PENERAPAN KONSEP DASAR
LINGKUNGAN HIDUP
A. Mendata Kondisi Lingkungan Hidup
Sekitar
Kondisi lingkungan hidup adalah keadaan
kualitas lingkungan, dapat dilihat dari berbagai
aspek, diantaranya aspek ekologi dan
komponen komponen lingkungan.
Pendataan dilakukan untuk mengetahui tingkat
kerusakan lingkungan yang terjadi sebagai
akibat dari aktivitas manusia.
• Kualitas air
• Kualitas udara
• Kualitas tanah
• Kualitas lingkungan biotik
• Pengelolaan sampah
• Lahan
• Hutan
• Pemukiman
B. Upaya Perbaikan Terhadap Kondisi
Lingkungan
1. Perbaikan dan pencegahan terhadap
pencemaran udara.
Polutan udara dapat dibedakan menjadi 2:
 polutan primer ( berupa zat toksik dan
langsung bercampur ke udara dengan
konsentrasi tinggi yang merugikan manusia )
 polutan sekunder ( zat kimia yang merugikan
yang berbentuk di atmosfer melalui reaksi
kimia diantara komponen udara )
Upaya pencegahan dan perbaikan
kondisi udara
• Mengurangi pemakaian bahan bakar fosil
• Menggunakan mesin yang efisien dan
melakukan pembakaran sempurna
• Membangun sistem transportasi yang efisien
• Melakukan penyaringan asap
• Tidak membakar sampah
• Menggalakan penanaman pohon
• Mengurangi / menghindari pemakaian bahan
kimia perusak ozon
2. Perbaikan dan pencegahan terhadap
pencemaran air.
 Air limbah yang akan dibuang ke sungai harus
di olah terlebih dahulu
 Menggunakan bahan yang dapat mencegah
dan menyerap minyak yang tumpah diperairan
 Menggunakan sabun / detergen yang ramah
lingkungan
3. Perbaikan dan pencegahan terhadap
pencemaran tanah
 Jangan buang limbah yang belum memenuhi
standar kedalam tanah.
 Melakukan sistem penanaman bergilir, agar
keasaman tanah dapat terjaga.
4. Pengelolaan dan perbaikan kondisi lahan
 Membaut teras sering pada lahan yang miring
 Mencegah menurunnya potensi lahan
 Menanam tanaman pada lahan terbuka
5. Pengelolaan dan perbaikan kondisi hutan
 Menerapkan sistem tebang pilih dan tebang
tanam
 Sanksi berat bagi perusak hutan
 Mencegah ilegal loging
 Reboisasi hutan yang gundul
• Menurut data Departemen Kehutanan tahun 2006, luas hutan yang
rusak dan tidak dapat berfungsi optimal telah mencapai 59,6 juta hektar
dari 120,35 juta hektaree kawasan hutan di Indonesia, dengan laju
deforestasi dalam lima tahun terakhir mencapai 2,83 juta hektaree per
tahun. Bila keadaan seperti ini dipertahankan, dimana Sumatera dan
Kalimantan sudah kehilangan hutannya, maka hutan di Sulawesi dan
Papua akan mengalami hal yang sama. Menurut analisis World Bank,
hutan di Sulawesi diperkirakan akan hilang tahun 2020.
• Praktek pembalakan liar dan eksploitasi hutan yang tidak mengindahkan
kelestarian, mengakibatkan kehancuran sumber daya hutan yang tidak
ternilai harganya, kehancuran kehidupan masyarakat dan kehilangan
kayu senilai US$ 5 miliar, diantaranya berupa pendapatan negara kurang
lebih US$1.4 miliar setiap tahun. Kerugian tersebut belum menghitung
hilangnya nilai keanekaragaman hayati serta jasa-jasa lingkungan yang
dapat dihasilkan dari sumber daya hutan.
• Penelitian Greenpeace mencatat tingkat kerusakan hutan di Indonesia
mencapai angka 3,8 juta hektaree pertahun, yang sebagian besar
disebabkan oleh aktivitas illegal logging atau penebangan liar (Johnston,
2004). Sedangkan data Badan Penelitian Departemen Kehutanan
menunjukan angka Rp. 83 miliar perhari sebagai kerugian finansial
akibat penebangan liar.
6. Pengelolaan sampah
sampah adalah benda atau
bahan yang tidak terpakai lagi.
 Memilah sampah
 Mendaur ulang sampah (
kertas, plastik, komponen
elektronik, gelas dan kaca )
Secara umum perbaikan lingkungan dapat
dilakukan dengan
 Penggunaan teknologi ramah lingkungan
 Harus ada penegakan hukum yang adil dan
konsisten
 Mengikut sertakan masyarakat dalam
perbaikan lingkungan.
 Membuat wilayah konservasi
C. Upaya pencegahan Penyebaran
Penyakit yang bersifat Endemik
Penyakit endemik adalah penyakit menular yang
umum terjadi di masyarakat.
1. Upaya pencegahan DBD
 Menghindari gigitan nyamuk
 Gunakan anti nyamuk
 Melakukan gerakan 5 M
 Memelihara ikan di tempat penampungan
air
 Melakukan fogging jika sudah ada warga
yang terkenan DBD
2. Upaya pencegahan penyakit malaria
SAMA DENGAN PENCEGAHAN DBD
3. Upaya pencegahan penyakit TBC
Bagi penderita
 Menutup mulut saat bersin atau batuk
 Tidak meludah disembarang tempat
Bagi keluarga
 Rumah dengan ventilasi yang baik
 Usahakan sinar matahari masuk rumah
 Jemur tempat tidur bekas penerita TBC
D. Upaya Penanggulangan Penyakit
Endemik
1. Penanggulangan DBD
Menambah cairan tubuh, dengan minum , infus
atau bahkan transfusi darah
Kompress dengan alkohol
2. Penanggulangan Malaria
Umumnya diberiakan obat Chloroguene
3. Penanggulangan TBC
Pengobatan perlu waktu lama dan rutin.
Melakukan pemeriksaan, baik darah, urine,
rontgen dll
SEMOGA BERMANFAAT

3 penerapan konsep-dasar-lingkungan-hidup

  • 1.
  • 2.
    A. Mendata KondisiLingkungan Hidup Sekitar Kondisi lingkungan hidup adalah keadaan kualitas lingkungan, dapat dilihat dari berbagai aspek, diantaranya aspek ekologi dan komponen komponen lingkungan. Pendataan dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan lingkungan yang terjadi sebagai akibat dari aktivitas manusia.
  • 3.
    • Kualitas air •Kualitas udara • Kualitas tanah • Kualitas lingkungan biotik • Pengelolaan sampah • Lahan • Hutan • Pemukiman
  • 4.
    B. Upaya PerbaikanTerhadap Kondisi Lingkungan 1. Perbaikan dan pencegahan terhadap pencemaran udara. Polutan udara dapat dibedakan menjadi 2:  polutan primer ( berupa zat toksik dan langsung bercampur ke udara dengan konsentrasi tinggi yang merugikan manusia )  polutan sekunder ( zat kimia yang merugikan yang berbentuk di atmosfer melalui reaksi kimia diantara komponen udara )
  • 5.
    Upaya pencegahan danperbaikan kondisi udara • Mengurangi pemakaian bahan bakar fosil • Menggunakan mesin yang efisien dan melakukan pembakaran sempurna • Membangun sistem transportasi yang efisien • Melakukan penyaringan asap • Tidak membakar sampah • Menggalakan penanaman pohon • Mengurangi / menghindari pemakaian bahan kimia perusak ozon
  • 6.
    2. Perbaikan danpencegahan terhadap pencemaran air.  Air limbah yang akan dibuang ke sungai harus di olah terlebih dahulu  Menggunakan bahan yang dapat mencegah dan menyerap minyak yang tumpah diperairan  Menggunakan sabun / detergen yang ramah lingkungan
  • 7.
    3. Perbaikan danpencegahan terhadap pencemaran tanah  Jangan buang limbah yang belum memenuhi standar kedalam tanah.  Melakukan sistem penanaman bergilir, agar keasaman tanah dapat terjaga.
  • 8.
    4. Pengelolaan danperbaikan kondisi lahan  Membaut teras sering pada lahan yang miring  Mencegah menurunnya potensi lahan  Menanam tanaman pada lahan terbuka
  • 9.
    5. Pengelolaan danperbaikan kondisi hutan  Menerapkan sistem tebang pilih dan tebang tanam  Sanksi berat bagi perusak hutan  Mencegah ilegal loging  Reboisasi hutan yang gundul
  • 11.
    • Menurut dataDepartemen Kehutanan tahun 2006, luas hutan yang rusak dan tidak dapat berfungsi optimal telah mencapai 59,6 juta hektar dari 120,35 juta hektaree kawasan hutan di Indonesia, dengan laju deforestasi dalam lima tahun terakhir mencapai 2,83 juta hektaree per tahun. Bila keadaan seperti ini dipertahankan, dimana Sumatera dan Kalimantan sudah kehilangan hutannya, maka hutan di Sulawesi dan Papua akan mengalami hal yang sama. Menurut analisis World Bank, hutan di Sulawesi diperkirakan akan hilang tahun 2020. • Praktek pembalakan liar dan eksploitasi hutan yang tidak mengindahkan kelestarian, mengakibatkan kehancuran sumber daya hutan yang tidak ternilai harganya, kehancuran kehidupan masyarakat dan kehilangan kayu senilai US$ 5 miliar, diantaranya berupa pendapatan negara kurang lebih US$1.4 miliar setiap tahun. Kerugian tersebut belum menghitung hilangnya nilai keanekaragaman hayati serta jasa-jasa lingkungan yang dapat dihasilkan dari sumber daya hutan. • Penelitian Greenpeace mencatat tingkat kerusakan hutan di Indonesia mencapai angka 3,8 juta hektaree pertahun, yang sebagian besar disebabkan oleh aktivitas illegal logging atau penebangan liar (Johnston, 2004). Sedangkan data Badan Penelitian Departemen Kehutanan menunjukan angka Rp. 83 miliar perhari sebagai kerugian finansial akibat penebangan liar.
  • 12.
    6. Pengelolaan sampah sampahadalah benda atau bahan yang tidak terpakai lagi.  Memilah sampah  Mendaur ulang sampah ( kertas, plastik, komponen elektronik, gelas dan kaca )
  • 13.
    Secara umum perbaikanlingkungan dapat dilakukan dengan  Penggunaan teknologi ramah lingkungan  Harus ada penegakan hukum yang adil dan konsisten  Mengikut sertakan masyarakat dalam perbaikan lingkungan.  Membuat wilayah konservasi
  • 14.
    C. Upaya pencegahanPenyebaran Penyakit yang bersifat Endemik Penyakit endemik adalah penyakit menular yang umum terjadi di masyarakat. 1. Upaya pencegahan DBD  Menghindari gigitan nyamuk  Gunakan anti nyamuk  Melakukan gerakan 5 M  Memelihara ikan di tempat penampungan air  Melakukan fogging jika sudah ada warga yang terkenan DBD
  • 15.
    2. Upaya pencegahanpenyakit malaria SAMA DENGAN PENCEGAHAN DBD
  • 16.
    3. Upaya pencegahanpenyakit TBC Bagi penderita  Menutup mulut saat bersin atau batuk  Tidak meludah disembarang tempat Bagi keluarga  Rumah dengan ventilasi yang baik  Usahakan sinar matahari masuk rumah  Jemur tempat tidur bekas penerita TBC
  • 17.
    D. Upaya PenanggulanganPenyakit Endemik 1. Penanggulangan DBD Menambah cairan tubuh, dengan minum , infus atau bahkan transfusi darah Kompress dengan alkohol 2. Penanggulangan Malaria Umumnya diberiakan obat Chloroguene 3. Penanggulangan TBC Pengobatan perlu waktu lama dan rutin. Melakukan pemeriksaan, baik darah, urine, rontgen dll
  • 18.