Majalengka, 21 Desember 2016
Penyakit blas (Pyricularia oryzae) merupakan salah satu
kendala dalam usaha meningkatkan produksi pada
pertanaman padi. Penyakit ini awalnya merupakan penyakit
yang menyerang padi gogo. Tapi sekarang merupakan
penyakit utama bagi padi sawah.
Penyakit blas dapat menurunkan hasil sampai mencapai
70% (Chin, 1975)
Penyakit ini dapat menginfeksi semua bagian tanaman yaitu
daun, buku, leher malai, bahkan bagian pelepah daun.
Keadaan suhu yang kondusif pada kisaran 28°C. Suhu
Penyakit Blas
Morfologi
P.oryzae mempunyai konidiofor panjang bersekat-
sekat. Jarang bercabang, tunggal, berwarna
kelabu, membentuk konidium pada ujungnya. Jika
masak bersekat 2, dengan ukuran 0-22 x 10- 12
µm
(Barnett, 1960).
Konidianya berbentuk seperti buah alpokat dan
bersel tiga, konidia ini dibentuk pada ujung
tangkai dan biasanya dilepaskan pada malam hari
saat ada embun atau angin.
Jamur ini berkembang biak bila jarak tanam rapat,
ditanam dengan pupuk N berlebih, dan pada sisa
Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Jamur P. oryzae
• Inang utamanya yaitu padi, inang alternatif adalah
rerumputan (Digitaria cilaris, Echinochloa colona) (Teng
et al, 1991). Miselia patogen bertahan selama setahun
pada jerami sisa-sisa panen.
• Pada temperatur 24°C - 28°C adalah kondisi optimum
untuk perkembangan penyakit blas.
• Fase penetrasi spora cendawan ini hanya
membutuhkan waktu yang singkat yaitu 6 – 8 jam,
menginfeksi melalui stomata, dan periode laten untuk
memproduksi kembali spora juga tergolong singkat
• Kelembaban sekitar 90%, spora dapat diproduksi
optimal dari setiap bercak. Satu bercak terdapat 2000 –
6000 spora per hari. Keadaan tersebut dapat
berlangsung selama 10-14 hari.
• Pemupukan nitrogen yang tinggi menyebabkan
lemahnya jaringan daun.
• Jamur P. oryzae tumbuh baik pada pH <5,6.
• Angin berpengaruh besar pada penyebaran spora dan
pelukaan tanaman.
Lanjutan
• Tampak bintik-bintik kecil
pada daun.
• Bintik tersebut berwarna
ungu kekuningan
kemudian lama-lama
menjadi membesar dan
terdapat titik kecil
berwarna putih di
tengahnya.
• Jumlah bintik-bintik ini
• Terdapat bercak-bercak jorong dengan ujung
runcing.
• Pusat bercak berwarna kelabu atau keputih-putihan
dengan tepi coklat atau coklat kemerahan.
• Bentuk dan warna
bercak tergantung
dari keadaan
lingkungan, umur
bercak, dan derajat
ketahanan jenis padi.
• Pada daun tua,
bercak berbentuk
agak kecil dan lebih
bulat.
Proses pencegahan pada penyakit blas padi dapat
dilakukan sejak awal dengan pola pemupukan melalui
semprot atau foliar.
Pupuk yang dapat digunakan untuk mencegah penyakit
blas padi dan banyak mengandung unsur mikro seperti
unsur Mn, Zn, Mo, dan asam amino. Pupuk ini
digunakan untuk mencegah dan mematikan bibit
cendawan di awal penetrasi dengan dosis 3 ml per liter.
• Pilih varietas yang tahan sesuai dengan lokasi
penanaman.
• Jarak tanam pada saat menanam dengan sistem legowo
2, 4, 6 agar sirkulasi udara lancar kelembaban udara bisa
berkurang.
• Sanitasi tunggul – tunggul dan jerami bekas serangan
blas, setelah panen lahan diolah sehingga lahan bebas
dari sumber penyakit blas.
• Pupuk berimbang (pupuk organik, nitrogen, kalium,
phospor, dsb) yang memadai agar jaringan tanaman kuat
tahan hama dan penyakit.
Perlakuan benih dengan Agens Hayati PGPR
sebelum disebar. Persemaian umur 10 hari
diulangi lagi. Dosis 1 gelas Aqua ( 220 ml )
dilarutkan 14 liter air. Kebutuhan 2,5 liter setiap
aplikasi. Penyemprotkan pada tanaman padi
dilakukan pada umur 14, 28, dan 42 hst.
Menggunakan pestisida nabati dari bahan sirih (ekstrak
daun), jambu biji (ekstrak daun) dan lengkuas (ekstrak
rimpang).
Cara membuat
• Hancurkan bahan tumbuhan (daun sirih, jambu biji
dan rimpang lengkuas) dengan blender.
• Bahan tersebut direbus dalam air dengan
perbandingan 1:10 (bahan : air).
• Tambahkan dengan sedikit detergen.
• Semua bahan yang sudah tercampur direbus hingga
volume larutan tinggal sedikit dan mengental
Blas padi

Blas padi

  • 1.
  • 2.
    Penyakit blas (Pyriculariaoryzae) merupakan salah satu kendala dalam usaha meningkatkan produksi pada pertanaman padi. Penyakit ini awalnya merupakan penyakit yang menyerang padi gogo. Tapi sekarang merupakan penyakit utama bagi padi sawah. Penyakit blas dapat menurunkan hasil sampai mencapai 70% (Chin, 1975) Penyakit ini dapat menginfeksi semua bagian tanaman yaitu daun, buku, leher malai, bahkan bagian pelepah daun. Keadaan suhu yang kondusif pada kisaran 28°C. Suhu Penyakit Blas
  • 3.
    Morfologi P.oryzae mempunyai konidioforpanjang bersekat- sekat. Jarang bercabang, tunggal, berwarna kelabu, membentuk konidium pada ujungnya. Jika masak bersekat 2, dengan ukuran 0-22 x 10- 12 µm (Barnett, 1960). Konidianya berbentuk seperti buah alpokat dan bersel tiga, konidia ini dibentuk pada ujung tangkai dan biasanya dilepaskan pada malam hari saat ada embun atau angin. Jamur ini berkembang biak bila jarak tanam rapat, ditanam dengan pupuk N berlebih, dan pada sisa
  • 4.
    Faktor yang MempengaruhiPertumbuhan Jamur P. oryzae • Inang utamanya yaitu padi, inang alternatif adalah rerumputan (Digitaria cilaris, Echinochloa colona) (Teng et al, 1991). Miselia patogen bertahan selama setahun pada jerami sisa-sisa panen. • Pada temperatur 24°C - 28°C adalah kondisi optimum untuk perkembangan penyakit blas. • Fase penetrasi spora cendawan ini hanya membutuhkan waktu yang singkat yaitu 6 – 8 jam, menginfeksi melalui stomata, dan periode laten untuk memproduksi kembali spora juga tergolong singkat
  • 5.
    • Kelembaban sekitar90%, spora dapat diproduksi optimal dari setiap bercak. Satu bercak terdapat 2000 – 6000 spora per hari. Keadaan tersebut dapat berlangsung selama 10-14 hari. • Pemupukan nitrogen yang tinggi menyebabkan lemahnya jaringan daun. • Jamur P. oryzae tumbuh baik pada pH <5,6. • Angin berpengaruh besar pada penyebaran spora dan pelukaan tanaman. Lanjutan
  • 7.
    • Tampak bintik-bintikkecil pada daun. • Bintik tersebut berwarna ungu kekuningan kemudian lama-lama menjadi membesar dan terdapat titik kecil berwarna putih di tengahnya. • Jumlah bintik-bintik ini
  • 8.
    • Terdapat bercak-bercakjorong dengan ujung runcing. • Pusat bercak berwarna kelabu atau keputih-putihan dengan tepi coklat atau coklat kemerahan.
  • 9.
    • Bentuk danwarna bercak tergantung dari keadaan lingkungan, umur bercak, dan derajat ketahanan jenis padi. • Pada daun tua, bercak berbentuk agak kecil dan lebih bulat.
  • 12.
    Proses pencegahan padapenyakit blas padi dapat dilakukan sejak awal dengan pola pemupukan melalui semprot atau foliar. Pupuk yang dapat digunakan untuk mencegah penyakit blas padi dan banyak mengandung unsur mikro seperti unsur Mn, Zn, Mo, dan asam amino. Pupuk ini digunakan untuk mencegah dan mematikan bibit cendawan di awal penetrasi dengan dosis 3 ml per liter.
  • 13.
    • Pilih varietasyang tahan sesuai dengan lokasi penanaman. • Jarak tanam pada saat menanam dengan sistem legowo 2, 4, 6 agar sirkulasi udara lancar kelembaban udara bisa berkurang. • Sanitasi tunggul – tunggul dan jerami bekas serangan blas, setelah panen lahan diolah sehingga lahan bebas dari sumber penyakit blas. • Pupuk berimbang (pupuk organik, nitrogen, kalium, phospor, dsb) yang memadai agar jaringan tanaman kuat tahan hama dan penyakit.
  • 14.
    Perlakuan benih denganAgens Hayati PGPR sebelum disebar. Persemaian umur 10 hari diulangi lagi. Dosis 1 gelas Aqua ( 220 ml ) dilarutkan 14 liter air. Kebutuhan 2,5 liter setiap aplikasi. Penyemprotkan pada tanaman padi dilakukan pada umur 14, 28, dan 42 hst.
  • 15.
    Menggunakan pestisida nabatidari bahan sirih (ekstrak daun), jambu biji (ekstrak daun) dan lengkuas (ekstrak rimpang). Cara membuat • Hancurkan bahan tumbuhan (daun sirih, jambu biji dan rimpang lengkuas) dengan blender. • Bahan tersebut direbus dalam air dengan perbandingan 1:10 (bahan : air). • Tambahkan dengan sedikit detergen. • Semua bahan yang sudah tercampur direbus hingga volume larutan tinggal sedikit dan mengental