Pemrograman Matlab
Simon Patabang, MT.
http://spatabang.blogspot.co.id
1. Algoritma
• Algoritma adalah langkah-langkah proses yang disusun
secara logis dan berurutan untuk menyelesaikan suatu
masalah dengan tepat.
• Algoritma digunakan sebagai panduan langkah demi
langkah untuk menuliskan program.
• Jika algoritma yang dibuat salah, maka penulisan
programnya akan salah juga. Karena itu, algoritma
sangat penting untuk dipelajari dan dikuasai dengan
baik.
• Jika sudah terbiasa menggunakan algoritma untuk
menulis program, maka semakin lama, kita dapat
dengan mudah menulis progam, karena konsep
algoritma sudah dikuasai dengan baik.
Kriteria algoritma
• Kriteria algoritma adalah sebagai berikut :
– Setiap langkah harus jelas dan pasti
– Jumlah langkah harus berhingga atau harus
selesai.
– Ditulis dengan kalimat yang mudah dipahami
sehingga tidak menimbulkan arti ganda.
– Tuliskan dengan logika yang benar dan terstruktur
– Semua operasi atau proses disebutkan dengan
jelas.
Penyajian Algoritma :
Algoritma dapat disajikan dengan dua cara :
• Secara Tulisan, yaitu menuliskan deskripsi urutan
langkah-langkah penyelesaian masalah
• Flowchart, yaitu menggambarkan algoritma dengan
simbol-simbol menurut urutan proses
Contoh :
Buatlah Algoritma untuk menghitung nilai y dari
persamaan y = 6a + 2b
Penyelesaian :
Untuk mendapatkan nilai y, maka nilai a dan b harus
diketahui lebih dahulu. Nilai a dan b diperoleh
dengan menginput ke dalam program melalui
keyboard. Kemudian a dikalikan dengan 6 dan b
dikalikan dengan 2. Hasil perkaliannya kemudian
dijumlahkan untuk mendapatkan nilai y.
Algoritma :
– Mulai
– Deklarasikan variabel y, a, dan b
– Input Nilai a dan b
– Hitung nilai y = 6a + 2b
– Cetak nilai y
– Selesai
2. Flowchart
Dipakai sebagai alat bantu untuk menggambarkan aliran
proses di dalam program berdasarkan algoritma
penyelesaian masalah.
Flowchart dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu :
1. Simbol arah aliran proses; dipakai untuk menyatakan
arah aliran proses program.
2. Simbol proses; menunjukkan jenis operasi pengola-
han data dalam suatu program.
3. Simbol Input-output; menyatakan jenis peralatan
yang digunakan sebagai media input atau output.
Simbol Arah Proses
• Simbol arah aliran proses
• Simbol untuk keluar – masuk atau
penyambungan proses pada lembar /
halaman yang berbeda.
• Simbol untuk keluar – masuk atau
penyambungan proses dalam lembar
/ halaman yang sama.
Simbol Proses Data
• Simbol yang menunjukkan pengolahan
data yang dilakukan oleh komputer
• Simbol yang menunjukkan proses
pengolahan yang tidak dilakukan oleh
komputer
• Simbol yang menyatakan proses
pengambilan keputusan dengan
mengecek suatu kondisi apakah salah
atau benar.
• Simbol untuk mempersiapkan
variable penyimpanan yang akan
digunakan sebagai tempat
pengolahan data di dalam memori
• Simbol untuk menyatakan
permulaan atau akhir dari suatu
program
• Simbol yang menunjukkan bahwa
data di dalam symbol ini akan
disimpan secara manual
Simbol Input-output
• Symbol yang menyatakan input dari
keyboard atau output ke layar atau ke
harddisk.
• Symbol yang menyatakan input berasal
dari harddisk atau output ditulis ke
harddisk
• Symbol yang menyatakan peralatan
output yang digunakan yaitu layar,
plotter, printer, dan sebagainya
• Symbol untuk menyatakan input
berasal dari mesin jumlah/hitung
3. Kontrol Program
• Perintah if digunakan
untuk memeriksa se-
buah kondisi.
• Jika kondisi tersebut
benar, maka kerjakan
pernyataan di bahwa
perintah if.
• Jika kondisi bernilai
salah, maka lanjutkan
proses lainnya setelah
end.
Bentuk perintah :
If <kondisi>
< pernyataan >
end
1. If-end
Flowchart :
Contoh :
clc;
disp('Contoh Program If-end')
n = input('Input n= ');
if n<5
disp('n lebih kecil dari 5')
end
Bentuk Perintah :
If <kondisi-1>
<pernyataan-1>
else
<pernyataan-2>
end
• Perintah if-else-end digunakan
untuk memeriksa sebuah
kondisi.
• Jika kondisi tersebut benar,
maka kerjakan perintah di
bawah perintah if.
• Jika kondisi bernilai salah,
maka kerjakan perintah di
bawah else.
2. If-else-end
Flowchart : Contoh:
clc;
disp('Contoh Program If-
else-end')
n = input('Input n= ');
if n<5
disp('n lebih kecil dari
5')
else
disp('n lebih besar
sama dengan dari 5')
end
Bentuk perintah :
If kondisi-1
<pernyataan-1>
Else if kondisi-2
<pernyataan-2>
……
……
Else kondisi-n
<pernyataan-n>
Else
<pernyataan-n+1>
End
3. If-else if-else-end
Perintah if-else-end digunakan untuk memeriksa
dua buah kondisi atau lebih.
Penjelasan
• Jika kondisi-1 benar, maka kerjakan <pernyataan-1>.
• Jika kondisi-1 bernilai salah, maka periksa kondisi-2.
• Jika kondisi-2 benar, maka kerjakan <pernyataan-2>.
• Jika kondisi-2 bernilai salah, maka periksa kondisi-3. Jika
kondisi-3 benar, maka kerjakan <pernyataan-3>
• Jika kondisi bernilai salah, maka periksa kondisi
selanjutnya hingga kondisi ke-n.
• Jika semua kondisi bernilai salah, maka kerjakan
perintah dibawah else.
Contoh :
clc;
disp('Contoh Program IF-elseif-else-end')
disp(' ')
n = input('Input n= ');
if n<5
disp('n lebih kecil dari dengan 5')
Else if n>5
disp('n lebih besar dari 5')
else
disp('n sama dengan 5')
end
Kontrol For
Digunakan untuk melakukan perulangan sebanyak n kali,
mulai n1 hingga n2.
Bentuk perintah :
For nama_var= n1: inkrimen : n2
<pernyataan-1>
End
<pernyataan-2>
n1 adalah nilai awal perulangan
n2 adalah nilai akhir perulangan
Inkrimen adalah jarak pertambahan nilai
Penjelasan :
<pernyataan-1> akan dikejakan sebanyak n kali mulai
dari n1 hingga n2. Setelah selesai, maka akan
mengerjakan <pernyataan-2> dan seterusnya.
Flowchart :
Contoh :
• for n=1:1:10 artinya perulangan dilakukan mulai dari
nilai n=1 hingga n=10 dengan pertambahan 1.
• for k=10:-1:1, artinya perulangan dilakukan mulai
dari nilai k=10 hingga n=1 dengan pertambahan -1.
• for i=2:3:20, artinya perulangan dilakukan mulai nilai
dari i=2 hingga n=20 dengan pertambahan 3.
Contoh :
Buatlah flowchart dan program untuk mencetak dan
menjumlahkan deret bilangan 1 hingga n dengan rumus
m = 1 + 2 + 3 + … + … + … n
Algoritma program:
Step 1: Definisikan jumlah nilai awal = 0
Step 2: input nilai n
Step 3: Buat perulangan for mulai dari k=1 hingga k=n, for
k=1:1:n
Step 4: Hitung nilai m = m + k
Step 5: Ulangi Step 2
Step 6: Cetak nilai n
%Perulangan for
%Mencetak dan menjumlahkan angka 1 hingga n.
clc;
a=[]; % Tentukan variabel vektor a
m=0; %nilai awal penjumlahan
n=input('Input nilai n = ');
for k = 1:1:n
a(k) = k;
m=m+k;
end
disp(['Deret = ',num2str(a)])
disp(['Jumlah = ',num2str(m)])
Keluaran program :
Input nilai n = 20
Deret = 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19
Jumlah = 100
Contoh :
Buatlah algoritma dan program untuk
menghitung n ! (n faktorial).
Rumus :
n! = n x (n-1) x (n-2) x (n-3) x … x 2 x 1
Algoritma program:
Step 1: input nilai n
Step 2: Buat perulangan for mulai dari k=n-
1 hingga k=1, for k=n-1:-1:1
Step 3: Hitung nilai n = n x k
Step 4: Ulangi Step 2
Step 5: Cetak nilai n
Program :
% Loop for
% Untuk menghitung n Faktorial
% ================================
clc;
n=input('Input nilai n = ');
for i = n-1:-1:1
n = n*i;
end
disp(['n ! =',num2str(n)])
2. Buatlah program untuk menghitung nilai
Permutasi dengan rumus :
!
( )!
r
n
n
P
n r

Algoritma program:
1.Input nilai n
2.Input nilai r
3.Hitung m=n-r
4.Hitung n!
5.Hitung m!
6.Hitung Permutasi P=n/m
7.Cetak P
Program :
% Loop for untuk menghitung Permutasi
% =================================
clc;
disp('Program untuk menhitung Permutasi')
n=input('Input nilai n = ');
r=input('Input nilai r = ');
m=n-r;
for i = n-1:-1:1
n = n*i;
End
%Hitung faktorial (n-r)!
for i = m-1:-1:1
m = m*i;
End
%Hitung Permutasi
p=(n/m);
%Cetak hasil perhitungan
disp(['n ! =',num2str(n)])
disp(*‘(n - r)! =',num2str(m)])
disp(['P =',num2str(p)])
3. Buat program untuk menghitung Nilai combinasi.
Rumus :
Algoritma program :
1.Input nilai n
2.Input nilai r
3.Hitung m=n-r
4.Hitung n!
5.Hitung m!
6.Hitung r!
7.Hitung Combinasi C = n/(m.r)
8.Cetak C
!
( )! !
r
n
n
C
n r r


Program :
% Loop for untuk menghitung n Combinasi
% ================================
clc;
disp('Program untuk menghitung Permutasi')
n=input('Input nilai n = ');
r=input('Input nilai r = ');
m=n-r;
for i = n-1:-1:1
n = n*i;
End
%Hitung faktorial (n-r)!
for i = m-1:-1:1
m = m*i;
end
for i = r-1:-1:1
r = r*i;
end
c=n/(m*r);
disp(['n ! =',num2str(n)])
disp(['n - r)! =',num2str(m)])
disp(['C ! =',num2str(c)])
4. Buatlah program untuk menghitung Deret
Fibonacci dengan pola 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21,
34,…., kemudian jumlahkan semua bilangan.
Rumus :
0
( ) 1
( 1) ( 2)
F n
F n F n


 
   
Untuk n =1
Untuk n =2
Untuk n >2
Algoritma :
1. Input nilai n
2. Definisikan nilai awal, F=[0 1]
3. Definisikan nilaw awal jumlah, JF=1
4. Buat perulangan untuk i=3 hingga n
5. Hitung deret, F(i) = F(i-1) + F(i-2)
6. Jumlahkan deret, JF=JF+F(i)
7. Ulangi langkah 4
8. Cetak deret Fibonacci F dan jumlahnya JF
Program :
% Loop for
% Untuk menghitung Deret Fibonacci
%
================================
clc;
disp('Program untuk Menghitung Deret
Fobonacci')
n=input('Input nilai n = ');
F=[0 1];
JF=1;
for i = 3:1:n
F(i)=F(i-1)+F(i-2);
JF=JF+F(i);
end
disp(['F = ',num2str(F)])
disp(['Jumlah = ',num2str(JF)])
3. Kontrol while-end
Ulangi soal 4 dengan menggunakan kontrol while-end.
Algoritma :
1. Input nilai n
2. Definisikan nilai awal, F=[0 1]
3. Definisikan nilai awal jumlah, JF=1
4. Definisikan nilai awal i=3
5. Buat perulangan while untuk i >=3 hingga n
6. Hitung deret, F(i) = F(i-1) + F(i-2)
7. Jumlahkan deret, JF=JF+F(i)
8. Tambahkan variabel i dengan 1, i= i + 1
9. Ulangi langkah 5
10. Cetak deret Fibonacci F dan jumlahnya JF
Program :
% Loop while
% Untuk menghitung Deret Fibonacci
% ================================
clc;
disp('Program untuk Menghitung Deret
Fobonacci')
n=input('Input nilai n = ');
F=[0 1];
JF=1;i=3;
while i<=n
F(i)=F(i-1)+F(i-2);
JF=JF+F(i);
i=i+1;
end
disp(['F = ',num2str(F)])
disp(['Jumlah = ',num2str(JF)])
4. Kontrol Break dan Continue
• Buat program untuk menginput data n
maksimum 10. Jika lebih, maka hentikan
proses. Jika kurang dari 10, lanjutkan proses.
Untuk i=1 s/d 5, proses perintah dalam
perulangan, Jika i>5, keluar dari loop
Program :
clc;
disp('Contoh Penggunaan break dan continue')
disp('=================================')
disp(' ')
n=input('Input nilai n (maks 10) = ');
if (n>10)
disp('Anda menginput data lebih dari 10')
break;
end
for i=1:n
if (i<=5)
fprintf('Nilai %i lebih kecil atau sama
dengan dari 5 n',i);
continue;
end
fprintf('Nilai %i. lebih besar dari 5 n',i);
end
Latihan :
1. Buat program untuk menghitung luas,
keliling, dan volume balok.
2. Buat program untuk menghitung n faktorial
dengan menggunakan kontrol while-end.
3. Buat program untuk menghitung y=x2 untuk
nilai x=-n sampai n
Sekian

3 pemrograman matlab

  • 1.
    Pemrograman Matlab Simon Patabang,MT. http://spatabang.blogspot.co.id
  • 2.
    1. Algoritma • Algoritmaadalah langkah-langkah proses yang disusun secara logis dan berurutan untuk menyelesaikan suatu masalah dengan tepat. • Algoritma digunakan sebagai panduan langkah demi langkah untuk menuliskan program. • Jika algoritma yang dibuat salah, maka penulisan programnya akan salah juga. Karena itu, algoritma sangat penting untuk dipelajari dan dikuasai dengan baik. • Jika sudah terbiasa menggunakan algoritma untuk menulis program, maka semakin lama, kita dapat dengan mudah menulis progam, karena konsep algoritma sudah dikuasai dengan baik.
  • 3.
    Kriteria algoritma • Kriteriaalgoritma adalah sebagai berikut : – Setiap langkah harus jelas dan pasti – Jumlah langkah harus berhingga atau harus selesai. – Ditulis dengan kalimat yang mudah dipahami sehingga tidak menimbulkan arti ganda. – Tuliskan dengan logika yang benar dan terstruktur – Semua operasi atau proses disebutkan dengan jelas.
  • 4.
    Penyajian Algoritma : Algoritmadapat disajikan dengan dua cara : • Secara Tulisan, yaitu menuliskan deskripsi urutan langkah-langkah penyelesaian masalah • Flowchart, yaitu menggambarkan algoritma dengan simbol-simbol menurut urutan proses
  • 5.
    Contoh : Buatlah Algoritmauntuk menghitung nilai y dari persamaan y = 6a + 2b Penyelesaian : Untuk mendapatkan nilai y, maka nilai a dan b harus diketahui lebih dahulu. Nilai a dan b diperoleh dengan menginput ke dalam program melalui keyboard. Kemudian a dikalikan dengan 6 dan b dikalikan dengan 2. Hasil perkaliannya kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan nilai y.
  • 6.
    Algoritma : – Mulai –Deklarasikan variabel y, a, dan b – Input Nilai a dan b – Hitung nilai y = 6a + 2b – Cetak nilai y – Selesai
  • 7.
    2. Flowchart Dipakai sebagaialat bantu untuk menggambarkan aliran proses di dalam program berdasarkan algoritma penyelesaian masalah. Flowchart dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu : 1. Simbol arah aliran proses; dipakai untuk menyatakan arah aliran proses program. 2. Simbol proses; menunjukkan jenis operasi pengola- han data dalam suatu program. 3. Simbol Input-output; menyatakan jenis peralatan yang digunakan sebagai media input atau output.
  • 8.
    Simbol Arah Proses •Simbol arah aliran proses • Simbol untuk keluar – masuk atau penyambungan proses pada lembar / halaman yang berbeda. • Simbol untuk keluar – masuk atau penyambungan proses dalam lembar / halaman yang sama.
  • 9.
    Simbol Proses Data •Simbol yang menunjukkan pengolahan data yang dilakukan oleh komputer • Simbol yang menunjukkan proses pengolahan yang tidak dilakukan oleh komputer • Simbol yang menyatakan proses pengambilan keputusan dengan mengecek suatu kondisi apakah salah atau benar.
  • 10.
    • Simbol untukmempersiapkan variable penyimpanan yang akan digunakan sebagai tempat pengolahan data di dalam memori • Simbol untuk menyatakan permulaan atau akhir dari suatu program • Simbol yang menunjukkan bahwa data di dalam symbol ini akan disimpan secara manual
  • 11.
    Simbol Input-output • Symbolyang menyatakan input dari keyboard atau output ke layar atau ke harddisk. • Symbol yang menyatakan input berasal dari harddisk atau output ditulis ke harddisk • Symbol yang menyatakan peralatan output yang digunakan yaitu layar, plotter, printer, dan sebagainya • Symbol untuk menyatakan input berasal dari mesin jumlah/hitung
  • 12.
    3. Kontrol Program •Perintah if digunakan untuk memeriksa se- buah kondisi. • Jika kondisi tersebut benar, maka kerjakan pernyataan di bahwa perintah if. • Jika kondisi bernilai salah, maka lanjutkan proses lainnya setelah end. Bentuk perintah : If <kondisi> < pernyataan > end 1. If-end
  • 13.
    Flowchart : Contoh : clc; disp('ContohProgram If-end') n = input('Input n= '); if n<5 disp('n lebih kecil dari 5') end
  • 14.
    Bentuk Perintah : If<kondisi-1> <pernyataan-1> else <pernyataan-2> end • Perintah if-else-end digunakan untuk memeriksa sebuah kondisi. • Jika kondisi tersebut benar, maka kerjakan perintah di bawah perintah if. • Jika kondisi bernilai salah, maka kerjakan perintah di bawah else. 2. If-else-end
  • 15.
    Flowchart : Contoh: clc; disp('ContohProgram If- else-end') n = input('Input n= '); if n<5 disp('n lebih kecil dari 5') else disp('n lebih besar sama dengan dari 5') end
  • 16.
    Bentuk perintah : Ifkondisi-1 <pernyataan-1> Else if kondisi-2 <pernyataan-2> …… …… Else kondisi-n <pernyataan-n> Else <pernyataan-n+1> End 3. If-else if-else-end Perintah if-else-end digunakan untuk memeriksa dua buah kondisi atau lebih.
  • 17.
    Penjelasan • Jika kondisi-1benar, maka kerjakan <pernyataan-1>. • Jika kondisi-1 bernilai salah, maka periksa kondisi-2. • Jika kondisi-2 benar, maka kerjakan <pernyataan-2>. • Jika kondisi-2 bernilai salah, maka periksa kondisi-3. Jika kondisi-3 benar, maka kerjakan <pernyataan-3> • Jika kondisi bernilai salah, maka periksa kondisi selanjutnya hingga kondisi ke-n. • Jika semua kondisi bernilai salah, maka kerjakan perintah dibawah else.
  • 18.
    Contoh : clc; disp('Contoh ProgramIF-elseif-else-end') disp(' ') n = input('Input n= '); if n<5 disp('n lebih kecil dari dengan 5') Else if n>5 disp('n lebih besar dari 5') else disp('n sama dengan 5') end
  • 19.
    Kontrol For Digunakan untukmelakukan perulangan sebanyak n kali, mulai n1 hingga n2. Bentuk perintah : For nama_var= n1: inkrimen : n2 <pernyataan-1> End <pernyataan-2> n1 adalah nilai awal perulangan n2 adalah nilai akhir perulangan Inkrimen adalah jarak pertambahan nilai
  • 20.
    Penjelasan : <pernyataan-1> akandikejakan sebanyak n kali mulai dari n1 hingga n2. Setelah selesai, maka akan mengerjakan <pernyataan-2> dan seterusnya. Flowchart :
  • 21.
    Contoh : • forn=1:1:10 artinya perulangan dilakukan mulai dari nilai n=1 hingga n=10 dengan pertambahan 1. • for k=10:-1:1, artinya perulangan dilakukan mulai dari nilai k=10 hingga n=1 dengan pertambahan -1. • for i=2:3:20, artinya perulangan dilakukan mulai nilai dari i=2 hingga n=20 dengan pertambahan 3.
  • 22.
    Contoh : Buatlah flowchartdan program untuk mencetak dan menjumlahkan deret bilangan 1 hingga n dengan rumus m = 1 + 2 + 3 + … + … + … n Algoritma program: Step 1: Definisikan jumlah nilai awal = 0 Step 2: input nilai n Step 3: Buat perulangan for mulai dari k=1 hingga k=n, for k=1:1:n Step 4: Hitung nilai m = m + k Step 5: Ulangi Step 2 Step 6: Cetak nilai n
  • 23.
    %Perulangan for %Mencetak danmenjumlahkan angka 1 hingga n. clc; a=[]; % Tentukan variabel vektor a m=0; %nilai awal penjumlahan n=input('Input nilai n = '); for k = 1:1:n a(k) = k; m=m+k; end disp(['Deret = ',num2str(a)]) disp(['Jumlah = ',num2str(m)])
  • 24.
    Keluaran program : Inputnilai n = 20 Deret = 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 Jumlah = 100
  • 25.
    Contoh : Buatlah algoritmadan program untuk menghitung n ! (n faktorial). Rumus : n! = n x (n-1) x (n-2) x (n-3) x … x 2 x 1
  • 26.
    Algoritma program: Step 1:input nilai n Step 2: Buat perulangan for mulai dari k=n- 1 hingga k=1, for k=n-1:-1:1 Step 3: Hitung nilai n = n x k Step 4: Ulangi Step 2 Step 5: Cetak nilai n
  • 27.
    Program : % Loopfor % Untuk menghitung n Faktorial % ================================ clc; n=input('Input nilai n = '); for i = n-1:-1:1 n = n*i; end disp(['n ! =',num2str(n)])
  • 28.
    2. Buatlah programuntuk menghitung nilai Permutasi dengan rumus : ! ( )! r n n P n r  Algoritma program: 1.Input nilai n 2.Input nilai r 3.Hitung m=n-r 4.Hitung n! 5.Hitung m! 6.Hitung Permutasi P=n/m 7.Cetak P
  • 29.
    Program : % Loopfor untuk menghitung Permutasi % ================================= clc; disp('Program untuk menhitung Permutasi') n=input('Input nilai n = '); r=input('Input nilai r = '); m=n-r; for i = n-1:-1:1 n = n*i; End
  • 30.
    %Hitung faktorial (n-r)! fori = m-1:-1:1 m = m*i; End %Hitung Permutasi p=(n/m); %Cetak hasil perhitungan disp(['n ! =',num2str(n)]) disp(*‘(n - r)! =',num2str(m)]) disp(['P =',num2str(p)])
  • 31.
    3. Buat programuntuk menghitung Nilai combinasi. Rumus : Algoritma program : 1.Input nilai n 2.Input nilai r 3.Hitung m=n-r 4.Hitung n! 5.Hitung m! 6.Hitung r! 7.Hitung Combinasi C = n/(m.r) 8.Cetak C ! ( )! ! r n n C n r r  
  • 32.
    Program : % Loopfor untuk menghitung n Combinasi % ================================ clc; disp('Program untuk menghitung Permutasi') n=input('Input nilai n = '); r=input('Input nilai r = '); m=n-r; for i = n-1:-1:1 n = n*i; End
  • 33.
    %Hitung faktorial (n-r)! fori = m-1:-1:1 m = m*i; end for i = r-1:-1:1 r = r*i; end c=n/(m*r); disp(['n ! =',num2str(n)]) disp(['n - r)! =',num2str(m)]) disp(['C ! =',num2str(c)])
  • 34.
    4. Buatlah programuntuk menghitung Deret Fibonacci dengan pola 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34,…., kemudian jumlahkan semua bilangan. Rumus : 0 ( ) 1 ( 1) ( 2) F n F n F n         Untuk n =1 Untuk n =2 Untuk n >2
  • 35.
    Algoritma : 1. Inputnilai n 2. Definisikan nilai awal, F=[0 1] 3. Definisikan nilaw awal jumlah, JF=1 4. Buat perulangan untuk i=3 hingga n 5. Hitung deret, F(i) = F(i-1) + F(i-2) 6. Jumlahkan deret, JF=JF+F(i) 7. Ulangi langkah 4 8. Cetak deret Fibonacci F dan jumlahnya JF
  • 36.
    Program : % Loopfor % Untuk menghitung Deret Fibonacci % ================================ clc; disp('Program untuk Menghitung Deret Fobonacci') n=input('Input nilai n = '); F=[0 1]; JF=1;
  • 37.
    for i =3:1:n F(i)=F(i-1)+F(i-2); JF=JF+F(i); end disp(['F = ',num2str(F)]) disp(['Jumlah = ',num2str(JF)])
  • 38.
    3. Kontrol while-end Ulangisoal 4 dengan menggunakan kontrol while-end. Algoritma : 1. Input nilai n 2. Definisikan nilai awal, F=[0 1] 3. Definisikan nilai awal jumlah, JF=1 4. Definisikan nilai awal i=3 5. Buat perulangan while untuk i >=3 hingga n 6. Hitung deret, F(i) = F(i-1) + F(i-2) 7. Jumlahkan deret, JF=JF+F(i) 8. Tambahkan variabel i dengan 1, i= i + 1 9. Ulangi langkah 5 10. Cetak deret Fibonacci F dan jumlahnya JF
  • 39.
    Program : % Loopwhile % Untuk menghitung Deret Fibonacci % ================================ clc; disp('Program untuk Menghitung Deret Fobonacci') n=input('Input nilai n = '); F=[0 1]; JF=1;i=3;
  • 40.
    while i<=n F(i)=F(i-1)+F(i-2); JF=JF+F(i); i=i+1; end disp(['F =',num2str(F)]) disp(['Jumlah = ',num2str(JF)])
  • 41.
    4. Kontrol Breakdan Continue • Buat program untuk menginput data n maksimum 10. Jika lebih, maka hentikan proses. Jika kurang dari 10, lanjutkan proses. Untuk i=1 s/d 5, proses perintah dalam perulangan, Jika i>5, keluar dari loop
  • 42.
    Program : clc; disp('Contoh Penggunaanbreak dan continue') disp('=================================') disp(' ') n=input('Input nilai n (maks 10) = '); if (n>10) disp('Anda menginput data lebih dari 10') break; end
  • 43.
    for i=1:n if (i<=5) fprintf('Nilai%i lebih kecil atau sama dengan dari 5 n',i); continue; end fprintf('Nilai %i. lebih besar dari 5 n',i); end
  • 44.
    Latihan : 1. Buatprogram untuk menghitung luas, keliling, dan volume balok. 2. Buat program untuk menghitung n faktorial dengan menggunakan kontrol while-end. 3. Buat program untuk menghitung y=x2 untuk nilai x=-n sampai n
  • 45.