Fayeza Camalia (4201412076)
Erien Setiana (4201412187)
 Pernahkah anda memandang bintang di langit ketika
malam hari ??
 Bagaimana cahaya bintang itu dapat dilihat oleh mata
kita sebagai suatu objek ??
 Mengapa cahaya bintang itu bisa merambat hingga ke
bumi, padahal ia ada di ruang hampa udara ??
Karena gelombang cahaya tidak memerlukan medium
untuk merambat !!!
• Cahaya termasuk gelombang elektromagnetik
• Cepat rambat gelombang cahaya diruang hampa
3 x 108 m/s
• Merupakan gelombang transeversal
• Sifat fisis gelombang cahaya :
Difraksi
Interferensi
Polarisasi
Ketika gelombang melewati celah sempit
atau penghalang, gelombang tersebut akan
dibelokkan. Peristiwa pembelokkan
gelombang ini disebut difraksi.
Menunjukkan gelombang cahaya dengan panjang
gelombang λ didifraksikan oleh celah sempit
dengan lebar d. Pola gelap dan terang terbentuk
ketika gelombang cahaya mengalami
interferensi.





sin
2
sin
2
d
d
Selisih panjang lintasan
sinar dari atas celah dan
dari bawah celah=λ
 sind
Pola gelap:
Dengan m= 1,2,3,... Pola gelap tidak terjadi pada m=0 karena dibagian
tengah terjadi terang.
Dan untuk pola terang dirumuskan:
d sin = (2n-1)(λ/2)
d= lebar celah
θ= sudut
λ= panjang gelombang
Pola terang Maksimum pertama (terang pertama)
terletak dipusat jika d semakin kecil maka
suatu saat akan diperoleh d=λ sehingga
sinθ=900
Dengan m= 1,2,3,..
d= lebar celah
θ= sudut
λ= panjang gelombang
Kisi adalah sejumlah celah sempit sejajar
dan terpisah dengan jarak yang sama.
Dibuat dari lempeng transparan yang pada
permukaannya digoreskan garis-garis
sejajar dengan jumlah yang sangat
banyak.
Jika N merupakan jumlah garis tiap cm maka
jarak antar celah memenuhi persamaan
d sin = (2m-1)(λ/2)
d= jarak antar celah
λ= panjang gelombang
θ= sudut difraksi
m= 1,2,3,....
Polarisasi adalah peristiwa terserapnya sebagian atau seluruh
arah getar gelombang.
Polarisasi karena
pemantulan dan
pembiasan
Polarisasi karena
serapan selektif
Polarisasi karena
hamburan
Persamaan diatas dikenal dengan sebutan hukum Brewster. Sudut
polarisasi (ip) disebut juga sudut Brewster.
Diketahui:
n1= 1 (sinar datang dari udara) dan n2=4/3
Cahaya terpolarisasi dapat
diperoleh dari sinar tak
terpolarisasi dengan menggunakan
kristal tertentu seperti nikel yang
dikenal sebagai pelat tipis
polaroid. Polaroid memiliki
sederetan celah paralel (sumbu
polarisator) sehingga hanya arah
getar cahaya yang sejajar celah
yang akan lolos dari polaroid.
Jika arah getar membentuk sudut θ
terhadap sumbu polarisasi,
amplitudo getaran berkurang dengan
faktor cos θ. Sehingga intensitas
cahaya sebanding dengan kuadrat
amplitudonya, intensitas sinar yang
melalui polaroid menjadi
Dua buah polaroid dapat digunakan untuk
mengubah-ubah intensitas sinar yang diteruskan,
seperti gambar dibawah:
arah getar yang sejajar sumbu polarisator akan
diteruskan, dan arah getar yang tegak lurus sumbu
polarisator akan diserap. Dengan demikian
intensitas cahaya yang dilewatkan polarisator
adalah sebesar ½I0, maka intensitas cahaya yang
diteruskan analisator adalah
Jika cahaya tak terpolarisasi
mengenai partikel-partikel gas,
cahaya akan terhambur tegak
lurus dengan arah semula.
Jika cahaya dilewatkan pada suatu medium, partikel-partikel
medium akan menyerap dan memancarkan kembali sebagian
cahaya itu. Penyerapan dan pemancaran kembali cahaya oleh
partikel-partikel medium ini dikenal sebagai fenomena hamburan.
Pada peristiwa hamburan, cahaya yang panjang gelombangnya
lebih pendek cenderung mengalami hamburan dengan intensitas
yang besar. Hamburan ini dapat diamati pada warna biru yang ada
di langit .
Sebelum sampai ke bumi, cahaya
matahari telah melalui partikel-
partikel udara di atmosfer sehingga
mengalami hamburan oleh partikel-
partikel di atmosfer itu. karena
cahaya biru memiliki panjang
gelombang lebih pendek daripada
cahaya merah, maka cahaya itulah
yang lebih banyak dihamburkan dan
warna itulah yang sampai ke mata
kita.
Interferensi cahaya adalah perpaduan antara
dua gelombang cahaya. Agar peristiwa
interferensi dapat diamati, maka digunakan
cahaya yang koheren.
Dua cahaya koheran :
1. Amplitudo dan frekuensi sama
2. Beda fasenya tetap
Dua pola interferensi:
1. Interferansi maksimum (kedua gelombang
cahaya berinterferensi saling
memperkuat/konstruktif)
2. Interferensi minimum (kedua gelombang
cahaya berinterferensi saling
memperlemah/destruktif)
Cara mendapatkan gelombang cahaya koheren:
1. Pembelahan muka gelombang
Pembelahan muka gelombang
Prinsip Huygen yang menyatakan “Titik-titik
yang terletak pada muka gelombang (front
gelombang) merupakan sumber titik baru,
yang akan merambatkan gelombang ke segala
arah dengan muka gelombang sekunder yang
berbentuk lingkaran. Muka gelombang baru
adalah garis singgung muka-muka gelombang
sekunder tersebut.”
Contoh memperoleh dua cahaya
koheren
Sumber
cahaya
monokromatik
Sumber cahaya
monokromatik

d sin
Pola gelaps1
s2
d
Pola terang
Pola terang pusa
y
Δy
L
Pada titik O akan terjadi pola terang pusat karena S1O dan S2O
memiliki jarak yang sama sehingga selisih lintasannya 0 (nol).
Jika pada titik P terjadi pola interferansi, maka selisih lintasannya:
S2O-S1O = d sin
Untuk pola terang (maksimum) :
d sin = 2n(λ/2) dengan n=0,1,2,3,4,….. (n=0 terang pusat)
Untuk pola gelap (minimum)
d sin = (2n-1)(λ/2) dengan n=1,2,3,4,…..
Untuk L sangat jauh, maka  dianggap kecil sehingga sin = tan =
y/L
y
Contoh:
1. Pada percobaan Young digunakan digunakan dua
celah sempit dengan jarak 2 mm ditempatkan
sejauh 1 meter dari layar. Jika pita terang kedua
yang terjadi pada layar berjarak 0,5 mm dari
terang pusat, berapa panjang gelombang yang
digunakan.
Penyelesaian:
Jarak antara dua celah d= 2 mm = 2x10-3 m
Jarak celah ke layar L= 1 m
Jarakpitaterang kedua(n=2), y=0,5 mm= 5x10-3m
Ditanyakan panjang gelombangnya λ = …?
Jawab :
d(y/L) = (2n)(λ/2)
2x10-3 (5x10-3 / 1) = (2x2)(λ/2)
10x10-7 = 2λ
λ = (10x10-7 / 2 )
= 5x10-7 meter
Silisih lintasan =
Pada titik A dari medium yang kurang rapat ke
medium yang lebih rapat, sehingga terjadi
pemantulan ujung terikat sebesar 180
derajat atau λ/2.
  udaraselaput nAEnBCABx  rdnselaput cos2
Denga demikian pola terang:
2 nseld cos r + ½ λ = 2 k x ½ λ atau
2 nsel d cos r = (2 k – 1) ½ λ
pola gelap akan terjadi jika :
2 nsel d cos r = (2 k) ½ λ
Dengan k adalah
bilangan bulat = 1, 2, 3,.....................................
Selisih lintasan = 2 AB n = 2dn
Pada titik B terjadi pemantulan ujung terikat
sehingga terjadi loncatan fase 180o atau ½ λ.
R
R
A r
B
d
Pola terang
r2 n = (2k – 1)1/2 λ R
atau
Pola gelap
r2 n = k λ R
atau
Dengan n adalah indeks bias medium antara A dan B.
 
n
Rk
r
2/112 

n
Rk
r


Sifat-sifat cahaya dan interaksinya terhadap sekitar
seperti refleksi dan refraksi ini dikaji dengan
pendekatan optik geometris. Sedangkan sifat-sifat
cahaya dan interaksinya terhadap sekitar seperti
interfernsi, difraksi, dispersi dan polarisasi ini dikaji
dengan pendekatan optik fisis. Pada puncak era
optika klasik, cahaya didefinisikan sebagai
gelombang elektromagnetik karena gelombang
cahaya dapat merambat secara transversal pada dua
buah bidang tegak lurus yaitu pada medan magnetik
dan medan listrik.
Pada era modern ini juga, banyak pemanfaatan
cahaya dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan
dan teknologi. Sebagai contoh adalah proyektor LCD
dan LED. Proyektor LCD merupakan salah satu jenis
proyektor yang digunakan untuk menampilkan
video, gambar, atau data dari komputer pada
sebuah layar atau sesuatu dengan permukaan datar.
Untuk menampilkan gambar, proyektor LCD
mengirim cahaya dari lampu halide logam yang
diteruskan ke dalam prisma dan cahaya akan
tersebar pada tiga panel polysilikon, yaitu
komponen warna merah, hijau dan biru pada sinyal
video.
Proyektor LCD berisi panel cermin yang terpisah satu
sama lain. Masing-masing panel terdiri dari dua
pelat cermin yang di antara keduanya terdapat
liquid crystal. Ketika terdapat perintah atau
instruksi, kristal akan membuka agar cahaya dapat
lewat atau menutup untuk mem-block cahaya
tersebut. Membuka dan menutupnya pixel ini yang
bisa membentuk gambar. Lampu yang digunakan
pada proyektor LCD adalah lampu halide logam
karena menghasilkan suhu warna yang ideal dan
spektrum warna yang luas. lampu ini juga memiliki
kemampuan untuk memproduksi cahaya dalam juga
sangat besar dalam area kecil dengan arus
proyektor sekitar 2.000-15.000 ANSI lumens.

Gelombang cahaya UNNES

  • 1.
  • 2.
     Pernahkah andamemandang bintang di langit ketika malam hari ??  Bagaimana cahaya bintang itu dapat dilihat oleh mata kita sebagai suatu objek ??  Mengapa cahaya bintang itu bisa merambat hingga ke bumi, padahal ia ada di ruang hampa udara ?? Karena gelombang cahaya tidak memerlukan medium untuk merambat !!!
  • 3.
    • Cahaya termasukgelombang elektromagnetik • Cepat rambat gelombang cahaya diruang hampa 3 x 108 m/s • Merupakan gelombang transeversal • Sifat fisis gelombang cahaya : Difraksi Interferensi Polarisasi
  • 5.
    Ketika gelombang melewaticelah sempit atau penghalang, gelombang tersebut akan dibelokkan. Peristiwa pembelokkan gelombang ini disebut difraksi.
  • 6.
    Menunjukkan gelombang cahayadengan panjang gelombang λ didifraksikan oleh celah sempit dengan lebar d. Pola gelap dan terang terbentuk ketika gelombang cahaya mengalami interferensi.
  • 7.
         sin 2 sin 2 d d Selisih panjang lintasan sinardari atas celah dan dari bawah celah=λ  sind
  • 8.
    Pola gelap: Dengan m=1,2,3,... Pola gelap tidak terjadi pada m=0 karena dibagian tengah terjadi terang. Dan untuk pola terang dirumuskan: d sin = (2n-1)(λ/2) d= lebar celah θ= sudut λ= panjang gelombang
  • 9.
    Pola terang Maksimumpertama (terang pertama) terletak dipusat jika d semakin kecil maka suatu saat akan diperoleh d=λ sehingga sinθ=900 Dengan m= 1,2,3,.. d= lebar celah θ= sudut λ= panjang gelombang
  • 11.
    Kisi adalah sejumlahcelah sempit sejajar dan terpisah dengan jarak yang sama. Dibuat dari lempeng transparan yang pada permukaannya digoreskan garis-garis sejajar dengan jumlah yang sangat banyak.
  • 13.
    Jika N merupakanjumlah garis tiap cm maka jarak antar celah memenuhi persamaan
  • 14.
    d sin =(2m-1)(λ/2) d= jarak antar celah λ= panjang gelombang θ= sudut difraksi m= 1,2,3,....
  • 17.
    Polarisasi adalah peristiwaterserapnya sebagian atau seluruh arah getar gelombang.
  • 18.
    Polarisasi karena pemantulan dan pembiasan Polarisasikarena serapan selektif Polarisasi karena hamburan
  • 20.
    Persamaan diatas dikenaldengan sebutan hukum Brewster. Sudut polarisasi (ip) disebut juga sudut Brewster.
  • 21.
    Diketahui: n1= 1 (sinardatang dari udara) dan n2=4/3
  • 22.
    Cahaya terpolarisasi dapat diperolehdari sinar tak terpolarisasi dengan menggunakan kristal tertentu seperti nikel yang dikenal sebagai pelat tipis polaroid. Polaroid memiliki sederetan celah paralel (sumbu polarisator) sehingga hanya arah getar cahaya yang sejajar celah yang akan lolos dari polaroid. Jika arah getar membentuk sudut θ terhadap sumbu polarisasi, amplitudo getaran berkurang dengan faktor cos θ. Sehingga intensitas cahaya sebanding dengan kuadrat amplitudonya, intensitas sinar yang melalui polaroid menjadi
  • 23.
    Dua buah polaroiddapat digunakan untuk mengubah-ubah intensitas sinar yang diteruskan, seperti gambar dibawah: arah getar yang sejajar sumbu polarisator akan diteruskan, dan arah getar yang tegak lurus sumbu polarisator akan diserap. Dengan demikian intensitas cahaya yang dilewatkan polarisator adalah sebesar ½I0, maka intensitas cahaya yang diteruskan analisator adalah
  • 24.
    Jika cahaya takterpolarisasi mengenai partikel-partikel gas, cahaya akan terhambur tegak lurus dengan arah semula.
  • 25.
    Jika cahaya dilewatkanpada suatu medium, partikel-partikel medium akan menyerap dan memancarkan kembali sebagian cahaya itu. Penyerapan dan pemancaran kembali cahaya oleh partikel-partikel medium ini dikenal sebagai fenomena hamburan. Pada peristiwa hamburan, cahaya yang panjang gelombangnya lebih pendek cenderung mengalami hamburan dengan intensitas yang besar. Hamburan ini dapat diamati pada warna biru yang ada di langit . Sebelum sampai ke bumi, cahaya matahari telah melalui partikel- partikel udara di atmosfer sehingga mengalami hamburan oleh partikel- partikel di atmosfer itu. karena cahaya biru memiliki panjang gelombang lebih pendek daripada cahaya merah, maka cahaya itulah yang lebih banyak dihamburkan dan warna itulah yang sampai ke mata kita.
  • 26.
    Interferensi cahaya adalahperpaduan antara dua gelombang cahaya. Agar peristiwa interferensi dapat diamati, maka digunakan cahaya yang koheren.
  • 27.
    Dua cahaya koheran: 1. Amplitudo dan frekuensi sama 2. Beda fasenya tetap
  • 28.
    Dua pola interferensi: 1.Interferansi maksimum (kedua gelombang cahaya berinterferensi saling memperkuat/konstruktif) 2. Interferensi minimum (kedua gelombang cahaya berinterferensi saling memperlemah/destruktif)
  • 29.
    Cara mendapatkan gelombangcahaya koheren: 1. Pembelahan muka gelombang
  • 30.
    Pembelahan muka gelombang PrinsipHuygen yang menyatakan “Titik-titik yang terletak pada muka gelombang (front gelombang) merupakan sumber titik baru, yang akan merambatkan gelombang ke segala arah dengan muka gelombang sekunder yang berbentuk lingkaran. Muka gelombang baru adalah garis singgung muka-muka gelombang sekunder tersebut.”
  • 31.
    Contoh memperoleh duacahaya koheren Sumber cahaya monokromatik
  • 32.
    Sumber cahaya monokromatik  d sin Polagelaps1 s2 d Pola terang Pola terang pusa y Δy L
  • 34.
    Pada titik Oakan terjadi pola terang pusat karena S1O dan S2O memiliki jarak yang sama sehingga selisih lintasannya 0 (nol). Jika pada titik P terjadi pola interferansi, maka selisih lintasannya: S2O-S1O = d sin Untuk pola terang (maksimum) : d sin = 2n(λ/2) dengan n=0,1,2,3,4,….. (n=0 terang pusat) Untuk pola gelap (minimum) d sin = (2n-1)(λ/2) dengan n=1,2,3,4,….. Untuk L sangat jauh, maka  dianggap kecil sehingga sin = tan = y/L y
  • 35.
    Contoh: 1. Pada percobaanYoung digunakan digunakan dua celah sempit dengan jarak 2 mm ditempatkan sejauh 1 meter dari layar. Jika pita terang kedua yang terjadi pada layar berjarak 0,5 mm dari terang pusat, berapa panjang gelombang yang digunakan. Penyelesaian: Jarak antara dua celah d= 2 mm = 2x10-3 m Jarak celah ke layar L= 1 m Jarakpitaterang kedua(n=2), y=0,5 mm= 5x10-3m Ditanyakan panjang gelombangnya λ = …?
  • 36.
    Jawab : d(y/L) =(2n)(λ/2) 2x10-3 (5x10-3 / 1) = (2x2)(λ/2) 10x10-7 = 2λ λ = (10x10-7 / 2 ) = 5x10-7 meter
  • 37.
    Silisih lintasan = Padatitik A dari medium yang kurang rapat ke medium yang lebih rapat, sehingga terjadi pemantulan ujung terikat sebesar 180 derajat atau λ/2.   udaraselaput nAEnBCABx  rdnselaput cos2
  • 38.
    Denga demikian polaterang: 2 nseld cos r + ½ λ = 2 k x ½ λ atau 2 nsel d cos r = (2 k – 1) ½ λ pola gelap akan terjadi jika : 2 nsel d cos r = (2 k) ½ λ Dengan k adalah bilangan bulat = 1, 2, 3,.....................................
  • 39.
    Selisih lintasan =2 AB n = 2dn Pada titik B terjadi pemantulan ujung terikat sehingga terjadi loncatan fase 180o atau ½ λ. R R A r B d
  • 40.
    Pola terang r2 n= (2k – 1)1/2 λ R atau Pola gelap r2 n = k λ R atau Dengan n adalah indeks bias medium antara A dan B.   n Rk r 2/112   n Rk r  
  • 41.
    Sifat-sifat cahaya daninteraksinya terhadap sekitar seperti refleksi dan refraksi ini dikaji dengan pendekatan optik geometris. Sedangkan sifat-sifat cahaya dan interaksinya terhadap sekitar seperti interfernsi, difraksi, dispersi dan polarisasi ini dikaji dengan pendekatan optik fisis. Pada puncak era optika klasik, cahaya didefinisikan sebagai gelombang elektromagnetik karena gelombang cahaya dapat merambat secara transversal pada dua buah bidang tegak lurus yaitu pada medan magnetik dan medan listrik.
  • 42.
    Pada era modernini juga, banyak pemanfaatan cahaya dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai contoh adalah proyektor LCD dan LED. Proyektor LCD merupakan salah satu jenis proyektor yang digunakan untuk menampilkan video, gambar, atau data dari komputer pada sebuah layar atau sesuatu dengan permukaan datar. Untuk menampilkan gambar, proyektor LCD mengirim cahaya dari lampu halide logam yang diteruskan ke dalam prisma dan cahaya akan tersebar pada tiga panel polysilikon, yaitu komponen warna merah, hijau dan biru pada sinyal video.
  • 43.
    Proyektor LCD berisipanel cermin yang terpisah satu sama lain. Masing-masing panel terdiri dari dua pelat cermin yang di antara keduanya terdapat liquid crystal. Ketika terdapat perintah atau instruksi, kristal akan membuka agar cahaya dapat lewat atau menutup untuk mem-block cahaya tersebut. Membuka dan menutupnya pixel ini yang bisa membentuk gambar. Lampu yang digunakan pada proyektor LCD adalah lampu halide logam karena menghasilkan suhu warna yang ideal dan spektrum warna yang luas. lampu ini juga memiliki kemampuan untuk memproduksi cahaya dalam juga sangat besar dalam area kecil dengan arus proyektor sekitar 2.000-15.000 ANSI lumens.