iodimetri adalah
salah satu metode titrasi yang didasarkan
pada reaksi oksidasi reduksi.
• Metode ini lebih banyak digunakan
dalam analisa jika dibandingkan dengan
metode lain.
• Alasan dipilihnya metode ini karena
perbandingan stoikometri yang sederhana
pelaksanannya praktis dan tidak banyak
masalah dan mudah.
 Titrasi redoks adalah metode penentuan
kuantitatif yang reaksi utamanya adalah
reaksi redoks, reaksi ini hanya dapat
berlangsung kalau terjadi interaksi dari
senyawa/unsur/ion yang bersifat oksidator
dengan unsur/senyawa/ion bersifat reduktor.
Jadi kalau larutan bakunya oksidator, maka
analit harus bersifat reduktor atau sebaliknya
Fe2+ + Ce4+ Fe3+ + Ce3+
Apa itu titrasi redoks?
 Iodimetri (titrasi langsung) adalah analisa
titrimetri untuk zat-zat reduktor
 Ex : Vit c, natrium tiosulfat, arsenat dengan
menggunakan larutan iodium baku.
 Iodometri (titrasi tidak langsung) adalah
analisa titrimetri untuk zat-zat oksidator
 ex: tembaga sulfat, mula-mula direaksikan dengan
ion iodida berlebihan, kemudian iodium yang
terbentuk dititrasi dengan larutan tiosulfat.
Apa itu titrasi iodometri dan
iodimetri?
Perbedaan Iodometri & Iodimetri
Prinsip padaTitrasi iodometri dan
iodimetri
Metode iodometri
Metode iodimetri
 Penetuan kadar dari sampel yang bersifat oksidator dengan
melarutkannya dengan pelarut yang sesuai kemudian
diasamkan dengan Asam sulfat/asam asetat/asam klorida,
kemudian ditambahkan KI, didiamkan selama beberapa
menit ditempat gelap, iodida yang dibebaskan kemudian
dititrasi dengan Natrium tiosulfat yang bersifat reduktor
setelah larutan encer (berwarna kuning) ditambahkan
indikator amilum dan titrasi dilajutkan hingga terjadi
perubahan warna menjadi bening.
Metode iodometri
 Penetuan kadar dari sampel yang bersifat reduktor
dengan melarutkannya dengan pelarut yang sesuai
kemudian diasamkan dengan Asam sulfat/asam
asetat/asam klorida, kemudian dititrasi dengan
Iodida yang bersifat oksidator hingga terjadi
perubahan warna dari bening menjadi biru.
Metode iodimetri
1. Titrasi yang dilakukan untuk zat-zat dengan oksidasi
potensial yang lebih rendah dari sistem Iodium-Iodida.
Disini digunakan larutan baku Iodium. Metode ini
dinamakan metode titrasi langsung atau Iodimetri.
(Zat uji reduktor)
2. Titrasi yang dilakukan untuk zat-zat dengan oksidasi
potensial yang lebih besar dari sistem iodium-iodida, zat-
zat ini akan mengoksidasi iodida dan membebaskan
iodium. Iodium yang bebas dititrasi dengan larutan
baku Natrium tiosulfat. Metode ini dinamakan
metode titrasi tidak langsung atau iodometri.
Metode titrasi dengan Iodida-Iodium dibagi
menjadi 2 bagian yaitu :
 Titrasi iod bebas.
 Titrasi oksidator melalui pembentukan
iodium yang terbentuk dari iodida.
 Titrasi reduktor dengan penemtuan iodium
yang digunakan.
 Titrasi reaksi, titrasi senyawa dengan iodium
melalui adisi atau subsitusi.
Iodometri menurut penggunaan dapat dibagi
menjadi 4 golongan yaitu :
METODE KERJA
•Alat
Adapun alat - alat yang digunakan dalam praktikum ini
adalah adalah aluminium foil, batang pengaduk, bulk,
buret, corong, erlenmeyer, gelas kimia 250 mL, gelas ukur
10 mL, kertas saring, pipet tetes, pipet skala, pipet volume
10 mL, spatula, dan statif.
•Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini
adalah Aquadest, asam sulfat (H2SO4), Iodium (I2),
indikator kanji, natrium klorida (NaCl) , natrium tiosulfat
(Na2S2O3),sampel asam askorbat, sampel kaffein, dan
tissue.
Cara Kerja
A. Penetapan kadar kaffein dengan metode iodometri
menggunakan larutan standar natrium tiosulfat (N2S2O3).
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Ditimbang 100 mg sampel uji kaffein menggunakan wadah
gelas arloji.
3. Dipasang buret pada penyangga titrasi
4. Dimasukkan larutan standar natrium tiosulfat 0,998 N ke
dalam buret lalu tutup dengan aluminium foil
5. Dimasukkan sampel uji kaffein yang sudah ditimbang ke
dalam Erlenmeyer dengan menggunakan sendok tanduk
6. Dimasukkan 10 mL aquadest yang sudah diukur
menggunakan gelas ukur ke dalam Erlenmeyer
7. Ditambahkan 2,5 mL asam sulfat (H2SO4) 10% ke dalam
Erlenmeyer
8. Ditambahkan 25 mL larutan iodin(I2) 0,1 N yang dipipet
mengggunakan pipet volume
9. Ditambahkan 10 mL natrium klorida (NaCl) yang sudah
diukur menggunakan gelas ukur ke dalam Erlenmeyer
10.Ditutup dengan aluminium foil dan diamkan selama 5
menit
11.Disaring menggunakan kertas saring yang sudah
disediakan pada mulut corong ke dalam gelas kimia
sebagai wadahnya
12.Dicuci Erlenmeyer,lalu pindahkan larutan zat uji yang
sudah disaring kembali ke dalam Erlenmeyer.
13.Ditambahkan 3 tetes larutan indicator kanji
14.Dititrasi menggunakan larutan standar natrium tiosulfat
sampai terjadi perubahan warna dari warna biru ke
bening.
B. Penetapan kadar asam askorbat dengan metode iodimetri
menggunakan larutan standar I2.
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Ditimbang 100 mg asam askorbat dengan wadah cawan
porselin
3. Dipasang buret ke statif
4. Dimasukan Larutan I2 ke dalam buret, lalu ditutup
alumunium foil
5. Dimasukan asam askorbat yang sudah ditimbang ke dalam
erlenmeyer
6. Dimasukan 25 mL air bebas CO2 ke dalam labu ukur
7. Ditambahkan asam sulfat sebanyak 10 mL
8. Dititrasi dengan iodium 0,1 N
9. Diitambahkan indikator kanji
10. Diamati perubahan yang terjadi dari warna bening ke biru.
Cara Kerja
Penentuan titik akhir titrasi
a. Indikator kanji
Konsentrasi 0,5% yang dibuat segar dengan menggunakan pati
larut yaitu β-amilosa).
b. Instrument : Potensiometri atau amperometri
c. Warna iod dalam pelarut organik misalnya karbon tetraklorida
dan Kloroform.( khusus untuk titrasi yang tidak memungkinkan
penggunaan indicator kanji, sehingga tidak perlu ditambahkan
indikator). Warna merah ungu dari iodin dalam karbon
tetraklorida dapat dilihat pada larutan iodin dengan kepekatan
yang sangat rendah, sifat inilah dipakai untuk menentukan titik
akhir titrasi dengan hilangnya warna merah ungu pada lapisan
karbon
Tetraklorida. Selain karbon tetraklorida, dapat juga dipakai
kloroform sebagai indikator dengan sifat yang sama dengan
karbon tetraklorida
Titrasi dapat dilakukan tanpa indikator dari
luar karena larutan iodium yang berwarna
khas dapat hilang pada titik akhir titrasi
hingga titik akhir tercapai. Tetapi
pengamatan titik akhir titrasi akan lebih
mudah dengan penambahan larutan
amilum sebagai indikator, kenapa?
INDIKATOR
Amilum merupakan indikator redoks
khusus yang digunakan sebagai petunjuk telah
terjadi titik ekuivalen pada titrasi iodometri.
Hal ini disebabkan warna biru gelap dari
kompleks iodin – amilum merupakan warna
yang spesifik untuk titrasi iodometri.
Mekaismenya belum diketahui dengan
pasti namun ada asumsi bahwa molekul iodin
tertahan di permukaan B-amilosa.
Standarisasi
Larutan I2 standar yang dibuat dapat
distandarisasi dengan Na thiosulfat (baku
sekunder) atau dengan As2O3 (baku primer)
Yang umum di titrasi langsung oleh iodium :
vitamin C, arsenit, antimonit, Sulfit, sulfida, stano,
ferrocyanida, metampiron dll.
I2 sukar larut dalam air, tetapi mudah larut dalam
larutan I- (solubilizer). KI ini perlu ditambahkan
pada pembuatan standar I2 . Akan membentuk
reaksi komplek
I2 + I- I3
-
IODIMETRI
Kelebihan dan Kekurangan dari
Metode Iodimetri
Kelebihan :
1. Penitaran berlangsung lebih cepat karena titrat dan
titran langsung bereaksi.
2. Penambahan kanji diawal titrasi.
3. Warna titik akhir lebih mudah teramati dari tidak
berwarna menjadi biru.
Kekurangan :
4. Penitarnya mudah terurai oleh cahaya sehingga
preparasi contoh harus dilakukan terlebih dahulu.
5. Pada saat titrasi dikhawatirkan kehilangan ion iod.
6. Dalam keadaan asam, larutan iod dapat dioksidasi
oleh udara
 Dalam Farmakope Indonesia, titrasi iodimetri
digunakan untuk menetapkan kadar obat-
obatan. Salah satu contohnya adalah untuk
menetapkan kadar asam askorbat atau vitamin C,
natrium askorbat, metampiron (antalgin), serta
natrium tiosulfat dan sediaan injeksinya.
 Dalam bidang farmasi metode titrasi iodometri
digunakan untuk menentukan kadar zat-zat yang
mengandung oksidator misalnya; Cl2, Fe(III),
Cu(II), dan sebagainya, sehingga mengetahui
kadar suatu zat berarti mengetahui mutu dan
kualitasnya.
Aplikasi titrasi iodometri dan iodimetr
dalam bidang farmasi
Soal
Tablet vit.C ditimbang 1 gram kemudian dititrasi dengan I2 0,1
M, didapati volume titrasi sebanyak 20 ml. Berapa kadar vit. C
(dalam%)?(mr asam askorbat=176,12 gr/mol)
1. Apa itu titrasi iodometri dan iodimetri?
Jawab : Iodimetri (titrasi langsung) adalah analisa
titrimetri untuk zat-zat reduktor.Sedangkan Iodometri (titrasi
tidak langsung) adalah analisa titrimetri untuk zat-zat
oksidator.
2. Jelaskan 2 bagian metode titrasi dengan iodida-iodium !
Jawab : Titrasi yang dilakukan untuk zat-zat dengan oksidasi
potensial yang lebih rendah dari sistem Iodium-Iodida.
Digunakan larutan baku Iodium. Metode ini dinamakan metode
Titrasi yang dilakukan untuk zat-zat dengan oksidasi potensial
yang lebih rendah dari sistem Iodium-Iodida. Disini digunakan
larutan baku Iodium. Metode ini dinamakan metode Iodimetri.
3. Sebutkan kekurangan dan kelebihan dari titrasi
iodometri!
Jawab :
Kelebihan :
1. Penitaran berlangsung lebih cepat karena titrat dan
titran langsung bereaksi.
2. Penambahan kanji diawal titrasi.
3. Warna titik akhir lebih mudah teramati dari tidak
berwarna menjadi biru.
Kekurangan :
4. Penitarnya mudah terurai oleh cahaya sehingga
preparasi contoh harus dilakukan terlebih dahulu.
5. Pada saat titrasi dikhawatirkan kehilangan ion iod.
6. Dalam keadaan asam, larutan iod dapat dioksidasi
oleh udara
4. Sebutkan 4 golongan iodometri menurut
penggunaan nya !
Jawab :
 Titrasi iod bebas.
 Titrasi oksidator melalui pembentukan
iodium yang terbentuk dari iodida.
 Titrasi reduktor dengan penentuan iodium
yang digunakan.
 Titrasi reaksi, titrasi senyawa dengan iodium
melalui adisi atau subsitusi.
5. Sebutkan aplikasi penggunaan iodi-iodo
pada bidang farmasi !
Jawab :
Titrasi iodimetri digunakan untuk
menetapkan kadar obat- obatan.
Titrasi iodometri digunakan untuk
menentukan kadar zat-zat yang
mengandung oksidator.

IODIMETRI-IODOMETRI.pptxmmmmmmmmmmmmmmmm

  • 1.
  • 2.
    SUB BAHASAN Prinsip Metodologi Reaksi Penyerta Penggolongan CaraKerja Titik Akhir Indikator yang Terlibat Senyawa yang dapat Dianalisis
  • 3.
    Pendahuluan • Titrasi iodometridan iodimetri adalah salah satu metode titrasi yang didasarkan pada reaksi oksidasi reduksi. • Metode ini lebih banyak digunakan dalam analisa jika dibandingkan dengan metode lain. • Alasan dipilihnya metode ini karena perbandingan stoikometri yang sederhana pelaksanannya praktis dan tidak banyak masalah dan mudah.
  • 4.
     Titrasi redoksadalah metode penentuan kuantitatif yang reaksi utamanya adalah reaksi redoks, reaksi ini hanya dapat berlangsung kalau terjadi interaksi dari senyawa/unsur/ion yang bersifat oksidator dengan unsur/senyawa/ion bersifat reduktor. Jadi kalau larutan bakunya oksidator, maka analit harus bersifat reduktor atau sebaliknya Fe2+ + Ce4+ Fe3+ + Ce3+ Apa itu titrasi redoks?
  • 5.
     Iodimetri (titrasilangsung) adalah analisa titrimetri untuk zat-zat reduktor  Ex : Vit c, natrium tiosulfat, arsenat dengan menggunakan larutan iodium baku.  Iodometri (titrasi tidak langsung) adalah analisa titrimetri untuk zat-zat oksidator  ex: tembaga sulfat, mula-mula direaksikan dengan ion iodida berlebihan, kemudian iodium yang terbentuk dititrasi dengan larutan tiosulfat. Apa itu titrasi iodometri dan iodimetri?
  • 6.
  • 7.
    Prinsip padaTitrasi iodometridan iodimetri Metode iodometri Metode iodimetri
  • 8.
     Penetuan kadardari sampel yang bersifat oksidator dengan melarutkannya dengan pelarut yang sesuai kemudian diasamkan dengan Asam sulfat/asam asetat/asam klorida, kemudian ditambahkan KI, didiamkan selama beberapa menit ditempat gelap, iodida yang dibebaskan kemudian dititrasi dengan Natrium tiosulfat yang bersifat reduktor setelah larutan encer (berwarna kuning) ditambahkan indikator amilum dan titrasi dilajutkan hingga terjadi perubahan warna menjadi bening. Metode iodometri
  • 9.
     Penetuan kadardari sampel yang bersifat reduktor dengan melarutkannya dengan pelarut yang sesuai kemudian diasamkan dengan Asam sulfat/asam asetat/asam klorida, kemudian dititrasi dengan Iodida yang bersifat oksidator hingga terjadi perubahan warna dari bening menjadi biru. Metode iodimetri
  • 10.
    1. Titrasi yangdilakukan untuk zat-zat dengan oksidasi potensial yang lebih rendah dari sistem Iodium-Iodida. Disini digunakan larutan baku Iodium. Metode ini dinamakan metode titrasi langsung atau Iodimetri. (Zat uji reduktor) 2. Titrasi yang dilakukan untuk zat-zat dengan oksidasi potensial yang lebih besar dari sistem iodium-iodida, zat- zat ini akan mengoksidasi iodida dan membebaskan iodium. Iodium yang bebas dititrasi dengan larutan baku Natrium tiosulfat. Metode ini dinamakan metode titrasi tidak langsung atau iodometri. Metode titrasi dengan Iodida-Iodium dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
  • 11.
     Titrasi iodbebas.  Titrasi oksidator melalui pembentukan iodium yang terbentuk dari iodida.  Titrasi reduktor dengan penemtuan iodium yang digunakan.  Titrasi reaksi, titrasi senyawa dengan iodium melalui adisi atau subsitusi. Iodometri menurut penggunaan dapat dibagi menjadi 4 golongan yaitu :
  • 12.
    METODE KERJA •Alat Adapun alat- alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah adalah aluminium foil, batang pengaduk, bulk, buret, corong, erlenmeyer, gelas kimia 250 mL, gelas ukur 10 mL, kertas saring, pipet tetes, pipet skala, pipet volume 10 mL, spatula, dan statif. •Bahan Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah Aquadest, asam sulfat (H2SO4), Iodium (I2), indikator kanji, natrium klorida (NaCl) , natrium tiosulfat (Na2S2O3),sampel asam askorbat, sampel kaffein, dan tissue.
  • 13.
    Cara Kerja A. Penetapankadar kaffein dengan metode iodometri menggunakan larutan standar natrium tiosulfat (N2S2O3). 1. Disiapkan alat dan bahan 2. Ditimbang 100 mg sampel uji kaffein menggunakan wadah gelas arloji. 3. Dipasang buret pada penyangga titrasi 4. Dimasukkan larutan standar natrium tiosulfat 0,998 N ke dalam buret lalu tutup dengan aluminium foil 5. Dimasukkan sampel uji kaffein yang sudah ditimbang ke dalam Erlenmeyer dengan menggunakan sendok tanduk 6. Dimasukkan 10 mL aquadest yang sudah diukur menggunakan gelas ukur ke dalam Erlenmeyer 7. Ditambahkan 2,5 mL asam sulfat (H2SO4) 10% ke dalam Erlenmeyer
  • 14.
    8. Ditambahkan 25mL larutan iodin(I2) 0,1 N yang dipipet mengggunakan pipet volume 9. Ditambahkan 10 mL natrium klorida (NaCl) yang sudah diukur menggunakan gelas ukur ke dalam Erlenmeyer 10.Ditutup dengan aluminium foil dan diamkan selama 5 menit 11.Disaring menggunakan kertas saring yang sudah disediakan pada mulut corong ke dalam gelas kimia sebagai wadahnya 12.Dicuci Erlenmeyer,lalu pindahkan larutan zat uji yang sudah disaring kembali ke dalam Erlenmeyer. 13.Ditambahkan 3 tetes larutan indicator kanji 14.Dititrasi menggunakan larutan standar natrium tiosulfat sampai terjadi perubahan warna dari warna biru ke bening.
  • 15.
    B. Penetapan kadarasam askorbat dengan metode iodimetri menggunakan larutan standar I2. 1. Disiapkan alat dan bahan 2. Ditimbang 100 mg asam askorbat dengan wadah cawan porselin 3. Dipasang buret ke statif 4. Dimasukan Larutan I2 ke dalam buret, lalu ditutup alumunium foil 5. Dimasukan asam askorbat yang sudah ditimbang ke dalam erlenmeyer 6. Dimasukan 25 mL air bebas CO2 ke dalam labu ukur 7. Ditambahkan asam sulfat sebanyak 10 mL 8. Dititrasi dengan iodium 0,1 N 9. Diitambahkan indikator kanji 10. Diamati perubahan yang terjadi dari warna bening ke biru. Cara Kerja
  • 16.
    Penentuan titik akhirtitrasi a. Indikator kanji Konsentrasi 0,5% yang dibuat segar dengan menggunakan pati larut yaitu β-amilosa). b. Instrument : Potensiometri atau amperometri c. Warna iod dalam pelarut organik misalnya karbon tetraklorida dan Kloroform.( khusus untuk titrasi yang tidak memungkinkan penggunaan indicator kanji, sehingga tidak perlu ditambahkan indikator). Warna merah ungu dari iodin dalam karbon tetraklorida dapat dilihat pada larutan iodin dengan kepekatan yang sangat rendah, sifat inilah dipakai untuk menentukan titik akhir titrasi dengan hilangnya warna merah ungu pada lapisan karbon Tetraklorida. Selain karbon tetraklorida, dapat juga dipakai kloroform sebagai indikator dengan sifat yang sama dengan karbon tetraklorida
  • 17.
    Titrasi dapat dilakukantanpa indikator dari luar karena larutan iodium yang berwarna khas dapat hilang pada titik akhir titrasi hingga titik akhir tercapai. Tetapi pengamatan titik akhir titrasi akan lebih mudah dengan penambahan larutan amilum sebagai indikator, kenapa? INDIKATOR
  • 18.
    Amilum merupakan indikatorredoks khusus yang digunakan sebagai petunjuk telah terjadi titik ekuivalen pada titrasi iodometri. Hal ini disebabkan warna biru gelap dari kompleks iodin – amilum merupakan warna yang spesifik untuk titrasi iodometri. Mekaismenya belum diketahui dengan pasti namun ada asumsi bahwa molekul iodin tertahan di permukaan B-amilosa.
  • 19.
    Standarisasi Larutan I2 standaryang dibuat dapat distandarisasi dengan Na thiosulfat (baku sekunder) atau dengan As2O3 (baku primer)
  • 20.
    Yang umum dititrasi langsung oleh iodium : vitamin C, arsenit, antimonit, Sulfit, sulfida, stano, ferrocyanida, metampiron dll. I2 sukar larut dalam air, tetapi mudah larut dalam larutan I- (solubilizer). KI ini perlu ditambahkan pada pembuatan standar I2 . Akan membentuk reaksi komplek I2 + I- I3 - IODIMETRI
  • 21.
    Kelebihan dan Kekurangandari Metode Iodimetri Kelebihan : 1. Penitaran berlangsung lebih cepat karena titrat dan titran langsung bereaksi. 2. Penambahan kanji diawal titrasi. 3. Warna titik akhir lebih mudah teramati dari tidak berwarna menjadi biru. Kekurangan : 4. Penitarnya mudah terurai oleh cahaya sehingga preparasi contoh harus dilakukan terlebih dahulu. 5. Pada saat titrasi dikhawatirkan kehilangan ion iod. 6. Dalam keadaan asam, larutan iod dapat dioksidasi oleh udara
  • 22.
     Dalam FarmakopeIndonesia, titrasi iodimetri digunakan untuk menetapkan kadar obat- obatan. Salah satu contohnya adalah untuk menetapkan kadar asam askorbat atau vitamin C, natrium askorbat, metampiron (antalgin), serta natrium tiosulfat dan sediaan injeksinya.  Dalam bidang farmasi metode titrasi iodometri digunakan untuk menentukan kadar zat-zat yang mengandung oksidator misalnya; Cl2, Fe(III), Cu(II), dan sebagainya, sehingga mengetahui kadar suatu zat berarti mengetahui mutu dan kualitasnya. Aplikasi titrasi iodometri dan iodimetr dalam bidang farmasi
  • 23.
    Soal Tablet vit.C ditimbang1 gram kemudian dititrasi dengan I2 0,1 M, didapati volume titrasi sebanyak 20 ml. Berapa kadar vit. C (dalam%)?(mr asam askorbat=176,12 gr/mol)
  • 25.
    1. Apa itutitrasi iodometri dan iodimetri? Jawab : Iodimetri (titrasi langsung) adalah analisa titrimetri untuk zat-zat reduktor.Sedangkan Iodometri (titrasi tidak langsung) adalah analisa titrimetri untuk zat-zat oksidator. 2. Jelaskan 2 bagian metode titrasi dengan iodida-iodium ! Jawab : Titrasi yang dilakukan untuk zat-zat dengan oksidasi potensial yang lebih rendah dari sistem Iodium-Iodida. Digunakan larutan baku Iodium. Metode ini dinamakan metode Titrasi yang dilakukan untuk zat-zat dengan oksidasi potensial yang lebih rendah dari sistem Iodium-Iodida. Disini digunakan larutan baku Iodium. Metode ini dinamakan metode Iodimetri.
  • 26.
    3. Sebutkan kekurangandan kelebihan dari titrasi iodometri! Jawab : Kelebihan : 1. Penitaran berlangsung lebih cepat karena titrat dan titran langsung bereaksi. 2. Penambahan kanji diawal titrasi. 3. Warna titik akhir lebih mudah teramati dari tidak berwarna menjadi biru. Kekurangan : 4. Penitarnya mudah terurai oleh cahaya sehingga preparasi contoh harus dilakukan terlebih dahulu. 5. Pada saat titrasi dikhawatirkan kehilangan ion iod. 6. Dalam keadaan asam, larutan iod dapat dioksidasi oleh udara
  • 27.
    4. Sebutkan 4golongan iodometri menurut penggunaan nya ! Jawab :  Titrasi iod bebas.  Titrasi oksidator melalui pembentukan iodium yang terbentuk dari iodida.  Titrasi reduktor dengan penentuan iodium yang digunakan.  Titrasi reaksi, titrasi senyawa dengan iodium melalui adisi atau subsitusi.
  • 28.
    5. Sebutkan aplikasipenggunaan iodi-iodo pada bidang farmasi ! Jawab : Titrasi iodimetri digunakan untuk menetapkan kadar obat- obatan. Titrasi iodometri digunakan untuk menentukan kadar zat-zat yang mengandung oksidator.