Memahami Makna
Moderasi Beragama
Disadur dari materi Direktorat Jenderal
Pendidikan Islam Kementerian Agama RI
Kompetensi dasar yang harus dimiliki setelah mengikuti sesi moderasi beragama
pada SD adalah peserta dapat menggali nilia-nilai moderasi beragama dalam
materi PAI sebagai program unggulan untuk meningkatkan kualitas diri dan
layanan Pendidikan Agama Islam di sekolah dalam rangka meningkatkan mutu
Guru Pendidikan Agama Islam.
Indikator keberhasilan materi moderasi beragama pada SD adalah meningkatkan
kompetensi guru PAI untuk:
 Memiliki komitmen terhadap prinsip-prinsip berbangsa dan bernegara
berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan Cinta Tanah Air.
 Memiliki sikap toleransi, yakni sikap menghormati perbedaan, memberi ruang
orang lain untuk berkeyakinan, mengekspresikan keyakinannya, dan
menyampaikan pendapat, menghargai kesetaraan dan sedia bekerjasama,
 Menolak tindakan seseorang atau kelompok tertentu yang menggunakan cara-
cara kekerasan, baik secara fisik maupun verbal, dalam mengusung perubahan
yang diinginkan,
 Penerimaan dan ramah terhadap tradisi dan budaya lokal dalam perilaku
keagamaannya, sejauh tidak bertentangan dengan pokok ajaran agama.
PETA MODERASI
DAN RADIKALISME
Peta Opini Radikalisme Pelajar
Sangat Intoleran
Intoleran
Netral
Toleran
Sangat Toleran
Hasil Penelitian PPIM UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta
kerjasama dengan Convey
– UNDP tahun 2017
Potensi
Radikalisme;
5-10 Tahun ke
depan,
Sebagian
Mereka akan
Menjadi ASN
S 0 ( a /era
U/ara
ra2 a Te)gah
v*g4a&ar/a
Bal$
F T T
Peta Aksi Intoleransi Pelajar
A ceh
S 0 ( a /era
U/ara
R$a0
S 0 ( a /era
Bara/
r a ( b $
Ba)g&a
Bel$/0)g
S 0 ( a /era
Ke+0la0a)
R$a0
Kal$(a)/a)
Bara/
Kal$(a)/a)
Te)gah
Kal$(a)/a)
T $(0r
Kal$(a)/a)
U/ara
Kal$(a)/a)
Sela/a)
Sela/a)
DKI ra&ar/a
r a 2 a Bara/
ra2 a T $(0r
F T B
Pa+0a
Bara/
S0la2es$
U/ara
S0la2es$
Te)gah
Pa+0a
S0la2es$
Bara/
S0la2es$
Sela/a)
Mal0&0
U/ara
Mal0&0
Hasil Penelitian PPIM UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta
kerjasama dengan Convey
– UNDP tahun 2017
Potensi
Radikalisme;
5-10 Tahun ke
depan,
Sebagian
Mereka akan
Menjadi ASN
Sangat Intoleran
Intoleran
Netral
Toleran
Sangat Toleran
Moderasi,
Ada di Mana?
Moderat Radikal
Liberal
Konservatif ??
M
u’tazilah ??
• Moderasi sebagai sikap jalan tengah atau
sikap keberagamaan yang paling ideal?
• Jika dimakna “Posisi Tengah”, siapa yang
dipinggir?
Syi’ah ?? Fanatis/Ekstrem???
Moderasi  Sikap Keberagamaan Terbaik
• Al-Hallaj dengan tasawuf falsafi yang mengembangkan wahdatul wujud
  persatuan antara hamba dengan Tuhan. Sehingga ketika terjadi penyatuan,
dia tidak sadar dengan kemanusiaannya. Akibatnya, Khalifah saat itu
menghukum mati.
• Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam manaqib-nya menyatakan “Seandainya
aku sezaman dengan Al-Hallaj, maka akan aku bimbing ia agar tidak
tersesat.”
• Rasulullah Saw adalah praktik keberagamaan terbaik. Dalam kajian
tasawuf, meski dirinya mengalami “wahdatul wujud” atau “ittihad”, tapi ia
tetap sadar dengan aspek kemanusiaannya. Dia tetap moderat.
• Kesimpulan: Moderasi dalam beragama berarti mengikuti praktik Nabi
Muhammad Saw.
INDIKATOR RADIKAL
Indikatorradikal
Hub. Agama & Negara Hub. Antar Umat
Agama
Hub. Inter Pemeluk
Agama
Penjelasan [1]
• Pancasila bersumberkan dari ajaran Islam
• Setiap Sila dapat ditelusuri dalil-nya dalam ajaran kitab Suci
• Mengamalkan Pancasila = Mengamalkan Islam
• Aturan turunan pancasila  aturan Islam meski tidak
menyebut sebagai hukum Islam (ex. UU Perkawinan)
• Jika sebuah negara sudah menerbitkan aturan kental
dengan nilai syariah  negara Islam
• Orang yang melawan negara Islam  pemberontak (fiqh:
bughat). Dalam fiqh, pembelot halal untuk ditindak
(ditangkap, dibunuh).
• Jika ada sekelompok orang ingin mengganti dengan syariah
Islam  redundant/pengulangan. Itu berarti mubadzir
• Manusia memang diciptakan berbeda-beda.
(“Sekiranya Allah menghendaki, niscaya
kamu dijadikan-Nya satu umat (saja),
tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap
pemberian-Nya [QS Al-Maidah: 48])
• Berbeda-beda adalah sunnatullah
• Agama adalah bentuk perjalanan dan
pengalaman manusia dalam mencari Tuhannya
• Kita harus sadar atas perbedaan tersebut
Penjelasan [2]
• Perbedaan satu pendapat dalam mazhab,
tidak menafikan pendapat yang lainnya.
(Al-ijtihad la yunqadzu bil ijtihad, ijtihad
tidak bisa dihapuskan dengan ijtihad
lainnya);
• Perbedaan mazhab adalah bukti kekayaan
khazanah Islam;
• Selama memiliki dalil, seseorang dilarang
mengkafirkan atau membid’ahkan
sekelompok yang berbeda pendapat. (Man
kaffara laqad kafara, barang siapa yang
mengkafirkan seseorang, sungguh ia telah
menjadi kafir)
Penjelasan [3]
Mengapa Moderasi Beragama Penting?
• Menyadari bahwa perbedaan adalah Sunnatullah
• Keanekaragaman adalah fitrah bangsa
• Pancasila adalah cermin nilai asli masyarakat
• Bangsa Indonesia adalah beragama
Mengajarkan agama yang ramah, toleran dan
menghargai keberagaman
GERAK LANGKAH
Paradigma Program
• Program “memutus” mata rantai
masyarakat dari sumber-sumber
berkembangnya pola pikir radikal;
• membangun sinergi lintas
Kementerian/lembaga, karena
opini dan aksi radikalisme
memasuki memori lintas usia dan
lintas lapisan sosial;
PETA LANGKAH IMPLEMENTASI MODERASI
BERAGAMA
Penyiapan
Instruktur
Terintegrasi
Membekali
Wawasan Islam
Moderat
Instruktur
Menugaskan
Instruktur
Regulan Moderasi
Beragama
Memberikan
Penguatan
wawasan Moderasi
beragama
Insersi Moderasi
dalam kurikulum
Pendidikan
Menyusun Materi/
Modul/BukuModerasi Insersi Moderasi dalam
setiap pertemuan/kegiatan
Review Kurikulum
Pendidikan berbasis
moderasi
Kementerian
Koordinator
PENYIAP
AN
INSTR
UKTUR
KEBI
JAKAN
KON
TEN
Penindakan:
Jika ASN tidak bisa
disadarkan, pilihan
terakhir dapat
dilakukan Pemecatan
Bahan Tayang Moderasi Beragama.pptx

Bahan Tayang Moderasi Beragama.pptx

  • 1.
    Memahami Makna Moderasi Beragama Disadurdari materi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI
  • 2.
    Kompetensi dasar yangharus dimiliki setelah mengikuti sesi moderasi beragama pada SD adalah peserta dapat menggali nilia-nilai moderasi beragama dalam materi PAI sebagai program unggulan untuk meningkatkan kualitas diri dan layanan Pendidikan Agama Islam di sekolah dalam rangka meningkatkan mutu Guru Pendidikan Agama Islam. Indikator keberhasilan materi moderasi beragama pada SD adalah meningkatkan kompetensi guru PAI untuk:  Memiliki komitmen terhadap prinsip-prinsip berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan Cinta Tanah Air.  Memiliki sikap toleransi, yakni sikap menghormati perbedaan, memberi ruang orang lain untuk berkeyakinan, mengekspresikan keyakinannya, dan menyampaikan pendapat, menghargai kesetaraan dan sedia bekerjasama,  Menolak tindakan seseorang atau kelompok tertentu yang menggunakan cara- cara kekerasan, baik secara fisik maupun verbal, dalam mengusung perubahan yang diinginkan,  Penerimaan dan ramah terhadap tradisi dan budaya lokal dalam perilaku keagamaannya, sejauh tidak bertentangan dengan pokok ajaran agama.
  • 3.
  • 4.
    Peta Opini RadikalismePelajar Sangat Intoleran Intoleran Netral Toleran Sangat Toleran Hasil Penelitian PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kerjasama dengan Convey – UNDP tahun 2017 Potensi Radikalisme; 5-10 Tahun ke depan, Sebagian Mereka akan Menjadi ASN
  • 5.
    S 0 (a /era U/ara ra2 a Te)gah v*g4a&ar/a Bal$ F T T Peta Aksi Intoleransi Pelajar A ceh S 0 ( a /era U/ara R$a0 S 0 ( a /era Bara/ r a ( b $ Ba)g&a Bel$/0)g S 0 ( a /era Ke+0la0a) R$a0 Kal$(a)/a) Bara/ Kal$(a)/a) Te)gah Kal$(a)/a) T $(0r Kal$(a)/a) U/ara Kal$(a)/a) Sela/a) Sela/a) DKI ra&ar/a r a 2 a Bara/ ra2 a T $(0r F T B Pa+0a Bara/ S0la2es$ U/ara S0la2es$ Te)gah Pa+0a S0la2es$ Bara/ S0la2es$ Sela/a) Mal0&0 U/ara Mal0&0 Hasil Penelitian PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kerjasama dengan Convey – UNDP tahun 2017 Potensi Radikalisme; 5-10 Tahun ke depan, Sebagian Mereka akan Menjadi ASN Sangat Intoleran Intoleran Netral Toleran Sangat Toleran
  • 6.
  • 7.
    Moderat Radikal Liberal Konservatif ?? M u’tazilah?? • Moderasi sebagai sikap jalan tengah atau sikap keberagamaan yang paling ideal? • Jika dimakna “Posisi Tengah”, siapa yang dipinggir? Syi’ah ?? Fanatis/Ekstrem???
  • 8.
    Moderasi  SikapKeberagamaan Terbaik • Al-Hallaj dengan tasawuf falsafi yang mengembangkan wahdatul wujud   persatuan antara hamba dengan Tuhan. Sehingga ketika terjadi penyatuan, dia tidak sadar dengan kemanusiaannya. Akibatnya, Khalifah saat itu menghukum mati. • Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam manaqib-nya menyatakan “Seandainya aku sezaman dengan Al-Hallaj, maka akan aku bimbing ia agar tidak tersesat.” • Rasulullah Saw adalah praktik keberagamaan terbaik. Dalam kajian tasawuf, meski dirinya mengalami “wahdatul wujud” atau “ittihad”, tapi ia tetap sadar dengan aspek kemanusiaannya. Dia tetap moderat. • Kesimpulan: Moderasi dalam beragama berarti mengikuti praktik Nabi Muhammad Saw.
  • 9.
  • 10.
    Indikatorradikal Hub. Agama &Negara Hub. Antar Umat Agama Hub. Inter Pemeluk Agama
  • 11.
    Penjelasan [1] • Pancasilabersumberkan dari ajaran Islam • Setiap Sila dapat ditelusuri dalil-nya dalam ajaran kitab Suci • Mengamalkan Pancasila = Mengamalkan Islam • Aturan turunan pancasila  aturan Islam meski tidak menyebut sebagai hukum Islam (ex. UU Perkawinan) • Jika sebuah negara sudah menerbitkan aturan kental dengan nilai syariah  negara Islam • Orang yang melawan negara Islam  pemberontak (fiqh: bughat). Dalam fiqh, pembelot halal untuk ditindak (ditangkap, dibunuh). • Jika ada sekelompok orang ingin mengganti dengan syariah Islam  redundant/pengulangan. Itu berarti mubadzir
  • 12.
    • Manusia memangdiciptakan berbeda-beda. (“Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya [QS Al-Maidah: 48]) • Berbeda-beda adalah sunnatullah • Agama adalah bentuk perjalanan dan pengalaman manusia dalam mencari Tuhannya • Kita harus sadar atas perbedaan tersebut Penjelasan [2]
  • 13.
    • Perbedaan satupendapat dalam mazhab, tidak menafikan pendapat yang lainnya. (Al-ijtihad la yunqadzu bil ijtihad, ijtihad tidak bisa dihapuskan dengan ijtihad lainnya); • Perbedaan mazhab adalah bukti kekayaan khazanah Islam; • Selama memiliki dalil, seseorang dilarang mengkafirkan atau membid’ahkan sekelompok yang berbeda pendapat. (Man kaffara laqad kafara, barang siapa yang mengkafirkan seseorang, sungguh ia telah menjadi kafir) Penjelasan [3]
  • 14.
    Mengapa Moderasi BeragamaPenting? • Menyadari bahwa perbedaan adalah Sunnatullah • Keanekaragaman adalah fitrah bangsa • Pancasila adalah cermin nilai asli masyarakat • Bangsa Indonesia adalah beragama Mengajarkan agama yang ramah, toleran dan menghargai keberagaman
  • 15.
  • 16.
    Paradigma Program • Program“memutus” mata rantai masyarakat dari sumber-sumber berkembangnya pola pikir radikal; • membangun sinergi lintas Kementerian/lembaga, karena opini dan aksi radikalisme memasuki memori lintas usia dan lintas lapisan sosial;
  • 17.
    PETA LANGKAH IMPLEMENTASIMODERASI BERAGAMA Penyiapan Instruktur Terintegrasi Membekali Wawasan Islam Moderat Instruktur Menugaskan Instruktur Regulan Moderasi Beragama Memberikan Penguatan wawasan Moderasi beragama Insersi Moderasi dalam kurikulum Pendidikan Menyusun Materi/ Modul/BukuModerasi Insersi Moderasi dalam setiap pertemuan/kegiatan Review Kurikulum Pendidikan berbasis moderasi Kementerian Koordinator PENYIAP AN INSTR UKTUR KEBI JAKAN KON TEN Penindakan: Jika ASN tidak bisa disadarkan, pilihan terakhir dapat dilakukan Pemecatan