Fina Ratih Wira Putri., M.Sc
PENDAHULUAN
Infeksi bakteri terjadi bila bakteri mampu melewati barrier
mukosa atau kulit dan menembus jaringan tubuh.
Pada umumnya,tubuh berhasil mengeliminasi bakteri tersebut dengan respon imun yang
dimiliki, tetapi bila bakteri berkembang biak lebih cepat daripada aktivitas respon imun
tersebut maka akan terjadi penyakit infeksi yang disertai dengan tanda-tanda inflamasi.
Terapi yang tepat harus mampu mencegah berkembangbiaknya bakteri lebih lanjut tanpa
membahayakan host.
Kapsul (Lendir) memberikan perlindungan terhadap kekeringan. Kebanyakan bakteri yang mempunyai kapsula itu
termasuk golongan bakteri yang ganas (virulent). Kapsula tersebut berguna untuk mengidentifikasi ciri spesiesnya.
Dinding sel terdiri atas bahan organik seperti selulosa, semiselulosa, kitin (karbohidrat yang mengandung unsur
N), tergantung kepada spesies bakteri. Fungsi dinding sel adalah memberikan bentuk tertentu pada sel,
memberikan perlindungan, mengatur keluar masuknya zat-zat kimia dan berperan dalam pembelahan sel.
Membran sitoplasma merupakan bungkus sitoplasma berperan dalam pembelahan sel. Tersusun atas protein dan
lipid.
Sitoplasma atau plasma sel suatu koloid yang mengandung karbohidrat, protein, enzim-enzim, belerang, kalsium
karbonat, dan volutin, yaitu suatu zat yang banyak mengandung asam ribonukleat (RNA).
JENIS BAKTERI
Gram Positif dan gram Negatif adalah klasifikasi bakteri yang dibedakan dari ciri- ciri fisik bakteri tersebut.
Perbedaan yang mendasar terdapat pada peptidoglikan yang terkandung dalam dinding sel kedua bakteri
tersebut. Saat identifikasi dengan pewarnaan bakteri gram positif akan berwarna sedangkan bakteri gram
negatif warna akan hilang saat disiram etanol.
Bakteri gram negatif lebih berbahaya saat menimbulkan penyakit dibanding gram positif karena bakteri jenis
gram negatif dapat menghasilkan endotoksin, dan memiliki enzim pada kapsula yang dapat menimbulkan
resistensi terhadap antibiotik.
ANTIBIOTIK
Obat yang digunakan untuk
mengatasi infeksi bakteri yang
merupakan segolongan senyawa, baik
alami maupun sintetik, yang
dihasilkan oleh mikroorganisme.
PENGGOLONGAN
ANTIBIOTIK
1. Berdasarkan Struktur Kimia
2. Berdasarkan Aktivitas Kerjanya
3. Berdasarkan Spektrum Kerjanya
4. Berdasarkan Mekanisme Kerjanya
STRUKTUR KIMIA
AKTIVITAS
KERJA
ANTIBIOTIK
Bakterisid
Antibiotika yang pada dosis biasa
secara aktif membasmi kuman.
Bakteriostatik
Antibiotika bakteriostatik bekerja
dengan mencegah atau
menghambat pertumbuhan kuman,
TIDAK MEMBUNUHNYA, sehingga
pembasmian kuman sangat tergantung
pada daya tahan tubuh.
PEMILIHAN TIPE
AKSI ANTIBIOTIK
Pemilihan tipe aksi antibiotik
di dasarkan pada:
1. Kasus pembawa kuman
(carrier),
2. Pasien-pasien dengan
kondisi yang sangat lemah
(debilitated)
3. Kasus-kasus dengan
depresi imunologik
4. Serangan bakteri pada
cerebrospinal
Tidak boleh memakai
antibiotika
bakteriostatik, tetapi
harus bakterisid.
SPEKTRUM
KERJA
Spektrum Luas (aktivitas luas)
Antibiotik yang bersifat aktif bekerja terhadap
banyak jenis mikroba yaitu bakteri gram positif
dan gram negatif.
Contoh:
- Sulfonamid
- Ampisilin
- Sefalosforin
- Kloramfenikol
- Tetrasiklin
- Rifampisin
Spektrum sempit (aktivitas sempit)
Antibiotik yang bersifat aktif bekerja hanya
terhadap beberapa jenis mikroba saja, bakteri
gram positif atau gram negatif saja.
Contohnya :
Hanya bekerja terhadap mikroba gram-positif :
- Eritromisin
- Klindamisin
- Kanamisin
Hanya bekerja terhadap kuman gram-negatif :
- Streptomisin
- Gentamisin
MEKANISME KERJA ANTIBIOTIK
Menghambat
Pembentukan
Dinding Sel
Pembentukan struktur peptidoglikan itu
dibantu oleh enzim transpeptidase yang
berfungsi untuk nyambung antara 1 unit
peptidoglikan dengan yg lainnya.
Selain transpeptidase, ada juga yg
namanya Penicillin Binding Proteins
(PBPs) yang juga terlibat dalam
sintesis peptidoglikan.
MEKANISME
PENGHAMBATAN
Struktur antibiotik β-lactam ini
menyerupai terminal D-alanyl-D-
alanine (D-Ala-D-Ala) pada
transpeptidase peptidoglikan,
sehingga si transpeptidase nantinya
akan berikatan dengan antibiotik tsb
dan akibatnya memodifikasi active
serine site dan mengakibatkan enzim
non aktif.
Hal yang sama juga berlaku pada PBPs
dimana residu serine juga akan terikat
dengan antibiotik dan mekanisme ini
bersifat irreversible.
Antibiotik yang bekerja pada dinding sel bakteri
Beta Laktam
•Penisillin
•Sefalosporin
•Monobaktam
•Karbapenem
Inhibitor Beta laktamse
• Asam klavunat
• Sulbaktam
• Tazobaktam
Basitrasin
Vankomisin
PENGGOLONGAN
ANTIBIOTIK BETA LAKTAM
Sefalosporin
Monobaktam
BETA LAKTAM
MONOSIKLIK
Karbapenem
Inhibitor
BETA
LAKTAM
Penisillin
BETA LAKTAM
GOLONGAN PENISILIN
Penisilin G
Biasanya diberikan Intra Muskular atau Intravena karena dirusak oleh asam lambung.
Penisilin V
Diberikan per Oral karena tahan terhadap asam lambung.
Sangat aktif terhadap kokus gram positif, tetapi cepat terhidrolisis oleh penisillinase dan
beta laktamase sehingga tidak efektif terhadap S. Aureus.
Ampisilin
Bisa diberikan per Oral, Intra Muskular maupun Intra Vena. Untuk pemakaian per oral, sebaiknya
diberikan saat perut kosong karena jika diberikan bersamaan dengan makanan maka bioavailabilitasnya
menurun. Bisa untuk terapi meningitis yg disebabkan oleh Listeria monocytogenes.
Amoxilin
Pemakaian per oral, bisa diberikan bersamaan dengan makanan karena biovailabilitasnya tidak
terpengaruh. Bisa digunakan untuk pengobatan gastric ulcer yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter
pylori.
Mempunyai aktivitas terhadap bakteri Gram-positif, juga mencakup mikroorganisme Gram-negatif,
seperti Haemophilus influenzae, Escherichia coli,dan Proteusmirabilis. Obat-obat ini sering diberikan
bersamai nhibitorbeta-laktamase (asamklavulanat,sulbaktam,tazobaktam) untuk mencegah hidrolisis
oleh beta-laktamase yang semakin banyak ditemukan pada bakteri Gram-negatif ini.
SEFALOSPORIN
Golongan sefalosporin memiliki keuntungan yaitu tahan terhadap asam lambung, namun
absorbsinya kurang begitu baik sehingga kebanyakan obat jenis ini diberikan secara intra muskular.
Antibiotik ini bekerja dengan menghambat sintesis dinding sel mikroba baik gram negatif maupun
gram positif.
Golongan sefalosporin dibagi menjadi 3 generasi:
Generasi I
Antibiotik yang efektif terhadap Gram-positif dan memiliki aktivitas sedang terhadap Gram-negatif.
Contohnya : Cefadroxil, Cefazolin, Cephalexin , Cephapirine, Cephadrine
Generasi II
Aktivitas antibiotik Gram-negatif yang lebih tinggi dari pada generasi-I.
Contohnya: Cefaclor, Cefamandole, Cefmatazole, Cefoxitin, Cefonicid
Generasi III:
Aktivitas kurang aktif terhadap kokus Gram-postif dibanding generasi-I, tapi lebih aktif terhadap
Enterobacteriaceae, termasuk strain yang memproduksi beta-laktamase. Seftazidim dan
Sefoperazon juga aktif terhadap P.aeruginosa, tapi kurang aktif dibanding generasi-III lainnya terhadap kokus
Gram-positif.
Contohnya : Cefotaxime, Cefdinir, Cefepime, Cefoperazone, Cefixime, Ceftazidim, Cefoperazon
Generasi IV :
Aktivitas lebih luas dibanding generasi-III dan tahan terhadap beta-laktamase.
Contohnya : Sefepim, sefpirom
KARBAPENEM
Karbapenem merupakan antibiotik lini ketiga yang mempunyai aktivitas antibiotik
yang lebih luas daripada sebagian besar beta-laktam lainnya.
Spektrum aktivitas menghambat sebagian besar Gram-positif, Gram-negatif, dan
anaerob yang sangat tahan terhadap beta-laktamase.
Efek samping: paling sering adalah mual dan muntah, dan kejang pada dosis tinggi
yang diberi pada pasien dengan lesi SSP atau dengan insufisiensi ginjal.
Meropenem dan doripenem mempunyai efikasi serupa imipenem, tetapi lebih
jarang menyebabkan kejang.
Contoh : Imipenem, Meropenem
MONOBAKTAM
beta-laktam monosiklik
Resisten terhadap beta-laktamase yang dibawa oleh bakteri Gram-negatif.
Aktif terutama terhadap bakteri Gram-negatif.
Aktivitasnya sangat baik terhadap Enterobacteriacease, P.aeruginosa,
H.influenzae dan gonokokus.
Diberikan secara parenteral terdistribusi baik keseluruh tubuh, termasuk cairan
serebrospinal.
Sebagian besar obat diekskresi utuh melalui urin
Contohnya : Aztreonam
INHIBITOR BETA LAKTAMASE
Inhibitor beta-laktamase melindungi antibiotik beta-laktam dengan cara
menginaktivasi beta-laktamase.
Contohnya: asam klavulanat, sulbaktam,
Asam klavulanat merupakan suicide inhibitor yang mengikat beta-laktamase dari
bakteri Gram-positif dan Gram-negatif secara ireversibel.
Obat ini dikombinasi dengan amoksisilin untuk pemberian oral dan dengan tikarsilin
untuk pemberian parenteral.
Sulbaktam dikombinasi dengan ampisilin untuk penggunaan parenteral, dan
kombinasi ini aktif terhadap kokus Gram-positif, termasuk S.aureus penghasil beta-
laktamase, aerob Gram-negatif (tapi tidak terhadap Pseudomonas) dan bakteri
anaerob.
Sulbaktam kurang poten dibanding klavulanat sebagai inhibitor beta-laktamase.
BASITRASIN
Basitrasin adalah kelompok yang terdiri dari antibiotik
polipeptida, yang utama adalah basitrasin A.
Berbagai kokus dan basil Gram-positif, Neisseria, H.influenzae, dan Treponema
pallidum sensitif terhadap obat ini.
Basitrasin tersedia dalam bentuk salep mata dan kulit, serta bedak untuk topikal.
Basitrasin jarang menyebabkan hipersensitivitas.
Pada beberapa sediaan, sering dikombinasi dengan neomisin dan/atau
polimiksin. Basitrasin bersifat nefrotoksik bila memasuki sirkulasi sistemik.
VANKOMISIN
Vankomisin merupakan antibiotik lini ketiga yang terutama aktif terhadap bakteri
Gram-positif.
Vankomisin hanya diindikasikan untuk infeksi yang disebabkan oleh S.aureus yang
resisten terhadap metisilin (MRSA).
Semua basil Gram-negatif dan mikobakteria resisten terhadap vankomisin.
Vankomisin diberikan secara intravena, dengan waktu paruh sekitar 6jam. Efek
sampingnya adalah reaksi hipersensitivitas, demam, flushing dan hipotensi (pada
infus cepat), serta gangguan pendengaran dan nefrotoksisitas pada dosis tinggi.
MENGHAMBAT SINTESIS PROTEIN
MENGHAMBAT SINTESIS PROTEIN
Antibiotika dengan Target
Kerja Ribosom Bakteri 50S
A. Chloramphenicol
B. Macrolide
1. Erithromycin
2. Clarithromycin
3. Azithromycin
4. Ketolide
C. Clindamycin (deriv.
lincomycin)
Antibiotika dengan Target
Kerja Ribosom Bakteri 30S
A. Tetracycline
1. Oxytetracycline
2. Doxycyline
B. Aminoglikosida
1. StreptomycIn
2. Neomycin, kanamycin
3. Gentamycin
4. Amikacin, tobramycin
CHLORAMFENIKOL
Kloramfenikol adalah antibiotik
berspektrum luas, menghambat
bakteri Gram-positif dan negatif,
aerob dan anaerob, Klamidia,
Ricketsia, dan Mikoplasma.
Efek samping
1. Supresi sumsum tulang,
2. Greybaby syndrome,
3. Neuritis optik pada anak,
4. Pertumbuhan kandida disaluran
cerna,
5. Ruam.
MAKROLIDA
(eritromisin, azitromisin, klaritromisin, roksitromisin)
Makrolida aktif terhadap bakteri Gram-positif, tetapi juga dapat menghambat
beberapa Enterococcus dan basil Gram-positif.
Eritromisin dalam bentuk basa bebas dapat diinaktivasi oleh asam, sehingga
pada pemberian oral,obat ini dibuat dalam sediaan salut enterik
.
Azitromisin lebih stabil terhadap asam jika dibanding eritromisin. Obat ini
dapat meningkatkan kadar SGOT dan SGPT pada hati.
Klaritromisin, Absorpsi peroral 55% dan meningkat jika diberikan bersama
makanan.
KLINDAMISIN
Menghambat sebagian besar
kokus Gram-positif dan sebagian
besar bakteri anaerob, tetapi
tidak bisa menghambat bakteri
Gram-negatif aerob seperti
Haemophilus, Mycoplasma dan
Chlamydia.
Aktivitas Mirip
Eritromisin
Efek samping: diare dan enterokolitis
pseudo membranosa.
TETRASIKLIN
Antibiotik yang termasuk
ke dalam golongan ini
adalah
1. Tetrasiklin,
2. Doksisiklin,
3. Oksitetrasiklin,
Antibiotik golongan ini
mempunyai spektrum
luas
AMINOGLIKOSIDA
Spektrum Luas
Obat golongan ini menghambat bakteri
aerob Gram-negatif.
Obat ini mempunyai indeks terapi sempit,
dengan toksisitas serius pada ginjal dan
pendengaran, khususnya pada pasien anak
dan usia lanjut.
Efek samping:
Toksisitas ginjal, ototoksisitas (auditorik
maupun vestibular), blokade neuromuskular
(lebih jarang).
Contoh :
1. StreptomycIn
2. Neomycin, kanamycin
3. Gentamycin
4. Tobramycin
MENGGANGGU
KEUTUHAN
MEMBRAN SEL
MIKROBA
Polimiksin
Golongan Polien yang dapat merusak
membran sel setelah bereaksi dengan
fosfat pada fosfolipid membran sel
mikroba.
Polimiksin tidak efektif terhadap
bakteri gram positif karena jumlah
fosfor bakteri ini rendah.
Bakteri gram negatif yang resisten
terhadap polimiksin ternyata jumlah
fosfornya menurun.
MENGHAMBAT SINTESIS ASAM
NUKLEAT
Senyawa kuinolon berkhasiat bakterisid pada
fase pertumbuhan kuman berdasarkan inhibisi
dua enzim bakteriil ( topo-isomerase ),
yakni
1. DNA-gyrase
2. Topo-isomerase IV
Yang menyebabkan sintesa DNA-nya
terganggu.
DNA gyrase adalah enzim yang mengkompres
DNA bakteri sehingga dapat diinkorporasi
dalam sel bakteri (proses memilin)
Topo-isomerase diperlukan bagi struktur ruang
DNA.
Kedua proses itu dihambat oleh kuinolon.
Enzim tersebut hanya terdapat pada kuman
dan tidak pada sel dari organisme yang
lebih tinggi.
Obat yang
Mempengaruhi
Sintesis atau
Metabolisme Asam
Nukleat
Kuinolon
Asam nalidiksat
Asam nalidiksat menghambat sebagian
besar Enterobacteriaceae.
Fluorokuinolon
Ciprofloksasin, ofloksasin, levofloksasin.
Nitrofuran
Nitrofuran
nitrofurantoin, furazolin, dan
nitrofurazon.
MENGHAMBAT ENZIM-ENZIM
ESSENSIAL DALAM METABOLIME
ASAM FOLAT
Tetrahidrofolat (THF) merupakan ko-enzim
untuk mensintesis basa purin dan pirimidin
yang diperlukan pada DNA dan RNA, dan
berperan pada pertumbuhan dan replikasi sel
1. Sulfonamide
Efeknya berupa bakteriostatik yang menghambat pertumbuhan dan replikasi bakteri.
Misalnya : Sulfametoxazole, Sulfacetamide
2.Trimethoprim
Menghambat enzim dihidrofolate reduktase, efeknya berupa bakteriostatik.
3. Cotrimoxazole
merupakan kombinasi dari sulfametoxazole dan trimethoprime. Karena trimethoprime dan sulfametoxazole memiliki efek
sinergis terhadap penghambatan sintesis tetrahidrofolat, maka aktifitas antibakterinya lebih baik dan resistensi pada bakteri
lebih kecil daripada kedua obat tersebut diberikan sendiri-sendiri.
FAKTOR-FAKTOR YANG
HARUS
DIPERTIMBANGKAN
PADA PENGGUNAAN
ANTIBIOTIK
Resistensi Mikroorganisme
Terhadap Antibiotik
Faktor Farmakokinetik dan
Farmakodinamik
Faktor Interaksi dan Efek
Samping Obat
Mekanisme
Resistensi
Resistensi adalah kemampuan bakteri
untuk menetralisir dan melemahkan
daya kerja antibiotik.
Beberapa cara yang dilakukan :
1. Merusak antibiotik dengan enzim
yang diproduksi.
2. Mengubah reseptor titik tangkap
antibiotik.
3. Mengubah fisiko-kimiawi target
sasaran antibiotik pada sel
bakteri.
4. Antibiotik tidak dapat menembus
dinding sel, akibat perubahan
sifat dinding sel bakteri
5. Antibiotik masuk ke dalam sel
bakteri, namun segera
dikeluarkan dari dalam sel melalui
mekanisme transport aktif ke
luar sel
Lima Prinsip Penggunaan
Antibiotik Bijak (Prudent)
Spektrum sempit, pada indikasi yang ketat dengan
dosis yang adekuat, interval dan lama pemberian yang
tepat.
Mengutamakan penggunaan antibiotik lini pertama
Menerapkan pedoman penggunaan antibiotik
Indikasi ketat
• Menegakkan diagnosis penyakit infeksi,
• Menggunakan informasi klinis
• Hasil pemeriksaan laboratorium seperti
mikrobiologi, serologi, dan penunjang lainnya
Pemilihan jenis antibiotik harus berdasar :
• Informasi tentang spektrum kuman penyebab
infeksi dan pola kepekaan kuman terhadap
antibiotik.
• Hasil pemeriksaan mikrobiologi atau perkiraan
kuman penyebab infeksi.
• Profil farmakokinetik dan farmakodinamik
antibiotik.
• Mmpertimbangkan hasil mikrobiologi dan
keadaan klinis pasien serta ketersediaan obat.
• Cost effective: obat dipilih atas dasar yang paling
cost effective dan aman
Pergunakan
Antibiotik
Secara Bijak

Farmakologi Antibiotik

  • 1.
    Fina Ratih WiraPutri., M.Sc
  • 2.
    PENDAHULUAN Infeksi bakteri terjadibila bakteri mampu melewati barrier mukosa atau kulit dan menembus jaringan tubuh. Pada umumnya,tubuh berhasil mengeliminasi bakteri tersebut dengan respon imun yang dimiliki, tetapi bila bakteri berkembang biak lebih cepat daripada aktivitas respon imun tersebut maka akan terjadi penyakit infeksi yang disertai dengan tanda-tanda inflamasi. Terapi yang tepat harus mampu mencegah berkembangbiaknya bakteri lebih lanjut tanpa membahayakan host.
  • 3.
    Kapsul (Lendir) memberikanperlindungan terhadap kekeringan. Kebanyakan bakteri yang mempunyai kapsula itu termasuk golongan bakteri yang ganas (virulent). Kapsula tersebut berguna untuk mengidentifikasi ciri spesiesnya. Dinding sel terdiri atas bahan organik seperti selulosa, semiselulosa, kitin (karbohidrat yang mengandung unsur N), tergantung kepada spesies bakteri. Fungsi dinding sel adalah memberikan bentuk tertentu pada sel, memberikan perlindungan, mengatur keluar masuknya zat-zat kimia dan berperan dalam pembelahan sel. Membran sitoplasma merupakan bungkus sitoplasma berperan dalam pembelahan sel. Tersusun atas protein dan lipid. Sitoplasma atau plasma sel suatu koloid yang mengandung karbohidrat, protein, enzim-enzim, belerang, kalsium karbonat, dan volutin, yaitu suatu zat yang banyak mengandung asam ribonukleat (RNA).
  • 4.
    JENIS BAKTERI Gram Positifdan gram Negatif adalah klasifikasi bakteri yang dibedakan dari ciri- ciri fisik bakteri tersebut. Perbedaan yang mendasar terdapat pada peptidoglikan yang terkandung dalam dinding sel kedua bakteri tersebut. Saat identifikasi dengan pewarnaan bakteri gram positif akan berwarna sedangkan bakteri gram negatif warna akan hilang saat disiram etanol. Bakteri gram negatif lebih berbahaya saat menimbulkan penyakit dibanding gram positif karena bakteri jenis gram negatif dapat menghasilkan endotoksin, dan memiliki enzim pada kapsula yang dapat menimbulkan resistensi terhadap antibiotik.
  • 5.
    ANTIBIOTIK Obat yang digunakanuntuk mengatasi infeksi bakteri yang merupakan segolongan senyawa, baik alami maupun sintetik, yang dihasilkan oleh mikroorganisme.
  • 6.
    PENGGOLONGAN ANTIBIOTIK 1. Berdasarkan StrukturKimia 2. Berdasarkan Aktivitas Kerjanya 3. Berdasarkan Spektrum Kerjanya 4. Berdasarkan Mekanisme Kerjanya
  • 7.
  • 8.
    AKTIVITAS KERJA ANTIBIOTIK Bakterisid Antibiotika yang padadosis biasa secara aktif membasmi kuman. Bakteriostatik Antibiotika bakteriostatik bekerja dengan mencegah atau menghambat pertumbuhan kuman, TIDAK MEMBUNUHNYA, sehingga pembasmian kuman sangat tergantung pada daya tahan tubuh.
  • 9.
    PEMILIHAN TIPE AKSI ANTIBIOTIK Pemilihantipe aksi antibiotik di dasarkan pada: 1. Kasus pembawa kuman (carrier), 2. Pasien-pasien dengan kondisi yang sangat lemah (debilitated) 3. Kasus-kasus dengan depresi imunologik 4. Serangan bakteri pada cerebrospinal Tidak boleh memakai antibiotika bakteriostatik, tetapi harus bakterisid.
  • 10.
    SPEKTRUM KERJA Spektrum Luas (aktivitasluas) Antibiotik yang bersifat aktif bekerja terhadap banyak jenis mikroba yaitu bakteri gram positif dan gram negatif. Contoh: - Sulfonamid - Ampisilin - Sefalosforin - Kloramfenikol - Tetrasiklin - Rifampisin Spektrum sempit (aktivitas sempit) Antibiotik yang bersifat aktif bekerja hanya terhadap beberapa jenis mikroba saja, bakteri gram positif atau gram negatif saja. Contohnya : Hanya bekerja terhadap mikroba gram-positif : - Eritromisin - Klindamisin - Kanamisin Hanya bekerja terhadap kuman gram-negatif : - Streptomisin - Gentamisin
  • 11.
  • 12.
    Menghambat Pembentukan Dinding Sel Pembentukan strukturpeptidoglikan itu dibantu oleh enzim transpeptidase yang berfungsi untuk nyambung antara 1 unit peptidoglikan dengan yg lainnya. Selain transpeptidase, ada juga yg namanya Penicillin Binding Proteins (PBPs) yang juga terlibat dalam sintesis peptidoglikan.
  • 13.
    MEKANISME PENGHAMBATAN Struktur antibiotik β-lactamini menyerupai terminal D-alanyl-D- alanine (D-Ala-D-Ala) pada transpeptidase peptidoglikan, sehingga si transpeptidase nantinya akan berikatan dengan antibiotik tsb dan akibatnya memodifikasi active serine site dan mengakibatkan enzim non aktif. Hal yang sama juga berlaku pada PBPs dimana residu serine juga akan terikat dengan antibiotik dan mekanisme ini bersifat irreversible.
  • 14.
    Antibiotik yang bekerjapada dinding sel bakteri Beta Laktam •Penisillin •Sefalosporin •Monobaktam •Karbapenem Inhibitor Beta laktamse • Asam klavunat • Sulbaktam • Tazobaktam Basitrasin Vankomisin
  • 15.
    PENGGOLONGAN ANTIBIOTIK BETA LAKTAM Sefalosporin Monobaktam BETALAKTAM MONOSIKLIK Karbapenem Inhibitor BETA LAKTAM Penisillin BETA LAKTAM
  • 16.
    GOLONGAN PENISILIN Penisilin G Biasanyadiberikan Intra Muskular atau Intravena karena dirusak oleh asam lambung. Penisilin V Diberikan per Oral karena tahan terhadap asam lambung. Sangat aktif terhadap kokus gram positif, tetapi cepat terhidrolisis oleh penisillinase dan beta laktamase sehingga tidak efektif terhadap S. Aureus. Ampisilin Bisa diberikan per Oral, Intra Muskular maupun Intra Vena. Untuk pemakaian per oral, sebaiknya diberikan saat perut kosong karena jika diberikan bersamaan dengan makanan maka bioavailabilitasnya menurun. Bisa untuk terapi meningitis yg disebabkan oleh Listeria monocytogenes. Amoxilin Pemakaian per oral, bisa diberikan bersamaan dengan makanan karena biovailabilitasnya tidak terpengaruh. Bisa digunakan untuk pengobatan gastric ulcer yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori. Mempunyai aktivitas terhadap bakteri Gram-positif, juga mencakup mikroorganisme Gram-negatif, seperti Haemophilus influenzae, Escherichia coli,dan Proteusmirabilis. Obat-obat ini sering diberikan bersamai nhibitorbeta-laktamase (asamklavulanat,sulbaktam,tazobaktam) untuk mencegah hidrolisis oleh beta-laktamase yang semakin banyak ditemukan pada bakteri Gram-negatif ini.
  • 17.
    SEFALOSPORIN Golongan sefalosporin memilikikeuntungan yaitu tahan terhadap asam lambung, namun absorbsinya kurang begitu baik sehingga kebanyakan obat jenis ini diberikan secara intra muskular. Antibiotik ini bekerja dengan menghambat sintesis dinding sel mikroba baik gram negatif maupun gram positif. Golongan sefalosporin dibagi menjadi 3 generasi: Generasi I Antibiotik yang efektif terhadap Gram-positif dan memiliki aktivitas sedang terhadap Gram-negatif. Contohnya : Cefadroxil, Cefazolin, Cephalexin , Cephapirine, Cephadrine Generasi II Aktivitas antibiotik Gram-negatif yang lebih tinggi dari pada generasi-I. Contohnya: Cefaclor, Cefamandole, Cefmatazole, Cefoxitin, Cefonicid Generasi III: Aktivitas kurang aktif terhadap kokus Gram-postif dibanding generasi-I, tapi lebih aktif terhadap Enterobacteriaceae, termasuk strain yang memproduksi beta-laktamase. Seftazidim dan Sefoperazon juga aktif terhadap P.aeruginosa, tapi kurang aktif dibanding generasi-III lainnya terhadap kokus Gram-positif. Contohnya : Cefotaxime, Cefdinir, Cefepime, Cefoperazone, Cefixime, Ceftazidim, Cefoperazon Generasi IV : Aktivitas lebih luas dibanding generasi-III dan tahan terhadap beta-laktamase. Contohnya : Sefepim, sefpirom
  • 18.
    KARBAPENEM Karbapenem merupakan antibiotiklini ketiga yang mempunyai aktivitas antibiotik yang lebih luas daripada sebagian besar beta-laktam lainnya. Spektrum aktivitas menghambat sebagian besar Gram-positif, Gram-negatif, dan anaerob yang sangat tahan terhadap beta-laktamase. Efek samping: paling sering adalah mual dan muntah, dan kejang pada dosis tinggi yang diberi pada pasien dengan lesi SSP atau dengan insufisiensi ginjal. Meropenem dan doripenem mempunyai efikasi serupa imipenem, tetapi lebih jarang menyebabkan kejang. Contoh : Imipenem, Meropenem
  • 19.
    MONOBAKTAM beta-laktam monosiklik Resisten terhadapbeta-laktamase yang dibawa oleh bakteri Gram-negatif. Aktif terutama terhadap bakteri Gram-negatif. Aktivitasnya sangat baik terhadap Enterobacteriacease, P.aeruginosa, H.influenzae dan gonokokus. Diberikan secara parenteral terdistribusi baik keseluruh tubuh, termasuk cairan serebrospinal. Sebagian besar obat diekskresi utuh melalui urin Contohnya : Aztreonam
  • 20.
    INHIBITOR BETA LAKTAMASE Inhibitorbeta-laktamase melindungi antibiotik beta-laktam dengan cara menginaktivasi beta-laktamase. Contohnya: asam klavulanat, sulbaktam, Asam klavulanat merupakan suicide inhibitor yang mengikat beta-laktamase dari bakteri Gram-positif dan Gram-negatif secara ireversibel. Obat ini dikombinasi dengan amoksisilin untuk pemberian oral dan dengan tikarsilin untuk pemberian parenteral. Sulbaktam dikombinasi dengan ampisilin untuk penggunaan parenteral, dan kombinasi ini aktif terhadap kokus Gram-positif, termasuk S.aureus penghasil beta- laktamase, aerob Gram-negatif (tapi tidak terhadap Pseudomonas) dan bakteri anaerob. Sulbaktam kurang poten dibanding klavulanat sebagai inhibitor beta-laktamase.
  • 21.
    BASITRASIN Basitrasin adalah kelompokyang terdiri dari antibiotik polipeptida, yang utama adalah basitrasin A. Berbagai kokus dan basil Gram-positif, Neisseria, H.influenzae, dan Treponema pallidum sensitif terhadap obat ini. Basitrasin tersedia dalam bentuk salep mata dan kulit, serta bedak untuk topikal. Basitrasin jarang menyebabkan hipersensitivitas. Pada beberapa sediaan, sering dikombinasi dengan neomisin dan/atau polimiksin. Basitrasin bersifat nefrotoksik bila memasuki sirkulasi sistemik.
  • 22.
    VANKOMISIN Vankomisin merupakan antibiotiklini ketiga yang terutama aktif terhadap bakteri Gram-positif. Vankomisin hanya diindikasikan untuk infeksi yang disebabkan oleh S.aureus yang resisten terhadap metisilin (MRSA). Semua basil Gram-negatif dan mikobakteria resisten terhadap vankomisin. Vankomisin diberikan secara intravena, dengan waktu paruh sekitar 6jam. Efek sampingnya adalah reaksi hipersensitivitas, demam, flushing dan hipotensi (pada infus cepat), serta gangguan pendengaran dan nefrotoksisitas pada dosis tinggi.
  • 23.
  • 24.
    MENGHAMBAT SINTESIS PROTEIN Antibiotikadengan Target Kerja Ribosom Bakteri 50S A. Chloramphenicol B. Macrolide 1. Erithromycin 2. Clarithromycin 3. Azithromycin 4. Ketolide C. Clindamycin (deriv. lincomycin) Antibiotika dengan Target Kerja Ribosom Bakteri 30S A. Tetracycline 1. Oxytetracycline 2. Doxycyline B. Aminoglikosida 1. StreptomycIn 2. Neomycin, kanamycin 3. Gentamycin 4. Amikacin, tobramycin
  • 25.
    CHLORAMFENIKOL Kloramfenikol adalah antibiotik berspektrumluas, menghambat bakteri Gram-positif dan negatif, aerob dan anaerob, Klamidia, Ricketsia, dan Mikoplasma. Efek samping 1. Supresi sumsum tulang, 2. Greybaby syndrome, 3. Neuritis optik pada anak, 4. Pertumbuhan kandida disaluran cerna, 5. Ruam.
  • 26.
    MAKROLIDA (eritromisin, azitromisin, klaritromisin,roksitromisin) Makrolida aktif terhadap bakteri Gram-positif, tetapi juga dapat menghambat beberapa Enterococcus dan basil Gram-positif. Eritromisin dalam bentuk basa bebas dapat diinaktivasi oleh asam, sehingga pada pemberian oral,obat ini dibuat dalam sediaan salut enterik . Azitromisin lebih stabil terhadap asam jika dibanding eritromisin. Obat ini dapat meningkatkan kadar SGOT dan SGPT pada hati. Klaritromisin, Absorpsi peroral 55% dan meningkat jika diberikan bersama makanan.
  • 27.
    KLINDAMISIN Menghambat sebagian besar kokusGram-positif dan sebagian besar bakteri anaerob, tetapi tidak bisa menghambat bakteri Gram-negatif aerob seperti Haemophilus, Mycoplasma dan Chlamydia. Aktivitas Mirip Eritromisin Efek samping: diare dan enterokolitis pseudo membranosa.
  • 28.
    TETRASIKLIN Antibiotik yang termasuk kedalam golongan ini adalah 1. Tetrasiklin, 2. Doksisiklin, 3. Oksitetrasiklin, Antibiotik golongan ini mempunyai spektrum luas
  • 29.
    AMINOGLIKOSIDA Spektrum Luas Obat golonganini menghambat bakteri aerob Gram-negatif. Obat ini mempunyai indeks terapi sempit, dengan toksisitas serius pada ginjal dan pendengaran, khususnya pada pasien anak dan usia lanjut. Efek samping: Toksisitas ginjal, ototoksisitas (auditorik maupun vestibular), blokade neuromuskular (lebih jarang). Contoh : 1. StreptomycIn 2. Neomycin, kanamycin 3. Gentamycin 4. Tobramycin
  • 30.
    MENGGANGGU KEUTUHAN MEMBRAN SEL MIKROBA Polimiksin Golongan Polienyang dapat merusak membran sel setelah bereaksi dengan fosfat pada fosfolipid membran sel mikroba. Polimiksin tidak efektif terhadap bakteri gram positif karena jumlah fosfor bakteri ini rendah. Bakteri gram negatif yang resisten terhadap polimiksin ternyata jumlah fosfornya menurun.
  • 31.
    MENGHAMBAT SINTESIS ASAM NUKLEAT Senyawakuinolon berkhasiat bakterisid pada fase pertumbuhan kuman berdasarkan inhibisi dua enzim bakteriil ( topo-isomerase ), yakni 1. DNA-gyrase 2. Topo-isomerase IV Yang menyebabkan sintesa DNA-nya terganggu. DNA gyrase adalah enzim yang mengkompres DNA bakteri sehingga dapat diinkorporasi dalam sel bakteri (proses memilin) Topo-isomerase diperlukan bagi struktur ruang DNA. Kedua proses itu dihambat oleh kuinolon. Enzim tersebut hanya terdapat pada kuman dan tidak pada sel dari organisme yang lebih tinggi.
  • 32.
    Obat yang Mempengaruhi Sintesis atau MetabolismeAsam Nukleat Kuinolon Asam nalidiksat Asam nalidiksat menghambat sebagian besar Enterobacteriaceae. Fluorokuinolon Ciprofloksasin, ofloksasin, levofloksasin. Nitrofuran Nitrofuran nitrofurantoin, furazolin, dan nitrofurazon.
  • 33.
    MENGHAMBAT ENZIM-ENZIM ESSENSIAL DALAMMETABOLIME ASAM FOLAT Tetrahidrofolat (THF) merupakan ko-enzim untuk mensintesis basa purin dan pirimidin yang diperlukan pada DNA dan RNA, dan berperan pada pertumbuhan dan replikasi sel 1. Sulfonamide Efeknya berupa bakteriostatik yang menghambat pertumbuhan dan replikasi bakteri. Misalnya : Sulfametoxazole, Sulfacetamide 2.Trimethoprim Menghambat enzim dihidrofolate reduktase, efeknya berupa bakteriostatik. 3. Cotrimoxazole merupakan kombinasi dari sulfametoxazole dan trimethoprime. Karena trimethoprime dan sulfametoxazole memiliki efek sinergis terhadap penghambatan sintesis tetrahidrofolat, maka aktifitas antibakterinya lebih baik dan resistensi pada bakteri lebih kecil daripada kedua obat tersebut diberikan sendiri-sendiri.
  • 34.
    FAKTOR-FAKTOR YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN PADA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK ResistensiMikroorganisme Terhadap Antibiotik Faktor Farmakokinetik dan Farmakodinamik Faktor Interaksi dan Efek Samping Obat
  • 35.
    Mekanisme Resistensi Resistensi adalah kemampuanbakteri untuk menetralisir dan melemahkan daya kerja antibiotik. Beberapa cara yang dilakukan : 1. Merusak antibiotik dengan enzim yang diproduksi. 2. Mengubah reseptor titik tangkap antibiotik. 3. Mengubah fisiko-kimiawi target sasaran antibiotik pada sel bakteri. 4. Antibiotik tidak dapat menembus dinding sel, akibat perubahan sifat dinding sel bakteri 5. Antibiotik masuk ke dalam sel bakteri, namun segera dikeluarkan dari dalam sel melalui mekanisme transport aktif ke luar sel
  • 36.
    Lima Prinsip Penggunaan AntibiotikBijak (Prudent) Spektrum sempit, pada indikasi yang ketat dengan dosis yang adekuat, interval dan lama pemberian yang tepat. Mengutamakan penggunaan antibiotik lini pertama Menerapkan pedoman penggunaan antibiotik Indikasi ketat • Menegakkan diagnosis penyakit infeksi, • Menggunakan informasi klinis • Hasil pemeriksaan laboratorium seperti mikrobiologi, serologi, dan penunjang lainnya Pemilihan jenis antibiotik harus berdasar : • Informasi tentang spektrum kuman penyebab infeksi dan pola kepekaan kuman terhadap antibiotik. • Hasil pemeriksaan mikrobiologi atau perkiraan kuman penyebab infeksi. • Profil farmakokinetik dan farmakodinamik antibiotik. • Mmpertimbangkan hasil mikrobiologi dan keadaan klinis pasien serta ketersediaan obat. • Cost effective: obat dipilih atas dasar yang paling cost effective dan aman
  • 37.