Skip to main content
تَعْرِيْفُ الْ قُرْن )F 1(
KALAM ALLAH ( (كَلاَمُ اللِ 
• Al-Qur’an bukan kalam Nabi Muhammad 
SAW, tapi itu WAHYU ALLAH (53:4) 
• Bukan kalam malaikat Jibril 
• Tapi kalam Allah, kalimat-kalimat yang 
berasal dari Allah, firman Allah 
• Dan al-Qur’an bukan makhluk (seperti 
pendapat Mu’tazilah yang menimbulkan 
fitnah besar pada masa itu)
Nabi yang Ummi 
• Allah telah merancang satu situasi untuk 
menegaskan bahwa Al-Qur’an itu benar-benar 
kalam Allah: Penerimanya 
(Rasulullah SAW) adalah seorang yang 
tidak dapat membaca dan menulis 
• Jika dapat membaca  dituduh menukil 
dari kitab lain 
• Jika dapat menulis  dituduh tulisan Nabi 
SAW
Kesaksian Al-Walid bin 
Mughirah 
• Tidak! Demi Allah dia bukanlah seorang dukun. Kita telah melihat 
bagaimana kondisi para dukun sedangkan yang dikatakannya bukan 
seperti komat-kamit ataupun sajak (mantera-mantera) para dukun 
• Tidak! Demi Allah! dia bukan seorang yang gila. Kita telah 
mengetahui esensi gila dan telah mengenalnya sedangkan yang 
dikatakannya bukan dalam kategori ketercekikan, kerasukan ataupun 
was-was sebagaimana kondisi kegilaan tersebut 
• Dia bukan seorang Penya'ir. Kita telah mengenal semua bentuk sya'ir; 
rajaz, hazaj, qaridh, maqbudh dan mabsuth-nya sedangkan yang 
dikatakannya bukanlah sya'ir 
• Dia bukanlah seorang Tukang sihir. Kita telah melihat para tukang 
sihir dan jenis-jenis sihir mereka sedangkan yang dikatakannya 
bukanlah jenis nafts (hembusan) ataupun 'uqad (buhul-buhul) mereka
Memiliki MU’JIZAT ( (اَلْمُعْجِزُ 
• Mu’jizat artinya melemahkan musuh-musuh Allah 
• Mu’jizat para nabi sebelumnya berupa mu’jizat 
yang dapat dilihat oleh mata 
– Tongkat Nabi Musa AS 
– Unta Nabi Sholih AS 
• Tapi mu’jizat terbesar Nabi SAW adalah al- 
Qur’an: mu’jizat bahasa (pemikiran), yang perlu 
dipahami 
ini berlaku sampai hari kiamat
Diturunkan kepada Hati Nabi 
Muhammad SAW ( (اَلْمُنَزَّلُ عَلَى ق لبِ مُحَمَّ د 
Lauh Mahfuzh 
Langit Dunia 
(Jibril) 
HATI Rasul 
SAW
LAUH 
• Ibnu Abbas: Lauh adalah lembaran dari mutiara 
putih 
– panjangnya sama dengan jarak antara bumi dan langit 
– lebarnya sama dengan jarak antara masyriq dan 
maghrib, 
– kedua sisinya dari mutiara dan yaqut 
– sampulnya dari yaqut merah 
– qalam (pena)nya dari cahaya 
– kalamNya telah tertulis di ‘Arsy 
– pokoknya berada di pangkuan malaikat
DIPERCAYA (AL-AMIN) 
Allah Rabbul ‘Alamin 
Ruh AL-AMIN 
Hati Muhammad 
AL-AMIN
Menerima dengan Hati 
• Sebagaimana turunnya kepada hati Nabi 
SAW, maka kita pun menerima al-Qur’an 
dengan hati kita, sebelum akal kita 
• Karena sebelum membaca atau tadabbur al- 
Qur’an mesti bersihkan hati kita agar dapat 
menerimanya dengan baik 
– Ikhlas karena Allah 
– Khusyu’ dalam membaca
Ditulis secara Mutawatir 
(اَلْمَنْقُوْلُ إِلَيْنَا بِالتَّوَ اترُِ ) 
• Mutawatir = orang banyak 
• Saat al-Qur’an turun, Rasulullah SAW selalu 
memerintahkan para sahabat untuk menuliskannya 
• Para sahabat pun kemudian menghafalnya 
• Sehingga al-Qur’an diulang-ulang dalam 
membaca oleh semua sahabat 
• Setiap Ramadhan pun malaikat Jibril 
mendengarkan bacaan Rasul SAW 
• Saat ditulis kembali pada zaman Abu Bakar pun 
disepakati oleh semua sahabat
Bernilai Ibadah ketika 
Membacanya ( (اَلْمُتَعَبِ دُ بِ تلاَوَتِهِ 
• Ini beda al-Qur’an dengan kitab lainnya 
• Membaca saja tanpa mengerti sudah dinilai 
ibadah yang pahalanya 10 kebaikan/huruf 
مَنْ قَ رَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ ا ه للَِّ فَ لَهُ بِهِ حَ سَنَةٌ وَالَْْسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْ ثَالِِاَ لََ أَقُولُ 
الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلََمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ 
Siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka 
baginya satu kebaikan dan setiap kebaikan digandakan 10 
kalinya. Aku tidak mengatakan bahwa alif-laam-miim itu satu 
huruf. Akan tetapi alif satu huruf, laam satu huruf, dan miim 
satu huruf. (HR Tirmidzi)
Definisi Lengkap AL-QUR’AN 
Kalam Allah yang memiliki mu’jizat 
yang diturunkan kepada hati 
Muhammad SAW 
yang ditulis secara mutawatir, 
bernilai ibadah bila membacanya
تَعْرِيْفُ الْقُرْن )F 1( 
كَلاَمُ اللِ 
اَلْمُعْجِزُ 
اَلْقُرن اَلْمُنَزَّلُ عَلَى قَلْبِ مُحَمَّ د 
اَلْمَنْقُوْلُ إِلَيْنَا بِالتَّوَ اترُِ 
اَلْمُتَعَب دُ بِتِلاَوَتِهِ