Direktorat GTK Madrasah
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
Kementerian Agama Republik Indonesia
TOLERANSI DALAM KEBERAGAMAN
1
Dr.Hj. Zetty Azizatun Ni’mah,
M.Pd.I
- Guru SKI MAN 1 Kota Kediri
- WAKA Humas MAN 1 Kota Kediri
- DLB IAIN Kediri
- Penulis Buku Moderasi Beragama
- Alumni TOT Moderasi Beragama PUSDIKLAT
Kemenag RI 2022
- Instruktur Nasional Moderasi Beragama (Komponen 3
MEQR Madrasah Reform 2022)
- Instruktur Nasional AKMI (Komponen 2 MEQR
Madrasah Reform 2022)
- Juri Lomba Video Pendek Moderasi Beragama bagi
Guru RA-MA Tk Nasional Kemenag RI 2021
- Penulis Buku-buku Referensi keagamaan
- Penilai Buku Pendidikan Agama Puslitbang Kemenag RI
2021, 2022
- Ketua Redaksi Jurnal REVORMA
- Aktivis Pergunu dan ISNU Kota Kediri
- Pengasuh Pondok Pesantren ULULALBAB Kota Kediri
S1 : PAI STAIN KEDIRI 2004
S2: PAI STAIN KEDIRI 2013
S3: PAI BSI UIN MALIKI MALANG
1 TUJUAN
TUJUAN YANG INGIN
DICAPAI
Memahami urgensi
moderasi beragama
di madrasah
Memahami konsep
moderasi beragama
Mengimplementasikan
nilai-nilai moderasi
beragama di madrasah
LANGKAH KEGIATAN
2
2
LANGKAH KEGIATAN
(120’)
PENGANTAR DAN
BRAINSTORMING
(10’)
DISKUSI
KELOMPOK
(20’)
REFLEKSI/
FEEDBACK
(10’)
PRESENTASI
MATERI
(60’)
TANYA
JAWAB
(10’)
PRESENTASI
KELOMPOK
(10’)
Brainstorming 1
?
MENGAPA SIKAP MODERASI DALAM
BERAGAMA SANGAT PENTING
https://www.menti.com/alp6kab9hdkc
8234 0057
PRESENTASI MATERI
3
KEBERAGAMAN BANGSA INDONESIA
01
02
03
3 TANTANGAN KEHIDUPAN KEAGAMAAN SAAT INI
Menguatnya pandangan, sikap, dan perilaku
keagamaan eksklusif yang bersemangat menolak
perbedaan dan menyingkirkan kelompok lain
Tingginya angka kekerasan bermotif
agama yang disebabkan pandangan,
sikap, dan cara beragama yang eksklusif
Berkembangnya semangat beragama yang
tidak selaras dengan kecintaan berbangsa
dalam bingkai NKRI
Kisah pak Dita sekeluarga
Berkembangnya cara pandang, sikap dan
praktik beragama yang berlebihan (ekstrem),
yang mengesampingkan martabat
kemanusiaan
Brainstorming 2
?
MENGAPA ADA ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN
EKSTREME DENGAN MENGATASNAMAKAN AGAMA SEPERTI
PADA SLIDE DI ATAS?
https://www.menti.com/alho1dad2yjm
8234 0057
ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN EKSTREME,
KARENA MENGANDALKAN ASUMSI-ASUMSI
UDAR ASUMSI
MEMBANGUN PERSPEKTIF
Mengembangkan proses berpikir yang kita miliki,
membuat keputusan berdasarkan Fakta
untuk beralih dari sebuah fakta ke sebuah tindakan
juga menguji pemikiran orang lain
demi mencapai kesimpulan yang lebih baik
secara bersama-sama
Yang harus dilakukan adalah:
Reflective Learning: Pembelajaran mendalam dengan kritis
Reflective Loop: Pembelajaran dengan komprehensif
Langkah
Reflective Learning - Reflective Loop:
Taking Action
Planning Action
Diagnosis Action
Evaluating Action
APA YANG HARUS KITA
HINDARI DAN WASPADAI
BIAS KOGNITIF
bias sistematis dalam memandang dunia dan
kehidupan pada sistem berpikir kita. Ia akan
mempengaruhi proses pengambilan keputusan yang
muncul dari cara orang memproses informasi
6 BENTUK BIAS KOGNITIF
Egocentric Memory
Mengingat bukti yang
menguatkan pendapatnya
dan melupakan bukti yang
tidak mendukung
pendapatnya
Egocentric Myopia
Melihat sesuatu hanya
dari sudut pandangnya
Egocentric Righteousness
Menganggap diri paling benar/hebat
Egocentric Hypocrisy
Menerapkan standar ganda
kepada orang lain
Egocentric
Oversimplification
Terlalu menyederhanakan
masalah
Egocentric Blindness
Tidak memperhatikan bukti
yang berlawanan dengan
keyakinannya
KERAGAMAN BANGSA INDONESIA
MELALUI MODERASI BERAGAMA
RAGAM TAFSIR
KEBENARAN
AKIBATNYA TERJADI:
- Pergeseran tatanan nilai
sosial bangsa,
- Kekeringan nilai spiritual
- Segresi / Pemisahan
- individu yang ekstreme
POTENSI KONFLIK
Harus dihindari dan atau diselesaikan
KERAGAMAN INDONESIA:
Agama, budaya, etnis, dll
PERLU PEREKAT:
3 DIMENSI UKHUWAH:
1. UKHUWAH BASYARIAH
“persatuan atas dasar kemanusiaan”
2. UKHUWAH ISLAMIYAH
“persatuan atas dasar agama”
3. UKHUWAH WATHONIYAH
“persatuan atas dasar kebangsaan”
Brainstorming 3
?
APA YANG DIMAKSUD DENGAN MODERASI
BERAGAMA DAN APA SAJA INDIKATOR NILAI-NILAI
MODERASI BERAGAMA
Rumusan: Moderasi Beragama
Moderasi beragama
sesungguhnya merupakan
kunci terciptanya toleransi
dan kerukunan, baik di
tingkat lokal, nasional,
maupun global.
MODERASI, menurut kamus bahasa:
• Bahasa Indonesia: 1. pengurangan kekerasan dan 2. penghindaran
keekstreman.
• Bahasa Latin: ke-sedang-an (tidak kelebihan dan tidak kekurangan).
• Bahasa Inggris: core (inti, esensi), standard (etika).
• Bahasa Arab: wasath atau wasathiyah, yang memiliki padanan makna
dengan kata tawassuth (tengah-tengah), i’tidal (adil), dan tawazun
(berimbang).
8
Cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam
kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan
esensi ajaran agama – yang melindungi martabat
kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum –
berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati
konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa
AGAMA TIDAK BOLEH DIMODERASIKAN
karena agama itu sendiri telah mengajarkan
prinsip moderasi, keadilan, dan
keseimbangan (Al Baqarah:143)
BUKAN AGAMANYA YANG HARUS
DIMODERASI, tetapi cara pandang, sikap, dan
pemahaman umat beragama dalam
menjalankan agamanya yang harus
dimoderasi
TIDAK ADA AGAMA YANG MENGAJARKAN
EKSTRIMISME, INTOLERANSI yang ada hanya
penganut agama dalam memahami dan
menjalankan ajaran agamanya secara
ekstrem yang mendasarkan pada ragam tafsir
Moderasi Be-
ragama
Bukan
Moderasi Agama
4 INDIKATOR NILAI MODERASI
BERAGAMA
PENGHORMATAN
TERHADAP TRADISI
Orang-­
orang yang moderat memiliki
kecenderungan lebih ramah dalam penerimaan
tradisi dan budaya lokal dalam perilaku
keagamaannya, sejauh tidak bertentangan dengan
pokok ajaran agama.
TOLERANSI
Sikap untuk memberi ruang dan tidak
mengganggu hak orang lain untuk
berkeyakinan, mengekspresikan
keyakinannya, dan menyampaikan pendapat,
meskipun hal tersebut berbeda dengan apa
yang kita yakini. Jadi toleransi mengacu pada
sikap terbuka, lapang dada, sukarela, dan
lembut dalam menerima perbedaan
ANTI KEKERASAN
Menolak cara-cara kekerasan dalam
menyelesaikan masalah, misalnya
dalam melakukan perubahan yang
diinginkan
KOMITMEN
KEBANGSAAN
Penerimaan terhadap prinsip-­
prinsip berbangsa
yang tertuang dalam Konstitusi UUD 1945 dan
regulasi di bawahnya. Indikator inilah yang
sering juga dipergunakan sebagai indikator
ekstremisme yang biasanya memiliki pandangan
ingin mengubah sistem sosial dan politik yang
sudah ada dan menghujat Pancasila sebagai
thaghut Beragama
Moderasi
Teraktualisasikan
1 2
3
4
9 KATA KUNCI MODERASI BERAGAMA
Kemanusiaan
Kemaslahatan Umum
Adil
Berimbang
Taat Konstitusi
Komitmen Kebangsaan
Toleransi
Anti Kekerasan
Penghormatan kepada Tradisi
1
2
3
4
5
6
7
8
9
1-4:
Definisi moderasi
beragama
5-9:
Nilai moderasi
beragama
6 IMPLEMENTASI DI MADRASAH
KMA No. 184 / 2019 tentang Pedoman “Implementasi Moderasi Beragama”
1
Setiap guru mata
pelajaran wajib
menanamkan nilai
moderasi beragama
Penanaman nilai moderasi
beragama kepada peserta didik
bersifat hidden curriculum dalam
bentuk pembiasaan,
pembudayaan dan pemberdayaan
dalam kehidupan sehari-hari
2 3
Tidak harus tertuang dalam administrasi
pembelajaran guru (RPP), namun guru wajib
mengkondisikan suasana kelas dan melakukan
pembiasaan yang memungkinkan terbentuknya
budaya berfikir moderat dalam beragama serta
menyampaikan pesan moral kepada peserta didik
3 4 5 6
Tidak menjadi mata pelajaran sendiri,
tetapi muatannya sudah terintegrasi di
dalam semua mata pelajaran, terutama
pada rumpun maple PAI (Al-Quran dan
Hadits, Fikih, atau Akidah Akhlak atau
Tasawuf, dan SKI dan pada jenjang MA ada
pelajaran Tafsir/Ilmu Tafsir dan Ushul Fikih
Disisipkan pada pengajaran
bahasa Arab di lingkungan
madrasah
Secara substantif masuk
ke dalam sub-sub bab
yang ada di semua mata
pelajaran baik tersirat
maupun tersurat
STRATEGI IMPLEMENTASI
MODERASI BERAGAMA DI MADRASAH
Peraturan
Dirjen Pendis
No. 7272 /
2019)
Menyisipkan (insersi)
muatan moderasi dalam
setiap materi yang
relevan.
Implementasinya lebih
ditekankan pada aspek
bagaimana substansi
tersebut dikaitkan
dengan spirit moderasi
beragama dan dapat
diterapkan di dalam
kehidupan sehari-hari
Mengoptimalkan
pendekatan-pendekatan
pembelajaran yang dapat
melahirkan cara berfikir
kritis, bersikap
menghargai perbedaan,
menghargai pendapat
orang lain, toleran,
demokratis, berani
menyampaikan gagasan,
sportif dan bertanggung
jawab (metode diskusi,
jigsaw, PJBL, PBL, dsb)
Menyelenggarakan
program pendidikan,
pelatihan dan
pembekalan
tertentu dengan
tema khusus tentang
moderasi beragama
TERIMA KASIH
Guru HEBAT
Siswa CERDAS
Madrasah BERMARTABAT
Madrasah MANDIRI BERPRESTASI

725879454-Moderasi-Beragama-PPT-Ringkes.pdf

  • 1.
    Direktorat GTK Madrasah DirektoratJenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia TOLERANSI DALAM KEBERAGAMAN
  • 2.
    1 Dr.Hj. Zetty AzizatunNi’mah, M.Pd.I - Guru SKI MAN 1 Kota Kediri - WAKA Humas MAN 1 Kota Kediri - DLB IAIN Kediri - Penulis Buku Moderasi Beragama - Alumni TOT Moderasi Beragama PUSDIKLAT Kemenag RI 2022 - Instruktur Nasional Moderasi Beragama (Komponen 3 MEQR Madrasah Reform 2022) - Instruktur Nasional AKMI (Komponen 2 MEQR Madrasah Reform 2022) - Juri Lomba Video Pendek Moderasi Beragama bagi Guru RA-MA Tk Nasional Kemenag RI 2021 - Penulis Buku-buku Referensi keagamaan - Penilai Buku Pendidikan Agama Puslitbang Kemenag RI 2021, 2022 - Ketua Redaksi Jurnal REVORMA - Aktivis Pergunu dan ISNU Kota Kediri - Pengasuh Pondok Pesantren ULULALBAB Kota Kediri S1 : PAI STAIN KEDIRI 2004 S2: PAI STAIN KEDIRI 2013 S3: PAI BSI UIN MALIKI MALANG
  • 3.
  • 4.
    TUJUAN YANG INGIN DICAPAI Memahamiurgensi moderasi beragama di madrasah Memahami konsep moderasi beragama Mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama di madrasah
  • 5.
  • 6.
  • 7.
    Brainstorming 1 ? MENGAPA SIKAPMODERASI DALAM BERAGAMA SANGAT PENTING https://www.menti.com/alp6kab9hdkc 8234 0057
  • 8.
  • 9.
  • 10.
    01 02 03 3 TANTANGAN KEHIDUPANKEAGAMAAN SAAT INI Menguatnya pandangan, sikap, dan perilaku keagamaan eksklusif yang bersemangat menolak perbedaan dan menyingkirkan kelompok lain Tingginya angka kekerasan bermotif agama yang disebabkan pandangan, sikap, dan cara beragama yang eksklusif Berkembangnya semangat beragama yang tidak selaras dengan kecintaan berbangsa dalam bingkai NKRI
  • 12.
    Kisah pak Ditasekeluarga Berkembangnya cara pandang, sikap dan praktik beragama yang berlebihan (ekstrem), yang mengesampingkan martabat kemanusiaan
  • 14.
    Brainstorming 2 ? MENGAPA ADAORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN EKSTREME DENGAN MENGATASNAMAKAN AGAMA SEPERTI PADA SLIDE DI ATAS? https://www.menti.com/alho1dad2yjm 8234 0057
  • 15.
    ORANG YANG MELAKUKANTINDAKAN EKSTREME, KARENA MENGANDALKAN ASUMSI-ASUMSI
  • 16.
    UDAR ASUMSI MEMBANGUN PERSPEKTIF Mengembangkanproses berpikir yang kita miliki, membuat keputusan berdasarkan Fakta untuk beralih dari sebuah fakta ke sebuah tindakan juga menguji pemikiran orang lain demi mencapai kesimpulan yang lebih baik secara bersama-sama
  • 17.
    Yang harus dilakukanadalah: Reflective Learning: Pembelajaran mendalam dengan kritis Reflective Loop: Pembelajaran dengan komprehensif Langkah Reflective Learning - Reflective Loop: Taking Action Planning Action Diagnosis Action Evaluating Action
  • 18.
    APA YANG HARUSKITA HINDARI DAN WASPADAI BIAS KOGNITIF bias sistematis dalam memandang dunia dan kehidupan pada sistem berpikir kita. Ia akan mempengaruhi proses pengambilan keputusan yang muncul dari cara orang memproses informasi
  • 19.
    6 BENTUK BIASKOGNITIF Egocentric Memory Mengingat bukti yang menguatkan pendapatnya dan melupakan bukti yang tidak mendukung pendapatnya Egocentric Myopia Melihat sesuatu hanya dari sudut pandangnya Egocentric Righteousness Menganggap diri paling benar/hebat Egocentric Hypocrisy Menerapkan standar ganda kepada orang lain Egocentric Oversimplification Terlalu menyederhanakan masalah Egocentric Blindness Tidak memperhatikan bukti yang berlawanan dengan keyakinannya
  • 20.
    KERAGAMAN BANGSA INDONESIA MELALUIMODERASI BERAGAMA RAGAM TAFSIR KEBENARAN AKIBATNYA TERJADI: - Pergeseran tatanan nilai sosial bangsa, - Kekeringan nilai spiritual - Segresi / Pemisahan - individu yang ekstreme POTENSI KONFLIK Harus dihindari dan atau diselesaikan KERAGAMAN INDONESIA: Agama, budaya, etnis, dll PERLU PEREKAT: 3 DIMENSI UKHUWAH: 1. UKHUWAH BASYARIAH “persatuan atas dasar kemanusiaan” 2. UKHUWAH ISLAMIYAH “persatuan atas dasar agama” 3. UKHUWAH WATHONIYAH “persatuan atas dasar kebangsaan”
  • 21.
    Brainstorming 3 ? APA YANGDIMAKSUD DENGAN MODERASI BERAGAMA DAN APA SAJA INDIKATOR NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA
  • 22.
    Rumusan: Moderasi Beragama Moderasiberagama sesungguhnya merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. MODERASI, menurut kamus bahasa: • Bahasa Indonesia: 1. pengurangan kekerasan dan 2. penghindaran keekstreman. • Bahasa Latin: ke-sedang-an (tidak kelebihan dan tidak kekurangan). • Bahasa Inggris: core (inti, esensi), standard (etika). • Bahasa Arab: wasath atau wasathiyah, yang memiliki padanan makna dengan kata tawassuth (tengah-tengah), i’tidal (adil), dan tawazun (berimbang). 8 Cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama – yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum – berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa
  • 23.
    AGAMA TIDAK BOLEHDIMODERASIKAN karena agama itu sendiri telah mengajarkan prinsip moderasi, keadilan, dan keseimbangan (Al Baqarah:143) BUKAN AGAMANYA YANG HARUS DIMODERASI, tetapi cara pandang, sikap, dan pemahaman umat beragama dalam menjalankan agamanya yang harus dimoderasi TIDAK ADA AGAMA YANG MENGAJARKAN EKSTRIMISME, INTOLERANSI yang ada hanya penganut agama dalam memahami dan menjalankan ajaran agamanya secara ekstrem yang mendasarkan pada ragam tafsir Moderasi Be- ragama Bukan Moderasi Agama
  • 24.
    4 INDIKATOR NILAIMODERASI BERAGAMA PENGHORMATAN TERHADAP TRADISI Orang-­ orang yang moderat memiliki kecenderungan lebih ramah dalam penerimaan tradisi dan budaya lokal dalam perilaku keagamaannya, sejauh tidak bertentangan dengan pokok ajaran agama. TOLERANSI Sikap untuk memberi ruang dan tidak mengganggu hak orang lain untuk berkeyakinan, mengekspresikan keyakinannya, dan menyampaikan pendapat, meskipun hal tersebut berbeda dengan apa yang kita yakini. Jadi toleransi mengacu pada sikap terbuka, lapang dada, sukarela, dan lembut dalam menerima perbedaan ANTI KEKERASAN Menolak cara-cara kekerasan dalam menyelesaikan masalah, misalnya dalam melakukan perubahan yang diinginkan KOMITMEN KEBANGSAAN Penerimaan terhadap prinsip-­ prinsip berbangsa yang tertuang dalam Konstitusi UUD 1945 dan regulasi di bawahnya. Indikator inilah yang sering juga dipergunakan sebagai indikator ekstremisme yang biasanya memiliki pandangan ingin mengubah sistem sosial dan politik yang sudah ada dan menghujat Pancasila sebagai thaghut Beragama Moderasi Teraktualisasikan 1 2 3 4
  • 25.
    9 KATA KUNCIMODERASI BERAGAMA Kemanusiaan Kemaslahatan Umum Adil Berimbang Taat Konstitusi Komitmen Kebangsaan Toleransi Anti Kekerasan Penghormatan kepada Tradisi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1-4: Definisi moderasi beragama 5-9: Nilai moderasi beragama
  • 26.
    6 IMPLEMENTASI DIMADRASAH KMA No. 184 / 2019 tentang Pedoman “Implementasi Moderasi Beragama” 1 Setiap guru mata pelajaran wajib menanamkan nilai moderasi beragama Penanaman nilai moderasi beragama kepada peserta didik bersifat hidden curriculum dalam bentuk pembiasaan, pembudayaan dan pemberdayaan dalam kehidupan sehari-hari 2 3 Tidak harus tertuang dalam administrasi pembelajaran guru (RPP), namun guru wajib mengkondisikan suasana kelas dan melakukan pembiasaan yang memungkinkan terbentuknya budaya berfikir moderat dalam beragama serta menyampaikan pesan moral kepada peserta didik 3 4 5 6 Tidak menjadi mata pelajaran sendiri, tetapi muatannya sudah terintegrasi di dalam semua mata pelajaran, terutama pada rumpun maple PAI (Al-Quran dan Hadits, Fikih, atau Akidah Akhlak atau Tasawuf, dan SKI dan pada jenjang MA ada pelajaran Tafsir/Ilmu Tafsir dan Ushul Fikih Disisipkan pada pengajaran bahasa Arab di lingkungan madrasah Secara substantif masuk ke dalam sub-sub bab yang ada di semua mata pelajaran baik tersirat maupun tersurat
  • 27.
    STRATEGI IMPLEMENTASI MODERASI BERAGAMADI MADRASAH Peraturan Dirjen Pendis No. 7272 / 2019) Menyisipkan (insersi) muatan moderasi dalam setiap materi yang relevan. Implementasinya lebih ditekankan pada aspek bagaimana substansi tersebut dikaitkan dengan spirit moderasi beragama dan dapat diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari Mengoptimalkan pendekatan-pendekatan pembelajaran yang dapat melahirkan cara berfikir kritis, bersikap menghargai perbedaan, menghargai pendapat orang lain, toleran, demokratis, berani menyampaikan gagasan, sportif dan bertanggung jawab (metode diskusi, jigsaw, PJBL, PBL, dsb) Menyelenggarakan program pendidikan, pelatihan dan pembekalan tertentu dengan tema khusus tentang moderasi beragama
  • 28.
    TERIMA KASIH Guru HEBAT SiswaCERDAS Madrasah BERMARTABAT Madrasah MANDIRI BERPRESTASI