Dokumen tersebut membahas tentang pencegahan dan penanganan kecurangan karyawan perusahaan, meliputi penyebab kecurangan, modus operandi, sistem rekrutmen, pemeriksaan, penegakan hukum, serta peningkatan integritas dan pengawasan karyawan."
Kunci suksesPerusahaan
Pengertian Fraud (Kecurangan Karyawan)
Kenapa Karyawan Melakukan Fraud
Modus Operandi
Pencegahan
Penindakan
Pemeliharaan & Pengembangan SDM
2
3.
KUNCI SUKSES PERUSAHAAN
1. Sistem Yang Baik
2. SDM yang berkualitas*)
3. Orientasi Kepada Kepuasan Pelanggan
3
4.
Administrasi&
Organisasi
Sistem yang
baik
Sistem Informasi
4
5.
SDM (Sumber DayaManusia)
Yang Berkualitas
- Bekerja Profesional*)
- Berdisiplin Tinggi
- Selalu ingin berkembang
- Loyalitas tinggi terhadap
Perusahaan / Organisasi
- Tidak melakukan tindakan
tercela, seperti :
Kecurangan, Pencurian,
Penggelapan, Manipulasi,
Berbuat Asusila dll.
5
6.
CIRI PROFESIONAL
• Ketikabekerja, pekerjaan menjadi prioritas
utama
• Meninggalkan amarah di rumah
• Tepat waktu
• Berpakaian rapi (Sesuai standard Profesi)
• Bekerja dengan efisien dan sistimatis
• Reputasi tinggi karena prestasi
• Terampil dan dapat diandalkan
• Banyak akal dan kreatif (Positif)
• Ulet dan tabah
• Percaya diri dan beretika prima
•Possitive thinking, possitive feeling,possitive action.
•KSA + Kesehatan selalu Prima
6
7.
Kecurangan (Fraud) adalah….
suatu perbuatan yang bertentangan
dengan kebenaran (Norma, Hukum ,SOP dll)
yang dilakukan dengan sengaja, dengan tujuan
untuk memperoleh sesuatu
yang bukan merupakan hak pelakunya
dan merugikan perusahaan
8.
KECURANGAN UMUMNYA TERDIRIDARI 5 UNSUR:
1.Ada pelakunya.
2.Pelaku tersebut telah bertindak dengan sengaja.
3.Seseorang telah kehilangan sesuatu yang bernilai.
4.Orang yang telah kehilangan sesuatu yang bernilai tersebut
tidak menyadari saat si pelaku melakukan perbuatannya.
5.Si pelaku mendapatkan keuntungan dari tindakannya,
perusahaan mengalami kerugian
8
9.
Kecurangan dalam artiluas mencakup manipulasi pelanggaran
karena jabatan , penyelewengan pajak, kelalaian , pencurian ,
Penggelapan dan setiap kelakuan buruk lain yang dilakukan
seseorang individu yang dapat mengakibatkan suatu kerugian
keuangan terhadap suatu organisasi / Perusahaan.
9
10.
Kecurangan biasanya ditemui:
1. Melalui sistem pengendalian yang diterapkan (misalnya
meliputi pemeriksa intern).
2. Kebetulan .
3. Laporan dari pihak lain.
“Computer Fraud and Security Bulletin” menunjukkan bahwa
Kecurangan dideteksi dengan metode-metode berikut :
Kebetulan 51%
Auditor 19%
Pengendalian 10%
Ketidakpuasan 20%
11.
TEKNIK PEMERIKSAAN KECURANGANKARYAWAN
1. Pemeriksaan Langsung
2. Pengujian Analisis
3. Pemeriksaan Fisik
4. Konfirmasi
5. Tanya Jawab
12.
ENAPA KARYAWAN MELAKUKANKECURANGAN ? :
Situasi pribadi .
a. Dililit hutang
b. Sakit berat.
c. Masalah judi & alkohol
d. Frustasi atau merasa diperlakukan tidak adil yang mendorong
tindakan balasan.
e. Etika pribadi yang kurang.
Keadaan perusahaan :
a. Kesulitan ekonomi
b. ketergantungan pada sejumlah pelanggan dan pemasok
yang terbatas.
c. Kelebihan berhutang.
d. Pertumbuhan yang “cepat”.
e. Kredit yang ketat.
f. Meningkatnya persaingan.
g. Kredit pinjaman yang terbatas.
h. Terdapat banyak ayat jurnal penyesuaian dan koreksi.
i. Lemahnya pengendalian operasi.
13.
3. Alasan khusus.
a. Satu orang menangani semua fungsi dari transaksi yang penting.
b. Supervisi yang buruk.
c. Penugasan dan tanggung jawab yang tidak jelas.
d. Pada saat karyawan cuti; tidak ada orang lain yang
menggantikan mereka.
e. Tidak ada rotasi pekerjaan atau pelatihan karyawan.
f. Pertentangan pribadi yang jelas kelihatan dalam tugas
yang diberikan.
g. Ada tekanan dari Atasan yang lebih tinggi
13
14.
I. Aspek Penjualan
1. Merekayasa diskon
2. Tidak memberikan hadiah-hadiah untuk pelanggan
3. Berdagang produk sejenis dengan produk Perusahaan
4. Manipulasi tanda terima pengeluaran-pengeluaran/kwitansi
seperti Hotel, makan dsb
5. Penjualan tunai tak dicatat dan uang dikantongi sendiri.
6. Mengantongi pembayaran dari pelanggan dengan memberikan
tanda terima yang tidak sah.
7. Menyobek / merusak bon penjualan.
8. Membatalkan bon penjualan dengan alasan-alasan palsu.
15.
9. Menahan uangpenerimaan penjualan tunai dengan mencatatnya
sebagai penjualan kredit.
10. Memberikan potongan / diskon yang tidak sah.
11. Memakai lagi tembusan faktur-faktur tahun yang sudah dibayar.
12. Membuat faktur-faktur sendiri dan memalsukan fiat.
13. Membuat faktur-faktur palsu dengan bekerjasama dengan
pemasok.
14. Mengeluarkan barang dengan D.O. palsu dan kemudian
menjualnya.
16.
II. Aspek Distribusi/Gudang
1. Menukar jenis barang
2. Memainkan Jadwal Pengiriman
3. Tidak mengirim ke alamat tujuan
4. “Alasan barang kiriman di Rampok” di tengah jalan
5. Memalsukan stock-opname untuk menutupi kekurangan
kekurangan.
6. Kerjasama dengan Security dalam pengeluaran barang ilegal
III. Aspek Pembelian
1. Kolusi dengan Pemasok (Suplier)
2. Memainkan harga
3. Manipulasi kualitas & kuantitas bahan baku
4. Menggunakan perintah pembelian untuk membeli
barang-barang kebutuhan pribadi.
17.
IV. Aspek Maintenance
1. Kolusi penentuan proyek
2. Manipulasi penggantian spareparts
3. Manipulasi data kebutuhan
4. Mark Up biaya
5. Menggelapkan spareparts
6. Dll
V. Aspek Produksi
1. Sabotase mesin produksi
2. Mengada-ada lemburan
3. Mengakali daftar hadir/ Lembur
4. Manipulasi kadar bahan baku
5. dll
18.
VI. Aspek Keuangandan Collection
1. Manipulasi Jadwal Pembayaran
2. Alasan yang ditagih tidak ada di tempat/Toko Tutup
3. Menagih dengan kwitansi tersendiri/sementara
4. Alasan hasil tagihan “dirampok/hilang” di tengah jalan
5. Memakai jumlah-jumlah kecil dari kas atau register.
6. Menulis jumlah lebih rendah pada pembukuan dan selebihnya
dikantongi sendiri.
7. Menagih piutang-piutang yang sudah agak “lama” setelah
memberikan tanda terima maka piutang itu dihapuskan.
8. Menagih piutang-piutang yang sudah dihapuskan dan
mengantongi sendiri.
9. “Meminjam” dulu uang yang seharusnya disetor ke bank.
10. Hanya menyetor jumlah yang bulat, kekurangannya disetorkan
pada akhir bulan.
19.
11. Memperbesar jumlah-jumlahyang harus dibayarkan.
12. Memperbesar jumlah yang harus dibayar dengan kerjasama pemasok.
13. Menguangkan cek perusahaan dan mengantonginya.
14. Menguangkan cek yang harus dibayar pada pemasok.
15. Dengan sengaja membikin salah penjumlahan pada buku kas.
16. Dengan sengaja tidak “menutup” buku kas melampaui waktu
penutupan lazim.
17. Menjual bahan-bahan/barang-barang yang tidak terpakai tetapi
tidak membukukan hasil penerimaan .
20.
VII. Aspek Adm. Umum dan SDM
1. “Membawa pulang” alat-alat tulis yang kecil, seperti : spidol,
staples, kertas, meterai , perangko,dll.
2. “Mark Up” biaya-biaya perizinan
3. Mengada-ada perijinan-perijinan/Retribusi Perusahaan
4. “Alasan biaya kordinasi” dengan aparat-aparat tertentu
5. Menunda pembayaran iuran Jamsostek Karyawan
6. Membayar iuran Jamsostek tidak sesuai dengan jumlah
Karyawannya.
7. Menambah daftar karyawan palsu dalam daftar gaji
8. Mencantumkan nama keryawan yang sudah keluar dalam daftar
gaji
9. Sengaja membuat penjumlahan yang salah pada daftar gaji
(jumlah lebih besar dari seharusnya)
10. “Menjual” rahasia lemari besi dan “meminjamkan” kunci.
11. Mebiarkan asset perusahaan terlantar, misal tanah,bangunandll
21.
VIII. Jajaran Manajemen
1. Biaya keperluan pribadi dibayar
Perusahaan
2. Membuat Perusahaan di dalam
Perusahaan
3. “Mendapat bagian/jatah” dari bawahan
4. Manipulasi perjalanan dinas, “Mengajak
orang yang tidak seharusnya” dibebankan
ke Perusahaan
5. Bermain “Valas”
6. Manipulasi pajak / restitusi.
7. dll.
22.
IX. Aspek Pendidikan Formal
A. Dilakukan oleh Dosen / Guru
1. Penekanan Nilai
a. Sentimen
b. Komersialisasi
c. Gabungan a), b)
2. “Pemerasan” Terhadap Mahasiswa/Murid
a. Harus ikut les/tentir dsb
b. Harus beli buku/diktat dsb
c. Harus beri “upeti”
d. Gabungan a), b), c)
3. Mengakui Hasil Karya Ilmiah Orang Lain
4. Sering Mengabaikan Jadwal/Waktu
Mengajar
23.
B. Dilakukan oleh Karyawan / Staff
1. Menjanjikan Perubahan Nilai Ujian
2. Membocorkan/Menjual Soal Ujian
3. Menjanjikan Mendapatkan Ijazah Sarjana
4. Merubah data Pembayaran Mahasiswa / Siswa
5. Memberikan mahasiswa kartu ujian palsu
6. Menggunakan Fasilitas-fasilitas kampus/sekolah
secara tidak sah.
7. dll.
C. Dilakukan oleh Mahasiswa / Murid
1. Memalsukan kwitansi pembayaran SPP
2. “Membawa / Meminjam” Inventaris Kampus/Sekolah
untuk dimiliki.
3. Kolusi dengan Karyawan / Staff dalam penerimaan
Mahasiswa baru / Siswa baru.
4. Menggunakan Fasilitas-fasilitas kampus/sekolah
secara tidak sah.
5. Merusak Fasilitas Kampus/Sekolah
24.
1. Kelebihan ObatPasien tidak diberikan ke
Pasien. (Kalaupun ada lebih & Pasien setuju
mestinya dihibahkan & diberikan ke Farmasi).
2. Kekurangan Uang Pembayaran &
Jaminannya (KTP dll) di IGD tidak disetorkan.
3. Pasien atas saran Perawat diarahkan
membayar ke Penata Rekening bukan ke Kasir
4. Atas instruksi dokter/perawat tidak menginput
data / bagian yg di obati .
5. Anak karyawan yang telah berusia 21 tahun tetap di rawat sebagai
Hak Karyawan ( Padahal seharusnya tidak dibenarkan)
6. Karyawan mengirim orang yang tidak berhak menjadi tanggungan
Jaminan Kesehatan (Misalnya Kakaknya, tetapi menggunakan nama
isteri/suaminya)
7. Diagnosa dokter berlebihan, khususnya dalam pemberian obat (Obat
yang tidak perlu tetap diberikan dalam resepnya)
8. Dll
25.
SISTEM PENANGANAN KECURANGANKARYAWAN :
Rekrutmen & SUMBER PENERIMAAN KARYAWAN ;
1. Surat dari pelamar langsung atau via PO.BOX / Media massa
2. E-mail
3. Referensi karyawan / manajemen atau instansi tertentu
4. Agent rekruitmen
5. Carreer Expo
6. Perguruan tinggi / lembaga-lembaga Pendidikan
7. Kantor Disnaker
8. Program magang, Dll.
26.
Karyawan di perusahaan
dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :
25%
50% Tidak jujur apabila ada
Jujur apabila kesempatan
terdapat pengendalian &
25%
Motivasi pribadi
Jujur
Sepanjang Waktu
26
27.
I. PENCEGAHAN
1. Rekruitmen karyawan dengan persyaratan tepat
2. a. Wawancara secara mendalam(Deeply Interview).
b. Psikotes
c. Tes Kesehatan
d. PANTOHIR
3. Check dan Recheck Referensi (Surat/Dokumen,
Ijazah,KTP,Perusahaan sebelumnya, keluarga/kerabat,
alamat jelas)
4. Penandatanganan Pakta Integritas (Apabila karyawan
diterima)
5. Membuat PP/PKB dan SOP yang jelas dan benar
6. Sistim pengendalian/kontrol setiap bagian berjalan
dengan baik (Ex.SOP, Audit Keuangan,
operational,Management)
28.
II. PEMELIHARAAN
1. Pembinaan Karyawan secara periodik
2. Saluran komunikasi antara Manajemen
dan Karyawan tetap dijaga dan dibina
(Mis: Weekly Coffee Morning, Special
Gathering, dll)
3. Transparansi dan keteladanan Manajemen
4. Reward dan Punishment System berjalan
5. System Performance Apprasial yang jelas
dan adil
29.
III. PENINDAKAN :
1. PEMBERIAN SANKSI
a. Hubungan Industrial :Teguran,
Surat Peringatan, PHK
b. Administratif : Penurunan Pangkat,
(Demosi) Penundaan Promosi, Ganti
Rugi
2. PROSEDUR YURIDIS :
Pidana,Perdata (Ketenagakerjaan)
30.
1. Pengumpulan alatbukti (surat, dokumen
dan saksi-saksi).
2. Pemeriksaan Saksi (Minimal 2 orang)
3. Pemeriksaan Tersangka
4. Pemeriksaan dengan Berita Acara
5. Tindakan Yuridis (Alternatif)
31.
a.Tersangka apabila melakukankesalahan eks. Pasal 158 ayat
(1), maka PHK dapat dilakukan setelah ada putusan
Hakim Pidana yang telah mempunyai kekuatan
hukum mengikat (Proses Hukum)
b. Apabila Pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib
dan Pekerja/Buruh tidak dapat melaksanakan
pekerjaan sebagaimana mestinya maka berlaku
ketentuan Pasal 160 UU No.13/2003.
32.
c. Terdapat “alasan mendesak” (vide Pasal 1603 o BW)
yang mengakibatkan tidak memungkinkan hubungan kerja
dilanjutkan, maka Pengusaha dapat menempuh upaya
penyelesaian melalui Lembaga Penyelesaian
Perselisihan Hubungan Industrial.
d. Menyusun alasan PHK di dalam Perjanjian Kerja (PK),
Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama
(PKB). Apabila hal tersebut telah diatur di PK,PP atau
PKB maka PHK dilakukan atas dasar pelanggaran
ketentuan yang diatur dalam PK, PP atau PKB
tersebut.
e. PHK dan atau ganti rugi dilakukan melalui Perjanjian
Bersama (PB) secara bipartit.
33.
Kesadaran
Kary.Disiplin /
tidak melakukan
kecurangan
Panutan Law Enforcement