Successfully reported this slideshow.

Sekelumit tentang Analisis Standar Belanja

5

Share

Loading in …3
×
1 of 12
1 of 12

Sekelumit tentang Analisis Standar Belanja

5

Share

Download to read offline

Description

Apakah ASB? Siapakah yang seharusnya menerapkannya?

Transcript

  1. 1. Rusman R. Manik 9361 swamandiri.wordpress.com | 081 668
  2. 2. Apakah ASB ? Penilaian KEWAJARAN atas BEBAN KERJA dan BIAYA yang digunakan untuk melaksanakan suatu KEGIATAN Dari definisi, ada 3 (tiga) hal yang dinilai pd sebuah KEGIATAN: 1 Apakah BEBAN KERJA wajar ? 2 Apakah BIAYA yg dianggarkan wajar ? 3 Apakah BIAYA wajar utk Beban Kerja tersebut ?
  3. 3. 3 ASB = salah satu penentu kinerja penerapan ABK ( = Anggaran Berbasis Kinerja) ABK : Kaitkanlah PENDANAAN dng KELUARAN yg diharapkan dari KEGIATAN, dan HASIL serta MANFAAT yg diharapkan, trmsk EFISIENSI dlm pencapaian HASIL dan KELUARAN. Ada 5 syarat penerapan ABK. Bila salah satunya belum kuat, maka penerapan ABK masih kurang optimal. Adanya ASB = salah satu dasar dalam penerapan ABK. Agar kita yakin bahwa pilihan kegiatan = pilihan yg 3E Persyaratan manakah yg belum ada di Daerah kita?
  4. 4. 4 Mungkinkah Pilihan Kegiatan SKPD = Pilihan yg 3E bila syarat berikut TIDAK ada ? 1 Indikator Kinerja 2 Capaian / Target Kinerja 3 Standar Satuan Harga 4 Standar Pelayanan Minimal 5 ANALISIS STANDAR BELANJA Persyaratan manakah yg belum ada di SKPD atau Daerah kita?
  5. 5. Aspek apakah yg dinilai pada Penilaian Kewajaran BEBAN KERJA ? Aspek yang dinilai 1. Kaitan logis antara kegiatan diusulkan dgn sasaran pembangunan pada KUA dan PPA, 2. Kesesuaian antara program dan kegiatan yg diusulkan dgn TUPOKSI SKPD, dan 3. Kemampuan SKPD utk melaksanakan program dan kegiatan dng tingkat pencapaian yg diinginkan dlm jangka waktu 1 tahun anggaran.
  6. 6. Aspek apakah yg dinilai pada Penilaian Kewajaran BIAYA ? Aspek yang dinilai 1. Kaitan antara biaya yg dianggarkan dgn target pencapaian kinerja, 2. Kaitan antara standar biaya dng harga yg berlaku, 3. Kaitan antara biaya yg dianggarkan dan target pencapaian kinerja dng sumber dana.
  7. 7. Intinya, dengan ASB akan didapatkan: USULAN kegiatan SKPD yang: • Ekonomis • Efisien • Efektif Bukan kegiatan yg asal usul, tetapi KEGIATAN yg 3E
  8. 8. Siapakah yang SEHARUSNYA melakukan ASB ? • Justeru SKPD pengusul yang seharusnya melakukan analisis standar belanja. • Bukan TAPD, melalui Bappeda atau Dinas Pengelola Keuangan. • Hasil ASB dari SKPD pengusul = dasar pertimbangannya utk MENGAJUKAN dan MEMPERTAHANKAN usulan kegiatan.
  9. 9. Dengan hasil ASB yg dilakukan sendiri oleh SKPD, maka: SKPD pengusul: • Punya ALASAN yg kuat utk meyakinkan TAPD, bila SKPD ybs. memang BERNIAT menghasilkan Better Service dengan Lower Cost.
  10. 10. Bagaimana SKPD melakukan Analisis Standar Belanja? CARA SEDERHANA: jawablah pertanyaan ini . . . 1 Apakah usulan kegiatan TERKAIT ERAT dng sasaran spesifik dlm KUA/PPAS? Buktikan! 2 Apakah usulan kegiatan TERKAIT ERAT dng TUPOKSI SKPD? Buktikan! 3 Apakah SKPD MAMPU melaksanakan kegiatan yg diusulkan? Tunjukkan rencana detail pelaksanaannya.
  11. 11. Bagaimana SKPD melakukan Analisis Standar Belanja? 4 Apakah RAB kegiatan merupakan nilai yg paling optimal untuk mencapai target pencapaian kinerja? Buktikan dan tunjukkan kegiatan alternatif yg cenderung lebih mahal. 5 Apakah standar biaya yg digunakan dlm penyusunan RAB kegiatan sesuai dng SSH yang sah? Buktikan ! 6 Apakah RAB yg dianggarkan sudah tepat sumberdana? Buktikan !
  12. 12. Apakah perlu ada panduan khusus untuk menerapkan ASB oleh tiap SKPD? Harus ada PANDUAN agar: 1. Tiap SKPD dpt melakukan ASB secara mandiri dng prosedur baku yg sama. 2. Bila prosedur ASB sudah baku, maka hasilnya dapat diterima dng tingkat keyakinan yg lebih tinggi. 3. Diawal penerapannya, TAPD tetap perlu melakukan KONFIRMASI thdp hasil ASB tersebut. 4. Di Panduan dpt dijelaskan: “Penerapan ASB secara Mandiri oleh SKPD” merupakan salah satu bentuk SPIP ttg perencanaan di SKPD ybs. SPIP = Sistem Pengendalian Internal Pemerintah

Description

Apakah ASB? Siapakah yang seharusnya menerapkannya?

Transcript

  1. 1. Rusman R. Manik 9361 swamandiri.wordpress.com | 081 668
  2. 2. Apakah ASB ? Penilaian KEWAJARAN atas BEBAN KERJA dan BIAYA yang digunakan untuk melaksanakan suatu KEGIATAN Dari definisi, ada 3 (tiga) hal yang dinilai pd sebuah KEGIATAN: 1 Apakah BEBAN KERJA wajar ? 2 Apakah BIAYA yg dianggarkan wajar ? 3 Apakah BIAYA wajar utk Beban Kerja tersebut ?
  3. 3. 3 ASB = salah satu penentu kinerja penerapan ABK ( = Anggaran Berbasis Kinerja) ABK : Kaitkanlah PENDANAAN dng KELUARAN yg diharapkan dari KEGIATAN, dan HASIL serta MANFAAT yg diharapkan, trmsk EFISIENSI dlm pencapaian HASIL dan KELUARAN. Ada 5 syarat penerapan ABK. Bila salah satunya belum kuat, maka penerapan ABK masih kurang optimal. Adanya ASB = salah satu dasar dalam penerapan ABK. Agar kita yakin bahwa pilihan kegiatan = pilihan yg 3E Persyaratan manakah yg belum ada di Daerah kita?
  4. 4. 4 Mungkinkah Pilihan Kegiatan SKPD = Pilihan yg 3E bila syarat berikut TIDAK ada ? 1 Indikator Kinerja 2 Capaian / Target Kinerja 3 Standar Satuan Harga 4 Standar Pelayanan Minimal 5 ANALISIS STANDAR BELANJA Persyaratan manakah yg belum ada di SKPD atau Daerah kita?
  5. 5. Aspek apakah yg dinilai pada Penilaian Kewajaran BEBAN KERJA ? Aspek yang dinilai 1. Kaitan logis antara kegiatan diusulkan dgn sasaran pembangunan pada KUA dan PPA, 2. Kesesuaian antara program dan kegiatan yg diusulkan dgn TUPOKSI SKPD, dan 3. Kemampuan SKPD utk melaksanakan program dan kegiatan dng tingkat pencapaian yg diinginkan dlm jangka waktu 1 tahun anggaran.
  6. 6. Aspek apakah yg dinilai pada Penilaian Kewajaran BIAYA ? Aspek yang dinilai 1. Kaitan antara biaya yg dianggarkan dgn target pencapaian kinerja, 2. Kaitan antara standar biaya dng harga yg berlaku, 3. Kaitan antara biaya yg dianggarkan dan target pencapaian kinerja dng sumber dana.
  7. 7. Intinya, dengan ASB akan didapatkan: USULAN kegiatan SKPD yang: • Ekonomis • Efisien • Efektif Bukan kegiatan yg asal usul, tetapi KEGIATAN yg 3E
  8. 8. Siapakah yang SEHARUSNYA melakukan ASB ? • Justeru SKPD pengusul yang seharusnya melakukan analisis standar belanja. • Bukan TAPD, melalui Bappeda atau Dinas Pengelola Keuangan. • Hasil ASB dari SKPD pengusul = dasar pertimbangannya utk MENGAJUKAN dan MEMPERTAHANKAN usulan kegiatan.
  9. 9. Dengan hasil ASB yg dilakukan sendiri oleh SKPD, maka: SKPD pengusul: • Punya ALASAN yg kuat utk meyakinkan TAPD, bila SKPD ybs. memang BERNIAT menghasilkan Better Service dengan Lower Cost.
  10. 10. Bagaimana SKPD melakukan Analisis Standar Belanja? CARA SEDERHANA: jawablah pertanyaan ini . . . 1 Apakah usulan kegiatan TERKAIT ERAT dng sasaran spesifik dlm KUA/PPAS? Buktikan! 2 Apakah usulan kegiatan TERKAIT ERAT dng TUPOKSI SKPD? Buktikan! 3 Apakah SKPD MAMPU melaksanakan kegiatan yg diusulkan? Tunjukkan rencana detail pelaksanaannya.
  11. 11. Bagaimana SKPD melakukan Analisis Standar Belanja? 4 Apakah RAB kegiatan merupakan nilai yg paling optimal untuk mencapai target pencapaian kinerja? Buktikan dan tunjukkan kegiatan alternatif yg cenderung lebih mahal. 5 Apakah standar biaya yg digunakan dlm penyusunan RAB kegiatan sesuai dng SSH yang sah? Buktikan ! 6 Apakah RAB yg dianggarkan sudah tepat sumberdana? Buktikan !
  12. 12. Apakah perlu ada panduan khusus untuk menerapkan ASB oleh tiap SKPD? Harus ada PANDUAN agar: 1. Tiap SKPD dpt melakukan ASB secara mandiri dng prosedur baku yg sama. 2. Bila prosedur ASB sudah baku, maka hasilnya dapat diterima dng tingkat keyakinan yg lebih tinggi. 3. Diawal penerapannya, TAPD tetap perlu melakukan KONFIRMASI thdp hasil ASB tersebut. 4. Di Panduan dpt dijelaskan: “Penerapan ASB secara Mandiri oleh SKPD” merupakan salah satu bentuk SPIP ttg perencanaan di SKPD ybs. SPIP = Sistem Pengendalian Internal Pemerintah

More Related Content

More from Rusman R. Manik

Related Books

Free with a 30 day trial from Scribd

See all

Related Audiobooks

Free with a 30 day trial from Scribd

See all

×