Implementasi Moderasi
Beragama
Direktorat Jenderal
Pendidikan Islam
Kementerian Agama RI
Kebijakan
Pengertian
sebuah komitmen bersama untuk menjaga
keseimbangan yang paripurna, di mana
setiap warga masyarakat, apapun suku, etnis,
budaya, agama, dan pilihan politiknya harus
mau saling mendengarkan satu sama lain,
serta saling belajar melatih kemampuan
mengelola dan mengatasi perbedaan di
antara mereka
Mengapa MB Penting?
• Menyadari bahwa perbedaan adalah Sunnatullah
• Keanekaragaman adalah “fitrah” bangsa
• Pancasila adalah cermin nilai asli masyarakat
• Bangsa Indonesia adalah beragama
Mengajarkan agama yang ramah, toleran dan
menghargai keberagaman
Moderasi; Landasan & Ada di Mana?
• Moderasi sebagai sikap jalan tengah atau sikap
keberagamaan yang paling ideal?
• Jika dimakna “Posisi Tengah”, siapa yang dipinggir?
Moderat EkstremLiberal
Konservatif ??Mu’tazilah ??
Syi’ah ?? Fanatis/Ekstrem???KAPITALISME ( ? )
KOMUNISME ( ? )
Moderasi à Sikap Keberagamaan Terbaik
• Al-Hallaj dengan tasawuf falsafi yang mengembangkan wahdatul wujud à
persatuan antara hamba dengan Tuhan. Sehingga ketika terjadi
penyatuan, dia tidak sadar dengan kemanusiaannya. Akibatnya, Khalifah
saat itu menghukum mati.
• Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam manaqib-nya menyatakan
“Seandainya aku sezaman dengan Al-Hallaj, maka akan aku bimbing ia agar
tidak tersesat.”
• Rasulullah Saw adalah praktik keberagamaan terbaik. Dalam kajian
tasawuf, meski dirinya mengalami “wahdatul wujud” atau “ittihad”, tapi ia
tetap sadar dengan aspek kemanusiaannya. Dia tetap moderat.
• Kesimpulan: Moderasi dalam beragama berarti mengikuti praktik Nabi
Muhammad Saw.
MODERASI, SEBERAPA PERLU?
Mengapa Perlu Diseminasi MB?
• Kajian beberapa penelitian,
Lembaga Pendidikan
memegang peran sentral dalam
mendisemimasikan MB
• Perhatikan peta opini dan aksi
radikalisme pada slide
selanjutnya!!
Hasil Penelitian PPIM UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta
kerjasama dengan Convey
– UNDP tahun 2017
Potensi
Radikalisme;
5-10 Tahun ke
depan,
Sebagian
Mereka akan
Menjadi ASN
Hasil Penelitian PPIM UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta
kerjasama dengan Convey
– UNDP tahun 2017
Potensi
Radikalisme;
5-10 Tahun ke
depan,
Sebagian
Mereka akan
Menjadi ASN
SIKAP MODERAT
IMPLEMENTASI MODERASI
Hub. Agama & Negara Hub. Antar Umat
Agama
Hub. Inter Pemeluk
Agama
Penjelasan [1]
• Pancasila bersumberkan dari ajaran Islam
• Setiap Sila dapat ditelusuri dalil-nya dalam ajaran kitab Suci
• Mengamalkan Pancasila = Mengamalkan Islam
• Aturan turunan pancasila à aturan Islam meski tidak
menyebut sebagai hukum Islam (ex. UU Perkawinan)
• Jika sebuah negara sudah menerbitkan aturan kental
dengan nilai syariah à negara Islam
• Orang yang melawan negara Islam à pemberontak (fiqh:
bughat). Dalam fiqh, pembelot halal untuk ditindak
(ditangkap, dibunuh).
• Jika ada sekelompok orang ingin mengganti dengan syariah
Islam à redundant/pengulangan. Itu berarti mubadzir
• Manusia memang diciptakan berbeda-beda.
(“Sekiranya Allah menghendaki, niscaya
kamu dijadikan-Nya satu umat (saja),
tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap
pemberian-Nya [QS Al-Maidah: 48])
• Berbeda-beda adalah sunnatullah
• Agama adalah bentuk perjalanan dan
pengalaman manusia dalam mencari Tuhannya
• Kita harus sadar atas perbedaan tersebut
Penjelasan [2]
• Perbedaan satu pendapat dalam mazhab,
tidak menafikan pendapat yang lainnya. (Al-
ijtihad la yunqadzu bil ijtihad, ijtihad tidak
bisa dihapuskan dengan ijtihad lainnya);
• Perbedaan mazhab adalah bukti kekayaan
khazanah Islam;
• Selama memiliki dalil, seseorang dilarang
mengkafirkan atau membid’ahkan
sekelompok yang berbeda pendapat. (Man
kaffara laqad kafara, barang siapa yang
mengkafirkan seseorang, sungguh ia telah
menjadi kafir)
Penjelasan [3]
GERAK LANGKAH PENDIS
Paradigma Program
• Program “memutus” mata rantai
masyarakat dari sumber-sumber
berkembangnya pola pikir radikal;
• membangun sinergi lintas
Kementerian/lembaga, karena
opini dan aksi ekstremisme
beragama memasuki memori lintas
usia dan lintas lapisan sosial;
PETA LANGKAH IMPLEMENTASI MODERASI BERAGAMA
Penyiapan Instruktur
Nasional Terintegrasi
Membekali
Wawasan MB
Instruktur
Menugaskan
Instruktur
Regulasi MB
Memberikan
Penguatan
wawasan MB
Insersi MB
dalam kurikulum
Pendidikan
Menyusun
Materi/Modul/Buku
Moderasi
Insersi MB dalam setiap
pertemuan/kegiatanReview Kurikulum
Pendidikan berbasis
MB
Kementerian
Koordinator
PENYIAPA
N INSTR
UKTUR
KEBI
JAKAN
KON
TEN
Penindakan:
Jika ASN tidak bisa
disadarkan, pilihan
terakhir dapat
dilakukan Pemecatan
“Terwujudnya Pendidikan Islam
yang inovatif, berdaya saing
global dan menjadi rujukan serta
destinasi dunia dalam studi Islam
yang Rahmatan lil Alamin”
VISI PENDIDIKAN ISLAM 2020-2024
1. Memperkuat mutu pendidikan Islam yang
memperkokoh karakter dan akhlakul karimah.
2. Mewujudkan pemahaman dan pengamalan agama
Islam Rahmatan Lil ‘Alamin
3. Memperkuat kapasitas lembaga pendidikan Islam
sebagai destinasi dan pusat kajian Islam dunia.
4. Mewujudkan integrasi Islam dan sains yang inovatif
dan berdaya saing
5. Meningkatkan Efektivitas Tata Kelola Pendidikan
Islam.
MISI PENDIDIKAN ISLAM
Visi Direktorat
1. Memperkuat mutu pendidikan Agama Islam yang memperkokoh
karakter dan akhlakul karimah, untuk mewujudkan pemahaman
dan pengamalan agama Islam yang moderat
2. Memperkuat kapasitas Pesantren dan Pendidikan Keagamaan
Islam sebagai pusat kajian Tafaqquh fiddin, moderasi beragama
dan pengembagan life skills untuk memantapkan kemandirian
3. Meningkatkan mutu pembelajaran Madrasah, untuk menghasilkan
lulusan yang berkarakter, moderat, berakhlakul karimah dan
berdaya saing
4. Menjadikan PTKI sebagai pusat pendidikan dan kajian Islam
moderat dengan mengokohkan model integrasi Islam dan sains
yang inovatif dan berdaya saing
5. Meningkatkan mutu dan tata kelola guru dan tenaga kependidikan
berbasis kebutuhan dan kinerja untuk menghasilkan lulusan yang
berkarakter, moderat, berakhlakul karimah dan berdaya saing.
6. Meningkatkan Efektivitas Tata Kelola untuk memperkuat
Pemenuhan SPM , Strategi Pembiayaan , Pemanfaatan Anggaran,
dan Sinkronisasi Data Pendidikan Islam.
Jakarta, 10
PAI
PD PONTREN
KSKK
PTKI
GTK
SEKRETARIAT
TERIMA KASIHDIREKTORAT JENDERAL
PENDIDIKAN ISLAM

2020 Moderasi WI_Kepsek

  • 1.
  • 2.
    Pengertian sebuah komitmen bersamauntuk menjaga keseimbangan yang paripurna, di mana setiap warga masyarakat, apapun suku, etnis, budaya, agama, dan pilihan politiknya harus mau saling mendengarkan satu sama lain, serta saling belajar melatih kemampuan mengelola dan mengatasi perbedaan di antara mereka
  • 3.
    Mengapa MB Penting? •Menyadari bahwa perbedaan adalah Sunnatullah • Keanekaragaman adalah “fitrah” bangsa • Pancasila adalah cermin nilai asli masyarakat • Bangsa Indonesia adalah beragama Mengajarkan agama yang ramah, toleran dan menghargai keberagaman
  • 4.
  • 5.
    • Moderasi sebagaisikap jalan tengah atau sikap keberagamaan yang paling ideal? • Jika dimakna “Posisi Tengah”, siapa yang dipinggir? Moderat EkstremLiberal Konservatif ??Mu’tazilah ?? Syi’ah ?? Fanatis/Ekstrem???KAPITALISME ( ? ) KOMUNISME ( ? )
  • 6.
    Moderasi à SikapKeberagamaan Terbaik • Al-Hallaj dengan tasawuf falsafi yang mengembangkan wahdatul wujud à persatuan antara hamba dengan Tuhan. Sehingga ketika terjadi penyatuan, dia tidak sadar dengan kemanusiaannya. Akibatnya, Khalifah saat itu menghukum mati. • Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam manaqib-nya menyatakan “Seandainya aku sezaman dengan Al-Hallaj, maka akan aku bimbing ia agar tidak tersesat.” • Rasulullah Saw adalah praktik keberagamaan terbaik. Dalam kajian tasawuf, meski dirinya mengalami “wahdatul wujud” atau “ittihad”, tapi ia tetap sadar dengan aspek kemanusiaannya. Dia tetap moderat. • Kesimpulan: Moderasi dalam beragama berarti mengikuti praktik Nabi Muhammad Saw.
  • 7.
  • 8.
    Mengapa Perlu DiseminasiMB? • Kajian beberapa penelitian, Lembaga Pendidikan memegang peran sentral dalam mendisemimasikan MB • Perhatikan peta opini dan aksi radikalisme pada slide selanjutnya!!
  • 9.
    Hasil Penelitian PPIMUIN Syarif Hidayatullah Jakarta kerjasama dengan Convey – UNDP tahun 2017 Potensi Radikalisme; 5-10 Tahun ke depan, Sebagian Mereka akan Menjadi ASN
  • 10.
    Hasil Penelitian PPIMUIN Syarif Hidayatullah Jakarta kerjasama dengan Convey – UNDP tahun 2017 Potensi Radikalisme; 5-10 Tahun ke depan, Sebagian Mereka akan Menjadi ASN
  • 11.
  • 12.
    IMPLEMENTASI MODERASI Hub. Agama& Negara Hub. Antar Umat Agama Hub. Inter Pemeluk Agama
  • 13.
    Penjelasan [1] • Pancasilabersumberkan dari ajaran Islam • Setiap Sila dapat ditelusuri dalil-nya dalam ajaran kitab Suci • Mengamalkan Pancasila = Mengamalkan Islam • Aturan turunan pancasila à aturan Islam meski tidak menyebut sebagai hukum Islam (ex. UU Perkawinan) • Jika sebuah negara sudah menerbitkan aturan kental dengan nilai syariah à negara Islam • Orang yang melawan negara Islam à pemberontak (fiqh: bughat). Dalam fiqh, pembelot halal untuk ditindak (ditangkap, dibunuh). • Jika ada sekelompok orang ingin mengganti dengan syariah Islam à redundant/pengulangan. Itu berarti mubadzir
  • 14.
    • Manusia memangdiciptakan berbeda-beda. (“Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya [QS Al-Maidah: 48]) • Berbeda-beda adalah sunnatullah • Agama adalah bentuk perjalanan dan pengalaman manusia dalam mencari Tuhannya • Kita harus sadar atas perbedaan tersebut Penjelasan [2]
  • 15.
    • Perbedaan satupendapat dalam mazhab, tidak menafikan pendapat yang lainnya. (Al- ijtihad la yunqadzu bil ijtihad, ijtihad tidak bisa dihapuskan dengan ijtihad lainnya); • Perbedaan mazhab adalah bukti kekayaan khazanah Islam; • Selama memiliki dalil, seseorang dilarang mengkafirkan atau membid’ahkan sekelompok yang berbeda pendapat. (Man kaffara laqad kafara, barang siapa yang mengkafirkan seseorang, sungguh ia telah menjadi kafir) Penjelasan [3]
  • 16.
  • 17.
    Paradigma Program • Program“memutus” mata rantai masyarakat dari sumber-sumber berkembangnya pola pikir radikal; • membangun sinergi lintas Kementerian/lembaga, karena opini dan aksi ekstremisme beragama memasuki memori lintas usia dan lintas lapisan sosial;
  • 18.
    PETA LANGKAH IMPLEMENTASIMODERASI BERAGAMA Penyiapan Instruktur Nasional Terintegrasi Membekali Wawasan MB Instruktur Menugaskan Instruktur Regulasi MB Memberikan Penguatan wawasan MB Insersi MB dalam kurikulum Pendidikan Menyusun Materi/Modul/Buku Moderasi Insersi MB dalam setiap pertemuan/kegiatanReview Kurikulum Pendidikan berbasis MB Kementerian Koordinator PENYIAPA N INSTR UKTUR KEBI JAKAN KON TEN Penindakan: Jika ASN tidak bisa disadarkan, pilihan terakhir dapat dilakukan Pemecatan
  • 19.
    “Terwujudnya Pendidikan Islam yanginovatif, berdaya saing global dan menjadi rujukan serta destinasi dunia dalam studi Islam yang Rahmatan lil Alamin” VISI PENDIDIKAN ISLAM 2020-2024
  • 20.
    1. Memperkuat mutupendidikan Islam yang memperkokoh karakter dan akhlakul karimah. 2. Mewujudkan pemahaman dan pengamalan agama Islam Rahmatan Lil ‘Alamin 3. Memperkuat kapasitas lembaga pendidikan Islam sebagai destinasi dan pusat kajian Islam dunia. 4. Mewujudkan integrasi Islam dan sains yang inovatif dan berdaya saing 5. Meningkatkan Efektivitas Tata Kelola Pendidikan Islam. MISI PENDIDIKAN ISLAM
  • 21.
    Visi Direktorat 1. Memperkuatmutu pendidikan Agama Islam yang memperkokoh karakter dan akhlakul karimah, untuk mewujudkan pemahaman dan pengamalan agama Islam yang moderat 2. Memperkuat kapasitas Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam sebagai pusat kajian Tafaqquh fiddin, moderasi beragama dan pengembagan life skills untuk memantapkan kemandirian 3. Meningkatkan mutu pembelajaran Madrasah, untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter, moderat, berakhlakul karimah dan berdaya saing 4. Menjadikan PTKI sebagai pusat pendidikan dan kajian Islam moderat dengan mengokohkan model integrasi Islam dan sains yang inovatif dan berdaya saing 5. Meningkatkan mutu dan tata kelola guru dan tenaga kependidikan berbasis kebutuhan dan kinerja untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter, moderat, berakhlakul karimah dan berdaya saing. 6. Meningkatkan Efektivitas Tata Kelola untuk memperkuat Pemenuhan SPM , Strategi Pembiayaan , Pemanfaatan Anggaran, dan Sinkronisasi Data Pendidikan Islam. Jakarta, 10 PAI PD PONTREN KSKK PTKI GTK SEKRETARIAT
  • 22.