Ketimpangan Pendapatan
dan Kemiskinan Absolut



  Drs. H.
  Drs H Dadang Solihin MA
               Solihin,



    FE-Universitas Darma Persada
       Jakarta, 18 April 2005
Dadang Solihin’s Profile
     Dadang holds a MA degree (
           g                 g   (Economics), University of
                                              )         y
     Colorado, USA. His previous post is Head, Center for Research
     Data and Information at DPD Secretariat General as well as
     Deputy Director for Information of Spatial Planning and Land
     Use Management at Indonesian National Development
     Planning Agency (Bappenas).
 Beside working as Assistant Professor at Graduate School of Asia-
                                                               Asia
  Pacific Studies, Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as
  Associate Professor at University of Darma Persada, Jakarta, Indonesia.
 He got various training around the g
      g                 g            globe, included Advanced International
  Training Programme of Information Technology Management, at Karlstad
  City, Sweden (2005); the Training Seminar on Land Use and
  Management, Taiwan (2004); Developing Multimedia Applications for
  Managers,
  Managers Kuala Lumpur Malaysia (2003); Applied Policy Development
                    Lumpur,
  Training, Vancouver, Canada (2002); Local Government Administration
  Training Course, Hiroshima, Japan (2001); and Regional Development
  and Planning Training Course, Sapporo, Japan (
              g        g        , pp , p (1999). He p  )    published
  more than five books regarding local autonomous.
 You can reach Dadang Solihin by email at dadangsol@yahoo.com or by
  his mobile at +62812 932 2202

                          dadang-solihin.blogspot..com                 2
Distribusi Pendapatan

•   Persentase pendapatan nasional yang diterima oleh masing-masing
    kelompok masyarakat yang tinggal di 15 negara berkembang,
    k l       k        k         i     l             b k b
    memperlihatkan kadar parahnya masalah ketimpangan distribusi
    pendapatan dan kemiskinan di negara-negara Dunia Ketiga.
•   Pembagian pendapatan untuk masing-masing kelompok masyarakat di
                                   masing masing
    15 negara tersebut masih relatif sangat timpang.
•   Porsi pendapatan yang diterima oleh 20% penduduk yang paling
    miskin hanya berkisar 5,2 % dari total pendapatan, sedangkan 10%
                          52               pendapatan
    serta 20% kelompok penduduk yang paling kaya masing-masing
    menerima 36,0% dan 51,8% dari pendapatan nasional.
•   Bandingkanlah dengan negara-negara industri maju. Jepang, 20%
            g          g      g       g               j   p g,
    penduduknya yang paling miskin menerima 8,7% dari keseluruhan
    pendapatan nasional, sedangkan 10% dan 20% penduduk terkaya
    hanya menerima 22,4% dan 37,5% dari pendapatan nasional.




                         dadang-solihin.blogspot..com             3
Lanjutan…

• Apakah peningkatan pendapatan per kapita cenderung
    p     p     g     p      p    p     p            g
  memperparah, atau sebaliknya memperbaiki ketimpangan
  tersebut?
• Ataukah memang tidak ada suatu korelasi yang jelas dan
  baku antara kedua variabel itu?
• Distribusi pendapatan diukur dalam tiga cara yang
  berbeda:
  b b d
   – sebagai persentase atau porsi pendapatan 40% penduduk termiskin
     terhadap pendapatan nasional
   – sebagai rasio porsi pendapatan 20% penduduk terkaya dibagi
       b i i           i    d                d d k k       dib i
     dengan porsi pendapatan 20% penduduk termiskin; serta
   – sebagai koefisien Gini. Urut-urutan negara dalam tabel tersebut
     diatur menurut besar-kecilnya tingkat pendapatan per kapita
                    besar kecilnya
     mereka.


                       dadang-solihin.blogspot..com               4
Lanjutan…
•   Di berbagai negara berkembang tidak terdapat hubungan yang jelas
    dan b k
    d baku antara tingkat pendapatan per kapita dengan tingkat
                         i k     d           k i d           i k
    ketimpangan distribusi pendapatan.
•   Sebagai contoh, pendapatan per kapita Sri Lanka hanya 1/6 pendapatan
    per kapita Brasil akan tetapi ketimpangan pendapatan di Brasil
                 Brasil,
    (berdasarkan ketiga cara tersebut di atas) ternyata lebih buruk atau
    lebih parah daripada yang ada di Sri Lanka.
•   Angka koefisien Gini Sri Lanka adalah 0,30 sedangkan Brasil sebesar
                                             0 30
    0,60 yang menunjukkan ketimpangan pendapatan yang sangat besar
    jika diukur dari koefisien Gini normal.
•   Paraguay dengan p
         g y        g pendapatan 70 kali pendapatan Bangladesh memiliki
                             p             p      p         g
    ketidakmerataan yang lebih besar.
•   Sebaliknya, Malaysia dengan pendapatan per kapita tahun 1996
    sebesar 65% lebih tinggi dari pendapatan per kapita Kosta Rika,
    memiliki ketimpangan pendapatan yang tidak begitu besar. Akan
          iliki k i             d              id k b i b        Ak
    tetapi, tingkat ketimpangan distribusi pendapatan di ketiga negara
    tersebut kurang lebih sama.

                          dadang-solihin.blogspot..com               5
Ketimpangan Pendapatan di Dunia Ketiga
             (Prof. Irma Adelman)
             (            d l   )
• Antara 1960 dan 1980 tingkat ketimpangan pendapatan
                            g          p g p         p
  melonjak, dan hal ini ternyata terjadi di semua negara-
  negara Dunia Ketiga nonkomunis.
• Koefisien Gini meningkat dari 0,544 menjadi 0,602
                                  0 544          0 602
  (kecenderungan ini adalah kecenderungan keseluruhan,
  artinya penjumlahan seluruh koefisien Gini dari setiap
  negara-negara berkembang tersebut).
                              tersebut)
• Meskipun demikian, peningkatan pemerataan pendapatan
  terjadi di sejumlah negara berkembang berpenghasilan
  menengah yang b k merupakan pengekspor minyak.
            h      bukan         k           k      i k
• Sedangkan distribusi pendapatan di negara berkembang
  berpenghasilan rendah dan kelompok pengekspor minyak
      p g                            p p g p             y
  semakin timpang.


                     dadang-solihin.blogspot..com        6
Lanjutan…
• Memburuknya (peningkatan angka) koefisien Gini pada
  dua kelompok negara ini mencerminkan telah
  memburuknya distribusi pendapatan antara satu negara
  dibandingkan dengan negara-negara lain dan, tentu saja,
  memburuknya distribusi pendapatan di masing-masing
  negara berkembang it sendiri.
                      itu sendiri
• Adelman menyimpulkan bahwa "pengurangan atau
  p
  pemberantasan atas salah satu sumber ketimpangan itu
                                             p g
  (ketimpangan antarnegara atau ketimpangan dalam
  masing-masing negara) sangatlah penting demi teratasinya
  kemiskinan".
• Namun, dalam kenyataannya tingkat ketimpangan
  pendapatan tersebut justru terus memburuk di sebagian
  besar negara berkembang selama dekade 1980 an dan awal
                                          1980-an
  dekade 1990-an, terutama sekali di negara-negara di
  kawasan Afrika sub-Sahara dan Amerika Latin.

                    dadang-solihin.blogspot..com        7
Kemiskinan Absolut
• Kemiskinan absolut mengacu kepada sejumlah penduduk
  yang hid di bawah "garis kemiskinan internasional" atau
        hidup b       h " i k i ki        i       i l"
  yang kurang dari tingkat pendapatan minimum tertentu.
• Garis tersebut tidak mengenal tapal batas antarnegara dan
                           g       p               g
  tidak ada hubungannya dengan tingkat pendapatan per
  kapita di suatu negara, dan perbedaan tingkat harga per
  hari dalam PPP dolar hingga kurang lebih US$1
  mengakibatkan jumlah kemiskinan pada kehidupan
  masing-masing individu.
• Kemiskinan absolut dapat saja terjadi di New York
  maupun Kalkuta, Kairo, Lagos atau Bogota, walaupun
  kadarnya jauh berbeda, baik dalam jumlah total maupun
  dalam persentase terhadap jumlah penduduk.
                                     penduduk


                     dadang-solihin.blogspot..com        8
Lanjutan…
   j
• B k D i menetapkan dua garis kemiskinan global
  Bank Dunia        t k d         i k i ki        l b l
  untuk tahun 1985. Setiap rumah tangga yang pendapatan
  tahunannya (dihitung berdasarkan daya beli US$1 pada
           y (        g                y            p
  tahun 1985) $370 digolongkan "miskin" (poor).
• Pada tahun 1987, terdapat sekitar 1,2 miliar manusia yang
  hidup b
  hid di bawah garis kemiskinan. Jumlah ini merupakan
                h    i k i ki       J l hi i           k
  30,1% dari total populasi penduduk negara-negara Dunia
      g
  Ketiga.




                     dadang-solihin.blogspot..com         9
Lanjutan…
   j
• Meskipun tingkat kemiskinan keseluruhan ini (yang
  disebut sebagai headcount index) mengalami sedikit
               g                   )     g
  penurunan di negara-negara berkembang dan negara-
  negara yang sedang mengalami transisi antara tahun 1987
  dan tahun 1993 (dari 30,1 % menjadi 29,4 %), jumlah
                   (       ,         j     ,   ), j
  tingkat kemiskinan absolut meningkat sebesar 80 juta
  orang, yaitu dari 1,23 miliar menjadi 1,31 miliar.
• Di negara negara berkembang saja jumlah penduduk
      negara-negara              saja,
  miskin meningkat sebesar 74 juta. Peningkatan
  kemiskinan, baik dalam angka persentase maupun absolut,
  terjadi di negara-negara Amerika Latin dan Afrika sub-
             negara negara                           sub
  Sahara. Penurunan jumlah kemiskinan hanya terjadi di
  Cina, Asia Timur, dan Pasifik. Pada ketiga wilayah
  tersebut,
  tersebut sekitar 16 juta orang dikelompokkan miskin
  secara absolut.

                    dadang-solihin.blogspot..com      10
Lanjutan…
   j
•   Hampir 80% penduduk miskin di dunia pada tahun 1993 berasal dari
    H      i          d d k i ki       d i      d t h         b     ld i
    12 negara.
•   Meskipun indeks poverty headcount (yaitu, tingkat kemiskinan) bisa
    saja lebih tinggi di beberapa negara sedang berkembang lainnya, 12
                                                             lainnya
    negara dengan jumlah penduduk besar inilah yang memberikan
    kontribusi paling besar terhadap total tingkat kemiskinan secara global.
•   Dengan peningkatan populasi penduduk negara-negara berkembang
                                              negara negara
    yang begitu cepat, jika tingkat kemiskinan tahun 1993 tetap tidak
    berubah di negara-negara tersebut, maka jumlah orang yang berada di
    bawah garis kemiskinan pada tahun 1997 akan mendekati 1 miliar.
•   Seperti diasumsikan oleh banyak ekonom, meskipun tingkat
    kemiskinan menurun di satu atau lebih dari negara-negara yang paling
    banyak penduduknya ini (misalnya, Cina), jumlah penduduk miskin
    tetap dan kemungkinan akan terus meningkat.
                                        meningkat



                           dadang-solihin.blogspot..com                 11
Indikator Jurang Kemiskinan (Poverty Gap)
 • Dalam banyak hal, metode dan pelaksanaan perhitungan
   jumlah penduduk yang masih hidup di bawah garis
   kemiskinan itu sendiri memang masih mengandung banyak
   k i ki      i     di i             ih        d     b    k
   keterbatasan.
 • Sebagai contoh, seandainya saja garis kemiskinan itu
         g        ,         y    j g
   dinaikkan pada angka US$360 maka hasilnya akan jauh
   berbeda mengingat banyak penduduk miskin yang hanya
   berpenghasilan US$350, atau bahkan US$300 per tahun.
 • Kedua kelompok pendapatan ini akan tercatat dalam bobot
   yang sama atau dalam proporsi penduduk yang masih
   berada di bawah garis kemiskinan.
                          kemiskinan
 • Beberapa ekonom mencoba mengkalkulasikan indikator
   jurang kemiskinan (poverty gap) yang mengukur total
   pendapatan yang di l k untuk mengangkat mereka
       d            diperlukan     k          k        k
   yang masih di bawah garis kemiskinan ke atas garis itu.

                      dadang-solihin.blogspot..com       12
Lanjutan…
   j
• Meskipun negara A dan B itu sama-sama memiliki 50 %
  penduduk yang masih berada di bawah garis kemiskinan,
                                                 kemiskinan
  namun jumlahnya yang terdapat di negara A ternyata lebih
  besar daripada yang ada di negara B.
• Dengan demikian, negara A harus berusaha lebih keras
  guna memerangi kemiskinan penduduknya.
• M ki
  Meskipun tingkat kemiskinan di Asia Selatan pada tahun
             i k k i ki             Ai S l          d h
  1993 lebih tinggi (43,1 %) dibandingkan dengan Afrika
  sub-Sahara (39,1 %), namun kesenjangan kemiskinan
              ( ,                    j g
  (poverty gap) di Afrika lebih tinggi (yaitu, 15,3 %)
  dibandingkan dengan kesenjangan kemiskinan di Asia
  Selatan (yaitu, 12,6 %).
          (yaitu 12 6 %)


                     dadang-solihin.blogspot..com       13
Lanjutan…
   j
• Pendapatan per kapita yang tinggi sama sekali bukan
  merupakan jaminan tidak adanya kemiskinan absolut
       p      j                 y
  dalam jumlah yang besar.
• Mengingat besar atau kecilnya porsi atau bagian
  pendapatan yang diterima oleh kelompok-kelompok
  penduduk yang paling miskin tidak sama untuk masing-
  masing negara, maka mungkin saja suatu negara dengan
  GNP atau pendapatan per kapita yang tinggi justru
  mempunyai persentase penduduk yang berada di bawah
  garis kemiskinan internasional yang lebih besar
  dibandingkan dengan suatu negara yang pendapatan per
  kapitanya lebih rendah.
• Sebagai contoh, Afrika Selatan memiliki pendapatan per
  kapita b
  k i sebesar US$3.520 pada tahun 1996, tingkat
                US$3 520 d h 1996 i k
  kemiskinan 24 % dan kesenjangan kemiskinan 6,6 %.

                    dadang-solihin.blogspot..com       14
Lanjutan…
• Sementara Sri Lanka hanya memiliki pendapatan per
  kapita sebesar US$740 pada tahun 1996, memiliki tingkat
  kemiskinan 4 % dan kesenjangan kemiskinan 0,7 %.
                             j g                  ,
• Masalah-masalah kemiskinan dan ketimpangan distribusi
  pendapatan tersebut sesungguhnya tidak semata-mata
  disebabkan oleh proses-proses pertumbuhan ekonomi yang
  alamiah.
• Ada faktor-faktor lain yang bermain serta turut
  mempengaruhinya, yakni seperti jenis pertumbuhan
                hi      k i      ti j i    t b h
  ekonomi yang berlangsung di negara yang bersangkutan,
  berbagai pengaturan politik dan kelembagaan yang dalam
  prakteknya ik menentukan pola-pola distribusi
     k k      ikut         k     l     l di ib i
  pendapatan nasional, yang harus sengaja diciptakan
  sedemikian rupa dalam rangka lebih menyebarluaskan kue
  atau b h h il pertumbuhan ekonomi kepada masyarakat
        buah hasil       b h    k       ik d          k
  luas.

                    dadang-solihin.blogspot..com      15
Indeks Kemiskinan Manusia
•   Tidak puas dengan ukuran pendapatan dalam dolar per hari yang
    digunakan oleh Bank Dunia, UNDP berusaha mengganti ukuran
    kemiskinan "pendapatan" Bank D i d
    k i ki       " d t " B k Dunia dengan ukuran k i ki
                                                    k     kemiskinan
    "manusia".
•   Lembaga ini selanjutnya membentuk apa yang dinamakan Indeks
    Kemiskinan Manusia (Human Poverty Index-HPI) yang dalam
    berbagai cara analog dengan Indeks Pembangunan Manusia (Human
    Development Index-HDI yang telah dibuatnya.
•   Dengan keyakinan bahwa kemiskinan manusia harus diukur dalam
      e ga eya a ba wa e s a                 a us a a us d u u da a
    satuan hilangnya tiga hal utama (three key deprivations), yaitu
    kehidupan (lebih dari 30 % penduduk negara-negara kurang
    berkembang tidak mungkin hidup lebih dari 40 tahun), pendidikan
    dasar (seperti diukur oleh persentase penduduk dewasa yang buta
    d     (      ti di k   l h       t       d d kd               b t
    huruf, dengan penekanan pada hilangnya hak pendidikan perempuan),
    serta keseluruhan ketetapan ekonomi (diukur oleh persentase
    p
    penduduk yang tidak memiliki akses terhadap p y
               y g                              p pelayanan kesehatan dan
    air bersih ditambah persentase anak-anak di bawah usia 5 tahun yang
    kekurangan berat badan).


                          dadang-solihin.blogspot..com               16
Lanjutan…
   j
•   Dengan menggunakan sebuah rumus yang agak kompleks untuk
    menghitung HPI 78 negara miskin, laporan mereka tahun 1997
    melakukan pemeringkatan negara-negara tersebut dari negara dengan
    HPI terendah sampai HPI tertinggi.
                      p            gg
•   Mereka menemukan bahwa peringkat tersebut berbeda secara
    substansial dengan peringkat kemiskinan pendapatan Bank Dunia
    maupun peringkat HDI UNDP sendiri.
•   Oleh karena nilai HPI menunjukkan proporsi penduduk yang secara
    luas dipengaruhi oleh hilangnya tiga hal utama (daya hidup, ilmu
    pengetahuan, dan ketetapan ekonomi), angka HPI yang rendah berarti
    menunjukkan hal yang bagus (yakni, persentase penduduk yang
                                 (yakni
    mengalami kehilangan hak yang lebih kecil).
•   Sementara HPI yang lebih tinggi menunjukkan kehilangan yang lebih
    bes . Sepu u eg de g pe g
    besar. Sepuluh negara dengan peringkat tertinggi (artinya, memiliki
                                             e gg (        y , e
    HPI rendah) dan sepuluh negara peringkat paling rendah (artinya,
    memiliki HPI yang tinggi)


                          dadang-solihin.blogspot..com               17
Terima Kasih



  dadang-solihin.blogspot..com   18

Ketimpangan Pendapatan dan Kemiskinan Absolut

  • 1.
    Ketimpangan Pendapatan dan KemiskinanAbsolut Drs. H. Drs H Dadang Solihin MA Solihin, FE-Universitas Darma Persada Jakarta, 18 April 2005
  • 2.
    Dadang Solihin’s Profile Dadang holds a MA degree ( g g (Economics), University of ) y Colorado, USA. His previous post is Head, Center for Research Data and Information at DPD Secretariat General as well as Deputy Director for Information of Spatial Planning and Land Use Management at Indonesian National Development Planning Agency (Bappenas).  Beside working as Assistant Professor at Graduate School of Asia- Asia Pacific Studies, Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University of Darma Persada, Jakarta, Indonesia.  He got various training around the g g g globe, included Advanced International Training Programme of Information Technology Management, at Karlstad City, Sweden (2005); the Training Seminar on Land Use and Management, Taiwan (2004); Developing Multimedia Applications for Managers, Managers Kuala Lumpur Malaysia (2003); Applied Policy Development Lumpur, Training, Vancouver, Canada (2002); Local Government Administration Training Course, Hiroshima, Japan (2001); and Regional Development and Planning Training Course, Sapporo, Japan ( g g , pp , p (1999). He p ) published more than five books regarding local autonomous.  You can reach Dadang Solihin by email at dadangsol@yahoo.com or by his mobile at +62812 932 2202 dadang-solihin.blogspot..com 2
  • 3.
    Distribusi Pendapatan • Persentase pendapatan nasional yang diterima oleh masing-masing kelompok masyarakat yang tinggal di 15 negara berkembang, k l k k i l b k b memperlihatkan kadar parahnya masalah ketimpangan distribusi pendapatan dan kemiskinan di negara-negara Dunia Ketiga. • Pembagian pendapatan untuk masing-masing kelompok masyarakat di masing masing 15 negara tersebut masih relatif sangat timpang. • Porsi pendapatan yang diterima oleh 20% penduduk yang paling miskin hanya berkisar 5,2 % dari total pendapatan, sedangkan 10% 52 pendapatan serta 20% kelompok penduduk yang paling kaya masing-masing menerima 36,0% dan 51,8% dari pendapatan nasional. • Bandingkanlah dengan negara-negara industri maju. Jepang, 20% g g g g j p g, penduduknya yang paling miskin menerima 8,7% dari keseluruhan pendapatan nasional, sedangkan 10% dan 20% penduduk terkaya hanya menerima 22,4% dan 37,5% dari pendapatan nasional. dadang-solihin.blogspot..com 3
  • 4.
    Lanjutan… • Apakah peningkatanpendapatan per kapita cenderung p p g p p p p g memperparah, atau sebaliknya memperbaiki ketimpangan tersebut? • Ataukah memang tidak ada suatu korelasi yang jelas dan baku antara kedua variabel itu? • Distribusi pendapatan diukur dalam tiga cara yang berbeda: b b d – sebagai persentase atau porsi pendapatan 40% penduduk termiskin terhadap pendapatan nasional – sebagai rasio porsi pendapatan 20% penduduk terkaya dibagi b i i i d d d k k dib i dengan porsi pendapatan 20% penduduk termiskin; serta – sebagai koefisien Gini. Urut-urutan negara dalam tabel tersebut diatur menurut besar-kecilnya tingkat pendapatan per kapita besar kecilnya mereka. dadang-solihin.blogspot..com 4
  • 5.
    Lanjutan… • Di berbagai negara berkembang tidak terdapat hubungan yang jelas dan b k d baku antara tingkat pendapatan per kapita dengan tingkat i k d k i d i k ketimpangan distribusi pendapatan. • Sebagai contoh, pendapatan per kapita Sri Lanka hanya 1/6 pendapatan per kapita Brasil akan tetapi ketimpangan pendapatan di Brasil Brasil, (berdasarkan ketiga cara tersebut di atas) ternyata lebih buruk atau lebih parah daripada yang ada di Sri Lanka. • Angka koefisien Gini Sri Lanka adalah 0,30 sedangkan Brasil sebesar 0 30 0,60 yang menunjukkan ketimpangan pendapatan yang sangat besar jika diukur dari koefisien Gini normal. • Paraguay dengan p g y g pendapatan 70 kali pendapatan Bangladesh memiliki p p p g ketidakmerataan yang lebih besar. • Sebaliknya, Malaysia dengan pendapatan per kapita tahun 1996 sebesar 65% lebih tinggi dari pendapatan per kapita Kosta Rika, memiliki ketimpangan pendapatan yang tidak begitu besar. Akan iliki k i d id k b i b Ak tetapi, tingkat ketimpangan distribusi pendapatan di ketiga negara tersebut kurang lebih sama. dadang-solihin.blogspot..com 5
  • 6.
    Ketimpangan Pendapatan diDunia Ketiga (Prof. Irma Adelman) ( d l ) • Antara 1960 dan 1980 tingkat ketimpangan pendapatan g p g p p melonjak, dan hal ini ternyata terjadi di semua negara- negara Dunia Ketiga nonkomunis. • Koefisien Gini meningkat dari 0,544 menjadi 0,602 0 544 0 602 (kecenderungan ini adalah kecenderungan keseluruhan, artinya penjumlahan seluruh koefisien Gini dari setiap negara-negara berkembang tersebut). tersebut) • Meskipun demikian, peningkatan pemerataan pendapatan terjadi di sejumlah negara berkembang berpenghasilan menengah yang b k merupakan pengekspor minyak. h bukan k k i k • Sedangkan distribusi pendapatan di negara berkembang berpenghasilan rendah dan kelompok pengekspor minyak p g p p g p y semakin timpang. dadang-solihin.blogspot..com 6
  • 7.
    Lanjutan… • Memburuknya (peningkatanangka) koefisien Gini pada dua kelompok negara ini mencerminkan telah memburuknya distribusi pendapatan antara satu negara dibandingkan dengan negara-negara lain dan, tentu saja, memburuknya distribusi pendapatan di masing-masing negara berkembang it sendiri. itu sendiri • Adelman menyimpulkan bahwa "pengurangan atau p pemberantasan atas salah satu sumber ketimpangan itu p g (ketimpangan antarnegara atau ketimpangan dalam masing-masing negara) sangatlah penting demi teratasinya kemiskinan". • Namun, dalam kenyataannya tingkat ketimpangan pendapatan tersebut justru terus memburuk di sebagian besar negara berkembang selama dekade 1980 an dan awal 1980-an dekade 1990-an, terutama sekali di negara-negara di kawasan Afrika sub-Sahara dan Amerika Latin. dadang-solihin.blogspot..com 7
  • 8.
    Kemiskinan Absolut • Kemiskinanabsolut mengacu kepada sejumlah penduduk yang hid di bawah "garis kemiskinan internasional" atau hidup b h " i k i ki i i l" yang kurang dari tingkat pendapatan minimum tertentu. • Garis tersebut tidak mengenal tapal batas antarnegara dan g p g tidak ada hubungannya dengan tingkat pendapatan per kapita di suatu negara, dan perbedaan tingkat harga per hari dalam PPP dolar hingga kurang lebih US$1 mengakibatkan jumlah kemiskinan pada kehidupan masing-masing individu. • Kemiskinan absolut dapat saja terjadi di New York maupun Kalkuta, Kairo, Lagos atau Bogota, walaupun kadarnya jauh berbeda, baik dalam jumlah total maupun dalam persentase terhadap jumlah penduduk. penduduk dadang-solihin.blogspot..com 8
  • 9.
    Lanjutan… j • B k D i menetapkan dua garis kemiskinan global Bank Dunia t k d i k i ki l b l untuk tahun 1985. Setiap rumah tangga yang pendapatan tahunannya (dihitung berdasarkan daya beli US$1 pada y ( g y p tahun 1985) $370 digolongkan "miskin" (poor). • Pada tahun 1987, terdapat sekitar 1,2 miliar manusia yang hidup b hid di bawah garis kemiskinan. Jumlah ini merupakan h i k i ki J l hi i k 30,1% dari total populasi penduduk negara-negara Dunia g Ketiga. dadang-solihin.blogspot..com 9
  • 10.
    Lanjutan… j • Meskipun tingkat kemiskinan keseluruhan ini (yang disebut sebagai headcount index) mengalami sedikit g ) g penurunan di negara-negara berkembang dan negara- negara yang sedang mengalami transisi antara tahun 1987 dan tahun 1993 (dari 30,1 % menjadi 29,4 %), jumlah ( , j , ), j tingkat kemiskinan absolut meningkat sebesar 80 juta orang, yaitu dari 1,23 miliar menjadi 1,31 miliar. • Di negara negara berkembang saja jumlah penduduk negara-negara saja, miskin meningkat sebesar 74 juta. Peningkatan kemiskinan, baik dalam angka persentase maupun absolut, terjadi di negara-negara Amerika Latin dan Afrika sub- negara negara sub Sahara. Penurunan jumlah kemiskinan hanya terjadi di Cina, Asia Timur, dan Pasifik. Pada ketiga wilayah tersebut, tersebut sekitar 16 juta orang dikelompokkan miskin secara absolut. dadang-solihin.blogspot..com 10
  • 11.
    Lanjutan… j • Hampir 80% penduduk miskin di dunia pada tahun 1993 berasal dari H i d d k i ki d i d t h b ld i 12 negara. • Meskipun indeks poverty headcount (yaitu, tingkat kemiskinan) bisa saja lebih tinggi di beberapa negara sedang berkembang lainnya, 12 lainnya negara dengan jumlah penduduk besar inilah yang memberikan kontribusi paling besar terhadap total tingkat kemiskinan secara global. • Dengan peningkatan populasi penduduk negara-negara berkembang negara negara yang begitu cepat, jika tingkat kemiskinan tahun 1993 tetap tidak berubah di negara-negara tersebut, maka jumlah orang yang berada di bawah garis kemiskinan pada tahun 1997 akan mendekati 1 miliar. • Seperti diasumsikan oleh banyak ekonom, meskipun tingkat kemiskinan menurun di satu atau lebih dari negara-negara yang paling banyak penduduknya ini (misalnya, Cina), jumlah penduduk miskin tetap dan kemungkinan akan terus meningkat. meningkat dadang-solihin.blogspot..com 11
  • 12.
    Indikator Jurang Kemiskinan(Poverty Gap) • Dalam banyak hal, metode dan pelaksanaan perhitungan jumlah penduduk yang masih hidup di bawah garis kemiskinan itu sendiri memang masih mengandung banyak k i ki i di i ih d b k keterbatasan. • Sebagai contoh, seandainya saja garis kemiskinan itu g , y j g dinaikkan pada angka US$360 maka hasilnya akan jauh berbeda mengingat banyak penduduk miskin yang hanya berpenghasilan US$350, atau bahkan US$300 per tahun. • Kedua kelompok pendapatan ini akan tercatat dalam bobot yang sama atau dalam proporsi penduduk yang masih berada di bawah garis kemiskinan. kemiskinan • Beberapa ekonom mencoba mengkalkulasikan indikator jurang kemiskinan (poverty gap) yang mengukur total pendapatan yang di l k untuk mengangkat mereka d diperlukan k k k yang masih di bawah garis kemiskinan ke atas garis itu. dadang-solihin.blogspot..com 12
  • 13.
    Lanjutan… j • Meskipun negara A dan B itu sama-sama memiliki 50 % penduduk yang masih berada di bawah garis kemiskinan, kemiskinan namun jumlahnya yang terdapat di negara A ternyata lebih besar daripada yang ada di negara B. • Dengan demikian, negara A harus berusaha lebih keras guna memerangi kemiskinan penduduknya. • M ki Meskipun tingkat kemiskinan di Asia Selatan pada tahun i k k i ki Ai S l d h 1993 lebih tinggi (43,1 %) dibandingkan dengan Afrika sub-Sahara (39,1 %), namun kesenjangan kemiskinan ( , j g (poverty gap) di Afrika lebih tinggi (yaitu, 15,3 %) dibandingkan dengan kesenjangan kemiskinan di Asia Selatan (yaitu, 12,6 %). (yaitu 12 6 %) dadang-solihin.blogspot..com 13
  • 14.
    Lanjutan… j • Pendapatan per kapita yang tinggi sama sekali bukan merupakan jaminan tidak adanya kemiskinan absolut p j y dalam jumlah yang besar. • Mengingat besar atau kecilnya porsi atau bagian pendapatan yang diterima oleh kelompok-kelompok penduduk yang paling miskin tidak sama untuk masing- masing negara, maka mungkin saja suatu negara dengan GNP atau pendapatan per kapita yang tinggi justru mempunyai persentase penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan internasional yang lebih besar dibandingkan dengan suatu negara yang pendapatan per kapitanya lebih rendah. • Sebagai contoh, Afrika Selatan memiliki pendapatan per kapita b k i sebesar US$3.520 pada tahun 1996, tingkat US$3 520 d h 1996 i k kemiskinan 24 % dan kesenjangan kemiskinan 6,6 %. dadang-solihin.blogspot..com 14
  • 15.
    Lanjutan… • Sementara SriLanka hanya memiliki pendapatan per kapita sebesar US$740 pada tahun 1996, memiliki tingkat kemiskinan 4 % dan kesenjangan kemiskinan 0,7 %. j g , • Masalah-masalah kemiskinan dan ketimpangan distribusi pendapatan tersebut sesungguhnya tidak semata-mata disebabkan oleh proses-proses pertumbuhan ekonomi yang alamiah. • Ada faktor-faktor lain yang bermain serta turut mempengaruhinya, yakni seperti jenis pertumbuhan hi k i ti j i t b h ekonomi yang berlangsung di negara yang bersangkutan, berbagai pengaturan politik dan kelembagaan yang dalam prakteknya ik menentukan pola-pola distribusi k k ikut k l l di ib i pendapatan nasional, yang harus sengaja diciptakan sedemikian rupa dalam rangka lebih menyebarluaskan kue atau b h h il pertumbuhan ekonomi kepada masyarakat buah hasil b h k ik d k luas. dadang-solihin.blogspot..com 15
  • 16.
    Indeks Kemiskinan Manusia • Tidak puas dengan ukuran pendapatan dalam dolar per hari yang digunakan oleh Bank Dunia, UNDP berusaha mengganti ukuran kemiskinan "pendapatan" Bank D i d k i ki " d t " B k Dunia dengan ukuran k i ki k kemiskinan "manusia". • Lembaga ini selanjutnya membentuk apa yang dinamakan Indeks Kemiskinan Manusia (Human Poverty Index-HPI) yang dalam berbagai cara analog dengan Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index-HDI yang telah dibuatnya. • Dengan keyakinan bahwa kemiskinan manusia harus diukur dalam e ga eya a ba wa e s a a us a a us d u u da a satuan hilangnya tiga hal utama (three key deprivations), yaitu kehidupan (lebih dari 30 % penduduk negara-negara kurang berkembang tidak mungkin hidup lebih dari 40 tahun), pendidikan dasar (seperti diukur oleh persentase penduduk dewasa yang buta d ( ti di k l h t d d kd b t huruf, dengan penekanan pada hilangnya hak pendidikan perempuan), serta keseluruhan ketetapan ekonomi (diukur oleh persentase p penduduk yang tidak memiliki akses terhadap p y y g p pelayanan kesehatan dan air bersih ditambah persentase anak-anak di bawah usia 5 tahun yang kekurangan berat badan). dadang-solihin.blogspot..com 16
  • 17.
    Lanjutan… j • Dengan menggunakan sebuah rumus yang agak kompleks untuk menghitung HPI 78 negara miskin, laporan mereka tahun 1997 melakukan pemeringkatan negara-negara tersebut dari negara dengan HPI terendah sampai HPI tertinggi. p gg • Mereka menemukan bahwa peringkat tersebut berbeda secara substansial dengan peringkat kemiskinan pendapatan Bank Dunia maupun peringkat HDI UNDP sendiri. • Oleh karena nilai HPI menunjukkan proporsi penduduk yang secara luas dipengaruhi oleh hilangnya tiga hal utama (daya hidup, ilmu pengetahuan, dan ketetapan ekonomi), angka HPI yang rendah berarti menunjukkan hal yang bagus (yakni, persentase penduduk yang (yakni mengalami kehilangan hak yang lebih kecil). • Sementara HPI yang lebih tinggi menunjukkan kehilangan yang lebih bes . Sepu u eg de g pe g besar. Sepuluh negara dengan peringkat tertinggi (artinya, memiliki e gg ( y , e HPI rendah) dan sepuluh negara peringkat paling rendah (artinya, memiliki HPI yang tinggi) dadang-solihin.blogspot..com 17
  • 18.
    Terima Kasih dadang-solihin.blogspot..com 18