Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Modul3 algoritma dan pemrograman procedure dan_function

7,665 views

Published on

Published in: Education
  • Dating direct: ❶❶❶ http://bit.ly/2ZDZFYj ❶❶❶
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Follow the link, new dating source: ♥♥♥ http://bit.ly/2ZDZFYj ♥♥♥
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Be the first to like this

Modul3 algoritma dan pemrograman procedure dan_function

  1. 1. PROSEDUR (PROCEDURE) Seringkali dalam membuat program besar, pemrogram perlu memecah program menjadi beberapa subprogram yang lebih kecil. Tiap subprogram(modul) dapat dirancang oleh pemrogram selain orang yang mengembangkan program utama. Modul yang sudah dirancang dapat dipasang ke dalam program lain yang membutuhkan. Keuntungan Menggunakan Procedure : 1. Untuk aktivitas yang harus dilakukan lebih dari sekali, cukup ditulis sekali sehingga dapat mengurangi panjang program. 2. Kemudahan menulis dan mencari kesalahan(debug) program Kemudahan menulis berguna jika sebuah program dilaksanakan oleh satu tim pemrogram. Masalah dipecah menjadi beberapa submasalah. Setiap submasalah ditulis ke dalam modul individual yang dikerjakan oleh orang yang berbeda. Setelah selesai, semua modul diintegrasikan kembali menjadi program lengkap. Program modular mudah dipahami dan mudah dicari kesalahannya karena setiap modul melakukan aktivitas spesifik. STRUKTUR PROSEDUR 1. Bagian Header -> nama prosedur dan komentar yang menjelaskan spesifikasi prosedur, nama prosedur sebaiknya diawali kata kerja, misalnya Hitung_Luas, Tukar, CariMaks. 2. Bagian Kamus ->berisi variable yang dibutuhkan oleh Procedure. 3. Badan Prosedur (Deskripsi) PROCEDURE Nama_Procedure(Parameter); Var …..; {Kamus} Begin {Deskripsi/isi prosedure} End; PEMANGGILAN PROSEDUR Prosedur tidak bisa dieksekusi langsung. Instruksi pada prosedur bisa dilaksanakan jika prosedur diakses. Prosedur diakses dengan memanggil namanya dari program pemanggil (program utama atau modul program lain). NAMA_PROSEDUR Ketika nama prosedur dipanggil, kendali program berpindah ke prosedur tersebut. Setelah semua instruksi prosedur selesai dilaksanakan, kendali program berpindah kembali ke program pemanggil. Dalam program pemanggil, harus mendeklarasikan Nama_Procedure (header) dalam bagian deklarasi supaya dikenali oleh program pemanggil dan mengetahui cara mengaksesnya.. Contoh1 : Program Coba_Procedure; Uses Wincrt; Procedure Tampil_Tulisan; {Header Procedure} Begin {awal blok Procedure} Writeln(‘Saya Sedang Mencoba Procedure’); {Deskripsi} End; {akhir blok Procedure} Begin {awal blok Program Utama} Tampil_Tulisan; {Memanggil Procedure} End. {akhir blok Program Utama}
  2. 2. Contoh2 : Program Procedure_Dengan_Variable; Uses Wincrt; {Berikut ini Contoh Membuat procedure dengan Variable} Procedure Kali; Var X,Y:REAL; {Variable yg dibutuhkan Procedure} Begin {awal blok procedure} Write(‘Input Bilangan Pertama = ‘);Readln(X); Write(‘Input Bilangan Kedua = ‘);Readln(Y); Write(‘Hasil Perkalian = ‘,X*Y:10:0); End; {akhir blok procedure} Begin {awal blok Program Utama} CLRSCR; {Membersihkan Layar} KALI; {Memanggil Procedure} End. {akhir blok Program Utama} Contoh3 : Program Procedure_Dengan_Parameter; Uses Wincrt; Var X,Y :REAL;{Variable Program Utama} {Berikut ini Contoh Membuat procedure dengan Parameter} Procedure Kali(A,B:REAL); Begin Write(‘Hasil Perkalian = ‘,A*B:10:0); End; Begin CLRSCR; {Membersihkan Layar} Write(‘Input Bilangan Pertama = ‘);Readln(X); Write(‘Input Bilangan Kedua = ‘);Readln(Y); KALI(X,Y); {Memanggil Procedure dengan Parameter} End. FUNGSI (FUNCTION) Function mengembalikan nilai, hampir sama seperti prosedur dengan parameter output tetapi outputnya tidak ditampung oleh sebuah parameter / variabel melainkan dikembalikan / dikirimkan ke program utama. STRUKTUR FUNCTION 1. Bagian Header -> nama fungsi dan komentar yang menjelaskan spesifikasi fungsi, nama fungsi sebaiknya diawali kata kerja, misalnya Hitung_Luas, Tukar, CariMaks. 2. Bagian Kamus ->berisi variable yang dibutuhkan oleh fungsi. 3. Badan Fungsi (Deskripsi) FUNCTION Nama_Function(Parameter):Tipe Hasil; Var …..; {Kamus} Begin {Deskripsi/isi function} End; Tipe_Hasil : integer, real, boolean, string, atau tipe_bentukan seperti record
  3. 3. Cara Pemanggilan Function sama dengan cara Pemanggilan Procedure. Contoh1 : Program Fungsi_Konversi; Uses Wincrt; Var masukan : integer; {variable yg dibutuhkan Program Utama} Function KONV(I:Longint):STRING {membuat Function dg Parameter, dan Nilai Balik bertipe string} Var S:string; {variable yg dibutuhkan Function} Begin {awal Blok Function} STR(I,S); KONV:=S; END; {akhir Blok Function} Begin {awal blok Program Utama} Write(‘Masukkan Angka = ‘);readln(masukan); Write(‘Hasil String = ‘,KONV(masukan); {memanggil Function KONV} End. {akhir blok Program Utama} Contoh2 : Program Fungsi_Perkalian; Uses Wincrt; Var A,B : integer; {variable yg dibutuhkan Program Utama} Function KALI(P,Q:integer):REAL {membuat Function dg Parameter, dan Nilai Balik bertipe REAL} Begin {awal Blok Function} KALI:=P*Q; END; {akhir Blok Function} Begin {awal blok Program Utama} Write(‘Masukkan Angka Pertama = ‘);readln(A); Write(‘Masukkan Angka Kedua = ‘);readln(B); Write(‘Hasil Perkalian = ‘,KALI(A,B):5:0); {memanggil Function KALI} End. {akhir blok Program Utama} Contoh3 : Program Fungsi_Decimal_Ke_Binear; Uses Wincrt; Var isi : integer; {variable yg dibutuhkan Program Utama} Function KONV(I:longint):String {membuat Function dg Parameter, dan Nilai Balik bertipe STRING} Var S:string; {variable yg dibutuhkan Function} Begin {awal Blok Function} STR(I,S); KONV:=S; End; {akhir Blok Function} Function binear(intangka : integer): string; Var intnilai :longint; intlen :integer; j :integer; strhasil :string; strend :string[1]; strsub : string; Begin strhasil := ''; strend := '';
  4. 4. strsub := ''; repeat intnilai := intangka mod 2; intangka := intangka div 2; strhasil := strhasil + konv(intnilai); until intangka = 1; intlen := length(strhasil); strend := konv (intangka); for j := intlen downto 1 do strsub := strsub + copy(strhasil, j, 1); binear := strend + strsub; End; Begin {awal blok Program Utama} Writeln(‘Berikut ini Program untuk Merubah Decimal Menjadi Binear ‘); Write(‘Masukkan Angka = ‘);readln(isi); Write(‘Hasil Binearnya = ‘,BINEAR(isi)); {memanggil FunctionBINEAR} End. {akhir blok Program Utama}

×