DIKSI II Yuca Siahaan F0109109
I. KATA ASING DAN KATA SERAPAN K ata asing ialah unsur-unsur yang berasal dari bahasa asing yang masih dipertahankan bentuk aslinya karena belum menyatu dengan bahasa Indonesia. Contoh:  option dan stem   K ata – kata atau unsur-unsur serapan ialah unsur-unsur  bahasa asing yang telah disesuaikan dengan wujud/ struktur bahasa Indonesia.  Contoh:  pelopor, dongkrak, sakelar
II.  KATA-KATA BARU Bahasa berkembang sesuai dengan kemajuan ilmu dan bidang kehidupan lainnya. Demikian pula bahasa Indonesia. Akhir-akhir ini banyak sekali kata-kata baru yang dikemukakan berbagai pihak. Sebagian diantarannya telah diterima masyarakat. Contoh :  c anggih , r ambang, acak , k endala
III.  MAKNA KATA DALAM KALIMAT Makna kata pada dasarnya bergantung kepada konteks yang mencakup baik situasi fisik maupun verbal pada waktu dan tempat suatu kata digunakan. Karena segala sesuatu selalu berubah dalam kaitan waktu dan tempat, maka tak ada kata yang diucapkan atau digunakan dengan makna yang tepat sama. Contoh:  Mer e ka mengikuti perlombaan jalan  cepat   ( M enunjukkan gerak ). Kursus c epa t lebih disukai orang di daerah itu daripada kursus jangka panjang (menunjukkan waktu ).
IV. KELANGSUNGAN KATA Dalam menulis harus diusahakan untuk mempergunakan kata-kata yang langsung dan sehemat mungkin.  Misalnya, kita menggunakan kata  mujarab  untuk pengertian yang cepat menyembuhkan (obat), canggih untuk menuntut banyak persyaratan, dan sebagainya.
V.  KESESUAIAN DALAM PEMILIHAN KATA Kata-kata yang dipergunakan harus sesuai dengan kesempatan atau situasi yang akan kita masuki dengan tulisan itu. K ita harus memperhatikan keadaan masyarakat sasaran tulisan: golongan lapisannya, pendidikkannya, umurnya, dan sebagainya.
Agar dapat memenuhi persyaratan kesesuaian dalam memilih   kata-kata, perlu diperhatiakan juga hal-hal berikut: Nilai-nilai Sosial Dalam memilih kata-kata yang akan dipergunakan harus diperhatikan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat pembaca.  Kata-kata Baku dan Nonbaku Ragam bahasa baku (standar) ialah ragam bahasa yang dipergunakan kelas terpelajar di dalam masyarakat   Sasaran Tulisan Setiap tulisan ada sasarannya, yaitu kelompok masyarakat kepada tulisan itu ditujukan.  Sasaran tulisan akan menentukan ragam bahasa, kalimat, serta kata-kata yang digunakan.
VI. DEFINISI Pengertian  Arti yang sudah ditetapkan itu disebut batasan kata yang disebut  definisi . Definisi yang baik akan menunjukkan batasan-batasan pengertian suatu kata secara tepat dan jelas. Suatu definisi selalu terdiri dari dua bagian, yaitu bagian yang didefinisikan yang disebut  definiendum  dan bagian yang mendefinisikan yang disebut  definiens . Contoh:  Bahasa  ialah  alat komunikasi – yang terdiri dari  I  II lambang-lambang bunyi . Bagian I merupakan definiendum, sedangkan bagian II  merupakan definiens.
Jenis Definisi a.  Definisi Nominal   Definisi nominal adalah definisi yang definiensnya  merupakan:   -  sinonim atau padanan definiendum Contoh: Yang dimaksud dengan  tenaga  ialah  kekuatan . -  terjemahan dalam bahasa lain   Contoh:  Ikan  ialah yang di dalam bahasa Inggris disebut  fish . - asal katanya (etimologi)   Contoh: Kata demokrasi diturunkan dari kata  demos  dan  kratein.
b. Definisi Formal Definisi formal merupakan suatu kalimat pernyataan yang terdiri dari  dua ruas , yaitu ruas definiendum dan ruas definiens. Menurut peraturan kedua ruas itu harus dapat dipertukarkan tempatnya tanpa mengubah arti. Contoh: Mahasiswa = pelajar di perguruan tinggi, dapat diubah menjadi:  Pelajar diperguruan tinggi = mahasiswa c. Definisi Operasional Definisi operasional menunjukkan kepada kita  apa yang harus kita lakukan dan bagaimana melakukannya.  Apa yang akan diukur dan bagaimana mengukurnya. Definisi ini kita perlukan terutama jika kita mengadakan penelitian sehubungan dengan hal-hal yang tidak dapat dinikmati atau diukur secara langsung seperti hasil belajar, kemampuan menalar, dan intelegensi.
d. Definisi Luas Definisi ini merupakan uraian panjang lebar; mungkin satu paragraf, satu bab, atau bahkan meliputi seluruh karangan. Definisi ini kita perlukan jika kita berhadapan dengan suatu konsep yang rumit, yang tidak mungkin dijelaskan dengan kalimat pendek.  e. Beberapa Jenis Definisi Lain -  Definisi dengan Pengingkaran (Negasi)   Definisi dengan pengingkaran mungkin disajikan dalam  bentuk paragraf  (seperti definisi luas, atau mungkin juga hanya terdiri atas satu kalimat).
-  Definisi dengan Pertentangan / kontras Kadang-kadang untuk menjelaskan suatu istilah ynag sulit, kita dapat mempertentangkannya dengan yang lain. -  Definisi dengan Contoh Dalam hal ini suatu istilah atau konsep dijelaskan dan dibatasi maknanya dengan sejumlah contoh.
VII. Penyusunan Definisi Definisi Nominal definisi nominal merupakan kata lain (padanan atau terjemahan) definiendum. 2.  Definisi Formal Kata atau konsep yang akan didefinisikan (definiendum) diklasifikasikan ke dalam genusnya (proses klasifikasi), kemudian ditunjukkan ciri-ciri pembeda (diferensia) yang ada pada definiendum (proses diferensiasi). 3.  Definisi Operasional Definisi ini menunjukkan apa yang akan dilakukan untuk mengukur suatu konsep sehubungan dengan masalah penelitian. 4.  Definisi Luas Definisi luas sekurang-kurangnya terdiri dari satu paragraf atau alinea.
VII. STUDI KASUS 1.  ” Ringkaslah   kalimat yang akan disampaikan, jangan boros kata-kata” • Menteri keuangan menyatakan akibat dari langkah tersebut ialah akan meningkatnya kondisi keuangan sektor swasta & memberikan peningkatan terhadap kepercayaan bisnis & masyarakat secara umum . Seharusnya:  Menteri keuangan mengatakan, langkah-langkah itu akan membantu keuangan sektor swasta. 2. ” Hindari pengulangan kata yang tidak perlu” • Andi maju ke depan untuk menyanyi lagu daerah. Seharusnya:  Andi ke depan kelas untuk menyanyi lagu daerah.
3 .  “ Hindari mendahulukan kata kerja” • Menuntut presiden SBY membubarkan Ahmadiyah, demonstran dalam gelombang besar berunjuk rasa di depan Istana Negara. Seharusnya : Demonstran berunjuk rasa di depan Istana Negara, menuntut pembubaran Ahmadiyah. 4. “Jgn menempatkan ‘kata kerja penting’ di akhir kal, karena pembaca berita biasanya menurunkan suaranya di akhir kalimat. Jika hal ini terjadi, makna kata kunci tadi akan hilang”. • Demonstran berunjuk rasa di depan Istana Negara, menuntut Ahmadiyah dibubarkan. Seharusnya :  Demonstran berunjuk rasa di depan Istana Negara, menuntut pembubaran Ahmadiyah.

Diksi II

  • 1.
    DIKSI II YucaSiahaan F0109109
  • 2.
    I. KATA ASINGDAN KATA SERAPAN K ata asing ialah unsur-unsur yang berasal dari bahasa asing yang masih dipertahankan bentuk aslinya karena belum menyatu dengan bahasa Indonesia. Contoh: option dan stem K ata – kata atau unsur-unsur serapan ialah unsur-unsur bahasa asing yang telah disesuaikan dengan wujud/ struktur bahasa Indonesia. Contoh: pelopor, dongkrak, sakelar
  • 3.
    II. KATA-KATABARU Bahasa berkembang sesuai dengan kemajuan ilmu dan bidang kehidupan lainnya. Demikian pula bahasa Indonesia. Akhir-akhir ini banyak sekali kata-kata baru yang dikemukakan berbagai pihak. Sebagian diantarannya telah diterima masyarakat. Contoh : c anggih , r ambang, acak , k endala
  • 4.
    III. MAKNAKATA DALAM KALIMAT Makna kata pada dasarnya bergantung kepada konteks yang mencakup baik situasi fisik maupun verbal pada waktu dan tempat suatu kata digunakan. Karena segala sesuatu selalu berubah dalam kaitan waktu dan tempat, maka tak ada kata yang diucapkan atau digunakan dengan makna yang tepat sama. Contoh: Mer e ka mengikuti perlombaan jalan cepat ( M enunjukkan gerak ). Kursus c epa t lebih disukai orang di daerah itu daripada kursus jangka panjang (menunjukkan waktu ).
  • 5.
    IV. KELANGSUNGAN KATADalam menulis harus diusahakan untuk mempergunakan kata-kata yang langsung dan sehemat mungkin. Misalnya, kita menggunakan kata mujarab untuk pengertian yang cepat menyembuhkan (obat), canggih untuk menuntut banyak persyaratan, dan sebagainya.
  • 6.
    V. KESESUAIANDALAM PEMILIHAN KATA Kata-kata yang dipergunakan harus sesuai dengan kesempatan atau situasi yang akan kita masuki dengan tulisan itu. K ita harus memperhatikan keadaan masyarakat sasaran tulisan: golongan lapisannya, pendidikkannya, umurnya, dan sebagainya.
  • 7.
    Agar dapat memenuhipersyaratan kesesuaian dalam memilih kata-kata, perlu diperhatiakan juga hal-hal berikut: Nilai-nilai Sosial Dalam memilih kata-kata yang akan dipergunakan harus diperhatikan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat pembaca. Kata-kata Baku dan Nonbaku Ragam bahasa baku (standar) ialah ragam bahasa yang dipergunakan kelas terpelajar di dalam masyarakat Sasaran Tulisan Setiap tulisan ada sasarannya, yaitu kelompok masyarakat kepada tulisan itu ditujukan. Sasaran tulisan akan menentukan ragam bahasa, kalimat, serta kata-kata yang digunakan.
  • 8.
    VI. DEFINISI Pengertian Arti yang sudah ditetapkan itu disebut batasan kata yang disebut definisi . Definisi yang baik akan menunjukkan batasan-batasan pengertian suatu kata secara tepat dan jelas. Suatu definisi selalu terdiri dari dua bagian, yaitu bagian yang didefinisikan yang disebut definiendum dan bagian yang mendefinisikan yang disebut definiens . Contoh: Bahasa ialah alat komunikasi – yang terdiri dari I II lambang-lambang bunyi . Bagian I merupakan definiendum, sedangkan bagian II merupakan definiens.
  • 9.
    Jenis Definisi a. Definisi Nominal Definisi nominal adalah definisi yang definiensnya merupakan: - sinonim atau padanan definiendum Contoh: Yang dimaksud dengan tenaga ialah kekuatan . - terjemahan dalam bahasa lain Contoh: Ikan ialah yang di dalam bahasa Inggris disebut fish . - asal katanya (etimologi) Contoh: Kata demokrasi diturunkan dari kata demos dan kratein.
  • 10.
    b. Definisi FormalDefinisi formal merupakan suatu kalimat pernyataan yang terdiri dari dua ruas , yaitu ruas definiendum dan ruas definiens. Menurut peraturan kedua ruas itu harus dapat dipertukarkan tempatnya tanpa mengubah arti. Contoh: Mahasiswa = pelajar di perguruan tinggi, dapat diubah menjadi: Pelajar diperguruan tinggi = mahasiswa c. Definisi Operasional Definisi operasional menunjukkan kepada kita apa yang harus kita lakukan dan bagaimana melakukannya. Apa yang akan diukur dan bagaimana mengukurnya. Definisi ini kita perlukan terutama jika kita mengadakan penelitian sehubungan dengan hal-hal yang tidak dapat dinikmati atau diukur secara langsung seperti hasil belajar, kemampuan menalar, dan intelegensi.
  • 11.
    d. Definisi LuasDefinisi ini merupakan uraian panjang lebar; mungkin satu paragraf, satu bab, atau bahkan meliputi seluruh karangan. Definisi ini kita perlukan jika kita berhadapan dengan suatu konsep yang rumit, yang tidak mungkin dijelaskan dengan kalimat pendek. e. Beberapa Jenis Definisi Lain - Definisi dengan Pengingkaran (Negasi) Definisi dengan pengingkaran mungkin disajikan dalam bentuk paragraf (seperti definisi luas, atau mungkin juga hanya terdiri atas satu kalimat).
  • 12.
    - Definisidengan Pertentangan / kontras Kadang-kadang untuk menjelaskan suatu istilah ynag sulit, kita dapat mempertentangkannya dengan yang lain. - Definisi dengan Contoh Dalam hal ini suatu istilah atau konsep dijelaskan dan dibatasi maknanya dengan sejumlah contoh.
  • 13.
    VII. Penyusunan DefinisiDefinisi Nominal definisi nominal merupakan kata lain (padanan atau terjemahan) definiendum. 2. Definisi Formal Kata atau konsep yang akan didefinisikan (definiendum) diklasifikasikan ke dalam genusnya (proses klasifikasi), kemudian ditunjukkan ciri-ciri pembeda (diferensia) yang ada pada definiendum (proses diferensiasi). 3. Definisi Operasional Definisi ini menunjukkan apa yang akan dilakukan untuk mengukur suatu konsep sehubungan dengan masalah penelitian. 4. Definisi Luas Definisi luas sekurang-kurangnya terdiri dari satu paragraf atau alinea.
  • 14.
    VII. STUDI KASUS1. ” Ringkaslah kalimat yang akan disampaikan, jangan boros kata-kata” • Menteri keuangan menyatakan akibat dari langkah tersebut ialah akan meningkatnya kondisi keuangan sektor swasta & memberikan peningkatan terhadap kepercayaan bisnis & masyarakat secara umum . Seharusnya: Menteri keuangan mengatakan, langkah-langkah itu akan membantu keuangan sektor swasta. 2. ” Hindari pengulangan kata yang tidak perlu” • Andi maju ke depan untuk menyanyi lagu daerah. Seharusnya: Andi ke depan kelas untuk menyanyi lagu daerah.
  • 15.
    3 . “ Hindari mendahulukan kata kerja” • Menuntut presiden SBY membubarkan Ahmadiyah, demonstran dalam gelombang besar berunjuk rasa di depan Istana Negara. Seharusnya : Demonstran berunjuk rasa di depan Istana Negara, menuntut pembubaran Ahmadiyah. 4. “Jgn menempatkan ‘kata kerja penting’ di akhir kal, karena pembaca berita biasanya menurunkan suaranya di akhir kalimat. Jika hal ini terjadi, makna kata kunci tadi akan hilang”. • Demonstran berunjuk rasa di depan Istana Negara, menuntut Ahmadiyah dibubarkan. Seharusnya : Demonstran berunjuk rasa di depan Istana Negara, menuntut pembubaran Ahmadiyah.