ANTI PROTOZOA
Fina Ratih Wira Putri., M.Sc., Apt
1. Metabolisme sel protozoa (eukariotik)
mirip dengan manusia yang merupakan
pejamu (host) dibandingkan dengan
metabolisme bakteri patogen (prokariotik)
2. Penanganan infeksi protozoa lebih sulit
dibandingkan infeksi bakteri
3. Banyak obat antiprotozoa menimbulkan
efek toksik pada host .
4. Sel host dengan proses metabolisme yang
tinggi rentan
5. Sumsum tulang , tubulus ginjal , usus ,
neuronal.
6. Antiprotozoa tidak aman selama
kehamilan
Infeksi Protozoa
Infeksi
Protozoa
1. Amebiasis
2. Giardiasis
3. Malaria
Obat Antiprotozoa
1.Kemoterapi untuk amebiasis
2.Kemoterapi untuk giardiasis
3.Kemoterapi untuk malaria
Amebiasis terjadi karena menelan
makanan yang terkontaminasi dengan
Entamoeba Histolyticacysts
Siklus Hidup
Entamoeba histolyticaexists dalam dua
bentuk :
1. Cysts :
o Dapat bertahan hidup di luar tubuh
manusia
o Mengubah ke trofozoit .
2. Trophozoites:
o Reproduksi
o Menginvasi dinding usus besar,
menyebabkan ulserasi dan dapat
bermigrasi ke lain jaringan ,
terutama hati .
o Transformasi untuk kista yang
diekskresikan dalam kotoran.
1.Kista masuk kedalam tubuh
2.Pembentukan trofozoit
3.Penetrasi pada dinding usus
4.Multiplikasi dari trofozoit
dalam usus dinding.
5.Invasi sistemik .
6.Pembentukan kista di rektum
dan ekskresi di kotoran.
Siklus Hidup
PRESENTASI KLINIS
 Infeksi intestinal tanpa gejala (Carriers, melewati kista )
 Ringan sampai sedang penyakit usus (Non disentri
Colitis )
 Infeksi usus yang parah ( Disentri )
 Abses hati
 Ameboma (lesi lokal granulomatosa usus )
 Penyakit ekstra intestinal ( selain hati abses).
Kerja obat anti amoeba
1. Infeksi pada intestinal
2. Infeksi pada jaringan dan sistemik
3. Kombinasi infeksi
Lumen AMOEBICIDES
Bekerja pada parasit dalam intestinal sebagai pengobatan
asimtomatik amebiasis  terdapat kista
Terdiri dari :
• Diloxanide furoat
Golongan Halogenasi Hydroxyquinolines
• Iodoquinol
Golongan Antibiotik
• Tetracyclines
• Paramomycin
• Erythromycin
Amebiasis Jaringan
Secara prinsip bekerja pada dinding intestinal dan liver (atau jaringan extra
intestinal)
Digunakan untuk pengobatan bentuk penyakit yang menyerang sistemik dari
Penyakit seperti abses hati atau infeksi dinding usus.
• Emetine
• Dehydroemetine
• Klorokuin ( hati saja)
Obat untuk Infeksi Kombinasi
Efektif melawan kedua jenis infeksi baik infeksi intestinal maupun sistemik
o Metronidazol
o Tinidazol
Digunakan juga sebagai first line terapi pada kasus Giardiasis dan trichomonas
vaginalis
PENGOBATAN
MALARIA
• Terdapat empat spesies plasmodium penyebab malaria
pada manusia :
– Plasmodium Vivax
– Plasmodium Ovale
– Plasmodium Malarie
– Plasmodium Falciparum
• Plasmodium Falciparum merupakan jenis malaria
terberat dan dapat menyebabkan kematian
• Resistensi obat menjadi masalah utama dalam terapi
terutama terapi plasmodium falciparum
Siklus
Plasmodium
1. Nyamuk Anopeles menginokulasi sporozoit
plasmodium ke manusia
2. Sporozoit yang bersirkulasi cepat menyerang
hati manusia
3. Skizon jaringan pada stadium eksieritrosik
menjadi matang dalam hati
4. Merozoit kemudian dilepaskan dari hati dan
menyerang eritrosit
• Hanya parasit eritrositik yang menimbulkan gejala klinis
• Siklus infeksi yang berulang dapat menginfeksi banyak eritrosit dan menimbulkan penyakit berat
• Stadium seksual berupa gametosit juga berkembang dalam eritrosit sebelum diambil oleh nyamuk
• Pada infeksi P. Falciparum dan P. Malaria hanya terjadi satu siklus invasi dan multiplikasi di sel hati
dan infeksi berhenti spontan dalam waktu kurang dari 4 minggu
Klasifikasi Obat Malaria
Berdasarkan cara kerjanya pada tahapan perkembangan
plasmodium
• Obat yang bekerja terhadap parasit eritrosit  Skizontisid Darah
• Obat yang mengelimasi bentuk hepatik yang dorman atau sedang
berkembang  Skizontisid jaringan
• Obat yang membunuh stadium seksual dan mencegah transmisi ke
nyamuk  Gametosid
• Obat yang menghambat perkembangan gametosit didalam tubuh
nyamuk yang menghisap darah penderita tapi tidak menghancurkan
gametosit  Sporontizid
Penggunaan
Profilaksis
Supresi Skizontisid Darah
Kausal
Skizontisid
Jaringan
Pencegahan Transmisi
Gametosid
Sporontosid
Kuratif Skizontisid Darah
Skizontisid Darah
Terdapat dua tipe :
Tipe I
a. Klorokuin
b. Meflokuin
c. Halofantrine
d. Lumefantrine
e. Kuinin
f. Artemisin
Tipe II
a. Proguanil,
b. Pirimetamin
c. Sulfadoxine.
Skizontizid Jaringan
1.Proguanil
2.Pirimetamine
Gametosid
1. Primakuin
2. Klorokuin
3. Kuinin
Note :
Primakuin hanya membunuh
gametosid pada plasmodium
falciparum
Sporontizid
1. Proguanil
2. Pirimetamine
3. Primakuin
Obat Golongan Kegunaan
Kloroquin 4-aminokuinolin Terapi dan kemofilaksis infeksi parasit yang sensitif
Kuinin 4-aminokuinolin Terapi infeksi beberapa galur P. Falsciparum resisten kloroquin
Kuinidin Kuinolon metanol Terapi intravena infeksi berat P. Falciparum
Mefloquine 4-aminokuinolin Kemoprofilaksis dan terapi infeksi P falciparum
Primakuin 8-aminokuinolon Terapi radikal dan profilaksis terminal infeksi P. Vivax dan P Ovale
Sulfadoxine-
pyrimethamine
Kombinasi antagonis
asam folat
Terapi infeksi beberapa P. Falciparum resisten Klorokuin
Proguanil Antagonis asam folat Kemoprofilaksis dengan klorokuin
Pirimetamine Antagonis asam folat Kemoprofilaksis dengan klorokuin
Halofantrine Fenantren Metanol Terapi infeksi beberapa P. Falciparum resisten Klorokuin
Lumefantrine Amil Alkohol Terapi malaria P.Falciparum dengan kombinasi tetap dengan artemer
Artemisinin Seskuiterpen lakton
endoperoksida
Terapi infeksi beberapa P. Falciparum resisten-berbagai obat
Doksisiklin tetrasiklin Terapi dengan kuinin infeksi P. Falciparum ; kemoprofilaksis
Obat Anti Malaria Utama

Antiprotozoa

  • 1.
    ANTI PROTOZOA Fina RatihWira Putri., M.Sc., Apt
  • 2.
    1. Metabolisme selprotozoa (eukariotik) mirip dengan manusia yang merupakan pejamu (host) dibandingkan dengan metabolisme bakteri patogen (prokariotik) 2. Penanganan infeksi protozoa lebih sulit dibandingkan infeksi bakteri 3. Banyak obat antiprotozoa menimbulkan efek toksik pada host . 4. Sel host dengan proses metabolisme yang tinggi rentan 5. Sumsum tulang , tubulus ginjal , usus , neuronal. 6. Antiprotozoa tidak aman selama kehamilan Infeksi Protozoa
  • 3.
  • 4.
    Obat Antiprotozoa 1.Kemoterapi untukamebiasis 2.Kemoterapi untuk giardiasis 3.Kemoterapi untuk malaria
  • 5.
    Amebiasis terjadi karenamenelan makanan yang terkontaminasi dengan Entamoeba Histolyticacysts
  • 6.
    Siklus Hidup Entamoeba histolyticaexistsdalam dua bentuk : 1. Cysts : o Dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia o Mengubah ke trofozoit . 2. Trophozoites: o Reproduksi o Menginvasi dinding usus besar, menyebabkan ulserasi dan dapat bermigrasi ke lain jaringan , terutama hati . o Transformasi untuk kista yang diekskresikan dalam kotoran.
  • 7.
    1.Kista masuk kedalamtubuh 2.Pembentukan trofozoit 3.Penetrasi pada dinding usus 4.Multiplikasi dari trofozoit dalam usus dinding. 5.Invasi sistemik . 6.Pembentukan kista di rektum dan ekskresi di kotoran. Siklus Hidup
  • 9.
    PRESENTASI KLINIS  Infeksiintestinal tanpa gejala (Carriers, melewati kista )  Ringan sampai sedang penyakit usus (Non disentri Colitis )  Infeksi usus yang parah ( Disentri )  Abses hati  Ameboma (lesi lokal granulomatosa usus )  Penyakit ekstra intestinal ( selain hati abses).
  • 10.
    Kerja obat antiamoeba 1. Infeksi pada intestinal 2. Infeksi pada jaringan dan sistemik 3. Kombinasi infeksi
  • 12.
    Lumen AMOEBICIDES Bekerja padaparasit dalam intestinal sebagai pengobatan asimtomatik amebiasis  terdapat kista Terdiri dari : • Diloxanide furoat Golongan Halogenasi Hydroxyquinolines • Iodoquinol Golongan Antibiotik • Tetracyclines • Paramomycin • Erythromycin
  • 13.
    Amebiasis Jaringan Secara prinsipbekerja pada dinding intestinal dan liver (atau jaringan extra intestinal) Digunakan untuk pengobatan bentuk penyakit yang menyerang sistemik dari Penyakit seperti abses hati atau infeksi dinding usus. • Emetine • Dehydroemetine • Klorokuin ( hati saja)
  • 14.
    Obat untuk InfeksiKombinasi Efektif melawan kedua jenis infeksi baik infeksi intestinal maupun sistemik o Metronidazol o Tinidazol Digunakan juga sebagai first line terapi pada kasus Giardiasis dan trichomonas vaginalis
  • 15.
    PENGOBATAN MALARIA • Terdapat empatspesies plasmodium penyebab malaria pada manusia : – Plasmodium Vivax – Plasmodium Ovale – Plasmodium Malarie – Plasmodium Falciparum • Plasmodium Falciparum merupakan jenis malaria terberat dan dapat menyebabkan kematian • Resistensi obat menjadi masalah utama dalam terapi terutama terapi plasmodium falciparum
  • 17.
    Siklus Plasmodium 1. Nyamuk Anopelesmenginokulasi sporozoit plasmodium ke manusia 2. Sporozoit yang bersirkulasi cepat menyerang hati manusia 3. Skizon jaringan pada stadium eksieritrosik menjadi matang dalam hati 4. Merozoit kemudian dilepaskan dari hati dan menyerang eritrosit
  • 18.
    • Hanya parasiteritrositik yang menimbulkan gejala klinis • Siklus infeksi yang berulang dapat menginfeksi banyak eritrosit dan menimbulkan penyakit berat • Stadium seksual berupa gametosit juga berkembang dalam eritrosit sebelum diambil oleh nyamuk • Pada infeksi P. Falciparum dan P. Malaria hanya terjadi satu siklus invasi dan multiplikasi di sel hati dan infeksi berhenti spontan dalam waktu kurang dari 4 minggu
  • 19.
    Klasifikasi Obat Malaria Berdasarkancara kerjanya pada tahapan perkembangan plasmodium • Obat yang bekerja terhadap parasit eritrosit  Skizontisid Darah • Obat yang mengelimasi bentuk hepatik yang dorman atau sedang berkembang  Skizontisid jaringan • Obat yang membunuh stadium seksual dan mencegah transmisi ke nyamuk  Gametosid • Obat yang menghambat perkembangan gametosit didalam tubuh nyamuk yang menghisap darah penderita tapi tidak menghancurkan gametosit  Sporontizid
  • 20.
    Penggunaan Profilaksis Supresi Skizontisid Darah Kausal Skizontisid Jaringan PencegahanTransmisi Gametosid Sporontosid Kuratif Skizontisid Darah
  • 21.
    Skizontisid Darah Terdapat duatipe : Tipe I a. Klorokuin b. Meflokuin c. Halofantrine d. Lumefantrine e. Kuinin f. Artemisin Tipe II a. Proguanil, b. Pirimetamin c. Sulfadoxine.
  • 22.
  • 23.
    Gametosid 1. Primakuin 2. Klorokuin 3.Kuinin Note : Primakuin hanya membunuh gametosid pada plasmodium falciparum
  • 24.
  • 26.
    Obat Golongan Kegunaan Kloroquin4-aminokuinolin Terapi dan kemofilaksis infeksi parasit yang sensitif Kuinin 4-aminokuinolin Terapi infeksi beberapa galur P. Falsciparum resisten kloroquin Kuinidin Kuinolon metanol Terapi intravena infeksi berat P. Falciparum Mefloquine 4-aminokuinolin Kemoprofilaksis dan terapi infeksi P falciparum Primakuin 8-aminokuinolon Terapi radikal dan profilaksis terminal infeksi P. Vivax dan P Ovale Sulfadoxine- pyrimethamine Kombinasi antagonis asam folat Terapi infeksi beberapa P. Falciparum resisten Klorokuin Proguanil Antagonis asam folat Kemoprofilaksis dengan klorokuin Pirimetamine Antagonis asam folat Kemoprofilaksis dengan klorokuin Halofantrine Fenantren Metanol Terapi infeksi beberapa P. Falciparum resisten Klorokuin Lumefantrine Amil Alkohol Terapi malaria P.Falciparum dengan kombinasi tetap dengan artemer Artemisinin Seskuiterpen lakton endoperoksida Terapi infeksi beberapa P. Falciparum resisten-berbagai obat Doksisiklin tetrasiklin Terapi dengan kuinin infeksi P. Falciparum ; kemoprofilaksis Obat Anti Malaria Utama