87
Sistem Karburator
Karburator adalah salah satu komponen sistem bahan bakar konvensional
pada kendaran bermotor yang berfungsi:
1. Mengatur perbandingan campuran antara udara dan bahan bakar.
2. Mengubah campuran tersebut menjadi kabut.
3. Menambah atau mengurangi jumlah campuran tersebut sesuai dengan
kecepatan dan beban mesin yang berubah-ubah.
Sejak sebuah mesin dihidupkan sampai mesin tersebut berjalan pada
kondisi yang stabil perbandingan campuran mengalami beberapa kali
perubahan. Perkiraan perbandingan campuran dengan keadaan
operasional mesin telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.
Untuk melakukan perubahan perbandingan sesuai dengan kondisi mesin
tersebut maka terdapat beberapa sistem dalam karburator. Cara kerja
masing-masing sistem dalam karbuartor akan dibahas pada bagian
selanjutnya.
Prinsip Kerja Karburator
Prinsip kerja karburator berdasarkan hukum-hukum fisika seperti
Qontinuitas dan Bernauli. Apabila suatu fluida mengalir melalui suatu
tabung, maka banyaknya fluida atau debit aliran (Q) adalah:
Q = A. V = Konstan
Dimana:
Q = Debit aliran (m³/detik)
A= Luas penampang tabung (m²)
V= Kecepatan aliran (m/detik)
Jumlah tekanan (P) pada sepanjang tabung alir (yang
diameternya sama) juga akan selalu tetap. Jika terdapat bagian dari
tabung alir/pipa yang diameternya diperkecil maka dapat diperoleh
kesimpulan bahwa bila campuran bensin dan udara yang mengalir
melalui suatu tabung yang luas penampangnya mengecil (diameternya
diperkecil) makakecepatannyaakan bertambah sedangkantekanannyaakan
menurun.
88
Prinsip hukum di atas tersebut dipakai untuk mengalirkan bensin dari ruang
pelampung karburator dengan memperkecil suatu diameter dalam
karburator. Pengecilan diameter atau penyempitan saluran ini disebut dengan
venturi.
Berdasarkan gambar di bawah maka dapat diambil kesimpulan
bahwa bensin akan terhisap dan keluar melalui venturi dalam bentuk
butiran-butiran kecil karena saat itu kecepatan udara dalam venturi
lebih tinggi namum tekanannya lebih rendah dibanding dalam ruang bensin
yang berada di bagian bawahnya.
Di dalam mesin, pada saat langkah hisap, piston akan bergerak menuju
Titik Mati Atas (TMA) dan menimbulkan tekanan rendah atau vakum.
Dengan terjadinya tekanan antara ruang silinder dan udara (tekanan udara
luar lebih tinggi) maka udara mengalir masuk ke dalam silinder.
Perbedaan tekanan merupakan dasar kerja suatu karburator, yaitu
dengan membuat venturi seperti gambar di atas. Semakin cepat udara
mengalir pada saluran venturi, maka tekanan akan semakin rendah dan
kejadian ini dimanfaatkan untuk menghisap bahan bakar.
Komposisi campuran antara bahan bakar dan udara
Perbandingan campuran bensin dan udara harus ditentukan
sedemikian rupa agar bisa diperoleh efisiensi dan pembakaran yang
Kabel
Lubang
Gambar 4. 13 Prinsip Pengabutan
89
sempurna. Secara tepat perbandingan campuran bensin dan udara yang
ideal (perbandinganstoichiometric) untuk proses pembakaran yang
sempurna pada mesin adalah 1 : 14,7. Namun pada kenyataannya,
perbandingan campuran optimum tersebut tidak bisa diterapkan terus
menerus pada setiap keadaan operasional (putaran mesin), contohnya; saat
putaran idel (langsam) dan beban penuh kendaraan mengkonsumsi
campuran udara bensin yang gemuk, sedangkan dalam keadaan lain
pemakaian campuran udara bensin bisa mendekati yang ideal. Dikatakan
campuran kurus/miskin, jika di dalam campuran bensin dan udara tersebut
terdapat lebih dari 14,7 prosentase udara. Sedangkan jika kurang dari
angka tersebut disebut campuran kaya/gemuk.
Gambar 4. 14 Komposisi Campuran Bahan Bakar dan Udara
Untuk dapat berlangsung pembakaran bahan bakar, maka
dibutuhkan oksigen yang diambil dari udara. Udara mengandung 21
sampai 23% oksigen dan kira-kira 78% nitrogen, lainnya sebanyak 1%
Argon dan beberapa unsur yang dapat diabaikan. Untuk keperluan
pembakaran, oksigen tidak dipisahkan dari unsur lainnya tapi disertakan
bersama-sama. Yang ikut bereaksi pada pembakaran hanyalah oksigen,
sedangkan unsur lainnya tidak beraksi dan tidak memberikan pengaruh
apapun. Nitrogen akan keluar bersama gas sisa pembakaran dalam
jumlah dan bentuk yang sama seperti semula.
Pada bagian sebelumnya telah disebutkan bahwa perbandingan campuran
bensin dan udara yang ideal (campuran bensin udara untuk pembakaran
dengan tingkat polusi yang paling rendah) adalah 1 : 14,7 atau dalam
90
ukuran liter dapat disebutkan 1 liter bensin secara ideal harus bercampur
dengan 11500 liter udara.
Tipe karburator berdasarkan Konstruksi
 Piston throttle dan variable venturi
Piston valve di tempatkan di dalam venturi dan digerakan secara manual oleh
tangan pengendara melalui kabel gas. Sehingga diameter venturi dapat berubah
ubah sesuai dengan tarikan tangan pengendara.
Karburator jenis ini umum digunakan pada sepedamotor berkapasitas kecil
Gambar 4. 15 Karburator Variabel Venturi
 Butterfly throttle valve
Karburator tipe ini mempunyai diameter venturi yang tetap (fixed), sedangkan
buterfly throttle valve hanya mengatur besar kecilnya udara yang masuk yang
digerakan oleh pengendara.
Gambar 4. 16 Karburator Venturi Tetap Butterfly Throttle Valve
91
 Piston throttle valve variabel venturi
Karburator tipe ini merupakan gabungan antara buterfly throttle dengan piston
valve, mekanisme pergerakan buterfly throttle digerakan oleh tangan sedangkan
pergerakan piston valve bergerak berdasarkan perbedaan tekanan antara ruang
di bawah piston dan ruang di atas piston.
Gambar 4. 17 Karburator Piston Valve Variabel Venturi
Tipe karburator berdasarkan arah aliran
a. Tipe horisontal draft atau side draft
Karburator tipe ini campuran bahan bakar dan udara masuk dengan arah
mendatar atau dari arah samping dengan ruang bakar.
Gambar 4. 18 Karburator Tipe Horisontal Draft atau Side Draft
92
b. Tipe down draft
Arah aliran bahan bakar menurun atau vertikal
Pada dasarnya, fungsi karburator adalah menyuplai gas hasil pencampuran
bahan bakar dan udara ke dalam silinder. Namun untuk dapat menghasilkan
campuran yang tepat pada setiap “kondisi” kerja engine adalah sangat sulit,
diperlukan beberapa komponen lain untuk dapat memenuhi tuntutan tersebut.
Selain itu, karburator juga sebenarnya dirancang untuk dapat mengurangi kadar
polusi yang ditimbulkan dari hasil pembakaran.
Seperti penjelasan sebelumnya campuran bahan bakar dan udara yang ideal
adalah 1:15, yaitu satu bagian bahan bakar (berat) dan 15 bagian udara.
Pengertian ideal dalam hal ini adalah satu bagian bahan bakar akan terbakar
habis dengan 15 bagian udara (dengan kadar oxigen ± 21 %).
Pada dasarnya, karburator harus mampu mempertahankan/memenihi ketentuan
ini pada setiap kondisi engine, misalnya pada saat engine dihidupkan dalam
keadaan dingin, saat putaran langsam, putaran menengah, percepatan, putaran
tingggi dan beban maximum. Idealnya karburator harus mempertahankan
komposisi campurannya tetap 1 : 15
Campuran yang kaya (1 :<15) akan menimbulkan polusi dan campuran yang
miskin (1:>15) akan mengakibatkan mesin menjadi panas. Untuk dapat
“mengabutkan” bahan bakar, diperlukan tambahan udara bahan bakar.
Gambar 4. 19 Karburator Tipe Down Draft
93
Macam-macam prinsip pembentukan campuran :
Dengan aliran udara yang cepat menyebabkan terjadinya perbedaan tekanan
antara ujung nosel penyemprot dengan tekanan cairan di dalam tangki, sehingga
terjadi aliran cairan dari dalam tangki yang bertekanan lebih tinggi menuju ujung
nosel yang tekanannya lebih rendah akibat aliran udara yang cepat. .Prinsip ini
digunakan pada karburator.
Gambar 4. 20 Prinsip Pencampuran
Pada saat tabung ditekan atau dipompa, tekanan cairan dalam tabung meningkat
lebih tinggi dibanding tekanan diujung nosel penyemprot, akibatnya cairan akan
mengalir dari dalam tabung menuju udara luar lewat nosel.Prinsip ini digunakan
pada sistem Injeksi
Gambar 4. 21 Prinsip Pencampuran Dengan Tekanan
Cara Kerja Karburator
a. Putaran Langsam (idle speed).
Pengertian putaran langsam adalah putaran engine (rpm)terendah tanpa beban
sesuai dengan spesifikasi pabrik. Pada kondisi ini piston valve dalam keadaan
tertutup, saluran utama tidak mengeluarkan bahan bakar. Udara mengalir melalui
94
saluran udara (slow air bleed) menuju saluran slow jet. Aliran udara ini akan
membawa bahan bakar dan saluran slow jet. Jumlah campuran bahan bakar dan
udara yang dihasilkan umumnya hanya cukup untuk mempertahankan engine
tetap hidup dengan vibrasi minimum
Gambar 4. 22 KetikaPutaran Stasioner
b. Putaran Menengah
Pengertian putaran menengah adalah engine berputar kira-kira setengah dari
putaran maksimum engine dan posisi pilot valve (juga posisi gas tangan) berada
pada setengah lintasan maksimumnya. Pada kondisi ini venturi yang terbentuk
juga kira-kira setengah dari venturi maksimum.
Dalam keadaan ini, udara akan mengalir melalui saluran venturi dan saluran
udara idle (slow air bleed). Jarum skep terangkat mengikuti gerakan piston valve,
maka bahan bakar akan mengalir dari saluran utama (main jet) dan juga dari
saluran idle (slow jet). Jumlah bahan bakar yang keluar dari saluran utama akan
diatur oleh jarum skep yang berbentuk tirus, yaitu sesuai dengan celah yang ada
antara saluran utama dan jarum skep. Oleh sebab itu, penempatan klip (pengikat
jarum skep) sangat menentukan dalam hal ini (jumlah posisi klip umumnya
berkisar 3-5 buah).
Dengan demikian, komponen-komponen yang aktif dalam kondisi engine pada
putaran menengah adalah :
95
 Venturi air bleed
 Slow Jet.
 Main Jet.
 Jet Needle
 Piston valve.
Cara kerja karburator pada saat beban menengah
Gambar 4. 23 Ketika Putaran Menengah
Cara kerja karburator pada saat beban penuh
Gambar 4. 24 Ketika Putaran Tinggi
96
Posisi katup gas terbuka ¾ - terbuka penuh
 Nosel utama terbuka penuh
 Aliran udara venturi besar Vakum pada venturi mencapai maksimum sesuai
aliran udara
 Sistem utama bekerja penuh
 Idle tidak bekerja lagi
 Untuk mendapatkan perbandingan campuran dan pengabutan bensin yang
baik pada beban penuh putaran rendah, bisa diatur dengan cara sedikit
menutup torak gas melalui gas tangan(mengurangi putaran motor)
Cara penyetelan :
 Pasang tachometer
 Setel putaran idle dengan memutar sekrup penyetel gas
 Putaran stasioner 1400 rpm
 Putar sekrup penyetelan udara searah jarum jam sampai putaran mulai turun,
kemudian kembalikan putarannya keluar sampai menghasilkan putaran
mesin tertinggi yang rata
 Setel kembali stasioner sesuai spesifikasi
 Hasil penyetelan baik apabila :
 Putaran mesin terdengar halus /rata
 Saat menutup gas dari putaran menengah / tinggi tidak terdengar suara
tembakan dari knalpot
Susunan Karburator sepeda motor
Bagian-bagian :
1. Nosel Utama 7. Saluran udara idle
2. Jet utama 8. Jarum
3. Sekrup penyetel udara 9. Kabel gas
4. Katup cuk 10. Jet idle
5. Jet udara system utama 11. Katup Gas(torak gas)
6. Lubang idle 12. Pegas pengembali
97
Persyaratan sistem pembentukan campuran :
 Perbandingan campuran bensin/udara harus sesuai dengan keperluan motor
 Campuran bensin/udara harus homogen
 Jumlah campuran yang dihisap motor harus dapat diatur
Macam-macam system pada karburator sepeda motor
1. Sistem Pelampung
Berfungsi untuk menstabilkan tinggi permukaan bensin pada ruang
pelampung
Gambar 4. 25 Konstruksi Karburator
Gambar 4. 26 Sistem Pelampung
98
2. Sistem utama
Berfungsi Mengatur jumlah campuran pada beban menengah sampai beban
penuh.
Gambar 4. 27 Sistem Utama
3. Sistem stasioner (idel)
Membentuk atau mengatur campuran ketika mesin berputar stasioner (tanpa
beban)
Gambar 4. 28 Sistem Idel
4. Sistem awalan (Choke)
Membentuk campuran yang kaya, agar mesin mudah dihidupkan ketika
dingin (start dingin)
99
Gambar 4. 29 Sistem Awalan (Choke)
Start dingin (Jarum sistem choke naik)
Bahan bakar masuk melalui lubang penambahan Jumlah udara tetap, bensin
yang masuk bertambah, sehingga campuran menjadi kayaBahan bakar yang
masuk menjadi lebih banyakMotor mudah hidup
Gambar 4. 30 Sistem Choke Bekerja
Tuas cuk
Jarum sistem cuk
Lubang penambahan
100
Bagian – bagian utama karburator vakum konstan (venturi variabel)
Gambar 4. 31 Konstruksi Karburator Vakum Konstan (Venturi Variabel)
101
Catatan :
Vakum yang konstan pada celah juga merupakan kecepatan udara yang
konstan.Maka luas penampang celah berhubungan langsung dengan jumlah
aliran udara. Dengan demikian, perbandingan campuran dapat diatur secara
mudah lewat bentuk tirus pada jarum torak pengatur.
Sistem Pengaya
Berfungsi Memperkaya campuran
1. Sebagai pengaya campuran pada saat start
Saat mesin di start pergerakan piston lambat kevakuman kecil, membran tidak
tertarik pegas mendorong membran peluru menutup saluran udara luar yang
akan menuju saluran udara 2(PAJ), campuran menjadi kaya
Udara dari
saluran 1
Udara dari
saluran (AS)
Udara dari
saluran 2
Vaccum ke mesin
A
A
Gambar 4. 32 Konstruksi Sistem Pengaya
102
2. Sebagai pengaya campuran pada saat jalan menanjak (kecepatan kendaraan
rendah transmisi masuk gigi tinggi, trotel di buka penuh)
Pada saat kondisi tersebut gerakan piston lambat kevakuman kecil membrane
tidak tertarik, pegas mendorong membrane, peluru menutup saluran udara
luar yang akan menuju kesaluran udara 2(PAJ), campuaran menjadi kaya.
Campuran normal
Campuran Kaya
AS
Coasting
Enricher
Bahan bakar
dan udara Udara
Bahan
bakar
PA
Mesin
PJ
TER
TUTUP
Throttle
Valve
Coasting
Enricher
Udara
Bahan
bakar
Throttle
Valve
Bahan Bakar
dan Udara
TER
BUKA
PA
AS
PJ
Mesin
Gambar 4. 33 Cara Kerja Sistem Pengaya
103
Pemeriksaan kinerja karburator
Percampuran bahan bakar dan udara di tentukan didalam karburator yang
secara langsung mempengaruhi kemampuan mesin sehingga pemeriksaan dan
penyetelan karburator sangantlah penting. Biasanya masalah yang terjadi
dikarburator sebagian besar adalah disebabkan oleh penyumbatan kotoran dan
tidak sikroonya karburator pada mesin yang menggunakan karburator banyak
dan penyebab lain adalah keausan part, ko,ponen kendor, kesalahan setel,
misyalnya terlalu gemuk atau terlalu kurus atau rich dan lean sehingga mesin
bermasalah
Saat menentukan masalah .
Meskipun masalah karburator langsung mempengaruhi kondisi mesin, tetapi
rusaknya komponen lain juga akan mempengaruhi pada pembakaran,
performance/tenaga, dan pemakaian bahan bakar yang boros. Jika hanya
menyimpulkan karburator saja yang bermasalah, mungkin malah akan
mempersulit dalam memecahkan masalah. Dan untuk mempermudah
merenanakan permasalahan, sebaiknya menerapkan sistim “Theree element” (3
faktor penting) yang mempengaruhi untuk kerja mesin ( campuran bahan bakar
yang baik, Kompresi yang baik, serta pengapian yang baik)
1) Sistim bahan bakar dan sistim pemasukan
2) Sistim kmpresi
3) Sistim pengapian
Menentukan penyebab permasalahan, perbaikan pada perawatan
Jika anda menentukan permasalahan di karburator, sebaiknya setelah komponen
diperiksa dan barulah periksa kerapatan percampuran udara dan bahan bakar/
density (terlalu kaya atau terlalu miskin) dan periksa cara kerja karburator pada
berbagai kondisi kecepatan.
1) Dasar pemeriksaan dan penyetelan
Pemeriksa kerja putaran mesin (dengan membuka Therottle Valve/handel/Gas)
untuk memeriksa gejala yang terjadi pada bagian variasi putaran mesin.
104
Selanjutnya bongkar karburator dengan hati-hati periksa kemungkinan adanya
penyumbatan kotoran, kekendoran komponen, dan keusan. Bersihkan
kencangkan, dang anti jika perlu. Setel dan periksa standart setting sessuai
dengan spesifikasi sesuai dalam service data poster
2) Masalah dan pemeriksaan pada sistim pelampung/float system
Banjir /overflow
Karburator banjir/overflow karena disebabkan kapasitas bensin dalam rumah
pelampung terlalu banyak penyebabnya adalah ketinggian permukaan bensin
melebihi ketinggian pipa over flow. Dan jika sepeda motor tetap dijalankan, maka
akan terjadi percampuran gemuk/terlalu banyak bensin hal ini akan menimbulkan
masalah. Penyebabnya adalah, pelampung bocor, salah dalam penyetetan
ketingian lidah pelampung, atau ada kotoran yang menyumbat jarum
pelampung,sehingga bensin terus mengalir.
Pemeriksaan dan penyetelan ketinggian bahan bakar
Ukuran ketinggian bahan bakar dinyatakan dalam satuan mm, dibawah titik
tengah sambungan karborator. Tergantung dari tipe model. Jika pengganti
komponen part karburator, harus mengikuti prosrdur pemeriksaan dan penyebab
sbb:
Metode pemeriksaan dan penyetelan
Pasangkan “ fuel level” (selang trasparan) pada bagian pipa pengurus untuk
mengetahui secara actual ketinggian bahan bakar. Tetapi pada umumnya
pengukuran ketinggian bahan bakar dengan mengukur ketinggian pelampung.
 Balikkan posisi karburator, setelah melepas gasket dan rumah pelampung.
 Setelah pelampung diangkat, periksa kondisi jarum pelampung pada saat
posisi lidah pelampung dengan permukaan sambungan karburator (dimensi
“H”) dengan menggunakan skuifmat/jangka sorong.
 Untuk “independent float” ukur ketinggian lengkap pelampung.
105
 Jika ketinggian diluar stsndart, setel dengan membengkokan lidah pelampung.
Pemeriksaan ketinggian bahan bakar actual
 Pengukuran dengan “fuel level guage” dapat melakukan dengan karburator
dalam posisi terpasang.
 Pasangkan special tool (fuel level guage) pada bagian baut penguras
 Putar kran bensin pada posisi “PRI” atau “ON” dan kendorkan bautpenguras.
 Luruskan fuel level guege pada bodi karburator, buat penguras, dan lihat
prmukaan bensin pada “fuel level guage”
.
Gambar 4. 34 Pemeriksaan Ketinggian Pelampung
Gambar 4. 35 Pemeriksaan Ketinggian Bahan Bakar
106
3) Penyetelan langsam/idle
a) Setel gerak bebas handel gas dengan kelonggaran 3-7 mm.
b) Setel buat seletan angin/air screw sesuai spesifikasi.
c) Hidupkan mesin untuk pemanasan- pasangkan engine tachometer.
d) Setel baut putaran langsam sedikit lebih tinggi dari spesifikasi (tambahkan
100rpm)
e) Putar baut setelan angin/ air screw kedalam atau keluar ¼ hinga ½ dan
dengarkan perubahan putaran mesin, jika tidak aka nada perubahn, setel
sesusai spesifikasiseperti pada langka b)
f) Setel putaran langsam sesuai spesifikasi.
g) Dan yang terakhir, periksa kembali putaran mesin dengan membuka gas
secara perlahan – lahan dua atau tiga kali
Penyetelan campuran bahan bakar dan udara
 putar sekrup penyetel campuran idle searah jarum jam sampai duduk dengan
ringan kemudian kembalikan kea rah yang berlawanan sesuai spesifikasi
pabrik.
 Panasi mesin sampai temperatur kerja
 Pasang tachometer
 hidupkan mesin sampai mencapai putaran stasioner 1500±100 rpm
 Putar sekrup campuran idle masuk atau keluar sampai memperoleh putaran
tertinggi dan rata.
 setel kembali putaran mesin sampai diperoleh putaran stasioner dengan cara
memutar sekrup penyetel putaran idle.
 Putar gas tangan perlahan-lahan, periksa apakah kenaikan putaran mesin
sudah halus, kalau tidak ulangi langkah sampai langkah.
Instruksi kerja
1. Sekrup penyetel campuran idle disetel jika telah mengalami pembongkaran
2. Untuk memperoleh hasil penyetelan yang baik, mesin harus dalam keadaan
panas kerja
3. Gunakan tachometer untuk memperoleh putaran yang di inginkan

Analisis karbu

  • 1.
    87 Sistem Karburator Karburator adalahsalah satu komponen sistem bahan bakar konvensional pada kendaran bermotor yang berfungsi: 1. Mengatur perbandingan campuran antara udara dan bahan bakar. 2. Mengubah campuran tersebut menjadi kabut. 3. Menambah atau mengurangi jumlah campuran tersebut sesuai dengan kecepatan dan beban mesin yang berubah-ubah. Sejak sebuah mesin dihidupkan sampai mesin tersebut berjalan pada kondisi yang stabil perbandingan campuran mengalami beberapa kali perubahan. Perkiraan perbandingan campuran dengan keadaan operasional mesin telah dijelaskan pada bagian sebelumnya. Untuk melakukan perubahan perbandingan sesuai dengan kondisi mesin tersebut maka terdapat beberapa sistem dalam karburator. Cara kerja masing-masing sistem dalam karbuartor akan dibahas pada bagian selanjutnya. Prinsip Kerja Karburator Prinsip kerja karburator berdasarkan hukum-hukum fisika seperti Qontinuitas dan Bernauli. Apabila suatu fluida mengalir melalui suatu tabung, maka banyaknya fluida atau debit aliran (Q) adalah: Q = A. V = Konstan Dimana: Q = Debit aliran (m³/detik) A= Luas penampang tabung (m²) V= Kecepatan aliran (m/detik) Jumlah tekanan (P) pada sepanjang tabung alir (yang diameternya sama) juga akan selalu tetap. Jika terdapat bagian dari tabung alir/pipa yang diameternya diperkecil maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa bila campuran bensin dan udara yang mengalir melalui suatu tabung yang luas penampangnya mengecil (diameternya diperkecil) makakecepatannyaakan bertambah sedangkantekanannyaakan menurun.
  • 2.
    88 Prinsip hukum diatas tersebut dipakai untuk mengalirkan bensin dari ruang pelampung karburator dengan memperkecil suatu diameter dalam karburator. Pengecilan diameter atau penyempitan saluran ini disebut dengan venturi. Berdasarkan gambar di bawah maka dapat diambil kesimpulan bahwa bensin akan terhisap dan keluar melalui venturi dalam bentuk butiran-butiran kecil karena saat itu kecepatan udara dalam venturi lebih tinggi namum tekanannya lebih rendah dibanding dalam ruang bensin yang berada di bagian bawahnya. Di dalam mesin, pada saat langkah hisap, piston akan bergerak menuju Titik Mati Atas (TMA) dan menimbulkan tekanan rendah atau vakum. Dengan terjadinya tekanan antara ruang silinder dan udara (tekanan udara luar lebih tinggi) maka udara mengalir masuk ke dalam silinder. Perbedaan tekanan merupakan dasar kerja suatu karburator, yaitu dengan membuat venturi seperti gambar di atas. Semakin cepat udara mengalir pada saluran venturi, maka tekanan akan semakin rendah dan kejadian ini dimanfaatkan untuk menghisap bahan bakar. Komposisi campuran antara bahan bakar dan udara Perbandingan campuran bensin dan udara harus ditentukan sedemikian rupa agar bisa diperoleh efisiensi dan pembakaran yang Kabel Lubang Gambar 4. 13 Prinsip Pengabutan
  • 3.
    89 sempurna. Secara tepatperbandingan campuran bensin dan udara yang ideal (perbandinganstoichiometric) untuk proses pembakaran yang sempurna pada mesin adalah 1 : 14,7. Namun pada kenyataannya, perbandingan campuran optimum tersebut tidak bisa diterapkan terus menerus pada setiap keadaan operasional (putaran mesin), contohnya; saat putaran idel (langsam) dan beban penuh kendaraan mengkonsumsi campuran udara bensin yang gemuk, sedangkan dalam keadaan lain pemakaian campuran udara bensin bisa mendekati yang ideal. Dikatakan campuran kurus/miskin, jika di dalam campuran bensin dan udara tersebut terdapat lebih dari 14,7 prosentase udara. Sedangkan jika kurang dari angka tersebut disebut campuran kaya/gemuk. Gambar 4. 14 Komposisi Campuran Bahan Bakar dan Udara Untuk dapat berlangsung pembakaran bahan bakar, maka dibutuhkan oksigen yang diambil dari udara. Udara mengandung 21 sampai 23% oksigen dan kira-kira 78% nitrogen, lainnya sebanyak 1% Argon dan beberapa unsur yang dapat diabaikan. Untuk keperluan pembakaran, oksigen tidak dipisahkan dari unsur lainnya tapi disertakan bersama-sama. Yang ikut bereaksi pada pembakaran hanyalah oksigen, sedangkan unsur lainnya tidak beraksi dan tidak memberikan pengaruh apapun. Nitrogen akan keluar bersama gas sisa pembakaran dalam jumlah dan bentuk yang sama seperti semula. Pada bagian sebelumnya telah disebutkan bahwa perbandingan campuran bensin dan udara yang ideal (campuran bensin udara untuk pembakaran dengan tingkat polusi yang paling rendah) adalah 1 : 14,7 atau dalam
  • 4.
    90 ukuran liter dapatdisebutkan 1 liter bensin secara ideal harus bercampur dengan 11500 liter udara. Tipe karburator berdasarkan Konstruksi  Piston throttle dan variable venturi Piston valve di tempatkan di dalam venturi dan digerakan secara manual oleh tangan pengendara melalui kabel gas. Sehingga diameter venturi dapat berubah ubah sesuai dengan tarikan tangan pengendara. Karburator jenis ini umum digunakan pada sepedamotor berkapasitas kecil Gambar 4. 15 Karburator Variabel Venturi  Butterfly throttle valve Karburator tipe ini mempunyai diameter venturi yang tetap (fixed), sedangkan buterfly throttle valve hanya mengatur besar kecilnya udara yang masuk yang digerakan oleh pengendara. Gambar 4. 16 Karburator Venturi Tetap Butterfly Throttle Valve
  • 5.
    91  Piston throttlevalve variabel venturi Karburator tipe ini merupakan gabungan antara buterfly throttle dengan piston valve, mekanisme pergerakan buterfly throttle digerakan oleh tangan sedangkan pergerakan piston valve bergerak berdasarkan perbedaan tekanan antara ruang di bawah piston dan ruang di atas piston. Gambar 4. 17 Karburator Piston Valve Variabel Venturi Tipe karburator berdasarkan arah aliran a. Tipe horisontal draft atau side draft Karburator tipe ini campuran bahan bakar dan udara masuk dengan arah mendatar atau dari arah samping dengan ruang bakar. Gambar 4. 18 Karburator Tipe Horisontal Draft atau Side Draft
  • 6.
    92 b. Tipe downdraft Arah aliran bahan bakar menurun atau vertikal Pada dasarnya, fungsi karburator adalah menyuplai gas hasil pencampuran bahan bakar dan udara ke dalam silinder. Namun untuk dapat menghasilkan campuran yang tepat pada setiap “kondisi” kerja engine adalah sangat sulit, diperlukan beberapa komponen lain untuk dapat memenuhi tuntutan tersebut. Selain itu, karburator juga sebenarnya dirancang untuk dapat mengurangi kadar polusi yang ditimbulkan dari hasil pembakaran. Seperti penjelasan sebelumnya campuran bahan bakar dan udara yang ideal adalah 1:15, yaitu satu bagian bahan bakar (berat) dan 15 bagian udara. Pengertian ideal dalam hal ini adalah satu bagian bahan bakar akan terbakar habis dengan 15 bagian udara (dengan kadar oxigen ± 21 %). Pada dasarnya, karburator harus mampu mempertahankan/memenihi ketentuan ini pada setiap kondisi engine, misalnya pada saat engine dihidupkan dalam keadaan dingin, saat putaran langsam, putaran menengah, percepatan, putaran tingggi dan beban maximum. Idealnya karburator harus mempertahankan komposisi campurannya tetap 1 : 15 Campuran yang kaya (1 :<15) akan menimbulkan polusi dan campuran yang miskin (1:>15) akan mengakibatkan mesin menjadi panas. Untuk dapat “mengabutkan” bahan bakar, diperlukan tambahan udara bahan bakar. Gambar 4. 19 Karburator Tipe Down Draft
  • 7.
    93 Macam-macam prinsip pembentukancampuran : Dengan aliran udara yang cepat menyebabkan terjadinya perbedaan tekanan antara ujung nosel penyemprot dengan tekanan cairan di dalam tangki, sehingga terjadi aliran cairan dari dalam tangki yang bertekanan lebih tinggi menuju ujung nosel yang tekanannya lebih rendah akibat aliran udara yang cepat. .Prinsip ini digunakan pada karburator. Gambar 4. 20 Prinsip Pencampuran Pada saat tabung ditekan atau dipompa, tekanan cairan dalam tabung meningkat lebih tinggi dibanding tekanan diujung nosel penyemprot, akibatnya cairan akan mengalir dari dalam tabung menuju udara luar lewat nosel.Prinsip ini digunakan pada sistem Injeksi Gambar 4. 21 Prinsip Pencampuran Dengan Tekanan Cara Kerja Karburator a. Putaran Langsam (idle speed). Pengertian putaran langsam adalah putaran engine (rpm)terendah tanpa beban sesuai dengan spesifikasi pabrik. Pada kondisi ini piston valve dalam keadaan tertutup, saluran utama tidak mengeluarkan bahan bakar. Udara mengalir melalui
  • 8.
    94 saluran udara (slowair bleed) menuju saluran slow jet. Aliran udara ini akan membawa bahan bakar dan saluran slow jet. Jumlah campuran bahan bakar dan udara yang dihasilkan umumnya hanya cukup untuk mempertahankan engine tetap hidup dengan vibrasi minimum Gambar 4. 22 KetikaPutaran Stasioner b. Putaran Menengah Pengertian putaran menengah adalah engine berputar kira-kira setengah dari putaran maksimum engine dan posisi pilot valve (juga posisi gas tangan) berada pada setengah lintasan maksimumnya. Pada kondisi ini venturi yang terbentuk juga kira-kira setengah dari venturi maksimum. Dalam keadaan ini, udara akan mengalir melalui saluran venturi dan saluran udara idle (slow air bleed). Jarum skep terangkat mengikuti gerakan piston valve, maka bahan bakar akan mengalir dari saluran utama (main jet) dan juga dari saluran idle (slow jet). Jumlah bahan bakar yang keluar dari saluran utama akan diatur oleh jarum skep yang berbentuk tirus, yaitu sesuai dengan celah yang ada antara saluran utama dan jarum skep. Oleh sebab itu, penempatan klip (pengikat jarum skep) sangat menentukan dalam hal ini (jumlah posisi klip umumnya berkisar 3-5 buah). Dengan demikian, komponen-komponen yang aktif dalam kondisi engine pada putaran menengah adalah :
  • 9.
    95  Venturi airbleed  Slow Jet.  Main Jet.  Jet Needle  Piston valve. Cara kerja karburator pada saat beban menengah Gambar 4. 23 Ketika Putaran Menengah Cara kerja karburator pada saat beban penuh Gambar 4. 24 Ketika Putaran Tinggi
  • 10.
    96 Posisi katup gasterbuka ¾ - terbuka penuh  Nosel utama terbuka penuh  Aliran udara venturi besar Vakum pada venturi mencapai maksimum sesuai aliran udara  Sistem utama bekerja penuh  Idle tidak bekerja lagi  Untuk mendapatkan perbandingan campuran dan pengabutan bensin yang baik pada beban penuh putaran rendah, bisa diatur dengan cara sedikit menutup torak gas melalui gas tangan(mengurangi putaran motor) Cara penyetelan :  Pasang tachometer  Setel putaran idle dengan memutar sekrup penyetel gas  Putaran stasioner 1400 rpm  Putar sekrup penyetelan udara searah jarum jam sampai putaran mulai turun, kemudian kembalikan putarannya keluar sampai menghasilkan putaran mesin tertinggi yang rata  Setel kembali stasioner sesuai spesifikasi  Hasil penyetelan baik apabila :  Putaran mesin terdengar halus /rata  Saat menutup gas dari putaran menengah / tinggi tidak terdengar suara tembakan dari knalpot Susunan Karburator sepeda motor Bagian-bagian : 1. Nosel Utama 7. Saluran udara idle 2. Jet utama 8. Jarum 3. Sekrup penyetel udara 9. Kabel gas 4. Katup cuk 10. Jet idle 5. Jet udara system utama 11. Katup Gas(torak gas) 6. Lubang idle 12. Pegas pengembali
  • 11.
    97 Persyaratan sistem pembentukancampuran :  Perbandingan campuran bensin/udara harus sesuai dengan keperluan motor  Campuran bensin/udara harus homogen  Jumlah campuran yang dihisap motor harus dapat diatur Macam-macam system pada karburator sepeda motor 1. Sistem Pelampung Berfungsi untuk menstabilkan tinggi permukaan bensin pada ruang pelampung Gambar 4. 25 Konstruksi Karburator Gambar 4. 26 Sistem Pelampung
  • 12.
    98 2. Sistem utama BerfungsiMengatur jumlah campuran pada beban menengah sampai beban penuh. Gambar 4. 27 Sistem Utama 3. Sistem stasioner (idel) Membentuk atau mengatur campuran ketika mesin berputar stasioner (tanpa beban) Gambar 4. 28 Sistem Idel 4. Sistem awalan (Choke) Membentuk campuran yang kaya, agar mesin mudah dihidupkan ketika dingin (start dingin)
  • 13.
    99 Gambar 4. 29Sistem Awalan (Choke) Start dingin (Jarum sistem choke naik) Bahan bakar masuk melalui lubang penambahan Jumlah udara tetap, bensin yang masuk bertambah, sehingga campuran menjadi kayaBahan bakar yang masuk menjadi lebih banyakMotor mudah hidup Gambar 4. 30 Sistem Choke Bekerja Tuas cuk Jarum sistem cuk Lubang penambahan
  • 14.
    100 Bagian – bagianutama karburator vakum konstan (venturi variabel) Gambar 4. 31 Konstruksi Karburator Vakum Konstan (Venturi Variabel)
  • 15.
    101 Catatan : Vakum yangkonstan pada celah juga merupakan kecepatan udara yang konstan.Maka luas penampang celah berhubungan langsung dengan jumlah aliran udara. Dengan demikian, perbandingan campuran dapat diatur secara mudah lewat bentuk tirus pada jarum torak pengatur. Sistem Pengaya Berfungsi Memperkaya campuran 1. Sebagai pengaya campuran pada saat start Saat mesin di start pergerakan piston lambat kevakuman kecil, membran tidak tertarik pegas mendorong membran peluru menutup saluran udara luar yang akan menuju saluran udara 2(PAJ), campuran menjadi kaya Udara dari saluran 1 Udara dari saluran (AS) Udara dari saluran 2 Vaccum ke mesin A A Gambar 4. 32 Konstruksi Sistem Pengaya
  • 16.
    102 2. Sebagai pengayacampuran pada saat jalan menanjak (kecepatan kendaraan rendah transmisi masuk gigi tinggi, trotel di buka penuh) Pada saat kondisi tersebut gerakan piston lambat kevakuman kecil membrane tidak tertarik, pegas mendorong membrane, peluru menutup saluran udara luar yang akan menuju kesaluran udara 2(PAJ), campuaran menjadi kaya. Campuran normal Campuran Kaya AS Coasting Enricher Bahan bakar dan udara Udara Bahan bakar PA Mesin PJ TER TUTUP Throttle Valve Coasting Enricher Udara Bahan bakar Throttle Valve Bahan Bakar dan Udara TER BUKA PA AS PJ Mesin Gambar 4. 33 Cara Kerja Sistem Pengaya
  • 17.
    103 Pemeriksaan kinerja karburator Percampuranbahan bakar dan udara di tentukan didalam karburator yang secara langsung mempengaruhi kemampuan mesin sehingga pemeriksaan dan penyetelan karburator sangantlah penting. Biasanya masalah yang terjadi dikarburator sebagian besar adalah disebabkan oleh penyumbatan kotoran dan tidak sikroonya karburator pada mesin yang menggunakan karburator banyak dan penyebab lain adalah keausan part, ko,ponen kendor, kesalahan setel, misyalnya terlalu gemuk atau terlalu kurus atau rich dan lean sehingga mesin bermasalah Saat menentukan masalah . Meskipun masalah karburator langsung mempengaruhi kondisi mesin, tetapi rusaknya komponen lain juga akan mempengaruhi pada pembakaran, performance/tenaga, dan pemakaian bahan bakar yang boros. Jika hanya menyimpulkan karburator saja yang bermasalah, mungkin malah akan mempersulit dalam memecahkan masalah. Dan untuk mempermudah merenanakan permasalahan, sebaiknya menerapkan sistim “Theree element” (3 faktor penting) yang mempengaruhi untuk kerja mesin ( campuran bahan bakar yang baik, Kompresi yang baik, serta pengapian yang baik) 1) Sistim bahan bakar dan sistim pemasukan 2) Sistim kmpresi 3) Sistim pengapian Menentukan penyebab permasalahan, perbaikan pada perawatan Jika anda menentukan permasalahan di karburator, sebaiknya setelah komponen diperiksa dan barulah periksa kerapatan percampuran udara dan bahan bakar/ density (terlalu kaya atau terlalu miskin) dan periksa cara kerja karburator pada berbagai kondisi kecepatan. 1) Dasar pemeriksaan dan penyetelan Pemeriksa kerja putaran mesin (dengan membuka Therottle Valve/handel/Gas) untuk memeriksa gejala yang terjadi pada bagian variasi putaran mesin.
  • 18.
    104 Selanjutnya bongkar karburatordengan hati-hati periksa kemungkinan adanya penyumbatan kotoran, kekendoran komponen, dan keusan. Bersihkan kencangkan, dang anti jika perlu. Setel dan periksa standart setting sessuai dengan spesifikasi sesuai dalam service data poster 2) Masalah dan pemeriksaan pada sistim pelampung/float system Banjir /overflow Karburator banjir/overflow karena disebabkan kapasitas bensin dalam rumah pelampung terlalu banyak penyebabnya adalah ketinggian permukaan bensin melebihi ketinggian pipa over flow. Dan jika sepeda motor tetap dijalankan, maka akan terjadi percampuran gemuk/terlalu banyak bensin hal ini akan menimbulkan masalah. Penyebabnya adalah, pelampung bocor, salah dalam penyetetan ketingian lidah pelampung, atau ada kotoran yang menyumbat jarum pelampung,sehingga bensin terus mengalir. Pemeriksaan dan penyetelan ketinggian bahan bakar Ukuran ketinggian bahan bakar dinyatakan dalam satuan mm, dibawah titik tengah sambungan karborator. Tergantung dari tipe model. Jika pengganti komponen part karburator, harus mengikuti prosrdur pemeriksaan dan penyebab sbb: Metode pemeriksaan dan penyetelan Pasangkan “ fuel level” (selang trasparan) pada bagian pipa pengurus untuk mengetahui secara actual ketinggian bahan bakar. Tetapi pada umumnya pengukuran ketinggian bahan bakar dengan mengukur ketinggian pelampung.  Balikkan posisi karburator, setelah melepas gasket dan rumah pelampung.  Setelah pelampung diangkat, periksa kondisi jarum pelampung pada saat posisi lidah pelampung dengan permukaan sambungan karburator (dimensi “H”) dengan menggunakan skuifmat/jangka sorong.  Untuk “independent float” ukur ketinggian lengkap pelampung.
  • 19.
    105  Jika ketinggiandiluar stsndart, setel dengan membengkokan lidah pelampung. Pemeriksaan ketinggian bahan bakar actual  Pengukuran dengan “fuel level guage” dapat melakukan dengan karburator dalam posisi terpasang.  Pasangkan special tool (fuel level guage) pada bagian baut penguras  Putar kran bensin pada posisi “PRI” atau “ON” dan kendorkan bautpenguras.  Luruskan fuel level guege pada bodi karburator, buat penguras, dan lihat prmukaan bensin pada “fuel level guage” . Gambar 4. 34 Pemeriksaan Ketinggian Pelampung Gambar 4. 35 Pemeriksaan Ketinggian Bahan Bakar
  • 20.
    106 3) Penyetelan langsam/idle a)Setel gerak bebas handel gas dengan kelonggaran 3-7 mm. b) Setel buat seletan angin/air screw sesuai spesifikasi. c) Hidupkan mesin untuk pemanasan- pasangkan engine tachometer. d) Setel baut putaran langsam sedikit lebih tinggi dari spesifikasi (tambahkan 100rpm) e) Putar baut setelan angin/ air screw kedalam atau keluar ¼ hinga ½ dan dengarkan perubahan putaran mesin, jika tidak aka nada perubahn, setel sesusai spesifikasiseperti pada langka b) f) Setel putaran langsam sesuai spesifikasi. g) Dan yang terakhir, periksa kembali putaran mesin dengan membuka gas secara perlahan – lahan dua atau tiga kali Penyetelan campuran bahan bakar dan udara  putar sekrup penyetel campuran idle searah jarum jam sampai duduk dengan ringan kemudian kembalikan kea rah yang berlawanan sesuai spesifikasi pabrik.  Panasi mesin sampai temperatur kerja  Pasang tachometer  hidupkan mesin sampai mencapai putaran stasioner 1500±100 rpm  Putar sekrup campuran idle masuk atau keluar sampai memperoleh putaran tertinggi dan rata.  setel kembali putaran mesin sampai diperoleh putaran stasioner dengan cara memutar sekrup penyetel putaran idle.  Putar gas tangan perlahan-lahan, periksa apakah kenaikan putaran mesin sudah halus, kalau tidak ulangi langkah sampai langkah. Instruksi kerja 1. Sekrup penyetel campuran idle disetel jika telah mengalami pembongkaran 2. Untuk memperoleh hasil penyetelan yang baik, mesin harus dalam keadaan panas kerja 3. Gunakan tachometer untuk memperoleh putaran yang di inginkan