Dosen Pengampu :
Syamsu Hadi
Nurjannah Rahayu K
Permintaan
Terhadap Uang
Faktor yang mempengaruhi nilai uang :
>> Faktor V
- transaction motive
- precautionary motive
- speculatif motiv
>> Faktor T
Faktor V
V adalah kecepatan rata-rata tiap-tiap rupiah
dalam jangka waktu tertentu. Bertambah cepatnya
peredaran uang uang berarti berkurangnya
permintaan terhadap uang, sebaliknya makin lambat
peredaran uang berarti naiknya permintaan terhadap
uang.
Kita dapat menyelidiki berapa besarnya V
dengan cara menyelidiki bagaimana kesukaan orang
untuk menyimpan uang tunai (liquidity preference).
Semakin banyak orang cenderung menyimpan
uangnya maka semakin kecil besarnya V, dan
sebaliknya.
Transaction Motive
Seseorang (konsumen) menahan sejumlah
uang tunai didalam kasnya untuk membeli barang-
barang kebutuhannya dalam waktu yang akan
datang. Alasan tersebutlah yang disebut dengan
Transaction Motive.
Duddley Dillard mengatakan bahwa jumlah
uang yang dibutuhkan untuk memuaskan liquidity
preference untuk transaction motive berhubungan erat
dengan income dan employment, jadi terhadap tingkat
umum dari aktifitas perusahaan.
Besar kecilnya keinginan untuk meminta
uang guna pemuasan transaction motive
berhubungan erat dengan besarnya keuntungan
yang diharapkan dan tingkat bunga.
Precautionary Motive
Selain menyimpan uang untuk kebutuhan pada
waktu yang akan datang (transaction motive), uang
juga disimpan untuk berjaga-jaga atau untuk
kebutuhan yang mendadak misalnya jika perusahaan
tiba-tiba mengalami kerugian maka perusahaan akan
menggunakan uang simpanan tersebut untuk
menambal kerugian. Alasan tersebut disebut Keynes
dengan Precautionary Motive.
Speculative Motive
Keynes memberi definisi Speculative Motive
sebagai tujuan untuk memperoleh keuntungan karena
mengetahui dengan baik dari pasar tentang apa yang
akan terjadi di dalam masa depan.
Apabila orang berpendapat bahwa bunga akan
naik maka orang akan menyimpan uang tunai yang
besar untuk mendapat keuntungan di masa yang akan
datang. Dapat disimpulkan bahwa tujuan
speculative motive adalah fungsi dari tingkat
bunga.
Faktor T
Faktor T adalah faktor jumlah barang yang
akan diperdagangkan. Makin besar barang yang
diproduksi, makin besar barang yang diperdagangkan
maka sudah tentu perubahan-perubahan T itu
berhubungan erat dengan sebab-sebab yang
menimbulkan perubahan jumlah barang yang akan
diproduksikan.
Jika jumlah uang bertambah tidak diimbangi
oleh jumlah barang yang diperdagangkan maka P
naik.
Terima Kasih
Atas Perhatiannya

Ekonomi moneter (permintaan uang)

  • 1.
    Dosen Pengampu : SyamsuHadi Nurjannah Rahayu K
  • 2.
    Permintaan Terhadap Uang Faktor yangmempengaruhi nilai uang : >> Faktor V - transaction motive - precautionary motive - speculatif motiv >> Faktor T
  • 3.
    Faktor V V adalahkecepatan rata-rata tiap-tiap rupiah dalam jangka waktu tertentu. Bertambah cepatnya peredaran uang uang berarti berkurangnya permintaan terhadap uang, sebaliknya makin lambat peredaran uang berarti naiknya permintaan terhadap uang. Kita dapat menyelidiki berapa besarnya V dengan cara menyelidiki bagaimana kesukaan orang untuk menyimpan uang tunai (liquidity preference). Semakin banyak orang cenderung menyimpan uangnya maka semakin kecil besarnya V, dan sebaliknya.
  • 4.
    Transaction Motive Seseorang (konsumen)menahan sejumlah uang tunai didalam kasnya untuk membeli barang- barang kebutuhannya dalam waktu yang akan datang. Alasan tersebutlah yang disebut dengan Transaction Motive. Duddley Dillard mengatakan bahwa jumlah uang yang dibutuhkan untuk memuaskan liquidity preference untuk transaction motive berhubungan erat dengan income dan employment, jadi terhadap tingkat umum dari aktifitas perusahaan. Besar kecilnya keinginan untuk meminta uang guna pemuasan transaction motive berhubungan erat dengan besarnya keuntungan yang diharapkan dan tingkat bunga.
  • 5.
    Precautionary Motive Selain menyimpanuang untuk kebutuhan pada waktu yang akan datang (transaction motive), uang juga disimpan untuk berjaga-jaga atau untuk kebutuhan yang mendadak misalnya jika perusahaan tiba-tiba mengalami kerugian maka perusahaan akan menggunakan uang simpanan tersebut untuk menambal kerugian. Alasan tersebut disebut Keynes dengan Precautionary Motive.
  • 6.
    Speculative Motive Keynes memberidefinisi Speculative Motive sebagai tujuan untuk memperoleh keuntungan karena mengetahui dengan baik dari pasar tentang apa yang akan terjadi di dalam masa depan. Apabila orang berpendapat bahwa bunga akan naik maka orang akan menyimpan uang tunai yang besar untuk mendapat keuntungan di masa yang akan datang. Dapat disimpulkan bahwa tujuan speculative motive adalah fungsi dari tingkat bunga.
  • 7.
    Faktor T Faktor Tadalah faktor jumlah barang yang akan diperdagangkan. Makin besar barang yang diproduksi, makin besar barang yang diperdagangkan maka sudah tentu perubahan-perubahan T itu berhubungan erat dengan sebab-sebab yang menimbulkan perubahan jumlah barang yang akan diproduksikan. Jika jumlah uang bertambah tidak diimbangi oleh jumlah barang yang diperdagangkan maka P naik.
  • 8.