Distribusi Peluang
Binomial
-Materi persyarat & Variabel Acak-
Luthfi Ridhwansyah Al., S.Pd.
Pokok Bahasan
Materi Prasyarat
Kombinasi & Peluang Variabel Acak
Distribusi Peluang
Binomial
Materi Prasyarat
• Kombinasi : Memilih 𝑟 dari 𝑛 unsur (tanpa
memperhatikan urutan)
𝐶𝑟
𝑛
=
𝑛!
𝑛 − 𝑟 ! 𝑟!
• Contoh 1:
Dari 8 orang siswa dipilih 3 orang oleh sekolah untuk
mengikuti lomba olimpiade matematika. Banyak
cara pemilihan adalah….
• Jawab
Dik : 𝑛 = 8 , 𝑟 = 3
Banyak cara =
𝐶3
8
=
8!
8 − 3 ! 3!
=
8!
5! 3!
=
8.7.6.5!
5! 3.2.1
= 𝟓𝟔 𝐜𝐚𝐫𝐚
• Peluang : Probabilitas/Kemungkinan
𝑃 𝐴 =
𝑛(𝐴)
𝑛(𝑆)
• 𝑛(𝐴) = kejadian yang diiinginkan dalam soal
𝑛(𝑆) = banyaknya anggota dari ruang sampel
• Contoh 2:
4 Bola Kuning
3 Bola Hijau
Diambil 2 bola secara acak,
berapa peluang terambil bola
Kuning?
Jawab:
A: Kejadian terambil Bola Kuning
𝑛(𝐴)= 𝐶2
4
=
4!
4−2 !2!
=
4.3.2!
2.1.2!
= 6
𝑛(𝑆)= 𝐶2
7
=
7!
7−2 !2!
=
7.6.5!
5!2!
= 21
𝑃 𝐴 =
𝑛(𝐴)
𝑛(𝑆)
=
𝟔
𝟐𝟏
=
𝟑
𝟕
Variabel Acak
Definisi Suatu fungsi yang menghubungkan sebuah bilangan
real dengan setiap unsur dalam ruang sampel
Contoh 3:
Bang supri menikah dengan neng surti, mereka mempunyai 3 orang anak. Tentukan Kemungkinan banyaknya
anak laki-laki bang supri dan neng surti!
A1 A2 A3
L L L
P L L
L P L
L L P
L P P
P L P
P P L
P P P
Variabel acak X didefinisikan:
banyaknya anak Laki-laki bang supri
dan neng surti
Ruang
Sampel
Nilai Variabel
Acak
PPP 0
LPP, PLP,PPL 1
PLL,LPL,LLP 2
LLL 3
𝑋 menyatakan variable acaknya
𝑋 = {0,1,2,3}
𝑥 menyatakan Nilai variable acaknya
𝑥 = 0, 𝑥 = 1, 𝑥 = 2, 𝑥 = 3
Variabel Acak
Contoh 4:
5 Bola Hijau
4 Bola Biru
Diambil 2 bola secara acak,
kemungkinan terambil bola
berwarna biru!
Variabel acak X didefinisikan:
“banyaknya bola Biru terambil”
B1 B2
B B
B H
H B
H H
Sehingga,
kemungkinan banyak bola biru
yang terambil
Ruang
Sampel
Nilai Variabel
Acak
HH 0
BH, HB 1
BB 2
𝑋 menyatakan variable acaknya
𝑋 = {0,1,2}
𝑥 menyatakan Nilai variable acaknya
𝑥 = 0, 𝑥 = 1, 𝑥 = 2
Variabel Acak
Variabel Acak
(VA)
VA Diskrit : Berisi kemungkinan yang dapat dihitung
Contoh :
• Banyaknya bilangan genap yang kurang dari 1000
• Banyaknya ayam jantan dari sekumpulan ayam berjumlah 7000 ekor
VA Kontinu : Berisi kemungkinan yang tidak dapat dihitung
Contoh :
• Banyaknya bilangan Desimal dari 0 sampai 1
• Banyaknya bilangan real yang kurang dari 50
Distribusi Peluang Variabel Acak
Diskrit
Contoh 5:
Bang supri menikah dengan neng surti, mereka
mempunyai 3 orang anak. Tentukan distribusi
peluang dari kemungkinan banyakna anak laki-laki
bang supri dan neng surti!
Variabel acak X didefinisikan:
banyaknya anak Laki-laki bang supri
dan neng surti
Ruang
Sampel
Nilai 𝑿 =
𝒙
P(𝑿 = 𝒙)
PPP 0 𝟏
𝟖
LPP,
PLP,PPL
1 𝟑
𝟖
PLL,LPL,LLP 2 𝟑
𝟖
LLL 3 𝟏
𝟖
𝑛 𝑆 = 23
= 8
Peluang banyak anak laki-laki = 0
𝑓 0 = 𝑃 𝑋 = 0
𝑃 𝑋 = 0 =
𝑛(𝐴)
𝑛(𝑆)
=
𝟏
𝟖
Peluang banyak anak laki-laki = 1
𝑓 1 = 𝑃 𝑋 = 1
𝑃 𝑋 = 1 =
𝑛(𝐴)
𝑛(𝑆)
=
𝟑
𝟖
Peluang banyak anak laki-laki = 2
𝑓 2 = 𝑃 𝑋 = 2
𝑃 𝑋 = 2 =
𝑛(𝐴)
𝑛(𝑆)
=
𝟑
𝟖
Peluang banyak anak laki-laki = 3
𝑓 3 = 𝑃 𝑋 = 3
𝑃 𝑋 = 3 =
𝑛(𝐴)
𝑛(𝑆)
=
𝟏
𝟖
Menyatakan Distribusi Peluang Variabel
Acak
1. Tabel
𝑥 0 1 2 3
𝑓(𝑥) 1
8
3
8
3
8
1
8
2. Fungsi
𝑓(𝑥) =
1
8
, untuk 𝑥 = 0 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑥 = 3
3
8
, untuk 𝑥 = 1 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑥 = 2
0, untuk 𝑥 lainnya
3. Grafik
X
Y
1 2 3
0
1
8
3
8
Yang harus diperhatikan :
1. Nilai peluang selalu 0 ≤ 𝑓 𝑥 ≤ 1
2. Jumlah semua 𝑓 𝑥 =1
𝑖=0
1
𝑓 𝑥𝑖 = 𝑓 0 + 𝑓 1 + ⋯ + 𝑓 𝑛 = 1
Distribusi Kumulatif
𝑭 𝒄 = 𝑷 𝒙 ≤ 𝒄
= 𝑷 𝒙 = 𝟎 + 𝑷 𝒙 = 𝟏 + ⋯ + 𝑷 𝒙 = 𝒄
= 𝒇 𝟎 + 𝒇 𝟏 + ⋯ + 𝒇(𝒄)
Kasus Bang Supri dan Neng Surti
𝑥 0 1 2 3
𝑓(𝑥) 1
8
3
8
3
8
1
8
𝑭 𝟎 = 𝑷 𝒙 ≤ 𝟎 = 𝒇 𝟎 =
𝟏
𝟖
𝑭 𝟏 = 𝑷 𝒙 ≤ 𝟏 = 𝒇 𝟎 + 𝒇 𝟏 =
𝟏
𝟖
+
𝟑
𝟖
=
𝟒
𝟖
𝑭 𝟐 = 𝑷 𝒙 ≤ 𝟐 = 𝒇 𝟎 + 𝒇 𝟏 + 𝒇 𝟐 =
𝟏
𝟖
+
𝟑
𝟖
+
𝟑
𝟖
=
𝟕
𝟖
𝑭 𝟑 = 𝒇 𝟎 + 𝒇 𝟏 + 𝒇 𝟐 + 𝒇(𝟑) =
𝟏
𝟖
+
𝟑
𝟖
+
𝟑
𝟖
+
𝟏
𝟖
=
𝟖
𝟖
= 𝟏
Tabel Distributif Kumulatif
𝑥 0 1 2 3
𝐹(𝑥) 1
8
4
8
7
8
1
Fungsi Distribusi Kumulatif
Contoh 6:
Diketahui sebuah variable acak
Mempunyai table distribusi peluang
Sebagai berikut.
Tabel Distributif Kumulatif
𝑥 0 1 2 3 4
𝐹(𝑥) 1
10
3
10
8
10
9
10
1
Berdasarkan table tersebut, tentukanlah :
a. 𝑓(3)
b. 𝑃(𝑥 ≥ 2)
Jawab
a. 𝑭 𝟑 = 𝒇 𝟎 + 𝒇 𝟏 + 𝒇 𝟐 + 𝒇(𝟑)
𝑭 𝟐 = 𝒇 𝟎 + 𝒇 𝟏 + 𝒇 𝟐
𝑭 𝟑 − 𝑭 𝟐 = 𝒇(𝟑)
𝑓 3 =
9
10
−
8
10
=
1
10
𝒇 𝒌 = 𝑭 𝒌 − 𝑭 𝒌 − 𝟏
Secara umum:
b. 𝑭 𝒄 = 𝑷 𝒙 ≤ 𝒄
𝑃 𝑥 ≥ 2 = 𝑓 2 + 𝑓 3 + 𝑓 4
=
5
5
+
1
10
+
1
10
=
7
10
Latihan Soal
Variabel acak 𝑋 menyatakan banyak gambar
pada pelemparan dua keping mata uang logam.
Tentukan nilai dari :
a. 𝑃(𝑋 = 0)
b. 𝑃(𝑋 = 1)
c. 𝑃(𝑋 = 2)
Dewi melakukan pelemparan dua buah dadu
satu kali. Variabel acak 𝑋 menyatakan jumlah
kedua mata dadu. Nyatakan hasil yang mungkin
diperoleh sebagai variabel acak.
Variabel acak 𝑋 menyatakan banyaknya angka
pada pelemparan empat keping mata uang
logam. Tentukan nilai dari:
a. 𝑃(𝑋 ≤ 1)
b. 𝑃 (𝑋 ≤ 2)
c. 𝑃 (𝑋 ≤ 3 )
d. 𝑃 (𝑋 ≤ 4 )
Tentukan table distribusi berikut.
Tentukan table distribusi kumulatif berikut.
𝑥 1 2 3 4
𝑓(𝑥) 1
4
2
5
𝑘 1
5
Tentukan nilai k.
𝑥 1 2 3 4 5
𝐹(𝑥) 1
4
3
5
3
4
4
5
1
Tentukanlah:
a. 𝑓(3).
b. 𝑃(𝑋 = 4).
c. 𝑃(𝑋 ≤ 4)
d. 𝑃(𝑋 ≥ 3)
Distribusi Peluang Binomial
Karakteristik:
• Banyaknya percobaan diketahui dan tetap (N)
• Percobaan hanya memiliki 2 kemungkinan hasil
 Dinyatakan : “Sukses” atau “Gagal”
 Pelemparan Koin : Angka atau Gambar
 Kelahiran Anak : Laki-laki atau Perempuan
 Mengikuti Lomba : Menang atau Kalah
 Pelemparan Dadu : Muncul angka 2 atau bukan angka 2
 Peluang sukses : 𝑝 dan peluang gagal : 𝑞
 𝑞 = 1 − 𝑝
• Percobaan harus bersifat independent satu sama lain
Teorema :
𝒇(𝒙) = 𝒃(𝒙 ; 𝒏; 𝒑) = 𝑪𝒙
𝒏. 𝒑𝒙 . 𝒒𝒏 – 𝒙
Keterangan:
𝑪𝒙
𝒏
= koefisien binomial
𝒏 = Banyaknya percobaan
𝒙 = banyaknya kejadian yang diharapkan dengan 𝑥 = 0, 1, 2, . . 𝑛
𝒑 = peluang kejadian yang diharapkan (sukses)
𝒒 = peluang kejadian yang tidak diharapkan (gagal)
Contoh 1 :
Regia melakukan latihan tendangan penalti sebanyak 3 kali. Peluang sukses
melakukan tendangan sebesar
4
5
. tentukan peluang Regia mencetak tepat dua gol.
Jawab:
𝑝 = peluang sukses mencetak gol, maka 𝑝 =
4
5
𝑞 = peluang gagal mencetak gol, maka 𝑞 = 1 – 𝑝 = 1 –
4
5
=
1
5
Diketahui
𝑛 = 3
𝑥 = 2
𝑝 =
4
5
𝑞 =
1
5
Jawab :
karena Regia berharap mencetak 2 gol, maka
𝑓 2 = 2; 3;
4
5
= 𝐶2
3
.
4
5
2
.
1
5
3−2
= 3 .
16
25
.
1
5
=
48
125
Contoh 2 :
Galih mengerjakan 4 soal pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban. Tentukan peluang galih menjawab benar 3 soal!
Jawab :
Sukses : menjawab soal dengan benar
𝑛 = 4
Pilihan Ganda dengan 5 pilihan jawaban
Jawaban benar : 1
Jawaban Salah : 4
𝑝 =
1
5
𝑞 =
4
5
Galih menjawab 3 soal benar
𝑥 = 3
Teorema :
𝒇(𝒙) = 𝒃(𝒙 ; 𝒏; 𝒑) = 𝑪𝒙
𝒏
. 𝒑𝒙
. 𝒒𝒏 – 𝒙
↔ 𝑓 3 = 3; 4;
1
5
= 𝐶3
4
.
1
5
3
.
4
5
4−3
= 4 .
1
125
.
4
5
=
16
625
Contoh 3 :
Dari catatan pejabat bank yang meberikan pinjaman kredit bagi pembeli rumah sederhana, diketahui bahwa terdapat
10% debitur yang menunggak cicilan rumah. Dari 10 debitur, berapa peluang terdapat 3 debitur yang membayar tepat
Waktu!
Contoh 4 :
Pada pelemparan 8 dadu sekaligus, Berapa probabilitas muncul mata dadu 5 sebanyak 2 kali!
Contoh 5 :
Catatan uji klinis farmasi menyatakan bahwa peluang pasien sembuh setelah diberikan obat X adalah 80%. Dari
7 pasien yang diberikan obat X, tentukan peluang paling sedikit ada 2 orang yang sembuh!
Soal 3:
Pembahasan
Kemungkinan Kejadian : 1. Membayar Tepat Waktu = sukses
2. Menunggak cicilan = gagal
𝑛 = 10
10% debitur menunggak cicilan
𝑝 =
9
10
𝑞 =
1
10
Terdapat 3 debitur yang membayar tepat waktu
𝑥 = 3
Teorema :
𝒇(𝒙) = 𝒃(𝒙 ; 𝒏; 𝒑) = 𝑪𝒙
𝒏
. 𝒑𝒙
. 𝒒𝒏 – 𝒙
↔ 𝑓 3 = 3; 10;
9
10
= 𝐶3
10
.
9
10
3
.
1
10
10−3
=
10!
10 − 3 ! 3!
.
93
103
.
1
107
=
10.9.8
3
.
729
1010
=
93
. 24
109
Soal 4: Kemungkinan Kejadian : 1. Muncul Matdad bukan 5 = sukses
2. Muncul matdad 5= gagal
𝑛 = 8
𝑝 =
5
6
𝑞 =
1
6
Mata dadu bukan 5 sebanyak 6 kali
𝑥 = 6
Teorema :
𝒇(𝒙) = 𝒃(𝒙 ; 𝒏; 𝒑) = 𝑪𝒙
𝒏
. 𝒑𝒙
. 𝒒𝒏 – 𝒙
↔ 𝑓 6 = 6; 8;
5
6
= 𝐶6
8
.
5
6
6
.
1
6
8−6
=
8!
8 − 6 ! 6!
.
56
66
.
1
62
=
8.7
2
.
56
68
=
56
. 28
68
Soal 5: Kemungkinan Kejadian : 1. Sembuh = sukses
2. Tidak sembuh = gagal
𝑛 = 7
𝑝 =
4
5
𝑞 =
1
5
Paling sedikit ada 2 orang yang sembuh
𝑥 ≥ 2
↔ 𝑃 𝑥 ≥ 2 = 𝑃 𝑥 = 2 + 𝑃 𝑥 = 3 + 𝑃 𝑥 = 4 + 𝑃 𝑥 = 5 +…+ 𝑃 𝑥 = 7
Peluang pasien sembuh adalah 80%
= 1 − 𝑃(𝑥 ≤ 2) = 1 − (𝑓(0) + 𝑓(1))
↔ 𝑓 0 = 0; 7;
4
5
= 𝐶0
7
.
4
5
0
.
1
5
7−0
=
1
5
7
=
1
57
↔ 𝑓 1 = 1; 7;
4
5
= 𝐶1
7
.
4
5
1
.
1
5
7−1
= 7.
4
5
.
1
5
6
=
28
57
= 1 −
1
57
+
28
57
= 1 −
29
57
=
57
− 29
57
Teorema 2 :
𝑭 𝒕 = 𝑷 𝒙 ≤ 𝒕 =
𝒙=𝟎
𝒕
𝒃 𝒙 ; 𝒏; 𝒑 =
𝒙=𝟎
𝒕
𝑪𝒙
𝒏
. 𝒑𝒙
. 𝒒𝒏 – 𝒙

Distribusi Peluang Binomial.pptx

  • 1.
    Distribusi Peluang Binomial -Materi persyarat& Variabel Acak- Luthfi Ridhwansyah Al., S.Pd.
  • 2.
    Pokok Bahasan Materi Prasyarat Kombinasi& Peluang Variabel Acak Distribusi Peluang Binomial
  • 3.
    Materi Prasyarat • Kombinasi: Memilih 𝑟 dari 𝑛 unsur (tanpa memperhatikan urutan) 𝐶𝑟 𝑛 = 𝑛! 𝑛 − 𝑟 ! 𝑟! • Contoh 1: Dari 8 orang siswa dipilih 3 orang oleh sekolah untuk mengikuti lomba olimpiade matematika. Banyak cara pemilihan adalah…. • Jawab Dik : 𝑛 = 8 , 𝑟 = 3 Banyak cara = 𝐶3 8 = 8! 8 − 3 ! 3! = 8! 5! 3! = 8.7.6.5! 5! 3.2.1 = 𝟓𝟔 𝐜𝐚𝐫𝐚 • Peluang : Probabilitas/Kemungkinan 𝑃 𝐴 = 𝑛(𝐴) 𝑛(𝑆) • 𝑛(𝐴) = kejadian yang diiinginkan dalam soal 𝑛(𝑆) = banyaknya anggota dari ruang sampel • Contoh 2: 4 Bola Kuning 3 Bola Hijau Diambil 2 bola secara acak, berapa peluang terambil bola Kuning? Jawab: A: Kejadian terambil Bola Kuning 𝑛(𝐴)= 𝐶2 4 = 4! 4−2 !2! = 4.3.2! 2.1.2! = 6 𝑛(𝑆)= 𝐶2 7 = 7! 7−2 !2! = 7.6.5! 5!2! = 21 𝑃 𝐴 = 𝑛(𝐴) 𝑛(𝑆) = 𝟔 𝟐𝟏 = 𝟑 𝟕
  • 4.
    Variabel Acak Definisi Suatufungsi yang menghubungkan sebuah bilangan real dengan setiap unsur dalam ruang sampel Contoh 3: Bang supri menikah dengan neng surti, mereka mempunyai 3 orang anak. Tentukan Kemungkinan banyaknya anak laki-laki bang supri dan neng surti! A1 A2 A3 L L L P L L L P L L L P L P P P L P P P L P P P Variabel acak X didefinisikan: banyaknya anak Laki-laki bang supri dan neng surti Ruang Sampel Nilai Variabel Acak PPP 0 LPP, PLP,PPL 1 PLL,LPL,LLP 2 LLL 3 𝑋 menyatakan variable acaknya 𝑋 = {0,1,2,3} 𝑥 menyatakan Nilai variable acaknya 𝑥 = 0, 𝑥 = 1, 𝑥 = 2, 𝑥 = 3
  • 5.
    Variabel Acak Contoh 4: 5Bola Hijau 4 Bola Biru Diambil 2 bola secara acak, kemungkinan terambil bola berwarna biru! Variabel acak X didefinisikan: “banyaknya bola Biru terambil” B1 B2 B B B H H B H H Sehingga, kemungkinan banyak bola biru yang terambil Ruang Sampel Nilai Variabel Acak HH 0 BH, HB 1 BB 2 𝑋 menyatakan variable acaknya 𝑋 = {0,1,2} 𝑥 menyatakan Nilai variable acaknya 𝑥 = 0, 𝑥 = 1, 𝑥 = 2
  • 6.
    Variabel Acak Variabel Acak (VA) VADiskrit : Berisi kemungkinan yang dapat dihitung Contoh : • Banyaknya bilangan genap yang kurang dari 1000 • Banyaknya ayam jantan dari sekumpulan ayam berjumlah 7000 ekor VA Kontinu : Berisi kemungkinan yang tidak dapat dihitung Contoh : • Banyaknya bilangan Desimal dari 0 sampai 1 • Banyaknya bilangan real yang kurang dari 50
  • 7.
    Distribusi Peluang VariabelAcak Diskrit Contoh 5: Bang supri menikah dengan neng surti, mereka mempunyai 3 orang anak. Tentukan distribusi peluang dari kemungkinan banyakna anak laki-laki bang supri dan neng surti! Variabel acak X didefinisikan: banyaknya anak Laki-laki bang supri dan neng surti Ruang Sampel Nilai 𝑿 = 𝒙 P(𝑿 = 𝒙) PPP 0 𝟏 𝟖 LPP, PLP,PPL 1 𝟑 𝟖 PLL,LPL,LLP 2 𝟑 𝟖 LLL 3 𝟏 𝟖 𝑛 𝑆 = 23 = 8 Peluang banyak anak laki-laki = 0 𝑓 0 = 𝑃 𝑋 = 0 𝑃 𝑋 = 0 = 𝑛(𝐴) 𝑛(𝑆) = 𝟏 𝟖 Peluang banyak anak laki-laki = 1 𝑓 1 = 𝑃 𝑋 = 1 𝑃 𝑋 = 1 = 𝑛(𝐴) 𝑛(𝑆) = 𝟑 𝟖 Peluang banyak anak laki-laki = 2 𝑓 2 = 𝑃 𝑋 = 2 𝑃 𝑋 = 2 = 𝑛(𝐴) 𝑛(𝑆) = 𝟑 𝟖 Peluang banyak anak laki-laki = 3 𝑓 3 = 𝑃 𝑋 = 3 𝑃 𝑋 = 3 = 𝑛(𝐴) 𝑛(𝑆) = 𝟏 𝟖
  • 8.
    Menyatakan Distribusi PeluangVariabel Acak 1. Tabel 𝑥 0 1 2 3 𝑓(𝑥) 1 8 3 8 3 8 1 8 2. Fungsi 𝑓(𝑥) = 1 8 , untuk 𝑥 = 0 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑥 = 3 3 8 , untuk 𝑥 = 1 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑥 = 2 0, untuk 𝑥 lainnya 3. Grafik X Y 1 2 3 0 1 8 3 8 Yang harus diperhatikan : 1. Nilai peluang selalu 0 ≤ 𝑓 𝑥 ≤ 1 2. Jumlah semua 𝑓 𝑥 =1 𝑖=0 1 𝑓 𝑥𝑖 = 𝑓 0 + 𝑓 1 + ⋯ + 𝑓 𝑛 = 1
  • 9.
    Distribusi Kumulatif 𝑭 𝒄= 𝑷 𝒙 ≤ 𝒄 = 𝑷 𝒙 = 𝟎 + 𝑷 𝒙 = 𝟏 + ⋯ + 𝑷 𝒙 = 𝒄 = 𝒇 𝟎 + 𝒇 𝟏 + ⋯ + 𝒇(𝒄) Kasus Bang Supri dan Neng Surti 𝑥 0 1 2 3 𝑓(𝑥) 1 8 3 8 3 8 1 8 𝑭 𝟎 = 𝑷 𝒙 ≤ 𝟎 = 𝒇 𝟎 = 𝟏 𝟖 𝑭 𝟏 = 𝑷 𝒙 ≤ 𝟏 = 𝒇 𝟎 + 𝒇 𝟏 = 𝟏 𝟖 + 𝟑 𝟖 = 𝟒 𝟖 𝑭 𝟐 = 𝑷 𝒙 ≤ 𝟐 = 𝒇 𝟎 + 𝒇 𝟏 + 𝒇 𝟐 = 𝟏 𝟖 + 𝟑 𝟖 + 𝟑 𝟖 = 𝟕 𝟖 𝑭 𝟑 = 𝒇 𝟎 + 𝒇 𝟏 + 𝒇 𝟐 + 𝒇(𝟑) = 𝟏 𝟖 + 𝟑 𝟖 + 𝟑 𝟖 + 𝟏 𝟖 = 𝟖 𝟖 = 𝟏 Tabel Distributif Kumulatif 𝑥 0 1 2 3 𝐹(𝑥) 1 8 4 8 7 8 1
  • 10.
    Fungsi Distribusi Kumulatif Contoh6: Diketahui sebuah variable acak Mempunyai table distribusi peluang Sebagai berikut. Tabel Distributif Kumulatif 𝑥 0 1 2 3 4 𝐹(𝑥) 1 10 3 10 8 10 9 10 1 Berdasarkan table tersebut, tentukanlah : a. 𝑓(3) b. 𝑃(𝑥 ≥ 2) Jawab a. 𝑭 𝟑 = 𝒇 𝟎 + 𝒇 𝟏 + 𝒇 𝟐 + 𝒇(𝟑) 𝑭 𝟐 = 𝒇 𝟎 + 𝒇 𝟏 + 𝒇 𝟐 𝑭 𝟑 − 𝑭 𝟐 = 𝒇(𝟑) 𝑓 3 = 9 10 − 8 10 = 1 10 𝒇 𝒌 = 𝑭 𝒌 − 𝑭 𝒌 − 𝟏 Secara umum: b. 𝑭 𝒄 = 𝑷 𝒙 ≤ 𝒄 𝑃 𝑥 ≥ 2 = 𝑓 2 + 𝑓 3 + 𝑓 4 = 5 5 + 1 10 + 1 10 = 7 10
  • 11.
    Latihan Soal Variabel acak𝑋 menyatakan banyak gambar pada pelemparan dua keping mata uang logam. Tentukan nilai dari : a. 𝑃(𝑋 = 0) b. 𝑃(𝑋 = 1) c. 𝑃(𝑋 = 2) Dewi melakukan pelemparan dua buah dadu satu kali. Variabel acak 𝑋 menyatakan jumlah kedua mata dadu. Nyatakan hasil yang mungkin diperoleh sebagai variabel acak. Variabel acak 𝑋 menyatakan banyaknya angka pada pelemparan empat keping mata uang logam. Tentukan nilai dari: a. 𝑃(𝑋 ≤ 1) b. 𝑃 (𝑋 ≤ 2) c. 𝑃 (𝑋 ≤ 3 ) d. 𝑃 (𝑋 ≤ 4 ) Tentukan table distribusi berikut. Tentukan table distribusi kumulatif berikut. 𝑥 1 2 3 4 𝑓(𝑥) 1 4 2 5 𝑘 1 5 Tentukan nilai k. 𝑥 1 2 3 4 5 𝐹(𝑥) 1 4 3 5 3 4 4 5 1 Tentukanlah: a. 𝑓(3). b. 𝑃(𝑋 = 4). c. 𝑃(𝑋 ≤ 4) d. 𝑃(𝑋 ≥ 3)
  • 12.
    Distribusi Peluang Binomial Karakteristik: •Banyaknya percobaan diketahui dan tetap (N) • Percobaan hanya memiliki 2 kemungkinan hasil  Dinyatakan : “Sukses” atau “Gagal”  Pelemparan Koin : Angka atau Gambar  Kelahiran Anak : Laki-laki atau Perempuan  Mengikuti Lomba : Menang atau Kalah  Pelemparan Dadu : Muncul angka 2 atau bukan angka 2  Peluang sukses : 𝑝 dan peluang gagal : 𝑞  𝑞 = 1 − 𝑝 • Percobaan harus bersifat independent satu sama lain
  • 13.
    Teorema : 𝒇(𝒙) =𝒃(𝒙 ; 𝒏; 𝒑) = 𝑪𝒙 𝒏. 𝒑𝒙 . 𝒒𝒏 – 𝒙 Keterangan: 𝑪𝒙 𝒏 = koefisien binomial 𝒏 = Banyaknya percobaan 𝒙 = banyaknya kejadian yang diharapkan dengan 𝑥 = 0, 1, 2, . . 𝑛 𝒑 = peluang kejadian yang diharapkan (sukses) 𝒒 = peluang kejadian yang tidak diharapkan (gagal) Contoh 1 : Regia melakukan latihan tendangan penalti sebanyak 3 kali. Peluang sukses melakukan tendangan sebesar 4 5 . tentukan peluang Regia mencetak tepat dua gol. Jawab: 𝑝 = peluang sukses mencetak gol, maka 𝑝 = 4 5 𝑞 = peluang gagal mencetak gol, maka 𝑞 = 1 – 𝑝 = 1 – 4 5 = 1 5 Diketahui 𝑛 = 3 𝑥 = 2 𝑝 = 4 5 𝑞 = 1 5 Jawab : karena Regia berharap mencetak 2 gol, maka 𝑓 2 = 2; 3; 4 5 = 𝐶2 3 . 4 5 2 . 1 5 3−2 = 3 . 16 25 . 1 5 = 48 125
  • 14.
    Contoh 2 : Galihmengerjakan 4 soal pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban. Tentukan peluang galih menjawab benar 3 soal! Jawab : Sukses : menjawab soal dengan benar 𝑛 = 4 Pilihan Ganda dengan 5 pilihan jawaban Jawaban benar : 1 Jawaban Salah : 4 𝑝 = 1 5 𝑞 = 4 5 Galih menjawab 3 soal benar 𝑥 = 3 Teorema : 𝒇(𝒙) = 𝒃(𝒙 ; 𝒏; 𝒑) = 𝑪𝒙 𝒏 . 𝒑𝒙 . 𝒒𝒏 – 𝒙 ↔ 𝑓 3 = 3; 4; 1 5 = 𝐶3 4 . 1 5 3 . 4 5 4−3 = 4 . 1 125 . 4 5 = 16 625
  • 15.
    Contoh 3 : Daricatatan pejabat bank yang meberikan pinjaman kredit bagi pembeli rumah sederhana, diketahui bahwa terdapat 10% debitur yang menunggak cicilan rumah. Dari 10 debitur, berapa peluang terdapat 3 debitur yang membayar tepat Waktu! Contoh 4 : Pada pelemparan 8 dadu sekaligus, Berapa probabilitas muncul mata dadu 5 sebanyak 2 kali! Contoh 5 : Catatan uji klinis farmasi menyatakan bahwa peluang pasien sembuh setelah diberikan obat X adalah 80%. Dari 7 pasien yang diberikan obat X, tentukan peluang paling sedikit ada 2 orang yang sembuh!
  • 16.
    Soal 3: Pembahasan Kemungkinan Kejadian: 1. Membayar Tepat Waktu = sukses 2. Menunggak cicilan = gagal 𝑛 = 10 10% debitur menunggak cicilan 𝑝 = 9 10 𝑞 = 1 10 Terdapat 3 debitur yang membayar tepat waktu 𝑥 = 3 Teorema : 𝒇(𝒙) = 𝒃(𝒙 ; 𝒏; 𝒑) = 𝑪𝒙 𝒏 . 𝒑𝒙 . 𝒒𝒏 – 𝒙 ↔ 𝑓 3 = 3; 10; 9 10 = 𝐶3 10 . 9 10 3 . 1 10 10−3 = 10! 10 − 3 ! 3! . 93 103 . 1 107 = 10.9.8 3 . 729 1010 = 93 . 24 109
  • 17.
    Soal 4: KemungkinanKejadian : 1. Muncul Matdad bukan 5 = sukses 2. Muncul matdad 5= gagal 𝑛 = 8 𝑝 = 5 6 𝑞 = 1 6 Mata dadu bukan 5 sebanyak 6 kali 𝑥 = 6 Teorema : 𝒇(𝒙) = 𝒃(𝒙 ; 𝒏; 𝒑) = 𝑪𝒙 𝒏 . 𝒑𝒙 . 𝒒𝒏 – 𝒙 ↔ 𝑓 6 = 6; 8; 5 6 = 𝐶6 8 . 5 6 6 . 1 6 8−6 = 8! 8 − 6 ! 6! . 56 66 . 1 62 = 8.7 2 . 56 68 = 56 . 28 68
  • 18.
    Soal 5: KemungkinanKejadian : 1. Sembuh = sukses 2. Tidak sembuh = gagal 𝑛 = 7 𝑝 = 4 5 𝑞 = 1 5 Paling sedikit ada 2 orang yang sembuh 𝑥 ≥ 2 ↔ 𝑃 𝑥 ≥ 2 = 𝑃 𝑥 = 2 + 𝑃 𝑥 = 3 + 𝑃 𝑥 = 4 + 𝑃 𝑥 = 5 +…+ 𝑃 𝑥 = 7 Peluang pasien sembuh adalah 80% = 1 − 𝑃(𝑥 ≤ 2) = 1 − (𝑓(0) + 𝑓(1)) ↔ 𝑓 0 = 0; 7; 4 5 = 𝐶0 7 . 4 5 0 . 1 5 7−0 = 1 5 7 = 1 57 ↔ 𝑓 1 = 1; 7; 4 5 = 𝐶1 7 . 4 5 1 . 1 5 7−1 = 7. 4 5 . 1 5 6 = 28 57 = 1 − 1 57 + 28 57 = 1 − 29 57 = 57 − 29 57
  • 19.
    Teorema 2 : 𝑭𝒕 = 𝑷 𝒙 ≤ 𝒕 = 𝒙=𝟎 𝒕 𝒃 𝒙 ; 𝒏; 𝒑 = 𝒙=𝟎 𝒕 𝑪𝒙 𝒏 . 𝒑𝒙 . 𝒒𝒏 – 𝒙