بِسْمِ ا ه للَِّ الهرحْ منِ اِ الهرمِ مِ 
IMAN KEPADA KITAB-KITAB 
ALLAH 
Oleh : Anita Debby, Gita Pinasti, Maysie Claudy 
dan Ruri Rahmaniar
1. Pengertian Iman Kepada Kitab 
Allah 
Menurut 
Bahasa 
Iman 
Kepada 
Allah 
Kitab 
Buku. Surah 
Kiriman 
Secara Terminologi 
Meyakini bahwa Allah SWT telah 
menurunkan kitab-kitab-Nya kepada 
para rasul-Nya agar kitan-kitab-Nya 
itu dijadikan sebagai pedoman hidup 
umat manusia agar mereka 
memperoleh kebahagiaan dunia dan 
akhirat 
Iman 
Percara
2. Kitab-kitab yang diturunkan oleh 
Allah SWT 
Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa ada 4 kitab 
Allah SWT. Taurat diturunkan kepada Nabi 
Musa A.S, Zabur kepada Nabi Daud A.S, Injil 
kepada Nabi Isa A.S, dan Al-Qur’an kepada 
Nabi Muhammad SAW.
 Kitab Taurat 
Kitab Taurat diwahyukan Allah swt kepada Nabi Musa as di bukit Tursina (Mesir 
) sekitar abad 12 sebelum Masehi. Pokok ajaran kitab Taurat berisi tentang 
aqidah (tauhid)dan hukum-hukum syariat. 
Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di 
dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan 
kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi.” (Q.S. Al-Maaidah 
44).
 Kitab Zabur 
Kitab zabur diwhyukan Allah swt kepada Nabi Daud a.s. sekitar abad ke- 10 
Sebelum Masehi di daerah Yerussalaem. Pokok ajaran kitab Zabur berisi 
tentang zikir, nasihat, dan hikmah, tidak memuat hukum-hukum syariat. Kitab 
zaburmerupakan petunjuk bagaimana Nabi Daud a.s. agar bertauhid kepada 
Allah swt. 
Artinya: “Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di 
bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas 
sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud.” (Q.S. Al-Israa : 
55)
 Kitab Injil 
Kitab Injil diwahyukan Allah swt. kepada Nabi Isa a.s. sekitar abad pertama 
masehi didaerah Yerussalem ( Israel ). Pokok ajaran kitab Injil sama dengan 
kitab-kitab sebelumnya,namun sebagian menghapus hukum-hukum yang 
tertera dalam kitab Taurat yang tidaksesuai pada zaman itu sehingga kitab Injil 
yang asli tidak diketahui lagi beredaannya. 
Kandungan kitab Injil 
a.Seruan bertauhid kepada Allah swt. 
b. Ajaran hidup zuhud dan menjauhi kerakusan terhadap dunia 
c. Menghapus sebagian hukum taurat yang tidak sesuai lagi dengan 
zaman 
d. Terdapat keterangan bahwa kelak akan datang utusan Allah swt yang 
terakhir bernamaAhmad atau Muhammad untuk menyempurnakan 
ajaran parapendahulunya.
Artinya : 
“Dan Kami iringkan jejak mereka (Nabi-Nabi Bani Israil) dengan Isa putra Maryam, 
membenarkan kitab yang sebelumnya yaitu : Taurat. Dan Kami telah memberikan 
kepadanya Kitab Injil” 
(Q.S. Al-Maaidah : 46)
 Kitab Al-Qur’an 
Al Qur’an diwahyukan Allah swt. kepada Nabi Muhammad SAW. pada abad ke 
-6 masehi didua kota Mekah dan Madinah. Isinya berupa, syariat yang 
menghapuskan sebagian isi kitab-kitab terdahulu yang tidak sesuai dengan 
zaman. 
Kandungan kitab Al Qur’an 
a. Aqidah 
b. Syariah 
c. Muamalah 
d. Akhlaq 
e. Janji dan ancaman 
f. Tarikh ( sejarah umat yang lampau ) 
Kitab Al-Qur’an ini abadi, berlaku untuk sepanjang masa, sebab isinya 
lengkap, menyeluruh (universal), dan dapat, menjawab permasalahan yang 
terjadi sepanjang masa.
كَانَ النَّاسُ أمَُّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللهُ النَّبِي ينَ مُ بَ شرِينَ وَمُنذِرِينَ وَأَنزَلَ مَعَهُمُ الْكِ تَابَ بِالْحَ قِ 
لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ وَمَا اخْت لَفَ فِيهِ إِلاَّ الَّذِينَ أوُتوُهُ مِن بَعْدِ مَاجَآءَتْهُمُ 
الْبَي نَاتُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ فَهَدَى اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا لمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَ قِ بِإِذْنِهِ وَ اللهُ يَهْ دِي 
} مَن يَشَآءُ إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ } 213 
“Manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah 
mengutus para Nabi, sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan 
Allah menurunkan bersama mereka kitab dengan benar, untuk memberi keputusan di 
antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih 
tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan keterangan yang nyata, 
karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang 
beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan 
kehendaknya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada 
jalan yang lurus.”
3. Keistimewaan Al-Qur’an 
 Al Quran terpeliharanya kemurnian sejak pertama kali 
diturunkan hingga akhir zaman Al Quran merupakan 
satu-satunya kitab suci yang masih asli dan murni isi 
dan ajaran-ajaranya walaupun sudah mencapai usia 
kurang lebih 15 abad lamanya. Allah berfirman : 
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِ كْرَ وَ إِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ 
Artinya : "Sesungguhnya kami telah menurunkan Al Quran dan sedungguhnya 
Kami tetap memelihara“(QS. Al Hijr:9)
Penulisan Al Quran itu di koordinir oleh Rasullullah SAW 
sendiri, sehingga kalau ada kekeliruan dapat langsung 
ditanyakan pada beliau. Disamping itu, banyak para 
sahabat yang menghafal Al Quran dengan bimbingan 
Rasulullah SAW. Dan usaha menghafal itu terus 
dilakukan hingga saat ini, sehingga pemalsuan mudah 
diketahui. 
 Al Quran memiliki susunan serta gaya bahasa yang 
sangat indah menakjubkan sehingga tidak mungkin ada 
yang menyainginya. Tidak ada seorangpun yang dapat 
menyainginya. Tidak ada seorang pun yang dapat 
menandingi keindahan dan keagunganya.
وَإِنْ كُنْتمُْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَ لَى عَبْدِنَا فَأْتوُا بِسُورَةٍ مِ نْ مِثْلِهِ 
وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللََِّّ إِنْ كُنْ تمُْ صَادِ يِِنَ 
Artinya : "Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur'an, yang Kami 
wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang 
semisal Al-Qur'an itu, dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah (untuk 
ikut membuatnya), jika kamu orang-orang yang memang benar." – (QS.2:23) 
لُِْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الإنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتوُا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآنِ لا يَأ توُنَ 
بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا 
"Katakanlah: 'Sesungguhnya, jika manusia dan jin berkumpul, untuk membuat 
yang serupa Al-Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang 
serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka, menjadi pembantu bagi 
sebagian yang lain." – (QS.17:88)
 Isinya bebas dari campur tangan manusia dan tidak ada 
yang saling bertentangan 
 Isi dan ajaranya sesuai dengan fitrah (kodrat) manusia. 
 Al Quran apabila kita baca sudah merupakan suatu 
ibadah 
 Al Quran mudah dihafal, dipahami dan diamalkan. (QS. 
Al Qomar : 17) 
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِ كْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِ ر 
Artinya : "Dan sesungguhnya, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran, 
maka adakah orang yang mengambil pelajaran." – (QS.54:17)
 Isinya mencakup dan menyempurnakan ajaran-ajaran 
kitab-kitab sebelumnya. 
 Isi Al Quran juga ditujukan kepada semua umat 
manusia, tidak hanya untuk satu bangsa saja. (QS. 
Saba : 28) 
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَ نَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ 
Artinya : "Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad), melainkan kepada 
umat manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira, dan sebagai 
pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui." – 
(QS.34:28)
 Ajarannya sangat universal, sehingga berlaku untuk 
segala bangsa dan segala zaman serta memberi 
petunjuk dan pedoman yang lengkap, mendalam, dan 
mencakup semua kehidupan. 
 Al Quran mengandung prinsip persamaan derajat 
 Pembawanya (Muhammad) adalah orang yang ummi 
(tidak dapat membaca dan menulis) sehingga dapat 
membuktikan bahwa Al Quran itu benar-benar dari 
Allahbukan karangan manusia. 
 Diturunkanya Al Quran sebagai rahmat dari Allah. (QS. 
Al Isro':82)
وَنُنَ زلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِ نِينَ وَلا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلا خَسَارًا 
Artinya : "Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an, suatu yang menjadi penawar dan 
rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah 
kepada orang-orang yang zalim selain kerugian." – (QS.17:82)
4. Sejarah Penulisan Al-Qur’an 
Mushaf Al-Qur’an yang berada di tangan kita sekarang ini 
telah melalui proses yang panjang dan berliku-liku 
sehingga memakan waktu lebih dari 1400 tahun yang 
silam dan mempunyai latar belakang sejarah yang 
menarik untuk diketahui. Selain itu jaminan atas 
keotentikan Al-Qur’an termaktub dalam Al-Qur’an Surah 
Al-Hijr (9). 
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِ كْرَ وَ إِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ 
Artinya : "Sesungguhnya kami telah menurunkan Al Quran dan sedungguhnya 
Kami tetap memelihara“(QS. Al Hijr:9)
 Pada permulaan islam, kebanyakan orang arab adalah 
buta huruf. Sedikit sekali yang bisa membaca dan 
menulis. Mereka belum mengenal kertas, sehingga 
wahyu yang turun ditulis di pelepah kurma, batu, kulit, 
dan tulang hewan. Setelah mereka menakhlukkan 
Persia barulah mereka mengenal istilah kertas, dimana 
Rasulullah sudah wafat. 
 Pada masa Rasulullah, beliau menyuruh kepada para 
sahabat, setiap wahyu yang turun agar dihafal dan 
ditulis, bahkan beliau membuat peraturan, yaitu Al- 
Qur’an saja yang boleh dituliskan. Hadis atau pelajaran 
yang mereka dengar dari Rasulullah langsung tidak 
boleh ditulis.
 MENILIK SEJARAH PENULISAN AL-QUR’AN 
 Pada zaman Rasulullah 
a) Al jam’u fis sudur 
Para sahabat langsung menghafal di luar kepala. 
a) Al jam’u fis suthur 
Para sahabat menuliskan setiap wahyu yang 
dibacakan oleh Rasulullah di media yang ada yakni, 
pelepah kurma, batu, dan kulit serta tulang binatang.
 Pada zaman Khalifah Abu Bakar Ash-Siddiq 
Atas usulan Umar, khalifah memerintahkan Zaid bin 
Tsabit mengumpulkan Al-Qur’an yang masih tercecer 
agar diperiksa, diteliti dan dijadikan mushaf. 
 Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab 
Tidak ada pembukuan Al-Qur’an, melainkan beliau 
mengemban misi untuk menyebarkan islam dan 
mensosialisasikan sumber utama ajaran Al-Qur’an ke 
wilayah-wilayah daulah islam yang baru. 
 Pada zaman Khalifah Usman bin Affan 
Usman memerintahkan untuk menjalin dan menyatukan 
Al-Qur’an menjadi mushaf, yang jumlahnya ada 6 dan 
membakar setiap naskah selain mushaf. Mushaf yang 
ditulis belum menggunakan tanda baca.
 Pada zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib 
Mushaf yang tadinya belum ada tanda bacanya, atas 
usul dari seorang sahabat Abul Aswad Ad Duali tanda titik 
untuk menandai fathah, kasrah dan dhammah. 
 Pada masa Khalifah Al Makmun 
Al-Qur’an sudah ditulis dengan menggunakan tanda 
baca tajwid.
 Kesimpulan 
 Dari sejarah penulisan Al-Qur’an dengan melalui proses yang 
panjang dan berliku, dapat disimpulkan bahwa, Al-Qur’an 
yang ditulis di media pelepah kurma, batu, kulit, dan tulang 
binatang akhirnya diubah dengan menggunakan kertas, 
bahkan yang awalnya tanpa tanda baca, kemudian 
menggunakan tanda baca hingga tanda baca tajwid. 
 Terkait dengan munculnya mesin cetak, di Eropa setelah 
abad 16 Al-Qur’an mulai disetak untuk pertama kali di Jerman 
rahun 1694 Masehi. Kemudian umat islam memperbanyak 
mushaf Al-Qur’an yang pertama kali yaitu di Rusia kemudian 
di Iran (1838) di Turki (1877) dan pada tahun 1858 seorang 
orientalis Jerman FLUEGEL menerbitkan Al-Qur’an dilengkapi 
dengan pedoman, sayangnya edisi FLUEGEL ini 
mengandung cacat.
5. Hikmah beriman kepada Al- 
Qur’an

Iman kepada kitab kitab allah

  • 1.
    بِسْمِ ا هللَِّ الهرحْ منِ اِ الهرمِ مِ IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH Oleh : Anita Debby, Gita Pinasti, Maysie Claudy dan Ruri Rahmaniar
  • 2.
    1. Pengertian ImanKepada Kitab Allah Menurut Bahasa Iman Kepada Allah Kitab Buku. Surah Kiriman Secara Terminologi Meyakini bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada para rasul-Nya agar kitan-kitab-Nya itu dijadikan sebagai pedoman hidup umat manusia agar mereka memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat Iman Percara
  • 3.
    2. Kitab-kitab yangditurunkan oleh Allah SWT Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa ada 4 kitab Allah SWT. Taurat diturunkan kepada Nabi Musa A.S, Zabur kepada Nabi Daud A.S, Injil kepada Nabi Isa A.S, dan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.
  • 4.
     Kitab Taurat Kitab Taurat diwahyukan Allah swt kepada Nabi Musa as di bukit Tursina (Mesir ) sekitar abad 12 sebelum Masehi. Pokok ajaran kitab Taurat berisi tentang aqidah (tauhid)dan hukum-hukum syariat. Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi.” (Q.S. Al-Maaidah 44).
  • 5.
     Kitab Zabur Kitab zabur diwhyukan Allah swt kepada Nabi Daud a.s. sekitar abad ke- 10 Sebelum Masehi di daerah Yerussalaem. Pokok ajaran kitab Zabur berisi tentang zikir, nasihat, dan hikmah, tidak memuat hukum-hukum syariat. Kitab zaburmerupakan petunjuk bagaimana Nabi Daud a.s. agar bertauhid kepada Allah swt. Artinya: “Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud.” (Q.S. Al-Israa : 55)
  • 6.
     Kitab Injil Kitab Injil diwahyukan Allah swt. kepada Nabi Isa a.s. sekitar abad pertama masehi didaerah Yerussalem ( Israel ). Pokok ajaran kitab Injil sama dengan kitab-kitab sebelumnya,namun sebagian menghapus hukum-hukum yang tertera dalam kitab Taurat yang tidaksesuai pada zaman itu sehingga kitab Injil yang asli tidak diketahui lagi beredaannya. Kandungan kitab Injil a.Seruan bertauhid kepada Allah swt. b. Ajaran hidup zuhud dan menjauhi kerakusan terhadap dunia c. Menghapus sebagian hukum taurat yang tidak sesuai lagi dengan zaman d. Terdapat keterangan bahwa kelak akan datang utusan Allah swt yang terakhir bernamaAhmad atau Muhammad untuk menyempurnakan ajaran parapendahulunya.
  • 7.
    Artinya : “DanKami iringkan jejak mereka (Nabi-Nabi Bani Israil) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya yaitu : Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil” (Q.S. Al-Maaidah : 46)
  • 8.
     Kitab Al-Qur’an Al Qur’an diwahyukan Allah swt. kepada Nabi Muhammad SAW. pada abad ke -6 masehi didua kota Mekah dan Madinah. Isinya berupa, syariat yang menghapuskan sebagian isi kitab-kitab terdahulu yang tidak sesuai dengan zaman. Kandungan kitab Al Qur’an a. Aqidah b. Syariah c. Muamalah d. Akhlaq e. Janji dan ancaman f. Tarikh ( sejarah umat yang lampau ) Kitab Al-Qur’an ini abadi, berlaku untuk sepanjang masa, sebab isinya lengkap, menyeluruh (universal), dan dapat, menjawab permasalahan yang terjadi sepanjang masa.
  • 9.
    كَانَ النَّاسُ أمَُّةًوَاحِدَةً فَبَعَثَ اللهُ النَّبِي ينَ مُ بَ شرِينَ وَمُنذِرِينَ وَأَنزَلَ مَعَهُمُ الْكِ تَابَ بِالْحَ قِ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ وَمَا اخْت لَفَ فِيهِ إِلاَّ الَّذِينَ أوُتوُهُ مِن بَعْدِ مَاجَآءَتْهُمُ الْبَي نَاتُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ فَهَدَى اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا لمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَ قِ بِإِذْنِهِ وَ اللهُ يَهْ دِي } مَن يَشَآءُ إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ } 213 “Manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para Nabi, sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka kitab dengan benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendaknya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.”
  • 10.
    3. Keistimewaan Al-Qur’an  Al Quran terpeliharanya kemurnian sejak pertama kali diturunkan hingga akhir zaman Al Quran merupakan satu-satunya kitab suci yang masih asli dan murni isi dan ajaran-ajaranya walaupun sudah mencapai usia kurang lebih 15 abad lamanya. Allah berfirman : إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِ كْرَ وَ إِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ Artinya : "Sesungguhnya kami telah menurunkan Al Quran dan sedungguhnya Kami tetap memelihara“(QS. Al Hijr:9)
  • 11.
    Penulisan Al Quranitu di koordinir oleh Rasullullah SAW sendiri, sehingga kalau ada kekeliruan dapat langsung ditanyakan pada beliau. Disamping itu, banyak para sahabat yang menghafal Al Quran dengan bimbingan Rasulullah SAW. Dan usaha menghafal itu terus dilakukan hingga saat ini, sehingga pemalsuan mudah diketahui.  Al Quran memiliki susunan serta gaya bahasa yang sangat indah menakjubkan sehingga tidak mungkin ada yang menyainginya. Tidak ada seorangpun yang dapat menyainginya. Tidak ada seorang pun yang dapat menandingi keindahan dan keagunganya.
  • 12.
    وَإِنْ كُنْتمُْ فِيرَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَ لَى عَبْدِنَا فَأْتوُا بِسُورَةٍ مِ نْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللََِّّ إِنْ كُنْ تمُْ صَادِ يِِنَ Artinya : "Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur'an, yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur'an itu, dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah (untuk ikut membuatnya), jika kamu orang-orang yang memang benar." – (QS.2:23) لُِْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الإنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتوُا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآنِ لا يَأ توُنَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا "Katakanlah: 'Sesungguhnya, jika manusia dan jin berkumpul, untuk membuat yang serupa Al-Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka, menjadi pembantu bagi sebagian yang lain." – (QS.17:88)
  • 13.
     Isinya bebasdari campur tangan manusia dan tidak ada yang saling bertentangan  Isi dan ajaranya sesuai dengan fitrah (kodrat) manusia.  Al Quran apabila kita baca sudah merupakan suatu ibadah  Al Quran mudah dihafal, dipahami dan diamalkan. (QS. Al Qomar : 17) وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِ كْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِ ر Artinya : "Dan sesungguhnya, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran." – (QS.54:17)
  • 14.
     Isinya mencakupdan menyempurnakan ajaran-ajaran kitab-kitab sebelumnya.  Isi Al Quran juga ditujukan kepada semua umat manusia, tidak hanya untuk satu bangsa saja. (QS. Saba : 28) وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَ نَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ Artinya : "Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad), melainkan kepada umat manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira, dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui." – (QS.34:28)
  • 15.
     Ajarannya sangatuniversal, sehingga berlaku untuk segala bangsa dan segala zaman serta memberi petunjuk dan pedoman yang lengkap, mendalam, dan mencakup semua kehidupan.  Al Quran mengandung prinsip persamaan derajat  Pembawanya (Muhammad) adalah orang yang ummi (tidak dapat membaca dan menulis) sehingga dapat membuktikan bahwa Al Quran itu benar-benar dari Allahbukan karangan manusia.  Diturunkanya Al Quran sebagai rahmat dari Allah. (QS. Al Isro':82)
  • 16.
    وَنُنَ زلُ مِنَالْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِ نِينَ وَلا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلا خَسَارًا Artinya : "Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an, suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian." – (QS.17:82)
  • 17.
    4. Sejarah PenulisanAl-Qur’an Mushaf Al-Qur’an yang berada di tangan kita sekarang ini telah melalui proses yang panjang dan berliku-liku sehingga memakan waktu lebih dari 1400 tahun yang silam dan mempunyai latar belakang sejarah yang menarik untuk diketahui. Selain itu jaminan atas keotentikan Al-Qur’an termaktub dalam Al-Qur’an Surah Al-Hijr (9). إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِ كْرَ وَ إِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ Artinya : "Sesungguhnya kami telah menurunkan Al Quran dan sedungguhnya Kami tetap memelihara“(QS. Al Hijr:9)
  • 18.
     Pada permulaanislam, kebanyakan orang arab adalah buta huruf. Sedikit sekali yang bisa membaca dan menulis. Mereka belum mengenal kertas, sehingga wahyu yang turun ditulis di pelepah kurma, batu, kulit, dan tulang hewan. Setelah mereka menakhlukkan Persia barulah mereka mengenal istilah kertas, dimana Rasulullah sudah wafat.  Pada masa Rasulullah, beliau menyuruh kepada para sahabat, setiap wahyu yang turun agar dihafal dan ditulis, bahkan beliau membuat peraturan, yaitu Al- Qur’an saja yang boleh dituliskan. Hadis atau pelajaran yang mereka dengar dari Rasulullah langsung tidak boleh ditulis.
  • 19.
     MENILIK SEJARAHPENULISAN AL-QUR’AN  Pada zaman Rasulullah a) Al jam’u fis sudur Para sahabat langsung menghafal di luar kepala. a) Al jam’u fis suthur Para sahabat menuliskan setiap wahyu yang dibacakan oleh Rasulullah di media yang ada yakni, pelepah kurma, batu, dan kulit serta tulang binatang.
  • 20.
     Pada zamanKhalifah Abu Bakar Ash-Siddiq Atas usulan Umar, khalifah memerintahkan Zaid bin Tsabit mengumpulkan Al-Qur’an yang masih tercecer agar diperiksa, diteliti dan dijadikan mushaf.  Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab Tidak ada pembukuan Al-Qur’an, melainkan beliau mengemban misi untuk menyebarkan islam dan mensosialisasikan sumber utama ajaran Al-Qur’an ke wilayah-wilayah daulah islam yang baru.  Pada zaman Khalifah Usman bin Affan Usman memerintahkan untuk menjalin dan menyatukan Al-Qur’an menjadi mushaf, yang jumlahnya ada 6 dan membakar setiap naskah selain mushaf. Mushaf yang ditulis belum menggunakan tanda baca.
  • 21.
     Pada zamanKhalifah Ali bin Abi Thalib Mushaf yang tadinya belum ada tanda bacanya, atas usul dari seorang sahabat Abul Aswad Ad Duali tanda titik untuk menandai fathah, kasrah dan dhammah.  Pada masa Khalifah Al Makmun Al-Qur’an sudah ditulis dengan menggunakan tanda baca tajwid.
  • 22.
     Kesimpulan Dari sejarah penulisan Al-Qur’an dengan melalui proses yang panjang dan berliku, dapat disimpulkan bahwa, Al-Qur’an yang ditulis di media pelepah kurma, batu, kulit, dan tulang binatang akhirnya diubah dengan menggunakan kertas, bahkan yang awalnya tanpa tanda baca, kemudian menggunakan tanda baca hingga tanda baca tajwid.  Terkait dengan munculnya mesin cetak, di Eropa setelah abad 16 Al-Qur’an mulai disetak untuk pertama kali di Jerman rahun 1694 Masehi. Kemudian umat islam memperbanyak mushaf Al-Qur’an yang pertama kali yaitu di Rusia kemudian di Iran (1838) di Turki (1877) dan pada tahun 1858 seorang orientalis Jerman FLUEGEL menerbitkan Al-Qur’an dilengkapi dengan pedoman, sayangnya edisi FLUEGEL ini mengandung cacat.
  • 23.
    5. Hikmah berimankepada Al- Qur’an