DIURETIK
PSIK II-1
DISUSUN OLEH: KELOMPOK III
-Andini Fitriani
-Edika P. Tarigan
-Hafizzudin Tanjung
-Hanna Novalia
-Hotnida Sitorus
-Irta Werina
-Junika Nurima
-Listia Ningsih
-Netti Marsela
-Nurmala Limbong
-Rasta Veronika
-Sherly Mustika.
DEFINISI DIURETIK
• Diuretik adalah obat yang dapat menambah
kecepatan pembentukan urin. Istilah diuresis
mempunyai dua pengertian, pertama
menunjukkan adanya penambahan volume urin
yang diproduksi dan yang kedua menunjukkan
jumlah pengeluaran zat-zat terlarut dalam air.
• Fungsi utama diuretik adalah untuk memobilisasi
cairan udem, yang berarti mengubah
keseimbangan cairan sedemikian rupa sehingga
volume cairan ekstra sel kembali menjadi normal.
PENGGOLONGAN DIURETIK
Diuretik dapat dibagi menjadi 5 golongan yaitu :
1. Diuretik osmotik
2. Diuretik golongan penghambat enzim
karbonik anhidrase
3. Diuretik golongan tiazid
4. Diuretik hemat kalium
5. Diuretik kuat
1. Diuretik Osmotik
Istilah diuretik osmotik biasanya dipakai untuk
zat bukan elektrolit yang mudah dan cepat
dieksresi oleh ginjal. Contohnya adalah ;
- Manitol
- Urea
- Gliserin
- Isisorbid.
2. Diuretik golongan penghambat
enzim karbonik anhidrase
• Ini merintangi enzim karbon anhidrase di
tubuli proksimal sehingga di samping
karbonat, juga Na dan K di eksresikan lebih
banyak bersama dengan air. Khasiat
diuretiknya hanya lemah, setelah beberapa
hari terjadi tachyfylaxie, maka perlu
digunakan secara selang seling (intermittens).
• Yang termasuk golongan diuretik ini adalah
asetazolamid, diklorofenamid dan
meatzolamid.
3. Diuretik golongan Tiazid
• Diuretik golongan tiazid ini bekerja pada hulu
tubuli distal dengan cara menghambat reabsorpsi
natrium klorida. Efeknya lebih lemah dan lambat
tetapi tertahan lebih lama (6-48 jam) dan
terutama digunakan dalam terapi pemeliharaan
hipertensi dan kelemahan jantung
• Obat-obat diuretic yang termasuk golongan ini
adalah: klorotiazid, hidroklorotiazid,
hidroflumetiazid, bendroflumetiazid, politiazid,
beztiazid, siklotiazid, metiklotiazid, klortalidon,
kuinetazon, dan indapamid.
4. Diuretik Hemat Kalium
• Diuretik hemat kalium ini bekerja pada hilir
tubuli distal dan duktus koligentas daerah
korteks dengan cara menghambat reabsorpsi
natrium dan sekresi kalium dengan jalan
antagonism kompetitif (sipironolakton) atau
secara langsung (triamteren dan amilorida).
5. Diuretik Kuat
• Obat-obat ini berkhasiat kuat dan pesat tetapi
agak singkat (4-6 jam). Banyak digunakan pada
keadaan akut, misalnya pada udema otak dan
paru-paru. Yang termasuk didalam nya adalah;
asam etakrinat, furosemid dan bumetamid.
INDIKASI
Indikasi penggunaan diuretik adalah:
• Edema yang disebabkan oleh gagal jantung,
penyakit hati dan gangguan ginjal.
• Non edema seperti hipertensi, glaukoma,
mountain sickness, forced dieresis pada
keracunan, gangguan asam asa, dan
nefroliatiasis rekuren.
DOSIS PEMBERIAN OBAT
Golongan Tiazid
Bendroflazid / Bendroflumetazide
• Indikasi :Edema, hipertensi
• Kontra indikasi :Hipokalemia yang refraktur,
hiponatremia, heperkalsemia, gangguan ginjal
dan hati yang berat, hiperurikemia yang
simpromatik, penyakit adison.
• Bentuk sediaan obat :Tablet
• Dosis : Edema dosis awal 5-10mg sehari
berselang sehari pada pagi hari, dosis
pemeliharaan 5-10mg 1-3 kali seminggu.
Hipertensi 2,5 mg pada pagi hari.
• Efek samping : Hipotensi postural dan gangguan
saluran cerna yang ringan, impotensi (reversible
bola obat dihentikan), hipokalemia,
hipomagnesemia, hiponatremia, hiperkalsemia,
alkalosis hipokloremanik, hiperurisemia, pirai,
hiperglikemia, dan peningkatan kadar kolesterol
plasma, jarang terjadi ruam kulit, fotosensitivitas,
gangguan darah, pancreatitis, kolestasis
intrahepatik, dan reaksi hipersensitivitas.
• Peringatan : Dapat menyebabkan hipokalemia,
memperburuk diabetes dan pirai, mungkin
memperburuk eritema lupus sistemik, usia
lanjut, kehamilan dan menyusui, gangguan
hati dan ginjal yang berat.
Golongan Diuretik Kuat
Furosemid
• Indikasi : Edema pada jantung, hipertensi
• Kontra indikasi : Gangguan ginjal dan hati yang
berat
• Bentuk sediaan obat : Tablet, injeksi, infus
• Dosis : Oral ; dewasa 20-40mg pada pagi hari,
anak 1-3mg/kg BB. Injeksi ; dosis awal 20-50mg
IM, anak 0,5-1,5mg/kgBB sampai dosis maksimal
20mg. infuse IV disesuaikan dengan keadaan
pasien.
• Efek samping :Gangguan saluran cerna dan
kadang-kadang reaksi alergi seperti ruam kulit.
• Peringatan : Dapat menyebabkan hipokalemia
dan hiponatremia,; kehamilan dan menyusui,
gangguan hati dan ginjal, memperburuk
diabetes mellitus, perbesaran prostat dan
porfiria.
Golongan Diuretik Hemat Kalium
Spironolakton
• Indikasi : Edema, hipertensi
• Kontra indikasi : Gangguan ginjal,
hiperkalemia, hipernatremia, kehamilan dan
menyusui, penyakit adison.
• Bentuk sediaan obat : Tablet
• Dosis : 100-200mg sehari, jika perlu
ditingkatkan sampai 400mg. Anak ; dosis awal
3mg/kg BB dalam dosis terbagi.
• Efek samping : Gangguan saluran cerna dan
kadang-kadang reaksi alergi seperti ruam kulit,
sakit kepala, bingung, hiponatremia,
hiperkalemia, hepatotoksisitas, impotensi.
• Peringatan : Dapat menyebabkan hipokalemia
dan hiponatremia, kehamilan dan menyusui,
gangguan hati dan ginjal, usia lanjut.
Efek Samping
• Hipokalemia
• Hiperurikemia
• Hiperglikemia
• Hiperlipidemia
• Hiponatriemia
• Lain-lain seperti Gangguan lambung usus
(mual, muntah, diare) rasa letih, nyeri kepala,
pusing dan jarang reaksi alergi kulit.
NEFRON
PERTANYAAN
• Okta
Pengertian istilah medis, pada bagian diuretik
tiazid?
• Susi
Apa yang dimaksud denganTachyphylaxis?
• Rotua
Kenapa bisa kontraindikasi spironolakton ada
pada penyakit ginjal?

Diuretik

  • 1.
    DIURETIK PSIK II-1 DISUSUN OLEH:KELOMPOK III -Andini Fitriani -Edika P. Tarigan -Hafizzudin Tanjung -Hanna Novalia -Hotnida Sitorus -Irta Werina -Junika Nurima -Listia Ningsih -Netti Marsela -Nurmala Limbong -Rasta Veronika -Sherly Mustika.
  • 2.
    DEFINISI DIURETIK • Diuretikadalah obat yang dapat menambah kecepatan pembentukan urin. Istilah diuresis mempunyai dua pengertian, pertama menunjukkan adanya penambahan volume urin yang diproduksi dan yang kedua menunjukkan jumlah pengeluaran zat-zat terlarut dalam air. • Fungsi utama diuretik adalah untuk memobilisasi cairan udem, yang berarti mengubah keseimbangan cairan sedemikian rupa sehingga volume cairan ekstra sel kembali menjadi normal.
  • 3.
    PENGGOLONGAN DIURETIK Diuretik dapatdibagi menjadi 5 golongan yaitu : 1. Diuretik osmotik 2. Diuretik golongan penghambat enzim karbonik anhidrase 3. Diuretik golongan tiazid 4. Diuretik hemat kalium 5. Diuretik kuat
  • 4.
    1. Diuretik Osmotik Istilahdiuretik osmotik biasanya dipakai untuk zat bukan elektrolit yang mudah dan cepat dieksresi oleh ginjal. Contohnya adalah ; - Manitol - Urea - Gliserin - Isisorbid.
  • 6.
    2. Diuretik golonganpenghambat enzim karbonik anhidrase • Ini merintangi enzim karbon anhidrase di tubuli proksimal sehingga di samping karbonat, juga Na dan K di eksresikan lebih banyak bersama dengan air. Khasiat diuretiknya hanya lemah, setelah beberapa hari terjadi tachyfylaxie, maka perlu digunakan secara selang seling (intermittens). • Yang termasuk golongan diuretik ini adalah asetazolamid, diklorofenamid dan meatzolamid.
  • 7.
    3. Diuretik golonganTiazid • Diuretik golongan tiazid ini bekerja pada hulu tubuli distal dengan cara menghambat reabsorpsi natrium klorida. Efeknya lebih lemah dan lambat tetapi tertahan lebih lama (6-48 jam) dan terutama digunakan dalam terapi pemeliharaan hipertensi dan kelemahan jantung • Obat-obat diuretic yang termasuk golongan ini adalah: klorotiazid, hidroklorotiazid, hidroflumetiazid, bendroflumetiazid, politiazid, beztiazid, siklotiazid, metiklotiazid, klortalidon, kuinetazon, dan indapamid.
  • 8.
    4. Diuretik HematKalium • Diuretik hemat kalium ini bekerja pada hilir tubuli distal dan duktus koligentas daerah korteks dengan cara menghambat reabsorpsi natrium dan sekresi kalium dengan jalan antagonism kompetitif (sipironolakton) atau secara langsung (triamteren dan amilorida).
  • 9.
    5. Diuretik Kuat •Obat-obat ini berkhasiat kuat dan pesat tetapi agak singkat (4-6 jam). Banyak digunakan pada keadaan akut, misalnya pada udema otak dan paru-paru. Yang termasuk didalam nya adalah; asam etakrinat, furosemid dan bumetamid.
  • 11.
    INDIKASI Indikasi penggunaan diuretikadalah: • Edema yang disebabkan oleh gagal jantung, penyakit hati dan gangguan ginjal. • Non edema seperti hipertensi, glaukoma, mountain sickness, forced dieresis pada keracunan, gangguan asam asa, dan nefroliatiasis rekuren.
  • 12.
    DOSIS PEMBERIAN OBAT GolonganTiazid Bendroflazid / Bendroflumetazide • Indikasi :Edema, hipertensi • Kontra indikasi :Hipokalemia yang refraktur, hiponatremia, heperkalsemia, gangguan ginjal dan hati yang berat, hiperurikemia yang simpromatik, penyakit adison. • Bentuk sediaan obat :Tablet
  • 13.
    • Dosis :Edema dosis awal 5-10mg sehari berselang sehari pada pagi hari, dosis pemeliharaan 5-10mg 1-3 kali seminggu. Hipertensi 2,5 mg pada pagi hari. • Efek samping : Hipotensi postural dan gangguan saluran cerna yang ringan, impotensi (reversible bola obat dihentikan), hipokalemia, hipomagnesemia, hiponatremia, hiperkalsemia, alkalosis hipokloremanik, hiperurisemia, pirai, hiperglikemia, dan peningkatan kadar kolesterol plasma, jarang terjadi ruam kulit, fotosensitivitas, gangguan darah, pancreatitis, kolestasis intrahepatik, dan reaksi hipersensitivitas.
  • 14.
    • Peringatan :Dapat menyebabkan hipokalemia, memperburuk diabetes dan pirai, mungkin memperburuk eritema lupus sistemik, usia lanjut, kehamilan dan menyusui, gangguan hati dan ginjal yang berat.
  • 16.
    Golongan Diuretik Kuat Furosemid •Indikasi : Edema pada jantung, hipertensi • Kontra indikasi : Gangguan ginjal dan hati yang berat • Bentuk sediaan obat : Tablet, injeksi, infus • Dosis : Oral ; dewasa 20-40mg pada pagi hari, anak 1-3mg/kg BB. Injeksi ; dosis awal 20-50mg IM, anak 0,5-1,5mg/kgBB sampai dosis maksimal 20mg. infuse IV disesuaikan dengan keadaan pasien.
  • 17.
    • Efek samping:Gangguan saluran cerna dan kadang-kadang reaksi alergi seperti ruam kulit. • Peringatan : Dapat menyebabkan hipokalemia dan hiponatremia,; kehamilan dan menyusui, gangguan hati dan ginjal, memperburuk diabetes mellitus, perbesaran prostat dan porfiria.
  • 19.
    Golongan Diuretik HematKalium Spironolakton • Indikasi : Edema, hipertensi • Kontra indikasi : Gangguan ginjal, hiperkalemia, hipernatremia, kehamilan dan menyusui, penyakit adison. • Bentuk sediaan obat : Tablet • Dosis : 100-200mg sehari, jika perlu ditingkatkan sampai 400mg. Anak ; dosis awal 3mg/kg BB dalam dosis terbagi.
  • 20.
    • Efek samping: Gangguan saluran cerna dan kadang-kadang reaksi alergi seperti ruam kulit, sakit kepala, bingung, hiponatremia, hiperkalemia, hepatotoksisitas, impotensi. • Peringatan : Dapat menyebabkan hipokalemia dan hiponatremia, kehamilan dan menyusui, gangguan hati dan ginjal, usia lanjut.
  • 22.
    Efek Samping • Hipokalemia •Hiperurikemia • Hiperglikemia • Hiperlipidemia • Hiponatriemia • Lain-lain seperti Gangguan lambung usus (mual, muntah, diare) rasa letih, nyeri kepala, pusing dan jarang reaksi alergi kulit.
  • 26.
  • 27.
    PERTANYAAN • Okta Pengertian istilahmedis, pada bagian diuretik tiazid? • Susi Apa yang dimaksud denganTachyphylaxis? • Rotua Kenapa bisa kontraindikasi spironolakton ada pada penyakit ginjal?