Dokumen tersebut membahas tentang 10 nama individu, gejala demam dan cara pengukurannya, jenis infeksi telinga dan mata, serta cara merawat gigi dan mulut bayi pada berbagai tahapan usia.
Ardiah Wulandari
Ega Savitri
Endaah Istiana
Evi Sulistiana Dewi
Ika Listiyowati
Lusi Khasanah
Isnaini Tutik Amroini
Riska Ayu Mahardika
Risti Wahyudewanti
Prananto Bimo
3.
Demam
Demam adalahpeningkatan suhu tubuh melebihi normal.
Temperatur normal tubuh berkisar antara 36-38 derajat celcius.
Anak Anda mengalami demam apabila dengan pengukuran
suhu temperatur :
• Termometer pada rektum atau anus melebihi 38 derajat
celcius
• Termometer pada mulut melebihi 37,5 derajat celcius
• Termometer pada ketiak melebihi 37 derajat celcius
4.
Infeksi-Infeksi Telinga
Infeksi-infeksi telinga adalah kondisi-kondisi yang
melibatkan dan seringkali peradangan dari area-
area berbeda dari telinga. Mereka paling sering
berasal dari infeksi virus, jamur dan bakteri. Pada
kebanyakan kasus-kasus, infeksi-infeksi telinga
adalah tidak serius dan hilang dengan sendirinya.
Bagaimanapun, infeksi-infeksi bakteri dapat
memerlukan perawatan dengan antibiotik-
antibiotik. Dibiarkan tidak terawat, infeksi-infeksi
ini dapat menjurus ke komplikasi-komplikasi
serius, terutama untuk anak-anak kecil.
KONJUNGTIVITIS
Konjungtivitis adalah suatu peradangan pada
konjungtiva (selaput lendir yang melapisi
permukaan dalam kelopak mata (bagian putih
mata).
5.
Infeksi Saluran Pernapasan
Salah satu penyakit yang diderita oleh masyarakat
terutama adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan
Akut) yaitu meliputi infeksi akut saluran pernapasan
bagian atas dan infeksi akut saluran pernapasan bagian
bawah. ISPA adalah suatu penyakit yang terbanyak
diderita oleh anak- anak, baik dinegara berkembang
maupun dinegara maju dan sudah mampu. dan banyak
dari mereka perlu masuk rumah sakit karena
penyakitnya cukup gawat. Penyakit-penyakit saluran
pernapasan pada masa bayi dan anak-anak dapat pula
memberi kecacatan sampai pada,masa dewasa.
6.
Diare
Diare adalahsuatu keadaan meningkatnya berat dari fases (>200
mg/hari) yang dapat dihubungkan dengan meningkatnya cairan,
frekuensi BAB, tidak enak pada perinal, dan rasa terdesak untuk
BAB dengan atau tanpa inkontinensia fekal. Diare terbagi
menjadi diare Akut dan Kronik.Diare akut berdurasi 2 minggu
atau kurang, sedangkan diare kronis lamanya lebih dari 2
minggu.
7.
a.Imunisasi BCG
VaksinasiBCG memberikan kekebalan aktif
terhadap penyakit tuberkulosis (TBC). BCG
diberikan 1 kali sebelum anak berumur 2
bulan.
b. Imunisasi DPT
Imunisasi DPT adalah suatu vaksin 3-in-1 yang
melindungi terhadap difteri, pertusis dan
tetanus.
c. Imunisasi DT
Imunisasi DT memberikan kekebalan aktif
terhadap toksin yang dihasilkan oleh kuman
penyebab difteri dan tetanus.
8.
d. Imunisasi TT
Imunisasi tetanus (TT, tetanus toksoid)
memberikan kekebalan aktif terhadap
penyakit tetanus.
e. Imunisasi Campak
Imunisasi campak memberikan kekebalan
aktif terhadap penyakit campak (tampek).
Imunisasi campak diberikan sebanyak 1 dosis
pada saat anak berumur 9 bulan atau lebih
9.
f. Imunisasi MMR
Imunisasi MMR memberi perlindungan terhadap
campak, gondongan dan campak Jerman dan
disuntikkan sebanyak 2 kali.
g. Imunisasi Hib
Imunisasi Hib membantu mencegah infeksi oleh
Haemophilus influenza tipe b. Organisme ini
bisa menyebabkan meningitis, pneumonia dan
infeksi tenggorokan berat yang bisa
menyebabkan anak tersedak.
h. Imunisasi Varisella
Imunisasi varisella memberikan perlindungan
terhadap cacar air.
i. Imunisasi HBV
Imunisasi HBV memberikan kekebalan terhadap
hepatitis B.
10.
j. Imunisasi PneumokokusKonjugata
Imunisasi pneumokokus konjugata melindungi
anak terhadap sejenis bakteri yang sering
menyebabkan infeksi telinga.
k. Tipa
Imunisasi tipa diberikan untuk mendapatkan
kekebalan terhadap demam tifoid (tifus atau
paratifus)
l. Imunisasi Hepatitis A
Penyakit ini sebenarnya tidak berbahaya dan dapat
sembuh dengan sendirinya. Tetapi bila terkena
penyakit ini penyembuhannya memerlukan waktu
yang lama, yaitu sekitar 1 sampai 2 bulan.
11.
m. Imunisasi Polio,Imunisasi polio akan
memberikan kekebalan terhadap serangan
virus polio. Penyakit akibat virus ini dapat
menyebabkan kelumpuhan.
n. Imunisasi Hepatitis B, Imunisasi ini
merupakan langkah efektif untuk mencegah
masuknya VHB, yaitu virus penyebab
penyakit hepatitis B. Hepatitis B dapat
menyebabkan sirosis atau pengerutan hati,
bahkan lebih buruk lagi mengakibatkan
kanker hati.
12.
Tahapan Pertumbuhan Gigi
Gigi seri bagian tengah bawah (pada usia enam bulan)
Gigi seri bagian tengah atas (pada usia enam setengah
bulan)
Gigi seri bagian samping bawah (pada usia tujuh
bulan)
Gigi seri bagian samping atas (pada usia delapan
bulan)
Gigi geraham pertama bawah (pada usia sepuluh
bulan)
Gigi geraham pertama atas (pada usia empatbelas
bulan)
Gigi taring bawah (pada usia enam bulan)
Gigi taring atas (pada usia delapanbelas bulan)
Geraham kedua bawah (pada usia dua tahun)
Geraham kedua atas (pada usia dua tahun)
13.
Gejala-gejala gigi tumbuhpada anak:
* Gatal pada gusi
* Rewel
* Gusi tampak kemerahan
* Tidak nafsu makan
* Demam
14.
Cara merawat mulut bayi pada saat usia 0 – 6
bulan:
1. Bersihkan gusi bayi anda dengan kain
lembab, setidaknya dua kali sehari
2. Jangan biarkan bayi anda tidur sambil minum
susu dengan menggunakan botol susunya.
3. Selesai menyusui, ingatlah untuk
membersihkan mulut bayi dengan kain lembab
4. Jangan menambah rasa manis pada botol susu
dengan madu atau sesuatu yang manis.
15.
Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 7-12 bulan:
1. Tanyakan dokter anak atau dokter gigi anda apakah bayi
anda mendapat cukup fluor
2. Ingatlah untuk membersihkan mulut bayi anda dengan
kain lembab ( tidak basah sekali), sehabis menyusui.
3. Jangan biarkan bayi tidur dengan botol susunya (sambil
minum susu dari botol) kecuali air putih.
4. Berikan air putih bila bayi anda ingin minum diluar jadwal
minum susu
5. Saat gigi mulai tumbuh, mulailah membersihkannya
dengan menggunakan kain lembab. Bersihkan setiap
permukaan gigi dan batas antara gigi dengan gusi secara
seksama, karena makanan seringkali tertinggal di
permukaan itu.
6. Saat gigi geraham bayi mulai tumbuh, mulai gunakan sikat
gigi yang kecil dengan permukaan lembut dan dari bahan
nilon.
7. Jangan gunakan pasta gigi dan ingat untuk selalu
membasahi sikat gigi dengan air.
8. Periksakan gigi anak anda ke dokter gigi, setelah 6 bulan
sejak gigi pertama tumbuh, atau saat usia anak setahun.
16.
Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 13-24 bulan:
1. Mulailah perkenalkan pasta gigi berfluoride
2. Jangan biarkan anak tidur dengan botol susu (sambil
minum susu dari botol), kecuali air putih.
3. Pergunakan pasta gigi seukuran sebutir kacang hijau.
4. Sikat gigi anak setidaknya dua kali sehari (sehabis
sarapan dan sebelum tidur di malam hari)
5. Gunakan sikat gigi yang lembut dari bahan nilon.
6. Ganti sikat gigi tiap tiga bulan atau bila bulu-bulu sikat
sudah rusak.
7. Jadilah teladan dengan mempraktekkan kebiasaan
menjaga kesehatan mulut dan lakukan pemeriksaan rutin
ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.
8. Biasakan anak untuk memakan makanan ringan yang
sehat, seperti buah segar dan sayuran segar.
9. Hindari makanan ringan yang mengandung gula
17.
Cara Menyikat Gigi Anak
Setiap hari plak terkumpul pada permukanan dalam dan luar
gigi serta permukaan kunyah.
Menyikat gigi merupakan cara yang efektif untuk melepaskan
plak ini.
Pilih sikat gigi yang halus dan berukuran kecil
Koordinasi tangan anak biasanya belum sempurna, butuh
pertolongan anda, bantulah.
Jika bulu sikat gigi sudah mengembang, gantilah dengan
yang baru
Mulai perkenalkan dengan benang gigi, saat gigi sudah
bersentuhan dengan gigi sebelahnya
18.
Cara melatih anak menyikat gigi sendiri Kunci utama adalah,
buatlah suasana menyenangkan tanpa paksaan dan tekanan.
Biarkanlah mereka menyikat gigi anda.
Berilah dia boneka yang ada giginya dan biarkan dia menyikat
gigi boneka tersebut.
Pakai pasta gigi sedikit saja, karena kalau kebanyakan, akan
menimbulkan buih yang banyak, yang akan menyulitkan
menyikat gigi.
Ajarkan cara meludahkan buih pasta gigi. Kunjungan Pertama
ke Dokter Gigi Dianjurkan untuk membawa anak diperiksakan
giginya ke dokter gigi pada saat ulang tahun pertamanya, tapi
kadang diperlukan lebih awal, kalo dirasa ada masalah. Bayi
bisa mengalami caries segera setelah gigi tumbuh, yang akan
mengganggu makan, tidur dan kadang sangat menyakitkan.
Seorang doker gigi akan lebih senang memeriksa gigi anak di
usia dini sebelum timbul masalah yang lebih parah lagi.
Persiapan yang perlu dilakukan sebelum berkunjung ke dokter
gigi Cari informasi tentang dokter gigi yang sabar, pengertian
dan senang ngajak ngobrol anak. Atau anda bisa ke dokter
spesialis dokter gigi anak/ Pedodontist.
menyenangkan dan jadwakan untuk berkunjung tiap 6 bulan
sekali.
19.
Bawa anak anda saat anda atau temen anda berobat gigi.
Perkenalkan dia ke staf di tempat praktek gigi.
Jangan biarkan anak anda mengetahui kecemasan atau rasa takut
yang anda alami saat berkunjung ke dokter gigi,terutama jika
anda membicarakannya dengan teman anda tentang sakit, nyeri,
jarum suntik, bor dan lain-lain. * Anak andapun akan meniru apa
yang anda rasakan.Saat anda akan mengajaknya ke dokter gigi,
jelaskan apa yang akan terjadi, dengan kata-kata seperti, “nanti
dokter giginya akan melihat gigimu atau dokter gigi nanti akan
menghitung gigimu.”
Jangan sekali-sekali bilang, “ga sakit , kok” atau “ jangan
takut!”Jadikan kunjungan ke dokter gigi ini suatu hal yang