EPIDEMIOLOGI DALAM
PELAYANAN KEBIDANAN
Epidemiologi dalam KIA
DEFENISI
 Epidemiologi adalah studi yang
mempelajarai distribusi dan
determinan penyakit dan keadaan
kesehatan pada populasi, serta
penerapannya untuk pengendalian
masalah - masalah kesehatan (CDC,
2002; Last 2001, Gordis 2000).
 Epidemiologi dalam pelayanan
kebidanan yaitu epidemiologi yang
mengkaji distribusi serta determinan
peristiwa morbiditas (kesakitan) dan
mortalitas (kematian) yang terjadi
dalam layanan kebidanan
TUJUAN
 Tujuan epidemiologi kebidanan adalah
untuk mengenal faktor risiko terhadap
ibu selama periode kehamilan,
persalinan dan masa nifas (42 hari
setelah berakhirnya kehamilan)
beserta hasil konsepsinya dan
mempelajari cara penanggulangan
nya.
Faktor Resiko Pada Ibu Hamil
1. Primigravida kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun.
2. Anak lebih dari 4.
3. Jarak persalinan terakhir dan kehamilan sekarang < 2 tahun.
4. Kurang Energi Kronis (KEK) dengan lingkar lengan atas kurang dari 23,5
cm, atau penambahan berat badan < 9 kg selama masa kehamilan.
5. Anemia dengan haemoglobin <11 g/dl. Tinggi badan <145 cm atau dengan
kelainan bentuk panggul dan tulang belakang.
6. Riwayat hipertensi pada kehamilan sebelumnya atau sebelum kehamilan
ini.
7. Sedang/pernah menderita penyakit kronis, antara lain: TB, kelainan
jantung-ginjal-hati, psikosis, kelainan endokrin (DM, SLE, dll), tumor dan
keganasan.
8. Riwayat kehamilan buruk: keguguran berulang, KET, mola hidatidosa,
KPD, bayi cacat kongenital. Riwayat persalinan dengan komplikasi:
persalinan dengan SC, ekstraksi vacum/forcep.
9. Riwayat nifas dengan komplikasi: perdarahan post partum, infeksi masa
nifas, post partum blues.
10. Riwayat keluarga menderita penyakit DM, hipertensi, dan riwayat cacat
kongenital.
11. Kelainan jumlah janin: kehamilan ganda, janin dampit, monster.
MANFAAT
 Untuk mengidentifikasi penyebab
terjadinya penyakit dalam pelayanan
kebidanan.
 Untuk pengambil kebijakan berkaitan
dengan perencanaan sumber daya
kesehatan (tenaga dan fasilitas
pelayanan kesehatan) khususnya
berkaitan dengan pelayanan
kebidanan.
Mengenai kegunaan epidemiologi secara umum yang sesuai
dengan tujuan epidemiologi kebidanan dalam prakteknya
sebagai berikut :
1. Menguraikan distribusi dan besarnya masalah suatu penyakit dalam
masyarakat.
2. Memberikan data untuk perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi
program-proram pencegahan, pemberantasan dan pengobatan
penyakit , serta untuk menentukan urutan prioritas program-program
diatas.
3. Mengenal faktor-faktor penyebab penyakit (patogenesis).
4. Membantu pekerjaan administrasi kesehatan.
5. Untuk meneliti dan mengevalasi program pemberantasan penyakit
dan masalah dalam kesehatan.
6. Untuk mendapatkan data dalam upaya mengklasifikasikan penyakit.
7. Untuk menyusun program pencegahan penyakit.
Kegunaan epidemiologi diatas
dapat diringkas menjadi 3 hal,
yakni :
1.Mendiskripsikan fenomena kesehatan
masyarakat.
2.Mengkaji hubungan-hubungan sebab-akibat.
3.Melakukan evaluasi program kesehatan dan
program intervensi.
Prinsip-Prinsip Epidemiologi
Latar Belakang
-Angka kematian ibu(AKI) sebagai salah satu
indikator kesehatan ibu,dewasa ini masih tinggi
di indonesia bila dibandingkan dengan negara
ASEAN lainnya.
-Menurut data dari survai demografi kesehatan
indonesia (SDKI)1998-2003 AKI di indonesia
adalah 307 per 100.000 kelahiran hidup dan
menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup. .
-Dari lima juta kelahiran tiap tahunnya diperkirakan
20.000 ibu meninggal akibat komplikasi
kehamilan atau persalinan.
- Sebagian besar penyebab kematian ibu secara
langsung menurut survai kesehatan rumah
tangga 2001 sebesar 90% adalah komplikasi
yang terjadi pada saat persalinan dan segera
setelah bersalin.
- Penyebab tersebut dikenal dengan Trias Klasik
yaitu:
- Perdarahan(28%)
- Eklamsi(24%)
- Infeksi(11%).
- Sedangkan penyebab tidak langsungnya antara
lain adalah: ibu hamil menderita kurang energi
kronis(KEK)37%,Anemia (Hb kurang dari
11gr%) 40%.Kejadian anemia pada ibu hamil ini
akan meningkatkan resiko terjadinya kematian
Selain itu beberapa sebab yang tidak
langsung berkaitan dengan masalah
kesehatan ibu yaitu:
“4 Terlalu” dalam melahirkan yaitu:
Terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering
dan terlalu banyak.
“ 3 Terlambat “ yaitu: terlambat
mengambil keputusan, terlambat
untuk dikirim ke tempat pelayanan
kesehatan,dan terlambat
mendapatkan pelayanan kesehatan.
Upaya untuk menurunkan angka kematian ibu telah
dicanangkan oleh badan internasional dan
pemerintah guna meningkatkan kesadaran dunia
tentang pengaruh kematian dan kesakitan ibu
serta untuk mendapatkan pemecahan
masalahnya.
Upaya tersebut antara lain dibuatnya strategi yang
mengacu pada Indonesia sehat 2010 Making
Pregnancy Safer(MPS) dan di susunnya
Millennium Development Goal’s (MDG’s) yang
bertujuan mengatasi permasalahan perkembangan
global dan harus tercapai pada tahun 2015.
dilanjut SdGs target harus tercapai 2030
Pada akhir tahun 1990-an secara konseptual telah diperkenalkan
upaya untuk menajamkan strategi dan intervensi dalam
menurunkan AKI yaitu making pregnancy safer(MPS) yang
dicanangkan oleh pemerintah pada tahun 2000.
Strategi ini memfokuskan pada 3 pesan kunci yaitu:
1.Setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih.
2. Setiap komplikasi obstetri dan neonatal mendapat pelayanan yang
adekuat.
3. Setiap wanita usia subur mempunyai akses terhadap upaya
pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dan penanganan
komplkasi keguguran
4.1.3
Frekunsi Masalah Kesehatan
Terjadinya Masalah
Kesehatan
 Merujuk kepada paradigma
epidemiologi klasikal yang berasumsi
bahwa terjadinya penyakit atau
masalah kesehatan sebagai hasil
akhir (output) interaksi antara
penjamu (Host), Agent dan
lingkungan (environmen), maka
dalam pelayanan kebidanan dapat
diuraikan bahwa:
 Host (penjamu) adalah ibu hamil
 Agent adalah hasil konsepsi yaitu
janin/fetus yang ada dalam
kandungan ibu hamil
 Environmen adalah lingkungan sosial
budaya serta pelayanan kesehatan
yang diterima oleh ibu hamil
Perbedaan epidemiologi pelayanan
kebidanan dengan epidemiologi penyakit
infeksi, al:
 Pada penyakit infeksi agent merupakan
faktor yang harus dieleminasi, akan tetapi
pada epidemiologi kebidanan agent adalah
hasil konsepsi/janin yang harus dilindungi,
yang pada kelanjutannya akan
menimbulkan masalah kesehatan sendiri.
Faktor-faktor Risiko
Dalam Pelayanan Kebidanan
Faktor risiko bagi kematian ibu
(mortalitas) dapat dibedakan, al:
1. Faktor-faktor reproduksi
◦ Usia
◦ Paritas
◦ Kehamilan tak diinginkan
2. Faktor-faktor komplikasi
kehamilan
◦ Perdarahan pada abortus spontan/alamiah
◦ Kehamilan ektopik/diluar cavum endometrium
◦ Perdarahan pada trimester III kehamilan
◦ Perdarahan postpartum
◦ Infeksi nifas
◦ keracunan kehamilan (tekanan darah +, kaki membengkak,
urien kemerahan)Eklampsia (bawaan, kurang gizi, Asam
Arachidonat/kacang2, kecemasan berlebihan)
◦ Distosia/kesulitan persalinan
◦ Abortus provokatus
3. Faktor-faktor pelayanan
kesehatan
◦ Kesukaran untuk memperoleh pelayanan
kesehatan
◦ Asuhan medis yang kurang baik
◦ Kekurangan tenaga terlatih dan obat-obat
esensial
4. Faktor-faktor sosial budaya
◦ Kemiskinan dan ketidakmampuan
membayar pelayanan yang baik
◦ Ketidaktahuan dan kebodohan
◦ Kesulitan transportasi
◦ Status wanita yang rendah
◦ Pantangan makanan tertentu pada wanita
hamil
Ruang lingkup epidemiologi
kebidanan
Mempelajari dan mendiskripsikan
keadaan keadaan:
1. Pre Kehamilan
2. Kehamilan
3. Persalinan
4. Post natal
5. Infant ( 2 bln s.d 1thn)
6. Chill hood ( 2 –pubertas)
1. Determinasi dekat
 Komplikasi kehamilan
◦ Perdarahan
◦ Preeklamsia
◦ Eklamsia
◦ dan infeksi
 Komplikasi persalinan dan nifas
 Perdarahan
 Partus macet atau partus lama
 dan infeksi akibat trauma pada
persalinan.
2. Determinan antara
 Status kesehatan ibu
 Status gizi (LILA)
 Anemia
 Penyakit yang diderita ibu
 Status reproduksi
 Usia ibu hamil, (< 20 tahun)
 Jumlah kelahiran
 Jarak kehamilan
 dan status perkawinan ibu.
 Akses terhadap pelayanan kesehatan
 Fasilitas pelayanan kesehatan
3. Determinan jauh
 Sosio kultural
 Ekonomi
 Keagamaan
 Tingkat pendidikan
 Pekerjaan
 Pengetahuan
 Kemiskinan.
Keadaan kehamilan
 Umur Ibu
 Jarak Kehamilan dengan Persalinan
Sebelumnya
 Paritas
 Tinggi Badan
 Imunisasi TT
 Penyakit Infeksi
 Anemia
 Hamil Kembar 2
 Riwayat kehamilan dan Persalinan
Sebelumnya
 Tekanan Darah Tinggi
Indikator pelayanan (Lassi et al.,
2010)
 Indikator pelayanan yang diberikan
bidan desa selama kehamilan antara
lain cakupan pemberian tablet fe pada
ibu hamil, cakupan pemeriksaan
selama kehamilan (K1 dan K4).
 Indikator cakupan pelayanan
persalinan meliputi cakupan
pertolongan persalinan normal tenaga
kesehatan, cakupan pelayanan
rujukan.
Indikator cakupan program kesehatan ibu
dan anak Van Lonkhuijzen et al. (2009)
 Angka persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan
 Angka kematian ibu
 Angka kejadian sepsis (respon inflamasi terhadap infeksi)
 Angka kejadian rupture uteri (Janin pada ruptur uteri yang
terjadi di luar rumah sakit sudah dapat dipastikan meninggal
dalam kavum abdomen biasanya dukun).
 Angka kejadian perdarahan
 Angka kejadian obstruksi persalinan.
• Untuk menangani angka kematian ibu
(AKI) Depkes bersama dengan WHO,
UNICEF dan UNDP sejak tahun 1990-
1991 telah melaksanakan program Safe
Motherhood .
• Upaya intervensi dalam program
tersebut yang dinamakan sebagai Empat
Pilar Safe Motherhood:
– KB
– Pelayanan ante natal (perawatan kehamilan)
– Persalinan yang aman
– Pelayanan kebidanan esensial
Istilah Epidemiologi
dalam KIA
• Epidemik = Wabah = KLB
• Pandemik = Epidemi Lintas negara / Benua
• Endemik = penyakit yg selalu ada di suatu area tertentu
• Sporadis = kasus-kasus yg tdk mempunyai hub epid
• Common Source = epidemik yg timbul dari sumber yg sama
• Propagated = epidemik yg timbul akibat penyebaran
• Cluster KLB
Beberapa Istilah
• Exposure = Terpapar
Kesempatan dari suatu Host yg rentan mendapat infeksi
• Patogen = kemampuan Agent menimbulkan penyakit
• Virulensi = tingkat patogenitas agen penyakit

EPIDEMIOLOGI DALAM KEBIDANAN.ppt

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    DEFENISI  Epidemiologi adalahstudi yang mempelajarai distribusi dan determinan penyakit dan keadaan kesehatan pada populasi, serta penerapannya untuk pengendalian masalah - masalah kesehatan (CDC, 2002; Last 2001, Gordis 2000).
  • 4.
     Epidemiologi dalampelayanan kebidanan yaitu epidemiologi yang mengkaji distribusi serta determinan peristiwa morbiditas (kesakitan) dan mortalitas (kematian) yang terjadi dalam layanan kebidanan
  • 5.
    TUJUAN  Tujuan epidemiologikebidanan adalah untuk mengenal faktor risiko terhadap ibu selama periode kehamilan, persalinan dan masa nifas (42 hari setelah berakhirnya kehamilan) beserta hasil konsepsinya dan mempelajari cara penanggulangan nya.
  • 6.
    Faktor Resiko PadaIbu Hamil 1. Primigravida kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun. 2. Anak lebih dari 4. 3. Jarak persalinan terakhir dan kehamilan sekarang < 2 tahun. 4. Kurang Energi Kronis (KEK) dengan lingkar lengan atas kurang dari 23,5 cm, atau penambahan berat badan < 9 kg selama masa kehamilan. 5. Anemia dengan haemoglobin <11 g/dl. Tinggi badan <145 cm atau dengan kelainan bentuk panggul dan tulang belakang. 6. Riwayat hipertensi pada kehamilan sebelumnya atau sebelum kehamilan ini. 7. Sedang/pernah menderita penyakit kronis, antara lain: TB, kelainan jantung-ginjal-hati, psikosis, kelainan endokrin (DM, SLE, dll), tumor dan keganasan. 8. Riwayat kehamilan buruk: keguguran berulang, KET, mola hidatidosa, KPD, bayi cacat kongenital. Riwayat persalinan dengan komplikasi: persalinan dengan SC, ekstraksi vacum/forcep. 9. Riwayat nifas dengan komplikasi: perdarahan post partum, infeksi masa nifas, post partum blues. 10. Riwayat keluarga menderita penyakit DM, hipertensi, dan riwayat cacat kongenital. 11. Kelainan jumlah janin: kehamilan ganda, janin dampit, monster.
  • 7.
    MANFAAT  Untuk mengidentifikasipenyebab terjadinya penyakit dalam pelayanan kebidanan.  Untuk pengambil kebijakan berkaitan dengan perencanaan sumber daya kesehatan (tenaga dan fasilitas pelayanan kesehatan) khususnya berkaitan dengan pelayanan kebidanan.
  • 8.
    Mengenai kegunaan epidemiologisecara umum yang sesuai dengan tujuan epidemiologi kebidanan dalam prakteknya sebagai berikut : 1. Menguraikan distribusi dan besarnya masalah suatu penyakit dalam masyarakat. 2. Memberikan data untuk perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program-proram pencegahan, pemberantasan dan pengobatan penyakit , serta untuk menentukan urutan prioritas program-program diatas. 3. Mengenal faktor-faktor penyebab penyakit (patogenesis). 4. Membantu pekerjaan administrasi kesehatan. 5. Untuk meneliti dan mengevalasi program pemberantasan penyakit dan masalah dalam kesehatan. 6. Untuk mendapatkan data dalam upaya mengklasifikasikan penyakit. 7. Untuk menyusun program pencegahan penyakit.
  • 9.
    Kegunaan epidemiologi diatas dapatdiringkas menjadi 3 hal, yakni : 1.Mendiskripsikan fenomena kesehatan masyarakat. 2.Mengkaji hubungan-hubungan sebab-akibat. 3.Melakukan evaluasi program kesehatan dan program intervensi.
  • 10.
  • 11.
    Latar Belakang -Angka kematianibu(AKI) sebagai salah satu indikator kesehatan ibu,dewasa ini masih tinggi di indonesia bila dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. -Menurut data dari survai demografi kesehatan indonesia (SDKI)1998-2003 AKI di indonesia adalah 307 per 100.000 kelahiran hidup dan menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup. . -Dari lima juta kelahiran tiap tahunnya diperkirakan 20.000 ibu meninggal akibat komplikasi kehamilan atau persalinan.
  • 12.
    - Sebagian besarpenyebab kematian ibu secara langsung menurut survai kesehatan rumah tangga 2001 sebesar 90% adalah komplikasi yang terjadi pada saat persalinan dan segera setelah bersalin. - Penyebab tersebut dikenal dengan Trias Klasik yaitu: - Perdarahan(28%) - Eklamsi(24%) - Infeksi(11%). - Sedangkan penyebab tidak langsungnya antara lain adalah: ibu hamil menderita kurang energi kronis(KEK)37%,Anemia (Hb kurang dari 11gr%) 40%.Kejadian anemia pada ibu hamil ini akan meningkatkan resiko terjadinya kematian
  • 13.
    Selain itu beberapasebab yang tidak langsung berkaitan dengan masalah kesehatan ibu yaitu: “4 Terlalu” dalam melahirkan yaitu: Terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering dan terlalu banyak. “ 3 Terlambat “ yaitu: terlambat mengambil keputusan, terlambat untuk dikirim ke tempat pelayanan kesehatan,dan terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan.
  • 14.
    Upaya untuk menurunkanangka kematian ibu telah dicanangkan oleh badan internasional dan pemerintah guna meningkatkan kesadaran dunia tentang pengaruh kematian dan kesakitan ibu serta untuk mendapatkan pemecahan masalahnya. Upaya tersebut antara lain dibuatnya strategi yang mengacu pada Indonesia sehat 2010 Making Pregnancy Safer(MPS) dan di susunnya Millennium Development Goal’s (MDG’s) yang bertujuan mengatasi permasalahan perkembangan global dan harus tercapai pada tahun 2015. dilanjut SdGs target harus tercapai 2030
  • 15.
    Pada akhir tahun1990-an secara konseptual telah diperkenalkan upaya untuk menajamkan strategi dan intervensi dalam menurunkan AKI yaitu making pregnancy safer(MPS) yang dicanangkan oleh pemerintah pada tahun 2000. Strategi ini memfokuskan pada 3 pesan kunci yaitu: 1.Setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih. 2. Setiap komplikasi obstetri dan neonatal mendapat pelayanan yang adekuat. 3. Setiap wanita usia subur mempunyai akses terhadap upaya pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dan penanganan komplkasi keguguran
  • 16.
  • 17.
    Terjadinya Masalah Kesehatan  Merujukkepada paradigma epidemiologi klasikal yang berasumsi bahwa terjadinya penyakit atau masalah kesehatan sebagai hasil akhir (output) interaksi antara penjamu (Host), Agent dan lingkungan (environmen), maka dalam pelayanan kebidanan dapat diuraikan bahwa:
  • 18.
     Host (penjamu)adalah ibu hamil  Agent adalah hasil konsepsi yaitu janin/fetus yang ada dalam kandungan ibu hamil  Environmen adalah lingkungan sosial budaya serta pelayanan kesehatan yang diterima oleh ibu hamil
  • 19.
    Perbedaan epidemiologi pelayanan kebidanandengan epidemiologi penyakit infeksi, al:  Pada penyakit infeksi agent merupakan faktor yang harus dieleminasi, akan tetapi pada epidemiologi kebidanan agent adalah hasil konsepsi/janin yang harus dilindungi, yang pada kelanjutannya akan menimbulkan masalah kesehatan sendiri.
  • 20.
    Faktor-faktor Risiko Dalam PelayananKebidanan Faktor risiko bagi kematian ibu (mortalitas) dapat dibedakan, al: 1. Faktor-faktor reproduksi ◦ Usia ◦ Paritas ◦ Kehamilan tak diinginkan
  • 21.
    2. Faktor-faktor komplikasi kehamilan ◦Perdarahan pada abortus spontan/alamiah ◦ Kehamilan ektopik/diluar cavum endometrium ◦ Perdarahan pada trimester III kehamilan ◦ Perdarahan postpartum ◦ Infeksi nifas ◦ keracunan kehamilan (tekanan darah +, kaki membengkak, urien kemerahan)Eklampsia (bawaan, kurang gizi, Asam Arachidonat/kacang2, kecemasan berlebihan) ◦ Distosia/kesulitan persalinan ◦ Abortus provokatus
  • 22.
    3. Faktor-faktor pelayanan kesehatan ◦Kesukaran untuk memperoleh pelayanan kesehatan ◦ Asuhan medis yang kurang baik ◦ Kekurangan tenaga terlatih dan obat-obat esensial
  • 23.
    4. Faktor-faktor sosialbudaya ◦ Kemiskinan dan ketidakmampuan membayar pelayanan yang baik ◦ Ketidaktahuan dan kebodohan ◦ Kesulitan transportasi ◦ Status wanita yang rendah ◦ Pantangan makanan tertentu pada wanita hamil
  • 24.
    Ruang lingkup epidemiologi kebidanan Mempelajaridan mendiskripsikan keadaan keadaan: 1. Pre Kehamilan 2. Kehamilan 3. Persalinan 4. Post natal 5. Infant ( 2 bln s.d 1thn) 6. Chill hood ( 2 –pubertas)
  • 25.
    1. Determinasi dekat Komplikasi kehamilan ◦ Perdarahan ◦ Preeklamsia ◦ Eklamsia ◦ dan infeksi  Komplikasi persalinan dan nifas  Perdarahan  Partus macet atau partus lama  dan infeksi akibat trauma pada persalinan.
  • 26.
    2. Determinan antara Status kesehatan ibu  Status gizi (LILA)  Anemia  Penyakit yang diderita ibu  Status reproduksi  Usia ibu hamil, (< 20 tahun)  Jumlah kelahiran  Jarak kehamilan  dan status perkawinan ibu.  Akses terhadap pelayanan kesehatan  Fasilitas pelayanan kesehatan
  • 27.
    3. Determinan jauh Sosio kultural  Ekonomi  Keagamaan  Tingkat pendidikan  Pekerjaan  Pengetahuan  Kemiskinan.
  • 28.
    Keadaan kehamilan  UmurIbu  Jarak Kehamilan dengan Persalinan Sebelumnya  Paritas  Tinggi Badan  Imunisasi TT  Penyakit Infeksi  Anemia  Hamil Kembar 2  Riwayat kehamilan dan Persalinan Sebelumnya  Tekanan Darah Tinggi
  • 29.
    Indikator pelayanan (Lassiet al., 2010)  Indikator pelayanan yang diberikan bidan desa selama kehamilan antara lain cakupan pemberian tablet fe pada ibu hamil, cakupan pemeriksaan selama kehamilan (K1 dan K4).  Indikator cakupan pelayanan persalinan meliputi cakupan pertolongan persalinan normal tenaga kesehatan, cakupan pelayanan rujukan.
  • 30.
    Indikator cakupan programkesehatan ibu dan anak Van Lonkhuijzen et al. (2009)  Angka persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan  Angka kematian ibu  Angka kejadian sepsis (respon inflamasi terhadap infeksi)  Angka kejadian rupture uteri (Janin pada ruptur uteri yang terjadi di luar rumah sakit sudah dapat dipastikan meninggal dalam kavum abdomen biasanya dukun).  Angka kejadian perdarahan  Angka kejadian obstruksi persalinan.
  • 31.
    • Untuk menanganiangka kematian ibu (AKI) Depkes bersama dengan WHO, UNICEF dan UNDP sejak tahun 1990- 1991 telah melaksanakan program Safe Motherhood . • Upaya intervensi dalam program tersebut yang dinamakan sebagai Empat Pilar Safe Motherhood: – KB – Pelayanan ante natal (perawatan kehamilan) – Persalinan yang aman – Pelayanan kebidanan esensial
  • 32.
    Istilah Epidemiologi dalam KIA •Epidemik = Wabah = KLB • Pandemik = Epidemi Lintas negara / Benua • Endemik = penyakit yg selalu ada di suatu area tertentu • Sporadis = kasus-kasus yg tdk mempunyai hub epid • Common Source = epidemik yg timbul dari sumber yg sama • Propagated = epidemik yg timbul akibat penyebaran • Cluster KLB
  • 33.
    Beberapa Istilah • Exposure= Terpapar Kesempatan dari suatu Host yg rentan mendapat infeksi • Patogen = kemampuan Agent menimbulkan penyakit • Virulensi = tingkat patogenitas agen penyakit