ANGGARAN ORGANISASI

Alat untuk
Pengendalian
Manajemen :

ANGGARAN
Hard-Hi Smart Consulting
ANGGARAN
 Anggaran adalah laporan kuantitatif formal mengenai sumber daya

yang disisihkan untuk melaksanakan aktifitas yang telah / sedang
direncanakan selama jangka waktu tertentu.
 Anggaran menurut pengertian tersebut merupakan sarana yang

paling luas digunakan untuk merencanakan dan mengendalikan
aktifitas pada setiap tingkatan dalam sebuah organisasi.
 Definisi Anggaran (Budget): Pernyataan kuantitatif formal mengenai

sumber daya yang dialokasikan untuk aktifitas yang direncanakan
selama kurun waktu tertentu.
ANGGARAN
 Ada beberapa alasan mengapa anggaran dipakai secara luas:

 Pertama, anggaran dapat dinyatakan dalam bentuk uang, yang mudah
digunakan sebagai sebutan untuk beraneka ragam aktivitas organisasi,
menerima karyawan baru dan melatih mereka, pembelian peralatan,
manufaktur, periklanan dan pemasaran/pelayanan.
 Kedua, aspek keuangan dari anggaran berarti bahwa anggaran secara
langsung dapat menyampaikan informasi mengenai sebuah sumber
daya kunci organisasi, modal, dan mengenai tujuan kunci organisasi,
laba. Oleh karena itu, anggaran sangat disukai oleh perusahaan yang
berorientasi pada laba (profit orinted organization).
 Ketiga, anggaran menetapkan standar prestasi kerja yang jelas dan
tidak meragukan untuk jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun.
Pada interval yang ditetapkan selama kurun waktu tersebut, prestasi
kerja yang tercapai akan secara langsung dibandingkan dengan
anggaran itu. Penyimpangan dapat dideteksi dengan cepat dan
tindakan perbaikan dapat segera diambil.
Jenis-jenis Anggaran Organisasi
 Anggaran Organisasi ada 2 (dua) Jenis, yaitu :
 Anggaran Operasional menunjukkan barang dan jasa yang
diperkirakan akan dikonsumsi oleh organisasi selama periode
anggaran. Biasanya anggaran operasi mencantumkan jumlah
fisik (seperti : liter, unit, kg, dsb) maupun angka biayanya.
 Anggaran Keuangan menyatakan secara rinci uang yang akan
dikeluarkan (cash) oleh organisasi selama periode yang sama
dan darimana asal (sumber dana) dari uang tersebut.

 Kedua jenis anggaran yang berbeda ini akan menyusun

rencana Anggaran Organisasi secara keseluruhan (total).
 Anggaran Operasional HARUS DIANALISA realisasinya :
 Kelebihan Realisasi atas Anggaran (Over-applied)
 Kekurangan Realisasi atas Anggaran (Under-applied)
Sehingga dapat diketahui Sebab-sebabnya (faktor penyebabnya)
Toleransi yang Diperbolehkan hanya : + 10 % dari Anggaran
Klasifikasi Anggaran Lainnya
 Operating Budget (anggaran operasi) : Anggaran yang

menunjukkan barang dan jasa yang diharapkan akan dikonsumsi
oleh organisasi dalam suatu periode anggaran.
 Financial Budget (anggaran keuangan) : Anggaran yang merinci

uang yang diharapkan akan dikeluarkan dalam periode anggaran
dan menunjukkan sumbernya.
 Expense Budget (anggaran pengeluaran) : Anggaran yang

menjelaskan untuk apa saja uang dipakai.
 Engineered Cost Budget (anggaran biaya rekayasa) : Jenis

anggaran pengeluaran yang menguraikan biaya material dan
tenaga kerja masing-masing jenis yang dhasilkan, termasuk
perkiraan biaya umum dan administrasi.
 Discretionary Cost Budget (anggaran biaya tanpa syarat) : Jenis

anggaran pengeluaran yang digunakan untuk departemen dengan
output tidak dapat diukur secara akurat.
Klasifikasi Anggaran Lainnya
 Revenue Budget (anggaran pendapatan) : Anggaran dari

pendapatan penjualan yang diproyeksikan, digunakan untuk
mengukur efektivitas pemasaran dan penjualan.
 Profit Budget or Master Budget (anggaran laba atau anggaran

induk) : Anggaran yang menggabungkan anggaran pengeluaran
dan anggaran pendapatan dalam satu unit.
 Fixed Cost (biaya tetap) : Pengeluaran yang tidak dipengaruhi

oleh jumlah akumulasi dalam pusat tanggung jawab.
 Variable Costs (biaya variabel) : Pengeluaran yang bervariasi

secara langsung dengan jumlah pekerjaan yang dilaksanakan.
 Semi Variable Costs (biaya semi variabel) : Pengeluaran yang

seperti biaya tenaga kerja untuk jangka pendek, bervariasi dengan
jumlah pekerjaan yang dilaksanakan tetappi tidak secara
proposional.
MENYUSUN ANGGARAN


Ada 3 Jenis Biaya yang harus diperhatikan ketika kita
menyusun Anggaran Variabel, yaitu biaya tetap, biaya
variabel, dan biaya semi variabel :
1. Biaya Tetap. Biaya tetap adalah biaya yang tidak dipengaruhi
oleh jumlah pekerjaan yang dilakukan dalam pusat tanggung
jawab. Biaya ini hanya terakumulasi dengan berlalunya waktu.
 Misalnya, bagi banyak unit organisasi, pengeluaran untuk
gaji bulanan, premi asuransi, sewa, dan biaya riset tidak
akan berubah secara signifikan dengan tingkat aktivitas
yang banyak bervariasi.
2. Biaya Variabel. Biaya variabel adalah pengeluaran yang
berubah secara langsung tergantung pada jumlah pekerjaan
yang dilaksanakan.
 Sebuah contoh adalah biaya bahan baku semakin
banyak barang dibuat, semakin banyak jumlah (dan
biaya) bahan baku yang diperlukan.
MENYUSUN ANGGARAN
3. Biaya Semi Variabel. Biaya semivaribel adalah biaya yang berubahubah mengikuti volume pekerjaan yang dilaksanakan, tetapi tidak
berbanding langsung. Biaya semivariabel seringkali merupakan bagian
terbesar dari pengeluaran sebuah organisasi.




Misalnya, biaya tenaga kerja dalam jangka pendek biasanya
merupakan biaya semi variabel, banyaknya karyawan yang
diterima (atau dikeluarkan) jarang secara langsung didasarkan
pada perubahan dalam produksi sehari-hari. Begitu pula, biaya
seluruh upaya penjualan keseluruhan kerapkali tidak berubah
secara langsung dengan jumlah produk yang terjual.

Dalam menyusun Anggarannya, Manajer unit kerja harus berusaha
mengklasifikasikan Biaya Total – nya menjadi Unsur-unsur Biaya :
Tetap, Variabel, dan Semi Variabel. Hasilnya merupakan anggaran
yang lebih Akurat dan bermanfaat, walaupun variabilitas jenis dan
komponen biaya-biaya tertentu seringkali sulit diklasifikasikan.
PENGERTIAN ANGGARAN
 Anggaran (Budget)
adalah rencana kuantitatif dari aktivitas usaha sebuah
organisasi (Pemasaran/Layanan, SDM, Keuangan, dll)

 Anggaran (Budget)
mengidentifikasikan sumber daya dan komitmen yang
dibutuhkan untuk memenuhi tujuan organisasi selama
periode (akuntansi) yang dianggarkan
KARAKTERISTIK ANGGARAN
• Anggaran mengestimasi potensi laba/pendapatan suatu aktifitas.
• Anggaran dinyatakan dalam satuan moneter, walaupun jumlah
moneter dapat saja diidukung oleh jumlah/satuan non moneter
(mis: unit produk yang dijual atau diproduksi).
• Mencakup satu periode anggaran dan atau periode akuntansi.
• Anggaran merupakan komitmen manajemen, para manajer
sepakat untuk mengemban tanggung jawab atas pencapaian
tujuan yang dianggarkan oleh organisasi/perusahaan.
• Usulan anggaran ditelaah dan disetujui oleh otoritas yang lebih
tinggi ketimbang oleh pihak yang menganggarkan (budgetee).
• Begitu disetujui, anggaran hanya dapat diubah dalam kondisi
yang ditetapkan (mis: kondisi darurat atau contingency).
• Secara berkala, kinerja keuangan yg sebenarnya dibandingkan
dengan anggaran, lalu selisihnya dianalisis dan dijelaskan.
Principles of BUDGETING
S = Specific
M = Measurable
A = Attainable / Achievable
R = Realistic / Reliable
T = Time Based / Frame
Planning
Strategic Plan
Long-Term
Objectives
Short-Term
Objectives
Short-Term
Plan

Budgets

Feedback

Planning &
Budgeting
Planning

Control

Strategic Plan

Monitoring of
Actual Activity

Long-Term
Objectives
Short-Term
Objectives
Short-Term
Plan

Budgets

Budget :
 Over-applied

Comparison of
Actual with
Planned

 Under-applied

Investigation
Feedback

Toleransi
+ 10%

Corrective Action
Advantages of Budgeting
1. It forces managers to plan.
2. It provides information that can be
used to improve decision making.
3. It provides a standard for
performance evaluation.
4. It improves coordination and
communication.
METODE dalam Penganggaran
 Penganggaran Incremental

Yakni metode penganggaran yang hanya
mempertimbangkan perubahan-perubahan (misalnya :
penambahan) dari sumber daya yang dipakai dalam
anggaran tahun sebelumnya. Jadi, anggaran tahun
sebelumnya, berfungsi sebagai landasan (patokan) bagi
pemakaian sumber daya berikutnya secara incremental.
 Penganggaran Zero Basis

Dalam metode penganggaran ini, semua jajaran di dalam
manajemen bertolak (mulai) dari Nol dalam meng-Estimasi
kebutuhan-kebutuhan sumber daya yang diperlukan untuk
mendanai aktifitas-aktifitas bisnis/usaha/layanannya.
METODE dalam Penganggaran
 Penganggaran Static

Yakni merupakan metode rancangan yang banyak
dipakai oleh perusahaan jasa, yang banyak fungsi jasa
pendukungnya, seperti : bagian pembelian, bagian
akuntansi, CSR, layanan purna jual, bagian hukum, dsb.
 Penganggaran Flexible (ORGANISASI Sosial)

Anggaran metode ini mengaitkan antara volume aktivitas
dengan jumlah uang (Rp) yang dianggarkan. Bermanfaat
terutama dalam menaksir dan mengendalikan biaya-biaya
dan beban-beban operasional yang sangat fluktuatif.
PERIODE Anggaran ORGANISASI
 Yearly Budget : adalah Anggaran yang disusun Setiap Tahun

(tahunan) yang menyatakan anggaran 1 Periode Akuntansi.
 Quarterly Budget : adalah Anggaran yang disusun Setiap 4

Bulan sekali (Kuartalan) yang menyatakan anggaran dari 1/3
Periode Akuntansi.
 Semesterly Budget : adalah Anggaran yang disusun Setiap 6

Bulan (semesteran), yang menyatakan Anggaran dari (½)
SETENGAH PRIODE AKUNTANSI, yang dapat dirinci lagi
ke dalam Anggaran Per :
 3 Bulanan (Triwulan)
 Bulanan (Monthly)
Anggaran Induk (Master Budget)

 Master Budget adalah sebuah anggaran komprehensif

yang menyatakan seluruh rencana atas Aktifitas bagi
Organisasi / Perusahaan untuk suatu Periode yang
mencakup 1 (satu) Periode Akuntansi.
 Anggaran Induk terdiri dari 2 (dua) Komponen Utama,

yaitu :
- Anggaran Operasional, dan
- Anggaran Keuangan
Anggaran Induk (Master Budget)

 Anggaran Operasional merupakan deskripsi rinci

mengenai pendapatan serta biaya yang dibutuhkan
untuk mencapai hasil laba yang diinginkan.
 Anggaran Keuangan menunjukkan ekspektasi (yang

diharapkan) dari arus kas dan posisi keuangan dalam
setiap kegiatan-kegiatan usaha yang telah direncanakan
manajemen.
ANGGARAN INDUK ORGANISASI
OPERASIONAL

KEUANGAN

 Pendapatan Utama

- Anggaran Kas

 Pendapatan Lain-lain

- Neraca Dianggarkan

 Biaya-biaya Tenaga Kerja

- D/S yang Dianggarkan

 Biaya-biaya Tetap (Fixed)

- Anggaran Investasi

 Biaya-biaya Overhead Kantor

(Capital Budget)

 Biaya-biaya V a r i a b e l

Notes:

 Biaya-biaya “Tak Terduga”

D/S = Defisit/Surplus

 Biaya utk Peroleh Pendapatan

“D/S = R/L di Perush”
Behaviour Dimensions of
BUDGETING :
Goal Congruence
Dysfunctional Behavior
Frequent Feedback on Performance
Monetary and Non-monetary Incentives
Participative (Involvement) Budgeting
Remember S-M-A-R-T Principles
Controllability of Costs and Expenses
Multiple Measures of Performances
Dysfunctional Behaviour dari
Penyusunan Suatu Anggaran :
 Ketidak-percayaan
 Resistensi (Penolakan)
 Konflik Internal
 Efek Samping lainnya

yang tidak diinginkan
Penganggaran Modal
 Anggaran Modal adalah Proses Perencanaan

Pengeluaran untuk Modal (Capital) yang HASILnya
(Return) diharapkan LEBIH DARI dari 1 tahun
 Anggaran Modal adalah pengeluaran untuk membeli

Harta Tetap (mis: tanah, bangunan, mesin, peralatan
& untuk penambahan Modal Kerja yang berhubungan
dgn kapasitas produksi (mis: Layanan  untuk Org.)
Penganggaran Modal
 Capital Budgeting merupakan Proses Pengambilan

Keputusan Investasi yang berbentuk Harta Tetap.
 Capital Budgeting meliputi keseluruhan Perencanaan

Pengeluaran Uang di mana hasil Pengembaliannya
terjadi dalam Jangka Waktu lebih dari 1 (satu) Tahun.
 Penganggaran Modal (Capital Budgeting) adalah

Proses Menyeluruh dalam Menganalisa Proyek-proyek
Investasi dan Menentuan Mana saja yang dimasukkan
ke dalam Anggaran Modal / Anggaran Investasi.
Pentingnya Penggangaran Modal
1. Keputusan Penganggaran Modal akan berpengaruh
pada Jangka Waktu yang Lama sehingga Organisasi
/ Perusahaan akan kehilangan Fleksibilitasnya.
2. Penganggaran Modal yang Efektif akan menaikkan
Ketepatan Waktu dan Kualitas dari Penambahan
Asset Organisasi / Perusahaan.
3. Pengeluaran untuk Modal biasanya dalam jumlah
yang sangat Material (besar sekali) sehingga perlu
adanya PERHATIAN YANG BESAR PULA.
Klasifikasi Proyek Investasi
1. Replacement : perawatan bisnis
mengganti peralatan-peralatan yang sudah rusak
2. Replacement : pengurangan biaya
mengganti peralatan yg sudah ketinggalan jaman (out of
date) sehingga akan mengurangi biaya-biaya operasional
3. Ekspansi produk atau pasar yg sudah ada
pengeluaran2 untuk meningkatkan jumlah output produksi;
atau untuk menambah jumlah Outlet.
4. Ekspansi ke produk atau pasar yang baru
5. Penelitian dan pengembangan (R&D)
6. Kontrak2 jangka panjang : kontrak-kontrak (contracts)
untuk menyediakan produk/jasa/layanan bagi customer ttt
7. Lain-lain : bangunan kantor pusat, tempat parkir, asrama,
dormitory, ambulance, mobil, ataupun pesawat terbang.
TAHAP2 PENGANGGARAN MODAL
1. Menentukan Rencana Proyek/Jumlah Investasi Proyek
2. Manajemen harus Memperkirakan Aliran Kas yang
diharapkan dari Proyek, termasuk Nilai Akhir Aktiva.
3. Dengan mengetahui Risiko dari Proyek, Manajemen
harus menentukan Biaya Modal (cost of capital) yang
tepat untuk mendiskontokan Aliran Kas Proyek
4. Dengan menggunakan Nilai Waktu dari Uang, Aliran
Kas Masuk (cash inflow) yang diharapkan, digunakan
untuk Memperkirakan Nilai Aktiva.
5. Kemudian, Nilai Sekarang (PV) dari Aliran Kas yang
diharapkan akan Dibandingkan dengan Biayanya.
6. Lalu Putuskan Investasi berdasarkan Kriteria2 tertentu.
7. Pengendalian dan Evaluasi atas Proyek yang diterima.
NILAI WAKTU DARI UANG
(Time Value of Money)
 NILAI SEKARANG (Present Value)

adalah nilai uang yang akan diterima pada masa-masa
y.a.d. tetapi ditarik (dihitung dengan bunga - diskonto)
ke waktu sekarang
 NILAI MASA DEPAN (Future Value)

adalah nilai uang yang benar-benar akan diterima di
waktu y.a.d. (bukan sekarang)
NILAI SEKARANG
(Present Value)
Rumus dalam Mencari Nilai Present Value (PV) :
PV = Vt x { 1 : (1+R)^t }
Dimana :
Vt = Nilai Pendapatan / Uang tahun ke-t yang akan
didiskonto ke saat sekarang
R = Tingkat bunga Diskonto
^ = Pangkat (dipangkatkan dengan)
t = Tahun Ke-t (misal th ke-: 1, 2, 3, 4, …, dst)
Perhitungan Arus Kas
(Cash Flow)
Arus Kas dikelompokkan ke dalam :
 Investasi Awal (I)
 Tambahan Arus Kas selama Umur Proyek
 Arus Kas Penutup  Nilai Sisa

Net Cash Flow (CF) = Cash inflow – Cash outflow
Perhitungan Arus Kas lain :
 Cash Flow = Net Income (NI) + Depresiasi
METODE2 ANGGARAN INVESTASI


PAYBACK PERIOD
(Periode Pengembalian)



NET PRESENT VALUE (NPV)
(Nilai Sekarang Bersih)



INTERNAL RATE OF RETURN (IRR)
(Tingkat Pengembalian Internal)



PROFITABILITY INDEX
(Indeks Profitabilitas)
METODE PAYBACK PERIOD
 Adalah waktu (jumlah tahun) yang diperlukan untuk

mengembalikan Nilai Uang yang telah dikeluarkan
untuk investasi
 Semakin sebentar waktunya (jumlah tahunnya sedikit)

maka semakin BAIK investasi itu – semakin
menguntungkan perusahaan
 Semakin lama waktunya maka akan semakin ber-

resiko atas investasi tersebut (uncertainty)
METODE PAYBACK PERIOD
Periode waktu yang menunjukkan berapa lama
Dana yang diinvestasikan akan Kembali lagi.
Contoh :
Cash inflows of $10.000 investment
Year

CF Project A

CF Project B

1

5.000

1.500

2

5.000

2.000

3

2.000

2.500

4

-

5.000

5

-

5.000
RUMUS
IO
Payback Period = -------CF
IO – c
Payback Period = t + -----------d–c
IO = investment outflow; CF = cash inflows
t = th terakhir dimana jumlah CF blm dpt menutup IO
c = CF kumulatif pada thn ke t
d = jumlah kumulatif CF pada thn t + 1
MAKA : Proyek A payback period = 2 tahun
Proyek B payback period = 3.8 tahun
Makin pendek payback period makin baik.
METODE PAYBACK PERIOD
 Jika payback period suatu investasi kurang dari

payback period yang disyaratkan, maka usulan
investasi layak diterima semua.
 Masalah pada Metode Payback Period :

1. Mengabaikan Aliran Kas masuk setelah
periode Cut-off.
Contoh: $2000 di tahun 3 untuk proyek A
diabaikan. Juga $5000 di tahun 5 untuk
proyek B. Walaupun $5.000 diganti dgn
$50.000, itu tidak akan mempengaruhi
‘Keputusan (Decision)’ pada metode ini.
METODE PAYBACK PERIOD
2. Metoda ini tidak mempertimbangkan Nilai
Waktu dari Uang (Time value of Money).
Investment of $10.000
Year

Early Returns

Late Returns

1

$9000

1000

2

1000

9000

3

1000

1000

Note : Proyek pertama lebih baik/bagus karena
mendapatkan $9,000 pada Th Ke-1.
METODE N.P.V.
Adalah Metode Penilaian Investasi yang
menggunakan “Discounted Cash Flow”
(mempertimbangkan nilai waktu uang pada
aliran kas yg terjadi)

Net Present Value = Present value of
Cash Flows minus Initial Investments
METODE N.P.V.
 Prinsip Metode ini adalah bahwa $1 yang diterima

sekarang adalah jauh lebih tinggi nilainya daripada
$1 diterima tahun depan, tahun ke-2, ke-3, dst
 Uang mempunyai NILAI WAKTU (Time Value)
 Menggunakan Metode ini dengan cara : “mencari PV

dari arus kas / pendapatan yang akan diterima pada
tahun-tahun y.a.d, (dengan cara mendiskontonya
dengan biaya modal), lalu dikurangi dengan
pengeluaran awal investasi tersebut”
METODE N.P.V.
RUMUS
NPV = [ {F1:(1+k)^1} + … + {Ft:(1+k)^t} ] – I
Dimana :
F1= Arus kas yan diterima th ke-1 s/d th ke-t
k = biaya modal (cost of capital)
^ = pangkat (dipangkatkan dengan)
t = adalah tahun ke-t (mis: th ke-1, 2, …,dst)
I = adalah Pengeluaran awal Investasi tsb
METODE N.P.V.
Rumus: NPV = PV - Required Investment

Ct
NPV = −C0 +
t
(1 + r )
Ct
C1
C2
+
+ ... +
NPV = −C0 +
1
2
(1 + r ) (1 + r )
(1 + r ) t
METODE N.P.V.
Example
Suppose we can invest $50 today and receive
$60 in one year. What is our increase in Value
with a given 10% expected rate of return ?

60
Profit = -50 +
= $4.55
1.10
$4.55

Added Value

The definition of NPV
$50

Initial Investment
METODE N.P.V.
CONTOH
Organisasi mempunyai kesempatan untuk
membeli Gedung Kantor, serta mempunyai
penyewa yang bersedia untuk membayar sebesar
Rp 16 Jt per-tahun selama 3 tahun. Pada akhir
Tahun Ke-3 Organisasi memperkirakan akan bisa
menjual Gedung Kantor itu senilai Rp 450 juta.
Berapa Nilai Sekarang (PV) Gedung Kantor itu

Jika Rate of Return yang diharapkan sebesar 7%
METODE N.P.V.
466 Jt

Example – continued

450 Jt
16 Jt

Present Value

0

16 Jt

1

2

16 Jt
3

14,953
14,953
380,395
409,323 (PV dengan Expected Rate of Return = 7%)
METODE N.P.V.
Apabila Gedung Kantor tersebut sekarang
ditawarkan dengan harga Rp350 Jt
Apakah anda akan membelinya ?
Berapa nilai tambah (added value) / NPV yang
dihasilkan oleh pembelian anda ? (dalam Rp. 000,-)

16,000 16,000 466,000
NPV = −350,000 +
+
+
1
2
(1.07) (1.07)
(1.07)3
NPV = 59,323
METODE N.P.V.
The RULE of ACCEPTANCE nya :
 Bila Nilai NPV > 0 (significantly not zero), maka

usulan investasi tersebut dapat diterima &
dilaksanakan karena menguntungkan
 Bila Nilai NPV = 0 (equal to zero), maka berarti

usulan investasi tersebut tidak akan menghasilkan
apa-apa (alias impas)
 Bilai Nilai NPV < 0 (smaller than zero), maka usulan

investasi tersebut akan merugikan
PENUTUP (CLOSING)

Terimakasih

Pelatihan Anggaran Organisasi

  • 1.
    ANGGARAN ORGANISASI Alat untuk Pengendalian Manajemen: ANGGARAN Hard-Hi Smart Consulting
  • 2.
    ANGGARAN  Anggaran adalahlaporan kuantitatif formal mengenai sumber daya yang disisihkan untuk melaksanakan aktifitas yang telah / sedang direncanakan selama jangka waktu tertentu.  Anggaran menurut pengertian tersebut merupakan sarana yang paling luas digunakan untuk merencanakan dan mengendalikan aktifitas pada setiap tingkatan dalam sebuah organisasi.  Definisi Anggaran (Budget): Pernyataan kuantitatif formal mengenai sumber daya yang dialokasikan untuk aktifitas yang direncanakan selama kurun waktu tertentu.
  • 3.
    ANGGARAN  Ada beberapaalasan mengapa anggaran dipakai secara luas:  Pertama, anggaran dapat dinyatakan dalam bentuk uang, yang mudah digunakan sebagai sebutan untuk beraneka ragam aktivitas organisasi, menerima karyawan baru dan melatih mereka, pembelian peralatan, manufaktur, periklanan dan pemasaran/pelayanan.  Kedua, aspek keuangan dari anggaran berarti bahwa anggaran secara langsung dapat menyampaikan informasi mengenai sebuah sumber daya kunci organisasi, modal, dan mengenai tujuan kunci organisasi, laba. Oleh karena itu, anggaran sangat disukai oleh perusahaan yang berorientasi pada laba (profit orinted organization).  Ketiga, anggaran menetapkan standar prestasi kerja yang jelas dan tidak meragukan untuk jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun. Pada interval yang ditetapkan selama kurun waktu tersebut, prestasi kerja yang tercapai akan secara langsung dibandingkan dengan anggaran itu. Penyimpangan dapat dideteksi dengan cepat dan tindakan perbaikan dapat segera diambil.
  • 4.
    Jenis-jenis Anggaran Organisasi Anggaran Organisasi ada 2 (dua) Jenis, yaitu :  Anggaran Operasional menunjukkan barang dan jasa yang diperkirakan akan dikonsumsi oleh organisasi selama periode anggaran. Biasanya anggaran operasi mencantumkan jumlah fisik (seperti : liter, unit, kg, dsb) maupun angka biayanya.  Anggaran Keuangan menyatakan secara rinci uang yang akan dikeluarkan (cash) oleh organisasi selama periode yang sama dan darimana asal (sumber dana) dari uang tersebut.  Kedua jenis anggaran yang berbeda ini akan menyusun rencana Anggaran Organisasi secara keseluruhan (total).  Anggaran Operasional HARUS DIANALISA realisasinya :  Kelebihan Realisasi atas Anggaran (Over-applied)  Kekurangan Realisasi atas Anggaran (Under-applied) Sehingga dapat diketahui Sebab-sebabnya (faktor penyebabnya) Toleransi yang Diperbolehkan hanya : + 10 % dari Anggaran
  • 5.
    Klasifikasi Anggaran Lainnya Operating Budget (anggaran operasi) : Anggaran yang menunjukkan barang dan jasa yang diharapkan akan dikonsumsi oleh organisasi dalam suatu periode anggaran.  Financial Budget (anggaran keuangan) : Anggaran yang merinci uang yang diharapkan akan dikeluarkan dalam periode anggaran dan menunjukkan sumbernya.  Expense Budget (anggaran pengeluaran) : Anggaran yang menjelaskan untuk apa saja uang dipakai.  Engineered Cost Budget (anggaran biaya rekayasa) : Jenis anggaran pengeluaran yang menguraikan biaya material dan tenaga kerja masing-masing jenis yang dhasilkan, termasuk perkiraan biaya umum dan administrasi.  Discretionary Cost Budget (anggaran biaya tanpa syarat) : Jenis anggaran pengeluaran yang digunakan untuk departemen dengan output tidak dapat diukur secara akurat.
  • 6.
    Klasifikasi Anggaran Lainnya Revenue Budget (anggaran pendapatan) : Anggaran dari pendapatan penjualan yang diproyeksikan, digunakan untuk mengukur efektivitas pemasaran dan penjualan.  Profit Budget or Master Budget (anggaran laba atau anggaran induk) : Anggaran yang menggabungkan anggaran pengeluaran dan anggaran pendapatan dalam satu unit.  Fixed Cost (biaya tetap) : Pengeluaran yang tidak dipengaruhi oleh jumlah akumulasi dalam pusat tanggung jawab.  Variable Costs (biaya variabel) : Pengeluaran yang bervariasi secara langsung dengan jumlah pekerjaan yang dilaksanakan.  Semi Variable Costs (biaya semi variabel) : Pengeluaran yang seperti biaya tenaga kerja untuk jangka pendek, bervariasi dengan jumlah pekerjaan yang dilaksanakan tetappi tidak secara proposional.
  • 7.
    MENYUSUN ANGGARAN  Ada 3Jenis Biaya yang harus diperhatikan ketika kita menyusun Anggaran Variabel, yaitu biaya tetap, biaya variabel, dan biaya semi variabel : 1. Biaya Tetap. Biaya tetap adalah biaya yang tidak dipengaruhi oleh jumlah pekerjaan yang dilakukan dalam pusat tanggung jawab. Biaya ini hanya terakumulasi dengan berlalunya waktu.  Misalnya, bagi banyak unit organisasi, pengeluaran untuk gaji bulanan, premi asuransi, sewa, dan biaya riset tidak akan berubah secara signifikan dengan tingkat aktivitas yang banyak bervariasi. 2. Biaya Variabel. Biaya variabel adalah pengeluaran yang berubah secara langsung tergantung pada jumlah pekerjaan yang dilaksanakan.  Sebuah contoh adalah biaya bahan baku semakin banyak barang dibuat, semakin banyak jumlah (dan biaya) bahan baku yang diperlukan.
  • 8.
    MENYUSUN ANGGARAN 3. BiayaSemi Variabel. Biaya semivaribel adalah biaya yang berubahubah mengikuti volume pekerjaan yang dilaksanakan, tetapi tidak berbanding langsung. Biaya semivariabel seringkali merupakan bagian terbesar dari pengeluaran sebuah organisasi.   Misalnya, biaya tenaga kerja dalam jangka pendek biasanya merupakan biaya semi variabel, banyaknya karyawan yang diterima (atau dikeluarkan) jarang secara langsung didasarkan pada perubahan dalam produksi sehari-hari. Begitu pula, biaya seluruh upaya penjualan keseluruhan kerapkali tidak berubah secara langsung dengan jumlah produk yang terjual. Dalam menyusun Anggarannya, Manajer unit kerja harus berusaha mengklasifikasikan Biaya Total – nya menjadi Unsur-unsur Biaya : Tetap, Variabel, dan Semi Variabel. Hasilnya merupakan anggaran yang lebih Akurat dan bermanfaat, walaupun variabilitas jenis dan komponen biaya-biaya tertentu seringkali sulit diklasifikasikan.
  • 9.
    PENGERTIAN ANGGARAN  Anggaran(Budget) adalah rencana kuantitatif dari aktivitas usaha sebuah organisasi (Pemasaran/Layanan, SDM, Keuangan, dll)  Anggaran (Budget) mengidentifikasikan sumber daya dan komitmen yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan organisasi selama periode (akuntansi) yang dianggarkan
  • 10.
    KARAKTERISTIK ANGGARAN • Anggaranmengestimasi potensi laba/pendapatan suatu aktifitas. • Anggaran dinyatakan dalam satuan moneter, walaupun jumlah moneter dapat saja diidukung oleh jumlah/satuan non moneter (mis: unit produk yang dijual atau diproduksi). • Mencakup satu periode anggaran dan atau periode akuntansi. • Anggaran merupakan komitmen manajemen, para manajer sepakat untuk mengemban tanggung jawab atas pencapaian tujuan yang dianggarkan oleh organisasi/perusahaan. • Usulan anggaran ditelaah dan disetujui oleh otoritas yang lebih tinggi ketimbang oleh pihak yang menganggarkan (budgetee). • Begitu disetujui, anggaran hanya dapat diubah dalam kondisi yang ditetapkan (mis: kondisi darurat atau contingency). • Secara berkala, kinerja keuangan yg sebenarnya dibandingkan dengan anggaran, lalu selisihnya dianalisis dan dijelaskan.
  • 11.
    Principles of BUDGETING S= Specific M = Measurable A = Attainable / Achievable R = Realistic / Reliable T = Time Based / Frame
  • 12.
  • 13.
    Planning Control Strategic Plan Monitoring of ActualActivity Long-Term Objectives Short-Term Objectives Short-Term Plan Budgets Budget :  Over-applied Comparison of Actual with Planned  Under-applied Investigation Feedback Toleransi + 10% Corrective Action
  • 14.
    Advantages of Budgeting 1.It forces managers to plan. 2. It provides information that can be used to improve decision making. 3. It provides a standard for performance evaluation. 4. It improves coordination and communication.
  • 15.
    METODE dalam Penganggaran Penganggaran Incremental Yakni metode penganggaran yang hanya mempertimbangkan perubahan-perubahan (misalnya : penambahan) dari sumber daya yang dipakai dalam anggaran tahun sebelumnya. Jadi, anggaran tahun sebelumnya, berfungsi sebagai landasan (patokan) bagi pemakaian sumber daya berikutnya secara incremental.  Penganggaran Zero Basis Dalam metode penganggaran ini, semua jajaran di dalam manajemen bertolak (mulai) dari Nol dalam meng-Estimasi kebutuhan-kebutuhan sumber daya yang diperlukan untuk mendanai aktifitas-aktifitas bisnis/usaha/layanannya.
  • 16.
    METODE dalam Penganggaran Penganggaran Static Yakni merupakan metode rancangan yang banyak dipakai oleh perusahaan jasa, yang banyak fungsi jasa pendukungnya, seperti : bagian pembelian, bagian akuntansi, CSR, layanan purna jual, bagian hukum, dsb.  Penganggaran Flexible (ORGANISASI Sosial) Anggaran metode ini mengaitkan antara volume aktivitas dengan jumlah uang (Rp) yang dianggarkan. Bermanfaat terutama dalam menaksir dan mengendalikan biaya-biaya dan beban-beban operasional yang sangat fluktuatif.
  • 17.
    PERIODE Anggaran ORGANISASI Yearly Budget : adalah Anggaran yang disusun Setiap Tahun (tahunan) yang menyatakan anggaran 1 Periode Akuntansi.  Quarterly Budget : adalah Anggaran yang disusun Setiap 4 Bulan sekali (Kuartalan) yang menyatakan anggaran dari 1/3 Periode Akuntansi.  Semesterly Budget : adalah Anggaran yang disusun Setiap 6 Bulan (semesteran), yang menyatakan Anggaran dari (½) SETENGAH PRIODE AKUNTANSI, yang dapat dirinci lagi ke dalam Anggaran Per :  3 Bulanan (Triwulan)  Bulanan (Monthly)
  • 18.
    Anggaran Induk (MasterBudget)  Master Budget adalah sebuah anggaran komprehensif yang menyatakan seluruh rencana atas Aktifitas bagi Organisasi / Perusahaan untuk suatu Periode yang mencakup 1 (satu) Periode Akuntansi.  Anggaran Induk terdiri dari 2 (dua) Komponen Utama, yaitu : - Anggaran Operasional, dan - Anggaran Keuangan
  • 19.
    Anggaran Induk (MasterBudget)  Anggaran Operasional merupakan deskripsi rinci mengenai pendapatan serta biaya yang dibutuhkan untuk mencapai hasil laba yang diinginkan.  Anggaran Keuangan menunjukkan ekspektasi (yang diharapkan) dari arus kas dan posisi keuangan dalam setiap kegiatan-kegiatan usaha yang telah direncanakan manajemen.
  • 20.
    ANGGARAN INDUK ORGANISASI OPERASIONAL KEUANGAN Pendapatan Utama - Anggaran Kas  Pendapatan Lain-lain - Neraca Dianggarkan  Biaya-biaya Tenaga Kerja - D/S yang Dianggarkan  Biaya-biaya Tetap (Fixed) - Anggaran Investasi  Biaya-biaya Overhead Kantor (Capital Budget)  Biaya-biaya V a r i a b e l Notes:  Biaya-biaya “Tak Terduga” D/S = Defisit/Surplus  Biaya utk Peroleh Pendapatan “D/S = R/L di Perush”
  • 21.
    Behaviour Dimensions of BUDGETING: Goal Congruence Dysfunctional Behavior Frequent Feedback on Performance Monetary and Non-monetary Incentives Participative (Involvement) Budgeting Remember S-M-A-R-T Principles Controllability of Costs and Expenses Multiple Measures of Performances
  • 22.
    Dysfunctional Behaviour dari PenyusunanSuatu Anggaran :  Ketidak-percayaan  Resistensi (Penolakan)  Konflik Internal  Efek Samping lainnya yang tidak diinginkan
  • 23.
    Penganggaran Modal  AnggaranModal adalah Proses Perencanaan Pengeluaran untuk Modal (Capital) yang HASILnya (Return) diharapkan LEBIH DARI dari 1 tahun  Anggaran Modal adalah pengeluaran untuk membeli Harta Tetap (mis: tanah, bangunan, mesin, peralatan & untuk penambahan Modal Kerja yang berhubungan dgn kapasitas produksi (mis: Layanan  untuk Org.)
  • 24.
    Penganggaran Modal  CapitalBudgeting merupakan Proses Pengambilan Keputusan Investasi yang berbentuk Harta Tetap.  Capital Budgeting meliputi keseluruhan Perencanaan Pengeluaran Uang di mana hasil Pengembaliannya terjadi dalam Jangka Waktu lebih dari 1 (satu) Tahun.  Penganggaran Modal (Capital Budgeting) adalah Proses Menyeluruh dalam Menganalisa Proyek-proyek Investasi dan Menentuan Mana saja yang dimasukkan ke dalam Anggaran Modal / Anggaran Investasi.
  • 25.
    Pentingnya Penggangaran Modal 1.Keputusan Penganggaran Modal akan berpengaruh pada Jangka Waktu yang Lama sehingga Organisasi / Perusahaan akan kehilangan Fleksibilitasnya. 2. Penganggaran Modal yang Efektif akan menaikkan Ketepatan Waktu dan Kualitas dari Penambahan Asset Organisasi / Perusahaan. 3. Pengeluaran untuk Modal biasanya dalam jumlah yang sangat Material (besar sekali) sehingga perlu adanya PERHATIAN YANG BESAR PULA.
  • 26.
    Klasifikasi Proyek Investasi 1.Replacement : perawatan bisnis mengganti peralatan-peralatan yang sudah rusak 2. Replacement : pengurangan biaya mengganti peralatan yg sudah ketinggalan jaman (out of date) sehingga akan mengurangi biaya-biaya operasional 3. Ekspansi produk atau pasar yg sudah ada pengeluaran2 untuk meningkatkan jumlah output produksi; atau untuk menambah jumlah Outlet. 4. Ekspansi ke produk atau pasar yang baru 5. Penelitian dan pengembangan (R&D) 6. Kontrak2 jangka panjang : kontrak-kontrak (contracts) untuk menyediakan produk/jasa/layanan bagi customer ttt 7. Lain-lain : bangunan kantor pusat, tempat parkir, asrama, dormitory, ambulance, mobil, ataupun pesawat terbang.
  • 27.
    TAHAP2 PENGANGGARAN MODAL 1.Menentukan Rencana Proyek/Jumlah Investasi Proyek 2. Manajemen harus Memperkirakan Aliran Kas yang diharapkan dari Proyek, termasuk Nilai Akhir Aktiva. 3. Dengan mengetahui Risiko dari Proyek, Manajemen harus menentukan Biaya Modal (cost of capital) yang tepat untuk mendiskontokan Aliran Kas Proyek 4. Dengan menggunakan Nilai Waktu dari Uang, Aliran Kas Masuk (cash inflow) yang diharapkan, digunakan untuk Memperkirakan Nilai Aktiva. 5. Kemudian, Nilai Sekarang (PV) dari Aliran Kas yang diharapkan akan Dibandingkan dengan Biayanya. 6. Lalu Putuskan Investasi berdasarkan Kriteria2 tertentu. 7. Pengendalian dan Evaluasi atas Proyek yang diterima.
  • 28.
    NILAI WAKTU DARIUANG (Time Value of Money)  NILAI SEKARANG (Present Value) adalah nilai uang yang akan diterima pada masa-masa y.a.d. tetapi ditarik (dihitung dengan bunga - diskonto) ke waktu sekarang  NILAI MASA DEPAN (Future Value) adalah nilai uang yang benar-benar akan diterima di waktu y.a.d. (bukan sekarang)
  • 29.
    NILAI SEKARANG (Present Value) Rumusdalam Mencari Nilai Present Value (PV) : PV = Vt x { 1 : (1+R)^t } Dimana : Vt = Nilai Pendapatan / Uang tahun ke-t yang akan didiskonto ke saat sekarang R = Tingkat bunga Diskonto ^ = Pangkat (dipangkatkan dengan) t = Tahun Ke-t (misal th ke-: 1, 2, 3, 4, …, dst)
  • 30.
    Perhitungan Arus Kas (CashFlow) Arus Kas dikelompokkan ke dalam :  Investasi Awal (I)  Tambahan Arus Kas selama Umur Proyek  Arus Kas Penutup  Nilai Sisa Net Cash Flow (CF) = Cash inflow – Cash outflow Perhitungan Arus Kas lain :  Cash Flow = Net Income (NI) + Depresiasi
  • 31.
    METODE2 ANGGARAN INVESTASI  PAYBACKPERIOD (Periode Pengembalian)  NET PRESENT VALUE (NPV) (Nilai Sekarang Bersih)  INTERNAL RATE OF RETURN (IRR) (Tingkat Pengembalian Internal)  PROFITABILITY INDEX (Indeks Profitabilitas)
  • 32.
    METODE PAYBACK PERIOD Adalah waktu (jumlah tahun) yang diperlukan untuk mengembalikan Nilai Uang yang telah dikeluarkan untuk investasi  Semakin sebentar waktunya (jumlah tahunnya sedikit) maka semakin BAIK investasi itu – semakin menguntungkan perusahaan  Semakin lama waktunya maka akan semakin ber- resiko atas investasi tersebut (uncertainty)
  • 33.
    METODE PAYBACK PERIOD Periodewaktu yang menunjukkan berapa lama Dana yang diinvestasikan akan Kembali lagi. Contoh : Cash inflows of $10.000 investment Year CF Project A CF Project B 1 5.000 1.500 2 5.000 2.000 3 2.000 2.500 4 - 5.000 5 - 5.000
  • 34.
    RUMUS IO Payback Period =-------CF IO – c Payback Period = t + -----------d–c IO = investment outflow; CF = cash inflows t = th terakhir dimana jumlah CF blm dpt menutup IO c = CF kumulatif pada thn ke t d = jumlah kumulatif CF pada thn t + 1 MAKA : Proyek A payback period = 2 tahun Proyek B payback period = 3.8 tahun Makin pendek payback period makin baik.
  • 35.
    METODE PAYBACK PERIOD Jika payback period suatu investasi kurang dari payback period yang disyaratkan, maka usulan investasi layak diterima semua.  Masalah pada Metode Payback Period : 1. Mengabaikan Aliran Kas masuk setelah periode Cut-off. Contoh: $2000 di tahun 3 untuk proyek A diabaikan. Juga $5000 di tahun 5 untuk proyek B. Walaupun $5.000 diganti dgn $50.000, itu tidak akan mempengaruhi ‘Keputusan (Decision)’ pada metode ini.
  • 36.
    METODE PAYBACK PERIOD 2.Metoda ini tidak mempertimbangkan Nilai Waktu dari Uang (Time value of Money). Investment of $10.000 Year Early Returns Late Returns 1 $9000 1000 2 1000 9000 3 1000 1000 Note : Proyek pertama lebih baik/bagus karena mendapatkan $9,000 pada Th Ke-1.
  • 37.
    METODE N.P.V. Adalah MetodePenilaian Investasi yang menggunakan “Discounted Cash Flow” (mempertimbangkan nilai waktu uang pada aliran kas yg terjadi) Net Present Value = Present value of Cash Flows minus Initial Investments
  • 38.
    METODE N.P.V.  PrinsipMetode ini adalah bahwa $1 yang diterima sekarang adalah jauh lebih tinggi nilainya daripada $1 diterima tahun depan, tahun ke-2, ke-3, dst  Uang mempunyai NILAI WAKTU (Time Value)  Menggunakan Metode ini dengan cara : “mencari PV dari arus kas / pendapatan yang akan diterima pada tahun-tahun y.a.d, (dengan cara mendiskontonya dengan biaya modal), lalu dikurangi dengan pengeluaran awal investasi tersebut”
  • 39.
    METODE N.P.V. RUMUS NPV =[ {F1:(1+k)^1} + … + {Ft:(1+k)^t} ] – I Dimana : F1= Arus kas yan diterima th ke-1 s/d th ke-t k = biaya modal (cost of capital) ^ = pangkat (dipangkatkan dengan) t = adalah tahun ke-t (mis: th ke-1, 2, …,dst) I = adalah Pengeluaran awal Investasi tsb
  • 40.
    METODE N.P.V. Rumus: NPV= PV - Required Investment Ct NPV = −C0 + t (1 + r ) Ct C1 C2 + + ... + NPV = −C0 + 1 2 (1 + r ) (1 + r ) (1 + r ) t
  • 41.
    METODE N.P.V. Example Suppose wecan invest $50 today and receive $60 in one year. What is our increase in Value with a given 10% expected rate of return ? 60 Profit = -50 + = $4.55 1.10 $4.55 Added Value The definition of NPV $50 Initial Investment
  • 42.
    METODE N.P.V. CONTOH Organisasi mempunyaikesempatan untuk membeli Gedung Kantor, serta mempunyai penyewa yang bersedia untuk membayar sebesar Rp 16 Jt per-tahun selama 3 tahun. Pada akhir Tahun Ke-3 Organisasi memperkirakan akan bisa menjual Gedung Kantor itu senilai Rp 450 juta. Berapa Nilai Sekarang (PV) Gedung Kantor itu Jika Rate of Return yang diharapkan sebesar 7%
  • 43.
    METODE N.P.V. 466 Jt Example– continued 450 Jt 16 Jt Present Value 0 16 Jt 1 2 16 Jt 3 14,953 14,953 380,395 409,323 (PV dengan Expected Rate of Return = 7%)
  • 44.
    METODE N.P.V. Apabila GedungKantor tersebut sekarang ditawarkan dengan harga Rp350 Jt Apakah anda akan membelinya ? Berapa nilai tambah (added value) / NPV yang dihasilkan oleh pembelian anda ? (dalam Rp. 000,-) 16,000 16,000 466,000 NPV = −350,000 + + + 1 2 (1.07) (1.07) (1.07)3 NPV = 59,323
  • 45.
    METODE N.P.V. The RULEof ACCEPTANCE nya :  Bila Nilai NPV > 0 (significantly not zero), maka usulan investasi tersebut dapat diterima & dilaksanakan karena menguntungkan  Bila Nilai NPV = 0 (equal to zero), maka berarti usulan investasi tersebut tidak akan menghasilkan apa-apa (alias impas)  Bilai Nilai NPV < 0 (smaller than zero), maka usulan investasi tersebut akan merugikan
  • 46.