   Ardiah Wulandari
   Ega Savitri
   Endaah Istiana
   Evi Sulistiana Dewi
   Ika Listiyowati
   Lusi Khasanah
   Isnaini Tutik Amroini
   Riska Ayu Mahardika
   Risti Wahyudewanti
   Prananto Bimo
Demam
 Demam adalah peningkatan suhu tubuh melebihi normal.
 Temperatur normal tubuh berkisar antara 36-38 derajat celcius.
 Anak Anda mengalami demam apabila dengan pengukuran
 suhu temperatur :
 • Termometer pada rektum atau anus melebihi 38 derajat
 celcius
 • Termometer pada mulut melebihi 37,5 derajat celcius
 • Termometer pada ketiak melebihi 37 derajat celcius
Infeksi-Infeksi Telinga
  Infeksi-infeksi telinga adalah kondisi-kondisi yang
  melibatkan dan seringkali peradangan dari area-
  area berbeda dari telinga. Mereka paling sering
  berasal dari infeksi virus, jamur dan bakteri. Pada
  kebanyakan kasus-kasus, infeksi-infeksi telinga
  adalah tidak serius dan hilang dengan sendirinya.
  Bagaimanapun, infeksi-infeksi bakteri dapat
  memerlukan perawatan dengan antibiotik-
  antibiotik. Dibiarkan tidak terawat, infeksi-infeksi
  ini dapat menjurus ke komplikasi-komplikasi
  serius, terutama untuk anak-anak kecil.
KONJUNGTIVITIS
  Konjungtivitis adalah suatu peradangan pada
  konjungtiva (selaput lendir yang melapisi
  permukaan dalam kelopak mata (bagian putih
  mata).
Infeksi Saluran Pernapasan
  Salah satu penyakit yang diderita oleh masyarakat
  terutama adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan
  Akut) yaitu meliputi infeksi akut saluran pernapasan
  bagian atas dan infeksi akut saluran pernapasan bagian
  bawah. ISPA adalah suatu penyakit yang terbanyak
  diderita oleh anak- anak, baik dinegara berkembang
  maupun dinegara maju dan sudah mampu. dan banyak
  dari mereka perlu masuk rumah sakit karena
  penyakitnya cukup gawat. Penyakit-penyakit saluran
  pernapasan pada masa bayi dan anak-anak dapat pula
  memberi kecacatan sampai pada,masa dewasa.
Diare
 Diare adalah suatu keadaan meningkatnya berat dari fases (>200
 mg/hari) yang dapat dihubungkan dengan meningkatnya cairan,
 frekuensi BAB, tidak enak pada perinal, dan rasa terdesak untuk
 BAB dengan atau tanpa inkontinensia fekal. Diare terbagi
 menjadi diare Akut dan Kronik.Diare akut berdurasi 2 minggu
 atau kurang, sedangkan diare kronis lamanya lebih dari 2
 minggu.
a.Imunisasi BCG
 Vaksinasi BCG memberikan kekebalan aktif
 terhadap penyakit tuberkulosis (TBC). BCG
 diberikan 1 kali sebelum anak berumur 2
 bulan.
 b. Imunisasi DPT
 Imunisasi DPT adalah suatu vaksin 3-in-1 yang
 melindungi terhadap difteri, pertusis dan
 tetanus.
 c. Imunisasi DT
 Imunisasi DT memberikan kekebalan aktif
 terhadap toksin yang dihasilkan oleh kuman
 penyebab difteri dan tetanus.
d. Imunisasi TT
    Imunisasi tetanus (TT, tetanus toksoid)
    memberikan kekebalan aktif terhadap
    penyakit tetanus.
    e. Imunisasi Campak
    Imunisasi campak memberikan kekebalan
    aktif terhadap penyakit campak (tampek).
    Imunisasi campak diberikan sebanyak 1 dosis
    pada saat anak berumur 9 bulan atau lebih
   f. Imunisasi MMR
    Imunisasi MMR memberi perlindungan terhadap
    campak, gondongan dan campak Jerman dan
    disuntikkan sebanyak 2 kali.
    g. Imunisasi Hib
    Imunisasi Hib membantu mencegah infeksi oleh
    Haemophilus influenza tipe b. Organisme ini
    bisa menyebabkan meningitis, pneumonia dan
    infeksi tenggorokan berat yang bisa
    menyebabkan anak tersedak.
    h. Imunisasi Varisella
    Imunisasi varisella memberikan perlindungan
    terhadap cacar air.
    i. Imunisasi HBV
    Imunisasi HBV memberikan kekebalan terhadap
    hepatitis B.
j. Imunisasi Pneumokokus Konjugata
   Imunisasi pneumokokus konjugata melindungi
   anak terhadap sejenis bakteri yang sering
   menyebabkan infeksi telinga.
   k. Tipa
   Imunisasi tipa diberikan untuk mendapatkan
   kekebalan terhadap demam tifoid (tifus atau
   paratifus)
   l. Imunisasi Hepatitis A
   Penyakit ini sebenarnya tidak berbahaya dan dapat
   sembuh dengan sendirinya. Tetapi bila terkena
   penyakit ini penyembuhannya memerlukan waktu
   yang lama, yaitu sekitar 1 sampai 2 bulan.
m. Imunisasi Polio, Imunisasi polio akan
 memberikan kekebalan terhadap serangan
 virus polio. Penyakit akibat virus ini dapat
 menyebabkan kelumpuhan.
 n. Imunisasi Hepatitis B, Imunisasi ini
 merupakan langkah efektif untuk mencegah
 masuknya VHB, yaitu virus penyebab
 penyakit hepatitis B. Hepatitis B dapat
 menyebabkan sirosis atau pengerutan hati,
 bahkan lebih buruk lagi mengakibatkan
 kanker hati.
   Tahapan Pertumbuhan Gigi
   Gigi seri bagian tengah bawah (pada usia enam bulan)
   Gigi seri bagian tengah atas (pada usia enam setengah
    bulan)
   Gigi seri bagian samping bawah (pada usia tujuh
    bulan)
   Gigi seri bagian samping atas (pada usia delapan
    bulan)
   Gigi geraham pertama bawah (pada usia sepuluh
    bulan)
   Gigi geraham pertama atas (pada usia empatbelas
    bulan)
   Gigi taring bawah (pada usia enam bulan)
   Gigi taring atas (pada usia delapanbelas bulan)
   Geraham kedua bawah (pada usia dua tahun)
   Geraham kedua atas (pada usia dua tahun)
Gejala-gejala gigi tumbuh pada anak:
 * Gatal pada gusi
 * Rewel
 * Gusi tampak kemerahan
 * Tidak nafsu makan
 * Demam
   Cara merawat mulut bayi pada saat usia 0 – 6
    bulan:
   1. Bersihkan gusi bayi anda dengan kain
    lembab, setidaknya dua kali sehari
    2. Jangan biarkan bayi anda tidur sambil minum
    susu dengan menggunakan botol susunya.
    3. Selesai menyusui, ingatlah untuk
    membersihkan mulut bayi dengan kain lembab
    4. Jangan menambah rasa manis pada botol susu
    dengan madu atau sesuatu yang manis.


   Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 7-12 bulan:
   1. Tanyakan dokter anak atau dokter gigi anda apakah bayi
    anda mendapat cukup fluor
    2. Ingatlah untuk membersihkan mulut bayi anda dengan
    kain lembab ( tidak basah sekali), sehabis menyusui.
    3. Jangan biarkan bayi tidur dengan botol susunya (sambil
    minum susu dari botol) kecuali air putih.
    4. Berikan air putih bila bayi anda ingin minum diluar jadwal
    minum susu
    5. Saat gigi mulai tumbuh, mulailah membersihkannya
    dengan menggunakan kain lembab. Bersihkan setiap
    permukaan gigi dan batas antara gigi dengan gusi secara
    seksama, karena makanan seringkali tertinggal di
    permukaan itu.
    6. Saat gigi geraham bayi mulai tumbuh, mulai gunakan sikat
    gigi yang kecil dengan permukaan lembut dan dari bahan
    nilon.
    7. Jangan gunakan pasta gigi dan ingat untuk selalu
    membasahi sikat gigi dengan air.
    8. Periksakan gigi anak anda ke dokter gigi, setelah 6 bulan
    sejak gigi pertama tumbuh, atau saat usia anak setahun.
   Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 13-24 bulan:
   1. Mulailah perkenalkan pasta gigi berfluoride
    2. Jangan biarkan anak tidur dengan botol susu (sambil
    minum susu dari botol), kecuali air putih.
    3. Pergunakan pasta gigi seukuran sebutir kacang hijau.
    4. Sikat gigi anak setidaknya dua kali sehari (sehabis
    sarapan dan sebelum tidur di malam hari)
    5. Gunakan sikat gigi yang lembut dari bahan nilon.
    6. Ganti sikat gigi tiap tiga bulan atau bila bulu-bulu sikat
    sudah rusak.
    7. Jadilah teladan dengan mempraktekkan kebiasaan
    menjaga kesehatan mulut dan lakukan pemeriksaan rutin
    ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.
    8. Biasakan anak untuk memakan makanan ringan yang
    sehat, seperti buah segar dan sayuran segar.
    9. Hindari makanan ringan yang mengandung gula
   Cara Menyikat Gigi Anak
   Setiap hari plak terkumpul pada permukanan dalam dan luar
    gigi serta permukaan kunyah.
   Menyikat gigi merupakan cara yang efektif untuk melepaskan
    plak ini.
   Pilih sikat gigi yang halus dan berukuran kecil
   Koordinasi tangan anak biasanya belum sempurna, butuh
    pertolongan anda, bantulah.
   Jika bulu sikat gigi sudah mengembang, gantilah dengan
    yang baru
   Mulai perkenalkan dengan benang gigi, saat gigi sudah
    bersentuhan dengan gigi sebelahnya
   Cara melatih anak menyikat gigi sendiri Kunci utama adalah,
    buatlah suasana menyenangkan tanpa paksaan dan tekanan.
   Biarkanlah mereka menyikat gigi anda.
   Berilah dia boneka yang ada giginya dan biarkan dia menyikat
    gigi boneka tersebut.
   Pakai pasta gigi sedikit saja, karena kalau kebanyakan, akan
    menimbulkan buih yang banyak, yang akan menyulitkan
    menyikat gigi.
   Ajarkan cara meludahkan buih pasta gigi. Kunjungan Pertama
    ke Dokter Gigi Dianjurkan untuk membawa anak diperiksakan
    giginya ke dokter gigi pada saat ulang tahun pertamanya, tapi
    kadang diperlukan lebih awal, kalo dirasa ada masalah. Bayi
    bisa mengalami caries segera setelah gigi tumbuh, yang akan
    mengganggu makan, tidur dan kadang sangat menyakitkan.
    Seorang doker gigi akan lebih senang memeriksa gigi anak di
    usia dini sebelum timbul masalah yang lebih parah lagi.
    Persiapan yang perlu dilakukan sebelum berkunjung ke dokter
    gigi Cari informasi tentang dokter gigi yang sabar, pengertian
    dan senang ngajak ngobrol anak. Atau anda bisa ke dokter
    spesialis dokter gigi anak/ Pedodontist.
   menyenangkan dan jadwakan untuk berkunjung tiap 6 bulan
    sekali.
   Bawa anak anda saat anda atau temen anda berobat gigi.
   Perkenalkan dia ke staf di tempat praktek gigi.
   Jangan biarkan anak anda mengetahui kecemasan atau rasa takut
    yang anda alami saat berkunjung ke dokter gigi,terutama jika
    anda membicarakannya dengan teman anda tentang sakit, nyeri,
    jarum suntik, bor dan lain-lain. * Anak andapun akan meniru apa
    yang anda rasakan.Saat anda akan mengajaknya ke dokter gigi,
    jelaskan apa yang akan terjadi, dengan kata-kata seperti, “nanti
    dokter giginya akan melihat gigimu atau dokter gigi nanti akan
    menghitung gigimu.”
   Jangan sekali-sekali bilang, “ga sakit , kok” atau “ jangan
    takut!”Jadikan kunjungan ke dokter gigi ini suatu hal yang
Ikm kia anak

Ikm kia anak

  • 2.
    Ardiah Wulandari  Ega Savitri  Endaah Istiana  Evi Sulistiana Dewi  Ika Listiyowati  Lusi Khasanah  Isnaini Tutik Amroini  Riska Ayu Mahardika  Risti Wahyudewanti  Prananto Bimo
  • 3.
    Demam Demam adalahpeningkatan suhu tubuh melebihi normal. Temperatur normal tubuh berkisar antara 36-38 derajat celcius. Anak Anda mengalami demam apabila dengan pengukuran suhu temperatur : • Termometer pada rektum atau anus melebihi 38 derajat celcius • Termometer pada mulut melebihi 37,5 derajat celcius • Termometer pada ketiak melebihi 37 derajat celcius
  • 4.
    Infeksi-Infeksi Telinga Infeksi-infeksi telinga adalah kondisi-kondisi yang melibatkan dan seringkali peradangan dari area- area berbeda dari telinga. Mereka paling sering berasal dari infeksi virus, jamur dan bakteri. Pada kebanyakan kasus-kasus, infeksi-infeksi telinga adalah tidak serius dan hilang dengan sendirinya. Bagaimanapun, infeksi-infeksi bakteri dapat memerlukan perawatan dengan antibiotik- antibiotik. Dibiarkan tidak terawat, infeksi-infeksi ini dapat menjurus ke komplikasi-komplikasi serius, terutama untuk anak-anak kecil. KONJUNGTIVITIS Konjungtivitis adalah suatu peradangan pada konjungtiva (selaput lendir yang melapisi permukaan dalam kelopak mata (bagian putih mata).
  • 5.
    Infeksi Saluran Pernapasan Salah satu penyakit yang diderita oleh masyarakat terutama adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) yaitu meliputi infeksi akut saluran pernapasan bagian atas dan infeksi akut saluran pernapasan bagian bawah. ISPA adalah suatu penyakit yang terbanyak diderita oleh anak- anak, baik dinegara berkembang maupun dinegara maju dan sudah mampu. dan banyak dari mereka perlu masuk rumah sakit karena penyakitnya cukup gawat. Penyakit-penyakit saluran pernapasan pada masa bayi dan anak-anak dapat pula memberi kecacatan sampai pada,masa dewasa.
  • 6.
    Diare Diare adalahsuatu keadaan meningkatnya berat dari fases (>200 mg/hari) yang dapat dihubungkan dengan meningkatnya cairan, frekuensi BAB, tidak enak pada perinal, dan rasa terdesak untuk BAB dengan atau tanpa inkontinensia fekal. Diare terbagi menjadi diare Akut dan Kronik.Diare akut berdurasi 2 minggu atau kurang, sedangkan diare kronis lamanya lebih dari 2 minggu.
  • 7.
    a.Imunisasi BCG VaksinasiBCG memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit tuberkulosis (TBC). BCG diberikan 1 kali sebelum anak berumur 2 bulan. b. Imunisasi DPT Imunisasi DPT adalah suatu vaksin 3-in-1 yang melindungi terhadap difteri, pertusis dan tetanus. c. Imunisasi DT Imunisasi DT memberikan kekebalan aktif terhadap toksin yang dihasilkan oleh kuman penyebab difteri dan tetanus.
  • 8.
    d. Imunisasi TT Imunisasi tetanus (TT, tetanus toksoid) memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit tetanus. e. Imunisasi Campak Imunisasi campak memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit campak (tampek). Imunisasi campak diberikan sebanyak 1 dosis pada saat anak berumur 9 bulan atau lebih
  • 9.
    f. Imunisasi MMR Imunisasi MMR memberi perlindungan terhadap campak, gondongan dan campak Jerman dan disuntikkan sebanyak 2 kali. g. Imunisasi Hib Imunisasi Hib membantu mencegah infeksi oleh Haemophilus influenza tipe b. Organisme ini bisa menyebabkan meningitis, pneumonia dan infeksi tenggorokan berat yang bisa menyebabkan anak tersedak. h. Imunisasi Varisella Imunisasi varisella memberikan perlindungan terhadap cacar air. i. Imunisasi HBV Imunisasi HBV memberikan kekebalan terhadap hepatitis B.
  • 10.
    j. Imunisasi PneumokokusKonjugata Imunisasi pneumokokus konjugata melindungi anak terhadap sejenis bakteri yang sering menyebabkan infeksi telinga. k. Tipa Imunisasi tipa diberikan untuk mendapatkan kekebalan terhadap demam tifoid (tifus atau paratifus) l. Imunisasi Hepatitis A Penyakit ini sebenarnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya. Tetapi bila terkena penyakit ini penyembuhannya memerlukan waktu yang lama, yaitu sekitar 1 sampai 2 bulan.
  • 11.
    m. Imunisasi Polio,Imunisasi polio akan memberikan kekebalan terhadap serangan virus polio. Penyakit akibat virus ini dapat menyebabkan kelumpuhan. n. Imunisasi Hepatitis B, Imunisasi ini merupakan langkah efektif untuk mencegah masuknya VHB, yaitu virus penyebab penyakit hepatitis B. Hepatitis B dapat menyebabkan sirosis atau pengerutan hati, bahkan lebih buruk lagi mengakibatkan kanker hati.
  • 12.
    Tahapan Pertumbuhan Gigi  Gigi seri bagian tengah bawah (pada usia enam bulan)  Gigi seri bagian tengah atas (pada usia enam setengah bulan)  Gigi seri bagian samping bawah (pada usia tujuh bulan)  Gigi seri bagian samping atas (pada usia delapan bulan)  Gigi geraham pertama bawah (pada usia sepuluh bulan)  Gigi geraham pertama atas (pada usia empatbelas bulan)  Gigi taring bawah (pada usia enam bulan)  Gigi taring atas (pada usia delapanbelas bulan)  Geraham kedua bawah (pada usia dua tahun)  Geraham kedua atas (pada usia dua tahun)
  • 13.
    Gejala-gejala gigi tumbuhpada anak: * Gatal pada gusi * Rewel * Gusi tampak kemerahan * Tidak nafsu makan * Demam
  • 14.
    Cara merawat mulut bayi pada saat usia 0 – 6 bulan:  1. Bersihkan gusi bayi anda dengan kain lembab, setidaknya dua kali sehari 2. Jangan biarkan bayi anda tidur sambil minum susu dengan menggunakan botol susunya. 3. Selesai menyusui, ingatlah untuk membersihkan mulut bayi dengan kain lembab 4. Jangan menambah rasa manis pada botol susu dengan madu atau sesuatu yang manis. 
  • 15.
    Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 7-12 bulan:  1. Tanyakan dokter anak atau dokter gigi anda apakah bayi anda mendapat cukup fluor 2. Ingatlah untuk membersihkan mulut bayi anda dengan kain lembab ( tidak basah sekali), sehabis menyusui. 3. Jangan biarkan bayi tidur dengan botol susunya (sambil minum susu dari botol) kecuali air putih. 4. Berikan air putih bila bayi anda ingin minum diluar jadwal minum susu 5. Saat gigi mulai tumbuh, mulailah membersihkannya dengan menggunakan kain lembab. Bersihkan setiap permukaan gigi dan batas antara gigi dengan gusi secara seksama, karena makanan seringkali tertinggal di permukaan itu. 6. Saat gigi geraham bayi mulai tumbuh, mulai gunakan sikat gigi yang kecil dengan permukaan lembut dan dari bahan nilon. 7. Jangan gunakan pasta gigi dan ingat untuk selalu membasahi sikat gigi dengan air. 8. Periksakan gigi anak anda ke dokter gigi, setelah 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh, atau saat usia anak setahun.
  • 16.
    Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 13-24 bulan:  1. Mulailah perkenalkan pasta gigi berfluoride 2. Jangan biarkan anak tidur dengan botol susu (sambil minum susu dari botol), kecuali air putih. 3. Pergunakan pasta gigi seukuran sebutir kacang hijau. 4. Sikat gigi anak setidaknya dua kali sehari (sehabis sarapan dan sebelum tidur di malam hari) 5. Gunakan sikat gigi yang lembut dari bahan nilon. 6. Ganti sikat gigi tiap tiga bulan atau bila bulu-bulu sikat sudah rusak. 7. Jadilah teladan dengan mempraktekkan kebiasaan menjaga kesehatan mulut dan lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali. 8. Biasakan anak untuk memakan makanan ringan yang sehat, seperti buah segar dan sayuran segar. 9. Hindari makanan ringan yang mengandung gula
  • 17.
    Cara Menyikat Gigi Anak  Setiap hari plak terkumpul pada permukanan dalam dan luar gigi serta permukaan kunyah.  Menyikat gigi merupakan cara yang efektif untuk melepaskan plak ini.  Pilih sikat gigi yang halus dan berukuran kecil  Koordinasi tangan anak biasanya belum sempurna, butuh pertolongan anda, bantulah.  Jika bulu sikat gigi sudah mengembang, gantilah dengan yang baru  Mulai perkenalkan dengan benang gigi, saat gigi sudah bersentuhan dengan gigi sebelahnya
  • 18.
    Cara melatih anak menyikat gigi sendiri Kunci utama adalah, buatlah suasana menyenangkan tanpa paksaan dan tekanan.  Biarkanlah mereka menyikat gigi anda.  Berilah dia boneka yang ada giginya dan biarkan dia menyikat gigi boneka tersebut.  Pakai pasta gigi sedikit saja, karena kalau kebanyakan, akan menimbulkan buih yang banyak, yang akan menyulitkan menyikat gigi.  Ajarkan cara meludahkan buih pasta gigi. Kunjungan Pertama ke Dokter Gigi Dianjurkan untuk membawa anak diperiksakan giginya ke dokter gigi pada saat ulang tahun pertamanya, tapi kadang diperlukan lebih awal, kalo dirasa ada masalah. Bayi bisa mengalami caries segera setelah gigi tumbuh, yang akan mengganggu makan, tidur dan kadang sangat menyakitkan. Seorang doker gigi akan lebih senang memeriksa gigi anak di usia dini sebelum timbul masalah yang lebih parah lagi. Persiapan yang perlu dilakukan sebelum berkunjung ke dokter gigi Cari informasi tentang dokter gigi yang sabar, pengertian dan senang ngajak ngobrol anak. Atau anda bisa ke dokter spesialis dokter gigi anak/ Pedodontist.  menyenangkan dan jadwakan untuk berkunjung tiap 6 bulan sekali.
  • 19.
    Bawa anak anda saat anda atau temen anda berobat gigi.  Perkenalkan dia ke staf di tempat praktek gigi.  Jangan biarkan anak anda mengetahui kecemasan atau rasa takut yang anda alami saat berkunjung ke dokter gigi,terutama jika anda membicarakannya dengan teman anda tentang sakit, nyeri, jarum suntik, bor dan lain-lain. * Anak andapun akan meniru apa yang anda rasakan.Saat anda akan mengajaknya ke dokter gigi, jelaskan apa yang akan terjadi, dengan kata-kata seperti, “nanti dokter giginya akan melihat gigimu atau dokter gigi nanti akan menghitung gigimu.”  Jangan sekali-sekali bilang, “ga sakit , kok” atau “ jangan takut!”Jadikan kunjungan ke dokter gigi ini suatu hal yang