PENGUJIAN HIPOTESA DR. IR. WAHYU WIDODO, MS
ASSALAAMU ‘ALAIKUM WARAKHMATULLAAHI WABAROKAATUH BISMILLAHIRAHMANIRRAHIM
SILABI Definisi Hipotesis Macam Kekeliruan Langkah-langkah Pengujian Hipotesis - Alternatif Hipotesis dalam Menentukan Daerah Kritis - Menguji Rata-rata  µ  (Uji Dua Pihak) - Menguji Rata-rata  µ  (Uji Satu Pihak) - Menguji Proporsi  π  (Uji Dua Pihak)  - Menguji Proporsi  π  (Uji Satu Pihak)  - Menguji Variasi (Uji Dua Pihak) - Menguji Variasi (Uji Satu Pihak) - Menguji Kesamaan Dua Rata-rata (Uji Dua Pihak) - Menguji Kesamaan Dua rata-rata (Uji Satu Pihak) - Menguji Perbedaan Proporsi (Uji Dua Pihak) - Menguji Perbedaan Proporsi (Uji Satu Pihak) - Menguji Kesamaan Dua Variasi (Uji Dua Pihak) - Menguji Kesamaan Dua Variasi (Uji Satu Pihak)
HIPOTESIS Perumusan sementara mengenai suatu hal yang dibuat untuk menjelaskan hal itu yang dituntut untuk melakukan pengecekannya
HIPOTESA STATISTIK Jika perumusan atau pernyataan dikhususkan mengenai populasi
PENGUJIAN HIPOTESIS HIPOTESIS STATISTIK adalah suatu asumsi atau pernyataan yg mana mungkin benar atau mungkin salah mengenai satu atau lebih populasi Ex . pernyataan bahwa rata-rata pendapatan masyarakat kota A sekitar Rp. 75.000/ bulan adalah suatu pernyataan yg mungkin benar atau mungkin juga salah mengenai populasi kota A. dalam kasus di atas pernyataan mengenai rata-rata pendapatan masyarakat kota A adalah suatu hipotesis. untuk membenarkan atau menyalahkan hipotesis maka dilakukan pengujian hipotesis
Ho: u = 75.000 H1: u  ≠ 75.000
Kesalahan jenis I. adalah kesalahan yg dibuat pd waktu menguji hipotesis di mana kita menolak Ho pd hal sesungguhnya Ho itu benar. Dengan kata lain adalah peluang menolak Ho yg benar Kesalahan jenis II. adalah kesalahan yg dibuat pd waktu menguji hipotesis di mana kita menerima Ho pd hal sesungguhnya Ho itu salah. Dengan kata lain adalah peluang menolak Ho yg salah tepat Salah jenis I ( α ) Tolak Ho Salah jenis II ( β ) Tepat Terima Ho Ho salah Ho benar keputusan
MACAM KEKELIRUAN Kekeliruan macam I: adalah menolak hipotesis yang seharusnya diterima, dinamakan kekeliruan   ,   : peluang membuat kekeliruan macam I disebut juga taraf signifikan, taraf arti, taraf nyata  (   = 0,01 atau    = 0,05 ) Membacanya:    = 0.05 : taraf nyata 5%, artinya kira-kira 5 dari tiap 100 kesimpulan akan menolak hipotesis yang seharusnya diterima.  Atau kira-kira 96% yakin bahwa kesimpulan yang dibuat benar. Peluang salahnya/kekeliruan sebesar 5%
Kekeliruan macam II: adalah menerima hipotesis yang seharusnya ditolak, dinamakan kekeliruan   ,     : peluang membuat kekeliruan macam II
PENGUJIAN HIPOTESA Langkah atau prosedur untuk menentukan apakah menerima atau menolak hipotesis
LANGKAH-LANGKAH PENGUJIAN HIPOTESIS RUMUSKAN Ho YG SESUAI RUMUSKAN HIPOTESIS TANDINGANNYA (H1) YG SESUAI PILIH TARAF NYATA PENGUJIAN SEBESAR  α PILIH UJI STATISTIK YG SESUAI DAN TENTUKAN DAERAH KRITISNYA HITUNG NILAI STATISTIK DR CONTOH ACAK BERUKURAN n BUAT KEPUTUSAN: TOLAK Ho JIKA STATISTIK MEMPUNYAI NILAI DALAM DAERAH KRITIS, SELAIN ITU TERIMA Ho
PENGUJIAN HIPOTESIS MENGENAI NILAI RATA-RATA UNTUK MENGUJI HIPOTESIS MENGENAI NILAI RATA-RATA POPULASI,  MAKA DAPAT DIBUAT PERUMUSAN HIPOTESIS SEBAGAI BERIKUT: Ho : u = uo H1 : u  ≠ uo PENGUJIAN DWI ARAH PENGUJIAN SATU ARAH UNTUK MENGUJI HIPOTESIS MENGENAI NILAI RATA-RATA POPULASI DENGAN MELIHAT SATU SISI SAJA Ho : u = uo Ho : u > uo Ho : u < uo Ho : u = uo lawan lawan
LANGKAH LANGKAH PENGUJIAN HIPOTESA
Hipotesis lambangnya H atau Ho Hipotesis tandingan lambangnya A atau H1 Pasangan H melawan A , menentukan kriteria pengujian yang terdiri dari daerah penerimaan dan daerah penolakan hipotesis Daerah penolakan hipotesis disebut juga daeah kritis Kalau yang diuji itu parameter  θ  (dalam penggunaannya nanti  θ  dapat berarti rata-rata =  μ , simpangan baku =  σ , proporsi =  π  dll) maka akan terdapat hal-hal sbb:
PENGUJIAN PARAMETER  θ a. Hipotesis mengandung pengertian sama 1.  H :  θ  =  θ 0   2. H :  θ  =  θ 0       A :  θ  =  θ 1     A :  θ  ≠  θ 0   3.  H :  θ  =  θ 0   4. H :  θ  =  θ 0   A :  θ  >  θ 0     A :  θ  <  θ 0 Dengan  θ 0  dan  θ 1  adalah dua harga yang diketahui.  Pasangan nomor 1 dinamakan pengujian sederhana lawan sederhana, sedangkan lainnya pengujian sederhana lawan komposit
b. Hipotesis mengandung pengertian maksimum       H :  θ  ≤  θ 0     A :  θ  >  θ 0 c. Hipotesis mengandung mengertian minimum   H :  θ  ≥  θ 0   A :  θ  <  θ 0 Dinamakan pengujian komposit lawan komposit
ALTERNATIF HIPOTESIS  A  DALAM MENENTUKAN DAERAH KRITIS
Jika alternatif A mempunyai perumusan tidak sama Kriteria yang didapat : terima hipotesis H jika harga statistik yang dihitung jatuh antara d1 dan d2, dalam hal lainnya H ditolak Maka dalam distribusi statistik yang digunakan terdapat dua daerah kritis masing-masing pada ujung distribusi.  Luas daerah kritis pada tiap ujung adalah ½   .  Karena adanya dua daerah penolakan ini, maka pengujian hipotesis dinamakan uji dua pihak
Jika alternatif A yang mempunyai perumusan lebih besar Kriteria yang didapat : tolak H jika statistik yang dihitung berdasarkan sampel tidak kurang dari d dalam hal lainnya terima H Maka dalam distribusi statistik yang digunakan terdapat satu daerah yang letaknya diujung sebelah kanan.  Luas daerah kritis adalah   .  Karena adanya satu daerah penolakan ini, maka pengujian hipotesis dinamakan uji satu pihak yaitu pihak kanan
Untuk alternatif A yang mempunyai perumusan lebih kecil Kriteria yang digunakan : terima H jika statistik yang dihitung berdasarkan penelitian lebih besar dari d sedangkan dalam hal lainnya ditolak  Luas =   Maka dalam distribusi statistik yang digunakan terdapat satu daerah yang letaknya diujung sebelah kiri.  Luas daerah kritis adalah   .  Karena adanya satu daerah penolakan ini, maka pengujian hipotesis dinamakan uji satu pihak yaitu pihak kiri
MENGUJI RATA – RATA μ  (UJI DUA PIHAK)
1.  σ   DIKETAHUI   Untuk Hipotesis :  H :  μ  =  μ 0   A :  μ  ≠  μ 0 RUMUS   :  Ho diterima jika –z 1/2(1- α )  < z <  z 1/2(1- α )   Ho ditolak dalam hal lainnya μ
Gambar kurva
Contoh Pengusaha pakan menyatakan bahwa pakannya tahan simpan sekitar 800 jam.  Akhir-akhir ini timbul dugaan bahwa masa simpan pakan tersebut telah berubah.  Untuk menentukan itu dilakukan penelitian dengan jalan menguji 50 karung pakan.  Ternyata rata-ratanya 792.  dari pengalaman, diketahui bahwa simpangan baku masa simpan pakan 60 jam.  Selidiki dengan taraf nyata 0,05 apakah kualitas pakan sudah berubah atau belum
Penyelesaian H :  μ  = 800 jam A :  μ   ≠ 800 jam σ  = 60 jam X = 792 jam n = 50 Dari daftar normal baku untuk uji dua pihak  dengan  α  = 0.05 yang memberikan z 0.475  = - 1.96
Terima H jika z hitung terletak antara -1.96 dan 1.96.  Dalam hal lainnya Ho ditolak Dari penelitian sadah didapat  z = -0.94 dan terletak di daerah penerimaan H Jadi H diterima, kesimpulan masa simpan pakan belum berubah masih sekitar 800 jam Daerah penerimaan H d -1.96 d 1.96 Daerah penolakan H ( daerah kritis ) Daerah penolakan H ( daerah kritis ) Luas  =  0.025  ?
2.  σ   TIDAK DIKETAHUI Untuk Hipotesis : H :  μ  =  μ 0 A :  μ  ≠  μ 0 RUMUS  :
Contoh Seperti soal sebelumnya, Dimisalkan simpangan baku populasi tidak diketahui, tetapi dari sampel diketahui simpangan baku s = 55 jam Jawab: s = 50 jam X = 792 jam µ = 800 jam n = 50
Dari daftar distribusi student dengan  α  = 0.025 dan dk = 49 untuk uji dua pihak diperoleh t = 2.01.  Kriteria pengujian : Terima H jika t hitung terletak antara -2.01 dan 2.01.  Diluar itu H ditolak Dari penelitian didapat  t = -1.029 dan terletak di daerah penerimaan H Jadi Ho diterima, kesimpulan masa simpan pakan belum berubah masih sekitar 800 jam
Gambar kurva
MENGUJI RATA – RATA μ  (UJI SATU PIHAK)
A. UJI PIHAK KANAN   1.  σ   DIKETAHUI  RUMUS UMUM  : H :  μ  ≤  μ 0   A :  μ  > μ 0   KRITERIA :Tolak H jika Z ≥ Z  0,5-  ά       Terima H jika sebaliknya
Contoh: Pada suatu pabrik pakan dihasilkan rata-rata 15.7 ton sekali produksi.  Hasil produksi mempunyai simpangan baku = 1.51 ton.  Metode produksi baru, diusulkan untuk mengganti yang lama, jika rata-rata per sekali produksi menghasilkan paling sedikit 16 ton.  Untuk menentukan apakah metode yang lama diganti atau tidak, metode pemberian pakan yang baru dicoba 20 kali dan ternyata rata-rata per sekali produksi menghasilkan 16.9 ton.  Pemilik bermaksud mengambil resiko 5% untuk menggunakan metode baru apabila metode ini rata-rata menghasilkan lebih dari 16 ton.  Bagaimana keputusannya
Penyelesaian H :  µ ≤ 16, berarti rata-rata hasil metode baru paling tinggi 16 ton, maka metode lama dipertahankan A : µ ≥ 16, berarti rata-rata hasil metode baru lebih dari 16 ton, maka metode lama dapat diganti X = 16.9 ton N = 20 σ  =  1.51 µo = 16
Dari daftar normal standart dengan  α  = 0.05 diperoleh z = 1.64  Kriteria pengujian : Tolak H jika z hitung lebih besar atau sama dengan 1.64.  Jika sebaliknya H diterima Dari penelitian didapat  z = 2.65, maka H ditolak Kesimpulan metode baru dapat digunakan 65 . 2 20 1.51/ 16 9 . 16   z
Gambar kurva
2.  σ   TIDAK   DIKETAHUI  RUMUS UMUM  : H :  μ  ≤  μ 0   A :  μ  > μ 0   KRITERIA : Tolak H jika t ≥ t  1-   ά       Terima H jika sebaliknya
Contoh: Dengan suntikan hormon tertentu pada ayam/ikan akan menambah berat badannya rata-rata 4.5 ton per kelompok.  Sampel acak yang terdiri atas 31 kelompok ayam/ikan yang telah diberi suntikan hormon memberikan rata-rata 4.9 ton dan simpangan baku = 0.8 ton.  Apakah pernyataan tersebut diterima?  Bahwa pertambahan rata-rata paling sedikit 4.5 ton
Penyelesaian H :  µ ≤ 4.5, berarti penyuntikan hormon pada ayam/ikan tidak menyebabkan bertambahnya rata-rata berat badan dengan 4.5 ton A : µ > 16, berarti penyuntikan hormon pada ayam/ikan menyebabkan bertambahnya rata-rata berat badan paling sedikit dengan 4.5 X = 4.9 ton N = 31 S = 0.8 ton µo = 4.5 ton
Dengan mengambil    = 0.01, dk = 30 didapat t = 2.46 Kriteria tolak hipotesis H jika t hitung lebih besar atau sama dengan 2.46 dan teriam H jika sebaliknya Penelitian memberi hasil t = 2.78 Hipotesis H ditolak  Kesimpulan : Penyuntikan hormon terhadap ayam/ikan dapat menambah berat badan rata-rata paling sedikit dengan 4.5 ton
Gambar kurva
B. UJI PIHAK KIRI 1.  σ  DIKETAHUI  RUMUS UMUM  : H :  μ  ≥  μ 0   A :  μ  < μ 0   KRITERIA : Tolak H jika Z ≤ - Z  0,05-  ά       Terima H jika Z > - Z  0,05-  ά
2.  σ   TIDAK DIKETAHUI  RUMUS UMUM  : H :  μ  ≤  μ 0   A :  μ  > μ 0   KRITERIA : Tolak H jika t ≥ t  1-   ά         Terima H jika sebaliknya
MENGUJI PROPORSI π  (UJI DUA PIHAK)
RUMUS UMUM : H :  π  =  π 0   A :  π  ≠  π 0 RUMUS STATISTIK :  KRITERIA :  Terima H jika – Z 1/2(1-  ά ) <Z<Z 1/2(1-  ά )     Tolak H jika sebaliknya
MENGUJI PROPORSI π  (UJI SATU PIHAK)
A. UJI PIHAK KANAN RUMUS UMUM  : H :  π  ≤  π 0   A :  π  >  π 0 KRITERIA : Tolak H jika Z  ≥  Z  0,5-  ά       Terima H jika Z < Z  0,5-  ά
B. UJI PIHAK KIRI RUMUS UMUM  : H :  π  ≥  π 0   A :  π  <  π 0 KRITERIA : Tolak H jika Z  ≤  - Z  0,5-  ά     Terima H jika Z > - Z  0,5-  ά
MENGUJI VARIASI ( δ2 ) (UJI DUA PIHAK)
RUMUS UMUM : H :  σ 2  =  σ 0  2   A :  σ 2  ≠  σ 0  2 RUMUS STATISTIK :  KRITERIA :  Terima H jika X 2 1/2 ά < X 2  < X 2 1-1/2 ά     Tolak H jika sebaliknya
MENGUJI VARIASI ( δ2 ) (UJI SATU PIHAK)
A. UJI PIHAK KANAN RUMUS UMUM  : H :  σ 2  ≤  σ 0  2   A :  σ  2  >  σ 0  2 KRITERIA : Tolak H jika X 2  ≥ X 2  1- ά     Terima H jika X 2  < X 2  1- ά
B. UJI PIHAK KIRI RUMUS UMUM  : H :  σ 2  ≥  σ 0  2   A :  σ  2  <  σ 0  2 KRITERIA : Tolak H jika X 2  ≤ X 2  ά   Terima H jika X 2  > X 2  ά
RUMUS UMUM : H :  μ 1  =  μ 2   A :  μ 1   ≠  μ 2   MENGUJI KESAMAAN DUA RATA-RATA (UJI DUA PIHAK)
A.  σ 1 =  σ 2 =  σ   dan  σ  diketahui RUMUS STATISTIK :  KRITERIA :  Terima H jika  – Z 1/2(1-  ά ) <Z<Z 1/2(1-  ά )   Tolak H jika sebaliknya
B.  σ 1 =  σ 2 =  σ  tetapi  σ  tidak diketahui RUMUS STATISTIK :  KRITERIA :  Terima H jika  - t 1-1/2 ά   < t   < t 1-1/2 ά     Tolak H jika sebaliknya
C.  σ 1 ≠  σ 2 dan kedua-duanya tidak  diketahui RUMUS STATISTIK :  KRITERIA :  Terima H jika    Tolak H jika sebaliknya
d. Observasi berpasangan RUMUS UMUM : H :  μ B  =  0   A :  μ  B   ≠  0  RUMUS STATISTIK :  KRITERIA :  Terima H jika - t 1-1/2 ά   < t   < t 1-1/2 ά       Tolak H jika sebaliknya
MENGUJI KESAMAAN DUA RATA-RATA (UJI SATU PIHAK)
a. Rumus umum untuk UJI PIHAK KANAN Bila  σ 1 =  σ 2, maka rumus  H :  μ 1  =  μ 2   A :  μ 1   ≠  μ 2   Kriteria  terima H jika  t   < t 1- ά     tolak H jika  t   ≥ t 1- ά   Bila  σ 1 ≠  σ 2, maka Kriteria  tolak H jika   terima H jika sebaliknya
b. Rumus umum untuk UJI PIHAK  KIRI Bila  σ 1 =  σ 2, maka rumus  H :  μ 1  ≥  μ 2   A :  μ 1   <  μ 2   Kriteria  tolak H jika  t   ≤ - t 1- ά     terima H jika  t   > - t 1- ά   Bila  σ 1 ≠  σ 2, maka Kriteria  tolak H jika   terima H jika sebaliknya
MENGUJI PERBEDAAN PROPORSI  (UJI SATU PIHAK)
A. UJI PIHAK KANAN RUMUS UMUM  : H :  π 1  ≤  π 2   A :  π 1  >  π 2 KRITERIA : Tolak H jika Z  ≥  Z  0,5-  ά       Terima H jika Z < Z  0,5-  ά
B. UJI PIHAK KIRI RUMUS UMUM  : H :  π 1  ≥  π 2   A :  π 1  <  π 2 KRITERIA : Tolak H jika Z  ≤  - Z  0,05-  ά     Terima H jika Z > - Z  0,05-  ά
MENGUJI KESAMAAN DUA VARIASI (UJI DUA PIHAK)
RUMUS UMUM : H :  σ 1 2  =  σ 2  2   A :  σ 1 2  ≠  σ 2  2 RUMUS STATISTIK :  KRITERIA :  Terima H jika    Tolak H jika sebaliknya
MENGUJI KESAMAAN DUA VARIASI (UJI SATU PIHAK)
A. UJI PIHAK KANAN RUMUS UMUM  : H :  σ 1 2   ≤   σ 2  2   A :  σ 1 2   >  σ 2  2 KRITERIA : tolak H jika F  ≥ F ά  (n 1 -1)(n 2 -1)   terima H jika F  < F ά  (n 1 -1)(n 2 -1)
B. UJI PIHAK KIRI RUMUS UMUM  : H :  σ 1 2   ≥   σ 2   2   A :  σ 1 2   <   σ 2  2   KRITERIA : tolak H jika F ≤ F(1- ά ) (n 1 -1)(n 2 -1) terima H jika F > F(1- ά ) (n 1 -1)(n 2 -1)
TERIMA KASIH WASSALAAMU ‘ALAIKUM WARAKHMATULLAAHI WABAROKAATUH

Bab 7. pengujian_hipotesa1

  • 1.
    PENGUJIAN HIPOTESA DR.IR. WAHYU WIDODO, MS
  • 2.
    ASSALAAMU ‘ALAIKUM WARAKHMATULLAAHIWABAROKAATUH BISMILLAHIRAHMANIRRAHIM
  • 3.
    SILABI Definisi HipotesisMacam Kekeliruan Langkah-langkah Pengujian Hipotesis - Alternatif Hipotesis dalam Menentukan Daerah Kritis - Menguji Rata-rata µ (Uji Dua Pihak) - Menguji Rata-rata µ (Uji Satu Pihak) - Menguji Proporsi π (Uji Dua Pihak) - Menguji Proporsi π (Uji Satu Pihak) - Menguji Variasi (Uji Dua Pihak) - Menguji Variasi (Uji Satu Pihak) - Menguji Kesamaan Dua Rata-rata (Uji Dua Pihak) - Menguji Kesamaan Dua rata-rata (Uji Satu Pihak) - Menguji Perbedaan Proporsi (Uji Dua Pihak) - Menguji Perbedaan Proporsi (Uji Satu Pihak) - Menguji Kesamaan Dua Variasi (Uji Dua Pihak) - Menguji Kesamaan Dua Variasi (Uji Satu Pihak)
  • 4.
    HIPOTESIS Perumusan sementaramengenai suatu hal yang dibuat untuk menjelaskan hal itu yang dituntut untuk melakukan pengecekannya
  • 5.
    HIPOTESA STATISTIK Jikaperumusan atau pernyataan dikhususkan mengenai populasi
  • 6.
    PENGUJIAN HIPOTESIS HIPOTESISSTATISTIK adalah suatu asumsi atau pernyataan yg mana mungkin benar atau mungkin salah mengenai satu atau lebih populasi Ex . pernyataan bahwa rata-rata pendapatan masyarakat kota A sekitar Rp. 75.000/ bulan adalah suatu pernyataan yg mungkin benar atau mungkin juga salah mengenai populasi kota A. dalam kasus di atas pernyataan mengenai rata-rata pendapatan masyarakat kota A adalah suatu hipotesis. untuk membenarkan atau menyalahkan hipotesis maka dilakukan pengujian hipotesis
  • 7.
    Ho: u =75.000 H1: u ≠ 75.000
  • 8.
    Kesalahan jenis I.adalah kesalahan yg dibuat pd waktu menguji hipotesis di mana kita menolak Ho pd hal sesungguhnya Ho itu benar. Dengan kata lain adalah peluang menolak Ho yg benar Kesalahan jenis II. adalah kesalahan yg dibuat pd waktu menguji hipotesis di mana kita menerima Ho pd hal sesungguhnya Ho itu salah. Dengan kata lain adalah peluang menolak Ho yg salah tepat Salah jenis I ( α ) Tolak Ho Salah jenis II ( β ) Tepat Terima Ho Ho salah Ho benar keputusan
  • 9.
    MACAM KEKELIRUAN Kekeliruanmacam I: adalah menolak hipotesis yang seharusnya diterima, dinamakan kekeliruan  ,  : peluang membuat kekeliruan macam I disebut juga taraf signifikan, taraf arti, taraf nyata (  = 0,01 atau  = 0,05 ) Membacanya:  = 0.05 : taraf nyata 5%, artinya kira-kira 5 dari tiap 100 kesimpulan akan menolak hipotesis yang seharusnya diterima. Atau kira-kira 96% yakin bahwa kesimpulan yang dibuat benar. Peluang salahnya/kekeliruan sebesar 5%
  • 10.
    Kekeliruan macam II:adalah menerima hipotesis yang seharusnya ditolak, dinamakan kekeliruan  ,  : peluang membuat kekeliruan macam II
  • 11.
    PENGUJIAN HIPOTESA Langkahatau prosedur untuk menentukan apakah menerima atau menolak hipotesis
  • 12.
    LANGKAH-LANGKAH PENGUJIAN HIPOTESISRUMUSKAN Ho YG SESUAI RUMUSKAN HIPOTESIS TANDINGANNYA (H1) YG SESUAI PILIH TARAF NYATA PENGUJIAN SEBESAR α PILIH UJI STATISTIK YG SESUAI DAN TENTUKAN DAERAH KRITISNYA HITUNG NILAI STATISTIK DR CONTOH ACAK BERUKURAN n BUAT KEPUTUSAN: TOLAK Ho JIKA STATISTIK MEMPUNYAI NILAI DALAM DAERAH KRITIS, SELAIN ITU TERIMA Ho
  • 13.
    PENGUJIAN HIPOTESIS MENGENAINILAI RATA-RATA UNTUK MENGUJI HIPOTESIS MENGENAI NILAI RATA-RATA POPULASI, MAKA DAPAT DIBUAT PERUMUSAN HIPOTESIS SEBAGAI BERIKUT: Ho : u = uo H1 : u ≠ uo PENGUJIAN DWI ARAH PENGUJIAN SATU ARAH UNTUK MENGUJI HIPOTESIS MENGENAI NILAI RATA-RATA POPULASI DENGAN MELIHAT SATU SISI SAJA Ho : u = uo Ho : u > uo Ho : u < uo Ho : u = uo lawan lawan
  • 14.
  • 15.
    Hipotesis lambangnya Hatau Ho Hipotesis tandingan lambangnya A atau H1 Pasangan H melawan A , menentukan kriteria pengujian yang terdiri dari daerah penerimaan dan daerah penolakan hipotesis Daerah penolakan hipotesis disebut juga daeah kritis Kalau yang diuji itu parameter θ (dalam penggunaannya nanti θ dapat berarti rata-rata = μ , simpangan baku = σ , proporsi = π dll) maka akan terdapat hal-hal sbb:
  • 16.
    PENGUJIAN PARAMETER θ a. Hipotesis mengandung pengertian sama 1. H : θ = θ 0 2. H : θ = θ 0 A : θ = θ 1 A : θ ≠ θ 0 3. H : θ = θ 0 4. H : θ = θ 0 A : θ > θ 0 A : θ < θ 0 Dengan θ 0 dan θ 1 adalah dua harga yang diketahui. Pasangan nomor 1 dinamakan pengujian sederhana lawan sederhana, sedangkan lainnya pengujian sederhana lawan komposit
  • 17.
    b. Hipotesis mengandungpengertian maksimum H : θ ≤ θ 0 A : θ > θ 0 c. Hipotesis mengandung mengertian minimum H : θ ≥ θ 0 A : θ < θ 0 Dinamakan pengujian komposit lawan komposit
  • 18.
    ALTERNATIF HIPOTESIS A DALAM MENENTUKAN DAERAH KRITIS
  • 19.
    Jika alternatif Amempunyai perumusan tidak sama Kriteria yang didapat : terima hipotesis H jika harga statistik yang dihitung jatuh antara d1 dan d2, dalam hal lainnya H ditolak Maka dalam distribusi statistik yang digunakan terdapat dua daerah kritis masing-masing pada ujung distribusi. Luas daerah kritis pada tiap ujung adalah ½  . Karena adanya dua daerah penolakan ini, maka pengujian hipotesis dinamakan uji dua pihak
  • 20.
    Jika alternatif Ayang mempunyai perumusan lebih besar Kriteria yang didapat : tolak H jika statistik yang dihitung berdasarkan sampel tidak kurang dari d dalam hal lainnya terima H Maka dalam distribusi statistik yang digunakan terdapat satu daerah yang letaknya diujung sebelah kanan. Luas daerah kritis adalah  . Karena adanya satu daerah penolakan ini, maka pengujian hipotesis dinamakan uji satu pihak yaitu pihak kanan
  • 21.
    Untuk alternatif Ayang mempunyai perumusan lebih kecil Kriteria yang digunakan : terima H jika statistik yang dihitung berdasarkan penelitian lebih besar dari d sedangkan dalam hal lainnya ditolak Luas = Maka dalam distribusi statistik yang digunakan terdapat satu daerah yang letaknya diujung sebelah kiri. Luas daerah kritis adalah  . Karena adanya satu daerah penolakan ini, maka pengujian hipotesis dinamakan uji satu pihak yaitu pihak kiri
  • 22.
    MENGUJI RATA –RATA μ (UJI DUA PIHAK)
  • 23.
    1. σ DIKETAHUI Untuk Hipotesis : H : μ = μ 0 A : μ ≠ μ 0 RUMUS : Ho diterima jika –z 1/2(1- α ) < z < z 1/2(1- α ) Ho ditolak dalam hal lainnya μ
  • 24.
  • 25.
    Contoh Pengusaha pakanmenyatakan bahwa pakannya tahan simpan sekitar 800 jam. Akhir-akhir ini timbul dugaan bahwa masa simpan pakan tersebut telah berubah. Untuk menentukan itu dilakukan penelitian dengan jalan menguji 50 karung pakan. Ternyata rata-ratanya 792. dari pengalaman, diketahui bahwa simpangan baku masa simpan pakan 60 jam. Selidiki dengan taraf nyata 0,05 apakah kualitas pakan sudah berubah atau belum
  • 26.
    Penyelesaian H : μ = 800 jam A : μ ≠ 800 jam σ = 60 jam X = 792 jam n = 50 Dari daftar normal baku untuk uji dua pihak dengan α = 0.05 yang memberikan z 0.475 = - 1.96
  • 27.
    Terima H jikaz hitung terletak antara -1.96 dan 1.96. Dalam hal lainnya Ho ditolak Dari penelitian sadah didapat z = -0.94 dan terletak di daerah penerimaan H Jadi H diterima, kesimpulan masa simpan pakan belum berubah masih sekitar 800 jam Daerah penerimaan H d -1.96 d 1.96 Daerah penolakan H ( daerah kritis ) Daerah penolakan H ( daerah kritis ) Luas = 0.025 ?
  • 28.
    2. σ TIDAK DIKETAHUI Untuk Hipotesis : H : μ = μ 0 A : μ ≠ μ 0 RUMUS :
  • 29.
    Contoh Seperti soalsebelumnya, Dimisalkan simpangan baku populasi tidak diketahui, tetapi dari sampel diketahui simpangan baku s = 55 jam Jawab: s = 50 jam X = 792 jam µ = 800 jam n = 50
  • 30.
    Dari daftar distribusistudent dengan α = 0.025 dan dk = 49 untuk uji dua pihak diperoleh t = 2.01. Kriteria pengujian : Terima H jika t hitung terletak antara -2.01 dan 2.01. Diluar itu H ditolak Dari penelitian didapat t = -1.029 dan terletak di daerah penerimaan H Jadi Ho diterima, kesimpulan masa simpan pakan belum berubah masih sekitar 800 jam
  • 31.
  • 32.
    MENGUJI RATA –RATA μ (UJI SATU PIHAK)
  • 33.
    A. UJI PIHAKKANAN 1. σ DIKETAHUI RUMUS UMUM : H : μ ≤ μ 0 A : μ > μ 0 KRITERIA :Tolak H jika Z ≥ Z 0,5- ά Terima H jika sebaliknya
  • 34.
    Contoh: Pada suatupabrik pakan dihasilkan rata-rata 15.7 ton sekali produksi. Hasil produksi mempunyai simpangan baku = 1.51 ton. Metode produksi baru, diusulkan untuk mengganti yang lama, jika rata-rata per sekali produksi menghasilkan paling sedikit 16 ton. Untuk menentukan apakah metode yang lama diganti atau tidak, metode pemberian pakan yang baru dicoba 20 kali dan ternyata rata-rata per sekali produksi menghasilkan 16.9 ton. Pemilik bermaksud mengambil resiko 5% untuk menggunakan metode baru apabila metode ini rata-rata menghasilkan lebih dari 16 ton. Bagaimana keputusannya
  • 35.
    Penyelesaian H : µ ≤ 16, berarti rata-rata hasil metode baru paling tinggi 16 ton, maka metode lama dipertahankan A : µ ≥ 16, berarti rata-rata hasil metode baru lebih dari 16 ton, maka metode lama dapat diganti X = 16.9 ton N = 20 σ = 1.51 µo = 16
  • 36.
    Dari daftar normalstandart dengan α = 0.05 diperoleh z = 1.64 Kriteria pengujian : Tolak H jika z hitung lebih besar atau sama dengan 1.64. Jika sebaliknya H diterima Dari penelitian didapat z = 2.65, maka H ditolak Kesimpulan metode baru dapat digunakan 65 . 2 20 1.51/ 16 9 . 16   z
  • 37.
  • 38.
    2. σ TIDAK DIKETAHUI RUMUS UMUM : H : μ ≤ μ 0 A : μ > μ 0 KRITERIA : Tolak H jika t ≥ t 1- ά Terima H jika sebaliknya
  • 39.
    Contoh: Dengan suntikanhormon tertentu pada ayam/ikan akan menambah berat badannya rata-rata 4.5 ton per kelompok. Sampel acak yang terdiri atas 31 kelompok ayam/ikan yang telah diberi suntikan hormon memberikan rata-rata 4.9 ton dan simpangan baku = 0.8 ton. Apakah pernyataan tersebut diterima? Bahwa pertambahan rata-rata paling sedikit 4.5 ton
  • 40.
    Penyelesaian H : µ ≤ 4.5, berarti penyuntikan hormon pada ayam/ikan tidak menyebabkan bertambahnya rata-rata berat badan dengan 4.5 ton A : µ > 16, berarti penyuntikan hormon pada ayam/ikan menyebabkan bertambahnya rata-rata berat badan paling sedikit dengan 4.5 X = 4.9 ton N = 31 S = 0.8 ton µo = 4.5 ton
  • 41.
    Dengan mengambil  = 0.01, dk = 30 didapat t = 2.46 Kriteria tolak hipotesis H jika t hitung lebih besar atau sama dengan 2.46 dan teriam H jika sebaliknya Penelitian memberi hasil t = 2.78 Hipotesis H ditolak Kesimpulan : Penyuntikan hormon terhadap ayam/ikan dapat menambah berat badan rata-rata paling sedikit dengan 4.5 ton
  • 42.
  • 43.
    B. UJI PIHAKKIRI 1. σ DIKETAHUI RUMUS UMUM : H : μ ≥ μ 0 A : μ < μ 0 KRITERIA : Tolak H jika Z ≤ - Z 0,05- ά Terima H jika Z > - Z 0,05- ά
  • 44.
    2. σ TIDAK DIKETAHUI RUMUS UMUM : H : μ ≤ μ 0 A : μ > μ 0 KRITERIA : Tolak H jika t ≥ t 1- ά Terima H jika sebaliknya
  • 45.
    MENGUJI PROPORSI π (UJI DUA PIHAK)
  • 46.
    RUMUS UMUM :H : π = π 0 A : π ≠ π 0 RUMUS STATISTIK : KRITERIA : Terima H jika – Z 1/2(1- ά ) <Z<Z 1/2(1- ά ) Tolak H jika sebaliknya
  • 47.
    MENGUJI PROPORSI π (UJI SATU PIHAK)
  • 48.
    A. UJI PIHAKKANAN RUMUS UMUM : H : π ≤ π 0 A : π > π 0 KRITERIA : Tolak H jika Z ≥ Z 0,5- ά Terima H jika Z < Z 0,5- ά
  • 49.
    B. UJI PIHAKKIRI RUMUS UMUM : H : π ≥ π 0 A : π < π 0 KRITERIA : Tolak H jika Z ≤ - Z 0,5- ά Terima H jika Z > - Z 0,5- ά
  • 50.
    MENGUJI VARIASI (δ2 ) (UJI DUA PIHAK)
  • 51.
    RUMUS UMUM :H : σ 2 = σ 0 2 A : σ 2 ≠ σ 0 2 RUMUS STATISTIK : KRITERIA : Terima H jika X 2 1/2 ά < X 2 < X 2 1-1/2 ά Tolak H jika sebaliknya
  • 52.
    MENGUJI VARIASI (δ2 ) (UJI SATU PIHAK)
  • 53.
    A. UJI PIHAKKANAN RUMUS UMUM : H : σ 2 ≤ σ 0 2 A : σ 2 > σ 0 2 KRITERIA : Tolak H jika X 2 ≥ X 2 1- ά Terima H jika X 2 < X 2 1- ά
  • 54.
    B. UJI PIHAKKIRI RUMUS UMUM : H : σ 2 ≥ σ 0 2 A : σ 2 < σ 0 2 KRITERIA : Tolak H jika X 2 ≤ X 2 ά Terima H jika X 2 > X 2 ά
  • 55.
    RUMUS UMUM :H : μ 1 = μ 2 A : μ 1 ≠ μ 2 MENGUJI KESAMAAN DUA RATA-RATA (UJI DUA PIHAK)
  • 56.
    A. σ1 = σ 2 = σ dan σ diketahui RUMUS STATISTIK : KRITERIA : Terima H jika – Z 1/2(1- ά ) <Z<Z 1/2(1- ά ) Tolak H jika sebaliknya
  • 57.
    B. σ1 = σ 2 = σ tetapi σ tidak diketahui RUMUS STATISTIK : KRITERIA : Terima H jika - t 1-1/2 ά < t < t 1-1/2 ά Tolak H jika sebaliknya
  • 58.
    C. σ1 ≠ σ 2 dan kedua-duanya tidak diketahui RUMUS STATISTIK : KRITERIA : Terima H jika Tolak H jika sebaliknya
  • 59.
    d. Observasi berpasanganRUMUS UMUM : H : μ B = 0 A : μ B ≠ 0 RUMUS STATISTIK : KRITERIA : Terima H jika - t 1-1/2 ά < t < t 1-1/2 ά Tolak H jika sebaliknya
  • 60.
    MENGUJI KESAMAAN DUARATA-RATA (UJI SATU PIHAK)
  • 61.
    a. Rumus umumuntuk UJI PIHAK KANAN Bila σ 1 = σ 2, maka rumus H : μ 1 = μ 2 A : μ 1 ≠ μ 2 Kriteria terima H jika t < t 1- ά tolak H jika t ≥ t 1- ά Bila σ 1 ≠ σ 2, maka Kriteria tolak H jika terima H jika sebaliknya
  • 62.
    b. Rumus umumuntuk UJI PIHAK KIRI Bila σ 1 = σ 2, maka rumus H : μ 1 ≥ μ 2 A : μ 1 < μ 2 Kriteria tolak H jika t ≤ - t 1- ά terima H jika t > - t 1- ά Bila σ 1 ≠ σ 2, maka Kriteria tolak H jika terima H jika sebaliknya
  • 63.
    MENGUJI PERBEDAAN PROPORSI (UJI SATU PIHAK)
  • 64.
    A. UJI PIHAKKANAN RUMUS UMUM : H : π 1 ≤ π 2 A : π 1 > π 2 KRITERIA : Tolak H jika Z ≥ Z 0,5- ά Terima H jika Z < Z 0,5- ά
  • 65.
    B. UJI PIHAKKIRI RUMUS UMUM : H : π 1 ≥ π 2 A : π 1 < π 2 KRITERIA : Tolak H jika Z ≤ - Z 0,05- ά Terima H jika Z > - Z 0,05- ά
  • 66.
    MENGUJI KESAMAAN DUAVARIASI (UJI DUA PIHAK)
  • 67.
    RUMUS UMUM :H : σ 1 2 = σ 2 2 A : σ 1 2 ≠ σ 2 2 RUMUS STATISTIK : KRITERIA : Terima H jika Tolak H jika sebaliknya
  • 68.
    MENGUJI KESAMAAN DUAVARIASI (UJI SATU PIHAK)
  • 69.
    A. UJI PIHAKKANAN RUMUS UMUM : H : σ 1 2 ≤ σ 2 2 A : σ 1 2 > σ 2 2 KRITERIA : tolak H jika F ≥ F ά (n 1 -1)(n 2 -1) terima H jika F < F ά (n 1 -1)(n 2 -1)
  • 70.
    B. UJI PIHAKKIRI RUMUS UMUM : H : σ 1 2 ≥ σ 2 2 A : σ 1 2 < σ 2 2 KRITERIA : tolak H jika F ≤ F(1- ά ) (n 1 -1)(n 2 -1) terima H jika F > F(1- ά ) (n 1 -1)(n 2 -1)
  • 71.
    TERIMA KASIH WASSALAAMU‘ALAIKUM WARAKHMATULLAAHI WABAROKAATUH