KELOMPOK 2
• DESI TRIPARWATI
• DIDI SAPRUDIN
• DIMAS AGUNG WIBISONO
• DWI ELMIRANTO
• FAIZ AZHARI MURSID
• FARISKY SYAFAAHSANI TAQWIIM
• FATA FALIH HILMI
• FATHI MUHAMMAD SHALAHUDDIN
• GALIH ANGGORO MUKTI
• HAYATUDDIEM IMAM TAWARY
• IRVAN PURWANTO
Diksi atau Pilihan Kata
Pilihan Kata
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras
(dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti
yang diharapkan).
Menurut Harimurti pengertian diksi adalah pilihan kata dan kejelasan lafal untuk memperoleh efek
tertentu dalam berbicara di depan umum atau dalam mengarang.
Menurut Gorys Keraf definisi diksi dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Diksi adalah pilihan kata atau mengenai pengertian kata-kata mana yang digunakan untuk
menyampaikan suatu gagasan, penggungkapan yang tepat, dan gaya penyampaian kata yang
lebih baik sesuai situasi.
2. Diksi merupakan kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari gagasan
yang disampaikan dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi, serta
nilai dari suatu rasa yang dimiliki kelompok masyarakat, pendengar, dan pembaca.
Menurut Susilo Mansurudin pengertian diksi adalah pilihan kata. Pemakaian diksi yang tepat, cermat,
dan benar dapat membantu memberi nilai pada suatu kata. Pilihan kata yang sesuai dalam kata lain
adalah tepat untuk mencegah kesalahan penafsiran yang berbeda.
SUMBER : https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-diksi.html
TUJUAN PEMILIHAN KATA
Tujuan Pemilihan Kata
Tujuan pilihan kata, selain mempercermat pengungkapan gagasan, juga
menjadikan bahasa yang digunakan lebih hidup, menarik, dan juga tidak
membosankan, serta agar kalimat yang disusun dapat dicerna dan dipahami
pembaca atau pendengarnya dengan baik.
TOLAK UKUR PILIHAN KATA
• Untuk mengetahui apakah seseoang sudah berbahasa Indonesia yang baik
dan benar maka ada dua parameter atau tolak ukur yang dapat digunakan.
Pertama, pergunakanlah bahasa Indonesia yang baik. Ini berarti bahwa
bahasa Indonesia yang baik adalah penggunaan bahasa sesuai dengan
faktor-faktor penentu dalam komunikasi. Kedua, pergunakanlah bahasa
Indonesia yang benar. Parameter ini mengacu kepada penataan terhadap
kaidah-kaidah atau aturan kebahasaan yang ada dalam bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah bahasa Indonesia yang
sesuai dengan kedua parameter tersebut, yakni : faktor-faktor penentu
berkomunikasi dan kaidah kebahasaaan yang ada dalam bahasa Indonesia.
Persyaratan dalam Ketepatan Diksi
Menurut Gorys Keraf, ada beberapa syarat dalam ketepatan
diksi, diantaranya:
• Penggunaan kata konotasi dan denotasi secara cermat.
• Penggunaan kata sinonim atau hampir sama maknanya
secara cermat.
• Dapat membedakan kata-kata yang memiliki ejaan yang
mirip.
• Penggunaan kata kerja pada kata depan harus secara
idiomatis.
• Harus dapat membedakan kata khusus dan umum dalam
tulisan atau pidato agar ketepatan diksi terjamin
• Memperhatikan pemilihan kata yang tepat secara
Fungsi Diksi
Secara umum, berikut ini adalah beberapa fungsi diksi:
• Membantu audiens/ pembaca mengerti apa yang
disampaikan penulis atau pembicara.
• Menciptakan aktivitas komunikasi yang lebih efektif dan
efisien.
• Menyampaikan gagasan atau ide dengan tepat.
• Menjadi lambang ekspresi yang ada pada suatu gagasan.
Jenis-Jenis kata dan Contohnya
Secara umum kata dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu
kata berdasarkan maknanya dan bentuk. Berikut
penjelasannya:
1. kata Berdasarkan Bentuknya
2. kata Berdasarkan Maknanya
Bentuk kata :
• Kata ulang  suatu pengulangan kata.
• contoh : bunga bunga di rumahku sangat indah
• Kata gabung gabungan satu kata dengan kata lainnya yang menjadi satu arti.
• contoh : saat karyawisata kami membeli cendera mata
I.Diksi Berdasarkan Maknanya
1. Makna Denotatif
Yang dimaksud dengan denotatif adalah makna yang
sebenarnya dari suatu kata atau kalimat. Berikut ini contoh
diksi bermakna denotatif:
• Ryan sering “kerja keras” untuk mendapatkan
penghasilan yang lebih baik.
• Robby adalah seorang yang “gemar membantu”, dia
disukai banyak orang.
• Carla berinvestasi sejak dulu, sekarang ia mendapatkan
“keuntungan melimpah”
Makna Konotatif
Konotatif adalah kata atau kalimat yang memiliki arti bukan
sebenarnya. Berikut ini contoh diksi dengan makna
konotatif:
• Rio harus “membanting tulang” untuk menghidupi
keluarganya.
• Hanny adalah seorang “kutu buku”, itu sebabnya ia
banyak tahu tentang berbagai hal
• Romeo suka berinvestasi sejak dulu, tahun ini ia
mendapat “durian runtuh”.
Sinonim
Sinonim adalah kata yang mempunyai arti yang sama
dengan kata lain. Berikut ini contoh sinonim,
 Bahagia = Senang
 Matahari = Mentari
 Cantik = Elok
 Lezat = Enak
 Pintar = Pandai
Antonim
Antonim adalah kata yang memiliki arti berlawanan dengan
kata lain. Berikut contoh antonim:
 Naik x Turun
 Besar x Kecil
 Banyak x Sedikit
 Tinggi x Rendah
 Gelap x Terang
 Cepat x Lambat
 Bagus x Jelek
 Mahal x Murah
Homonim
Homonim adalah kata yang memiliki lafal dan ejaan
yang sama namun artinya berbeda satu sama lain.
Berikut contoh homonym:
 Bulan itu terlihat bulat penuh malam ini
 Semua karyawan mendapatkan gaji setiap bulan
Kata bulan pada kedua kalimat tersebut memiliki arti
yang berbeda walaupun ejaan dan lafalnya sama.
Homofon
Homofon adalah kata yang memiliki ejaan dan makna yang
berbeda, namun lafal sama. Berikut contoh homofon,
 Anton menabung uangnya di Bank secara rutin
 Bang Anton bekerja di perusahaan pembiayaan
Kata “Bank” dan “Bang” pada kalimat di atas memiliki lafal
yang sama, namun ejaan dan maknanya berbeda.
Homograf
Homograf adalah kata yang memiliki lafal dan arti yang
berbeda, namun ejaannya sama. Berikut contoh homograf,
 Makanan favorit wanita itu adalah tahu goring
Wanita itu tidak tahu kalau hari ini libur
Kata “Tahu” pada kalimat di atas ejaannya sama, tapi
memiliki arti yang berbeda.
Polisemi
Polisemi adalah kata yang memiliki lebih dari satu arti.
Berikut contoh polisemi,
• Para nasabah yang menabung di Bank akan mendapat
bunga setiap bulan
• Andini adalah salah satu bunga desa yang paling cantik
Kata “Bunga” pada kalimat di atas memiliki arti yang
berbeda walaupun menggunakan kata yang sama.
Hipernim dan Hiponim
Hipernim adalah kata yang dapat mewakili banyak kata
lainnya. Sedangkan hiponim adalah kata yang dapat
terwakili oleh kata hipernim.
Berikut contoh hipernim dan hiponim,
– Di kebun binatang itu terdapat banyak binatang liar, misalnya
gajah, singa, buaya, rusa, kuda, dan lain-lain.
Pada kalimat di atas, binatang liar merupakan hipernim.
Sedangkan kata hiponim gajah, singa, buaya, rusa, kuda,
dan lain-lain.

ppt kel2.pptx

  • 1.
    KELOMPOK 2 • DESITRIPARWATI • DIDI SAPRUDIN • DIMAS AGUNG WIBISONO • DWI ELMIRANTO • FAIZ AZHARI MURSID • FARISKY SYAFAAHSANI TAQWIIM • FATA FALIH HILMI • FATHI MUHAMMAD SHALAHUDDIN • GALIH ANGGORO MUKTI • HAYATUDDIEM IMAM TAWARY • IRVAN PURWANTO
  • 2.
  • 3.
    Pilihan Kata Menurut KamusBesar Bahasa Indonesia (KBBI), diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan). Menurut Harimurti pengertian diksi adalah pilihan kata dan kejelasan lafal untuk memperoleh efek tertentu dalam berbicara di depan umum atau dalam mengarang. Menurut Gorys Keraf definisi diksi dapat dibagi menjadi dua, yaitu: 1. Diksi adalah pilihan kata atau mengenai pengertian kata-kata mana yang digunakan untuk menyampaikan suatu gagasan, penggungkapan yang tepat, dan gaya penyampaian kata yang lebih baik sesuai situasi. 2. Diksi merupakan kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari gagasan yang disampaikan dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi, serta nilai dari suatu rasa yang dimiliki kelompok masyarakat, pendengar, dan pembaca. Menurut Susilo Mansurudin pengertian diksi adalah pilihan kata. Pemakaian diksi yang tepat, cermat, dan benar dapat membantu memberi nilai pada suatu kata. Pilihan kata yang sesuai dalam kata lain adalah tepat untuk mencegah kesalahan penafsiran yang berbeda. SUMBER : https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-diksi.html
  • 4.
    TUJUAN PEMILIHAN KATA TujuanPemilihan Kata Tujuan pilihan kata, selain mempercermat pengungkapan gagasan, juga menjadikan bahasa yang digunakan lebih hidup, menarik, dan juga tidak membosankan, serta agar kalimat yang disusun dapat dicerna dan dipahami pembaca atau pendengarnya dengan baik.
  • 5.
    TOLAK UKUR PILIHANKATA • Untuk mengetahui apakah seseoang sudah berbahasa Indonesia yang baik dan benar maka ada dua parameter atau tolak ukur yang dapat digunakan. Pertama, pergunakanlah bahasa Indonesia yang baik. Ini berarti bahwa bahasa Indonesia yang baik adalah penggunaan bahasa sesuai dengan faktor-faktor penentu dalam komunikasi. Kedua, pergunakanlah bahasa Indonesia yang benar. Parameter ini mengacu kepada penataan terhadap kaidah-kaidah atau aturan kebahasaan yang ada dalam bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah bahasa Indonesia yang sesuai dengan kedua parameter tersebut, yakni : faktor-faktor penentu berkomunikasi dan kaidah kebahasaaan yang ada dalam bahasa Indonesia.
  • 6.
    Persyaratan dalam KetepatanDiksi Menurut Gorys Keraf, ada beberapa syarat dalam ketepatan diksi, diantaranya: • Penggunaan kata konotasi dan denotasi secara cermat. • Penggunaan kata sinonim atau hampir sama maknanya secara cermat. • Dapat membedakan kata-kata yang memiliki ejaan yang mirip. • Penggunaan kata kerja pada kata depan harus secara idiomatis. • Harus dapat membedakan kata khusus dan umum dalam tulisan atau pidato agar ketepatan diksi terjamin • Memperhatikan pemilihan kata yang tepat secara
  • 7.
    Fungsi Diksi Secara umum,berikut ini adalah beberapa fungsi diksi: • Membantu audiens/ pembaca mengerti apa yang disampaikan penulis atau pembicara. • Menciptakan aktivitas komunikasi yang lebih efektif dan efisien. • Menyampaikan gagasan atau ide dengan tepat. • Menjadi lambang ekspresi yang ada pada suatu gagasan.
  • 8.
    Jenis-Jenis kata danContohnya Secara umum kata dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu kata berdasarkan maknanya dan bentuk. Berikut penjelasannya: 1. kata Berdasarkan Bentuknya 2. kata Berdasarkan Maknanya
  • 9.
    Bentuk kata : •Kata ulang  suatu pengulangan kata. • contoh : bunga bunga di rumahku sangat indah • Kata gabung gabungan satu kata dengan kata lainnya yang menjadi satu arti. • contoh : saat karyawisata kami membeli cendera mata
  • 10.
    I.Diksi Berdasarkan Maknanya 1.Makna Denotatif Yang dimaksud dengan denotatif adalah makna yang sebenarnya dari suatu kata atau kalimat. Berikut ini contoh diksi bermakna denotatif: • Ryan sering “kerja keras” untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik. • Robby adalah seorang yang “gemar membantu”, dia disukai banyak orang. • Carla berinvestasi sejak dulu, sekarang ia mendapatkan “keuntungan melimpah”
  • 11.
    Makna Konotatif Konotatif adalahkata atau kalimat yang memiliki arti bukan sebenarnya. Berikut ini contoh diksi dengan makna konotatif: • Rio harus “membanting tulang” untuk menghidupi keluarganya. • Hanny adalah seorang “kutu buku”, itu sebabnya ia banyak tahu tentang berbagai hal • Romeo suka berinvestasi sejak dulu, tahun ini ia mendapat “durian runtuh”.
  • 12.
    Sinonim Sinonim adalah katayang mempunyai arti yang sama dengan kata lain. Berikut ini contoh sinonim,  Bahagia = Senang  Matahari = Mentari  Cantik = Elok  Lezat = Enak  Pintar = Pandai
  • 13.
    Antonim Antonim adalah katayang memiliki arti berlawanan dengan kata lain. Berikut contoh antonim:  Naik x Turun  Besar x Kecil  Banyak x Sedikit  Tinggi x Rendah  Gelap x Terang  Cepat x Lambat  Bagus x Jelek  Mahal x Murah
  • 14.
    Homonim Homonim adalah katayang memiliki lafal dan ejaan yang sama namun artinya berbeda satu sama lain. Berikut contoh homonym:  Bulan itu terlihat bulat penuh malam ini  Semua karyawan mendapatkan gaji setiap bulan Kata bulan pada kedua kalimat tersebut memiliki arti yang berbeda walaupun ejaan dan lafalnya sama.
  • 15.
    Homofon Homofon adalah katayang memiliki ejaan dan makna yang berbeda, namun lafal sama. Berikut contoh homofon,  Anton menabung uangnya di Bank secara rutin  Bang Anton bekerja di perusahaan pembiayaan Kata “Bank” dan “Bang” pada kalimat di atas memiliki lafal yang sama, namun ejaan dan maknanya berbeda.
  • 16.
    Homograf Homograf adalah katayang memiliki lafal dan arti yang berbeda, namun ejaannya sama. Berikut contoh homograf,  Makanan favorit wanita itu adalah tahu goring Wanita itu tidak tahu kalau hari ini libur Kata “Tahu” pada kalimat di atas ejaannya sama, tapi memiliki arti yang berbeda.
  • 17.
    Polisemi Polisemi adalah katayang memiliki lebih dari satu arti. Berikut contoh polisemi, • Para nasabah yang menabung di Bank akan mendapat bunga setiap bulan • Andini adalah salah satu bunga desa yang paling cantik Kata “Bunga” pada kalimat di atas memiliki arti yang berbeda walaupun menggunakan kata yang sama.
  • 18.
    Hipernim dan Hiponim Hipernimadalah kata yang dapat mewakili banyak kata lainnya. Sedangkan hiponim adalah kata yang dapat terwakili oleh kata hipernim. Berikut contoh hipernim dan hiponim, – Di kebun binatang itu terdapat banyak binatang liar, misalnya gajah, singa, buaya, rusa, kuda, dan lain-lain. Pada kalimat di atas, binatang liar merupakan hipernim. Sedangkan kata hiponim gajah, singa, buaya, rusa, kuda, dan lain-lain.