EHD



      Oleh : Edwan Hamidy Daulay (E D)
                                   H
 Kunci sukses Perusahaan
 Pengertian Fraud (Kecurangan Karyawan)
 Kenapa Karyawan Melakukan Fraud
 Modus Operandi
 Pencegahan
 Penindakan
 Pemeliharaan & Pengembangan SDM




                                           2
KUNCI SUKSES PERUSAHAAN




  1. Sistem Yang Baik
  2. SDM yang berkualitas*)
  3. Orientasi Kepada Kepuasan Pelanggan




                                           3
Administrasi&
              Organisasi


Sistem yang
baik




               Sistem Informasi




                                  4
SDM (Sumber Daya Manusia)
     Yang Berkualitas


             - Bekerja Profesional*)
             - Berdisiplin Tinggi
             - Selalu ingin berkembang
             - Loyalitas tinggi terhadap
               Perusahaan / Organisasi
             - Tidak melakukan tindakan
               tercela, seperti :
               Kecurangan, Pencurian,
              Penggelapan, Manipulasi,
              Berbuat Asusila dll.

                                      5
CIRI PROFESIONAL
• Ketika bekerja, pekerjaan menjadi prioritas
  utama
• Meninggalkan amarah di rumah
• Tepat waktu
• Berpakaian rapi (Sesuai standard Profesi)
• Bekerja dengan efisien dan sistimatis
• Reputasi tinggi karena prestasi
• Terampil dan dapat diandalkan
• Banyak akal dan kreatif (Positif)
• Ulet dan tabah
• Percaya diri dan beretika prima
•Possitive thinking, possitive feeling,possitive action.
•KSA + Kesehatan selalu Prima
                                                           6
Kecurangan (Fraud) adalah ….
  suatu perbuatan yang bertentangan
  dengan kebenaran (Norma, Hukum ,SOP dll)
  yang dilakukan dengan sengaja, dengan tujuan
  untuk memperoleh sesuatu
  yang bukan merupakan hak pelakunya
  dan merugikan perusahaan
KECURANGAN UMUMNYA TERDIRI DARI 5 UNSUR:

1.Ada pelakunya.

2.Pelaku tersebut telah bertindak dengan sengaja.

3.Seseorang telah kehilangan sesuatu yang bernilai.

4.Orang yang telah kehilangan sesuatu yang bernilai tersebut

 tidak menyadari saat si pelaku melakukan perbuatannya.

5.Si pelaku mendapatkan keuntungan dari tindakannya,

 perusahaan mengalami kerugian
                                                               8
Kecurangan dalam arti luas mencakup manipulasi pelanggaran

karena jabatan , penyelewengan pajak, kelalaian , pencurian ,

Penggelapan     dan setiap kelakuan buruk lain yang dilakukan

seseorang individu yang dapat mengakibatkan suatu kerugian

keuangan terhadap suatu organisasi / Perusahaan.




                                                                9
Kecurangan biasanya ditemui :
1. Melalui sistem pengendalian yang diterapkan (misalnya
  meliputi pemeriksa intern).
2. Kebetulan .
3. Laporan dari pihak lain.


 “Computer Fraud and Security Bulletin” menunjukkan bahwa
 Kecurangan dideteksi dengan metode-metode berikut :
 Kebetulan              51%
 Auditor                19%
 Pengendalian           10%
 Ketidakpuasan                  20%
TEKNIK PEMERIKSAAN KECURANGAN KARYAWAN


1. Pemeriksaan Langsung

2. Pengujian Analisis

3. Pemeriksaan Fisik

4. Konfirmasi

5. Tanya Jawab
ENAPA KARYAWAN MELAKUKAN KECURANGAN ? :
 Situasi pribadi .
 a. Dililit hutang
 b. Sakit berat.
 c. Masalah judi & alkohol
 d. Frustasi atau merasa diperlakukan tidak adil yang mendorong
    tindakan balasan.
 e. Etika pribadi yang kurang.
 Keadaan perusahaan :
 a. Kesulitan ekonomi
 b. ketergantungan pada sejumlah pelanggan dan pemasok
    yang terbatas.
 c. Kelebihan berhutang.
 d. Pertumbuhan yang “cepat”.
 e. Kredit yang ketat.
 f. Meningkatnya persaingan.
 g. Kredit pinjaman yang terbatas.
 h. Terdapat banyak ayat jurnal penyesuaian dan koreksi.
 i. Lemahnya pengendalian operasi.
3. Alasan khusus.
  a. Satu orang menangani semua fungsi dari transaksi yang penting.
  b. Supervisi yang buruk.
  c. Penugasan dan tanggung jawab yang tidak jelas.
  d. Pada saat karyawan cuti; tidak ada orang lain yang
    menggantikan mereka.
  e. Tidak ada rotasi pekerjaan atau pelatihan karyawan.
  f. Pertentangan pribadi yang jelas kelihatan dalam tugas
    yang diberikan.
  g. Ada tekanan dari Atasan yang lebih tinggi


                                                                      13
I.   Aspek Penjualan
1.   Merekayasa diskon
2.   Tidak memberikan hadiah-hadiah untuk pelanggan
3.   Berdagang produk sejenis dengan produk Perusahaan
4.   Manipulasi tanda terima pengeluaran-pengeluaran/kwitansi
     seperti Hotel, makan dsb
5.   Penjualan tunai tak dicatat dan uang dikantongi sendiri.
6.   Mengantongi pembayaran dari pelanggan dengan memberikan
     tanda terima yang tidak sah.
7.   Menyobek / merusak bon penjualan.
8.   Membatalkan bon penjualan dengan alasan-alasan palsu.
9. Menahan uang penerimaan penjualan tunai dengan mencatatnya
   sebagai penjualan kredit.
10. Memberikan potongan / diskon yang tidak sah.
11. Memakai lagi tembusan faktur-faktur tahun yang sudah dibayar.
12. Membuat faktur-faktur sendiri dan memalsukan fiat.
13. Membuat faktur-faktur palsu dengan bekerjasama dengan
   pemasok.
14. Mengeluarkan barang dengan D.O. palsu dan kemudian
   menjualnya.
II.      Aspek Distribusi/Gudang

1. Menukar jenis barang
2. Memainkan Jadwal Pengiriman
3. Tidak mengirim ke alamat tujuan
4. “Alasan barang kiriman di Rampok” di tengah jalan
5. Memalsukan stock-opname untuk menutupi kekurangan
   kekurangan.
6. Kerjasama dengan Security dalam pengeluaran barang ilegal

III.      Aspek Pembelian
1.     Kolusi dengan Pemasok (Suplier)
2.     Memainkan harga
3.     Manipulasi kualitas & kuantitas bahan baku
4.     Menggunakan perintah pembelian untuk membeli
       barang-barang kebutuhan pribadi.
IV.   Aspek Maintenance

      1.   Kolusi penentuan proyek
      2.   Manipulasi penggantian spareparts
      3.   Manipulasi data kebutuhan
      4.   Mark Up biaya
      5.   Menggelapkan spareparts
      6.   Dll

V.    Aspek Produksi
      1. Sabotase mesin produksi
      2. Mengada-ada lemburan
      3. Mengakali daftar hadir/ Lembur
      4. Manipulasi kadar bahan baku
      5. dll
VI. Aspek Keuangan dan Collection
1.    Manipulasi Jadwal Pembayaran
2.    Alasan yang ditagih tidak ada di tempat/Toko Tutup
3. Menagih dengan kwitansi tersendiri/sementara
4. Alasan hasil tagihan “dirampok/hilang” di tengah jalan
5.    Memakai jumlah-jumlah kecil dari kas atau register.
6.    Menulis jumlah lebih rendah pada pembukuan dan selebihnya
      dikantongi sendiri.
7.    Menagih piutang-piutang yang sudah agak “lama” setelah
      memberikan tanda terima maka piutang itu dihapuskan.
8.    Menagih piutang-piutang yang sudah dihapuskan dan
      mengantongi sendiri.
9.    “Meminjam” dulu uang yang seharusnya disetor ke bank.
10.   Hanya menyetor jumlah yang bulat, kekurangannya disetorkan
      pada akhir bulan.
11. Memperbesar jumlah-jumlah yang harus dibayarkan.
12. Memperbesar jumlah yang harus dibayar dengan kerjasama pemasok.
13. Menguangkan cek perusahaan dan mengantonginya.
14. Menguangkan cek yang harus dibayar pada pemasok.
15. Dengan sengaja membikin salah penjumlahan pada buku kas.
16. Dengan sengaja tidak “menutup” buku kas melampaui waktu
   penutupan lazim.
17. Menjual bahan-bahan/barang-barang yang tidak terpakai tetapi
    tidak membukukan hasil penerimaan .
VII.   Aspek Adm. Umum dan SDM

1.     “Membawa pulang” alat-alat tulis yang kecil, seperti : spidol,
        staples, kertas, meterai , perangko,dll.
2.      “Mark Up” biaya-biaya perizinan
3.      Mengada-ada perijinan-perijinan/Retribusi Perusahaan
4.      “Alasan biaya kordinasi” dengan aparat-aparat tertentu
5.      Menunda pembayaran iuran Jamsostek Karyawan
6.      Membayar iuran Jamsostek tidak sesuai dengan jumlah
        Karyawannya.
7.      Menambah daftar karyawan palsu dalam daftar gaji
8.      Mencantumkan nama keryawan yang sudah keluar dalam daftar
        gaji
9.      Sengaja membuat penjumlahan yang salah pada daftar gaji
           (jumlah lebih besar dari seharusnya)
10.     “Menjual” rahasia lemari besi dan “meminjamkan” kunci.
11.     Mebiarkan asset perusahaan terlantar, misal tanah,bangunandll
VIII. Jajaran Manajemen

    1. Biaya keperluan pribadi dibayar
    Perusahaan
    2. Membuat Perusahaan di dalam
    Perusahaan
    3. “Mendapat bagian/jatah” dari bawahan
    4. Manipulasi perjalanan dinas, “Mengajak
       orang yang tidak seharusnya” dibebankan
       ke Perusahaan
    5. Bermain “Valas”
    6. Manipulasi pajak / restitusi.
    7. dll.
IX.   Aspek Pendidikan Formal

A.    Dilakukan oleh Dosen / Guru
      1. Penekanan Nilai
       a. Sentimen
       b. Komersialisasi
       c. Gabungan a), b)
      2. “Pemerasan” Terhadap Mahasiswa/Murid
       a. Harus ikut les/tentir dsb
       b. Harus beli buku/diktat dsb
       c. Harus beri “upeti”
       d. Gabungan a), b), c)
      3. Mengakui Hasil Karya Ilmiah Orang Lain
      4. Sering Mengabaikan Jadwal/Waktu
      Mengajar
B.   Dilakukan oleh Karyawan / Staff
     1. Menjanjikan Perubahan Nilai Ujian
     2. Membocorkan/Menjual Soal Ujian
     3. Menjanjikan Mendapatkan Ijazah Sarjana
     4. Merubah data Pembayaran Mahasiswa / Siswa
     5. Memberikan mahasiswa kartu ujian palsu
     6. Menggunakan Fasilitas-fasilitas kampus/sekolah
        secara tidak sah.
     7. dll.
C.   Dilakukan oleh Mahasiswa / Murid
     1. Memalsukan kwitansi pembayaran SPP
     2. “Membawa / Meminjam” Inventaris Kampus/Sekolah
        untuk dimiliki.
     3. Kolusi dengan Karyawan / Staff dalam penerimaan
        Mahasiswa baru / Siswa baru.
     4. Menggunakan Fasilitas-fasilitas kampus/sekolah
        secara tidak sah.
     5. Merusak Fasilitas Kampus/Sekolah
1. Kelebihan Obat Pasien tidak diberikan ke
    Pasien. (Kalaupun ada lebih & Pasien setuju
  mestinya dihibahkan & diberikan ke Farmasi).
 2. Kekurangan Uang Pembayaran &
    Jaminannya (KTP dll) di IGD tidak disetorkan.
 3. Pasien atas saran Perawat diarahkan
    membayar ke Penata Rekening bukan ke Kasir
 4. Atas instruksi dokter/perawat tidak menginput
    data / bagian yg di obati .
 5. Anak karyawan yang telah berusia 21 tahun tetap di rawat sebagai
    Hak Karyawan ( Padahal seharusnya tidak dibenarkan)
 6. Karyawan mengirim orang yang tidak berhak menjadi tanggungan
    Jaminan Kesehatan (Misalnya Kakaknya, tetapi menggunakan nama
    isteri/suaminya)
 7. Diagnosa dokter berlebihan, khususnya dalam pemberian obat (Obat
  yang tidak perlu tetap diberikan dalam resepnya)
8. Dll
SISTEM PENANGANAN KECURANGAN KARYAWAN :


 Rekrutmen & SUMBER PENERIMAAN KARYAWAN ;
1. Surat dari pelamar langsung atau via PO.BOX / Media massa
2. E-mail
3. Referensi karyawan / manajemen atau instansi tertentu
4. Agent rekruitmen
5. Carreer Expo
6. Perguruan tinggi / lembaga-lembaga Pendidikan
7. Kantor Disnaker
8. Program magang, Dll.
Karyawan di perusahaan
   dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :


                                      25%
            50%              Tidak jujur apabila ada
Jujur apabila                kesempatan
terdapat pengendalian &
                                       25%
Motivasi pribadi
                             Jujur
                             Sepanjang Waktu




                                                       26
I.   PENCEGAHAN

1.   Rekruitmen karyawan dengan persyaratan tepat
2.   a. Wawancara secara mendalam(Deeply Interview).
     b. Psikotes
     c. Tes Kesehatan
     d. PANTOHIR
3.   Check dan Recheck Referensi (Surat/Dokumen,
     Ijazah,KTP,Perusahaan sebelumnya, keluarga/kerabat,
     alamat jelas)
4.   Penandatanganan Pakta Integritas (Apabila karyawan
     diterima)
5.   Membuat PP/PKB dan SOP yang jelas dan benar
6.   Sistim pengendalian/kontrol setiap bagian berjalan
     dengan baik (Ex.SOP, Audit Keuangan,
     operational,Management)
II.   PEMELIHARAAN

      1. Pembinaan Karyawan secara periodik
      2. Saluran komunikasi antara Manajemen
         dan Karyawan tetap dijaga dan dibina
        (Mis: Weekly Coffee Morning, Special
        Gathering, dll)
      3. Transparansi dan keteladanan Manajemen
      4. Reward dan Punishment System berjalan
      5. System Performance Apprasial yang jelas
         dan adil
III. PENINDAKAN :

   1. PEMBERIAN SANKSI
      a. Hubungan Industrial :Teguran,
         Surat Peringatan, PHK
      b. Administratif : Penurunan Pangkat,
   (Demosi) Penundaan Promosi, Ganti
   Rugi

   2. PROSEDUR YURIDIS :
      Pidana,Perdata (Ketenagakerjaan)
1. Pengumpulan alat bukti (surat, dokumen
   dan saksi-saksi).

2. Pemeriksaan Saksi (Minimal 2 orang)

3. Pemeriksaan Tersangka

4. Pemeriksaan dengan Berita Acara

5. Tindakan Yuridis (Alternatif)
a.Tersangka apabila melakukan kesalahan eks. Pasal 158 ayat
  (1), maka PHK dapat dilakukan setelah ada putusan
  Hakim Pidana yang telah mempunyai kekuatan
  hukum mengikat (Proses Hukum)

b.       Apabila Pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib
     dan Pekerja/Buruh tidak dapat melaksanakan
     pekerjaan sebagaimana mestinya maka berlaku
     ketentuan Pasal 160 UU No.13/2003.
c.   Terdapat “alasan mendesak” (vide Pasal 1603 o BW)
     yang mengakibatkan tidak memungkinkan hubungan kerja
     dilanjutkan, maka Pengusaha dapat menempuh upaya
     penyelesaian melalui Lembaga Penyelesaian
     Perselisihan Hubungan Industrial.

d.   Menyusun alasan PHK di dalam Perjanjian Kerja (PK),
     Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama
     (PKB). Apabila hal tersebut telah diatur di PK,PP atau
     PKB maka PHK dilakukan atas dasar pelanggaran
     ketentuan yang diatur dalam PK, PP atau PKB
     tersebut.

e.   PHK dan atau ganti rugi dilakukan melalui Perjanjian
     Bersama (PB) secara bipartit.
Kesadaran




            Kary.Disiplin /
          tidak melakukan
             kecurangan
Panutan                       Law Enforcement
Employee Fraud

Employee Fraud

  • 1.
    EHD Oleh : Edwan Hamidy Daulay (E D) H
  • 2.
     Kunci suksesPerusahaan  Pengertian Fraud (Kecurangan Karyawan)  Kenapa Karyawan Melakukan Fraud  Modus Operandi  Pencegahan  Penindakan  Pemeliharaan & Pengembangan SDM 2
  • 3.
    KUNCI SUKSES PERUSAHAAN 1. Sistem Yang Baik 2. SDM yang berkualitas*) 3. Orientasi Kepada Kepuasan Pelanggan 3
  • 4.
    Administrasi& Organisasi Sistem yang baik Sistem Informasi 4
  • 5.
    SDM (Sumber DayaManusia) Yang Berkualitas - Bekerja Profesional*) - Berdisiplin Tinggi - Selalu ingin berkembang - Loyalitas tinggi terhadap Perusahaan / Organisasi - Tidak melakukan tindakan tercela, seperti : Kecurangan, Pencurian, Penggelapan, Manipulasi, Berbuat Asusila dll. 5
  • 6.
    CIRI PROFESIONAL • Ketikabekerja, pekerjaan menjadi prioritas utama • Meninggalkan amarah di rumah • Tepat waktu • Berpakaian rapi (Sesuai standard Profesi) • Bekerja dengan efisien dan sistimatis • Reputasi tinggi karena prestasi • Terampil dan dapat diandalkan • Banyak akal dan kreatif (Positif) • Ulet dan tabah • Percaya diri dan beretika prima •Possitive thinking, possitive feeling,possitive action. •KSA + Kesehatan selalu Prima 6
  • 7.
    Kecurangan (Fraud) adalah…. suatu perbuatan yang bertentangan dengan kebenaran (Norma, Hukum ,SOP dll) yang dilakukan dengan sengaja, dengan tujuan untuk memperoleh sesuatu yang bukan merupakan hak pelakunya dan merugikan perusahaan
  • 8.
    KECURANGAN UMUMNYA TERDIRIDARI 5 UNSUR: 1.Ada pelakunya. 2.Pelaku tersebut telah bertindak dengan sengaja. 3.Seseorang telah kehilangan sesuatu yang bernilai. 4.Orang yang telah kehilangan sesuatu yang bernilai tersebut tidak menyadari saat si pelaku melakukan perbuatannya. 5.Si pelaku mendapatkan keuntungan dari tindakannya, perusahaan mengalami kerugian 8
  • 9.
    Kecurangan dalam artiluas mencakup manipulasi pelanggaran karena jabatan , penyelewengan pajak, kelalaian , pencurian , Penggelapan dan setiap kelakuan buruk lain yang dilakukan seseorang individu yang dapat mengakibatkan suatu kerugian keuangan terhadap suatu organisasi / Perusahaan. 9
  • 10.
    Kecurangan biasanya ditemui: 1. Melalui sistem pengendalian yang diterapkan (misalnya meliputi pemeriksa intern). 2. Kebetulan . 3. Laporan dari pihak lain. “Computer Fraud and Security Bulletin” menunjukkan bahwa Kecurangan dideteksi dengan metode-metode berikut : Kebetulan 51% Auditor 19% Pengendalian 10% Ketidakpuasan 20%
  • 11.
    TEKNIK PEMERIKSAAN KECURANGANKARYAWAN 1. Pemeriksaan Langsung 2. Pengujian Analisis 3. Pemeriksaan Fisik 4. Konfirmasi 5. Tanya Jawab
  • 12.
    ENAPA KARYAWAN MELAKUKANKECURANGAN ? : Situasi pribadi . a. Dililit hutang b. Sakit berat. c. Masalah judi & alkohol d. Frustasi atau merasa diperlakukan tidak adil yang mendorong tindakan balasan. e. Etika pribadi yang kurang. Keadaan perusahaan : a. Kesulitan ekonomi b. ketergantungan pada sejumlah pelanggan dan pemasok yang terbatas. c. Kelebihan berhutang. d. Pertumbuhan yang “cepat”. e. Kredit yang ketat. f. Meningkatnya persaingan. g. Kredit pinjaman yang terbatas. h. Terdapat banyak ayat jurnal penyesuaian dan koreksi. i. Lemahnya pengendalian operasi.
  • 13.
    3. Alasan khusus. a. Satu orang menangani semua fungsi dari transaksi yang penting. b. Supervisi yang buruk. c. Penugasan dan tanggung jawab yang tidak jelas. d. Pada saat karyawan cuti; tidak ada orang lain yang menggantikan mereka. e. Tidak ada rotasi pekerjaan atau pelatihan karyawan. f. Pertentangan pribadi yang jelas kelihatan dalam tugas yang diberikan. g. Ada tekanan dari Atasan yang lebih tinggi 13
  • 14.
    I. Aspek Penjualan 1. Merekayasa diskon 2. Tidak memberikan hadiah-hadiah untuk pelanggan 3. Berdagang produk sejenis dengan produk Perusahaan 4. Manipulasi tanda terima pengeluaran-pengeluaran/kwitansi seperti Hotel, makan dsb 5. Penjualan tunai tak dicatat dan uang dikantongi sendiri. 6. Mengantongi pembayaran dari pelanggan dengan memberikan tanda terima yang tidak sah. 7. Menyobek / merusak bon penjualan. 8. Membatalkan bon penjualan dengan alasan-alasan palsu.
  • 15.
    9. Menahan uangpenerimaan penjualan tunai dengan mencatatnya sebagai penjualan kredit. 10. Memberikan potongan / diskon yang tidak sah. 11. Memakai lagi tembusan faktur-faktur tahun yang sudah dibayar. 12. Membuat faktur-faktur sendiri dan memalsukan fiat. 13. Membuat faktur-faktur palsu dengan bekerjasama dengan pemasok. 14. Mengeluarkan barang dengan D.O. palsu dan kemudian menjualnya.
  • 16.
    II. Aspek Distribusi/Gudang 1. Menukar jenis barang 2. Memainkan Jadwal Pengiriman 3. Tidak mengirim ke alamat tujuan 4. “Alasan barang kiriman di Rampok” di tengah jalan 5. Memalsukan stock-opname untuk menutupi kekurangan kekurangan. 6. Kerjasama dengan Security dalam pengeluaran barang ilegal III. Aspek Pembelian 1. Kolusi dengan Pemasok (Suplier) 2. Memainkan harga 3. Manipulasi kualitas & kuantitas bahan baku 4. Menggunakan perintah pembelian untuk membeli barang-barang kebutuhan pribadi.
  • 17.
    IV. Aspek Maintenance 1. Kolusi penentuan proyek 2. Manipulasi penggantian spareparts 3. Manipulasi data kebutuhan 4. Mark Up biaya 5. Menggelapkan spareparts 6. Dll V. Aspek Produksi 1. Sabotase mesin produksi 2. Mengada-ada lemburan 3. Mengakali daftar hadir/ Lembur 4. Manipulasi kadar bahan baku 5. dll
  • 18.
    VI. Aspek Keuangandan Collection 1. Manipulasi Jadwal Pembayaran 2. Alasan yang ditagih tidak ada di tempat/Toko Tutup 3. Menagih dengan kwitansi tersendiri/sementara 4. Alasan hasil tagihan “dirampok/hilang” di tengah jalan 5. Memakai jumlah-jumlah kecil dari kas atau register. 6. Menulis jumlah lebih rendah pada pembukuan dan selebihnya dikantongi sendiri. 7. Menagih piutang-piutang yang sudah agak “lama” setelah memberikan tanda terima maka piutang itu dihapuskan. 8. Menagih piutang-piutang yang sudah dihapuskan dan mengantongi sendiri. 9. “Meminjam” dulu uang yang seharusnya disetor ke bank. 10. Hanya menyetor jumlah yang bulat, kekurangannya disetorkan pada akhir bulan.
  • 19.
    11. Memperbesar jumlah-jumlahyang harus dibayarkan. 12. Memperbesar jumlah yang harus dibayar dengan kerjasama pemasok. 13. Menguangkan cek perusahaan dan mengantonginya. 14. Menguangkan cek yang harus dibayar pada pemasok. 15. Dengan sengaja membikin salah penjumlahan pada buku kas. 16. Dengan sengaja tidak “menutup” buku kas melampaui waktu penutupan lazim. 17. Menjual bahan-bahan/barang-barang yang tidak terpakai tetapi tidak membukukan hasil penerimaan .
  • 20.
    VII. Aspek Adm. Umum dan SDM 1. “Membawa pulang” alat-alat tulis yang kecil, seperti : spidol, staples, kertas, meterai , perangko,dll. 2. “Mark Up” biaya-biaya perizinan 3. Mengada-ada perijinan-perijinan/Retribusi Perusahaan 4. “Alasan biaya kordinasi” dengan aparat-aparat tertentu 5. Menunda pembayaran iuran Jamsostek Karyawan 6. Membayar iuran Jamsostek tidak sesuai dengan jumlah Karyawannya. 7. Menambah daftar karyawan palsu dalam daftar gaji 8. Mencantumkan nama keryawan yang sudah keluar dalam daftar gaji 9. Sengaja membuat penjumlahan yang salah pada daftar gaji (jumlah lebih besar dari seharusnya) 10. “Menjual” rahasia lemari besi dan “meminjamkan” kunci. 11. Mebiarkan asset perusahaan terlantar, misal tanah,bangunandll
  • 21.
    VIII. Jajaran Manajemen 1. Biaya keperluan pribadi dibayar Perusahaan 2. Membuat Perusahaan di dalam Perusahaan 3. “Mendapat bagian/jatah” dari bawahan 4. Manipulasi perjalanan dinas, “Mengajak orang yang tidak seharusnya” dibebankan ke Perusahaan 5. Bermain “Valas” 6. Manipulasi pajak / restitusi. 7. dll.
  • 22.
    IX. Aspek Pendidikan Formal A. Dilakukan oleh Dosen / Guru 1. Penekanan Nilai a. Sentimen b. Komersialisasi c. Gabungan a), b) 2. “Pemerasan” Terhadap Mahasiswa/Murid a. Harus ikut les/tentir dsb b. Harus beli buku/diktat dsb c. Harus beri “upeti” d. Gabungan a), b), c) 3. Mengakui Hasil Karya Ilmiah Orang Lain 4. Sering Mengabaikan Jadwal/Waktu Mengajar
  • 23.
    B. Dilakukan oleh Karyawan / Staff 1. Menjanjikan Perubahan Nilai Ujian 2. Membocorkan/Menjual Soal Ujian 3. Menjanjikan Mendapatkan Ijazah Sarjana 4. Merubah data Pembayaran Mahasiswa / Siswa 5. Memberikan mahasiswa kartu ujian palsu 6. Menggunakan Fasilitas-fasilitas kampus/sekolah secara tidak sah. 7. dll. C. Dilakukan oleh Mahasiswa / Murid 1. Memalsukan kwitansi pembayaran SPP 2. “Membawa / Meminjam” Inventaris Kampus/Sekolah untuk dimiliki. 3. Kolusi dengan Karyawan / Staff dalam penerimaan Mahasiswa baru / Siswa baru. 4. Menggunakan Fasilitas-fasilitas kampus/sekolah secara tidak sah. 5. Merusak Fasilitas Kampus/Sekolah
  • 24.
    1. Kelebihan ObatPasien tidak diberikan ke Pasien. (Kalaupun ada lebih & Pasien setuju mestinya dihibahkan & diberikan ke Farmasi). 2. Kekurangan Uang Pembayaran & Jaminannya (KTP dll) di IGD tidak disetorkan. 3. Pasien atas saran Perawat diarahkan membayar ke Penata Rekening bukan ke Kasir 4. Atas instruksi dokter/perawat tidak menginput data / bagian yg di obati . 5. Anak karyawan yang telah berusia 21 tahun tetap di rawat sebagai Hak Karyawan ( Padahal seharusnya tidak dibenarkan) 6. Karyawan mengirim orang yang tidak berhak menjadi tanggungan Jaminan Kesehatan (Misalnya Kakaknya, tetapi menggunakan nama isteri/suaminya) 7. Diagnosa dokter berlebihan, khususnya dalam pemberian obat (Obat yang tidak perlu tetap diberikan dalam resepnya) 8. Dll
  • 25.
    SISTEM PENANGANAN KECURANGANKARYAWAN : Rekrutmen & SUMBER PENERIMAAN KARYAWAN ; 1. Surat dari pelamar langsung atau via PO.BOX / Media massa 2. E-mail 3. Referensi karyawan / manajemen atau instansi tertentu 4. Agent rekruitmen 5. Carreer Expo 6. Perguruan tinggi / lembaga-lembaga Pendidikan 7. Kantor Disnaker 8. Program magang, Dll.
  • 26.
    Karyawan di perusahaan dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu : 25% 50% Tidak jujur apabila ada Jujur apabila kesempatan terdapat pengendalian & 25% Motivasi pribadi Jujur Sepanjang Waktu 26
  • 27.
    I. PENCEGAHAN 1. Rekruitmen karyawan dengan persyaratan tepat 2. a. Wawancara secara mendalam(Deeply Interview). b. Psikotes c. Tes Kesehatan d. PANTOHIR 3. Check dan Recheck Referensi (Surat/Dokumen, Ijazah,KTP,Perusahaan sebelumnya, keluarga/kerabat, alamat jelas) 4. Penandatanganan Pakta Integritas (Apabila karyawan diterima) 5. Membuat PP/PKB dan SOP yang jelas dan benar 6. Sistim pengendalian/kontrol setiap bagian berjalan dengan baik (Ex.SOP, Audit Keuangan, operational,Management)
  • 28.
    II. PEMELIHARAAN 1. Pembinaan Karyawan secara periodik 2. Saluran komunikasi antara Manajemen dan Karyawan tetap dijaga dan dibina (Mis: Weekly Coffee Morning, Special Gathering, dll) 3. Transparansi dan keteladanan Manajemen 4. Reward dan Punishment System berjalan 5. System Performance Apprasial yang jelas dan adil
  • 29.
    III. PENINDAKAN : 1. PEMBERIAN SANKSI a. Hubungan Industrial :Teguran, Surat Peringatan, PHK b. Administratif : Penurunan Pangkat, (Demosi) Penundaan Promosi, Ganti Rugi 2. PROSEDUR YURIDIS : Pidana,Perdata (Ketenagakerjaan)
  • 30.
    1. Pengumpulan alatbukti (surat, dokumen dan saksi-saksi). 2. Pemeriksaan Saksi (Minimal 2 orang) 3. Pemeriksaan Tersangka 4. Pemeriksaan dengan Berita Acara 5. Tindakan Yuridis (Alternatif)
  • 31.
    a.Tersangka apabila melakukankesalahan eks. Pasal 158 ayat (1), maka PHK dapat dilakukan setelah ada putusan Hakim Pidana yang telah mempunyai kekuatan hukum mengikat (Proses Hukum) b. Apabila Pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib dan Pekerja/Buruh tidak dapat melaksanakan pekerjaan sebagaimana mestinya maka berlaku ketentuan Pasal 160 UU No.13/2003.
  • 32.
    c. Terdapat “alasan mendesak” (vide Pasal 1603 o BW) yang mengakibatkan tidak memungkinkan hubungan kerja dilanjutkan, maka Pengusaha dapat menempuh upaya penyelesaian melalui Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. d. Menyusun alasan PHK di dalam Perjanjian Kerja (PK), Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Apabila hal tersebut telah diatur di PK,PP atau PKB maka PHK dilakukan atas dasar pelanggaran ketentuan yang diatur dalam PK, PP atau PKB tersebut. e. PHK dan atau ganti rugi dilakukan melalui Perjanjian Bersama (PB) secara bipartit.
  • 33.
    Kesadaran Kary.Disiplin / tidak melakukan kecurangan Panutan Law Enforcement