Presented by:
Eko Kurniadi
Bazari Azhar
Miftahurrahmat
Table of Content
Latar Belakang
• Ekonom dari Institute for Development of Economics and
Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus berpendapat postur
Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Indonesia tidak
proporsional baik dari sisi pendapatan maupun belanja
• “Dari sisi pendapatan, masih rendah tax ratio adalah cerminan
ketidakmampuan pemerintah dalam menggenjot pendapatan
negara dari sektor pajak
• Sementara dari sisi belanja, permasalahannya lebih
fundamental, yaitu postur APBN sangat tidak proporsional”
• Menurut Heri, postur belanja negara, dari tahun ke tahun sekitar
70 persen hanya untuk membiayai birokrasi dan belanja rutin
lainnya.
• Bahkan, pada APBN 2013 tersandera oleh besarnya subsidi
Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kewajiban pembayaran bunga
utang
Perkembangan Harga Minyak Dunia
Tinjauan Pustaka
• Reformasi dan Penguatan institusi keuangan negara mutlak
dilakukan sebagai upaya pengamanan sumber-sumber kuangan
negara dan sebagai wujud tanggungjawab terhadap
masyarakat
• Dalam Bab 8 hal Keuangan UUD 1945, diatur Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ditetapkan setiap tahun
dengan UU
• Pada tanggal 5 April 2003, secara resmi UU Nomor 17 Tahun
2003 tentang Keuangan Negara (UU Keuangan Negara)
diundangkan
• Selama ini, pengelolaan keuangan Negara hanya didasarkan
pada ketentuan perundang-undangan warisan colonial Belanda
yaitu ICW (Indische Comptabiliteitswet), menyebabkan
terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan keuangan negara
Case Study (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-APBN)
 Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo memperkirakan
akan adanya tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia
tahun ini.
 Defisit Indonesia diperkirakan akan lebih dari 1,65%. Hal itu
terjadi dikarenakan banyak hal, salah satunya adalah masalah
BBM bersubsidi.
 “Aspek fiskal kita punya defisit anggaran 1,65%. Kalau sudah
dapat respon dengan baik, tidak bisa menjaga di level tersebut,
mungkin akan terjadi peningkatan di atas 2%, tapi tidak melebihi
2,4%”, ungkap Agus. (infobanknews.com)
 Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengatakan dalam UU
No.17/2003 tentang Keuangan Negara defisit APBN dan APBD
secara kumulatif tidak boleh melampaui batas 3% terhadap PDB.
(bisnis.com)
Case Study (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-APBN)
 Anny menegaskan defisit fiskal harus dibatasi agar penarikan
utang untuk membiayai belanja negara dan daerah dapat
dikendalikan
 Harusnya defisit yang melebar bukan karena subsidi BBM, tetapi
untuk menarik tambahan pembiayaan pembangunan
 Pada tahun ini, defisit APBN ditetapkan sebesar 1,65% terhadap
PDB. Namun, dalam APBN-P tingkat defisitnya berisiko melebar
menjadi 2-2,4% PDB, adapun defisit APBD porsinya ditetapkan
sebesar 0,5% terhadap PDB (bisnis.com)
 Apabila defisit APBN melebar ke kisaran 2-2,4% maka nominal
defisit menjadi Rp185,81 triliun-222,98 triliun.
 Pemerintah berencana untuk memangkas belanja
Kementerian/Lembaga sekitar Rp30 triliun sebagai bentuk
penghematan belanja APBN 2013. (bisnis.com)
Case Study (Subsidi BBM)
 Pada APBN 2013, kuota BBM ditetapkan 46,01 juta KL
 Pada APBN 2013, pagu belanja subsidi ditetapkan Rp 193,8 triliun.
Sampai kuartal pertama 2013, realisasinya baru menyentuh 1,8 persen
atau Rp 3,5 triliun
 Impor BBM 400-450 ribu barel per hari (bph), dan berdasarkan data
Kementerian Perindustrian, volume produksi pada tahun ini diperkirakan
lebih tinggi 200 ribu sampai 300 ribu unit kendaraan (bisnis.com)
 Untuk mensiasati pembengkakan kuota, Pertamina akan jual BBM dua
harga 26 April. Untuk premium, kurang lebih 45 persen akan ke SPBU
mobil pribadi; sedangkan 55 persen lain, akan disalurkan ke SPBU khusus
kendaraan umum dan roda dua
 Untuk solar, 10 persen solar yang akan disalurkan untuk kendaraan pelat
hitam sedangkan 90 persen lain akan ke kendaraan umum dan roda dua
 Hal ini juga ditujukan untuk mengupayakan agar neraca perdagangan
tidak negatif, dan mengurangi beban fiskal APBN
Case Study (Subsidi BBM)
 Namun, sistem dual price juga berisiko menimbulkan moral hazard di
masyarakat.
 Saat kebijakan dua harga BBM bersubsidi ini berlaku, maka mobil
pribadi akan membeli BBM bersubsidi dengan harga Rp 6.500/liter.
Sedangkan sepeda motor dan angkutan umum tetap mendapat BBM
bersubsidi dengan harga Rp 4.500/liter
 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengatakan
kenaikan harga BBM untuk mobil pribadi ini bisa menghemat subsidi Rp
21 triliun
 Dari Januari hingga Februari 2013, impor migas mencatat 7,61 miliar
dolar AS dengan komposisi minyak mentah 2,01 miliar dolar AS, BBM
5,07 miliar dolar AS, dan gas 526,2 juta dolar AS.
 Bauran [energi] yang lebih sehat akan menciptakan kondisi ketahanan
energi. Saat ini komposisi bauran energi Indonesia 50% minyak, 45%
batu bara dan gas, dan 5% energi baru terbarukan (EBT). (bisnis.com)
Kesimpulan
 APBN 2013 terancam akan terjadi defisit sebesar 2-2,4% jika tidak
dilakukan penghematan anggaran, dan neraca perdagangan saat ini
masih negatif, sebagai akibat dari subsidi BBM yang terus meningkat.
 Alokasi subsidi energi (BBM & Listrik) yang masih besar dalam APBN
2013, yang seharusnya alokasi tersebut dapat digunakan untuk biaya
pembangunan dan pendidikan.
 Kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah saat ini adalah untuk
mengatasi permasalah tersebut, dengan menetapkan dua harga
premium, serta membatas konsumsi BBM untuk mobil pribadi.
 Jika hal ini diterapkan dapat menimbulkan moral hazard pada
masyarakat, namun juga dapat menekan defisit APBN.
 Dan pemotongan Anggaran pada beberapa Kementrian tidak perlu
dilakukan, jika defisit APBN tidak terlalu besar.
 Bauran energi saat ini yang masih besar pada konsumsi BBM,
dibandingkan dengan Energi Terbarukan.
ASUMSI EKONOMI MAKRO INDONESIA 2006-2012
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012
PDB 5,5 6,3 6,0 4,6 6,1 6,5 6,7
Inflasi 6,6 6,6 11,1 2,8 7,0 5,65 5,3
Harga Minyak Mentah
Indonesia
63,8 69,7 97,0 61,6 79,4 95,0 90,0
Lifting Minyak 959 899 931 944 954 945 950
Sumber: Kementerian Keuangan, 2012
RINGKASAN APBN INDONESIA 2006-2012
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012
Penerimaan 637.987,2 707.806,2 981.609,4 848.763,2 995.271,5 1.169.914,6 1.292.877,7
Belanja
Subsidi 107.431,8 150.214,5 275.291,4 138.082,2 192.707,1 237.194,7 208.850,2
Subsidi Enegi 94.605,4 116.865,9 223.013,2 94.585,9 139.952,9 195.288,7 168.559,9
BBM 64.212,1 83.792,3 139.106,7 45.039,4 82.351,3 129.723,6 123.599,7
LISTRIK 30.393,3 33.073,5 83.906,5 49.546,5 57.601,6 65.565,1 44.960,2
Subsidi Non
Energi
12.826,4 33.348,6 52.278,2 43.496,3 52.754,1 41.906,0 40.290,3
Defisit (29.141,5) (49.843,7) (4.121,3) (88.618,8) (46.845,7) (150.836,7) (125.620,0)
Persentase
Defisit
Terhadap PDB
(0,9) (1,3) (0,1) (1,6) (0,7) (2,1) (1,5)
Sumber: Kementerian Keuangan, 2012
Sumber: Kementrian ESDM, 2012
Kebutuhan BBM Jenis Premium dan Solar
2012
Jenis
Kendaraan
Persentase
Konsumsi
Kuota APBN
2012
Prognosa
Kebutuhan
2012
Pengurangan
Dari Prognosa
Pribadi 53% 12,937,964 14,877,764 1,939,800
Sepeda Motor 40% 9,764,501 11,228,501 1,464,000
Angkutan
Umum
3% 732,338 842,138 109,800
Angkutan
Barang
4% 976,450 1,122,850 146,400
Total 100% 24,411,252 28,071,252 3,660,000
• Pasokan BBM jenis premium dibatasi dari prognosa kebutuhan sebesar28.07 juta
KL menjadi 24.41 juta KL, atau berkurang sebesar 3.66 juta KL
• Pasokan BBM jenis Solar dibatasi dari prognosa kebutuhan sekitar 15.50 juta KL
menjadi 13.89 juta KL, atau berkurang sebesar 1.61 juta KL
Sumber: Kementrian ESDM, 2012
Any Question?
Let’s Discuss it Together...

Faktor faktor pendukung kebijakan fiskal

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    Latar Belakang • Ekonomdari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus berpendapat postur Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Indonesia tidak proporsional baik dari sisi pendapatan maupun belanja • “Dari sisi pendapatan, masih rendah tax ratio adalah cerminan ketidakmampuan pemerintah dalam menggenjot pendapatan negara dari sektor pajak • Sementara dari sisi belanja, permasalahannya lebih fundamental, yaitu postur APBN sangat tidak proporsional” • Menurut Heri, postur belanja negara, dari tahun ke tahun sekitar 70 persen hanya untuk membiayai birokrasi dan belanja rutin lainnya. • Bahkan, pada APBN 2013 tersandera oleh besarnya subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kewajiban pembayaran bunga utang
  • 4.
  • 5.
    Tinjauan Pustaka • Reformasidan Penguatan institusi keuangan negara mutlak dilakukan sebagai upaya pengamanan sumber-sumber kuangan negara dan sebagai wujud tanggungjawab terhadap masyarakat • Dalam Bab 8 hal Keuangan UUD 1945, diatur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ditetapkan setiap tahun dengan UU • Pada tanggal 5 April 2003, secara resmi UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (UU Keuangan Negara) diundangkan • Selama ini, pengelolaan keuangan Negara hanya didasarkan pada ketentuan perundang-undangan warisan colonial Belanda yaitu ICW (Indische Comptabiliteitswet), menyebabkan terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan keuangan negara
  • 6.
    Case Study (AnggaranPendapatan dan Belanja Negara-APBN)  Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo memperkirakan akan adanya tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini.  Defisit Indonesia diperkirakan akan lebih dari 1,65%. Hal itu terjadi dikarenakan banyak hal, salah satunya adalah masalah BBM bersubsidi.  “Aspek fiskal kita punya defisit anggaran 1,65%. Kalau sudah dapat respon dengan baik, tidak bisa menjaga di level tersebut, mungkin akan terjadi peningkatan di atas 2%, tapi tidak melebihi 2,4%”, ungkap Agus. (infobanknews.com)  Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengatakan dalam UU No.17/2003 tentang Keuangan Negara defisit APBN dan APBD secara kumulatif tidak boleh melampaui batas 3% terhadap PDB. (bisnis.com)
  • 7.
    Case Study (AnggaranPendapatan dan Belanja Negara-APBN)  Anny menegaskan defisit fiskal harus dibatasi agar penarikan utang untuk membiayai belanja negara dan daerah dapat dikendalikan  Harusnya defisit yang melebar bukan karena subsidi BBM, tetapi untuk menarik tambahan pembiayaan pembangunan  Pada tahun ini, defisit APBN ditetapkan sebesar 1,65% terhadap PDB. Namun, dalam APBN-P tingkat defisitnya berisiko melebar menjadi 2-2,4% PDB, adapun defisit APBD porsinya ditetapkan sebesar 0,5% terhadap PDB (bisnis.com)  Apabila defisit APBN melebar ke kisaran 2-2,4% maka nominal defisit menjadi Rp185,81 triliun-222,98 triliun.  Pemerintah berencana untuk memangkas belanja Kementerian/Lembaga sekitar Rp30 triliun sebagai bentuk penghematan belanja APBN 2013. (bisnis.com)
  • 8.
    Case Study (SubsidiBBM)  Pada APBN 2013, kuota BBM ditetapkan 46,01 juta KL  Pada APBN 2013, pagu belanja subsidi ditetapkan Rp 193,8 triliun. Sampai kuartal pertama 2013, realisasinya baru menyentuh 1,8 persen atau Rp 3,5 triliun  Impor BBM 400-450 ribu barel per hari (bph), dan berdasarkan data Kementerian Perindustrian, volume produksi pada tahun ini diperkirakan lebih tinggi 200 ribu sampai 300 ribu unit kendaraan (bisnis.com)  Untuk mensiasati pembengkakan kuota, Pertamina akan jual BBM dua harga 26 April. Untuk premium, kurang lebih 45 persen akan ke SPBU mobil pribadi; sedangkan 55 persen lain, akan disalurkan ke SPBU khusus kendaraan umum dan roda dua  Untuk solar, 10 persen solar yang akan disalurkan untuk kendaraan pelat hitam sedangkan 90 persen lain akan ke kendaraan umum dan roda dua  Hal ini juga ditujukan untuk mengupayakan agar neraca perdagangan tidak negatif, dan mengurangi beban fiskal APBN
  • 9.
    Case Study (SubsidiBBM)  Namun, sistem dual price juga berisiko menimbulkan moral hazard di masyarakat.  Saat kebijakan dua harga BBM bersubsidi ini berlaku, maka mobil pribadi akan membeli BBM bersubsidi dengan harga Rp 6.500/liter. Sedangkan sepeda motor dan angkutan umum tetap mendapat BBM bersubsidi dengan harga Rp 4.500/liter  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengatakan kenaikan harga BBM untuk mobil pribadi ini bisa menghemat subsidi Rp 21 triliun  Dari Januari hingga Februari 2013, impor migas mencatat 7,61 miliar dolar AS dengan komposisi minyak mentah 2,01 miliar dolar AS, BBM 5,07 miliar dolar AS, dan gas 526,2 juta dolar AS.  Bauran [energi] yang lebih sehat akan menciptakan kondisi ketahanan energi. Saat ini komposisi bauran energi Indonesia 50% minyak, 45% batu bara dan gas, dan 5% energi baru terbarukan (EBT). (bisnis.com)
  • 10.
    Kesimpulan  APBN 2013terancam akan terjadi defisit sebesar 2-2,4% jika tidak dilakukan penghematan anggaran, dan neraca perdagangan saat ini masih negatif, sebagai akibat dari subsidi BBM yang terus meningkat.  Alokasi subsidi energi (BBM & Listrik) yang masih besar dalam APBN 2013, yang seharusnya alokasi tersebut dapat digunakan untuk biaya pembangunan dan pendidikan.  Kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah saat ini adalah untuk mengatasi permasalah tersebut, dengan menetapkan dua harga premium, serta membatas konsumsi BBM untuk mobil pribadi.  Jika hal ini diterapkan dapat menimbulkan moral hazard pada masyarakat, namun juga dapat menekan defisit APBN.  Dan pemotongan Anggaran pada beberapa Kementrian tidak perlu dilakukan, jika defisit APBN tidak terlalu besar.  Bauran energi saat ini yang masih besar pada konsumsi BBM, dibandingkan dengan Energi Terbarukan.
  • 11.
    ASUMSI EKONOMI MAKROINDONESIA 2006-2012 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 PDB 5,5 6,3 6,0 4,6 6,1 6,5 6,7 Inflasi 6,6 6,6 11,1 2,8 7,0 5,65 5,3 Harga Minyak Mentah Indonesia 63,8 69,7 97,0 61,6 79,4 95,0 90,0 Lifting Minyak 959 899 931 944 954 945 950 Sumber: Kementerian Keuangan, 2012
  • 12.
    RINGKASAN APBN INDONESIA2006-2012 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Penerimaan 637.987,2 707.806,2 981.609,4 848.763,2 995.271,5 1.169.914,6 1.292.877,7 Belanja Subsidi 107.431,8 150.214,5 275.291,4 138.082,2 192.707,1 237.194,7 208.850,2 Subsidi Enegi 94.605,4 116.865,9 223.013,2 94.585,9 139.952,9 195.288,7 168.559,9 BBM 64.212,1 83.792,3 139.106,7 45.039,4 82.351,3 129.723,6 123.599,7 LISTRIK 30.393,3 33.073,5 83.906,5 49.546,5 57.601,6 65.565,1 44.960,2 Subsidi Non Energi 12.826,4 33.348,6 52.278,2 43.496,3 52.754,1 41.906,0 40.290,3 Defisit (29.141,5) (49.843,7) (4.121,3) (88.618,8) (46.845,7) (150.836,7) (125.620,0) Persentase Defisit Terhadap PDB (0,9) (1,3) (0,1) (1,6) (0,7) (2,1) (1,5) Sumber: Kementerian Keuangan, 2012
  • 13.
  • 14.
    Kebutuhan BBM JenisPremium dan Solar 2012 Jenis Kendaraan Persentase Konsumsi Kuota APBN 2012 Prognosa Kebutuhan 2012 Pengurangan Dari Prognosa Pribadi 53% 12,937,964 14,877,764 1,939,800 Sepeda Motor 40% 9,764,501 11,228,501 1,464,000 Angkutan Umum 3% 732,338 842,138 109,800 Angkutan Barang 4% 976,450 1,122,850 146,400 Total 100% 24,411,252 28,071,252 3,660,000 • Pasokan BBM jenis premium dibatasi dari prognosa kebutuhan sebesar28.07 juta KL menjadi 24.41 juta KL, atau berkurang sebesar 3.66 juta KL • Pasokan BBM jenis Solar dibatasi dari prognosa kebutuhan sekitar 15.50 juta KL menjadi 13.89 juta KL, atau berkurang sebesar 1.61 juta KL Sumber: Kementrian ESDM, 2012
  • 15.